
Setelah sholat maghrib, saya
langsung menuju ke lantai satu. Masih sedikit dewan hakim di ruang tunggu. Saya
menemui ibu penjual bakso. Rasanya kok Ingin makan seger-seger. Mungkin akibat selera makan
kurang bagus. Pengaruh badan agak sedikit “mriyang”. Jadi, melihat bakso terasa sangat
nikmat. Itupun hanya pentol dan kuahnya saja.
Sekitar 10 menit menunggu bus, kami
pun berangkat ke lokasi MTQ. Cukup jauh. Sekitar 1 jam perjalanan. Informasi dari
teman-teman, ini adalah lokasi pelaksanaan mtq terjauh yang pernah
dilaksanakan. Saya tetap menikmati perjalanan. Pak wan fariq duduk disampingku.
Dosen muda ini kelihatannya lagi semangat sekali membahas jurnal. Mulai dari
peningkatan kualitas tulisan, cara citasi, strategi menulis dan mengirim
tulisan ke berbagai jurnal nasional dan internasional. Saya mendengarkan dengan
penuh perhatian. Saya pun memberi catatan kecil atas ide-ide besarnya, bahwa
membahas tentang Jurnal dan segala berkaitan dengannya, perlu ada kolaborasi
dan harus ada yang “ngalah” dan “ikhlas” mengelola Jurnal. Jika ini
tidak dilakukan, maka impian besar bisa menjadi “ambyar”.
Akhirnya sampai di lokasi pengukuhan
dewan hakim. Semua turun dan langsung menuju tempat prasmanan. Sebelum acara
dimulai, makan malam terlebih dahulu. Karena rombongan kami agak sedikit
terlambat, maka kami mendapat berkahnya. Rombongan sekda dan tamu dari
kabupaten juga datang. Mereka langsung menuju
ke depan dan makan di tempat yang telah disediakan. Tidak lama. Setelah itu,
panitia memindah meja dan kursi yang berada di depan. Ketika benar-benar
steril, acara pengukuhan dimulai.
Ada yang menarik yaitu doa dari pak KUA.
Dari doa tentang pentingnya akhlak bagi para dewan hakim. Hal yang tidak lupa
juga mendoakan para pemimpin agar bisa memimpin negeri dengan baik dan selamat
dunia dan akherat. saya kira ini doa yang hebat, sebab untuk urusan akhlak
diberikan kepada hakim, tapi tidak diberikan kepada para pemimpin. Apakah hakim
memang sangat penting mereformasi akhlak? Saya tersenyum. dalam hati saya
berkata, “doa yang hebat dan unik”.
Sambutan Sekda cukup bagus. Ada dua
hal yang menarik; memasyarakatkan budaya belajar Al-Qur’an, pentingnya menjalin
persaudaraan dan optimisme Pemda terhadap para hakim yang menurutnya adalah
orang-orang yang berintegritas, professional dan hebat-hebat. Bagi diriku, Ini sanjungan
yang berlebihan. Sebab saya merasa tidak sehebat itu. tapi khusnudzan
pak Sekda adalah doa kebaikan untuk para dewan hakim.
Setelah selesai acara pengukuhan,
kami langsung menuju ke Bus dan bergerak menuju Hotel. Saya merenungi doa-doa
dan kalimat sambutan di acara tersebut. Saya tahu harapan-harapan mereka yang
sangat agung. Namun saya mencoba menyederhanakan acara MTQ dengan konsep hidup
model Al-Qur’an. Ada satu potong ayat bahwa hidup adalah “permainan dan
sendau-gurau”. Saya kira konsep hidup yang benar ada permainan dan
sendau-gurau. Tidak boleh tegang-tegang. Meminjam dai sejuta umat, hidup
seperti “tukang parkir”. Punya tidak sombong, habis tidak sedih. Sikap ini juga
akhlak.
Imam Al-Ghozali dan Ibn Miskaweh mengatakan
akhlak adalah suatu perilaku spontanitas karena lahir dari suasana jiwa. Ia
bukan aturan formal anggota tubuh yang harus diukur dengan standar operasional.
Sehingga sangat sulit mengukur akhlak orang lain dengan perilaku formalnya. Sebab
akhlak sebenarnya komitmen diri terhadap apa yang dipikirkan, diucapkan dan
dilakukan sebagai bagian keputusan. Dari sini outputnya beragam. Jika baik
akhlakul karimah, jika tidak baik akhlak mazmumah. Itu sebabnya, doa pak KUA
tepat. Sebab memang yang ditekankan pada hakim yang mempunyai akhlak.
Namun dari semua itu, saya suka
terhadap sambutan dari pak Sekda yang baru dilantik pada tanggal 1 Agustus
2023. Katanya MTQ ini mempunyai fungsi yang sangat baik antara lain membangun
silaturahim. Ini sangat setuju. Para dewan hakim untuk meloloti nilai dan
peserta dari berbagai kecamatan bukan semata-mata datang kesini untuk juara. Jika
hanya itu niatnya, bisa kecewa jika tidak juara. Maka niatkan untuk
silaturahim. Sebab kata Nabi, silaturahim mempunyai banyak manfaat. Diantaranya yaitu memperpanjang umur dan memperluas rezeki.
Penulis : Imam Ghozali
Pilih Prodi Yang Kamu Suka!, Yuk Kuliah di FSEI !
13 April 2026   Oleh : NEWS   135
Prospek prodi Hukum Keluarga Islam
06 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   228
Sosialisasi Draff Pedoman Penyusunan Tata Naskah Dinas
01 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   279
Pembagian Staff Akademik Fakultas
01 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   169
Pengumuman UM-PTKIN 2026
31 Maret 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   510
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13566
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4559
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3576
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2976
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2879