
Senin (19 Desember 2022) ulang tahun meranti tahun ini
memang cukup padat. Ada lima undangan dari pemda dengan waktu yang tidak terlalu
jauh, berjejer-jejer. Namun dari berbagai kegiatan, yang paling menarik adalah
pengajian dan sekaligus sholawatan dari Habib Sayyid Seif Alwi Pimpinan Majelis
Ahbaburrasul Indonesia.
Mengapa demikian? Jawabannya saya suka mendengar
lantunan sholawat. Ada getaran sangat kuat masuk ke relung hati, dan terkadang
perasaan emosional pun terbawa. Tak terasa terkadang tetesan air mata pun jatuh
membasahi pipi. Ada rasa rindu ingin bertemu Rasulullah s.a.w.
Apa ini yang dinamakan cinta kepada Rasulullah s.a.w?
Baca Juga : Catatan Pinggir tentang Umroh
Bisa jadi, ini luapan cinta. Mungkin bisa jadi cinta
biasa, cinta monyet atau cinta yang tulus kepadanya. Namun apapun itu namanya,
saya kira ikatan cinta merupakan perwujudan yang sangat agung. Toh seandainya
ada hal-hal yang keliru, bukan cinta nya yang dibunuh tapi caranya yang
dibenarkan.
Sebagaimana saya, anda pun pernah mengalami rasa cinta
kepada Rasulullah s.a.w. sebagaimana seorang lelaki mencintai seorang wanita,
saya kira inti dari segala strategi yang dibuatnya hanya pada satu tujuan yaitu
memiliki hatinya dan cinta seutuhnya. Betul, implementasi cinta ada yang salah
cara, ada yang dengan cara-cara yang kotor dan melanggar syariat Islam. Ini yang
kemudian melahirkan apa yang disebut saat sekarang ini dengan istilah ‘cinta
terlarang’. Maka, aturan percintaan pun dalam Islam sangat jelas yaitu baik
dari sisi ucapan, cara berfikir dan dari segi perbuatannya.
Seandainya anda mencintai seseorang, lalu anda
menyanjung nya dengan kalimat-kalimat yang indah dan positif tidak lah
dilarang. Begitu juga saat anda meniru segala perbuatannya yang baik, maka itu
sah-sah saja. Karena cinta lahir, bukan sebatas pada keindahan fisik, tapi juga
perilaku nya. semua dilakukan bagian dari luapan cinta kepada seseorang yang
anda cintai.
Itu sebabnya, kenapa saya mencintai Rasulullah s.a.w. saya
menyanjungnya sebagai orang yang paling mulia, orang yang digambarkan sebagai ‘nur
fauqo nur’ cahaya di atas cahaya dalam derajat kemanusiaan. Tidak ada
manusia yang cahaya kemulyaan melebihi nabi Muhammad s.a.w. dan saya
menyebutnnya, menyanjungnya dan belajar mengikuti sunnah-sunnah nya agar saya
dapat bagian sisi positif dan mendapatkan keberkahan hidup yaitu mendapatkan
syafaat di hari Akherat.
Penulis : Imam Ghozali
Pilih Prodi Yang Kamu Suka!, Yuk Kuliah di FSEI !
13 April 2026   Oleh : NEWS   141
Prospek prodi Hukum Keluarga Islam
06 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   232
Sosialisasi Draff Pedoman Penyusunan Tata Naskah Dinas
01 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   279
Pembagian Staff Akademik Fakultas
01 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   169
Pengumuman UM-PTKIN 2026
31 Maret 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   511
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13570
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4567
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3582
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2989
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2884