Avatar

Imam Ghozali

Penulis Kolom

871 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Kisah Kesuksesan Orang-Orang Hebat Berkah Ramadhan



Kamis , 20 Maret 2025



Telah dibaca :  621

اَلْحَمْدُ للّهِ الَّذئ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالْاَرْضَ وَجَعَلَ الظُّلُمَاتِ وَالنُّوْرِ وَفَقَهَ مَنْ اَرَادَ بِهِ خَيْرًا فِي دِيْنِ اللّهِ فَاَصْبَحَ مِنَ الْعَالَمِيْنَ اَلْمُهْتَدِيْنَ. اَشْهَدُ اَنْ لَا اِلَه اِلّا اللّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ يَمُنُّ بِالْفَضْلِ وَيَمْنَعُ بِالْعَدْلِ وَهُوَ اَعْلَمُ حَيْثُ يَجْعَلُ رِسَالَتَهُ وَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ. وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ وَالْمُرْسَلِيْنَ.صَلَّي اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَي اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِاِحْسَانِ اِلي يَوْمِ الدِّيْنِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا. اَمَّا بَعْدُ.  اَيُهَا النَّاسُ اِتَّقُوْا اللهَ وَتَفَقَهُوْا فِي دِيْنِكُمْ. قَالَ اللهُ تعالي ٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ

Jamaah Sholat Jum’at yang dimulyakan oleh Allah SWT

Pertama-tama khatib berwasiat kepada diri sendiri dan kepada saudara-saudara ku untuk senantiasa menyukuri segala kenikmatan yang telah diberikan oleh Allah SWT. Salah satu caranya yaitu meningkatkan kualitas ketakwaan kita kepada-Nya.

Kedua, mari kita senantiasa bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Semoga kita senantiasa mendapatkan syafa’at nya di Hari Kiamat. Amin ya rabbal ‘alamien.

Saudara-saudara ku yang mulia,

Bulan Ramadhan sebenarnya adalah bulan kemenangan. Idul fitri buah dari kemenangan tersebut. bulan Ramadhan bulan kemerdekaan, sedangkan idul fitri buah dari kemerdekaan. Hal ini mengacu kepada hadist-hadist berikut ini:

واذَا كَانَ أوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِرَمَضَانَ صُفِّدَتْ الشَّيَاطِيْنُ وَمَرَدَةُ الْجِنِّ وَغُلِّقَتْ أبْوَابُ النَّارِ فَلَمْ يُفْتَحْ مِنْهَا بَابٌ وَفُتِّحَتْ أبْوَابُ الجَنَّةِ فَلَمْ يُغْلَقْ مِنْهَا بَابٌ وَيُنَادِيْ مُنَادٍ يَا بَاغِيَ الْخَيْرِ وَيَا بَاغِيَ الشَّرِّ أقْصِرْ وَلِلَّهِ عُتَقَاءُ مِنَ النَّارِ وَذَلِكَ كُلُّ لَيْلَةٍ    

Artinya:

Jika telah memasuki bulan Ramadha, Setan-Setan dan Jin dibelenggu, pintu-pintu Neraka ditutup, tidak ada satu pintu pun yang dibuka. Sedangkan pintu-pintu Surga dibuka, dan tidak satu pintu pun ditutup. Lalu ada seruan (pada bulan Ramadhan),”Wahai orang yang menginginkan kebaikan, datanglah. Wahai orang yang ingin kejahatan, tahanlah dirimu. Pada setiap malam Allah SWT memiliki orang-orang yang dibebaskan dari Neraka” (HR. Tirmdizi).

Hadist lain tentang puasa sebagai berikut:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إيْمَا نًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya:

Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadist-hadist tersebut mengandung filosofis kehidupan seorang muslim di bulan puasa sebagai berikut: pertama, kunci utama dari segala amal ibadah dan aktivitas sehari-hari terletak pada ketulusan (Ikhlas) mencari ridha Allah swt. Kedua, keikhlasan suatu ibadah dan aktivitas lain semata-mata hanya mengharap ridha Allah, telah mengantarkan derajat kemuliaan di sisi-Nya yaitu menjadi ahli surga. Ketiga, keikhlasan tidak bisa lepas dari aturan profesionalisme hidup yang selalu mengedepankan kedisiplinan menggunakan waktu untuk beribadah dan berkarya. Keikhlasan tanpa kedisiplinan waktu hanya mengantarkan kemenangan surga akherat dan kalah dalam kejayaan surga dunia yaitu kekuasaan, kebahagiaan dan kesejahteraan hidup di dunia.

Saudara-saudara ku yang dimuliakan oleh Allah SWT

Jika merujuk kepada sejarah masa lalu, bulan Ramadhan selalu diartikan sebagai hari kemenangan. Pada zaman nabi, ada perang badar. Terjadi pada tanggal 17 ramadhan tahun 2 Hijrah atau 13 Maret 624. Ini merupakan perang yang sangat spektakuler. Mission Imposibel jika dikalkulasi dengan akal. Pasukan muslim berjumlah 313 orang, dan pasukan kafir qurays berjumlah 1000 orang. Perang Badar merupakan bukti kebenaran tentang pentingnya kedisiplinan hidup, profesionalisme dalam pekerjaan dan hidup berorientasi pada output yang jelas.

Perang badar merupakan pertempuran sangat berat. Sangat sulit. Perang fisik, face to face. Satu orang melawan tiga orang. Namun kesulitan sebesar apapun bisa diselesaikan jika pada diri sudah tertanam optmisime tinggi disertai dengan langkah konkrit untuk mencapai kejayaan. Optimisme dengan perangkat-perengkat lunak yang telah khatib sebutkan di atas, melahirkan energi besar untuk mengubah hal-hal yang tidak mungkin menjadi kenyataan.

Kisah yang sama hampir mirip perang badar yaitu jika merunut sejarah lebih dahulu lagi, yaitu pada era sebelum Nabi Dawud, yaitu pada masa Nabi Samuel. Saat itu, Bani Israel kekosongan kepemimpinan. Mereka meminta petunjuk kepada Nabi Samuel. Ia memberi saran agar pemuda desa yang bernama Thalut untuk menjadi pemimpinnya. Walhasil, Thalut menjadi raja bangsa Israel. Saat melakukan latihan fisik, pasukannya disuruh berjalan di padang pasir yang panas. Saat melintasi Sungai, mereka dilarang minum air sungai. Hanya boleh cuci muka. Sebagian besar  pasukan tidak tahan. mereka tidak hanya mandi dan minum, tapi juga meminumnya. Akhirnya mereka kehilangan tenaga, sakit, dan tidak kuat meneruskan latihan perang. banyak pasukan meninggal dunia akibat terserang penyakit gurun pasir.

Thalut sedih. Pasukan tinggal sedikit jumlahnya. Ia harus berhadapan dengan Raja Jalut yang pasukan ribuan orang. Dengan keyakinan kuat memohon pertolongan Allah dan kedisplinan tingkat tinggi, akhirnya peperangan dimenangkan oleh Raja Thalut. Bangsa Israel mendapatkan kemenangan.

Saudara-saudaraku yang dimuliakan oleh Allah SWT.

Walhasil bulan Ramadhan pada masa lalu, selau saja melahirkan generasi-generasi unggul dan sukses. Termasuk Kemerdekaan Republik Indonesia, juga terjadi di bulan Ramadhan. Generasi Islam pada masa dulu benar-benar mampu memaknai terbebas dari api neraka sebagai filosofis hidup untuk terbebas dari penderitaan hidup di dunia dari kelaparan, kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan. Mereka seolah-olah sudah tidak lagi memikirkan sebatas persoalan neraka akherat. Sebab mereka yakin jika orang-orang yang sudah beriman, dengan rahmat Allah akan dimasukan kedalam surga. Mereka menginginkan ajaran Islam sebagai agama peradaban benar-benar diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Agama peradaban yaitu agama yang hati nya selalu tunduk kepada Allah, sedang pikiran, skill dan tenaga terus berusaha semaksimal mungkin mewujudkan kesejahteraan dan kebahagiaan di dunia.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْانِ الْكَرِيمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاَيَاتِ وَالذِّكْرِالْحَكِيْمِ. وَتَقَبَلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهَ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. اَقُوْلُ قَوْلِي هذَا وَاسْتَغْفِرُاللهَ الْعَظِيْمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِالْمُسْلِمِيْنَ والْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمينَ والْمؤْمِنَاتِ فَاسْتَغْفِرُوهُ اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah ke-II

اَلْحَمْدُ للهِ مُؤَيِّدِ الصَّابِرِيْنَ بِعَزِيْزِ نَصْرِهِ. اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَلَّهُمَّ صَلِّ عَلَي سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. صَلي اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَي اَلِهِ مُنْتَهَي الدُّهُوْرِ. صَلَاةً دَائِمَةً بِلَافَنَاءِ وَلَا فُتُورٍ. وَسَلَّمَ تَّسْلِماً كَثِيْرًا.

اَمَا بَعْدُ. فَيَا اَيُهَا النَّاسُ اتَّقُوااللهَ انَّ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَاءَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ وَاَيَهَ بالْمُؤْمِنِيْنَ مِنْ عِبَادِهِ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَي فِي الْقُرْاَنِ الْكَرِيْمِ: اِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتِهِ يُصَلُّوْنَ عَلَي النَّبِي يَااَيُهَا الَّذِيْنَ امَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيْمًا. اَلَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ وَاَنْبِيَائِكَ وَرُسُوْلِكَ وَاَهْلِ طَعَتِكَ اَجْمَعِيْنَ.

اَلَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ والْمُؤْمِنَاتِ والْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ. رَبَّنَا اتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْاَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِاِخْوَانِنَا الّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْاِيْمَانِ وَلَاتَجْعَلْ فِى قُلُوْبِنَا غِلًا لِلّذِيْنَ امَنُوْا رَبَنَّا اِنَّكَ رَؤُفٌ رَحِيْمٌ.

عِبَادَاللهِ. اِنَّ اللهَ يَامُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبَي وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْ بَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَّكَرُوْنَ. فَاذْكُرُوااللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُكُ اللهِ اَكْبَرُ.



Penulis : Imam Ghozali


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Mengelola Ucapan Di Media Sosial
16 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   78

Khutbah Jum'at Kontemporer: Manfaat Halal Bi Halal
31 Maret 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   362

Menjemput Lailatul Qadr
05 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   110

Kewajiban Pemerintah Menjaga Rasa Aman Rakyatnya
01 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   144

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13553


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4546


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2872