Avatar

Imam Ghozali

Penulis Kolom

847 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Khutbah Kontemporer: Hubungan Ikhlas Dan Kualitasa Bicara Di Bulan Ramadhan



Kamis , 26 Februari 2026



Telah dibaca :  168

Hubungan Ikhlas Dan Kualitasa Bicara Di Bulan Ramadhan

 

اْلحَمْدُ للهِ اْلحَمْدُ للهِ الّذي هَدَانَا سُبُلَ السّلاَمِ، وَأَفْهَمَنَا بِشَرِيْعَةِ النَّبِيّ الكَريمِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لا شَرِيك لَه، ذُو اْلجَلالِ وَالإكْرام، وَأَشْهَدُ أَنّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسولُه، اللّهُمَّ صَلِّ و سَلِّمْ وَبارِكْ عَلَى سَيِّدِنا مُحَمّدٍ وَعَلَى الِه وَأصْحابِهِ وَالتَّابِعينَ بِإحْسانِ إلَى يَوْمِ الدِّين، أَمَّا بَعْدُ: فَيَايُّهَا الإِخْوَان، أوْصُيْكُمْ وَ نَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنْ، قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي اْلقُرْانِ اْلكَرِيمْ: أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الَّشيْطَانِ الرَّجِيْم، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمْ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا الله وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ الله وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا وقال تعالى يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. صَدَقَ اللهُ العَظِيمْ

Saudara-Saudara ku Jama’ah Sholat Jum’at yang Dimulyakan oleh Allah SWT,

Pertama-tama, marilah kita senantiasa mensyukuri atas segala kenikmatan yang telah dianugrahkan oleh Allah kepada kita dengan cara meningkatkan takwa kita kepada-Nya.

Kedua, sholawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad, keluarga besarnya, sahabat-sahabatnya, para tabi’in, tabi’in tabi’in, para ulama hingga kepada umat-umatnya. Semoga kita mendapatkan syafaatnya. Amin.

Saudara-saudaraku rahimakumullah,

Puasa merupakan ibadah yang sangat unik. Puasa ramadhan pada satu sisi sebagai simbol ibadah yang status nya hanya Allah yang punya otoritas menilai-ikhlas dan tidak ikhlasnya- ibadah puasa tersebut.

Pada sisi lain, Allah juga memberi peringatan kepada umat Islam tentang konsekuensi dari pelaksanaan ibadah puasa yang tidak benar. Peringatan ini khatib merujuk pada beberapa hadist sebagai berikut:

لَيْسَ الصِّيَامُ مِنَ الأَكْلِ وَالشُّرْبِ إِنَّمَا الصِّيَامُ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ فَإِنْ سَابَّكَ أَحَدٌ أَوْ جَهِلَ عَلَيْكَ فَقُلْ إِنِّي صَائِمٌ إِنِّي صَائِمٌ (رَوَاهُ ابن خزيمة وابن حبان)

Artinya:

“Puasa itu bukan sekadar (menahan) dari makan dan minum. Sesungguhnya puasa itu adalah menahan diri dari perkataan sia-sia dan rafats (ucapan/perbuatan keji). Maka jika ada seseorang mencacimu atau berbuat bodoh (kasar) kepadamu, katakanlah: ‘Sesungguhnya aku sedang berpuasa, sesungguhnya aku sedang berpuasa,” (HR. Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban).

Hadist lain dalam Musnad Ad-Darimi. (Abu Abdillah Ad-Darimi, Musnad Ad-Darimi, Juz 3, [2000] hlm. 1788) sebagai berikut:

كَمْ ‌مِنْ ‌صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الظَّمَأُ

Artinya:

“Betapa banyak orang yang berpuasa, yang puasanya tidak yang lebih dari sekadar menahan dahaga saja.” (H.R. Ad-Darimi).

Syeikh Mula Qori menjelaskan maksud hadist tersebut sebagai berikut:

قَالَ الطِّيبِيُّ: فَإِنَّ الصَّائِمَ إِذَا لَمْ يَكُنْ مُحْتَسِبًا أَوْ لَمْ يَكُنْ مُجْتَنِبًا عَنِ الْفَوَاحِشِ مِنَ الزُّورِ وَالْبُهْتَانِ وَالْغِيبَةِ وَنَحْوِهَا مِنَ الْمَنَاهِي فَلَا حَاصِلَ لَهُ إِلَّا الْجُوعُ وَالْعَطَشُ، وَإِنْ سَقَطَ الْقَضَاءُ

Artinya:

“Imam At-Thibi mengatakan: bahwa sungguh orang yang berpuasa bila tidak ikhlas (mencari ridha Allah) atau menjauhkan diri dari maksiat seperti kebohongan, dusta, ghibah, dan semisalnya dari hal-hal-hal yang terlarang maka tidak ada hasilnya kecuali rasa lapar dan haus. Meskipun puasanya tetap sah tanpa perlu qadha’.” (Mula Qori, Mirqotul Mafatih Syarh Misykatul Mashabih (Jilid IV: Beirut, 2002], hal. 1398).

Dari dua hadist tersebut, ada penekanan persoalan yang merusak kualitas puasa dalam pandangan Allah akibat perilaku tidak baik umat Islam yang sedang menjalan puasa kepada Allah dan kepada sesama manusia selama bulan puasa.

Pertama, puasa lahir dari ketidak ikhlasan menjalankan perintah Allah SWT. Secara dhahir, kita melaksanakan puasa. Tapi pada sisi batiniah, kita sering mengeluh dalam menjalankan ibadah puasa dan mengeluarkan kata-kata atau perbuatan yang tidak atau kurang Ikhlas kepada Allah. Sehingga kita tidak menemukan manisnya puasa. Yang ada adalah rasa sedih dan merasa menderita dengan beragam alasan, sikap dan perbuatan sehari-hari.

Kedua, orang-orang yang menjalan ibadah puasa sering menganggap remeh persoalan bicara atau komunikasi dengan sesama nya. Ucapan kotor kepada pasangan hidupnya, anak-anak nya, orang tua nya, saudaranya, mertuanya atau dengan tetangga. Emosi meningkat. Ucapan tidak terkontrol. Lalu munculah kalimat-kalimat yang menggugurkan esensi puasa sebagai jalan menahan nafsu untuk tidak mengucapkan kalimat atau kata-kata yang tidak bermanfaat. Kegagalan ini menyebabkan puasa kita kehilangan “santan nya” dan hanya mendapatkan “ampasnya”. Kita hanya dapat lapar dan dahaga dan tidak mendapatkan pahala puasa.

Saudara-saudaraku yang dirahmati oleh Allah SWT,

Dari paparan tersebut, khatib bisa mengambil pelajaran bahwa puasa yang lahir dari kesadaran tinggi sebagai bentuk kecintaan atau penghambaan secara totalitas kepada Allah SWT. Kecintaan ini akan melahirkan keikhlasan sepenuh hati menjalankan ibadah puasa. Kita bisa menikmati ibadah tersebut dengan penuh kebahagiaan dan menikmati kehidupan sehari-hari dengan kerangka hidup dalam berbicara dengan menebarkan kedamaian dan kesejukan kepada semua orang dan perbuatan yang selalu memberi manfaat kepada diri sendiri dan juga orang lain.

جَعَلَنا اللهُ وَإيَّاكم مِنَ الفَائِزِين الآمِنِين، وَأدْخَلَنَا وإِيَّاكم فِي زُمْرَةِ عِبَادِهِ المُؤْمِنِيْنَ : أعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطانِ الرَّجِيمْ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمْ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا. باَرَكَ اللهُ لِيْ وَلكمْ فِي القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيّاكُمْ بِالآياتِ وذِكْرِ الحَكِيْمِ.  إنّهُ تَعاَلَى جَوّادٌ كَرِيْمٌ مَلِكٌ بَرٌّ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ





Download File

Penulis : Imam Ghozali


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Kewajiban Pemerintah Menjaga Rasa Aman Rakyatnya
01 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   95

Merealisasikan Takwa Di Bulan Ramadhan
15 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   125

Khutbah Jum'at Kontemporer: Memperkuat Iman di Era Digital
21 Januari 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   318

Khutbah Jum'at Kontemporer: Mensyukuri Nikmat Umur
17 Januari 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   213

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      12930


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4046


Puasa dan Ilmu Padi
Rabu , 03 April 2024      2424


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2355