Avatar

Vijianfaiz,PhD

Penulis Kolom

306 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Khutbah Jum'at Kontemporer: Mensyukuri Nikmat Umur



Sabtu , 17 Januari 2026



Telah dibaca :  213

Mensyukuri Nikmat Umur

 

اْلحَمْدُ للهِ اْلحَمْدُ للهِ الّذي هَدَانَا سُبُلَ السّلاَمِ، وَأَفْهَمَنَا بِشَرِيْعَةِ النَّبِيّ الكَريمِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لا شَرِيك لَه، ذُو اْلجَلالِ وَالإكْرام، وَأَشْهَدُ أَنّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسولُه، اللّهُمَّ صَلِّ و سَلِّمْ وَبارِكْ عَلَى سَيِّدِنا مُحَمّدٍ وَعَلَى الِه وَأصْحابِهِ وَالتَّابِعينَ بِإحْسانِ إلَى يَوْمِ الدِّين، أَمَّا بَعْدُ: فَيَايُّهَا الإِخْوَان، أوْصُيْكُمْ وَ نَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنْ، قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي اْلقُرْانِ اْلكَرِيمْ: أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الَّشيْطَانِ الرَّجِيْم، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمْ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا الله وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ الله وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا وقال تعالى يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. صَدَقَ اللهُ العَظِيمْ

Saudara-Saudara ku Jama’ah Sholat Jum’at yang Dimulyakan oleh Allah SWT,

Pertama-tama, marilah kita senantiasa mensyukuri atas segala kenikmatan yang telah dianugrahkan oleh Allah kepada kita dengan cara meningkatkan takwa kita kepada-Nya.

Kedua, sholawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad, keluarga besarnya, sahabat-sahabatnya, para tabi’in, tabi’in tabi’in, para ulama hingga kepada umat-umatnya. Semoga kita mendapatkan syafaatnya. Amin.

Saudara-saudaraku rahimakumullah,

Waktu terasa sangat cepat. Ia hilang seperti harumnya parfum. Menguap begitu saja.  Para pekerja di kantor sangat terasa sekali silih berganti nya hari dan minggu. Mereka merasakan sangat cepat sekali bertemu hari senin. Padahal ia masih ingat kenangan hari senin yang telah lalu dengan sangat baik. Orang tua yang mempunyai anak yang sedang kuliah, seperti tidak terasa anak-anaknya yang sudah masuk semester akhir. Padahal ia masih ingat saat mereka baru masuk kuliah dan mengantarkan ke tempat pendaftarannya. Walhasil, kita merasa waktu sangat cepat berlalu dan tidak ada kekuatan sama sekali kita menahan perjalanan waktu.

Ada beberapa ungkapan peribahasa dalam sastra Arab berbunyi sebagai berikut:

الوقتُ كالسيْفُ اِنْ لمْ تقْطعْهُ قطعكَ

Artinya:

Waktu laksana pedang, jika kamu tidak menggunakan untuk menebasnya, maka ia akan menebasmu.

اِغْتنِمْ عمُوركَ اِبانَ الصِّباَ فهو ان زادَ مع الشَّيْبِ نقصَ

Artinya:

Pergunakanlah umur mu di masa kecil. Sebab bila ia tumbuh semakin dewasa maka umurnya berkurang.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Islam sangat mengajarkan kepada umat islam untuk menggunakan waktu sebaik-baiknya baik untuk ibadah dan hal-hal yang bersifat produktif atau memberi manfaat lebih luas untuk dirinya, keluarganya, masyarakat dan agamanya.

وَالْعَصْرِۙ ۝١

اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ ۝٢

اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِࣖ ۝٣

Artinya:

Demi masa, sesungguhnya manusia dalam keadaan rugi. Kecuali orang-orang yang beriman, orang-orang yang melakukan amal sholeh, dan orang-orang yang senantiasa memberi nasehat dalam kebenaran dan kesabaran.

Ayat tersebut memberikan suatu pelajaran penting dalam sistem kehidupan bermasyarakat yaitu:

Pertama, konsep “الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا “ merupakan pondasi utama suatu masyarakat yang ideal. Konsep iman merupakan suatu kesadaran masyarakat yang mempunyai peradaban tinggi. Sebab mereka sadar bahwa alam semesta bersifat fana-akan mengalami suatu kehancuran. Segala sesuatu yang ada di dunia ini tidak mungkin terjadi dengan sendirinya. Tidak mungkin struktur alam semesta dan jagat raya yang sempurna terjadi dengan sendirinya. Pasti ada yang menciptakannya yaitu Allah SWT. Itu sebabnya ayat ini memberikan suatu penguatan spiritual bahwa masyarakat harus dibangun dengan pilar utama yaitu tauhid kepada Allah SWT.

Kedua, konsep “وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ “ merupakan pondasi masyarakat yang mempunyai peradaban tinggi yaitu terbangunnya aktivitas setiap individu berlomba-lomba mempersembahkan karya terbaiknya. Konsep “amalun sholihun”merupakan suatu aktivitas yang memberi konstribusi positif dalam segala aspek kehidupan, namun tidak lepas dari unsur-unsur tauhid. Sebab hal demikian agar seluruh aktivitas tidak ada mubadzir dan semua bernilai ibadah.

Ketiga, konsep “وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْر “ merupakan pondasi keterbukaan data dan keterbukaan kritik dan saran kebaikan. Islam mengajarkan tentang transparansi, kritik, dan saran-saran konstruktif baik dalam kehidupan keluarga, berorganisasi, bermasyarakat, berpolitik maupun dalam sistem pemerintahan. Seorang pimpinan-apapun nama jenisnya- memang mempunyai otoritas untuk mengatur sesuai dengan regulasi yang melekat pada dirinya. Namun disisi lain, pemerintah juga mempunyai keterbatasan informasi atau data, yang terkadang juga ada kelompok Asal Bapak Senang -ABS. Pada wilayah-wilayah seperti ini seorang pemimpin membutuhkan masukan-masukan dari kelompok masyarakat di luar pemerintahannya. Bahkan pada hal-hal tertentu, kritik dari oposisi terkadang perlu di dengar dan penuh keterbukaan menerima masukan-masukan yang konstruktif. Menerima masukan dari oposisi bukan menunjukan dari suatu kebodohan, namun bentuk dari keterbukaan dari pemerintah bahwa membangun suatu bangsa dan negara membutuhkan kebersamaan dalam wilayah yang berbeda-beda.

Saudara-saudaraku yang dirahmati oleh Allah SWT,

Dari paparan di atas, khatib bisa menyimpulkan esensi dari sikap menghargai waktu bagi umat Islam merupakan suatu jalan untuk meningkatkan tiga pilar utama yaitu: keimanan, karya yang melahirkan prestasi berkualitas, dan pentingnya keterbukaan dalam rangka untuk meningkatkan kualitas iman dan amal sholeh.

جَعَلَنا اللهُ وَإيَّاكم مِنَ الفَائِزِين الآمِنِين، وَأدْخَلَنَا وإِيَّاكم فِي زُمْرَةِ عِبَادِهِ المُؤْمِنِيْنَ : أعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطانِ الرَّجِيمْ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمْ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا. باَرَكَ اللهُ لِيْ وَلكمْ فِي القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيّاكُمْ بِالآياتِ وذِكْرِ الحَكِيْمِ.  إنّهُ تَعاَلَى جَوّادٌ كَرِيْمٌ مَلِكٌ بَرٌّ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ





Download File

Penulis : Vijianfaiz,PhD


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Kewajiban Pemerintah Menjaga Rasa Aman Rakyatnya
01 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   97

Merealisasikan Takwa Di Bulan Ramadhan
15 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   126

Khutbah Jum'at Kontemporer: Memperkuat Iman di Era Digital
21 Januari 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   319

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      12930


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4046


Puasa dan Ilmu Padi
Rabu , 03 April 2024      2424


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2355