
MAKNA BULAN RAJAB
Oleh : Imam Ghozali
الحمد لله الذي خلق الانسان في احسن تقويم.
اشهد ان لا اله الا الله واشهد ان محمدا رسول الله. اللهم صلي وسلم علي سيد
المرسلين محمد وعلي اله واصحابه اجمعين. فيا عباد الله اتقواالله حق تقاته ولا
تموتن الا وانتم مسلمون. وقال تعالي في القران الكريم. لقد كان في قصصهم عبرة
لاولي الالبب ما كان حديث يفتري ولكن تصديق الذي بين يديه وتفصيل كل شيء وهدي
ورحمة لقوم يؤمنون.
Saudara-Saudaraku yang Dimulyakan oleh Allah S.W.T
Tidak terasa umat Islam khususnya Nahdliyin atau warga Nahdlatul
Ulama kembali memasuki bulan Rajab. Entah disadari atau tidak, perjalanan hidup
serasa semakin cepat. Tiba-tiba saja kita bertambah tua. Tiba-tiba saja kita
menapaki kembali bulan Rajab. Tiba-tiba saja kita akan menghadapi bulan Sya’ban
lalu bulan suci Ramadlan
Sejatinya, tidak ada istilah “tiba-tiba”, karena waktu berjalan
linier seperti lazimnya, kecuali timbul dari perasaan pribadi lantaran sikap
abai alias tidak peduli. Bulan Rajab adalah bulan istimewa. Dalam kitab
I‘anatut Thalibin dijelaskan bahwa “Rajab" merupakan derivasi dari kata
“tarjib” yang berarti mengagungkan atau memuliakan.
Masyarakat Arab zaman dahulu memuliakan Rajab melebihi bulan
lainnya. Rajab biasa juga disebut “Al-Ashabb” (الأصب) yang berarti “yang mengucur” atau “menetes”. Dijuluki demikian
karena derasnya tetesan kebaikan pada bulan ini. Bulan Rajab bisa juga dikenal
dengan sebutan “Al-Ashamm” (الأصم) atau “yang tuli”,
karena tidak terdengar gemerincing senjata pasukan perang pada bulan ini.
Julukan lain untuk bulan Rajab adalah “Rajam” (رجم) yang berarti melempar. Dinamakan demikian karena musuh dan
setan-setan pada bulan ini dikutuk dan dilempari sehingga mereka tidak jadi
menyakiti para wali dan orang-orang shalih.
نَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ
اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ
وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ
Artinya: Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua
belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan
langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. (QS At-Taubah:36).
Bulan haram adalah empat bulan mulia di luar Ramadlan, yakni
Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Disebut “bulan haram” (الأشهر الحرم) karena pada bulan-bulan tersebut umat Islam dilarang
mengadakan peperangan.
Pada bulan ini ada Peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad s.a.w
sebagaimana dijelaskan dalam Q.S. Al-Isra[25: 1]:
سبحن الذي اسري بعبده ليلا من المسجد الحرام الي المجسد الاقصا الذي
بركنا حوله لنريه من ايتنا انه هو السميع البصير
Artinya:
Mahasuci Allah yang telah memperjalankan hamba-nya pada malam hari
dari Majid Al-Haram ke Masjid Al-Aqsha yang telah kami berkahi sekelilingnya
agar kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda kebesaran kami.
sesungguhnya dia maha mendengar, maha melihat.
Perintah Sholat
Q.S. Al-Baqarah [2:43]
واقيموا الصلاة واتواالزكاة واالكعوا مع الركعين
Artinya:
Dan dirikan sholat, tunaikan zakat, dan rukuklah bersama
orang-orang yang ruku.
Q.S. Surat Hud [22:114]
واقم الصلاة طرفي النهار وزلفا من اليل ان الحسنت يذهبن السيئات ذلك
ذكري للذاكرين
Artinya:
Dan dirikan sholat pada kedua tepian siang [pagi dan petang] dan
pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang
baik itu menghapuskan dosa perbuatan-perbuatan buruk. Itulah peringatan bagi
orang-orang yang ingat.
Dari paparan di atas, ada beberapa yang bisa diambil hikmah dari
bulan Rajab: pertama, peristiwa Isra Mi’raj membuka tabir kebenaran dari Allah
atas keberkahan yang disajikan oleh-Nya dalam segala aspek kehidupan yang
secara garis besarnya ada dua: berkah jasmani dan berkah sepritual. Kedua, Allah
s.w.t mewajibkan umat islam untuk melaksanakan ibadah sholat. Ibadah sholat
merupakan cara untuk mendapatkan dua keberkahan tersebut. Bentuk keberkahan
jasmani dan ruhani adalah melahirkan ucapan yang terkontrol, pikiran yang
senantiasa positif atas segala ketentuan Allah dan jiwa yang senantiasa ridha
atas keputusan-Nya. Ketiga, sholat mampu menebarkan mewujudkan nilai-nilai
sosial dengan senantiasa memberi kemanfaatan kepada orang lain.
Doa Akhir Khotbah Tiap-Tiap Jum’at
الحمد لله حمدا كثيرا كماامر واشهد ان محمدا
رسول االله عبده ورسوله سيد الجن والبشر. اللهم صل وسلم علي سيد الانبياء
والمرسلين وعلي اله وصحبه ومن تبعهم باحسان الي يوم الدين. اما بعد: فيا ايها
المسلمون رحمكم الله اوصيكم ونفسى بتقوى الله وقد قال الله تعالي في القران الكريم
اعود بالله من الشيطان الرجيم. ومن يتق الله يجعل له مخرجا ويرزقه من حيث لا
يحتتسب. اللهم اغفر للمومنين والمومنات والمسلمين والمسلمات الاحياء منهم والاموات
انك قريب مجيب الدعوات وقاضي الحاجات. ربنا اتينا في الدنيا حسنة و في الاخرة حسنة
وقنا عذاب النار. والحمد لله رب العالمين. ولذكر الله اكبر
Penulis : Imam Ghozali
Mengelola Ucapan Di Media Sosial
16 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   101
Khutbah Jum'at Kontemporer: Manfaat Halal Bi Halal
31 Maret 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   377
Menjemput Lailatul Qadr
05 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   111
Kewajiban Pemerintah Menjaga Rasa Aman Rakyatnya
01 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   145
Khutbah Kontemporer: Hubungan Ikhlas Dan Kualitasa Bicara Di Bulan Ramadhan
26 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   270
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13568
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4566
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3578
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2986
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2884