Avatar

Imam Ghozali

Penulis Kolom

871 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Tangisan Rindu kepada Sang Kekasih


 NEWS

Senin , 16 Januari 2023



Telah dibaca :  387

Senin (19 Desember 2022) ulang tahun meranti tahun ini memang cukup padat. Ada lima undangan dari pemda dengan waktu yang tidak terlalu jauh, berjejer-jejer. Namun dari berbagai kegiatan, yang paling menarik adalah pengajian dan sekaligus sholawatan dari Habib Sayyid Seif Alwi Pimpinan Majelis Ahbaburrasul Indonesia.

Mengapa demikian? Jawabannya saya suka mendengar lantunan sholawat. Ada getaran sangat kuat masuk ke relung hati, dan terkadang perasaan emosional pun terbawa. Tak terasa terkadang tetesan air mata pun jatuh membasahi pipi. Ada rasa rindu ingin bertemu Rasulullah s.a.w.

Apa ini yang dinamakan cinta kepada Rasulullah s.a.w?

Baca Juga : Catatan Pinggir tentang Umroh

Bisa jadi, ini luapan cinta. Mungkin bisa jadi cinta biasa, cinta monyet atau cinta yang tulus kepadanya. Namun apapun itu namanya, saya kira ikatan cinta merupakan perwujudan yang sangat agung. Toh seandainya ada hal-hal yang keliru, bukan cinta nya yang dibunuh tapi caranya yang dibenarkan.

Sebagaimana saya, anda pun pernah mengalami rasa cinta kepada Rasulullah s.a.w. sebagaimana seorang lelaki mencintai seorang wanita, saya kira inti dari segala strategi yang dibuatnya hanya pada satu tujuan yaitu memiliki hatinya dan cinta seutuhnya. Betul, implementasi cinta ada yang salah cara, ada yang dengan cara-cara yang kotor dan melanggar syariat Islam. Ini yang kemudian melahirkan apa yang disebut saat sekarang ini dengan istilah ‘cinta terlarang’. Maka, aturan percintaan pun dalam Islam sangat jelas yaitu baik dari sisi ucapan, cara berfikir dan dari segi perbuatannya.

Seandainya anda mencintai seseorang, lalu anda menyanjung nya dengan kalimat-kalimat yang indah dan positif tidak lah dilarang. Begitu juga saat anda meniru segala perbuatannya yang baik, maka itu sah-sah saja. Karena cinta lahir, bukan sebatas pada keindahan fisik, tapi juga perilaku nya. semua dilakukan bagian dari luapan cinta kepada seseorang yang anda cintai.

Itu sebabnya, kenapa saya mencintai Rasulullah s.a.w. saya menyanjungnya sebagai orang yang paling mulia, orang yang digambarkan sebagai ‘nur fauqo nur’ cahaya di atas cahaya dalam derajat kemanusiaan. Tidak ada manusia yang cahaya kemulyaan melebihi nabi Muhammad s.a.w. dan saya menyebutnnya, menyanjungnya dan belajar mengikuti sunnah-sunnah nya agar saya dapat bagian sisi positif dan mendapatkan keberkahan hidup yaitu mendapatkan syafaat di hari Akherat. 



Penulis : Imam Ghozali


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Pilih Prodi Yang Kamu Suka!, Yuk Kuliah di FSEI !
13 April 2026   Oleh : NEWS   141

Prospek prodi Hukum Keluarga Islam
06 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   232

Sosialisasi Draff Pedoman Penyusunan Tata Naskah Dinas
01 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   279

Pembagian Staff Akademik Fakultas
01 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   169

Pengumuman UM-PTKIN 2026
31 Maret 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   511

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13570


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4567


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2884