Avatar

Imam Ghozali

Penulis Kolom

871 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Materi filsafat ilmu-8



Selasa , 10 Mei 2022



Telah dibaca :  302

FILSAFAT ILMU DAN PENGEMBANGAN METODE ILMIAH

Filsafat mempunyai karakteristik sebagai berikut: pertama, berpikir kritis; kedua berpikir dalam bentuknya yang sistematis; ketiga, menghasilkan sesuatu yang runtut; keempat, berpikir secara rasional; kelima bersifat komprehensif.

Filsafat ilmu mengandung konsepsi dasar yang mencakup hal-hal sebagai berikut: pertama, sikap kritis dan evaluative terhadap kriteria ilmiah; kedua, sikap sistematis berpangkal pada metode ilmiah; ketiga, sikap analisis objektif, dan falsafah atas landasan ilmiah; keempat, sikap konsisten dalam bangunan teori serta tindakan ilmiah.

Filafat ilmu secara umum menjawab pertanyaan sebagai berikut: pertama, apa tujuan dari ilmu dan apa itu metode? Kedua, bagaimana teori ilmiah dan hubungannya dengan dunia secara luas. Ketiga, apa saja yang membangun struktur teori dan konsep seperti causation (sebab akibat dan ilat), eksplanasi (penjelasan), konfirmasi, teori, eksprerimen, model, reduksi, dan sejumlah probalitasnya. Keempat, apa saja aturan dalam pengembangan ilmu.

HAKIKAT METODE ILMIAH

Metode ilmiah merupakan prosedur atau cara tertentu yang digunakan untuk memperoleh pengetahuan yang disebut dengan ilmu atau pengetahuan yang disebut dengan ilmu atau pengetahuan ilmiah. Epistemology (filsafat pengetahuan) merupakan suatu cara untuk memperoleh pengetahuan dalam kajian filsafat. Dengan demikian, metode ilmiah merupakan epistemology ilmu yang mengkaji sumber-sumber untuk memperoleh kajian yang benar.

Beberapa karakteristik dalam metode ilmiah sebagai berikut:

  1. Logis artinya merujuk pada metode ilmiah tergantung dari argumentasi ilmiah. Kesimpulan rasional diturunkan dari bukti yang ada.
  2. Testability artinya penelitian ilmiah harus dapat menguji hipotesis dengan pengujian statistic yang menggunakan data yang dikumpulkan.
  3. Objektif artinya hasil yang diperoleh ilmuwan yang lain akan sama apabila studi yang sama dilakukan pada kondisi yang sama.
  4. Konseptual dan teoritis artinya ilmu pengetahuan mengandung arti pengembangan suaatu struktur konsep dan teoritis untuk menuntun dan mengarahkan upaya penelitian.
  5. Empiris artinya metode ilmiah pada prinsipnya berstandar pada realitas.
  6. Sistematis artinya metode ilmiah mengandung arti suatu prosedur yang cermat.



Penulis : Imam Ghozali


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Menelusuri Jejak Peradaban Ibrahim
22 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   384

Pembatalan Perkawinan
14 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   84

Rasionalisme, Humanisme dan Islam
08 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   363

Batas Minimal Usia Kawin
03 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   191

Agama dan Kehidupan Modern
24 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   156

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      14323


Dalil Berdoa Untuk Mayit
Minggu , 11 Mei 2025      6046


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      5482


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      4418