
Cuaca yang sedang panas ini sebenarnya
ingin mengeluh. Tapi buat apa mengeluh. Toh semua sudah desain Allah. Saya jadi
khawatir ‘jangan-jangan tidak ridha atas qadha dan qadhar dari Allah SWT.
Untuk menghibur diri, saya tulis suatu
kisah tentang ‘rezeki mengejar” Ali bin Abi Thalib. Berikut ceritanya:
Suatu hari, Fatimah Az-Zahra sakit. Hingga
ia tidak bisa bangun dari tempat tidur. Ali bin Abi Thalib sudah memberi
beberapa makanan dan minuman. Ia tidak selera. Karena kondisi semakin memburuk,
Ali memohon agar perutnya diisi dengan beberapa suap makanan agar sakit tidak
bertambah parah.
Fatimah pun berkata: “Wahai sayang ku,
tolong belikan delima. Rasa nya sungguh terasa nikmat dalam angan-angan ku”.
Ali pun bergegas pergi ke Pasar. Ia membeli
satu buah delima. Setelah membeli, ia langsung bergegas pulang. Namun di tengah
perjalanan bertemu orang miskin yang sedang kelaparan. Ia pun meminta belas
kasihan. Akhirnya delima itupun diberikan kepada pengemis tersebut.
Ali pulang tidak membawa buah delima.
Ketika suaminya tidak membawa apa yang diinginkan, fatimah pun menangis. Ali
merasa serba salah. Ia pun keluar rumah dengan tujuan akan membeli delima ke Pasar.
Di tengah jalan bertemu dengan Salman
Al-Farisi. Ia membawa buah delima. Kata nya: “Wahai Ali, ini ada buah delima
dari Rasulullah saw”.
Ali menghitung. Ada 9 buah delima di
nampan. Dia pun tidak menerimanya. Bukan karena menolak rezeki tersebut. tapi
jumlah tersebut tidak sesuai dengan sabda Rasulullah bahwa “orang yang
membantu satu kebaikan akan dibalas sepuluh kebaikan”.
Salman Al-Farisi tersenyum. Ia pun
mengeluarkan satu Delima kepada Ali hingga berjumlah 10 delima. Ali pun
tersenyum dan pulang menemui Fatimah dengan membawa10 buah delima.
Kisah di atas mirip kejadianku tadi malam.
Malam itu saya teringat ada seseorang ibu yang anak nya sedang sakit. Entah
kenapa hatiku tergerak untuk membahagiakan nya. Secara spontanitas saya memberi
nya Rp. 100.000,00-seratus ribu rupiah. Selesai memberi nya, saya pun
jalan-jalan dengan anak ku membeli minyak wangi dan jajan di Mini Market.
Setelah sholat dhuha sekitar jam 09.15
menit, saya membuka laptop. Seperti biasa: menulis. Belum sempat menulis, ada
seorang hamba allah menelpon ku. Dia tanya apakah saya berada di rumah. Saya
menjawab kepadanya bahwa pagi ini saya berada di rumah.
Hamba Allah tersebut datang ke Rumah. Saya
menyiapkan kueh donat dan buah melon dingin yang sudah diiris-iris kecil. Sisa belanja
tadi malam. Setelah ngobrol ngalor-ngidul, dia pun mengatakan bahwa kedatangan
nya ke rumah ku tiada lain ingin bersedekah uang. Berapa jumlah nya? 1 juta
rupiah.
Subhanallah. Saya jadi teringat sedekah
tadi malam: seratus ribu. Pagi ini Allah membalas 10X lipat: 1 juta rupiah.
Sepenggal kisah dan pengalaman pribadi ini tentu
bukan menyamakan status seseorang. Sungguh sangat su’ul adab jika
disamakan saya dengan sahabat yang tercinta Nabi Muhammad SAW.
Namun kisah tersebut di atas adalah suatu
bukti bahwa kebenaran sunnah Nabi bukan terbatas pada masa nya, tetapi
melintasi sepanjang masa. Siapapun yang
berbuat baik, apakah pendosa atau tidak, muslim atau tidak selalu saja akan
mendapatkan balasan kebaikan yang stimpal.
Saya-dan tentu saja mungkin anda-pernah berbuat
baik dan merasa ‘tidak’ mendapatkan balasan apa-apa berkaitan dengan rezeki
dalam wujud harta. Pada saat itu sebenarnya Allah telah bekerja dan membalas
rezeki dalam bentuk lain. Bisa jadi rezeki ditukar dalam bentuk kesehatan,
mendapatkan keturunan, dan kebahagiaan lahir dan batin. Tapi kadang kita tidak
menyadarinya.
Tidak mengapa kita tidak menyadarinya. Tapi
kita harus tetap berprinsip dalam hidup bahwa kita sekuat tenaga selalu menanam
kebaikan. Apapun yang bis akita lakukan. Mungkin hari ini kita tidak memanen
kebaikan tersebut. bisa jadi nanti anak-anak kita atau cucu-cucu kita yang akan
menanam kebaikan. Dari sini bukti bahwa kebaikan tidak akan tertukar dengan
kejelekan sampai kapan pun. Kebaikan akan dibalas kebaikan. Begitu juga
sebaliknya.
Penulis : Vijianfaiz,PhD
Energi Spiritual Mbah Riyan
29 Juli 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   2760
Idul Fitri dan Pesan Cinta Seluruh Alam Semesta
22 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   279
Sahabat Mu Bernama Ramadhan
17 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   264
Puasa, Setan dan Perang
10 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   242
Iran dan Arti Bersahabat Karena Allah
04 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   143
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      14217
Dalil Berdoa Untuk Mayit
Minggu , 11 Mei 2025      5632
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      5217
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      4559
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      4096