
Ibadah Kurban dan Kepedulian kepada Sesama
اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ
أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، لَا
إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ.
الْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ يَـخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَيَـخْتَارُ، أَحْمَدُهُ
سُبْحَانَهُ الْوَاحِدُ الْعَزِيْزُ الْغَفَّارُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إلهَ
إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا
عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ إِمَامُ الْمُتَّقِيْنَ وَقُدْوَةُ الْأَبْرَارِ، اللهم
صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ، صَلَاةً
دَائِمَةً مَّا تَعَاقَبَ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا إِخْوَةَ
الْإِسْلَامِ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ الْقَائِلِ
فِي مُحْكَمِ كِتَابِهِ: لَن يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا
وَلَٰكِن يَنَالُهُ التَّقْوَىٰ مِنكُمْ ۚ كَذَٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ
لِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ ۗ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِينَ
Jamaah Sholat Idul Adha Yang Dimulyakan Oleh Allah SWT,
Pada kesempatan yang mulia ini, khatib mengajak kepada
diri sendiri dan kepada semua jamaah agar senantiasa mensyukuri segala
kenikmatan yang diberikan oleh Allah dengan cara meningkatkan kualitas takwa
kita kepada-Nya.
Sholawat dan salam semoga tetap terlimpahkan kepada Nabi yang
sangat agung, yaitu Nabi Muhammad SAW, juga kepada keluarga besarnya, para
sahabatnya, para tabi’in hingga sampai kepada kita, amin ya rabbal
‘alamin.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar,
Saudara-saudara ku, para Jamaah Idul Adha
Yang Mulia,
Nun jauh di sana, tepatnya di tanah suci
makah al-mukaramah jutaan lautan manusia mengumandangkan takbir, tahlil,
tahmid, dan tasbih. Mereka beribadah kepada Allah, dan mengakui setulus hati
bahwa satu-satu Tuhan yang pantas disembah hanya Allah SWT. Itu sebabnya
seluruh pujian dan kesucian serta keagungan hanya miliki-Nya.
Disisi lain, ada lebih besar lagi
saudara-saudara kita yang belum melaksanakan ibadah haji di sekitar kita. Bukan
karena tidak ingin melaksanakan panggilan-Nya, tapi karena kondisi ekonomi
mereka semakin hari semakin sulit. Jangankan untuk pergi haji, untuk memenuhi
kebutuhan hidup sangat susah. Ada banyak problem yang terjadi saat sekarang
ini: biaya hidup semakin tinggi, kebutuhan bahan makanan pokok terus naik, dan
kondisi keuangan atau penghasilan yang sudah tidak sebanding lagi dengan
pengeluaran yang lebih besar. Pendek kata, kondisi ekonomi masyarakat sedang
mengalami persoalan yang sangat serius. Tidak baik-baik saja.
Jamaah sholat Idul Adha yang kami muliakan,
Sebagai orang yang beriman, kita telah
diajarkan oleh Allah SWT tentang cara menghadapi kondisi kehidupan yang sangat
komplek dan sangat menguras energi, pikiran dan perasaan. Apapun keadaannya,
kita harus tetap menyadari diri sebagai hamba Allah yang senantiasa menyembah
kepada-Nya dan makhluk sosial yang sangat diharapkan kiprah-kiprah positifnya.
Paa kesempatan ini khatib menawarkan
beberapa langkah-langkah yang memberi manfaat untuk kehidupan jangka pendek -di
dunia- dan kehidupan jangka panjang -di akherat- sebagai berikut:
Pertama, khatib mengajak kepada orang-orang yang
mempunyai kemampuan harta untuk senantiasa memulyakan Idul Adha dengan berkorban
sebagian rezkinya membelih binatang kurban baik sapi maupun kambing. Sikap tersebut
sebagai bagian perwujudan syukur sebagian rezeki yang telah dititipkan oleh Allah
kepada nya. Salah satu bentuk
pengorbanan yaitu ikut pertartisipasi membeli binatang kurban, menyembelihnya
dan membagikan kepada yang membutuhkan.
Q.S.
Al-Kautsar ayat 2 berbunyi sebagai berikut:
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَٱنْحَرْ
Artinya:
Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu; dan berqurbanlah.
Secara dhohir, sebagian harta kita
berkurang untuk membeli binatang kurban. Bagi sebagian orang mungkin terlihat
besar. Namun ketika kita mempunyai semangat beribadah kepada Allah tulus ikhlas
karena-Nya harta yang digunakan untuk berkurban akan kembali kepada kita
menjadi amal ibadah yang diterima disisi Allah SWT.
Allah juga telah berfirman dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 272 sebagai
berikut:
لَيْسَ عَلَيْكَ هُدٰىهُمْ وَلٰكِنَّ اللّٰهَ يَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُۗ
وَمَا تُنْفِقُوْا مِنْ خَيْرٍ فَلِاَنْفُسِكُمْۗ وَمَا تُنْفِقُوْنَ اِلَّا
ابْتِغَاۤءَ وَجْهِ اللّٰهِۗ وَمَا تُنْفِقُوْا مِنْ خَيْرٍ يُّوَفَّ اِلَيْكُمْ
وَاَنْتُمْ لَا تُظْلَمُوْنَ ٢٧٢
Artinya:
Bukanlah kewajibanmu (Nabi Muhammad)
menjadikan mereka mendapat petunjuk, tetapi Allahlah yang memberi petunjuk
kepada siapa yang Dia kehendaki (berdasarkan kesiapannya untuk menerima
petunjuk). Kebaikan apa pun yang kamu infakkan, (manfaatnya) untuk dirimu
(sendiri). Kamu (orang-orang mukmin) tidak berinfak, kecuali karena mencari
rida Allah. Kebaikan apa pun yang kamu infakkan, niscaya kamu akan diberi (pahala)
secara penuh dan kamu tidak akan dizalimi.
Kedua, menghidupkan tradisi berkurban dalam
bentuk tenaga, uang atau harta benda sebagai wujud perjuangan dalam memulyakan
agama Allah SWT.
Sebagian saudara kita mungkin belum
mendapatkan kelebihan rezeki untuk berkkorban. Namun bukan berarti Hari Raya
Idul Adha hanya milik orang-orang kaya. Idul Adha Adalah milik kita semua dan kita
merealisasikan pengorbanan kita untuk hal-hal yang lebih bermanfaat. Seperti berkurban
menjadi panitia kurban, menyembelih, membagi dan mengantarkan kepada
saudara-saudara kita yang sangat membutuhkan. Ini juga bagian dari wujud makna Idul
Adha. Kelihatan kecil, tapi jika tidak ada panitia kurban, maka prosesi
pembagian daging kurban pun akan terkendala. Dari sini, panitia kurban telah
melapangkan sebagian urusan umat Islam dengan rela menjadi panitia kurban dan
bersedia membagi kepada orang-orang yang berhak menerimanya.
Hadist Nabi Muhammad SAW,
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ نَـفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُـرْبَةً مِنْ
كُرَبِ الدُّنْيَا ، نَـفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُـرْبَةً مِنْ كُـرَبِ يَوْمِ
الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَـى مُـعْسِرٍ ، يَسَّـرَ اللهُ عَلَيْهِ فِـي
الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ، وَمَنْ سَتَـرَ مُسْلِمًـا ، سَتَـرَهُ اللهُ فِـي
الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ، وَاللهُ فِـي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي
عَوْنِ أَخِيهِ
Artinya:
Dari Abu Hurairah ra, Nabi Muhammad saw
bersabda, “Siapa yang melapangkan satu kesusahan dunia dari seorang Mukmin,
maka Allah melapangkan darinya satu kesusahan di hari Kiamat. Siapa memudahkan
(urusan) orang yang kesulitan, maka Allah memudahkan baginya (dari kesulitan) di
dunia dan akhirat. Siapa menutupi (aib) seorang Muslim, maka Allâh akan menutup
(aib)nya di dunia dan akhirat. Allah senantiasa menolong seorang hamba selama
hamba tersebut menolong saudaranya” (HR Muslim).
Hadist Nabi Muhammad SAW:
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ: قِيْلَ لِرَسُوْلِ
اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّ فُلاَنَةَ تُصَلِّي اللَّيْلَ
وَتَصُومُ النَّهَارَ وَفِي لِسَانُهَا شَيْءٌ يُؤْذِي جِيرَانَهَا سَلِيطَةٌ
قَالَ: لاَ خَيْرَ فِيهَا هِيَ فِي النَّارِ وَقِيلَ لَهُ: إِنَّ فُلاَنَةَ
تُصَلِّي الْمَكْتُوبَةَ وَتَصُومُ رَمَضَانَ وَتَتَصَدَّقُ بِالأَثْوَارِ
وَلَيْسَ لَهَا شَيْءٌ غَيْرُهُ وَلاَ تُؤْذِي أَحَدًا قَالَ: هِيَ فِي
الْجَنَّةِ. رواه الحاكم
Artinya:
“Dari Abu Hurairah ra ia berkata,
‘Dikatakan kepada Rasulullah saw: ‘Wahai Rasulullah Saw, Fulanah selalu salat
malam dan puasa di siang harinya. akan tetapi, ia sering mencela tetangganya.’
Rasulullah saw bersabda: ‘Ia tidak baik, ia masuk neraka.’ Disebutkan kepada
Rasulullah saw bahwa Fulanah hanya melaksanakan shalat wajib, puasa Ramadhan,
dan bersedekah hanya secuil keju. Akan tetapi ia tidak pernah menyakiti
tetangganya.’ Rasulullah Saw bersabda: ‘Ia masuk surga’.” (HR al-Hakim).
Ketiga, memperbaiki ikhtiar kita dalam bekerja.
Kita harus mempunyai cita-cita untuk selalu
membantu orang lain. Cita-cita ini menjadi motivasi kita untuk selalu
memperbaiki kualias kerja. Bagi sebagian orang, di era saat sekarang ini sangat
sulit untuk mencari pekerjaan. Bahkan terkadang hanya cukup untuk kebutuhan
keluarganya. Meskipun demikian, kita juga sudah tergolong manusia yang telah
melakukan pengorbanan yang sangat dimulyakan oleh Allah SWT. Hamba Allah yang
sangat mulia selain takwa yaitu hamba Allah yang pagi hari keluar rumah mencari
harta untuk kebutuhan keluarganya.
Hadist Nabi Muhammad SAW:
وقد قال صلى الله عليه و سلم ما أنفقه الرجل على أهله فهو صدقة وإن الرجل
ليؤجر في اللقمة يرفعها إلى في امرأته
Artinya:
“Rasulullah saw bersabda, ‘Nafkah yang
diberikan seorang kepala rumah tangga kepada keluarganya bernilai sedekah.
Sungguh, seseorang diberi ganjaran karena meski sesuap nasi yang dia masukkan
ke dalam mulut keluarganya,’” (HR Muttafaq alaih)
Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar,
Jamaah sholat Idul Adha yang kami muliakan,
Dari paparan di atas, ada pelajaran yang
bisa kita petik bersama di era saat sekarang ini, yaitu: kita mempunyai tugas
yang sangat agung dalam hidup ini selalu membantu kepada saudara kita dimanapun
berada sesuai dengan keahlian dan kemampuan kita. Selain itu kita juga selalu terus
bekerja dan meminta pertolongan kepada Allah agar segala usaha yang kita
lakukan dipermudah oleh Allah SWT. sehingga kita berkurban atau membantu orang
lain lebih besar lagi dan lebih luas lagi jangkauannya.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ
وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ
مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ. وَقُلْ
رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِيْنَ
Khutbah ke-II
اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ
أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ ولله الحمد. اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ
أَمَرَنَا بِالْإِصْلَاحِ، وَحَثَّنَا عَلَى الصَّلَاحِ، وَبَيَّنَ لَنَا سُبُلَ
الْفَلَاحِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ،
وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللهِ وَرَسُولُهُ. اَللَّهُمَّ
صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى أَلِهِ وَصَحْبِهِ
وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ:
فَأُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ. إنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ
بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى فِيْهِ بِمَلَائِكَتِهِ، فقَالَ
تَعَالَى: إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا اللَّهُمَّ صلِّ وسلِّمْ وبارِكْ علَى
سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ،
وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ
وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ الْأَكْرَمِيْنَ، وَعَنِ
التَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ اللهُمَّ
اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ
الْاَحْيآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَنَا
الَّذِيْ هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِيْ فِيْهَا
مَعَاشُنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا أَخِرَتَنَا الَّتِيْ فِيْهَا مَعَادُنَا، وَاجْعَلِ
الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِيْ كُلِّ خَيْرٍ. اَللَّهُمَّ لَا تَدَعْ لَنَا
ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ، وَلَا دَيْنًا إِلَّا قَضَيْتَهُ، وَلَا مَرِيْضًا
إِلَّا شَفَيْتَهُ وَعَافِيَتَهُ، وَلَا حَاجَةً مِنْ حَوَائِجِ الدُّنْيَا إِلَّا
قَضَيْتَهَا وَيَسَّرْتَهَا لَنَا يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِيْنَ، وَيَا أَرْحَمَ
الرَّاحِمِيْنَ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ
وَاْلمِحَنَ، وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ،
عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ
عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. اللهم انصر إخواننا في فلسطين من ظلمات الكفار
الاسرائيل. اللهم سلمهم والمسلمين، واشف لمرضاهم، واغفر لموتاهم من جميع المسلمين،
يا أرحم الراحمين. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ
حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَاِنْ لَمْ
تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَ اللهِ،
إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِى اْلقُرْبىَ
وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ،
وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ
يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهُ أَكْبَرُ
Penulis : Vijianfaiz,PhD
H.Imam Hakim
Barakallaah.. Sudah iklas berkurban pikiran dan memberikan pencerahan yang sangat bermanfaat
H.Imam Hakim
Barakallaah.. Sudah iklas berkurban pikiran dan memberikan pencerahan yang sangat bermanfaat
Khutbah Jum'at: Realisasi Pasca Idul Adha; Jalan Sunyi Untuk Terus Berkarya
28 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   266
Cara Nabi Ibrahim Menyelesaikan Persoalan Hidup
14 Mei 2026   Oleh : Sang Khatib   257
Khutbah Jum'at: 4 Permata Kebahagiaan Dalam Islam
07 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   184
7 Golongan Mendapatkan Perlindungan Dari Allah
01 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   91
Khutbah Jum'at Kontemporer: Menghidupkan Kembali Budaya Membaca
27 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   174
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13816
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4867
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3858
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      3515
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      3256