
اَلْحَمْدُ للّهِ الَّذئ خَلَقَ السَّمَوَاتِ
وَالْاَرْضَ وَجَعَلَ الظُّلُمَاتِ وَالنُّوْرِ وَفَقَهَ مَنْ اَرَادَ بِهِ
خَيْرًا فِي دِيْنِ اللّهِ فَاَصْبَحَ مِنَ الْعَالَمِيْنَ اَلْمُهْتَدِيْنَ.
اَشْهَدُ اَنْ لَا اِلَه اِلّا اللّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ يَمُنُّ
بِالْفَضْلِ وَيَمْنَعُ بِالْعَدْلِ وَهُوَ اَعْلَمُ حَيْثُ يَجْعَلُ رِسَالَتَهُ
وَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ. وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ وَالْمُرْسَلِيْنَ.صَلَّي اللهُ عَلَيْهِ
وَعَلَي اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِاِحْسَانِ اِلي يَوْمِ
الدِّيْنِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا. اَمَّا بَعْدُ. اَيُهَا النَّاسُ اِتَّقُوْا اللهَ
وَتَفَقَهُوْا فِي دِيْنِكُمْ. قَالَ اللهُ تعالي ٰٓاَيُّهَا
الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ
مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ
Jamaah Sholat Jum’at yang dimulyakan
oleh Allah SWT
Pertama-tama khatib berwasiat kepada diri
sendiri dan kepada saudara-saudara ku untuk senantiasa menyukuri segala
kenikmatan yang telah diberikan oleh Allah SWT. Salah satu caranya yaitu
meningkatkan kualitas ketakwaan kita kepada-Nya.
Kedua, mari kita senantiasa bersholawat
kepada Nabi Muhammad SAW. Semoga kita senantiasa mendapatkan syafa’at
nya di Hari Kiamat. Amin ya rabbal ‘alamien.
Saudara-saudara ku yang mulia,
Bulan Ramadhan sebenarnya adalah bulan
kemenangan. Idul fitri buah dari kemenangan tersebut. bulan Ramadhan bulan
kemerdekaan, sedangkan idul fitri buah dari kemerdekaan. Hal ini mengacu kepada
hadist-hadist berikut ini:
واذَا كَانَ أوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِرَمَضَانَ صُفِّدَتْ الشَّيَاطِيْنُ وَمَرَدَةُ الْجِنِّ وَغُلِّقَتْ أبْوَابُ النَّارِ فَلَمْ يُفْتَحْ مِنْهَا بَابٌ وَفُتِّحَتْ أبْوَابُ الجَنَّةِ فَلَمْ يُغْلَقْ مِنْهَا بَابٌ وَيُنَادِيْ مُنَادٍ يَا بَاغِيَ الْخَيْرِ وَيَا بَاغِيَ الشَّرِّ أقْصِرْ وَلِلَّهِ عُتَقَاءُ مِنَ النَّارِ وَذَلِكَ كُلُّ لَيْلَةٍ
Artinya:
Jika telah memasuki bulan Ramadha, Setan-Setan dan Jin dibelenggu,
pintu-pintu Neraka ditutup, tidak ada satu pintu pun yang dibuka. Sedangkan pintu-pintu
Surga dibuka, dan tidak satu pintu pun ditutup. Lalu ada seruan (pada bulan Ramadhan),”Wahai
orang yang menginginkan kebaikan, datanglah. Wahai orang yang ingin kejahatan,
tahanlah dirimu. Pada setiap malam Allah SWT memiliki orang-orang yang
dibebaskan dari Neraka” (HR. Tirmdizi).
Hadist lain tentang puasa sebagai berikut:
مَنْ صَامَ
رَمَضَانَ إيْمَا نًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Artinya:
Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap
pahala dari Allah maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu (HR. Bukhari dan
Muslim).
Hadist-hadist tersebut mengandung filosofis kehidupan seorang
muslim di bulan puasa sebagai berikut: pertama, kunci utama dari segala amal
ibadah dan aktivitas sehari-hari terletak pada ketulusan (Ikhlas) mencari ridha
Allah swt. Kedua, keikhlasan suatu ibadah dan aktivitas lain semata-mata hanya
mengharap ridha Allah, telah mengantarkan derajat kemuliaan di sisi-Nya yaitu
menjadi ahli surga. Ketiga, keikhlasan tidak bisa lepas dari aturan
profesionalisme hidup yang selalu mengedepankan kedisiplinan
menggunakan waktu untuk beribadah dan berkarya. Keikhlasan tanpa
kedisiplinan waktu hanya mengantarkan kemenangan
surga akherat dan kalah dalam kejayaan surga dunia yaitu kekuasaan, kebahagiaan dan kesejahteraan
hidup di dunia.
Saudara-saudara ku yang dimuliakan oleh Allah SWT
Jika merujuk kepada sejarah masa lalu, bulan Ramadhan selalu
diartikan sebagai hari kemenangan. Pada zaman nabi, ada perang badar. Terjadi pada
tanggal 17 ramadhan tahun 2 Hijrah atau 13 Maret 624. Ini merupakan perang yang
sangat spektakuler. Mission Imposibel jika dikalkulasi dengan
akal. Pasukan muslim berjumlah 313 orang, dan pasukan kafir qurays berjumlah
1000 orang. Perang Badar merupakan bukti kebenaran tentang pentingnya
kedisiplinan hidup, profesionalisme dalam pekerjaan dan hidup berorientasi pada
output yang jelas.
Perang badar merupakan pertempuran sangat berat. Sangat sulit. Perang fisik, face to
face. Satu orang melawan tiga orang. Namun kesulitan sebesar apapun bisa diselesaikan jika
pada diri sudah tertanam optmisime tinggi disertai dengan langkah konkrit untuk
mencapai kejayaan. Optimisme dengan perangkat-perengkat lunak yang telah khatib
sebutkan di atas, melahirkan energi besar untuk mengubah hal-hal yang tidak
mungkin menjadi kenyataan.
Kisah yang sama hampir mirip perang badar yaitu jika merunut sejarah lebih dahulu lagi, yaitu pada era sebelum Nabi Dawud, yaitu pada masa Nabi Samuel. Saat itu, Bani Israel kekosongan kepemimpinan. Mereka meminta petunjuk kepada Nabi Samuel. Ia memberi saran agar pemuda desa yang bernama Thalut untuk menjadi pemimpinnya. Walhasil, Thalut menjadi raja bangsa Israel. Saat melakukan latihan fisik, pasukannya disuruh berjalan di padang pasir yang panas. Saat melintasi Sungai, mereka dilarang minum air sungai. Hanya boleh cuci muka. Sebagian besar pasukan tidak tahan. mereka tidak hanya mandi dan minum, tapi juga meminumnya. Akhirnya mereka kehilangan tenaga, sakit, dan tidak kuat meneruskan latihan perang. banyak pasukan meninggal dunia akibat terserang penyakit gurun pasir.
Thalut sedih. Pasukan tinggal sedikit jumlahnya. Ia harus berhadapan dengan Raja
Jalut yang pasukan ribuan orang. Dengan keyakinan kuat memohon
pertolongan Allah dan kedisplinan tingkat tinggi, akhirnya peperangan dimenangkan
oleh Raja Thalut. Bangsa Israel mendapatkan kemenangan.
Saudara-saudaraku yang dimuliakan oleh Allah SWT.
Walhasil bulan Ramadhan pada masa lalu, selau saja melahirkan generasi-generasi unggul dan sukses. Termasuk Kemerdekaan Republik Indonesia, juga terjadi di bulan Ramadhan. Generasi Islam pada masa dulu benar-benar mampu memaknai terbebas dari api neraka sebagai filosofis hidup untuk terbebas dari penderitaan hidup di dunia dari kelaparan, kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan. Mereka seolah-olah sudah tidak lagi memikirkan sebatas persoalan neraka akherat. Sebab mereka yakin jika orang-orang yang sudah beriman, dengan rahmat Allah akan dimasukan kedalam surga. Mereka menginginkan ajaran Islam sebagai agama peradaban benar-benar diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Agama peradaban yaitu agama yang hati nya selalu tunduk kepada Allah, sedang pikiran, skill dan tenaga terus berusaha semaksimal mungkin mewujudkan kesejahteraan dan kebahagiaan di dunia.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْانِ الْكَرِيمِ
وَنَفَعَنِي وَاِيَاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاَيَاتِ وَالذِّكْرِالْحَكِيْمِ.
وَتَقَبَلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهَ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.
اَقُوْلُ قَوْلِي هذَا وَاسْتَغْفِرُاللهَ الْعَظِيْمَ لِي وَلَكُمْ
وَلِسَائِرِالْمُسْلِمِيْنَ والْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمينَ والْمؤْمِنَاتِ
فَاسْتَغْفِرُوهُ اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Khutbah ke-II
اَلْحَمْدُ للهِ مُؤَيِّدِ الصَّابِرِيْنَ بِعَزِيْزِ
نَصْرِهِ. اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَلَّهُمَّ صَلِّ
عَلَي سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. صَلي اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَي اَلِهِ مُنْتَهَي
الدُّهُوْرِ. صَلَاةً دَائِمَةً بِلَافَنَاءِ وَلَا فُتُورٍ. وَسَلَّمَ تَّسْلِماً
كَثِيْرًا.
اَمَا بَعْدُ. فَيَا اَيُهَا النَّاسُ اتَّقُوااللهَ
انَّ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَاءَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ
وَاَيَهَ بالْمُؤْمِنِيْنَ مِنْ عِبَادِهِ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَي فِي
الْقُرْاَنِ الْكَرِيْمِ: اِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتِهِ يُصَلُّوْنَ عَلَي النَّبِي
يَااَيُهَا الَّذِيْنَ امَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيْمًا.
اَلَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ
وَاَنْبِيَائِكَ وَرُسُوْلِكَ وَاَهْلِ طَعَتِكَ اَجْمَعِيْنَ.
اَلَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ والْمُؤْمِنَاتِ
والْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ
الدَّعَوَاتِ. رَبَّنَا اتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْاَخِرَةِ
حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِاِخْوَانِنَا
الّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْاِيْمَانِ وَلَاتَجْعَلْ فِى قُلُوْبِنَا غِلًا
لِلّذِيْنَ امَنُوْا رَبَنَّا اِنَّكَ رَؤُفٌ رَحِيْمٌ.
عِبَادَاللهِ. اِنَّ اللهَ يَامُرُ بِالْعَدْلِ
وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبَي وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ
وَالْمُنْكَرِ وَالْ بَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَّكَرُوْنَ.
فَاذْكُرُوااللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ
يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُكُ اللهِ اَكْبَرُ.
Penulis : Imam Ghozali
Sumber Daya Manusia dalam Perspektif Islam
04 Juni 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   322
Khutbah Jum'at: Realisasi Pasca Idul Adha; Jalan Sunyi Untuk Terus Berkarya
28 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   482
Khutbah Idul Adha: Ibadah Kurban dan Kepedulian Kepada Sesama
24 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   377
Cara Nabi Ibrahim Menyelesaikan Persoalan Hidup
14 Mei 2026   Oleh : Sang Khatib   327
Khutbah Jum'at: 4 Permata Kebahagiaan Dalam Islam
07 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   411
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      14335
Dalil Berdoa Untuk Mayit
Minggu , 11 Mei 2025      6053
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      5490
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      4671
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      4427