Avatar

autobiografi

Penulis Kolom

12 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Jika Jodoh Mu, Selalu Saja Ada Jalan Untuk Bersatu



Rabu , 16 September 2026



Telah dibaca :  47

Sebagaimana tulisan yang telah lalu, saya telah menemukan episode kehidupan penuh dengan warna asmara, cinta dan kasih sayang. Episode penuh dengan lukisan-lukisan yang mungkin bagi sebagian orang menilainya sebagai kisah yang biasa saja, kurang menarik atau mungkin -bagi sebagian orang-sesuatu yang tabu dan harus ditutupinya. Padahal kita setuju atau tidak setuju, kehadiran kita dan perjalanan peradaban manusia yang berwarna tiada lain buah dari cinta.

Saya tidak melihat seluruh kisah kehidupan ku sebagai sesuatu yang tidak indah. Semua sebenarnya suatu lukisan keindahan yang diberikan Tuhan kepada ku untuk bisa menikmatinya sebagai bagian dari rasa syukur kepada-Nya. Toh seandainya ada lukisan-lukisan kehidupan yang mungkin dianggap cacat, saya tetap tidak mempersoalkan.

Apalagi ini adalah kisah masa lalu, suatu kisah realita kehidupan yang bisa dialami oleh siapa saja. Ketangguhan manusia justru dari rentetan realita kehidupan. Adanya ujian kehidupan yang berwarna dan sanggup menerimanya setulus hati meskipun disertai dengan tangisan air mata dan luka batin yang sangat dalam. Semua itu sebenarnya jalan untuk menjadi manusia yang arif dan bijaksana dalam menilai kehidupan secara obyek dan selalu berprasangka baik kepada Allah SWT.

Persoalan cinta dan kisah asmara bukan sebuah kejadian di ruang hampa. Cinta merupakan anugerah Tuhan yang diberikan kepada manusia pilihan. Kadang Tuhan memberikan rasa cinta kepada siapapun yang dikehendaki-Nya. Kadang secara logika kita ingin menyangkalkan semua itu. Lagi-lagi kita hanya bisa melihat karya Tuhan tentang keindahan cinta diberikan kepada siapa saja yang dikehendaki oleh Nya.

Cinta sebagai anugerah terkadang terlihat aneh. Ia hadir terkadang bukan untuk memiliki secara fisik, tidak harus hidup dalam ikatan perkawinan. Ia bergerak seperti layak nya oksigen dan memberi kehidupan tersendiri kepada orang yang dicintai-nya. ia hadir terkadang bukan untuk memilikinya, tapi ia hadir dalam upaya untuk memperkuat ketulusan doa agar orang-orang yang dicintai benar-benar bisa mendapatkan kebahagiaan bersama pasangannya, anak-anak nya dan menjadi keluarga sakinah mawaddah warrahmah.

Dalam file-file waktu masa lalu saya- mungkin juga anda- telah menemukan orang-orang yang ikut mewarnai arti cinta. Saat saya berada di pesantren-pada tulisan sebelum ini-betapa indah nya sebuah getaran kasih sayang yang membekas hingga kini. Namun orang-orang yang pernah singgah dihatiku tidak serta merta hilang begitu saja. Mereka tetap ada dalam tumpukan file kehidupan dalam pikran, angan dan hati.

Saya menyadari, mereka bukanlah jodoh ku. Mereka telah menemukan pasangan sendiri-sendiri, punya anak -dan bahkan ada yang sudah punya mantu. Saya tetap mencintainya, tapi bukan untuk memilikinya. Saya mencintainya dalam doa semoga mereka, anak-anak nya, bahkan cucu-cucunya yang baru hadir dalam kehidupannya senantiasa bahagia. Kita sama-sama menyadari bahwa perjalanan hidup berbeda-beda, punya pasangan berbeda dan punya rezeki tidak sama. Namun ada ketulusan cinta untuk selalu menebarkan doa kebaikan kepada orang-orang yang pernah dicintainya.

Memang dalam kisah kehidupan, sering kita menemukan makna kisah cinta yang sangat kotor dan keji. Cinta yang hanya didasari nafsu fisik. Cinta yang tidak didasari mencari ridha Allah SWT. Sehingga ketika terjadi sesuatu yang tidak diharapkan, maka sikap-sikap bahkan perbuatan yang tidak bermoral sering dilakukan oleh mereka.

Tuhan menghadirkan lawan jenis dan hadir di kehidupan kita dalam upaya belajar mengenal arti cinta. Iya hanya mengenal arti cinta. Sebab cinta yang sebenarnya dijagat raya ini hanya cinta milik Allah kepada hamba-hamba-Nya. Betapa tiap hari manusia mencaci maki, selalu melaknat, tidak syukur dan selalu saja berkelahi antar sesama, Allah tetap selalu menebarkan cinta melalui seluruh sisi kehidupan manusia. Setiap mata memandang dan setiap nafas yang masuk dan keluar hanya terlihat cinta yang sangat agung dari Allah SWT.

Lalu Tuhan memberi pelajaran kepada manusia untuk mempraktekan ajaran cinta. Tuhan menghadirkan kepada mereka pasangan hidup yang tidak sempurna. Iya tidak sempurna sama sekali menurut akal manusia. Selalu saja ada sisi kekurangan pasangan hidup kita. Semakin hari semakin berkumpul, semakin terbuka rasa “ketidaksempurnaan”. Selalu saja muncul kekurangan pada pasangan hidup kita.

Tapi Tuhan mengajarkan kepada manusia agar melihat pasangan hidupnya dari sisi kebaikannya. Mungkin kita sering melihat kekurangannya. namun apakah kita juga berfikir obyektif bahwa diri kita juga banyak kekurangannya. pantas kah kita menuntut pasangan hidup kita sempurna sedangkan diri kita jauh dari kesempurnaan.

Kita sering merasa bahwa diri kita lebih sempurna dari pasangan hidup kita. Seolah-olah kita lebih memahami masalah, lebih baik, lebih penyabar, lebih pengertian. Lalu kita melimpahkan kesalahan dan kekurangan kepada pasangan hidup kita. Lalu dengan egoisme tinggi kita menutup kritik dari pasangan dan selalu mempertahankan kesempuraan diri dan selalu merasa pasangan kita yang salah dan tidak benar. Akibatnya terjadi perselisihan tiada henti.

Tuhan menghadirkan kita-suami istri-adalah manusia yang dhaif, Manusia serba kekurangan. Tuhan menghadirkan pasangan hidup agar kita belajar menghargai kelemahan dan kekurangan diri. Lalu kita sama-sama belajar mewujudkan komitmen yang kuat untuk sama-sama belajar memperbaiki kekurangan di kedua belah pihak. Adanya kesadaran bersama untuk sama-sama memperbaiki diri, belajar mengenal diri merupakan jalan menuju kesempurnaan pasangan hidup. Ketika pada tahap inilah, kita akan menemukan cinta yang tulus dalam suka dan duka. Inilah yang saya pahami sebagai cinta sejati.



Penulis : autobiografi


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Memperpanjang Umur; Kueh dan Buku
15 September 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   113

Kabut Asap dan Wedang Jahe
15 September 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   85

Tersenyum Di Hati Penuh Penderitaan
10 September 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   125

Pelukan Cinta Anak Kecil
10 Agustus 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   205

Apapun Kondisinya, Anak Mu adalah Mutiara Hatimu
09 Agustus 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   215

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      14734


Dalil Berdoa Untuk Mayit
Minggu , 11 Mei 2025      6346


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      5812


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      4621