
اَلْحَمْدُ للّهِ الَّذئ خَلَقَ السَّمَوَاتِ
وَالْاَرْضَ وَجَعَلَ الظُّلُمَاتِ وَالنُّوْرِ وَفَقَهَ مَنْ اَرَادَ بِهِ
خَيْرًا فِي دِيْنِ اللّهِ فَاَصْبَحَ مِنَ الْعَالَمِيْنَ اَلْمُهْتَدِيْنَ.
اَشْهَدُ اَنْ لَا اِلَه اِلّا اللّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ يَمُنُّ
بِالْفَضْلِ وَيَمْنَعُ بِالْعَدْلِ وَهُوَ اَعْلَمُ حَيْثُ يَجْعَلُ رِسَالَتَهُ
وَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ. وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ وَالْمُرْسَلِيْنَ.صَلَّي اللهُ عَلَيْهِ
وَعَلَي اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِاِحْسَانِ اِلي يَوْمِ
الدِّيْنِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا. اَمَّا بَعْدُ. اَيُهَا النَّاسُ اِتَّقُوْا اللهَ
وَتَفَقَهُوْا فِي دِيْنِكُمْ. قَالَ اللهُ تعالي إِنَّ الَّذِي فَرَضَ عَلَيْكَ الْقُرْآنَ لَرَادُّكَ إِلَى مَعَادٍ
Para Jamaah Sholat Jum’at yang dimulyakan
oleh Allah SWT
Pertama-tama khatib berwasiat kepada diri
sendiri dan kepada saudara-saudara ku untuk senantiasa menyukuri segala
kenikmatan yang telah diberikan oleh Allah SWT. Salah satu caranya yaitu
meningkatkan kualitas ketakwaan kita kepada-Nya.
Kedua, mari kita senantiasa bersholawat
kepada Nabi Muhammad SAW. Semoga kita senantiasa mendapatkan syafa’at
nya di Hari Kiamat. Amin ya rabbal ‘alamien.
Saudara-saudara ku yang mulia,
Hari ini media sosial memberitakan
pengusiran bangsa Israel terhadap bangsa Palestina. Tenda-tenda pengungsi di
Gaza rata dengan tanah akibat serangan tentara Israel. Masyarakat Palestina
mengalami darurat kemanusiaan yang sangat mengerikan. Semua mata tertuju
kepadanya. Semua pihak membantu bantuan sebagai bagian dari rasa kemanusiaan.
Mereka tidak bisa tidur di rumah. Sebab rumah mereka rata dengan tanah. Mereka
tidak bisa sekolah, karena sekolah rata dengan tanah. Mereka tidak bisa makan,
karena sumber-sumber makanan sangat tergantung pada bantuan-bantuan
Lembaga-lembaga kemanusiaan dan negara-negara internasional. Mereka ingin
sekali mempunyai negara dan bangsa yang berdeka dan berdaulat. Perjuangan terus
dilakukan mempertahankan negara tersebut meskipun nyawa taruhan nya.
Saudara-Saudara Ku Yang Dimulyakan Oleh
Allah Swt
Dari fakta kehidupan masyarakat Palestina
tersebut di atas, jangan sampai terjadi di Indonesia. Meskipun dalam kondisi
saat sekarang ini, kita masih hidup dalam segala keterbatasan, kita masih bisa
bersyukur. Sebab kita melaksanakan kegiatan ibadah dan aktivitas sosial denga
naman dan nyaman. Kita bisa sekolah, bisa menikmati keindahan alam Indonesia,
bisa bekerja, dan bisa beribadah kepada Allah kapan pun dan dimanapun dalam
keadaan sangat nyaman, tidak ada gangguan. Kita sangat sulit membayangkan jika
kita hidup di wilayah seperti Palestina, mungkin sepanjang malam kita tidak
bisa tidur karena lapar, tidak punya pekerjaan, dan tidak punya tempat tinggal.
Beryukur kepada Allah, kita masih menikmati hasil perjuangan para pejuang dan
suhada pada masa lalu, sehingga Indonesia menjadi negara yang merdeka.
Kita harus men-syukuri terhadap sebagian
kenikmatan Allah tersebut di atas. Q.S. Ibrahim ([14 ]: 7) sebagai berikut:
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ
شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
Artinya:
Dan (ingatlah juga) tatkala Tuhan kalian
memaklumatkan, "Sesungguhnya jika kalian bersyukur, pasti Kami akan
menambah (nikmat) kepada kalian; dan jika kalian mengingkari (nikmat-Ku), maka
sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”
Salah
satu wujud syukur yaitu kita harus mencintai tanah air sebagai implementasi
atas kenikmatan yang telah diberikan oleh Allah kepada kita berupa kenikmatan
kemerdekaan. Kenikmatan tersebut harus dijaga dengan baik. Bahkan diantara maqashid
syariah dalam Islam kita sering mendengar sebagai berikut: menjaga agama,
jiwa, akal, an-nasl atau keturunan, dan al-mal yaitu harta kekayaan. Dari
kelima maqasih tersebut bisa diterapkan dengan sempurna ketika negara dalam
keadaan merdeka. Kita bisa menerapkan ajaran Islam dengan baik ketika negara
merdeka. Kita bisa menikah, terjaga keamaan dari pembunuhan dan pencurian
ketika negara dalam keadaan aman dan Merdeka. Dan kita bekerja mencari
penghidupan yang lebih baik jika keadaan negara dalam keadaan Merdeka. Pendek
kata, kemerdekaan merupakan kenikmatan yang sangat agung yang didalamnya
mengandung seluruh maqashid syariah Islam.
Betapa
pentingnya suatu kemerdekaan negara, seorang ulama besar pendiri Nahdlatul
Ulama, Hadratusyeikh Hasyim Asy’ari mengeluarkan fatwa jihad melawan penjajah
yang ingin merebut kembali negara Indonesia hukum nya wajib. Dari sini kemudian
ia berhasil mencetuskan prinsip hubbul al-wathan min al-iman (cinta
tanah air bagian dari iman).
Beberapa
dasar filosofis tentang urgensi mencintai tanah air sebagai berikut:
Q.S.
Al-Baqarah ([2]: 126) sebagai berikut:
وَاِذْ
قَالَ اِبْرٰهٖمُ رَبِّ اجْعَلْ هٰذَا بَلَدًا اٰمِنًا وَّارْزُقْ اَهْلَهٗ مِنَ
الثَّمَرٰتِ مَنْ اٰمَنَ مِنْهُمْ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِۗ قَالَ وَمَنْ
كَفَرَ فَاُمَتِّعُهٗ قَلِيْلًا ثُمَّ اَضْطَرُّهٗٓ اِلٰى عَذَابِ النَّارِۗ
وَبِئْسَ الْمَصِيْرُ ١٢٦
Artinya:
(Ingatlah)
ketika Ibrahim berdoa, “Ya Tuhanku, jadikanlah (negeri Makkah) ini negeri yang
aman dan berilah rezeki berupa buah-buahan (hasil tanaman, tumbuhan yang bisa
dimakan) kepada penduduknya, yaitu orang yang beriman di antara mereka kepada
Allah dan hari Akhir.” Dia (Allah) berfirman, “Siapa yang kufur akan Aku beri
kesenangan sementara, kemudian akan Aku paksa dia ke dalam azab neraka. Itulah
seburuk-buruk tempat kembali.”
Q.S.
An-Nisa ( [ 4 ]: 66) sebagai berikut:
وَلَوْ أَنَّا كَتَبْنَا عَلَيْهِم
أَنِ اقْتُلُوْا أَنْفُسَكم أَوِ أخرُجُوا مِن دِيَارِكُمْ مَا فَعَلُوْه إِلَّا
قليلٌ منهم
Artinya:
“Dan
sesungguhnya jika seandainya Kami perintahkan kepada mereka (orang-orang
munafik): ‘Bunuhlah diri kamu atau keluarlah dari kampung halaman kamu!’
niscaya mereka tidak akan melakukannya, kecuali sebagian kecil dari
mereka..."
Q.S.
Al-Qashas ([ 28 ]: 85) sebagai berikut:
إِنَّ
الَّذِي فَرَضَ عَلَيْكَ الْقُرْآنَ لَرَادُّكَ إِلَى مَعَادٍ
Artinya:
“Sesungguhnya (Allah) yang
mewajibkan atasmu (melaksanakan hukum-hukum) Al-Qur’an benar-benar akan
mengembalikan kamu ke tempat kembali.”
Saudara-Saudara Ku Yang Dimuliakan
Oleh Allah SWT
Definisi tanah air menurut al-jurjani dalam kita al-ta’rifat
sebagai berikut:
الْوَطنُ
الاصْليُ هو مولدُ الرّجلِ والبلدُ الذي هو فيه
Artinya:
al-wathan al-ashli yaitu tempat
kelahiran seseorang dan negeri di mana ia tinggal di dalamnya.
Dari
definisi tersebut kita bisa memahami bahwa tempat kita lahir dan tinggal dengan
status yang melekat secara administrasi yang berakibat adanya hak dan kewajiban
sebagai warga negara, maka itulah yang disebut tanah air. Kenikmatan tersebut
harus dipertahankan sebagai wujud syukur atas segala kenikmatan yang telah
allah berikan kepada kita.
Menurut Syeikh Ismail Haqqi Al-Hanafi, Dalam Kitab Ruhul Bayan,
Diterbitkan Di Dar Al-Fikr Beirut hal. 441-442 menjelaskan sebagai berikut:
“Di
dalam tafsirnya ayat (QS. Al-Qashash:85) terdapat suatu petunjuk atau isyarat
bahwa “cinta tanah air sebagian dari iman”. Rasulullah SAW (dalam perjalanan
hijrahnya menuju Madinah) banyak sekali menyebut kata; “tanah air, tanah air”,
kemudian Allah SWT mewujudkan permohonannya (dengan kembali ke Makkah)…..
Sahabat Umar RA berkata; “Jika bukan karena cinta tanah air, niscaya akan rusak
negeri yang jelek (gersang), maka sebab cinta tanah air lah, dibangunlah
negeri-negeri”.
Saudara-saudaraku
yang dimulyakan oleh Allah SWT.
Berdasarkan paparan
di atas, betapa penting kita mencintai tanah air dan mempertahankan kemerdekaan
tersebut. kita telah belajar dari sejarah dan dari peristiwa genosida umat
Islam di masa lalu dan pembantaian Islam di Palestina dan di belahan bumi yang
lain. Salah satu yang diinginkan yaitu adanya kemerdekaan di tanah airnya.
Karena itu, mari kita mencintai tanah air dengan senantiasa mengisi kegiatan
dengan beribadah, belajar, bekerja dan mencari nafkah agar kita juga mempunyai
kemulyaan berlipat ganda, yaitu kemuliaan di dunia dan akherat.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْانِ
الْكَرِيمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاَيَاتِ
وَالذِّكْرِالْحَكِيْمِ. وَتَقَبَلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهَ اِنَّهُ هُوَ
السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. اَقُوْلُ قَوْلِي هذَا وَاسْتَغْفِرُاللهَ الْعَظِيْمَ
لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِالْمُسْلِمِيْنَ والْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمينَ
والْمؤْمِنَاتِ فَاسْتَغْفِرُوهُ اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Khutbah ke-II
اَلْحَمْدُ للهِ مُؤَيِّدِ الصَّابِرِيْنَ
بِعَزِيْزِ نَصْرِهِ
اشهدُ انَّ لا الهَ الّا الله
اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ.
اَلَّهُمَّ صَلِّ عَلَي سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ.
صَلي اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَي اَلِهِ مُنْتَهَي الدُّهُوْرِ. صَلَاةً دَائِمَةً
بِلَافَنَاءِ وَلَا فُتُورٍ. وَسَلَّمَ تَّسْلِماً كَثِيْرًا.
اَمَا بَعْدُ. فَيَا اَيُهَا النَّاسُ
اتَّقُوااللهَ انَّ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَاءَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى
بِمَلَائِكَتِهِ وَاَيَهَ بالْمُؤْمِنِيْنَ مِنْ عِبَادِهِ. فَقَالَ اللهُ
تَعَالَي فِي الْقُرْاَنِ الْكَرِيْمِ: اِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتِهِ يُصَلُّوْنَ
عَلَي النَّبِي يَااَيُهَا الَّذِيْنَ امَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا
تَسْلِيْمًا. اَلَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ
وَاَنْبِيَائِكَ وَرُسُوْلِكَ وَاَهْلِ طَعَتِكَ اَجْمَعِيْنَ.
اَلَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ
والْمُؤْمِنَاتِ والْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ
مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ. رَبَّنَا اتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي
الْاَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا
وَلِاِخْوَانِنَا الّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْاِيْمَانِ وَلَاتَجْعَلْ فِى
قُلُوْبِنَا غِلًا لِلّذِيْنَ امَنُوْا رَبَنَّا اِنَّكَ رَؤُفٌ رَحِيْمٌ.
عِبَادَاللهِ. اِنَّ اللهَ يَامُرُ
بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبَي وَيَنْهَى عَنِ
الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْ بَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَّكَرُوْنَ.
فَاذْكُرُوااللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ
يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُكُ اللهِ اَكْبَرُ.
Penulis : Vijianfaiz,PhD
Mengelola Ucapan Di Media Sosial
16 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   78
Khutbah Jum'at Kontemporer: Manfaat Halal Bi Halal
31 Maret 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   362
Menjemput Lailatul Qadr
05 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   110
Kewajiban Pemerintah Menjaga Rasa Aman Rakyatnya
01 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   144
Khutbah Kontemporer: Hubungan Ikhlas Dan Kualitasa Bicara Di Bulan Ramadhan
26 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   269
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13553
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4546
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3563
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2940
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2872