Avatar

Vijianfaiz,PhD

Penulis Kolom

321 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Khutbah Jum'at: Ajaran Islam tentang Kesadaran Berbangsa dan Bernegara



Kamis , 17 April 2025



Telah dibaca :  685

اَلْحَمْدُ للّهِ الَّذئ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالْاَرْضَ وَجَعَلَ الظُّلُمَاتِ وَالنُّوْرِ وَفَقَهَ مَنْ اَرَادَ بِهِ خَيْرًا فِي دِيْنِ اللّهِ فَاَصْبَحَ مِنَ الْعَالَمِيْنَ اَلْمُهْتَدِيْنَ. اَشْهَدُ اَنْ لَا اِلَه اِلّا اللّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ يَمُنُّ بِالْفَضْلِ وَيَمْنَعُ بِالْعَدْلِ وَهُوَ اَعْلَمُ حَيْثُ يَجْعَلُ رِسَالَتَهُ وَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ. وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ وَالْمُرْسَلِيْنَ.صَلَّي اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَي اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِاِحْسَانِ اِلي يَوْمِ الدِّيْنِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا. اَمَّا بَعْدُ.  اَيُهَا النَّاسُ اِتَّقُوْا اللهَ وَتَفَقَهُوْا فِي دِيْنِكُمْ. قَالَ اللهُ تعالي إِنَّ الَّذِي فَرَضَ عَلَيْكَ الْقُرْآنَ لَرَادُّكَ إِلَى مَعَادٍ

Para Jamaah Sholat Jum’at yang dimulyakan oleh Allah SWT

Pertama-tama khatib berwasiat kepada diri sendiri dan kepada saudara-saudara ku untuk senantiasa menyukuri segala kenikmatan yang telah diberikan oleh Allah SWT. Salah satu caranya yaitu meningkatkan kualitas ketakwaan kita kepada-Nya.

Kedua, mari kita senantiasa bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Semoga kita senantiasa mendapatkan syafa’at nya di Hari Kiamat. Amin ya rabbal ‘alamien.

Saudara-saudara ku yang mulia,

Hari ini media sosial memberitakan pengusiran bangsa Israel terhadap bangsa Palestina. Tenda-tenda pengungsi di Gaza rata dengan tanah akibat serangan tentara Israel. Masyarakat Palestina mengalami darurat kemanusiaan yang sangat mengerikan. Semua mata tertuju kepadanya. Semua pihak membantu bantuan sebagai bagian dari rasa kemanusiaan. Mereka tidak bisa tidur di rumah. Sebab rumah mereka rata dengan tanah. Mereka tidak bisa sekolah, karena sekolah rata dengan tanah. Mereka tidak bisa makan, karena sumber-sumber makanan sangat tergantung pada bantuan-bantuan Lembaga-lembaga kemanusiaan dan negara-negara internasional. Mereka ingin sekali mempunyai negara dan bangsa yang berdeka dan berdaulat. Perjuangan terus dilakukan mempertahankan negara tersebut meskipun nyawa taruhan nya.

Saudara-Saudara Ku Yang Dimulyakan Oleh Allah Swt

Dari fakta kehidupan masyarakat Palestina tersebut di atas, jangan sampai terjadi di Indonesia. Meskipun dalam kondisi saat sekarang ini, kita masih hidup dalam segala keterbatasan, kita masih bisa bersyukur. Sebab kita melaksanakan kegiatan ibadah dan aktivitas sosial denga naman dan nyaman. Kita bisa sekolah, bisa menikmati keindahan alam Indonesia, bisa bekerja, dan bisa beribadah kepada Allah kapan pun dan dimanapun dalam keadaan sangat nyaman, tidak ada gangguan. Kita sangat sulit membayangkan jika kita hidup di wilayah seperti Palestina, mungkin sepanjang malam kita tidak bisa tidur karena lapar, tidak punya pekerjaan, dan tidak punya tempat tinggal. Beryukur kepada Allah, kita masih menikmati hasil perjuangan para pejuang dan suhada pada masa lalu, sehingga Indonesia menjadi negara yang merdeka.

Kita harus men-syukuri terhadap sebagian kenikmatan Allah tersebut di atas. Q.S. Ibrahim ([14 ]: 7) sebagai berikut:

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Artinya:

Dan (ingatlah juga) tatkala Tuhan kalian memaklumatkan, "Sesungguh­nya jika kalian bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepada kalian; dan jika kalian mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”

Salah satu wujud syukur yaitu kita harus mencintai tanah air sebagai implementasi atas kenikmatan yang telah diberikan oleh Allah kepada kita berupa kenikmatan kemerdekaan. Kenikmatan tersebut harus dijaga dengan baik. Bahkan diantara maqashid syariah dalam Islam kita sering mendengar sebagai berikut: menjaga agama, jiwa, akal, an-nasl atau keturunan, dan al-mal yaitu harta kekayaan. Dari kelima maqasih tersebut bisa diterapkan dengan sempurna ketika negara dalam keadaan merdeka. Kita bisa menerapkan ajaran Islam dengan baik ketika negara merdeka. Kita bisa menikah, terjaga keamaan dari pembunuhan dan pencurian ketika negara dalam keadaan aman dan Merdeka. Dan kita bekerja mencari penghidupan yang lebih baik jika keadaan negara dalam keadaan Merdeka. Pendek kata, kemerdekaan merupakan kenikmatan yang sangat agung yang didalamnya mengandung seluruh maqashid syariah Islam.

Betapa pentingnya suatu kemerdekaan negara, seorang ulama besar pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratusyeikh Hasyim Asy’ari mengeluarkan fatwa jihad melawan penjajah yang ingin merebut kembali negara Indonesia hukum nya wajib. Dari sini kemudian ia berhasil mencetuskan prinsip hubbul al-wathan min al-iman (cinta tanah air bagian dari iman).

Beberapa dasar filosofis tentang urgensi mencintai tanah air sebagai berikut:

Q.S. Al-Baqarah ([2]: 126) sebagai berikut:

وَاِذْ قَالَ اِبْرٰهٖمُ رَبِّ اجْعَلْ هٰذَا بَلَدًا اٰمِنًا وَّارْزُقْ اَهْلَهٗ مِنَ الثَّمَرٰتِ مَنْ اٰمَنَ مِنْهُمْ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِۗ قَالَ وَمَنْ كَفَرَ فَاُمَتِّعُهٗ قَلِيْلًا ثُمَّ اَضْطَرُّهٗٓ اِلٰى عَذَابِ النَّارِۗ وَبِئْسَ الْمَصِيْرُ ۝١٢٦

Artinya:

(Ingatlah) ketika Ibrahim berdoa, “Ya Tuhanku, jadikanlah (negeri Makkah) ini negeri yang aman dan berilah rezeki berupa buah-buahan (hasil tanaman, tumbuhan yang bisa dimakan) kepada penduduknya, yaitu orang yang beriman di antara mereka kepada Allah dan hari Akhir.” Dia (Allah) berfirman, “Siapa yang kufur akan Aku beri kesenangan sementara, kemudian akan Aku paksa dia ke dalam azab neraka. Itulah seburuk-buruk tempat kembali.”

Q.S. An-Nisa ( [ 4 ]: 66) sebagai berikut:

وَلَوْ أَنَّا كَتَبْنَا عَلَيْهِم أَنِ اقْتُلُوْا أَنْفُسَكم أَوِ أخرُجُوا مِن دِيَارِكُمْ مَا فَعَلُوْه إِلَّا قليلٌ منهم

Artinya:

“Dan sesungguhnya jika seandainya Kami perintahkan kepada mereka (orang-orang munafik): ‘Bunuhlah diri kamu atau keluarlah dari kampung halaman kamu!’ niscaya mereka tidak akan melakukannya, kecuali sebagian kecil dari mereka..."

Q.S. Al-Qashas ([ 28 ]: 85) sebagai berikut:

إِنَّ الَّذِي فَرَضَ عَلَيْكَ الْقُرْآنَ لَرَادُّكَ إِلَى مَعَادٍ

Artinya:

“Sesungguhnya (Allah) yang mewajibkan atasmu (melaksanakan hukum-hukum) Al-Qur’an benar-benar akan mengembalikan kamu ke tempat kembali.”

Saudara-Saudara Ku Yang Dimuliakan Oleh Allah SWT

Definisi tanah air menurut al-jurjani dalam kita al-ta’rifat sebagai berikut:

الْوَطنُ الاصْليُ هو مولدُ الرّجلِ والبلدُ الذي هو فيه

Artinya:

al-wathan al-ashli yaitu tempat kelahiran seseorang dan negeri di mana ia tinggal di dalamnya.

Dari definisi tersebut kita bisa memahami bahwa tempat kita lahir dan tinggal dengan status yang melekat secara administrasi yang berakibat adanya hak dan kewajiban sebagai warga negara, maka itulah yang disebut tanah air. Kenikmatan tersebut harus dipertahankan sebagai wujud syukur atas segala kenikmatan yang telah allah berikan kepada kita.

Menurut Syeikh Ismail Haqqi Al-Hanafi, Dalam Kitab Ruhul Bayan, Diterbitkan Di Dar Al-Fikr Beirut hal. 441-442 menjelaskan sebagai berikut:

“Di dalam tafsirnya ayat (QS. Al-Qashash:85) terdapat suatu petunjuk atau isyarat bahwa “cinta tanah air sebagian dari iman”. Rasulullah SAW (dalam perjalanan hijrahnya menuju Madinah) banyak sekali menyebut kata; “tanah air, tanah air”, kemudian Allah SWT mewujudkan permohonannya (dengan kembali ke Makkah)….. Sahabat Umar RA berkata; “Jika bukan karena cinta tanah air, niscaya akan rusak negeri yang jelek (gersang), maka sebab cinta tanah air lah, dibangunlah negeri-negeri”.

Saudara-saudaraku yang dimulyakan oleh Allah SWT.

Berdasarkan paparan di atas, betapa penting kita mencintai tanah air dan mempertahankan kemerdekaan tersebut. kita telah belajar dari sejarah dan dari peristiwa genosida umat Islam di masa lalu dan pembantaian Islam di Palestina dan di belahan bumi yang lain. Salah satu yang diinginkan yaitu adanya kemerdekaan di tanah airnya. Karena itu, mari kita mencintai tanah air dengan senantiasa mengisi kegiatan dengan beribadah, belajar, bekerja dan mencari nafkah agar kita juga mempunyai kemulyaan berlipat ganda, yaitu kemuliaan di dunia dan akherat.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْانِ الْكَرِيمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاَيَاتِ وَالذِّكْرِالْحَكِيْمِ. وَتَقَبَلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهَ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. اَقُوْلُ قَوْلِي هذَا وَاسْتَغْفِرُاللهَ الْعَظِيْمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِالْمُسْلِمِيْنَ والْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمينَ والْمؤْمِنَاتِ فَاسْتَغْفِرُوهُ اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah ke-II

اَلْحَمْدُ للهِ مُؤَيِّدِ الصَّابِرِيْنَ بِعَزِيْزِ نَصْرِهِ

اشهدُ انَّ لا الهَ الّا الله

 اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

 اَلَّهُمَّ صَلِّ عَلَي سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. صَلي اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَي اَلِهِ مُنْتَهَي الدُّهُوْرِ. صَلَاةً دَائِمَةً بِلَافَنَاءِ وَلَا فُتُورٍ. وَسَلَّمَ تَّسْلِماً كَثِيْرًا.

اَمَا بَعْدُ. فَيَا اَيُهَا النَّاسُ اتَّقُوااللهَ انَّ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَاءَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ وَاَيَهَ بالْمُؤْمِنِيْنَ مِنْ عِبَادِهِ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَي فِي الْقُرْاَنِ الْكَرِيْمِ: اِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتِهِ يُصَلُّوْنَ عَلَي النَّبِي يَااَيُهَا الَّذِيْنَ امَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيْمًا. اَلَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ وَاَنْبِيَائِكَ وَرُسُوْلِكَ وَاَهْلِ طَعَتِكَ اَجْمَعِيْنَ.

اَلَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ والْمُؤْمِنَاتِ والْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ. رَبَّنَا اتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْاَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِاِخْوَانِنَا الّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْاِيْمَانِ وَلَاتَجْعَلْ فِى قُلُوْبِنَا غِلًا لِلّذِيْنَ امَنُوْا رَبَنَّا اِنَّكَ رَؤُفٌ رَحِيْمٌ.

عِبَادَاللهِ. اِنَّ اللهَ يَامُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبَي وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْ بَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَّكَرُوْنَ. فَاذْكُرُوااللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُكُ اللهِ اَكْبَرُ.





Download File

Penulis : Vijianfaiz,PhD


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Mengelola Ucapan Di Media Sosial
16 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   78

Khutbah Jum'at Kontemporer: Manfaat Halal Bi Halal
31 Maret 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   362

Menjemput Lailatul Qadr
05 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   110

Kewajiban Pemerintah Menjaga Rasa Aman Rakyatnya
01 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   144

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13553


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4546


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2872