
Realisasi Ibadah Kurban; Jalan Sunyi Untuk Berkarya
اْلحَمْدُ للهِ اْلحَمْدُ للهِ الّذي هَدَانَا سُبُلَ السّلاَمِ،
وَأَفْهَمَنَا بِشَرِيْعَةِ النَّبِيّ الكَريمِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ إِلَّا
الله وَحْدَهُ لا شَرِيك لَه، ذُو اْلجَلالِ وَالإكْرام، وَأَشْهَدُ أَنّ
سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسولُه، اللّهُمَّ صَلِّ و
سَلِّمْ وَبارِكْ عَلَى سَيِّدِنا مُحَمّدٍ وَعَلَى الِه وَأصْحابِهِ
وَالتَّابِعينَ بِإحْسانِ إلَى يَوْمِ الدِّين، أَمَّا بَعْدُ: فَيَايُّهَا
الإِخْوَان، أوْصُيْكُمْ وَ نَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ
تُفْلِحُوْنْ، قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي اْلقُرْانِ اْلكَرِيمْ: أَعُوْذُ بِاللهِ
مِنَ الَّشيْطَانِ الرَّجِيْم، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمْ: يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا الله وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ
أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ الله وَرَسُولَهُ
فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا وقال تعالى يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا
اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ
مُسْلِمُوْنَ. صَدَقَ اللهُ العَظِيمْ
Ma’asyiral Muslimin, Jamaah Sholat Jum’at
Rahimakumullah.
Pertama-tama, marilah kita senantiasa
meningkatkan takwa kepada Allah SWT dengan senantiasa menjalankan
perintah-perintah-Nya dan meninggalkan segala yang dilarang oleh-Nya.
Kedua, sholawat dan salam semoga senantiasa
tercurahkan kepada Nabi Muhammad, keluarga besarnya, sahabat-sahabatnya, para
tabi’in, tabi’in tabi’in, para ulama hingga kepada umat-umatnya. Semoga kita
mendapatkan syafaatnya. Amin.
Ma’asyiral Muslimin, Jamaah Sholat Jum’at
Rahimakumullah,
Beberapa hari yang lalu kita telah melaksanakan Hari Raya Idul Adha
dengan beragam rangkaian ibadah dan menyembelih binatang kurban. Berbeda dengan
Idul Fitri, kenangan hingga terasa sampai saat sekarang ini. Hari Raya Idhul
Adha atau Hari Raya Kurban, kita mudah sekali melupakan keagungan nya. Padahal
Hari Raya Idul Adha selain disebut Hari Raya Kurban, juga disebut Hari Raya
Besar. Namun terlihat biasa saja sambutan dari masyarakat. Selesai sholat, lalu
menyembelih binatang kurban, dibagi dan di masak. Hari berikutnya sudah melaksanakan
aktivitas hidup seperti biasa.
Khatib mencoba memahami makna tersebut dengan menampilkan dua ayat
ibadah kurban, yaitu:
1.
Q.S.
Al-Haj ([22]:34) sebagai berikut:
وَلِكُلِّ اُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكًا لِّيَذْكُرُوا اسْمَ اللّٰهِ
عَلٰى مَا رَزَقَهُمْ مِّنْۢ بَهِيْمَةِ الْاَنْعَامِۗ فَاِلٰهُكُمْ اِلٰهٌ
وَّاحِدٌ فَلَهٗٓ اَسْلِمُوْاۗ وَبَشِّرِ الْمُخْبِتِيْنَۙ ٣٤
Artinya:
Bagi setiap umat telah Kami syariatkan
penyembelihan (kurban) agar mereka menyebut nama Allah atas binatang ternak
yang dianugerahkan-Nya kepada mereka. Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa. Maka,
berserahdirilah kepada-Nya. Sampaikanlah (Nabi Muhammad) kabar gembira kepada
orang-orang yang rendah hati lagi taat (kepada Allah).
2.
Q.S.
Al-Kautsar ([108]:2) sebagai berikut:
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ ٢
Artinya:
Maka, laksanakanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah!
Dari dua ayat
tersebut ada beberapa pelajaran atau filosofis kehidupan yang bisa menjadi pelajaran
dalam upaya mendekatkan diri kepada Allah dan dalam menempatkan diri manusia
sebagai bagian komunitas masyarakat yang beragam, yaitu:
Pertama, Allah memerintahkan kita untuk
sholat dan memasrahkan diri kepada-Nya dengan kata - فَصَلِّ لِرَبِّكَ – dan - فَلَهٗٓ اَسْلِمُوْا – merupakan perintah untuk melaksanakan ibadah benar-benar
semata-mata hanya karena Allah dan tidak ada unsur yang mengganggu kualitas
ibadah dari unsur-unsur dunia. Allah mengajarkan kepada kita kepasrahan secara
totalitas saat berada dihadapan-Nya, saat dialog dengan-Nya, saat bercengkrama
dengan-Nya dan saat memohon ampun dan karunia dari-Nya. Keasikan kita berdialog
dengan-Nya benar-benar sangat terasa sehingga keindahan dunia benar-benar sirna
dalam pikiran dan perasaan kita. Sebab kita sudah merasakan kehadiran Tuhan
Yang Maha Indah dan Maha Penyelesai Masalah.
Pola ibadah
seperti ini menutup segala bakteri dan virus riya, pamer, dan ujub dari segala
pengabdian yang kita lakukan. Tidak ada lagi kesempatan untuk riya atau pamer,
sebab keasikan ibadah kita kepada-Nya menyebabkan lupa ingin mendapatkan
sanjungan dari selain-Nya.
Kedua, Allah menempatkan kalimat - وَانْحَرْ – setelah - فَصَلِّ لِرَبِّكَ -, dan kalimat - بَهِيْمَةِ الْاَنْعَامِۗ - setelah - لِّيَذْكُرُوا اسْمَ اللّٰهِ عَلٰى مَا رَزَقَهُمْ – menandakan bahwa binatang yang
kita kurbankan pada hakikatnya rezeki dari Allah. Ketika kita berkurban,
sebanyak apapun binatang kurban sebenarnya sedang membelanjakan harta kekayaan Allah
yang telah dititipkan kepada kita. Keikhlasan melaksanakan ibadah kurban
berarti realisasi dari konsistensi makna sholat dalam aktivitas sosial
sehari-hari yaitu semua yang kita lakukan semata-mata sedang menerapkan
makna-makna sholat, yaitu menjalankan seluruh aktivitas kehidupan semata-mata lillahi
ta’ala.
Ketiga, Allah mengakhiri ayat tentang ibadah kurban dengan kalimat - ۗ وَبَشِّرِ الْمُخْبِتِيْنَۙ- yang artinya berilah
kabar gembira orang-orang yang rendah hati. Ini mempunyai filosofis kehidupan
tentang orang-orang yang bekerja, berkarya dan menjalankan seluruh aktivitas
sosial benar-benar sudah hanyut dalam cinta kasih kepada-Nya. Dalam menjalankan
aktivitas pasti ada rintangan, hambatan, ujian bahkan kadang cobaan yang menguras
energi, pikiran dan perasaan. Bahkan dalam momen-moment tertentu kita mengalami
gelombang ujian yang terkadang -secara dhohir- merusak reputasi kita di hadapan
masyarakat maupun hukum. Namun orang-orang yang telah dikaruniani jiwa yang
mutmainah hanya Allah, yang selalu dilihat dalam setiap fenomena sosial,
orang-orang tersebut akan tenang “setenang kapal selam di laut yang luas dan
dalam”. Ia tetap konsisten mulut, pikiran dan segala aktivitas didesain
untuk kebaikan dan kemaslahatan umat manusia.
Ma’asyiral Muslimin, Jamaah Sholat Jum’at Rahimakumullah,
Dari paparan tersebut, khatib bisa mengambil pelajaran bahwa Hari Raya Idul
Adha atau Hari Raya Kurban mengajarkan kepada kita bahwa untuk mendapatkan makna
sebagai hari raya besar yaitu agar kita benar-benar menjalakan ibadah benar-benar
bersih hanya karena-Nya dan menjalakan segala aktivitas kita benar-benar
dipersiapkan untuk mengabdi kepada-Nya dengan menerima segala konsekuensi
kehidupan sosial yang mungkin kadang tidak berpihak kepada kita. Orang yang
sudah memasrahkan diri kepada Allah hanya akan dilihat adalah anugerah Allah,
sehingga segala yang dilakukan selalu bahagia karena merasa kehadiran-Nya,
meskipun disekitarnya mencela atau menghina nya.
جَعَلَنا اللهُ وَإيَّاكم مِنَ الفَائِزِين الآمِنِين، وَأدْخَلَنَا
وإِيَّاكم فِي زُمْرَةِ عِبَادِهِ المُؤْمِنِيْنَ : أعُوذُ بِاللهِ مِنَ
الشَّيْطانِ الرَّجِيمْ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمْ: يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا. باَرَكَ اللهُ
لِيْ وَلكمْ فِي القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيّاكُمْ بِالآياتِ
وذِكْرِ الحَكِيْمِ. إنّهُ تَعاَلَى
جَوّادٌ كَرِيْمٌ مَلِكٌ بَرٌّ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ
Khutbah Kedua
اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ
وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ
لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ
رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ
وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا
النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا
أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ
ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ
عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا
تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ
وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ
وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ
الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ
الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ
اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ
الرَّاحِمِيْنَ اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ
وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ
أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ
وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ
مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ
إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ
وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا
وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ
اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى
الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا
لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا
بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ
وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ
اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ
اللهِ أَكْبَرْ
Penulis : Vijianfaiz,PhD
Khutbah Idul Adha: Ibadah Kurban dan Kepedulian Kepada Sesama
24 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   253
Cara Nabi Ibrahim Menyelesaikan Persoalan Hidup
14 Mei 2026   Oleh : Sang Khatib   257
Khutbah Jum'at: 4 Permata Kebahagiaan Dalam Islam
07 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   184
7 Golongan Mendapatkan Perlindungan Dari Allah
01 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   91
Khutbah Jum'at Kontemporer: Menghidupkan Kembali Budaya Membaca
27 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   174
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13816
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4867
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3858
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      3515
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      3256