
Mensyukuri Nikmat Umur
اْلحَمْدُ للهِ اْلحَمْدُ للهِ الّذي هَدَانَا سُبُلَ السّلاَمِ،
وَأَفْهَمَنَا بِشَرِيْعَةِ النَّبِيّ الكَريمِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ إِلَّا
الله وَحْدَهُ لا شَرِيك لَه، ذُو اْلجَلالِ وَالإكْرام، وَأَشْهَدُ أَنّ
سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسولُه، اللّهُمَّ صَلِّ و
سَلِّمْ وَبارِكْ عَلَى سَيِّدِنا مُحَمّدٍ وَعَلَى الِه وَأصْحابِهِ
وَالتَّابِعينَ بِإحْسانِ إلَى يَوْمِ الدِّين، أَمَّا بَعْدُ: فَيَايُّهَا
الإِخْوَان، أوْصُيْكُمْ وَ نَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ
تُفْلِحُوْنْ، قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي اْلقُرْانِ اْلكَرِيمْ: أَعُوْذُ بِاللهِ
مِنَ الَّشيْطَانِ الرَّجِيْم، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمْ: يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا الله وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ
أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ الله وَرَسُولَهُ
فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا وقال تعالى يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا
اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ
مُسْلِمُوْنَ. صَدَقَ اللهُ العَظِيمْ
Saudara-Saudara ku Jama’ah Sholat Jum’at yang
Dimulyakan oleh Allah SWT,
Pertama-tama, marilah kita senantiasa
mensyukuri atas segala kenikmatan yang telah dianugrahkan oleh Allah kepada
kita dengan cara meningkatkan takwa kita kepada-Nya.
Kedua, sholawat dan salam semoga senantiasa
tercurahkan kepada Nabi Muhammad, keluarga besarnya, sahabat-sahabatnya, para
tabi’in, tabi’in tabi’in, para ulama hingga kepada umat-umatnya. Semoga kita
mendapatkan syafaatnya. Amin.
Saudara-saudaraku rahimakumullah,
Waktu terasa sangat cepat. Ia hilang seperti harumnya parfum.
Menguap begitu saja. Para pekerja di
kantor sangat terasa sekali silih berganti nya hari dan minggu. Mereka
merasakan sangat cepat sekali bertemu hari senin. Padahal ia masih ingat
kenangan hari senin yang telah lalu dengan sangat baik. Orang tua yang
mempunyai anak yang sedang kuliah, seperti tidak terasa anak-anaknya yang sudah
masuk semester akhir. Padahal ia masih ingat saat mereka baru masuk kuliah dan
mengantarkan ke tempat pendaftarannya. Walhasil, kita merasa waktu sangat cepat
berlalu dan tidak ada kekuatan sama sekali kita menahan perjalanan waktu.
Ada beberapa ungkapan peribahasa dalam sastra
Arab berbunyi sebagai berikut:
الوقتُ كالسيْفُ اِنْ لمْ تقْطعْهُ قطعكَ
Artinya:
Waktu laksana pedang, jika kamu tidak menggunakan untuk menebasnya,
maka ia akan menebasmu.
اِغْتنِمْ عمُوركَ اِبانَ الصِّباَ فهو ان
زادَ مع الشَّيْبِ نقصَ
Artinya:
Pergunakanlah umur
mu di masa kecil. Sebab bila ia tumbuh semakin dewasa maka umurnya berkurang.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Islam sangat mengajarkan kepada umat islam untuk menggunakan waktu
sebaik-baiknya baik untuk ibadah dan hal-hal yang bersifat produktif atau
memberi manfaat lebih luas untuk dirinya, keluarganya, masyarakat dan agamanya.
وَالْعَصْرِۙ
١
اِنَّ
الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ ٢
اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا
الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا
بِالصَّبْرِࣖ ٣
Artinya:
Demi masa,
sesungguhnya manusia dalam keadaan rugi. Kecuali orang-orang yang beriman,
orang-orang yang melakukan amal sholeh, dan orang-orang yang senantiasa memberi
nasehat dalam kebenaran dan kesabaran.
Ayat tersebut
memberikan suatu pelajaran penting dalam sistem kehidupan bermasyarakat yaitu:
Pertama, konsep “الَّذِيْنَ
اٰمَنُوْا “ merupakan pondasi utama suatu masyarakat yang ideal. Konsep
iman merupakan suatu kesadaran masyarakat yang mempunyai peradaban tinggi.
Sebab mereka sadar bahwa alam semesta bersifat fana-akan mengalami suatu
kehancuran. Segala sesuatu yang ada di dunia ini tidak mungkin terjadi dengan
sendirinya. Tidak mungkin struktur alam semesta dan jagat raya yang sempurna
terjadi dengan sendirinya. Pasti ada yang menciptakannya yaitu Allah SWT. Itu sebabnya
ayat ini memberikan suatu penguatan spiritual bahwa masyarakat harus dibangun
dengan pilar utama yaitu tauhid kepada Allah SWT.
Kedua, konsep “وَعَمِلُوا
الصّٰلِحٰتِ “ merupakan pondasi masyarakat yang mempunyai peradaban tinggi
yaitu terbangunnya aktivitas setiap individu berlomba-lomba mempersembahkan
karya terbaiknya. Konsep “amalun sholihun”merupakan suatu aktivitas yang
memberi konstribusi positif dalam segala aspek kehidupan, namun tidak lepas
dari unsur-unsur tauhid. Sebab hal demikian agar seluruh aktivitas tidak ada
mubadzir dan semua bernilai ibadah.
Ketiga, konsep “وَتَوَاصَوْا
بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْر “ merupakan pondasi keterbukaan data dan keterbukaan kritik dan
saran kebaikan. Islam mengajarkan tentang transparansi, kritik, dan saran-saran
konstruktif baik dalam kehidupan keluarga, berorganisasi, bermasyarakat,
berpolitik maupun dalam sistem pemerintahan. Seorang pimpinan-apapun nama
jenisnya- memang mempunyai otoritas untuk mengatur sesuai dengan regulasi yang
melekat pada dirinya. Namun disisi lain, pemerintah juga mempunyai keterbatasan
informasi atau data, yang terkadang juga ada kelompok Asal Bapak Senang -ABS. Pada
wilayah-wilayah seperti ini seorang pemimpin membutuhkan masukan-masukan dari kelompok
masyarakat di luar pemerintahannya. Bahkan pada hal-hal tertentu, kritik dari
oposisi terkadang perlu di dengar dan penuh keterbukaan menerima
masukan-masukan yang konstruktif. Menerima masukan dari oposisi bukan
menunjukan dari suatu kebodohan, namun bentuk dari keterbukaan dari pemerintah
bahwa membangun suatu bangsa dan negara membutuhkan kebersamaan dalam wilayah
yang berbeda-beda.
Saudara-saudaraku yang dirahmati oleh Allah SWT,
Dari paparan di atas, khatib bisa menyimpulkan esensi dari sikap
menghargai waktu bagi umat Islam merupakan suatu jalan untuk meningkatkan tiga
pilar utama yaitu: keimanan, karya yang melahirkan prestasi berkualitas, dan
pentingnya keterbukaan dalam rangka untuk meningkatkan kualitas iman dan amal
sholeh.
جَعَلَنا اللهُ وَإيَّاكم مِنَ الفَائِزِين الآمِنِين، وَأدْخَلَنَا
وإِيَّاكم فِي زُمْرَةِ عِبَادِهِ المُؤْمِنِيْنَ : أعُوذُ بِاللهِ مِنَ
الشَّيْطانِ الرَّجِيمْ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمْ: يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا. باَرَكَ اللهُ
لِيْ وَلكمْ فِي القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيّاكُمْ بِالآياتِ
وذِكْرِ الحَكِيْمِ. إنّهُ تَعاَلَى
جَوّادٌ كَرِيْمٌ مَلِكٌ بَرٌّ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ
Khutbah Kedua
اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ
وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ
لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ
رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ
وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا
النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا
أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ
ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ
عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا
تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ
وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ
وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ
الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ
الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ
اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ
الرَّاحِمِيْنَ اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ
وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ
أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ
وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ
مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ
إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ
وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا
وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ
اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى
الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا
لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا
بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ
وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ
اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ
اللهِ أَكْبَرْ
Penulis : Vijianfaiz,PhD
Kewajiban Pemerintah Menjaga Rasa Aman Rakyatnya
01 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   97
Khutbah Kontemporer: Hubungan Ikhlas Dan Kualitasa Bicara Di Bulan Ramadhan
26 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   169
Merealisasikan Takwa Di Bulan Ramadhan
15 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   126
Khutbah Jum'at Kontemporer: Peran Guru Meniupkan Nikmatnya Belajar Peserta Didik Di Era Digital
29 Januari 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   308
Khutbah Jum'at Kontemporer: Memperkuat Iman di Era Digital
21 Januari 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   319
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      12930
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4046
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3115
Puasa dan Ilmu Padi
Rabu , 03 April 2024      2424
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2355