Avatar

Imam Ghozali

Penulis Kolom

871 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Kaidah-Kaidah Qawaidul Fiqhiyah-bagian Pertama



Kamis , 26 Maret 2026



Telah dibaca :  842

Kaidah-Kaidah Qawaidul Fiqhiyah-bagian Pertama

A.    Kaidah pertama

اَلْاُمُوْرُ بِمَقَاصِدِهَا

Cabang-cabang dari kaidah “اَلْاُمُوْرُ بِمَقَاصِدِهَا  “ sebagai berikut:

1.     Cabang pertama :

العبرة في العقود للمقاصد والمعاني للالفاظ  والمباني

Artinya:

Pengertian yang diambil dari suatu tujuan nya bukan semata-mata kata kata dan ungkapannya.

2.     Cabang kedua

لا ثواب الا بالنية

Artinya :

Tidak ada pahala kecuali dengan niat

3.     Cabang kaidah ketiga

لو اختلف اللسان والقلب فا لمعتبر ما في القلب

Artinya:

Ketika berbeda antara yang diucapkan dan yang diniatkan maka yang dianggap benar ada di dalam hati.

4.     Cabang kaidah keempat

لا يلزم نية العبادة في كل جزء انما تلزم في جملة ما يفعله

Artinya:

Tidak wajib niat ibadah dalam setiap bagian tapi wajib niat dalam seluruh yang dikerjakan.

5.     Cabang Kaidah kelima

كل مفرضين فلا تجزيهما  نية واحدة الا الحج والعرة

Artinya:

Setiap dua kewajiban tidak boleh satu niat kecuali ibadah haji dan umrah.

6.     Cabang Kaidah keenam

كل ما كان له اصل فلا ينتقل عن لصله بمجرد النية

Artinya:

Setiap perbuatan asal atau pokok maka tidak bisa berpindah dari yang asal karena semata-mata niat.

7.     Cabang Kaidah ketujuh

مقاصد اللفظ علي نية الالفاظ الا في موضع واحد وهو اليمين عند القاضي فانها علي نية القاضي

Artinya:

Maksud yang terkandung dalam ungkapan kata sesuai dengan niat orang yang mengucapkan. Kecuali dalam satu tempat, yaitu dalam sumpah di depan qadhi. Dalam keadaan demikian maksud lafadz menurut niat qadhi.

8.     Cabang Kadiah kedelapan

الايمان مبنية علي الالفاظ والمقاصد

Artinya:

Sumpah harus berdasarkan kata-kata dan maksud

9.     Cabang Kaidah kesembilan

النية في اليمين تخصص الفظ العام و لا تعمم الخاص

Artinya:

Niat dalam sumpah menghususkan lafadz ‘am dan tidak menjadikan lafadz ‘am menjadi khas.

10.  Cabang Kadiah kesepuluh

ما لايشترط التعرض  له جملة وتفصيلا اذا عينه واخطاء لم يضر

Artinya:

Suatu amal dalam pelaksanaan tidak disyariatkan niat baik secara garis besar atau secara terperinci kemudian ditentukan dan kemudian salah maka kesalahan ini tidak membahayakan.

11.  Cabang Kaidah kesebelas

وما يشترط فيه التعرض فالخطا فيه مبطل

Artinya:

Pada suatu amalan yang disertai dengan niat, maka kesalahan dalam memastikan sesuatu memyebabkan batal suatu amal.

B.    Kaidah kedua

اليقين لا يزال بالشاك

Cabang-cabang kaidah kedua

1.     Cabang kaidah pertama

الاصل بقاء ما كان علي ما كان

Artinya:

Menurut hukum asal sesuatu hukum itu dilihat menurut keberadaan awal nya secara apa adanya.

2.     Cabang kaidah kedua

الاصلُ براءةُ  الذِّمة

Artinya:

Secara hukum asal seseorang itu terbebas dari segala tanggungan

3.     Cabang kaidah ketiga

الاصل في الصفات الْعارضه العدم

Artinya:

Menurut hukum asal, hukum yang baru datang adalah tidak ada.

4.     Cabang kaidah keempat

من شاء افعل شيئا ام لا فا الاصل انه لم يفعله

Artinya:

Barangsiapa yang ragu-ragu apakah ia sudah mengerjakan sesuatu atau belum, maka menurut asalnya ia dianggap tidak melakukannya.

5.     Cabang kaidah kelima

من تيقن الفعل وشكّ في القليل او الكثير حُلِلَ علي القليلِ لِانّهُ المتيقنُ

Artinya:

Barangsiapa yang yakin melakukan pekerjaan, tetap ragu-ragu tentang sedikit banyak nya perbuatan, maka yang dianggap adalah sedikit karena hal itu yang menyakinkan.

6.     Cabang kaidah keenam

الاصل في الحادث تقديره باقرب زمنه

Artinya:

Pada dasarnya setiap peristiwa penetapannya menurut masa yang terdekat.

7.     Cabang kaidah ketujuh

الاصل في الكلم الحقيقة

Artinya:

Hukum asal dalam memahami kalimat adalah makna hakikat.

8.     Cabang kaidah kedelapan

الاصل في  الا شياء الابحة حتي يدل الدليل علي التحريم

Artinya:

Hukum asal sesuatu adalah kebolehan sehingga terdapat bukti yang mengharamkannya.

9.     Cabang kaidah kesembilan

ان ما ثبت بيقين لا يرتفع الا بيقين

Artinya:

Sesungguhnya segala sesuatu yang berdasarkan keyakinan tidak dapat dihilangkan kecuali dengan keyakinan.

Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Menelusuri Jejak Peradaban Ibrahim
22 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   300

Pembatalan Perkawinan
14 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   12

Rasionalisme, Humanisme dan Islam
08 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   311

Batas Minimal Usia Kawin
03 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   92

Agama dan Kehidupan Modern
24 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   110

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13816


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4867


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      3257