
اَلْحَمْدُ للّهِ الَّذئ خَلَقَ السَّمَوَاتِ
وَالْاَرْضَ وَجَعَلَ الظُّلُمَاتِ وَالنُّوْرِ وَفَقَهَ مَنْ اَرَادَ بِهِ
خَيْرًا فِي دِيْنِ اللّهِ فَاَصْبَحَ مِنَ الْعَالَمِيْنَ اَلْمُهْتَدِيْنَ.
اَشْهَدُ اَنْ لَا اِلَه اِلّا اللّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ يَمُنُّ
بِالْفَضْلِ وَيَمْنَعُ بِالْعَدْلِ وَهُوَ اَعْلَمُ حَيْثُ يَجْعَلُ رِسَالَتَهُ
وَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ. وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ وَالْمُرْسَلِيْنَ.صَلَّي اللهُ عَلَيْهِ
وَعَلَي اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِاِحْسَانِ اِلي يَوْمِ
الدِّيْنِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا. اَمَّا بَعْدُ. اَيُهَا النَّاسُ اِتَّقُوْا اللهَ
وَتَفَقَهُوْا فِي دِيْنِكُمْ. قَالَ اللهُ تعالي : يَرْفَعِ اللهُ الَّذيْنَ
اَمَنُوْا مِنْكُمْ وَالّذِيْنَ اُوْتُواالْعِلْمَ دَرَجَاتٍ. وّقَالَ اَيْضا: اِنَّ
شَرَّالدَّوَابِ عِنْدَالّلهِ الصُّمُّ الْبُكْمُ الَّذِيْنَ لّايَعْقِلُوْنَ
Saudara-saudaraku, semoga Allah SWT
senantiasa memulyakan kita melalui ucapan, tulisan, dan perbuatan yang memberi
manfaat kepada umat manusia.
Pertama, Khatib mengajak kepada diri
sendiri dan para jamaah, mari kita senantiasa mensyukuri kenikmatan yang telah
diberikan Allah kepada kita melalui peningkatan kualitas iman, Islam dan takwa
serta amal sholeh kita. melalui wujud syukur tersebut, Semoga kita mendapatkan
tempat yang mulia disisi-Nya dan mencatat segala aktivitas sebagai bagian dari
amal sholeh yang diterima oleh-Nya.
Kedua, sholawat dan salam semoga
tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW, keluarganya, keturunananya dan semoga
memberkahi kepada seluruh umat nya, amin yang rabbal ‘alamin.
Saudara-saudaraku yang pada hari ini bisa
melaksanakan Jamaah Sholat Jum’at yang dimulyakan oleh Allah
Tahun baru hanyalah sebuah tanda bahwa
dunia ini terus berputar. Esensi waktu bukan pada terompet dan bakar jagung. Bukan
sama sekali. Tahun baru adalah perjalanan jauh para musafir. Bagi sebagian
orang tahun baru merupakan suatu kebahagiaan. Sebab bertemua dengannya berarti masih ada umur dan kesempatan untuk
menikmati keindahan dunia. Bagi orang-orang yang belum menikah, ada harapan di tahun
baru mendapatkan jodoh terbaiknya. Bagi orang-orang yang belum mendapatkan
pekerjaan, tahun baru menjadi momentum untuk ikhtiar mendapatkan pekerjaan
sesuai dengan keahliannya.
Namun sebagian orang memasuki tahun baru
disambut dengan kesedihan. Sedih karena kehilangan apa-apa yang ada pada
dirinya; keluarganya yang telah mendahuluinya, dan orang-orang yang dicintai
telah meninggalkannya. Ada juga sedih karena situasi ekonomi yang belum juga
berubah, persoalan-persoalan keluarga, karir yang semakin tidak menentu. Semua
ini bisa terjadi. Di belahan dunia ini, Ada jutaan problematika kehidupan yang
terus bertambah dalam beragam versi, ada tangisan dan kebahagiaan silih
berganti. Semua berusaha untuk melakukan yang terbaik dalam hidupnya.
Para Jamaah Sholat Jum’at yang Dimulyakan oleh
Allah SWT
Islam adalah agama yang memberi solusi.
Ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadist secara subtansi telah mengajarkan tentang
mengisi waktu dengan baik. Q.S. Asl-Asr ayat 1-3 sebagai berikut:
والعصر. ان الانسان لفي خسر. الا الذين امنوا وعملوا الصلحت وتواصوا بالحق.
وتواصوا بالصبر
Artinya:
Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar
dalam keadaan rugi. Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal sholeh serta
saling menasehati untuk kebenaran dan kesabaran.
Syeikh Abu Ali Ad-Daqqaq R.A berkata: “Waktu
adalah sesuatu yang anda berada di dalamnya. Kalau anda di dunia, maka waktu
anda adalah dunia. bila di akherat, maka waktu anda di akhirat. Ketika anda
senang, maka senang itu waktu anda. Kalau anda susah, susah itulah waktu anda.”
Waktu adalah pembubut yang akan menggilasmu, namun tidak melenyapkanmu. Waktu
mengambilmu, tanpa melenyapkan sama sekali.
Saudara-Saudara Ku yang Mulia,
Hari ini kita sedang berlomba lari dengan
waktu. Waktu terus berjalan tidak pernah berhenti, sedangkan kita sering
berhenti. Hari ini kita telah menghabiskan waktu 24 jam, namun kita tidak
mengetahui apakah kita telah mengalahkan waktu dengan melakukan kualitas diri
yang bisa dipertanggungjawakan di hadapan Allah SWT.
Maka perlu adanya langkah-langkah konkrit
untuk memperbaiki kualitas diri kita sebagai bentuk pertanggungjawaban atas
waktu yang tersedia pada diri masing-masing.
Pertama, niatkan waktu sepanjang hari untuk
beribadah kepada Allah SWT.
انما الاعمالُ بِالنِّيَاتِ وَ اِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَي فَمَنْ
كَانَتْ هِجْرَتُهُ اِلَي اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ اِلَي الله
وَرَسُوْلِهِ وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يَضِبِيْهَا اَوْ اِمْرَاَةِ
يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ اِلَي مَا هَجَرَ اِلَيْهِ
Artinya:
Sesunggunya amal perbuatan tergantung
kepada niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang akan mendapatkan apa yang dia
niatkan. Barangsiapa yang berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya maka dibenarkan
oleh Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa yang berhijrah karena harta dan wanita
yang dia nikahi, maka dia hanya mendapatkan keduanya.
Hadist tersebut jelas sekali bahwa kontek
dalam perbuatan tersebut adalah berkaitan dengan persoalan dunia secara umum.
Harta dan wanita adalah simbol segala aktivitas di dunia. Semua orang ingin
mendapatkan keduanya dalam beragam bentuk lainnya seperti pangkat, jabatan,
kedudukan, kekayaan dan keindahan dunia. semua itu membutuhkan suatu dorongan
niat untuk mencapainya. Ketika segala apa yang dilakukan karena Allah dan
Rasul-Nya, maka semua kekayaan, pekerjaan, kedudukan, berumah tangga dan segala
aktivitasnya menjadi bernilai ibadah. Dari sini, sebenarnya semakin jelas bahwa
untuk membangun kualitas diri setiap hari agar bernilai ibadah dan amal sholeh,
maka niat dalam melakukan aktivitas benar-benar hanya mencari ridha Allah SWT.
Kedua, Merealisasikan Niat dalam Wujud
Perbuatan Baik.
Allah SWT Q.S. Ass-Syu’araa berfirman:
يَوْمَ لَايَنْفَعُ مَالٌ وَلَابَنُوْنَ اِلَّا مَنْ اَتَي الّلهَ بِقَلْبٍ
سَلِيْمٍ
Artinya:
Yaitu di hari harta dan anak-anak laki-laki
tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih
Allah berfirman dalam Surat Ar-Rad ayat 11
sebagai berikut:
اِنَّ اللهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّي يُغَّيِرُوا مَا
بِانْفُسِهِمْ
Artinya: Sesungguhnya Allah tidak akan
merubah suatu kaum kecuali mereka sendiri yang melakukan perubahan.
Ayat ini menjelaskan secara umum siapapun dan
apakah beriman atau tidak, Allah memberi kesempatan sama untuk meraih hidup
terbaik baginya. Kita bisa melihat di buku-buku atau youtube motivasi, ada
seorang laki-laki yang tidak mempunyai tangan dan kaki yang bernama Nick
Vujicic. Pada masa kecilnya saat masuk SD, dia rasanya ingin bunuh diri. Semua
memandang dirinya yang tidak sempurna. Tidak ada tangan dan kaki. Namun,
sejalan perjalanan waktu dia sadar. Tidak ada gunanya meratapi segala
kekurangan. Hinaan selalu saja datang. Yang bisa merubah keadaan adalah dirinya
sendiri. bukan orang lain. Kesadaran kuat pada dirinya menyebabkan dia terus
belajar dan berlatih. Kini, dia telah sukses luarbiasa. Dia bisa berenang, bisa
mengelilingi dunia, bisa tampil menjadi pembicara internasional di depan ribuan
orang-orang yang sempurna punya tangan dan kaki, dan hebatnya lagi dia menjadi
penulis internasional yang buku nya menginspirasi jutaan orang-orang yang
tubuhnya terbatas.
Saudara-saudaraku, dia bukan muslim tapi
mempunyai semangat luarbiasa dan mampu mengubah dirinya yang tidak sempurna
menjadi terlihat sangat sempurna. Kita seorang muslim yang selalu
mengagung-ngagungkan Al-Qur’an sebagai kitab inspirasi terbaik, namun sampai
detik ini ternyata Al-Qur’an yang agung belum mampu mengispirasi kita dari
keadaan biasa-biasa saja menjadi luarbiasa. Kita kadang lebih sibuk menilai
orang lain di kedai-kedai kopi. Waktu dihabiskan berjam-jam dengan hal-hal yang
tidak produktif. Al-Qur’an benar-benar baru sebatas sebagai bacaan, belum mampu
menggugah diri kita menjadi umat yang ya’ulu wala yu’la ‘alaih, atau
umat terbaik di antara umat lain.
Ketiga, Interopeksi Diri.
Allah SWT berfirman Hasyar ayat 18 :
يَاايُهَا الّذِيْنَ اَمَنُوْا اتَّقُوااللهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا
قَدَّمَّتْ لِغَدِ. وَاتَّقُوْا الله ان الله خَبِيْرٌ بِمَا تَعْلَمُوْنَ
Wahai orang-orang beriman, bertakwalah
kepada Allah dan hendaklah setiap orang-orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya
untuk hari esok. Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui terhadap
apa yang kamu kerjakan.
Hadirin yang dimulyakan Allah, salah satu
etika seorang muslim menyikapi hidup ini yaitu melakukan perencanaan yang baik
untuk masa depannya. Baik dalam kehidupan dunia maupun akherat. Islam melarang
umatnya meninggalkan keturunan yang lemah dan fakir. Sebab keduanya mempunyai
potensi menjadi manusia yang kufur. Makna dunia ini tempat bersenang-senang
orang kafir dan penjara bagi orang beriman mempunyai makna bahwa orang beriman
yang mempunyai jabatan dan kekayaan melimpah jangan sampai hanya bisa dinikmati
di dunia, tapi harus menjadi investasi di akherat. Berbeda dengan orang kafir
yang tidak mempunyai konsep akherat. Karena itu, seorang beriman boleh
menikmati segala kekayaannya di dunia dan tidak boleh meninggalkan untuk bekal
di akherat nanti.
Hadirin yang dimulyakan oleh Allah swt,
demikian khutbah singkat. Semoga ada manfaatnya.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْانِ
الْكَرِيمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاَيَاتِ
وَالذِّكْرِالْحَكِيْمِ. وَتَقَبَلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهَ اِنَّهُ هُوَ
السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. اَقُوْلُ قَوْلِي هذَا وَاسْتَغْفِرُاللهَ الْعَظِيْمَ
لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِالْمُسْلِمِيْنَ والْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمينَ
والْمؤْمِنَاتِ فَاسْتَغْفِرُوهُ اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Khutbah ke-II
اَلْحَمْدُ للهِ مُؤَيِّدِ الصَّابِرِيْنَ بِعَزِيْزِ نَصْرِهِ. اَشْهَدُ
اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَلَّهُمَّ صَلِّ عَلَي سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ.
صَلي اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَي اَلِهِ مُنْتَهَي الدُّهُوْرِ. صَلَاةً دَائِمَةً
بِلَافَنَاءِ وَلَا فُتُورٍ. وَسَلَّمَ تَّسْلِماً كَثِيْرًا.
اَمَا بَعْدُ. فَيَا اَيُهَا النَّاسُ اتَّقُوااللهَ انَّ اَمَرَكُمْ
بِاَمْرٍ بَدَاءَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ وَاَيَهَ بالْمُؤْمِنِيْنَ
مِنْ عِبَادِهِ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَي فِي الْقُرْاَنِ الْكَرِيْمِ: اِنَّ اللهَ
وَمَلَائِكَتِهِ يُصَلُّوْنَ عَلَي النَّبِي يَااَيُهَا الَّذِيْنَ امَنُوا
صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيْمًا. اَلَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا
مُحَمَّدٍ سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ وَاَنْبِيَائِكَ وَرُسُوْلِكَ وَاَهْلِ
طَعَتِكَ اَجْمَعِيْنَ.
اَلَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ والْمُؤْمِنَاتِ والْمُسْلِمِيْنَ
وَالْمُسْلِمَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ. رَبَّنَا اتِنَا
فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْاَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِاِخْوَانِنَا الّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْاِيْمَانِ
وَلَاتَجْعَلْ فِى قُلُوْبِنَا غِلًا لِلّذِيْنَ امَنُوْا رَبَنَّا اِنَّكَ رَؤُفٌ
رَحِيْمٌ.
عِبَادَاللهِ. اِنَّ اللهَ يَامُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِ
ذِى الْقُرْبَي وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْ بَغْيِ
يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَّكَرُوْنَ. فَاذْكُرُوااللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ
وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُكُ اللهِ اَكْبَرُ.
Penulis : Imam Ghozali
Mengelola Ucapan Di Media Sosial
16 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   83
Khutbah Jum'at Kontemporer: Manfaat Halal Bi Halal
31 Maret 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   368
Menjemput Lailatul Qadr
05 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   111
Kewajiban Pemerintah Menjaga Rasa Aman Rakyatnya
01 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   144
Khutbah Kontemporer: Hubungan Ikhlas Dan Kualitasa Bicara Di Bulan Ramadhan
26 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   269
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13565
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4558
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3572
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2969
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2876