
Jam 06.20 saya dapat SMS pak Imam
Hakim. Isinya kurang lebih begini:"Mas, saya tunggu di Pelabuhan. Saya
sudah di sini sekitar jam 04.30. Bawa Motor saja dari Rumah. Nanti Parkir di dekat Pelabuhan
saja. Mohon maaf,saya tidak bisa jemput. Mobil sudah tak bisa bergerak".
Saya masih duduk-duduk di Rumah
sambil menikmat secangkir Teh Hangat dan Kueh pemberian Mas Chanif. Setelah sarapan,
mandi sebentar. Memakai baju.Koper baju sudah ready. Saya pun duduk lagi
menghabiskan Teh yang masih tersisa.
Suara klakson Honda terdengar di
depan Rumah. Mas Tadin siap mengantar ke Pelabuhan. Jam sudah menunjukan waktu
07.00 WIB. Jaraknya tidak jauh. Sekitar 15 menit naik
Honda dengan kecepatan 30. Kelihatan nya dia takut kalau saya terlambat masuk
kapal. Maka nya sedikit ngebut.
Ternyata diluar dugaan, antrian
Mobil sudah sangat panjang. Seperti di jalan Tol. Bedanya jalan Pelabuhan
berbaris satu-satu seperti antri ngisi bensin.
Sedang sebelah kanan untuk kendaraan yang keluar dari Kapal. Jalan di
Kabupaten tidak sama di kota besar yang lebar lebar. Tapi jika macet,rasanya
sama juga: membosankan.
Macet di Pelabuhan bisa dikatakan
semua orang sudah mema'lumi. Contoh di Pelabuhan Merak-Bakauheni. Baik Supir
atau penumpang bisa santai. Keluar dari mobil,ngobrol,bergurau. Bagi yang biasa
merokok,ini malah jadi berkah. Bisa merokok sambil ngopi. Walaupun kadang
"satu gelas" untuk "semua warga negara". Perokok sangat
merakyat dan demokratis sekali. Tidak ada kasta. Sampai-sampai bahasa yang
keluar pun sangat merakyat,humoris. Bahkan kata "bajingan" dan
"Diancuuk" pun menjadi pengikat keakraban mereka.
Bahkan bisa jadi, situasi macet di
Pelabuhan menjadi menjadi berkah sebagian orang. ada gara-gara macet bisa
kenalan dengan seorang wanita. Ngobrol bareng. Minta nomor HP, dan berlanjut
menjadi perjodohan. Padahal, bisa jadi kedua nya sudah punya calon yang dibina
sudah cukup lama. Belum juga menikah. Hanya karena ngobrol sebentar. Ada kecocokan.
Satu bulan kemudian melangsungkan perkawinan. Sungguh jodoh salah satu rahasia
Allah.
Macet juga membawa berkah bagi para
pedagang kecil dan rumah-rumah makan di sekitar pelabuhan. Mereka di serbu oleh
para sopir dan penumpang. Ada juga pedagang kreatif. Dia berjalan menyusuri
barisan mobil dan menawarkan minuman dan barang dagagangan lain berupa makanan
ringan. Saya lihat, sangat laris. Rumah-rumah makan pun banyak yang habis.
itulah cara Allah membagi rizki nya dengan tidak disangka-sangka. Kemacetan di
pelabuhan selalu saja ada sisi positif yang bisa diambil pelajaran. Bukankah alam
semesta termasuk salah satu media pembelajaran yang agung?
Beberapa waktu lalu,saya naik bus
Jawa-Sumatera. Pelabuhannya sudah baik.
Jalan sudah diperbaiki,kapal nya pun tersedia cukup banyak dan fasilitas nya
lumayan baik. Lebih menyenangkan,kondisinya bersih.
Di Pelabuhan Bengkalis pada moment
tertentu kadang macet. Saya tidak tahu, apa karena ada acara MTQ tingkat
Kabupaten di Duri menjadi salah satu faktor macet. Bisa jadi demikian. Bengkalis
daerah kepulauan. Transportasi laut menjadi penentu lancar nya mobilitas
masyarakat untuk bepergian. Jika terlambat,maka harus menunggu satu jam lagi.
Sebab jarak tempuh nya sekitar satu jam di laut.
Dekat nya kabupaten Bengkalis,ada
Kabupaten Kepulauan Meranti. Keduanya di batasi oleh laut. Perjalanan laut 2
jam. Bengkalis-Siak 1 jam. Tapi jika macet bisa sampai 14 jam antri di
Pelabuhan.
Kabupaten-kabupaten di Provinsi Riau
mempunya banyak pulau. Ada pulau kecil dan besar. Transportasinya kapal sungai. Jarak nya
fariasi. Kapalnya sering disebut Pompong
dan Kempang. Kapal jenis ini terbuat dari Kayu khas daerah kepulauan.
Jika ada momen-moment tertentu,
kabupaten-kabupaten di daerah kepulauan sering mengalami kemacetan. Apalagi sampai
kapal tidak bisa berangkat atau kurang armadanya. Pemandangan pelabuhan menjadi
terlihat sangat ramai dan padat.
Bagaimana Solusi nya? Jawaban
sementara cuma satu; menambah armada laut. Tapi saya tidak tahu,apakah armada
laut tersebut milik Pemda Bengkalis atau kerjasama pihak ketiga. Jika milik
Pemda, serta merta bisa langsung ditambah. Jika milik pihak ketiga,berarti
harus memperbaiki isi kontrak nya.
Namun semua itu tidak terlepas dari
anggaran. Untuk masalah kekuatan anggaran, Pemda yang lebih tahu. Masyarakat
hanya bisa melihat realita saja.
Sambil menunggu Mobil mendapat
antrian masuk Kapal, saya duduk-duduk di serambi Mushola.
Saya teringat cerita Pak Asip
tentang kisah masa lalu. Betapa susah nya ingin pergi ke Kota Pekanbaru.
Berangkat subuh,sampai kota malam hari. Namun kini setelah ada perbaikan
pelabuhan dan Jembatan Penghubung antar pulau dan Kabupaten, perjalan relatif
cepat. Berangkat pagi, sore sudah bisa pulang lagi. Dia mencontohkan Kabupaten
Siak pada masa pemerintahan pak Arwin ketika menjadi Bupati.
"Ide besar membangun Jembatan
seperti kabupaten Siak adalah bupati Arwin. Dulu Dia dianggap bupati gila.
Banyak Pejabat yang mengejek atas ide-ide nya yang dianggap nlyeneh. Tapi,kini
masyarakat sangat bersyukur atas pembangunan Jembatan dan Pelabuhan. Sehingga
mobilitas masyarakat lebih ramai dan lebih efektif menghemat waktu” kata nya
Saya tersenyum sendiri ketika ingat
kisah dari pak Asip. Itulah pemimpin. Kadang dicaci maki oleh oleh orang-orang
yang tidak suka terhadap kebijakannya. Apalagi nafsu politik kekuasaan sudah
tertanam dalam hati. Sering tidak berfikir jernih manfaat untuk jangka panjang.
Dilihat hanya satu sisi, yaitu pada besarnya biaya pembangunan. Padahal manfaat
darinya jauh lebih besar bagi masyarakat; biaya transportasi lebih murah,waktu
lebih cepat dan urusan semakin mudah.
Ironisnya, kita sering lebih suka
mencaci daripada memuji. Mengabaikan budaya kritik yang membangun. Lebih tragis
lagi mudah melupakan jasa orang lain. Bukankah kita sukses atas tali-temali
konektif atas karya orang lain?
Alhamdulillah sekitar jam 18.15 WIB
Masuk Kapal Roro. Kami naik ke atas di Deck bagian depan. Penantian 14 jam
masuk ke Kapal,sengaja diabadikan lewat foto bersama dengan pak Imam Hakim.
Kami tersenyum,seperti tersenyum nya orang berbuka puasa. Rencana tuhan selalu
terbaik bagi orang-orang yang mampu memahaminya.
Penulis : Imam Ghozali
Imam Hakim
Saluttt....lunak namun landep (baca: tajam); kenikmatan itu tergantung rasa yg menikmatinya
Pilih Prodi Yang Kamu Suka!, Yuk Kuliah di FSEI !
13 April 2026   Oleh : NEWS   135
Prospek prodi Hukum Keluarga Islam
06 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   228
Sosialisasi Draff Pedoman Penyusunan Tata Naskah Dinas
01 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   279
Pembagian Staff Akademik Fakultas
01 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   169
Pengumuman UM-PTKIN 2026
31 Maret 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   510
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13566
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4559
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3576
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2976
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2879