Avatar

Imam Ghozali

Penulis Kolom

871 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Hikmah Bulan Rajab Perspektif Spiritual dan Sosial



Rabu , 01 Februari 2023



Telah dibaca :  357

MAKNA BULAN RAJAB

Oleh : Imam Ghozali

 

الحمد لله الذي خلق الانسان في احسن تقويم. اشهد ان لا اله الا الله واشهد ان محمدا رسول الله. اللهم صلي وسلم علي سيد المرسلين محمد وعلي اله واصحابه اجمعين. فيا عباد الله اتقواالله حق تقاته ولا تموتن الا وانتم مسلمون. وقال تعالي في القران الكريم. لقد كان في قصصهم عبرة لاولي الالبب ما كان حديث يفتري ولكن تصديق الذي بين يديه وتفصيل كل شيء وهدي ورحمة لقوم يؤمنون.

Saudara-Saudaraku yang Dimulyakan oleh Allah S.W.T

Tidak terasa umat Islam khususnya Nahdliyin atau warga Nahdlatul Ulama kembali memasuki bulan Rajab. Entah disadari atau tidak, perjalanan hidup serasa semakin cepat. Tiba-tiba saja kita bertambah tua. Tiba-tiba saja kita menapaki kembali bulan Rajab. Tiba-tiba saja kita akan menghadapi bulan Sya’ban lalu bulan suci Ramadlan

Sejatinya, tidak ada istilah “tiba-tiba”, karena waktu berjalan linier seperti lazimnya, kecuali timbul dari perasaan pribadi lantaran sikap abai alias tidak peduli. Bulan Rajab adalah bulan istimewa. Dalam kitab I‘anatut Thalibin dijelaskan bahwa “Rajab" merupakan derivasi dari kata “tarjib” yang berarti mengagungkan atau memuliakan.

Masyarakat Arab zaman dahulu memuliakan Rajab melebihi bulan lainnya. Rajab biasa juga disebut “Al-Ashabb” (الأصب) yang berarti “yang mengucur” atau “menetes”. Dijuluki demikian karena derasnya tetesan kebaikan pada bulan ini. Bulan Rajab bisa juga dikenal dengan sebutan “Al-Ashamm” (الأصم) atau “yang tuli”, karena tidak terdengar gemerincing senjata pasukan perang pada bulan ini. 

Julukan lain untuk bulan Rajab adalah “Rajam” (رجم) yang berarti melempar. Dinamakan demikian karena musuh dan setan-setan pada bulan ini dikutuk dan dilempari sehingga mereka tidak jadi menyakiti para wali dan orang-orang shalih.

نَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ

Artinya: Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. (QS At-Taubah:36).

Bulan haram adalah empat bulan mulia di luar Ramadlan, yakni Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.  Disebut “bulan haram” (الأشهر الحرم) karena pada bulan-bulan tersebut umat Islam dilarang mengadakan peperangan.

Pada bulan ini ada Peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad s.a.w sebagaimana dijelaskan dalam Q.S. Al-Isra[25: 1]:

سبحن الذي اسري بعبده ليلا من المسجد الحرام الي المجسد الاقصا الذي بركنا حوله لنريه من ايتنا انه هو السميع البصير

Artinya:

Mahasuci Allah yang telah memperjalankan hamba-nya pada malam hari dari Majid Al-Haram ke Masjid Al-Aqsha yang telah kami berkahi sekelilingnya agar kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda kebesaran kami. sesungguhnya dia maha mendengar, maha melihat.

Perintah Sholat

Q.S. Al-Baqarah [2:43]

واقيموا الصلاة واتواالزكاة واالكعوا مع الركعين

Artinya:

Dan dirikan sholat, tunaikan zakat, dan rukuklah bersama orang-orang yang ruku.

Q.S. Surat Hud [22:114]

واقم الصلاة طرفي النهار وزلفا من اليل ان الحسنت يذهبن السيئات ذلك ذكري للذاكرين

Artinya:

Dan dirikan sholat pada kedua tepian siang [pagi dan petang] dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan dosa perbuatan-perbuatan buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.

Dari paparan di atas, ada beberapa yang bisa diambil hikmah dari bulan Rajab: pertama, peristiwa Isra Mi’raj membuka tabir kebenaran dari Allah atas keberkahan yang disajikan oleh-Nya dalam segala aspek kehidupan yang secara garis besarnya ada dua: berkah jasmani dan berkah sepritual. Kedua, Allah s.w.t mewajibkan umat islam untuk melaksanakan ibadah sholat. Ibadah sholat merupakan cara untuk mendapatkan dua keberkahan tersebut. Bentuk keberkahan jasmani dan ruhani adalah melahirkan ucapan yang terkontrol, pikiran yang senantiasa positif atas segala ketentuan Allah dan jiwa yang senantiasa ridha atas keputusan-Nya. Ketiga, sholat mampu menebarkan mewujudkan nilai-nilai sosial dengan senantiasa memberi kemanfaatan kepada orang lain.

Doa Akhir Khotbah Tiap-Tiap Jum’at

الحمد لله حمدا كثيرا كماامر واشهد ان محمدا رسول االله عبده ورسوله سيد الجن والبشر. اللهم صل وسلم علي سيد الانبياء والمرسلين وعلي اله وصحبه ومن تبعهم باحسان الي يوم الدين. اما بعد: فيا ايها المسلمون رحمكم الله اوصيكم ونفسى بتقوى الله وقد قال الله تعالي في القران الكريم اعود بالله من الشيطان الرجيم. ومن يتق الله يجعل له مخرجا ويرزقه من حيث لا يحتتسب. اللهم اغفر للمومنين والمومنات والمسلمين والمسلمات الاحياء منهم والاموات انك قريب مجيب الدعوات وقاضي الحاجات. ربنا اتينا في الدنيا حسنة و في الاخرة حسنة وقنا عذاب النار. والحمد لله رب العالمين. ولذكر الله اكبر



Penulis : Imam Ghozali


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Mengelola Ucapan Di Media Sosial
16 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   101

Khutbah Jum'at Kontemporer: Manfaat Halal Bi Halal
31 Maret 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   377

Menjemput Lailatul Qadr
05 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   111

Kewajiban Pemerintah Menjaga Rasa Aman Rakyatnya
01 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   145

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13568


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4566


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2884