
اَلْحَمْدُ للّهِ الَّذئ خَلَقَ السَّمَوَاتِ
وَالْاَرْضَ وَجَعَلَ الظُّلُمَاتِ وَالنُّوْرِ وَفَقَهَ مَنْ اَرَادَ بِهِ
خَيْرًا فِي دِيْنِ اللّهِ فَاَصْبَحَ مِنَ الْعَالَمِيْنَ اَلْمُهْتَدِيْنَ.
اَشْهَدُ اَنْ لَا اِلَه اِلّا اللّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ يَمُنُّ
بِالْفَضْلِ وَيَمْنَعُ بِالْعَدْلِ وَهُوَ اَعْلَمُ حَيْثُ يَجْعَلُ رِسَالَتَهُ
وَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ. وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ وَالْمُرْسَلِيْنَ.صَلَّي اللهُ عَلَيْهِ
وَعَلَي اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِاِحْسَانِ اِلي يَوْمِ
الدِّيْنِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا. اَمَّا بَعْدُ. اَيُهَا النَّاسُ اِتَّقُوْا اللهَ
وَتَفَقَهُوْا فِي دِيْنِكُمْ. قَالَ اللهُ تعالي ٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ
اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ
قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ
Para Jamaah Sholat Jum’at yang dimulyakan
oleh Allah SWT
Pertama-tama khatib berwasiat kepada diri
sendiri dan kepada saudara-saudara ku untuk senantiasa menyukuri segala
kenikmatan yang telah diberikan oleh Allah SWT. Salah satu caranya yaitu
meningkatkan kualitas ketakwaan kita kepada-Nya.
Kedua, mari kita senantiasa bersholawat
kepada Nabi Muhammad SAW. Semoga kita senantiasa mendapatkan syafa’at
nya di Hari Kiamat. Amin ya rabbal ‘alamien.
Saudara-saudara ku yang mulia,
Memasuki bulan ramadhan, salah satu
fenomena yang sering kita saksikan bersama yaitu pembagian takjil oleh lembaga pendidikan, instansi pemerintahan, dan ormas-ormas agama, bahkan juga
ormas-ormas dari penganut agama non-muslim. Mereka membagi sebagai wujud
kepedulian terhadap masyarakat muslim yang sedang melaksanakan ibadah puasa di
bulan ramadhan.
Pembagian takjil di bulan ramadhan, pembagian paket sembako dan sejenisnya di bulan ramadhan memang mempunyai silang pendapat. Ada
kontroversi di kalangan para ustadz di media sosial saat sekarang ini.
Pertama, ada sebagian ustadz memberi fatwa di media sosial
dengan menganggap kegiatan tersebut bentuk dari kemubadiran/riya/pamer dengan
melakukan kegiatan foto-foto saat pembagian sembako atau takjil.
Dalil yang menjadi pegangan yaitu hadist Nabi
Muhammad SAW:
وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لَا
تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِيْننُهُ
Artinya:
Orang yang sedekah dan menyembunyikannya
sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang sudah disedekahkan tangan
kananya (HR. Bukhari dan Muslim).
Kedua, ada sebagian ustadz berpendapat bahwa pemberian
takjil atau sembako di pinggir jalan diperbolehkan bahkan juga dianjurkan
sebagai bentuk syiar kebaikan.
Dalil-dalil yang menjadi pegangan hukum sebagai
berikut:
Pertama, Allah telah berfirman Q.S.
Al-Baqarah ([2]: 274) sebagai berikut:
اَلَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ بِالَّيْلِ
وَالنَّهَارِ سِرًّا وَّعَلَانِيَةً فَلَهُمْ اَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْۚ وَلَا
خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ
"Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan siang hari, secara tersembunyi maupun terang-terangan, maka bagi mereka pahala di sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati."
Kedua, Firman Allah dalam Q.S. Al-Baqarah ([2]: 267) sebagai
berikut:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَنْفِقُوْا مِنْ طَيِّبٰتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّآ اَخْرَجْنَا لَكُمْ مِّنَ الْاَرْضِۗ وَلَا تَيَمَّمُوا الْخَبِيْثَ مِنْهُ تُنْفِقُوْنَ وَلَسْتُمْ بِاٰخِذِيْهِ اِلَّآ اَنْ تُغْمِضُوْا فِيْهِۗ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ حَمِيْدٌ
“Wahai orang-orang yang beriman, infakanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagaian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untukmu. Janganlah kamu memilih yang buruk untuk kamu infakkan, padahal kamu tidak mau mengambilnya, kecuali dengan memincingkan mata (enggan) terhadapnya. Ketahuilah bahwa Allah maha kaya lagi maha terpuji”.
عن أبي هريرة ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻋﻨﻪ ﻳﻘﻮﻝ ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ
ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋليه ﻭﺳﻠﻢ ﻗﺎﻝ اﻟﻠﻪ ﻛﻞ ﻋﻤﻞ اﺑﻦ ﺁﺩﻡ ﻟﻪ ﺇﻻ اﻟﺼﻴﺎﻡ ﻓﺈﻧﻪ ﻟﻲ ﻭﺃﻧﺎ ﺃﺟﺰﻱ ﺑﻪ _
الحديث
Artinya:
Diriwayatkan dari Abi Hurairah RA. Beliau berkata Rasulullah SAW bersabda:
“Allah SWT berfirman: Semua amal ibadah anak Adam untuk mereka sendiri kecuali
puasa. Sesungguhnya puasa untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya.”
Saudara-Saudara Ku
Yang Dimuliakan Oleh Allah Swt
Dari beberapa dasar
sedekah yang secara tekstual seperti kontradiksi. Sesungguhnya mempunyai
kesesusaian [munasabah] sebagai berikut: Pertama, dasar sedekah
baik secara sembunyi-sembunyi maupun secara terang-terangan sebagaimana yang
terjadi saat sekarang ini sebenarnya tergantung pada letak keikhlasan atau
mencari ridha Allah SWT. Ketika diam-diam dalam bersedekah dan muncul juga
dalam hati riya juga gagal atau tidak bernilai amal ibadahnya, ketika beramal di lakukan secara ramai-ramai di depan umum dan mampu menata
niatnya juga berhasil amal kebaikannya. Kedua, Allah
memerintahkan untuk beramal dalam waktu siang dan malam, dalam keramaian atau
kesuyian menunjukan bahwa setiap waktu selalu ada moment yang bisa digunakan
untuk beramal sholeh, termasuk pada moment di bulan ramadhan. Ketiga,
amalan orang-orang berpuasa adalah amalan yang lahir dari perilaku orang
berpuasa yang mempunyai potensi riya atau pamer sangat kecil. Sehingga hadist qudsi
mendudukan ibadah puasa sebagai ibadah yang otoritas penilaian hanya diserahkan
kepada Allah SWT, bukan kepada manusia. Keempat, di era digital
atau modern saat sekarang ini, berbuat baik secara terbuka atau transparansi
merupakan bagian dari pendidikan kejujuran kepada lembaga, atau ormas. Mereka mendapatkan
donatur dari berbagai pihak yang menginginkan untuk disalurkan. Sebagai bukti
transparansi salah satunya yaitu bukti konkrit kegiatan melalui beragam bukti,
termasuk melalui foto-foto yang diabadikan dalam kegiatan tersebut. Kelima,
memberikan takjil secara terbuka juga bagian dari syukur atas segala kenikmatan
yang diberikan oleh Allah SWT sebagaimana pernikahan harus diumumkan melalui
syukuran walimatul ‘ursy. Hal ini berdasarkan kepada firman Allah Q.S. Ad-Dhuha
berbunyi: “Terhadap nikmat Tuhanmu, nyatakanlah di khalayak umum (dengan
bersyukur).” Keenam, sedekah seperti pembagian takjil atau
pembagian sodakah tidak terpengaruh oleh status Ikhlas tidak ikhlasnya sang
pemberi shodaqah. Perbuatan tersebut selalu saja mendatangkan kebahagiaan
kepada orang lain dan selalu mendatangkan rahmat dari allah bagi orang yang
bersedekah. Itu sebabnya kata nabi dalam kitab duratunnasihin dijelaskan
sebagai berikut: “Orang dermawan dekat dengan Allah, dekat dengan malaikat,
manusia dan surga, dan jauh dari neraka”.
Saudara-saudaraku
yang dimulyakan oleh Allah SWT.
Dari paparan di atas, ada titik temu yang bisa diambil dari persoalan sedekah yaitu bahwa orang bersedekah baik secara sembunyi-sembunyi maupun secara terang-terangan sebenarnya baik semua. Tuhan memerintah untuk sembunyi-sembunyi melatih agar kita beribadah hanya karena Allah. Hal yang sama juga Allah memerintah untuk bersedekah secara terang-terangan dan diumumkan melalui media sosial agar ia menjadi bagian amal sholeh yang muta’adi atau menular kepada orang lain untuk mengisi media sosial dengan berita-berita aktivitas kebaikan. Semakin banyak media diisi berita kebaikan, semakin sempit berita-berita yang merusak moral masyarakat.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْانِ الْكَرِيمِ
وَنَفَعَنِي وَاِيَاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاَيَاتِ وَالذِّكْرِالْحَكِيْمِ.
وَتَقَبَلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهَ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.
اَقُوْلُ قَوْلِي هذَا وَاسْتَغْفِرُاللهَ الْعَظِيْمَ لِي وَلَكُمْ
وَلِسَائِرِالْمُسْلِمِيْنَ والْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمينَ والْمؤْمِنَاتِ
فَاسْتَغْفِرُوهُ اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Khutbah ke-II
اَلْحَمْدُ للهِ مُؤَيِّدِ الصَّابِرِيْنَ بِعَزِيْزِ
نَصْرِهِ. اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَلَّهُمَّ صَلِّ
عَلَي سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. صَلي اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَي اَلِهِ مُنْتَهَي
الدُّهُوْرِ. صَلَاةً دَائِمَةً بِلَافَنَاءِ وَلَا فُتُورٍ. وَسَلَّمَ تَّسْلِماً
كَثِيْرًا.
اَمَا بَعْدُ. فَيَا اَيُهَا النَّاسُ اتَّقُوااللهَ
انَّ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَاءَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ
وَاَيَهَ بالْمُؤْمِنِيْنَ مِنْ عِبَادِهِ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَي فِي
الْقُرْاَنِ الْكَرِيْمِ: اِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتِهِ يُصَلُّوْنَ عَلَي النَّبِي
يَااَيُهَا الَّذِيْنَ امَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيْمًا.
اَلَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ
وَاَنْبِيَائِكَ وَرُسُوْلِكَ وَاَهْلِ طَعَتِكَ اَجْمَعِيْنَ.
اَلَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ والْمُؤْمِنَاتِ
والْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ
الدَّعَوَاتِ. رَبَّنَا اتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْاَخِرَةِ
حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِاِخْوَانِنَا
الّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْاِيْمَانِ وَلَاتَجْعَلْ فِى قُلُوْبِنَا غِلًا
لِلّذِيْنَ امَنُوْا رَبَنَّا اِنَّكَ رَؤُفٌ رَحِيْمٌ.
عِبَادَاللهِ. اِنَّ اللهَ يَامُرُ بِالْعَدْلِ
وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبَي وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ
وَالْمُنْكَرِ وَالْ بَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَّكَرُوْنَ.
فَاذْكُرُوااللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ
يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُكُ اللهِ اَكْبَرُ.
Penulis : Imam Ghozali
Mengelola Ucapan Di Media Sosial
16 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   78
Khutbah Jum'at Kontemporer: Manfaat Halal Bi Halal
31 Maret 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   362
Menjemput Lailatul Qadr
05 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   110
Kewajiban Pemerintah Menjaga Rasa Aman Rakyatnya
01 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   144
Khutbah Kontemporer: Hubungan Ikhlas Dan Kualitasa Bicara Di Bulan Ramadhan
26 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   269
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13553
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4546
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3563
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2940
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2872