
Sebagaimana tulisan yang telah lalu, saya
telah menemukan episode kehidupan penuh dengan warna asmara, cinta dan kasih
sayang. Episode penuh dengan lukisan-lukisan yang mungkin bagi sebagian orang
menilainya sebagai kisah yang biasa saja, kurang menarik atau mungkin -bagi sebagian
orang-sesuatu yang tabu dan harus ditutupinya. Padahal kita setuju atau tidak
setuju, kehadiran kita dan perjalanan peradaban manusia yang berwarna tiada
lain buah dari cinta.
Saya tidak melihat seluruh kisah kehidupan
ku sebagai sesuatu yang tidak indah. Semua sebenarnya suatu lukisan keindahan
yang diberikan Tuhan kepada ku untuk bisa menikmatinya sebagai bagian dari rasa
syukur kepada-Nya. Toh seandainya ada lukisan-lukisan kehidupan yang mungkin
dianggap cacat, saya tetap tidak mempersoalkan.
Apalagi ini adalah kisah masa lalu, suatu
kisah realita kehidupan yang bisa dialami oleh siapa saja. Ketangguhan manusia
justru dari rentetan realita kehidupan. Adanya ujian kehidupan yang berwarna
dan sanggup menerimanya setulus hati meskipun disertai dengan tangisan air mata
dan luka batin yang sangat dalam. Semua itu sebenarnya jalan untuk menjadi
manusia yang arif dan bijaksana dalam menilai kehidupan secara obyek dan selalu
berprasangka baik kepada Allah SWT.
Persoalan cinta dan kisah asmara bukan
sebuah kejadian di ruang hampa. Cinta merupakan anugerah Tuhan yang diberikan
kepada manusia pilihan. Kadang Tuhan memberikan rasa cinta kepada siapapun yang
dikehendaki-Nya. Kadang secara logika kita ingin menyangkalkan semua itu. Lagi-lagi
kita hanya bisa melihat karya Tuhan tentang keindahan cinta diberikan kepada
siapa saja yang dikehendaki oleh Nya.
Cinta sebagai anugerah terkadang terlihat
aneh. Ia hadir terkadang bukan untuk memiliki secara fisik, tidak harus hidup
dalam ikatan perkawinan. Ia bergerak seperti layak nya oksigen dan memberi
kehidupan tersendiri kepada orang yang dicintai-nya. ia hadir terkadang bukan
untuk memilikinya, tapi ia hadir dalam upaya untuk memperkuat ketulusan doa
agar orang-orang yang dicintai benar-benar bisa mendapatkan kebahagiaan bersama
pasangannya, anak-anak nya dan menjadi keluarga sakinah mawaddah warrahmah.
Dalam file-file waktu masa lalu saya-
mungkin juga anda- telah menemukan orang-orang yang ikut mewarnai arti cinta. Saat
saya berada di pesantren-pada tulisan sebelum ini-betapa indah nya sebuah
getaran kasih sayang yang membekas hingga kini. Namun orang-orang yang pernah
singgah dihatiku tidak serta merta hilang begitu saja. Mereka tetap ada dalam
tumpukan file kehidupan dalam pikran, angan dan hati.
Saya menyadari, mereka bukanlah jodoh ku. Mereka
telah menemukan pasangan sendiri-sendiri, punya anak -dan bahkan ada yang sudah
punya mantu. Saya tetap mencintainya, tapi bukan untuk memilikinya. Saya mencintainya
dalam doa semoga mereka, anak-anak nya, bahkan cucu-cucunya yang baru hadir
dalam kehidupannya senantiasa bahagia. Kita sama-sama menyadari bahwa
perjalanan hidup berbeda-beda, punya pasangan berbeda dan punya rezeki tidak
sama. Namun ada ketulusan cinta untuk selalu menebarkan doa kebaikan kepada orang-orang
yang pernah dicintainya.
Memang dalam kisah kehidupan, sering kita
menemukan makna kisah cinta yang sangat kotor dan keji. Cinta yang hanya
didasari nafsu fisik. Cinta yang tidak didasari mencari ridha Allah SWT. Sehingga
ketika terjadi sesuatu yang tidak diharapkan, maka sikap-sikap bahkan perbuatan
yang tidak bermoral sering dilakukan oleh mereka.
Tuhan menghadirkan lawan jenis dan hadir di
kehidupan kita dalam upaya belajar mengenal arti cinta. Iya hanya mengenal arti
cinta. Sebab cinta yang sebenarnya dijagat raya ini hanya cinta milik Allah
kepada hamba-hamba-Nya. Betapa tiap hari manusia mencaci maki, selalu melaknat,
tidak syukur dan selalu saja berkelahi antar sesama, Allah tetap selalu
menebarkan cinta melalui seluruh sisi kehidupan manusia. Setiap mata memandang
dan setiap nafas yang masuk dan keluar hanya terlihat cinta yang sangat agung
dari Allah SWT.
Lalu Tuhan memberi pelajaran kepada manusia
untuk mempraktekan ajaran cinta. Tuhan menghadirkan kepada mereka pasangan
hidup yang tidak sempurna. Iya tidak sempurna sama sekali menurut akal manusia.
Selalu saja ada sisi kekurangan pasangan hidup kita. Semakin hari semakin
berkumpul, semakin terbuka rasa “ketidaksempurnaan”. Selalu saja muncul
kekurangan pada pasangan hidup kita.
Tapi Tuhan mengajarkan kepada manusia agar
melihat pasangan hidupnya dari sisi kebaikannya. Mungkin kita sering melihat
kekurangannya. namun apakah kita juga berfikir obyektif bahwa diri kita juga
banyak kekurangannya. pantas kah kita menuntut pasangan hidup kita sempurna
sedangkan diri kita jauh dari kesempurnaan.
Kita sering merasa bahwa diri kita lebih
sempurna dari pasangan hidup kita. Seolah-olah kita lebih memahami masalah,
lebih baik, lebih penyabar, lebih pengertian. Lalu kita melimpahkan kesalahan
dan kekurangan kepada pasangan hidup kita. Lalu dengan egoisme tinggi kita
menutup kritik dari pasangan dan selalu mempertahankan kesempuraan diri dan
selalu merasa pasangan kita yang salah dan tidak benar. Akibatnya terjadi
perselisihan tiada henti.
Tuhan menghadirkan kita-suami istri-adalah
manusia yang dhaif, Manusia serba kekurangan. Tuhan menghadirkan pasangan hidup
agar kita belajar menghargai kelemahan dan kekurangan diri. Lalu kita sama-sama
belajar mewujudkan komitmen yang kuat untuk sama-sama belajar memperbaiki kekurangan
di kedua belah pihak. Adanya kesadaran bersama untuk sama-sama memperbaiki
diri, belajar mengenal diri merupakan jalan menuju kesempurnaan pasangan hidup.
Ketika pada tahap inilah, kita akan menemukan cinta yang tulus dalam suka dan
duka. Inilah yang saya pahami sebagai cinta sejati.
Penulis : autobiografi
Memperpanjang Umur; Kueh dan Buku
15 September 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   113
Kabut Asap dan Wedang Jahe
15 September 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   85
Tersenyum Di Hati Penuh Penderitaan
10 September 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   125
Pelukan Cinta Anak Kecil
10 Agustus 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   205
Apapun Kondisinya, Anak Mu adalah Mutiara Hatimu
09 Agustus 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   215
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      14734
Dalil Berdoa Untuk Mayit
Minggu , 11 Mei 2025      6346
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      5812
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      4750
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      4621