
Tantangan Mahasiswa Di Era Digital
Persaingan ilmu pengetahuan dan
teknologi di era digital semakin tidak terbendung. Terutama negara-negara maju
seperti China dan Amerika Serikat. Kedua nya bersaing sangat sengit di tengah
perang dagang memasuki tahun 2025. AS mengalami ketertinggalan dari China.
AS pun terus mengejar ketertinggalan
tersebut. ia mulai ada wacana untuk mengarah kepengembangan superapp. Elon Musk
pernah ingin menyulap X ( dulu Twitter) berperan sebagai aplikasi microblog
sekaligus mendukung transaksi kripto pada tahun 2025
Kini juga sudah ada teknologi
Kecerdasan Buatan (AI). Teknologi ini telah menyentuh sendi-sendi kehidupan
manusia. selain AS, dan China ada beberapa negara yang telah mengembangkan
teknologi tersebut, seperti Inggris, Israel, Kanada, Jerman, India, Prancis,
Korsel dan Singapura
Perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi merupakan suatu Langkah strategis memperkuat peran suatu negara di
persaingan ekonomi dan politik global. Dengan menguasi teknologi, negara-negara
akan menjadi ancaman. Sebab sektor tenaga manusia lambat laun akan berkurang
diganti dengan tenaga komputer. Akibatnya terjadi pengangguran besar-besar dan
dampaknya bisa terjadi lebih luas pada aspek ekonomi, sosial-budaya, politik
dan pertahanan-keamanan suatu bangsa dan negara.
Arah Mahasiswa di Tengah Persaingan
Global
Dunia seolah-olah menjadi sangat
kecil. Mahasiswa mampu mengakses kehidupan manusia di seluruh belahan dunia.
Tidak perlu menghabiskan jutaan rupiah untuk bisa melihat keindahan Piramide Di
Mesir, Menara Pisa Di Itali dan tempat-tempat hiburan lainnya. melalui kemajuan
teknologi, mahasiswa juga bisa menambah wawasan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Semua bisa memberi manfaat untuk mengembangkan kemampuan dan mempersiapkan
untuk masa depan nya.
Pada kondisi seperti ini, persaingan
sangat kompetitif. Pada saat yang sama, mahasiswa sering terlena oleh
hiburan-hiburan yang disuguhkan melalui aplikasi-aplikasi di alat komunikasi,
dan perangkat teknologi lain. mereka terbuai oleh kenikmatan sesaat. Padahal
pada saat yang sama juga, negara-negara maju telah mempersiapkan Sumber Daya
Manusia (SDM) dalam menghadapi persaingan tersebut.
Ada beberapa yang harus dipersiapkan
oleh mahasiswa agar mereka bisa eksis dalam persaingan global antara lain:
Pertama, memperkuat keimanan kepada Allah swt. Pada era digital,
negara-negara maju mempunyai kelebihan akan kemajuan teknologi yang sangat
pesat. Sehingga mereka menjadi pelaku utama dalam bidang tersebut, bahkan bisa
mempengaruhi pada bidang-bidang lainnya. disisi lain, Ada sisi negatifnya yaitu
generasi muda mereka mengalami stress kehidupan yang sangat tinggi. Bahkan
biaya untuk perawatan menghabiskan trilyunan. Penyebabnya yaitu para orang tua
dan generasi muda di negara-negara maju mengalami ketakutan ketika mereka tidak
mendapatkan pekerjaan. Akibatnya sikap tersebut mereka mengalami penderitaan
jiwa yang sangat parah.
Dari fakta tersebut, agama mempunyai
fungsi sangat penting dalam membentuk manusia mempunyai sandaran keimanan kuat
kepada Allah .Sebab hanya orang-orang yang mempunyai sandaran kuat kepada-Nya
mempunyai kekuatan mental dan jiwa yang sangat baik dalam menghadapi segala
persoalan kehidupan saat sekarang ini. Melalui ketekunan beribadah kepada
Allah, manusia akan mendapatkan petunjuk, ihdayah, ide, ilham, kesempatan,
ketenangan, kesehatan dan keikhlasan sebagai sarana untuk membangun prestasi
yang diamanahkan oleh-Nya
Kedua, menumbuh kembangkan sikap bela negara dan membangun nasionalisme
dalam hati. Setiap bangsa selalu berusaha semaksimal mungkin membangun negara
masing-masing. Suatu bangsa yang berkualitas lahir dari generasi muda yang
terus memperbaiki kualitas diri dalam mewujudkan rasa nasionalisme dan bela
negara. tanpa adanya kualitas diri, nasionalisme dan bela negara sangat mudah
diprovokasi oleh isu-isu kesukuan, etnis, budaya dan agama. Keberagaman yang
seharusnya menjadi sumber kekuatan, bisa menjadi sumber kehancuran. Sebab
rendahnya kualitas bangsa akan berpengaruh rendahnya pendidikan dan ekonomi.
Kondisi bangsa yang seperti itu sangat rentan sekali terjadi perpecahan di
internal bangsanya
Mahasiswa harus belajar dari
sejarah, terlalu lama bangsa Indonesia dijajah salah satu penyebabnya karena
tingkat SDM nya rendah dan belum ada kesadaran bersatu dalam ikatan satu bangsa
dan negara.
Mahasiswa juga harus belajar dari
para pahlawan. Mereka telah mengorbankan jiwa, raga dan harta agar Indonesia
menjadi negara merdeka. Tanpa adanya perjuangan para pahlawan dan pertolongan
Allah, Indonesia akan menjadi bangsa yang terjajah seperti bangsa Palestina
saat ini. Maka, semakin penting sikap nasionalisme dan bela negara untuk NKRI.
Ketiga, mempersiapkan ilmu pengetahuan dan keahlian atau skill. Dewasa ini
pengetahuan sangat penting dalam mempersiapkan generasi-generasi muda yang
unggul. Negara-negara maju telah menginvestasikan besar-besaran biaya untuk meningkatkan
kualitas generasi unggul dalam bidang pengetahuan. Mereka juga telah
mempersiapkan sistem pendidikan yang berkualitas, sarana-prasarana yang memadai
dan tenaga-tenaga pendidik yang berkualitas serta mempersiapkan gizi makan yang
berkualitas.
Negara-negara Timur Tengah telah
menyongsong sebagai negara yang siap bersaing dengan negara-negara maju, antara
lain Arab Saudi, Qatar dan Iran. Mereka tidak segan-segan menggunakan tenaga
pendidik dari Barat dan China untuk melakukan transfer ilmu pengetahuan kepada
generas-generasi muda. Arab Saudi bahkan telah menjadikan bahasa Inggris
sebagai bahasa kedua setelah bahasa Arab. Bahasa Mandarin juga telah
diperkenalkan kepada peserta didik sejak kelas 1 SD.
Keempat, membangun pribadi dengan berorganisasi. Mahasiswa di kampus tentu
bukan sebatas memperdalam ilmu pengetahuan dan keahlian-keahlian untuk
menyongsong masa depan nya. ada yang tidak kalah penting yaitu kemampuan
berorganisasi bagi mahasiswa.
Bagi sebagian mahasiswa organisasi
kemahasiswaan (ormawa) seolah-olah tidak penting dan terlalu menyita waktu.
Mereka terkadang tidak berminat untuk masuk ke dalam organisasi. mereka malah
terkadang mengisi waktu luang hanya untuk santai-santai dan menghamburkan masa
muda dari hal-hal yang tidak bermanfaat. Akibatnya, setelah mereka selesai
kuliah maka tidak ada koneksi yang bisa dibangun. Mereka mengalami kebingungan
untuk membangun diri. Akibatnya mereka tertinggal informasi-informasi penting
untuk membangun masa depan.
Berbeda bagi mahasiswa yang telah
aktif berorganisasi akan selalu mendapatkan informasi dari jaringan-jaringan
organisasi yang lebih luas. Mereka bisa bersilaturahim dan saling sharing
terhadap hal-hal yang positif dalam membangun kepribadian yang berkualitas,
karir dan bahkan juga pasangan hidupnya. Semua ini bisa dibangun dan diwujudkan
melalui organisasi. Ia masuk dan aktif dalam organisasi. Melalui organisasi
mahasiswa mereka selain mendapatkan koneksi, juga mempunyai kemampuan lebih
berupa kemampuan memimpin dan mempengaruhi pemikiran orang untuk mengikuti
pandangan-pandangan anda. Ketika anda sudah mampu melakukan hal ini, maka ada
peluang besar anda menjadi pemimpin di masa mendatang.
Ruang Diskusi
Jika anda ingin masuk organisasi
kemahasiswaan atau ormawa, organisasi apa anda akan bergabung. Tulis nama dan
ormawa nya.
Daftar Pustaka
al-Qurtubi, A. '. (n.d.). Al-Jami'
Al-Ahkam Al-Qur'an . Beirut: Al-Resalah .
Aziz, M. (2012). Pesan Tuhan untuk
Membangun Kembali Karakter Bangsa. Jakarta : Da'i Fiah Qallah .
Azra, A. (1999). Konteks Berteologi
di Indonesia Pengalaman Islam . Jakarta Selatan : Paramadina .
Dhofier, Z. (2011). Tradisi
Pesantren Studi Pandangan Hidup Kyai dan Visinya Mengenai Masa Depan Indonesia,
Cet.8. Jakarta: LP3ES.
Faturochman, A. K. (Tahun XII, No.
2, Desember 2004 ). Nasionalisme . Buletin Psikologi, Tahun XII, No. 2,
Desember.
Ghozali, I. (2020). Agama, Politik
dan Negara. Banyumas : CV.Rizquna.
Ghozali, I. (2024). Politik Islam
Nusantara Said Aqil Siraj di Media Massa. el-buhuth:Borneo Journal of Islamic
Studies.
https://tekno.sindonews.com. (n.d.).
Retrieved from
https://tekno.sindonews.com/read/1437521/207/10-negara-paling-maju-dalam-perlombaan-ai-israel-kalah-telak-dari-china-1723878531
https://www.cnbcindonesia.com.
(n.d.). Retrieved from
https://www.cnbcindonesia.com/tech/20250122164759-37-605210/meleng-dikit-amerika-sudah-kalah-jauh-dari-china
M, S. (19 Mei 1995). Memaknai
Kembali Nasionalisme. Kompas .
M.Anzaikhan, F. I. (2023). Moderasi
Beragama Sebagai Pemersatu Bangsa serta Peranya dalam Perguruan Tinggi.
Abrahamic Religions.
Madjid, N. (2009). Cita-Cita Politik
Islam. Jakarta : Paramadina.
Marjani, G. I. (2012). Wajah
Toleransi NU, Sikap NU terhadap Kebijakan Pemerintah atas Umat Islam . Jakarta
Selatan : RMBOOKS.
Munawar-Rachman, B. (2006).
Ensiklopedi Nurcholish Madjid Pemikiran Islam di Kanvas Peradaban, Jilid. 2,
Cet. 1, . Indramayu, : Yayasan Pesantren Indonesia Al-Zaytun, 2006, hlm.
769-1744.
Penulis : Vijianfaiz,PhD
Muhammad firdaus
Nama: JJ Tulis menulis
Urgensi Moderasi Beragama
27 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   353
Nasionalisme Dalam Pandangan Islam
25 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   614
SAP PENGANTAR STUDI ISLAM
30 September 2023   Oleh : Imam Ghozali   735
Cara Membuat Artikel Sederhana untuk Mahasiswa
23 Februari 2023   Oleh : Imam Ghozali   653
Kontrak Kuilah STAI NH
18 Februari 2023   Oleh : Imam Ghozali   384
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      14212
Dalil Berdoa Untuk Mayit
Minggu , 11 Mei 2025      5572
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      5211
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      4551
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      4060