Avatar

Imam Ghozali

Penulis Kolom

871 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Konsep Islam Menyelesaikan Perilaku Bullying



Minggu , 08 Oktober 2023



Telah dibaca :  777

 

اَلْحَمْدُ للّهِ الَّذئ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالْاَرْضَ وَجَعَلَ الظُّلُمَاتِ وَالنُّوْرِ وَفَقَهَ مَنْ اَرَادَ بِهِ خَيْرًا فِي دِيْنِ اللّهِ فَاَصْبَحَ مِنَ الْعَالَمِيْنَ اَلْمُهْتَدِيْنَ. اَشْهَدُ اَنْ لَا اِلَه اِلّا اللّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ يَمُنُّ بِالْفَضْلِ وَيَمْنَعُ بِالْعَدْلِ وَهُوَ اَعْلَمُ حَيْثُ يَجْعَلُ رِسَالَتَهُ وَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ. وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ وَالْمُرْسَلِيْنَ.صَلَّي اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَي اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِاِحْسَانِ اِلي يَوْمِ الدِّيْنِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا. اَمَّا بَعْدُ.  اَيُهَا النَّاسُ اِتَّقُوْا اللهَ وَتَفَقَهُوْا فِي دِيْنِكُمْ. قَالَ اللهُ تعالي : يَرْفَعِ اللهُ الَّذيْنَ اَمَنُوْا مِنْكُمْ وَالّذِيْنَ اُوْتُواالْعِلْمَ دَرَجَاتٍ. وّقَالَ اَيْضا: اِنَّ شَرَّالدَّوَابِ عِنْدَالّلهِ الصُّمُّ الْبُكْمُ الَّذِيْنَ لّايَعْقِلُوْنَ

 

Saudara-saudaraku, semoga Allah SWT senantiasa memulyakan kita melalui ucapan, tulisan, dan perbuatan yang memberi manfaat kepada umat manusia.

Pertama, Khatib mengajak kepada diri sendiri dan para jamaah, mari kita senantiasa mensyukuri kenikmatan yang telah diberikan Allah kepada kita melalui peningkatan kualitas iman, Islam dan takwa serta amal sholeh kita. melalui wujud syukur tersebut, Allah akan menempatkan kita menjadi manusia yang mulia baik di dunia maupun di akherat.

Kedua, sholawat dan salam semoga tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW, keluarganya, keturunananya dan semoga memberkahi kepada seluruh umat nya, amin yang rabbal ‘alamin.

Saudara-saudaraku jamaah sholat jum’at yang dimulyakan oleh Allah

Akhir-akhir ini media elektronik, media online dan media sosial ramai membicarakan persoalan kekerasan atau penindasan di lingkungan tertentu. istilah yang lebih terkenal disebut dengan bullying, yaitu segala bentuk penindasan atau kekesaran, yang dilakukan secara sengaja oleh satu orang atau kelompok yang lebih kuat kepada orang atau kelompok yang lebih lemah atau kecil.

Jika dilihat dari definisi ini, sebenarnya bentuk kekerasan yang sering kita lihat di berbagai media wujud dari perilaku bullying seperti melakukan kekerasan fisik dengan menendang, memukul, melukai, menampar, mendorong, menggigit, mencakar dan lain-lain. perilaku ini bisa terjadi di rumah, di kantor, di sekolah, di tempat ibadah, di tempat-tempat umum dan lain-lain.

Organisasi perlindungan anak-anak dunia, UNICEF telah mencatat bullying atau perundungan di Indonesia terutama pada anak-anak sekolah. Pada tahun 2020, telah terjadi 45% perundungan di kalangan pelajar melalui daring. Perundungan yang paling banyak melalui daring berupa pelecehan melalui aplikasi chating (45%), penyebaran video atau foto tanpa izin (41%) dan pelecehan-pelecehan lain (14%). 40% kasus bunuh diri di Indonesia disebabkan karena adanya perundungan.

Dari data yang terbatas ini, khatib telah mengambil pelajaran, bahwa perilaku bullying atau perundungan sangat membahayakan anak-anak baik secara fisik maupun psikis. Dalam jangka panjang, akan berperanguh kepada psikologi anak-anak yang kena perundungan seperti menjadi penakut, putus asa, menutup diri, dan kemudian melakukan bunuh diri karena mengganggap bahwa dirinya sudah tidak berguna lagi.

 

Saudara-saudara ku yang dimuliakan oleh Allah SWT

Persoalan tersebut harus segara ditangani secara komprehensip yang melibatkan seluruh komponen masyarakat dan juga peran besar dari pemerintah. Khatib menawarkan perspektif agama dalam menyelesaikan, atau paling tidak mengurangi persoalan perundungan yang semakin mencuat ke permukaan. Beberapa solusi yaitu:

Pertama, menciptakan keluarga yang penuh dengan kasih-sayang.

Nabi Muhammad SAW bersabda:

اِنَّ الّلهَ اِذَا اّرّادَ بِاهْلِ الْبَيْتِ خَيْرًا اَدْخَلَ عَلَيْهِمِ الرِّفْقَ

Artinya:

Sesungguhnya jika Allah menghendaki kebaikan kepada ahli keluarga, maka Allah akan memasukan kelembutan pada mereka (HR. Ahmad).

Shoheh Bukhari menampilkan hadist nabi yang sangat mendalam artinya, sebagai berikut:

“Kamu akan melihat kaum muslimin saling mencintai dan menyayangi. Mereka laksana satu tubuh. Jika satu anggota sakit, maka anggota lainya pun merasa sakit sehingga terasa panas”.

Hadist nabi yang agung dan menyentuh qalbu sebagai berikut:

“Jangan lah saling hasad, berbuat najasy, marah, dan mendiamkan. Jangan menjual di atas penjualan orang lain. Jadilah diantara kalian bersaudara. Seorang muslim adalah saudara-saudaranya. Jangan berbuat dzalim dan merendahkannya.”

Hadist tersebut menjelaskan bahwa sumber kebaikan berupa perasaan yang lembut dalam ucapan, lapang dalam perasaan dan suasana hati dan terkontrolnya emosional diri seseorang. Keluarga yang demikian melahirkan suasana bahagia bagi anak-anak nya dan terlatih dengan pendidikan yang baik dan akhlak mulia dalam pergaulan sehari-hari.

Dari sini peran keluarga adalah sangat vital. Kebaikan yang telah tertanam dengan baik dalam keluarga mempunyai potensi besar melahirkan kebaikan-kebaikan di luar rumah termasuk kebaikan sikap, emosional dan perilaku anak-anak dalam pergaulan yang lebih luas di masyarakat.

Kedua, membangun kesholehan sosial

اَرَاَيْتَ الَّذي يُكَذِّبُ بِالدِيْنِ. فَذَلِكَ الّذِي يَدُعُ الْيَتِيْمَ. وَلَايَخُضُّ عَلَي طَعَامِ الْمِسْكِيْنِ. فَوَيْلُ لِلْمُصَّلِيْنَ. اَلَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُوْنَ. اَلَّذِيْنَ هُمْ يُرَؤُنَ وَيَمْنَعُوْنَ اَلْمَاعُوْنَ

Artinya:

Tahukah kamu orang-orang yang mendustakan agama?. yaitu orang-orang yang menghardik anak yatim. Dan tidak memberi makan kepada orang-orang miskin. Celakalah orang-orang yang sholat. Yaitu orang-orang yang lalai pada sholatnya. Yang berbuat riya dan enggan memberi bantuan.

Ayat ini menunjukan bahwa ada seeorang atau sekelompok orang yang menggunakan agama dan kesholehan individual untuk melakukan perundungan atau bullying kepada orang-orang yang dianggap mempunyai status derajat rendah. Mereka melakukan dengan beragam cara. Media nya bermacam macam: ada yang melalui tempat ibadah, lembaga pendidikan, organisasi dan lain-lain. bahkan ada kelompok yang melakukannya secara berlebih-lebihan seperti menuduh orang-orang Islam yang tidak sepaham dengan mereka dianggap kafir, syirik dan sejenisnya.

Ayat-ayat tersebut justru Allah melakukan kritik pedas kepada klaim kesolehan individual. Bahkan Dia menegaskan bahwa orang-orang tersebut sebenarnya tidak beragama walaupun mempunyai agama. Salah satu sebabnya, yaitu tidak mampu kesolehan individual matinya rasa empati dan kasih-sayang pada dirinya sehingga tidak peduli terhadap orang lain berupa penderitaan dan kemiskinan, dan lebih memilih memperbaiki kualitas kesolehan individual.

Ketiga, menggunakan media secara selektif   

Allah SWT berfirman:

هَذَا خَلْقُ الّله فَاَرُونِى مَاذَ خَلَقَ الَّذِيْنَ مِنْ دُوْنِهِ بَلِ الضَّالِمُوْنَ فِى ضَلَالٍ مُبِىْنِ

Artinya:

Inilah ciptaan Allah. Maka perlihatkan olehmu kepadaku apa yang telah diciptakan oleh sesembahan-mu selain Allah sebenarnya orang-orang yang dzalim berada dalam kesesatan yang nyata.

Ayat ini menjelaskan bahwaAllah telah menciptakan media di dunia ini sebenarnya untuk mengabdi kepada-nya. namun sebagian manusia banyak menciptakan media yang justru membuat mereka menjadi orang-orang dzalim dan melakukan kerusakan dan kesesatan kepada masyarakat, terutama generasi muda.

Salah satu solusi yaitu media elektronik, media online dan media sosial harus memberikan suguhan informasi yang mendidik dalam memperkuat ruh keimanan, semangat berbuat baik dan mengandung nilai-nilai moralitas.

Saudara-saudara ku yang mulia.

Bullying atau perundungan merupakan bagian dari perilaku yang sudah terjadi dari generasi- ke generasi. Namun islam telah mengajarkan bahwa dalam kehidupan sosial, ada yang harus dilakukan dalam menciptakan keharmonisan dalam keberagaman dan perbedaan yaitu mentradisikan akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari.

Mari resapi firman Allah s.w.t sebagai berikut

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِى رَسُوْلِ الّلهِ اُسْوَةُ حَسَنَةً لِمَنْ كَانَ يَرْجُوْا اللهَ وَالْيِوْمَ اَلْاَخِرَ وَذَّكَر اللهَ كَثِىرًاَ

Artinya:

Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang mengharapkan rahmat allah dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah S.W.T.

Wujud akhlak yang perlu dilakukan dalam kehidupan sehari-hari dalam rangka mengurangi potensi bullying yaitu dengan memperkuat akhlak di rumah tangga, di masyarakat dalam pengertian luas dan bijak dalam menggunakan media di arus informasi saat sekarang ini.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْانِ الْكَرِيمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاَيَاتِ وَالذِّكْرِالْحَكِيْمِ. وَتَقَبَلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهَ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. اَقُوْلُ قَوْلِي هذَا وَاسْتَغْفِرُاللهَ الْعَظِيْمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِالْمُسْلِمِيْنَ والْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمينَ والْمؤْمِنَاتِ فَاسْتَغْفِرُوهُ اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah ke-II

اَلْحَمْدُ للهِ مُؤَيِّدِ الصَّابِرِيْنَ بِعَزِيْزِ نَصْرِهِ. اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَلَّهُمَّ صَلِّ عَلَي سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. صَلي اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَي اَلِهِ مُنْتَهَي الدُّهُوْرِ. صَلَاةً دَائِمَةً بِلَافَنَاءِ وَلَا فُتُورٍ. وَسَلَّمَ تَّسْلِماً كَثِيْرًا.

اَمَا بَعْدُ. فَيَا اَيُهَا النَّاسُ اتَّقُوااللهَ انَّ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَاءَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ وَاَيَهَ بالْمُؤْمِنِيْنَ مِنْ عِبَادِهِ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَي فِي الْقُرْاَنِ الْكَرِيْمِ: اِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتِهِ يُصَلُّوْنَ عَلَي النَّبِي يَااَيُهَا الَّذِيْنَ امَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيْمًا. اَلَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ وَاَنْبِيَائِكَ وَرُسُوْلِكَ وَاَهْلِ طَعَتِكَ اَجْمَعِيْنَ.

اَلَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ والْمُؤْمِنَاتِ والْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ. رَبَّنَا اتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْاَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِاِخْوَانِنَا الّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْاِيْمَانِ وَلَاتَجْعَلْ فِى قُلُوْبِنَا غِلًا لِلّذِيْنَ امَنُوْا رَبَنَّا اِنَّكَ رَؤُفٌ رَحِيْمٌ.

عِبَادَاللهِ. اِنَّ اللهَ يَامُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبَي وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْ بَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَّكَرُوْنَ. فَاذْكُرُوااللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُكُ اللهِ اَكْبَرُ.



Penulis : Imam Ghozali


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Mengelola Ucapan Di Media Sosial
16 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   83

Khutbah Jum'at Kontemporer: Manfaat Halal Bi Halal
31 Maret 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   368

Menjemput Lailatul Qadr
05 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   111

Kewajiban Pemerintah Menjaga Rasa Aman Rakyatnya
01 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   144

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13565


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4558


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2876