
اَلْحَمْدُ للّهِ الَّذئ خَلَقَ السَّمَوَاتِ
وَالْاَرْضَ وَجَعَلَ الظُّلُمَاتِ وَالنُّوْرِ وَفَقَهَ مَنْ اَرَادَ بِهِ
خَيْرًا فِي دِيْنِ اللّهِ فَاَصْبَحَ مِنَ الْعَالَمِيْنَ اَلْمُهْتَدِيْنَ.
اَشْهَدُ اَنْ لَا اِلَه اِلّا اللّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ يَمُنُّ
بِالْفَضْلِ وَيَمْنَعُ بِالْعَدْلِ وَهُوَ اَعْلَمُ حَيْثُ يَجْعَلُ رِسَالَتَهُ
وَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ. وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ وَالْمُرْسَلِيْنَ.صَلَّي اللهُ عَلَيْهِ
وَعَلَي اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِاِحْسَانِ اِلي يَوْمِ
الدِّيْنِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا. اَمَّا بَعْدُ. اَيُهَا النَّاسُ اِتَّقُوْا اللهَ
وَتَفَقَهُوْا فِي دِيْنِكُمْ. قَالَ اللهُ تعالي : يَرْفَعِ اللهُ الَّذيْنَ
اَمَنُوْا مِنْكُمْ وَالّذِيْنَ اُوْتُواالْعِلْمَ دَرَجَاتٍ. وّقَالَ اَيْضا: اِنَّ
شَرَّالدَّوَابِ عِنْدَالّلهِ الصُّمُّ الْبُكْمُ الَّذِيْنَ لّايَعْقِلُوْنَ
Saudara-saudaraku, semoga Allah SWT
senantiasa memulyakan kita melalui ucapan, tulisan, dan perbuatan yang memberi
manfaat kepada umat manusia.
Pertama, Khatib mengajak kepada diri
sendiri dan para jamaah, mari kita senantiasa mensyukuri kenikmatan yang telah
diberikan Allah kepada kita melalui peningkatan kualitas iman, Islam dan takwa
serta amal sholeh kita. melalui wujud syukur tersebut, Allah akan menempatkan
kita menjadi manusia yang mulia baik di dunia maupun di akherat.
Kedua, sholawat dan salam semoga
tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW, keluarganya, keturunananya dan semoga
memberkahi kepada seluruh umat nya, amin yang rabbal ‘alamin.
Saudara-saudaraku jamaah sholat jum’at yang
dimulyakan oleh Allah
Akhir-akhir ini media elektronik, media
online dan media sosial ramai membicarakan persoalan kekerasan atau penindasan
di lingkungan tertentu. istilah yang lebih terkenal disebut dengan bullying,
yaitu segala bentuk penindasan atau kekesaran, yang dilakukan secara sengaja oleh
satu orang atau kelompok yang lebih kuat kepada orang atau kelompok yang lebih
lemah atau kecil.
Jika dilihat dari definisi ini, sebenarnya
bentuk kekerasan yang sering kita lihat di berbagai media wujud dari perilaku
bullying seperti melakukan kekerasan fisik dengan menendang, memukul, melukai,
menampar, mendorong, menggigit, mencakar dan lain-lain. perilaku ini bisa
terjadi di rumah, di kantor, di sekolah, di tempat ibadah, di tempat-tempat
umum dan lain-lain.
Organisasi perlindungan anak-anak dunia, UNICEF
telah mencatat bullying atau perundungan di Indonesia terutama pada anak-anak
sekolah. Pada tahun 2020, telah terjadi 45% perundungan di kalangan pelajar
melalui daring. Perundungan yang paling banyak melalui daring berupa pelecehan
melalui aplikasi chating (45%), penyebaran video atau foto tanpa izin (41%) dan
pelecehan-pelecehan lain (14%). 40% kasus bunuh diri di Indonesia disebabkan
karena adanya perundungan.
Dari data yang terbatas ini, khatib telah
mengambil pelajaran, bahwa perilaku bullying atau perundungan sangat
membahayakan anak-anak baik secara fisik maupun psikis. Dalam jangka panjang,
akan berperanguh kepada psikologi anak-anak yang kena perundungan seperti
menjadi penakut, putus asa, menutup diri, dan kemudian melakukan bunuh diri karena
mengganggap bahwa dirinya sudah tidak berguna lagi.
Saudara-saudara ku yang dimuliakan oleh
Allah SWT
Persoalan tersebut harus segara ditangani
secara komprehensip yang melibatkan seluruh komponen masyarakat dan juga peran
besar dari pemerintah. Khatib menawarkan perspektif agama dalam menyelesaikan,
atau paling tidak mengurangi persoalan perundungan yang semakin mencuat ke
permukaan. Beberapa solusi yaitu:
Pertama, menciptakan keluarga yang penuh
dengan kasih-sayang.
Nabi Muhammad SAW bersabda:
اِنَّ الّلهَ اِذَا اّرّادَ بِاهْلِ الْبَيْتِ خَيْرًا اَدْخَلَ عَلَيْهِمِ
الرِّفْقَ
Artinya:
Sesungguhnya jika Allah menghendaki kebaikan
kepada ahli keluarga, maka Allah akan memasukan kelembutan pada mereka (HR. Ahmad).
Shoheh Bukhari menampilkan hadist nabi yang
sangat mendalam artinya, sebagai berikut:
“Kamu akan melihat kaum muslimin saling
mencintai dan menyayangi. Mereka laksana satu tubuh. Jika satu anggota sakit,
maka anggota lainya pun merasa sakit sehingga terasa panas”.
Hadist nabi yang agung dan menyentuh qalbu
sebagai berikut:
“Jangan lah saling hasad, berbuat najasy, marah,
dan mendiamkan. Jangan menjual di atas penjualan orang lain. Jadilah diantara
kalian bersaudara. Seorang muslim adalah saudara-saudaranya. Jangan berbuat
dzalim dan merendahkannya.”
Hadist tersebut menjelaskan bahwa sumber
kebaikan berupa perasaan yang lembut dalam ucapan, lapang dalam perasaan dan
suasana hati dan terkontrolnya emosional diri seseorang. Keluarga yang demikian
melahirkan suasana bahagia bagi anak-anak nya dan terlatih dengan pendidikan
yang baik dan akhlak mulia dalam pergaulan sehari-hari.
Dari sini peran keluarga adalah sangat
vital. Kebaikan yang telah tertanam dengan baik dalam keluarga mempunyai
potensi besar melahirkan kebaikan-kebaikan di luar rumah termasuk kebaikan
sikap, emosional dan perilaku anak-anak dalam pergaulan yang lebih luas di
masyarakat.
Kedua, membangun kesholehan sosial
اَرَاَيْتَ الَّذي يُكَذِّبُ بِالدِيْنِ. فَذَلِكَ الّذِي يَدُعُ
الْيَتِيْمَ. وَلَايَخُضُّ عَلَي طَعَامِ الْمِسْكِيْنِ. فَوَيْلُ لِلْمُصَّلِيْنَ.
اَلَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُوْنَ. اَلَّذِيْنَ هُمْ يُرَؤُنَ
وَيَمْنَعُوْنَ اَلْمَاعُوْنَ
Artinya:
Tahukah kamu orang-orang yang mendustakan
agama?. yaitu orang-orang yang menghardik anak yatim. Dan tidak memberi makan
kepada orang-orang miskin. Celakalah orang-orang yang sholat. Yaitu orang-orang
yang lalai pada sholatnya. Yang berbuat riya dan enggan memberi bantuan.
Ayat ini menunjukan bahwa ada seeorang atau
sekelompok orang yang menggunakan agama dan kesholehan individual untuk
melakukan perundungan atau bullying kepada orang-orang yang dianggap mempunyai
status derajat rendah. Mereka melakukan dengan beragam cara. Media nya bermacam
macam: ada yang melalui tempat ibadah, lembaga pendidikan, organisasi dan
lain-lain. bahkan ada kelompok yang melakukannya secara berlebih-lebihan
seperti menuduh orang-orang Islam yang tidak sepaham dengan mereka dianggap
kafir, syirik dan sejenisnya.
Ayat-ayat tersebut justru Allah melakukan
kritik pedas kepada klaim kesolehan individual. Bahkan Dia menegaskan bahwa
orang-orang tersebut sebenarnya tidak beragama walaupun mempunyai agama. Salah
satu sebabnya, yaitu tidak mampu kesolehan individual matinya rasa empati dan
kasih-sayang pada dirinya sehingga tidak peduli terhadap orang lain berupa
penderitaan dan kemiskinan, dan lebih memilih memperbaiki kualitas kesolehan
individual.
Ketiga, menggunakan media secara selektif
Allah SWT berfirman:
هَذَا خَلْقُ الّله فَاَرُونِى مَاذَ خَلَقَ الَّذِيْنَ مِنْ دُوْنِهِ بَلِ
الضَّالِمُوْنَ فِى ضَلَالٍ مُبِىْنِ
Artinya:
Inilah ciptaan Allah. Maka perlihatkan
olehmu kepadaku apa yang telah diciptakan oleh sesembahan-mu selain Allah
sebenarnya orang-orang yang dzalim berada dalam kesesatan yang nyata.
Ayat ini menjelaskan bahwaAllah telah
menciptakan media di dunia ini sebenarnya untuk mengabdi kepada-nya. namun sebagian
manusia banyak menciptakan media yang justru membuat mereka menjadi orang-orang
dzalim dan melakukan kerusakan dan kesesatan kepada masyarakat, terutama
generasi muda.
Salah satu solusi yaitu media elektronik,
media online dan media sosial harus memberikan suguhan informasi yang mendidik
dalam memperkuat ruh keimanan, semangat berbuat baik dan mengandung nilai-nilai
moralitas.
Saudara-saudara ku yang mulia.
Bullying atau perundungan merupakan bagian
dari perilaku yang sudah terjadi dari generasi- ke generasi. Namun islam telah
mengajarkan bahwa dalam kehidupan sosial, ada yang harus dilakukan dalam
menciptakan keharmonisan dalam keberagaman dan perbedaan yaitu mentradisikan
akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari.
Mari resapi firman Allah s.w.t sebagai
berikut
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِى رَسُوْلِ الّلهِ اُسْوَةُ حَسَنَةً لِمَنْ كَانَ
يَرْجُوْا اللهَ وَالْيِوْمَ اَلْاَخِرَ وَذَّكَر اللهَ كَثِىرًاَ
Artinya:
Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah
itu suri tauladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang mengharapkan rahmat
allah dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah S.W.T.
Wujud akhlak yang perlu dilakukan dalam
kehidupan sehari-hari dalam rangka mengurangi potensi bullying yaitu dengan
memperkuat akhlak di rumah tangga, di masyarakat dalam pengertian luas dan
bijak dalam menggunakan media di arus informasi saat sekarang ini.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْانِ
الْكَرِيمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاَيَاتِ
وَالذِّكْرِالْحَكِيْمِ. وَتَقَبَلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهَ اِنَّهُ هُوَ
السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. اَقُوْلُ قَوْلِي هذَا وَاسْتَغْفِرُاللهَ الْعَظِيْمَ
لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِالْمُسْلِمِيْنَ والْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمينَ
والْمؤْمِنَاتِ فَاسْتَغْفِرُوهُ اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Khutbah ke-II
اَلْحَمْدُ للهِ مُؤَيِّدِ الصَّابِرِيْنَ بِعَزِيْزِ نَصْرِهِ. اَشْهَدُ
اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَلَّهُمَّ صَلِّ عَلَي سَيِّدِنَا
مُحَمَّدٍ. صَلي اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَي اَلِهِ مُنْتَهَي الدُّهُوْرِ. صَلَاةً
دَائِمَةً بِلَافَنَاءِ وَلَا فُتُورٍ. وَسَلَّمَ تَّسْلِماً كَثِيْرًا.
اَمَا بَعْدُ. فَيَا اَيُهَا النَّاسُ اتَّقُوااللهَ انَّ اَمَرَكُمْ
بِاَمْرٍ بَدَاءَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ وَاَيَهَ بالْمُؤْمِنِيْنَ
مِنْ عِبَادِهِ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَي فِي الْقُرْاَنِ الْكَرِيْمِ: اِنَّ اللهَ
وَمَلَائِكَتِهِ يُصَلُّوْنَ عَلَي النَّبِي يَااَيُهَا الَّذِيْنَ امَنُوا
صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيْمًا. اَلَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا
مُحَمَّدٍ سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ وَاَنْبِيَائِكَ وَرُسُوْلِكَ وَاَهْلِ
طَعَتِكَ اَجْمَعِيْنَ.
اَلَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ والْمُؤْمِنَاتِ والْمُسْلِمِيْنَ
وَالْمُسْلِمَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ. رَبَّنَا
اتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْاَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ
النَّارِ. رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِاِخْوَانِنَا الّذِيْنَ سَبَقُوْنَا
بِالْاِيْمَانِ وَلَاتَجْعَلْ فِى قُلُوْبِنَا غِلًا لِلّذِيْنَ امَنُوْا رَبَنَّا
اِنَّكَ رَؤُفٌ رَحِيْمٌ.
عِبَادَاللهِ. اِنَّ اللهَ يَامُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِ
ذِى الْقُرْبَي وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْ بَغْيِ
يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَّكَرُوْنَ. فَاذْكُرُوااللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ
وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُكُ اللهِ اَكْبَرُ.
Penulis : Imam Ghozali
Mengelola Ucapan Di Media Sosial
16 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   83
Khutbah Jum'at Kontemporer: Manfaat Halal Bi Halal
31 Maret 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   368
Menjemput Lailatul Qadr
05 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   111
Kewajiban Pemerintah Menjaga Rasa Aman Rakyatnya
01 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   144
Khutbah Kontemporer: Hubungan Ikhlas Dan Kualitasa Bicara Di Bulan Ramadhan
26 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   269
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13565
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4558
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3576
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2970
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2876