Avatar

Vijianfaiz,PhD

Penulis Kolom

386 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Tantangan Mahasiswa Di Era Digital



Minggu , 27 April 2025



Telah dibaca :  493

Tantangan Mahasiswa Di Era Digital

Persaingan ilmu pengetahuan dan teknologi di era digital semakin tidak terbendung. Terutama negara-negara maju seperti China dan Amerika Serikat. Kedua nya bersaing sangat sengit di tengah perang dagang memasuki tahun 2025. AS mengalami ketertinggalan dari China.

AS pun terus mengejar ketertinggalan tersebut. ia mulai ada wacana untuk mengarah kepengembangan superapp. Elon Musk pernah ingin menyulap X ( dulu Twitter) berperan sebagai aplikasi microblog sekaligus mendukung transaksi kripto pada tahun 2025 (https://www.cnbcindonesia.com, n.d.).

Kini juga sudah ada teknologi Kecerdasan Buatan (AI). Teknologi ini telah menyentuh sendi-sendi kehidupan manusia. selain AS, dan China ada beberapa negara yang telah mengembangkan teknologi tersebut, seperti Inggris, Israel, Kanada, Jerman, India, Prancis, Korsel dan Singapura (https://tekno.sindonews.com, n.d.).

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan suatu Langkah strategis memperkuat peran suatu negara di persaingan ekonomi dan politik global. Dengan menguasi teknologi, negara-negara akan menjadi ancaman. Sebab sektor tenaga manusia lambat laun akan berkurang diganti dengan tenaga komputer. Akibatnya terjadi pengangguran besar-besar dan dampaknya bisa terjadi lebih luas pada aspek ekonomi, sosial-budaya, politik dan pertahanan-keamanan suatu bangsa dan negara.

Arah Mahasiswa di Tengah Persaingan Global

Dunia seolah-olah menjadi sangat kecil. Mahasiswa mampu mengakses kehidupan manusia di seluruh belahan dunia. Tidak perlu menghabiskan jutaan rupiah untuk bisa melihat keindahan Piramide Di Mesir, Menara Pisa Di Itali dan tempat-tempat hiburan lainnya. melalui kemajuan teknologi, mahasiswa juga bisa menambah wawasan ilmu pengetahuan dan teknologi. Semua bisa memberi manfaat untuk mengembangkan kemampuan dan mempersiapkan untuk masa depan nya.

Pada kondisi seperti ini, persaingan sangat kompetitif. Pada saat yang sama, mahasiswa sering terlena oleh hiburan-hiburan yang disuguhkan melalui aplikasi-aplikasi di alat komunikasi, dan perangkat teknologi lain. mereka terbuai oleh kenikmatan sesaat. Padahal pada saat yang sama juga, negara-negara maju telah mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam menghadapi persaingan tersebut.

Ada beberapa yang harus dipersiapkan oleh mahasiswa agar mereka bisa eksis dalam persaingan global antara lain:

Pertama, memperkuat keimanan kepada Allah swt. Pada era digital, negara-negara maju mempunyai kelebihan akan kemajuan teknologi yang sangat pesat. Sehingga mereka menjadi pelaku utama dalam bidang tersebut, bahkan bisa mempengaruhi pada bidang-bidang lainnya. disisi lain, Ada sisi negatifnya yaitu generasi muda mereka mengalami stress kehidupan yang sangat tinggi. Bahkan biaya untuk perawatan menghabiskan trilyunan. Penyebabnya yaitu para orang tua dan generasi muda di negara-negara maju mengalami ketakutan ketika mereka tidak mendapatkan pekerjaan. Akibatnya sikap tersebut mereka mengalami penderitaan jiwa yang sangat parah.

Dari fakta tersebut, agama mempunyai fungsi sangat penting dalam membentuk manusia mempunyai sandaran keimanan kuat kepada Allah .Sebab hanya orang-orang yang mempunyai sandaran kuat kepada-Nya mempunyai kekuatan mental dan jiwa yang sangat baik dalam menghadapi segala persoalan kehidupan saat sekarang ini. Melalui ketekunan beribadah kepada Allah, manusia akan mendapatkan petunjuk, ihdayah, ide, ilham, kesempatan, ketenangan, kesehatan dan keikhlasan sebagai sarana untuk membangun prestasi yang diamanahkan oleh-Nya (Aziz, 2012).

Kedua, menumbuh kembangkan sikap bela negara dan membangun nasionalisme dalam hati. Setiap bangsa selalu berusaha semaksimal mungkin membangun negara masing-masing. Suatu bangsa yang berkualitas lahir dari generasi muda yang terus memperbaiki kualitas diri dalam mewujudkan rasa nasionalisme dan bela negara. tanpa adanya kualitas diri, nasionalisme dan bela negara sangat mudah diprovokasi oleh isu-isu kesukuan, etnis, budaya dan agama. Keberagaman yang seharusnya menjadi sumber kekuatan, bisa menjadi sumber kehancuran. Sebab rendahnya kualitas bangsa akan berpengaruh rendahnya pendidikan dan ekonomi. Kondisi bangsa yang seperti itu sangat rentan sekali terjadi perpecahan di internal bangsanya (Ghozali, Agama, Politik dan Negara, 2020). Jika sudah pecah, maka yang membawa keuntungan adalah bangsa-bangsa lain yang sudah maju. Mereka saling berebut SDM dan SDA untuk kepentingan masing-masing negara mereka.

Mahasiswa harus belajar dari sejarah, terlalu lama bangsa Indonesia dijajah salah satu penyebabnya karena tingkat SDM nya rendah dan belum ada kesadaran bersatu dalam ikatan satu bangsa dan negara.

Mahasiswa juga harus belajar dari para pahlawan. Mereka telah mengorbankan jiwa, raga dan harta agar Indonesia menjadi negara merdeka. Tanpa adanya perjuangan para pahlawan dan pertolongan Allah, Indonesia akan menjadi bangsa yang terjajah seperti bangsa Palestina saat ini. Maka, semakin penting sikap nasionalisme dan bela negara untuk NKRI.

Ketiga, mempersiapkan ilmu pengetahuan dan keahlian atau skill. Dewasa ini pengetahuan sangat penting dalam mempersiapkan generasi-generasi muda yang unggul. Negara-negara maju telah menginvestasikan besar-besaran biaya untuk meningkatkan kualitas generasi unggul dalam bidang pengetahuan. Mereka juga telah mempersiapkan sistem pendidikan yang berkualitas, sarana-prasarana yang memadai dan tenaga-tenaga pendidik yang berkualitas serta mempersiapkan gizi makan yang berkualitas.

Negara-negara Timur Tengah telah menyongsong sebagai negara yang siap bersaing dengan negara-negara maju, antara lain Arab Saudi, Qatar dan Iran. Mereka tidak segan-segan menggunakan tenaga pendidik dari Barat dan China untuk melakukan transfer ilmu pengetahuan kepada generas-generasi muda. Arab Saudi bahkan telah menjadikan bahasa Inggris sebagai bahasa kedua setelah bahasa Arab. Bahasa Mandarin juga telah diperkenalkan kepada peserta didik sejak kelas 1 SD.

Keempat, membangun pribadi dengan berorganisasi. Mahasiswa di kampus tentu bukan sebatas memperdalam ilmu pengetahuan dan keahlian-keahlian untuk menyongsong masa depan nya. ada yang tidak kalah penting yaitu kemampuan berorganisasi bagi mahasiswa.

Bagi sebagian mahasiswa organisasi kemahasiswaan (ormawa) seolah-olah tidak penting dan terlalu menyita waktu. Mereka terkadang tidak berminat untuk masuk ke dalam organisasi. mereka malah terkadang mengisi waktu luang hanya untuk santai-santai dan menghamburkan masa muda dari hal-hal yang tidak bermanfaat. Akibatnya, setelah mereka selesai kuliah maka tidak ada koneksi yang bisa dibangun. Mereka mengalami kebingungan untuk membangun diri. Akibatnya mereka tertinggal informasi-informasi penting untuk membangun masa depan.

Berbeda bagi mahasiswa yang telah aktif berorganisasi akan selalu mendapatkan informasi dari jaringan-jaringan organisasi yang lebih luas. Mereka bisa bersilaturahim dan saling sharing terhadap hal-hal yang positif dalam membangun kepribadian yang berkualitas, karir dan bahkan juga pasangan hidupnya. Semua ini bisa dibangun dan diwujudkan melalui organisasi. Ia masuk dan aktif dalam organisasi. Melalui organisasi mahasiswa mereka selain mendapatkan koneksi, juga mempunyai kemampuan lebih berupa kemampuan memimpin dan mempengaruhi pemikiran orang untuk mengikuti pandangan-pandangan anda. Ketika anda sudah mampu melakukan hal ini, maka ada peluang besar anda menjadi pemimpin di masa mendatang.

Ruang Diskusi

Jika anda ingin masuk organisasi kemahasiswaan atau ormawa, organisasi apa anda akan bergabung. Tulis nama dan ormawa nya.

Daftar Pustaka

al-Qurtubi, A. '. (n.d.). Al-Jami' Al-Ahkam Al-Qur'an . Beirut: Al-Resalah .

Aziz, M. (2012). Pesan Tuhan untuk Membangun Kembali Karakter Bangsa. Jakarta : Da'i Fiah Qallah .

Azra, A. (1999). Konteks Berteologi di Indonesia Pengalaman Islam . Jakarta Selatan : Paramadina .

Dhofier, Z. (2011). Tradisi Pesantren Studi Pandangan Hidup Kyai dan Visinya Mengenai Masa Depan Indonesia, Cet.8. Jakarta: LP3ES.

Faturochman, A. K. (Tahun XII, No. 2, Desember 2004 ). Nasionalisme . Buletin Psikologi, Tahun XII, No. 2, Desember.

Ghozali, I. (2020). Agama, Politik dan Negara. Banyumas : CV.Rizquna.

Ghozali, I. (2024). Politik Islam Nusantara Said Aqil Siraj di Media Massa. el-buhuth:Borneo Journal of Islamic Studies.

https://tekno.sindonews.com. (n.d.). Retrieved from https://tekno.sindonews.com/read/1437521/207/10-negara-paling-maju-dalam-perlombaan-ai-israel-kalah-telak-dari-china-1723878531

https://www.cnbcindonesia.com. (n.d.). Retrieved from https://www.cnbcindonesia.com/tech/20250122164759-37-605210/meleng-dikit-amerika-sudah-kalah-jauh-dari-china

M, S. (19 Mei 1995). Memaknai Kembali Nasionalisme. Kompas .

M.Anzaikhan, F. I. (2023). Moderasi Beragama Sebagai Pemersatu Bangsa serta Peranya dalam Perguruan Tinggi. Abrahamic Religions.

Madjid, N. (2009). Cita-Cita Politik Islam. Jakarta : Paramadina.

Marjani, G. I. (2012). Wajah Toleransi NU, Sikap NU terhadap Kebijakan Pemerintah atas Umat Islam . Jakarta Selatan : RMBOOKS.

Munawar-Rachman, B. (2006). Ensiklopedi Nurcholish Madjid Pemikiran Islam di Kanvas Peradaban, Jilid. 2, Cet. 1, . Indramayu, : Yayasan Pesantren Indonesia Al-Zaytun, 2006, hlm. 769-1744.



Penulis : Vijianfaiz,PhD


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


Avatar

Muhammad firdaus

Nama: JJ Tulis menulis

   Berita Terkait

Urgensi Moderasi Beragama
27 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   353

Nasionalisme Dalam Pandangan Islam
25 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   614

SAP PENGANTAR STUDI ISLAM
30 September 2023   Oleh : Imam Ghozali   735

Cara Membuat Artikel Sederhana untuk Mahasiswa
23 Februari 2023   Oleh : Imam Ghozali   653

Kontrak Kuilah STAI NH
18 Februari 2023   Oleh : Imam Ghozali   384

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      14212


Dalil Berdoa Untuk Mayit
Minggu , 11 Mei 2025      5572


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      5211


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      4060