Avatar

Imam Ghozali

Penulis Kolom

871 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Di Tengah Guyuran Hujan


 NEWS

Senin , 16 Januari 2023



Telah dibaca :  245

Jum’at pagi ( 13 Januari 2023 ) atas nama Ketua MUI, saya mendapat undangan peresmian Masjid Baburrahmah di Desa Sungai Tohor Barat. Tepatnya di Pesantren nya Kiai Saifullah. Di WA grup ‘guyonan keramat’, Kiai Shodiq membuat list tambahan; ada Kiai Dalhar, Ketua Baznas, dan LPTQ. Sebenarnya, undangan resmi dari Kesra hanya MUI, tapi saya atas nama MUI sebenarnya tidak ingin berangkat. Ada jadwal Khotib di Masjid Muhtadin. Namun, satu sisi tidak enak juga apabila melihat dari daftar undangan; mulai dari bupati, asisten, kepala OPD, pimpinan forkompinda, kecamatan dan kepala desa di seluruh kabupaten. Mungkin ini adalah peresmian masjid paling sepektakuler. Sebab dari Bupati sampai Kepala Desa hadir. Atas pertimbangan ini, saya pun ikut, dan jadwal Khotib di Masjid Muhtadin diisi Ustadz Saihudin, Ketua MWC NU Tebing Tinggi.

Jam 8.00 WIB saya sudah sampai di Pelabuhan Nursya’adah. Jika melihat jadwal, undangan jam 8.30 wib. Namun saya memang membiasakan diri agar setiap undangan jangan sampai terlambat. Ingin saya, cepat berangkat cepat selesai, dan bisa mengerjakan pekerjaan lainya. Makanya ketika saya memimpin rapat, biasanya undangan umpanya saya buat jam 8.00, mulai rapat jam 8.15. pelaksanaan ini sebenarnya bukan lagi tradisi. Biasanya, undangan jam 8.00, pelaksanaan jam 8.45, bahkan kadang sampai jam 9.00 lebih. Saya mencoba memangkas ‘jam karet’. Buktinya, jam 8.15 baru tiga orang yang datang, dari 27 orang yang diundang. Saya pun tidak peduli, jam 8.15 pun mulai rapat. Jam 8.40 sudah selesai, dan saat selesai rapat orang-orang pun baru datang. Saya pun mengatakan bahwa rapat telah selesai.

Pagi ini memang bupati agak lambat, biasanya tepat waktu. Memang orang sekelas bupati, gubernur dan para pejabat memang tidak seperti pada umum nya orang. Mereka mempunyai agenda cukup padat. Permasalah satu wilayah kekuasaanya berada di meja tugas, di Rumah, dan di perjalanan. Belum lagi, ketika kedatangan tamu penting, sehingga bisa menggeser kegiatan lain. Akibatnya, agenda lain pun kadang bergeser waktu, bahkan kadang bisa sampai batal lalu di wakilkan ke pejabat yang ditunjuk atasanya. Orang-orang biasa seperti saya kadang tidak memahaminya. Kita hanya bisa memahami sederhana saja, undangan jam 8.00, datang nya seharusnya jam 8.00. jika terlambat, kita ‘grundel’. Padahal jika kita yang menjadi pejabat, bisa jadi sama juga.

Ternyata benar, bupati ada tamu dari Pengurus PBNU. Gus Hilmi, Putra almarhum Mbah Kyai Muzadi. Saya tidak tahu. Setelah duduk di Speedboat berdampingan dengan bupati, dia mengatakan kepada ku bahwa kiai yang duduk di belakang saya adalah putra dari Ketua Tanfidziyah PBNU 2000-2010. Saya ingin duduk belakang, tapi oleh bupati tidak boleh.

Jam 10.15 wib sudah sampai di Pelabuhan Sungai Tohor. Perjalanan menuju Masjid Baburrahmah cukup jauh. Untung jalan menuju ke Pesantren sudah cukup baik jika dibandingkan dari tahun-tahun sebelumnya. Jadi tidak terlalu lama, sekitar 10 menit sudah sampai lokasi acara. Setelah melakukan serangkaian acara peresmian, kami pun melaksanakan Sholat Jum’at perdana. Protokoler pun membacakan petugas sholat jum’at. Namun saya agak marah juga kepada Protokoler Bupati. Tanpa ada pemberitahuan, saya mendapat bagian jadi Khotib. Walaupun sudah bergelar Kiai dan sekolah sudah sampai puncak tertinggi, untuk urusan soal khatib, ceramah, dan ngaji harus ‘lalaran’ dulu. Itu memang etika para ulama dan kiai masa lalu. Namun, lagi-lagi saya harus berfikir positif juga. Mungkin protokoler tahu kalau saya ini kader NU yang dulu dari Ansor-Banser yang dituntut apapun harus ‘bisa dan siap’ ditempatkan dan ditugaskan dimanapun. Jangankan hanya sebatas disuruh menjadi khotib atau ngaji, disuruh nikah lagi pun mau 100% ( kalau diizinkan oleh orang rumah, kikiki).

Selesai acara, kami pun makan-makan. Dari awal saya sudah memasang strategi, makan harus satu grup bupati. Bukan apa-apa. Saya hanya ingin makan Daging Kambing. Sebab para pejabat sudah tahu kalau daging kambing menjadi kesukaan bupati. Itu sebabnya, hampir setiap acara ada Gulai Kepala Kambing. Jadi kalau dekat dengan nya, bisa makan Daging Kambing. Niat nya untuk obat darah rendah dan sakit perut (karena lapar).

Prosesi makan hampir  selesai, hujan turun deras luarbiasa. Petir bersahut-sahutan. Listrik pun kadang hidup, kadang mati. Dilihat dari wajah nya banyak yang gelisah. Banyak agenda sore ini. Jam 15.00, para pejabat Pemda dan Ormas ada acara rapat persiapan hari raya imlek. Komandan Kemenag, Drs. Sulman harus menghadiri acara pernikahan anak bosnya, Kepala Kanwil Riau. Mungkin yang paling santai hanya saya. Soalnya, acara rapat sudah saya wakilnya kepada Kyai Dalhar sebagai Ketua Komisi Fatwa MUI.

“Bagaimana Ndan, Bisa Lanjut” Tanya bupati kepada Pak Isnanu, Danramil Kecamatan Tebing Tinggi.

“Siap !!” Jawab Pak Isnanu.

Semua kaget. Sebab hujan masih sangat deras harus juga pulang. Padahal kendaran untuk mengantar Pelabuhan hanya roda dua. Ada mobil cuma satu, itu untuk Bupati. Tapi mau tidak mau, karena Bupati pulang, semua Kepala Dinas, Forkompinda, Camat, Kepada Desa pun ikut pulang dan hujan-hujanan. Tentu semua basah kuyup, crindil. Untung saya bisa pulang dengan Kepada Dinas Kesehatan. Bawa Honda Nimex, ada Helm plus Jas Hujan. Karena badan saya kecil, saya duduk ditengah. Yang jadi supir pak saridi, kepala dinas bagian belakang. Jadi saya aman tidak basah.

Sampai di Pelabuhan semua ‘gojlogi’ dan dengan nada gurau menyalahkan pak Isnanu. Karena gara-gara dia, semua jadi basah kuyup. Mereka mungkin lupa, bahwa pak Isnanu itu seperti Banser, atau bisa juga mencontoh Banser, bahwa dalam etika prajurit hanya ada satu kata “siap!!”, walaupun demam tetap berangkat. Persis seperti Banser, siap mati membela Agama, Bangsa dan Negara, tapi tidak siap lapar. Sebab ‘nek luweh’ ora iso perang.



Penulis : Imam Ghozali


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Pilih Prodi Yang Kamu Suka!, Yuk Kuliah di FSEI !
13 April 2026   Oleh : NEWS   141

Prospek prodi Hukum Keluarga Islam
06 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   232

Sosialisasi Draff Pedoman Penyusunan Tata Naskah Dinas
01 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   279

Pembagian Staff Akademik Fakultas
01 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   169

Pengumuman UM-PTKIN 2026
31 Maret 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   511

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13570


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4567


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2884