
Lagi gabut, minggu sore diisi
kegiatan membuat sambal tempe campur tomat. Udara terasa panas akibat asap yang
masih tebal membuat selera lidah pun tidak jelas saat mencicipi nya. Apa asin
apa tidak, kurang jelas. Yang penting matang.
Tiba-tiba Mas Chanif ngasih tahu bahwa Prof.
K.H. Syukron Makmun ulama karismatik dari Jakarta Selatan telah meninggal dunia
pada hari minggu, 18 Oktober 2026. Meninggal pada usia 84 tahun.
Sebelumnya, kyai karismatik dari Nusa Tenggara
Barat (NTB) telah mendahuluinya : Tuan Guru Haji -TGH- Muhammad Turmudzi
Badaruddin atau lebih dikenal sebagai Tuan Guru Bagu, meninggal pada kamis, 15 Oktober
2026. Tutup usia pada umur 90 tahun.
Semoga Allah menempatkan kedua ulama
tersebut ditempat yang mulia, diterima ibadah dan amal sholehnya, diampuni
segala dosa-dosa nya dan dimasukan ke dalam surga-Nya.
Saya mulai mengenal kyai Syukron Makmun pada
tahun 1990 ke atas. Saya masih Mts. Saya mendengar pidatonya. Yang hadir ribuan
jamaah. Hampir pasti tidak ada yang mengantuk. Padahal seperti biasanya, pengajian
di pesantren di kampungku biasanya mulai jam 23.00 hingga kadang jam 01.00
dinihari baru selesai.
Itu sudah biasa. Ma’lum kegiatan pesantren
hampir 24 jam. Ngaji kitab kuning biasanya mulai shalat isya sampai jam 24.00
selesai. Ini jadwal resmi. Tidur jam 01.00-02.30. jam 03.00 sudah bangun,
kegiatan sholat tahajud dan hafalan. Sudah tidak ada tidur lagi. Setelah sholat
subuh ngaji lagi hingga jam 07.00. Setelah itu sekolah umum.
Isi pidato nya sangat keras. Suka nya mengkritik pemerintah orde baru. Pidatonya seperti letupan mercon di malam hari. Meskipun kecil, tapi daya gaung suara nya menggema kemana-mana. Dan Syukron Makmun bukan mercon kecil, kala itu perwujudan mercon yang sangat jumbo dan mengggentarkan dinding-dinding Istana Negara.
Dia benar-benar mengkritik segala
kebijakan pemerintahnya. Padahal era tersebut sering disebut era petrus
-penembak misterius. Era dimana waktu itu, banyak ulama masuk penjara atau
meninggal tanpa jejak. Tidak peduli. Kyai Syukron Makmun terus menerus
mengkritik kebijakan orde baru. Dia sudah tidak peduli lagi terhadap keselamatan
jiwa nya. Pada dirinya sudah tertanam bahwa pelindung utama hanya Allah SWT.
Jika merujuk pada catatan, kritikan Syukron
Makmun terhadap orde baru sebagai berikut: pertama, pada tahun 1970-1980
mengkritik kebijakan orde baru dengan melakukan fusi partai politik Islam ke
dalam partai PPP. Ia juga mengkritik partai Golkar yang telah melakukan segala
kegiatan politik menekan kegiatan-kegiatan dakwah ulama-ulama yang tidak
berafiliasi dengan partai penguasa. Kedua, pada tahun 1990 hingga sampai era
reformasi, Syukron Makmun juga mengkritik orde baru yang terlalu anti kritik dari
partai oposisi dan rakyat. Pemerintah menggunakan segala kekuatan dan
kekuasaannya untuk membungkam seluruh suara yang mencoba melakukan kritik
secara terbuka kepada pemerintah orde baru.
Kyai Syukron Makmun pun tidak segan-segan
mengkritik teman-teman pengurus PBNU. Ulama yang paling sering menjadi sasaran
kritik yaitu KH. Abdurrahman Wahid -Gus Dur. Ia dianggap sebagai ulama yang
liberal dan jauh dari kriteria ulama sejati.
Uniknya, Gus Dur tidak marah sama sekali
dikritik oleh kyai Syukron. Ia tetap menghormati dan mengkritiknya secara halus
dan rilek. “Kyai Syukron itu kyai tutur, jadi wajar jika mengkritiku”. Suatu
kalimat halus dari Gus Dur bahwa kritik harus dilihat secara proposional dan
melihat orang nya secara utuh. Tidak serta merta pengkritik adalah musuh dan selalu
membuat kesalahan. Sebab memang kemampuannya masih sebatas mengkritik kulitnya,
belum mengetahui secara subtansi akar persoalan yang dihadapi umat Islam dan
bangsa Indonesia.
Menurut Gus Dur ulama atau kyai ada
beberapa jenisnya: ada kyai tutur yang hanya mempunyai keahlian pada
pidatonya. Orator ulung. Tapi ketika dipasrahi pada pekerjaan lain malah
amburadul. Umpamanya disuruh mengelola partai politik Islam atau mungkin jadi
pejabat. Karena bukan keahliannya, partai nya pun tetap kecil kecil -bahkan
kadang malah mati- dan jadi pejabat pun tidak ada signifkan sumbangsihnya.
Ada kyai tandur yaitu ulama yang
mempunyai kemampuan me-manage atau mengelola majlis ta’lim dan pondok
pesantren. Mungkin bicara nya tidak faseh, tidak pandai pidato dan lebih banyak
berada di depan dampar -meja untuk mengaji. Tapi ia mampu mengelola pendidikan
pesantren baik forman maupun non-formal.
Ada kyai atau ulama sembur yaitu
kemampuan spiritual nya mengobati para pasien baik sakit secara dhohir maupun
batin. Bagi orang awam yang belum memahami jenis ini mungkin terasa lucu dan
tidak masuk akal. Mereka berpandangan bahwa sakit obatnya ya ke dokter. Padahal
tidak sedikit juga para dokter ketika dalam proses pengobatan mengalami jalan
buntu juga meminta bantuan pada para ulama.
Sebab dalam kehidupan sehari-hari kadang
ada penyakit yang mirip-mirip seperti penyakit fisik, tetapi dicek oleh medis
tidak ada penyakitnya. Dokter bingung melakukan proses pengobatan dan
penyembuhan.
Saya mempunyai pengalaman pribadi secara
langsung dengan para ulama jenis ini. Termasuk Orang tua ku, Pada wilayah ini,
para ulama yang dianugerahi kemampuan sebagai Tabib mempunyai tugas khusus
untuk mengobati penyakit hati dan dhohir dari masyarakat.
Terakhir ada kyai atau ulama catur. Dia bukan
hanya ulama, tetapi mempunyai kemampuan politik praktis secara professional. Salah
satunya yaitu almarhum Gus Dur.
Jauh hari sebelum Soeharto lengser dan para
ulama serta para pengamat atau intelektual atau politisi dari dalam dan luar
negeri bertanya tentang suksesi kepempimpinan pasca lengser soeharto. Gus Dur
dengan enteng menjawab: “Saya, saya yang akan menjadi presiden pengganti Soeharto”.
Semua ulama, ilmuwan dan politisi tertawa
mendengar jawaban tersebut. tidak masuk kalkulasi pemikiran mereka. Apalagi saat
itu gus dur mengalami stroke ringan. Semua dianggap sebagai ucapan halusinasi
akibat sakit nya.
Terbukti. Pada tahun 1999-2001 Gus Dur menjadi
Presiden Republik Indonesia. Gus Dur benar-benar ulama catur yang bisa
memainkan dan mengendalikan kekuasaan dan politik pada masa nya.
Kembali lagi pada kisah kyai Syukron Makmun.
Sebagai seorang ulama, sikap kritis merupakan jalan hidup nya sebagai
perwujudan dari amar ma’ruf nahi munkar. Baginya, ulama harus mempunyai
kekuatan jiwa, ilmu, intelektual dan ucapan di mimbar-mimbar sebagai bagian
dari tugas menegakan kebenaran dan keadilan.
Tidak demikian yang dilakukan Gus Dur. Sepanjang
hidupnya, Gus Dur juga melakukan kritik sebagaimana yang dilakukan oleh kyai
syukron. Hanya saja Gus Dur terkesan lebih soft. Pangsa pasar dakwah nya sangat
luas. Tidak hanya untuk umat Islam, tapi untuk bangsa dan negara Indonesia.
Gus Dur bergerak melalui mimbar-mimbar
pesantren, kampus-kampus, media massa dan buku-buku. Melalui ceramah dari
kampung satu ke kampung lain mengajarkan kepada masyarakat untuk hidup secara
mandiri. Melalui pengajian dari pesantren ke pesantren dia menekankan tentang
pentingnya menghidupi pesantren dengan lembaga-lembaga perekonomian pesantren. Melalui
buku dan tulisan-tulisan, dia menekankan pentingnya kesamaan derajat,
perlindungan terhadap kelompok minoritas, dan pentingnya politik yang bermartabat.
Kampanye intelektual yang sangat panjang sekali
yang dilakukan oleh Gus Dur tersebut membuahkan hasil yaitu adanya kesadaran
kolektif tentang pentingnya pendidikan, kebudayaan, agama yang yang
memanusiakan manusia dan politik yang mampu melahirkan rasa keadilan. Tanaman pemikiran
yang begitu menghujam di dada bangsa Indonesia ini yang kemudian mengantarkan Gus
Dur terpilih menjadi presiden RI ke-4.
Terlepas dari segala kekurangan dan
kontroversi semasa hidup nya, Kyai Syukron Makmun merupakan wujud dari seorang
ulama besar dan kyai serta pengasuh pesantren yang konsisten terhadap
perjuangannya. Ia tetap menegakan kebenaran dan menyampaikan kritik dan pesan
membangun kepada para penguasa pada masa nya. Kritik nya bukan berdasarkan
kebencian, namun karena dasar cinta. Kecintaan yang mendalam yang benar tidak
berdasarkan nafsu belaka dengan mengikuti pola hidup “Asal Bapak Senang”-ABS.
kecintaan terhadap penguasa justru dengan memberikan masukan-masukan yang
konstruktif, meskipun terkadang sangat menyakitkan hati. Sebuah perwujudan
cinta kepada penguasa yang mungkin pada hari ini sudah mulai luntur di
tengah-tengah masyarakat.
Sebagai penutup, sekali lagi semoga almarhum
KH Syukron Makmun, guru kita ini diterima segala ibadah dan amal sholeh,
diampuni dosa-dosanya dan ditempatkan di surga-Nya. amin.
Penulis : Vijianfaiz,PhD
Toko Buku Gramedia, Pendidikan dan Politik
11 Oktober 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   218
Kacamata dan Pancasila
02 Oktober 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   102
Manusia Merdeka
17 Agustus 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   139
Adakah Manusia Merdeka?
17 Agustus 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   225
Surat Terbuka Untuk Saudari Vanesia Shania
07 Agustus 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   275
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      15252
Dalil Berdoa Untuk Mayit
Minggu , 11 Mei 2025      7006
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      6210
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      5357
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      5031