Avatar

Imam Ghozali

Penulis Kolom

871 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Membangun Paradigma Qur’ani



Minggu , 24 September 2023



Telah dibaca :  2715

Al-Qur’an merupakan firman Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw yang mempunyai fungsi sebagai huddan (petunjuk bagi manusia). Ia merupakan mukjizat terbesar nabi sepanjang sejarah. Di dalamnya berisi ajaran-ajaran yang memberikan respon sekaligus menjadi inspirasi dalam menyelesaikan berbagai aspek kehidupan baik berkaitan agama/ keyakinan, politik, ekonomi, pendidikan, hukum dan lain-lain. Nilai-nilai yang solutif tersebut menyebabkan Al-Qur’an senantiasa relevan sepanjang sejarah dan sifatnya terbuka atau inklusif.

Allah swt berfirman :

Kitab (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa. (yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, melaksanakan shalat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka. dan mereka yang beriman kepada (Al-Qur'an) yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dan (kitab-kitab) yang telah diturunkan sebelum engkau, dan mereka yakin akan adanya akhirat. Merekalah yang mendapat petunjuk dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.

Abu Bakar Muhammad bin Al-Qasim bin Basyar bin Muhammad Al-Anhari An-Nahwi Al-Lughawi Dalam Kitab Ar-Radd ‘Ala Man Khalafa Mushhaf Utsman, Dia Menyandarkan Periwayatannya Kepada Abdullah bin Ma’sud. Abdullah bin Mas’ud Berkata, Rasulullah bersabda, “Al-Qur’an adalah sumber ajaran hasil ciptaan Allah. Oleh karena itu belajarlah kalian dari sumber ajaran Allah itu semampu kalian.sesungguhnya Al-Qur’an adalah tali Allah, cahaya-nya yang terang, penyembuh penyakit, dan pembawa manfaat. Al-Qur’an dapat menjadi pelindung bagi orang yang berpegang teguh dengannya. Dia akan memberikan keselamatan kepada orang-orang yang mengikuti ajaranya. Tidak ada sesuatu yang bengkok melainkan akan menjadi lurus. Tidak ada yang berjalan di jalan yang menyimpang melainkan akan mendapatkan teguran.

Pada dasarnya makna atau nilai Al-Qur’an adalah universal. Ia tidak dibatasi atau diubah dalam arti tambah atau berkurang oleh pengguna bahasa Arab sebagai bahasa Al-Qur’an pun sesungguhnya lebh banyak menyangkut masalah teknis pernyampaian pesan daripada masalah nilai.Visi Al-Qur’an ssebenarnya ditantang untuk menemukan dan mengembangkan lebih lanjut titi-titik persamaan antara ajaran berbagai agama,sebab hal serupa itulah yang sekarang ini paling diperlukan dalam negeri sendiri,maupun secara global, meliputi seluruh umat manusia.[1]

Al-Qur’an dan Hukum Islam

Asbab al-nuzul adalah salah satu istilah yang sangat mapan di dalam kajian Islam, karena ia merupakan topik yang dibiarkan oleh para ulama. Asbab bentuk jamak dari sabab, artinya sebab, dan nuzul artinya turun, dalam hal ini yang dimaksud ialah turunya firman Allah SWT. Turunya, firman itu bisa dalam bentuk satu ayat, bisa juga dalam bentuk satu surat, terutama surat-surat pendek seperti surat-surat pada bagian terkahir Al-Qur’an, yang umum nya turun sekaligus.

Dikalangan Islam, ada semacam keyakinan bahwa ajaran Islam itu universal, namun turunnya kepada nabi bersifat konstekstual. Permasalahannya adalah bagaimana kita melakukan generalisasi terhadap suatu firman sehingga bisa mengatasi situasi konkretnya dan menjadi suatu pengertian yang umum. Disinilah peran penting ‘ibrah (penyebrangan), yaitu menarik pengertian umum sebuah ungkapan yang baik dari segi bahasa maupun konteksnya yang spesifik. Melalui proses itulah ditarik suatu kesimpulan “general understanding” dan “general norm”. tetapi sebaliknya, kita juga harus mengakui kenyataan bahwa setiap firman itu punya konteks. Karena itu sudah ada ide-sejak zaman permulaan Islam dalam hal ini Imam Syafi’i bahwa terhadap suatu firman yang tergantung pada suatu konsteks, kita harus melaksanakannya dalam konteks lain dan dalam bentuknya yang lain.

Yang jelas punya konteks ialah ayat-ayat yang berkaitan dengan hukum. Diakui secara terang-terangan oleh para ahli hukum Islam dan ahli fiqh baha hukum itu berubah dari waktu ke waktu dan dari tempat di tempat. Biasanya, kalau dikatakan seperti itu, yang segera tertangkap oleh kita ialah”hukum bisa diubah-ubah menurut waktu dan tempat”.

Hukum  Islam tidak lagi hanya dilihat dari kaca mata fiqh (legal theory), qawaid fiqihiyyah (legal maxism) dan ilmu tafsir (legal interpretation) semata tetapi dilihat dari berbagai ilmu sosial lainnya seperti ilmu sosio-historis, ilmu filsafat, ilmu antropologi, ilmu psikologi, politik dan lain-lain. hukum islam merupakan satu kesatuan dengan ilmu sosial lainnya yang tidak dapat dipisakan karena ilmu sosial itu pun pada dasarnya merupakan salah satu warisan khazanah keislaman milik umat Islam yang kemudian diklaim sebagai ilmu milik barat.[2]

Al-Qur’an dan Theologi Islam

Kitab Suci Al-Qur’an merupakan kitab suci agama Islam. Ia memiliki dua aspek, yakni akidah dan syariat. Kedua aspek tersebut tak dapat dipisahkan antara satu dengan lainnya. Keterkaitannya tidak hanya pada bentuk pengamalan, tetapi juga pada dasar-dasar pemikiran yang berkembang.

Pada masa Rasulullah Saw  pemikiran tentang akidah dan syariat belum muncul ke permukaan karena nabi menjadi referensi langsung atas setiap masalah yang muncul. Namun demikian, para sahabat berdiam di luar madina mencoba berijtihad, misalnya Mu’adz bin Jabal yang diangkat  sebagai hakim di Yaman. Perlu dicatat bahwa penggunaan ijtihad seperti itu masih sangaat terbatas pada lapangan syariat saja, dan hal itu yang menjadi landasan pemikiran fiqh pada masa selanjutnya. Namun, setidaknya kita menegaskan bahwa ijtihad kala itu sudah menjadi sumber hukum sesudah Al-Qur’an dan Hadist.[3]

Disisi lain penggunaan ijtihad dalam soal akidah muncul pasca kemelut politik di zaman Ali r.a, yang mencapai puncaknya setelah pelaksanaan arbitrase (tahkim) antara Ali r.a dan Mu’awiyyah r.a. peroalan politik kemudian berkembang menjadi permasalahan teologis. Sebagian pendukung Ali r.a menuduh kepadanya telah melakukan pelanggaran syariah dan menuduh Ali tidak menjalan syariat Islam. Itu sebabnya Ali r.a dianggap telah keluar dari Islam. Kelompok ini kemudian dikenal dengan sebutan kaum Khawarij. Dari sini, bisa dijelaskan bahwa persoalan politik pada masa Ali r.a kemudian bergeser lahir persoalan teologi takfiri yang berkembang sampai saat sekarang ini. mereka telah menyusup dan berasimilasi dengan berbagai kepentingan dan melakukan taqiyah untuk mencapai tujuan. Bahkan dengan cara melawan keyakinan politik mereka tetap dilaksanakan dalam mencapai tujuan agenda besar mereka.[4]

Al-Qur’an dan Kehidupan Sosial-Budaya

Agama Islam mengandung simbol-simbol sistem sosia-kultural yang memberikan suatu konsepsi tentang realita dan rancangan untuk mewujudkannya. Tetapi simbol-simbol yang  menyangkut realitas ini tidak selalu harus sama dengan realitas yang terwujud secara riil dalam kehidupan masyarakat. dalam pengertian ini, agama diphami sebagai suatu “sistem budaya” sebagaimana yang didefinisikan oleh Clifford Geertz.[5]

Pertanyaan yang muncul jika Islam yang tidak boleh diubah itu merupakan konsepsi tentang realitas,apakah Islam merupakan pendukung atau sebalinya hambatan terhadap perkembangan budaya? Dalam bentuk yang lebih populer, apakah Islam menjadi penghalang bagi perubahan sosial yang menuju ke arah kesejahteraan kemanusiaan?

Sepanjang sejarah sejak masa-masa awal telah tercipta semacam ketegangan antara doktrin teologis islam dengan realitas dan perkembangan sosial. Tetapi, dalam aplikasi praktis, Islam terpaksa mengakomodasi kenyataan sosial-budaya. Akomodasi ini semakin terlihat ketika wilayah Islam berkembang sedemikian rupa sehingga ia menjadi agama yang mendunia. Pada kasus-kasus tertentu, akkomodasi itu tercpta sedemikian rupa, sehingga muncul berbagai varian Islam dengan ciri khas sendiri-sendiri di setiap wilayah yang berbeda-beda.[6]

Al-Qur’an dan Toleransi dalam Beragama

Konsep toleransi dalam Islam disebut dengan tasamuh yaitu suatu sikap terbuka terhadap hak-hak individu dengan cara menghargai dan menghormati serta mengakui eksistensi harkat dan martabat sebagai khalifah di muka bumi.[7]

Dalam konteks keberagaman dan adanya persoalan politik, anjuran bertoleransi antar golongan mudah diucapkan tetapi sangat sulit diterapkan. Toleransi sebagai sikap kebesaran hati menerima perbedaan pada wilayah kepentingan politik sering dipandang sebagai gerakan yang menodai ajaran agama dan bahkan dianggap sebagai penista agama. Sikap yang sebelumnya menerima keterbukaan tiba-tiba menjadi lahir ekslusivisme dan menolak keberagaman yang sudah terbangun sejak lama di masyarakat seperti perbedaan agama keyakinan, suku, etnis dan budaya.

Akibatnya muncul ekses dari sikap tersebut seperti: pertama, intoleransi di berbagai tempat; kedua, lahir kelemahan instrinsik yaitu kelemahan dalam konsepsi dan tidak kritis terhadap epistemologi ajaranya.

Islam tidak menentang adanya toleransi. Ada tiga alasan yang memperkuat alasan tersebut, yaitu: pertama, karena toleransi adalah bersifat temporer dan manusiawi; kedua, toleransi berdasarkan hati nurani; ketiga, toleransi adalah kekuatan moral, sehingga terjadinya keharmonisan adalah sutau keniscayaan. Keempat, toleransi tidak mampu dan memang tidak dimaksudkan untuk memberikan jawaban-jawaban fundamental tentang tujuan hidup manusia dan apa yang terjadi atas manusia setelah kehidupan dunia yang fana ini namun sikap toleransi banyak memberikan maslahat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.[8]

Jawablah Pertanyaan-Pertanyaan di Bawah Ini !

1.      Bagaimana respon Al-Qur’an dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang terus berkembang sejalan perkembangan peradaban, sedangkan di dalam Al-Qur’an tidak disebutkan dalil-dalil nya?

2.      Bagaimana pandangan kamu terhadap kelompok Islam yang suka mengkafirkan umat Islam lain. apakah perbuatan tersebut sesuai ajaran Al-Qur’an? Jelaskan !



[1] Budhy Munawar-Rachman (Ed), “Ensiklopedi Nurcholish Madjid Pemikiran Islam Di Kanvas Peradaban,” 1st ed. (Indramayu,: Yayasan Pesantren Indonesia Al-Zaytun, 2006), Iiii–766.

[2] Ahmad Syahrus Sikti, “Dinamika Hukum Islam” (Yogyakarta: UII Press, 2019), 1–406.

[3] Hamka Haq, “Al-Syathibi Aspek Teologis Konsep Mashlahah Dalam Kitab Al-Muwafaqat” (Jakarta: Erlangga, 2007), 1–273.

[4] Imam Ghozali, “MEMAHAMI FORMAT DEMOKRASI MODEL KHAWARIJ DI INDONESIA ( Studi Kasus Pemilihan Presiden Tahun 2019),” Islamadina Jurnal Pemikiran Islam 21, no. 1 (2020): 1.

[5] Azyumardi Azra, “Konteks Berteologi Di Indonesia Pengalaman Islam” (Jakarta: Penerbit Paramadina, 1999), 1–218.

[6] Azra.

[7] Sikti, “Dinamika Hukum Islam.”

[8] Sikti.



Penulis : Imam Ghozali


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


Avatar

Rahmadani Fitria

1. Al-Quran menyuruh manusia belajar dari sejarah dan mengambil perbandingan dari kejayaan dan kejatuhan umat-umat terdahulu dalam rangka menghadapi masa depan. Pesan-pesan samawi dalam Al-Quran sejalan dengan semua tingkatan perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban. Umat Islam di masa lalu mencapai zaman kejayaan dan menjadi trendsetter kemajuan peradaban dunia dalam abad 7 - 13 M adalah karena mengamalkan Api Islam, menurut istilah Presiden RI Pertama Soekarno, yang bersumber dari Al-Quran. Al-Quran mendorong manusia agar mengembangkan kemampuan berpikir seimbang dengan kemampuan berzikir, mengingat Allah. Al-Quran menginspirasi perkembangan ilmu pengetahuan dan mengajarkan peran dan tanggungjawab manusia yang diberi amanah ilmu. Al-Quran sebagai pedoman hidup (manhaj al-hayah) menuntun umat manusia agar memperoleh keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat. 2.Hukum mengkafirkan orang lain ialah jelas haramnya, tidak pernah ada perintah atau teladan Rasulullah dalam hal tersebut manusia tidak berhak memastikan hati dan amalan orang lain, sebab merupakan kuasa Allah semata.Mengkafirkan orang lain berarti melanggar perintah Allah tersebut dan mengikuti jalan syetan sebagaimana syetan senang ketika manusia memiliki hati yang gelap yang jauh dari petunjuk Allah dan merupakan slaah satu bahaya nafsu dalam islam. Pengkafiran hanya menjadi hak Allah dan RasulNya yang mengetahui isi hati manusia, sesama manusia tidak diperbolehkan mengkafirkan orang lain baik yang berhubungan dengan ajakan atau menuduh. Hal tersebut akan merusak kedudukan kaum muslimin di mata Allah dan mendapat berbagai azab baik di dunia maupun di akherat dimana seharusnya sesama muslim saling menjaga akhlak agar sama sama menjauhi godaan syetan yang terkutuk sehingga akan terkena azab menghina islam.

Avatar

Della Riyana Putri ABI 1B

1) respon Al-Qur’an dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang terus berkembang sejalan perkembangan peradaban yaitu Al-Quran menyuruh manusia belajar dari sejarah dan mengambil perbandingan dari kejayaan dan kejatuhan umat-umat terdahulu dalam rangka menghadapi masa depan. Pesan-pesan samawi dalam Al-Quran sejalan dengan semua tingkatan perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban. Umat Islam di masa lalu mencapai zaman kejayaan dan menjadi trendsetter kemajuan peradaban dunia dalam abad 7 - 13 M adalah karena mengamalkan Api Islam, menurut istilah Presiden RI Pertama Soekarno, yang bersumber dari Al-Quran. Al-Quran mendorong manusia agar mengembangkan kemampuan berpikir seimbang dengan kemampuan berzikir, mengingat Allah. Al-Quran menginspirasi perkembangan ilmu pengetahuan dan mengajarkan peran dan tanggungjawab manusia yang diberi amanah ilmu. Al-Quran sebagai pedoman hidup (manhaj al-hayah) menuntun umat manusia agar memperoleh keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat. 2) Hukum mengkafirkan orang lain ialah jelas haramnya, tidak pernah ada perintah atau teladan Rasulullah dalam hal tersebut manusia tidak berhak memastikan hati dan amalan orang lain, sebab merupakan kuasa Allah semata.Mengkafirkan orang lain berarti melanggar perintah Allah tersebut dan mengikuti jalan syetan sebagaimana syetan senang ketika manusia memiliki hati yang gelap yang jauh dari petunjuk Allah dan merupakan slaah satu bahaya nafsu dalam islam. Pengkafiran hanya menjadi hak Allah dan RasulNya yang mengetahui isi hati manusia, sesama manusia tidak diperbolehkan mengkafirkan orang lain baik yang berhubungan dengan ajakan atau menuduh. Hal tersebut akan merusak kedudukan kaum muslimin di mata Allah dan mendapat berbagai azab baik di dunia maupun di akherat dimana seharusnya sesama muslim saling menjaga akhlak agar sama sama menjauhi godaan syetan yang terkutuk sehingga akan terkena azab menghina islam.

Avatar

Rahmadani Fitria ABI 1b

1. Al-Quran menyuruh manusia belajar dari sejarah dan mengambil perbandingan dari kejayaan dan kejatuhan umat-umat terdahulu dalam rangka menghadapi masa depan. Pesan-pesan samawi dalam Al-Quran sejalan dengan semua tingkatan perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban. Umat Islam di masa lalu mencapai zaman kejayaan dan menjadi trendsetter kemajuan peradaban dunia dalam abad 7 - 13 M adalah karena mengamalkan Api Islam, menurut istilah Presiden RI Pertama Soekarno, yang bersumber dari Al-Quran. Al-Quran mendorong manusia agar mengembangkan kemampuan berpikir seimbang dengan kemampuan berzikir, mengingat Allah. Al-Quran menginspirasi perkembangan ilmu pengetahuan dan mengajarkan peran dan tanggungjawab manusia yang diberi amanah ilmu. Al-Quran sebagai pedoman hidup (manhaj al-hayah) menuntun umat manusia agar memperoleh keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat. 2.Hukum mengkafirkan orang lain ialah jelas haramnya, tidak pernah ada perintah atau teladan Rasulullah dalam hal tersebut manusia tidak berhak memastikan hati dan amalan orang lain, sebab merupakan kuasa Allah semata.Mengkafirkan orang lain berarti melanggar perintah Allah tersebut dan mengikuti jalan syetan sebagaimana syetan senang ketika manusia memiliki hati yang gelap yang jauh dari petunjuk Allah dan merupakan slaah satu bahaya nafsu dalam islam. Pengkafiran hanya menjadi hak Allah dan RasulNya yang mengetahui isi hati manusia, sesama manusia tidak diperbolehkan mengkafirkan orang lain baik yang berhubungan dengan ajakan atau menuduh. Hal tersebut akan merusak kedudukan kaum muslimin di mata Allah dan mendapat berbagai azab baik di dunia maupun di akherat dimana seharusnya sesama muslim saling menjaga akhlak agar sama sama menjauhi godaan syetan yang terkutuk sehingga akan terkena azab menghina islam.

Avatar

RATYH MASITAH ABI 1B

1.Al-Quran mendorong manusia agar mengembangkan kemampuan berpikir seimbang dengan kemampuan berzikir, mengingat Allah. Al-Quran menginspirasi perkembangan ilmu pengetahuan dan mengajarkan peran dan tanggungjawab manusia yang diberi amanah ilmu. 2. perbuatan mengkafirkan orang Islam hukumnya haram sebagaimana hadis Nabi SAW: "Bila seseorang mengkafirkan saudaranya (yang Muslim), maka pasti seseorang dari keduanya mendapatkan kekafiran itu." (HR Bukhari). "Jadi ini artinya ancaman dari Rasulullah tentang tidak boleh mengafirkan. Tidak bisa sembarangan. Apalagi dia jelas Muslim yang menunjukkan syiar-syiar Islam, walaupun mungkin dalam hal-hal tertentu dia masih berbuat dosa. Tidak boleh kemudian dihukumkan kafir. Atau (menyebut) kamu telah kafir. Itu tidak boleh dilakukan seorang Muslim kepada Muslim lainnya," kata Kiai Jeje dalam kajian virtual PP Persis beberapa waktu lalu.

Avatar

Nurul Hidayah (ABI 1B)

1. Al-Qur'an sebagai kitab suci Islam adalah sumber utama hukum dan panduan umat Muslim. Namun, tidak semua masalah praktis yang terkait dengan kehidupan modern dapat ditemukan secara langsung dalam Al-Qur'an. Oleh karena itu, umat Islam menggunakan prinsip-prinsip umum dalam Al-Qur'an untuk memecahkan berbagai masalah saat ini. Al-Qur'an memberikan prinsip-prinsip umum yang dapat diterapkan dalam situasi modern dengan mengacu pada nilai-nilai Islam utama, seperti keadilan, kejujuran, kedermawanan, toleransi, dan kasih sayang. Oleh karena itu, muslim dapat melihat pandangan Al-Qur'an secara universal dan menemukan cara untuk menerapkannya pada masalah masa kini. Dalam situasi praktis, muslim juga dapat merujuk pada hukum Islam yang ditetapkan dalam hadis, fatwa ulama, dan ilmu fiqh untuk menemukan solusi bagi masalah dunia modern. Sebagai ringkasan, Al-Qur'an adalah sumber utama hukum dan panduan bagi umat Muslim. Namun, prinsip-prinsip umum yang terkandung dalam Al-Qur'an dapat diterapkan pada situasi modern dengan bantuan tafsir dan ilmu fiqh Islam. Oleh karena itu, sesuai dengan kaidah Islam, Muslim memerlukan tafsir yang memadai dan ilmu pengetahuan untuk setiap konteks dalam memahami dan memecahkan situasi-modern dengan baik. 2. Menurut saya, berdasarkan ajaran Al-Qur'an, tidak ada ruang bagi umat Islam untuk saling mengkafirkan satu sama lain. Islam mengajarkan toleransi, kerukunan, dan saling menghormati di antara semua umat manusia tanpa memandang agama, ras, atau gender. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Hujurat ayat 13: "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal." Oleh karena itu, tindakan mengkafirkan umat Islam lain bukanlah tindakan yang sesuai dengan ajaran Al-Qur'an. Sebagai umat Islam, kita harus tetap menghormati perbedaan pendapat dan selalu berusaha untuk membangun harmoni di antara sesama muslim.

Avatar

Elsya wardani Abi 1b

1.Al-Quran mendorong manusia agar mengembangkan kemampuan berpikir seimbang dengan kemampuan berzikir, mengingat Allah. Al-Quran menginspirasi perkembangan ilmu pengetahuan dan mengajarkan peran dan tanggungjawab manusia yang diberi amanah ilmu,respon Al-Qur’an dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang terus berkembang sejalan perkembangan peradaban yaitu Al-Quran menyuruh manusia belajar dari sejarah dan mengambil perbandingan dari kejayaan dan kejatuhan umat-umat terdahulu dalam rangka menghadapi masa depan. Pesan-pesan samawi dalam Al-Quran sejalan dengan semua tingkatan perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban. Umat Islam di masa lalu mencapai zaman kejayaan dan menjadi trendsetter kemajuan peradaban dunia dalam abad 7 - 13 M adalah karena mengamalkan Api Islam, menurut istilah Presiden RI Pertama Soekarno, yang bersumber dari Al-Quran. Al-Quran mendorong manusia agar mengembangkan kemampuan berpikir seimbang dengan kemampuan berzikir, mengingat Allah 2.Maka dari itu, perbuatan mengkafirkan orang Islam hukumnya haram sebagaimana hadis Nabi SAW: "Bila seseorang mengkafirkan saudaranya (yang Muslim), maka pasti seseorang dari keduanya mendapatkan kekafiran itu." (HR Bukhari). "Jadi ini artinya ancaman dari Rasulullah tentang tidak boleh mengafirkan

Avatar

Rahmah

1. Al-Quran mendorong manusia agar mengembangkan kemampuan berpikir seimbang dengan kemampuan berzikir, mengingat Allah. Al-Quran menginspirasi perkembangan ilmu pengetahuan dan mengajarkan peran dan tanggungjawab manusia yang diberi amanah ilmu. Al-Quran sebagai pedoman hidup (manhaj al-hayah) menuntun umat manusia agar memperoleh keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat. Di dalam Al-Qur'an pasti ada cara menyelesaikan masalah dengan baik dan benar. Dan bagaimana cara kita menyikapi masalah juga ada di dalam Al-Qur'an 2. Orang Islam tidak boleh mengkafirkan org Islam karena ada hadis yang mengatakan itu haram, manusia tidak berhak mengkafirkan sesama muslim, kecuali orang muslim itu pindah agama Bila seseorang mengkafirkan saudaranya (yang Muslim), maka pasti seseorang dari keduanya mendapatkan kekafiran itu." (HR Bukhari). "Jadi ini artinya ancaman dari Rasulullah tentang tidak boleh mengafirkan

Avatar

ismawati ABI 1B

1. Al-Quran menyuruh manusia belajar dari sejarah dan mengambil perbandingan dari kejayaan dan kejatuhan umat-umat terdahulu dalam rangka menghadapi masa depan. Pesan-pesan samawi dalam Al-Quran sejalan dengan semua tingkatan perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban. Umat Islam di masa lalu mencapai zaman kejayaan dan menjadi trendsetter kemajuan peradaban dunia dalam abad 7 - 13 M adalah karena mengamalkan Api Islam, menurut istilah Presiden RI Pertama Soekarno, yang bersumber dari Al-Quran. Al-Quran mendorong manusia agar mengembangkan kemampuan berpikir seimbang dengan kemampuan berzikir, mengingat Allah. Al-Quran menginspirasi perkembangan ilmu pengetahuan dan mengajarkan peran dan tanggungjawab manusia yang diberi amanah ilmu. Al-Quran sebagai pedoman hidup (manhaj al-hayah) menuntun umat manusia agar memperoleh keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat. 2.Hukum mengkafirkan orang lain ialah jelas haramnya, tidak pernah ada perintah atau teladan Rasulullah dalam hal tersebut manusia tidak berhak memastikan hati dan amalan orang lain, sebab merupakan kuasa Allah semata.Mengkafirkan orang lain berarti melanggar perintah Allah tersebut dan mengikuti jalan syetan sebagaimana syetan senang ketika manusia memiliki hati yang gelap yang jauh dari petunjuk Allah dan merupakan slaah satu bahaya nafsu dalam islam. Pengkafiran hanya menjadi hak Allah dan RasulNya yang mengetahui isi hati manusia, sesama manusia tidak diperbolehkan mengkafirkan orang lain baik yang berhubungan dengan ajakan atau menuduh. Hal tersebut akan merusak kedudukan kaum muslimin di mata Allah dan mendapat berbagai azab baik di dunia maupun di akherat dimana seharusnya sesama muslim saling menjaga akhlak agar sama sama menjauhi godaan syetan yang terkutuk sehingga akan terkena azab menghina islam.

Avatar

Putri Rahma Resa

Senin, 25 September 2023 Nama : Putri Rahma Resa Kelas : 1B Prodi : Administrasi Bisnis Internasional NIM : 5404230055 1. Bagaimana respon Al Quran dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang terus berkembang sejalan perkembangan peradaban, sedangkan didalam Al Quran tidak disebutkan dalil dalilnya? 2. Bagaimana pandangan kamu terhadap kelompok Islam yang suka mengkafirkan umat Islam lain. apakah perbuatan tersebut sesuai ajaran Al-Qur’an? Jelaskan ! Jawaban: 1) Respon Al-Qur’an dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang terus berkembang sejalan perkembangan peradaban yaitu Al-Quran menyuruh manusia belajar dari sejarah dan mengambil perbandingan dari kejayaan dan kejatuhan umat-umat terdahulu dalam rangka menghadapi masa depan. Pesan-pesan samawi dalam Al-Quran sejalan dengan semua tingkatan perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban. 2) Hukum mengkafirkan orang lain ialah jelas haramnya, tidak pernah ada perintah atau teladan Rasulullah dalam hal tersebut manusia tidak berhak memastikan hati dan amalan orang lain, sebab merupakan kuasa Allah semata.

Avatar

Fitria Lestari

1.Al-Quran menyuruh manusia belajar dari sejarah dan mengambil perbandingan dari kejayaan dan kejatuhan umat-umat terdahulu dalam rangka menghadapi masa depan. Pesan-pesan samawi dalam Al-Quran sejalan dengan semua tingkatan perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban.Al-Quran mendorong manusia agar mengembangkan kemampuan berpikir seimbang dengan kemampuan berzikir, mengingat Allah. Al-Quran menginspirasi perkembangan ilmu pengetahuan dan mengajarkan peran dan tanggungjawab manusia yang diberi amanah ilmu. Al-Quran sebagai pedoman hidup (manhaj al-hayah) menuntun umat manusia agar memperoleh keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat. 2.Mengkafirkan orang lain berarti melanggar perintah Allah tersebut dan mengikuti jalan syetan sebagaimana syetan senang ketika manusia memiliki hati yang gelap yang jauh dari petunjuk Allah dan merupakan slaah satu bahaya nafsu dalam islam.Munculnya pemboman, teror, dan pembunuhan ialah hasil dari mengkafirkan orang lain. yang berawal dari pengaruh bahwa melakukan hal demikian adalah contoh nyata perjuangan umat islam, padahal sama sekali tidak ada syariatnya dalam Al Qur’an maupun hadist. Perbuatan tersebut pun mencoreng nama islam.Maka dari itu, perbuatan mengkafirkan orang Islam hukumnya haram sebagaimana hadis Nabi SAW: "Bila seseorang mengkafirkan saudaranya (yang Muslim), maka pasti seseorang dari keduanya mendapatkan kekafiran itu." (HR Bukhari).

Avatar

MAYA KIROMI

Maya kiromi 5404230038 Agama 25/09/2023 1. Bagaimana respon Al-Qur’an dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang terus berkembang sejalan perkembangan peradaban, sedangkan di dalam Al-Qur’an tidak disebutkan dalil-dalil nya? →Al-Quran menyuruh manusia belajar dari sejarah dan mengambil perbandingan dari kejayaan dan kejatuhan umat-umat terdahulu dalam rangka menghadapi masa depan. Pesan-pesan samawi dalam Al-Quran sejalan dengan semua tingkatan perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban. Al-Quran mendorong manusia agar mengembangkan kemampuan berpikir seimbang dengan kemampuan berzikir, mengingat Allah. 2. Bagaimana pandangan kamu terhadap kelompok Islam yang suka mengkafirkan umat Islam lain. apakah perbuatan tersebut sesuai ajaran Al-Qur’an? Jelaskan ! →tindakan suka mengkafirkan bertentangan dengan watak Islam yang menekankan kasih sayang, kesantunan, tawasuth, dan toleransi. tindakan disebut dengan khawarij. Karena pada dasarnya keimanan adalah suatu hal yang telah diyakini oleh segenap umat Islam, sedangkan tuduhan kafir adalah sebuah hal baru yang penuh dengan keraguan dan membutuhkan bukti yang jelas. jangan mengafirkan mereka sebab suatu dosa serta jangan mengeluarkan mereka dari Islam sebab suatu perbuatan,

Avatar

Nurul Afifah

1/Respon Al-Quran dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang terus timbul seiring dengan berkembangnya peradaban, yaitu Al-Quran menyuruh manusia untuk belajar dari sejarah dan membandingkan kehormatan dan aib para pendahulunya. Untuk menghadapi masa depan. Pesan ilahi dalam Al-Qur'an konsisten dengan setiap tingkat perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban. Sukarno, Presiden pertama Republik Indonesia, mengatakan bahwa umat Islam di masa lalu mencapai masa kejayaan dengan mengamalkan api Islam pada abad ke-7 hingga ke-13 M dan menjadi trendsetter kemajuan peradaban dunia. Dari Alquran. Al-Qur'an mendorong manusia untuk mengembangkan kemampuan berpikir seimbang dan berdzikir, mengingat Allah. Al-Qur'an mengilhami pengembangan ilmu pengetahuan dan mengajarkan umat manusia tentang peran dan tanggung jawab yang dipercayakan kepada ilmu pengetahuan. Al-Qur’an berfungsi sebagai pedoman hidup (manhaj al-hayah) yang membimbing manusia untuk mencapai keamanan dan kebahagiaan dunia dan akhirat. 2/Tidak mempercayai hukum orang lain jelas haram, tidak pernah ada perintah atau teladan dari Rasulullah dalam hal ini, manusia tidak berhak menentukan hati dan perbuatan orang lain karena itu kekuasaan Allah semata. Tidak mempercayai orang lain berarti tidak menaati perintah Allah dan mengikuti jalan setan seperti setan. Alangkah baiknya bila manusia mempunyai hati yang gelap, jauh dari petunjuk Allah, dan inilah salah satu bahaya syahwat dalam Islam. Kafir hanyalah hak Allah dan Rasul-Nya yang mengetahui isi hati manusia. Sesama manusia tidak boleh curiga terhadap orang lain berdasarkan ajakan atau tuduhan. Hal ini akan merusak derajat umat Islam di mata Allah dan berujung pada berbagai azab di dunia dan akhirat. Hendaknya sesama umat Islam saling menjunjung tinggi akhlak dan menjauhkan diri dari godaan setan yang keji agar mendapat azab yang setimpal. menghina Islam.

Avatar

UUN AGHITA PUTRI

Uun Aghita Putri ABI 1B 1. Al-Quran mendorong manusia agar mengembangkan kemampuan berpikir seimbang dengan kemampuan berzikir, mengingat Allah. Al-Quran menginspirasi perkembangan ilmu pengetahuan dan mengajarkan peran dan tanggungjawab manusia yang diberi amanah ilmu. 2. Maka dari itu, perbuatan mengkafirkan orang Islam hukumnya haram sebagaimana hadis Nabi SAW: "Bila seseorang mengkafirkan saudaranya (yang Muslim), maka pasti seseorang dari keduanya mendapatkan kekafiran itu." (HR Bukhari). "Jadi ini artinya ancaman dari Rasulullah tentang tidak boleh mengafirkan.

Avatar

NURMAFITA ABI 1B

1.Al-Qur'an sebagai kitab suci Islam adalah sumber utama hukum dan panduan umat Muslim. Namun, tidak semua masalah praktis yang terkait dengan kehidupan modern dapat ditemukan secara langsung dalam Al-Qur'an. Oleh karena itu, umat Islam menggunakan prinsip-prinsip umum dalam Al-Qur'an untuk memecahkan berbagai masalah saat ini. Al-Qur'an memberikan prinsip-prinsip umum yang dapat diterapkan dalam situasi modern dengan mengacu pada nilai-nilai Islam utama, seperti keadilan, kejujuran, kedermawanan, toleransi, dan kasih sayang. Oleh karena itu, muslim dapat melihat pandangan Al-Qur'an secara universal dan menemukan cara untuk menerapkannya pada masalah masa kini. Dalam situasi praktis, muslim juga dapat merujuk pada hukum Islam yang ditetapkan dalam hadis, fatwa ulama, dan ilmu fiqh untuk menemukan solusi bagi masalah dunia modern. Sebagai ringkasan, Al-Qur'an adalah sumber utama hukum dan panduan bagi umat Muslim. Namun, prinsip-prinsip umum yang terkandung dalam Al-Qur'an dapat diterapkan pada situasi modern dengan bantuan tafsir dan ilmu fiqh Islam. Oleh karena itu, sesuai dengan kaidah Islam, Muslim memerlukan tafsir yang memadai dan ilmu pengetahuan untuk setiap konteks dalam memahami dan memecahkan situasi-modern dengan baik. 2.Menurut saya, berdasarkan ajaran Al-Qur'an, tidak ada ruang bagi umat Islam untuk saling mengkafirkan satu sama lain. Islam mengajarkan toleransi, kerukunan, dan saling menghormati di antara semua umat manusia tanpa memandang agama, ras, atau gender. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Hujurat ayat 13: "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal." Oleh karena itu, tindakan mengkafirkan umat Islam lain bukanlah tindakan yang sesuai dengan ajaran Al-Qur'an. Sebagai umat Islam, kita harus tetap menghormati perbedaan pendapat dan selalu berusaha untuk membangun harmoni di antara sesama muslim.

Avatar

Nama : Kharisma Eka Safridayanti

Nim:5404230061 Prodi : Administrasi Bisnis Internasional Kelas : ABI B 1.Al-Qur'an menggambarkan dirinya sebagai petunjuk bagi dunia dan cahaya yang nyata Menurut Al-Qur'an, Allah telah menetapkan solusi setiap permasalahan manusia dalam Al-Qur'an dengan sangat jelas. Al-Qur'an adalah petunjuk, bukti, pembeda antara yang benar dan yang salah, dan cahaya yang nyata bagi manusia untuk memberi petunjuk yang benar dan membantu mereka dalam segala kebutuhannya.Al-Qur'an adalah kitab yang memberi kita banyak informasi dan nasihat tentang bagaimana kita harus bersikap dan memperlakukan orang lain.Pentingnya Al-Qur'an dipahami ketika, sebagai Kitab Suci terakhir yang diturunkan Tuhan kepada Rasul-Nya yang terakhir, ia bertindak sebagai pembuktian bagi semua Kitab Suci lain yang diturunkan sebelumnya.Al-Qur'an berbeda dengan kitab suci lainnya karena tidak pernah dan tidak akan pernah terpengaruh oleh halangan seperti yang tercantum dalam ayat sembilan Surat Al-Hijr. Al-Qur'an adalah kesaksian persuasif yang kuat tentang asal muasalnya. Al-Qur'an adalah kitab yang memberikan wawasan kepada manusia dan menunjukkan jalan yang benar kepada manusia dengan memberikan kisah para Nabi dan bangsa-bangsa.Oleh karena itu, Al-Qur’an dapat dijadikan pedoman untuk memecahkan berbagai permasalahan yang timbul seiring dengan berkembangnya peradaban. 2.Menurut ajaran Al-Qur'an, mengkafirkan umat Islam yang lain tidak sesuai dengan ajaran Islam. Berikut adalah pandangan saya terhadap kelompok Islam yang suka mengkafirkan umat Islam lain: Mengkafirkan umat Islam yang lain adalah tindakan yang bertentangan dengan ajaran Al-Qur'an. Al-Qur'an menekankan pentingnya persatuan dan kesatuan umat Islam, serta menolak segala bentuk perpecahan dan permusuhan antar sesama umat Islam.Mengkafirkan umat Islam lain juga dapat menimbulkan konflik dan perpecahan di antara umat Islam, yang justru bertentangan dengan tujuan Al-Qur'an untuk membentuk umat yang bersatu dan damai.Sebagai umat Islam, hendaknya kita saling menghormati dan menghargai perbedaan pendapat, serta tidak mudah menuduh orang lain sebagai kafir.Sebaliknya, kita harus memperkuat persatuan dan kesatuan umat Islam, serta membangun kerjasama dan toleransi antar sesama umat Islam.Kesimpulannya, mengkafirkan umat Islam lain tidak sesuai dengan ajaran Al-Qur'an. Sebagai umat Islam, kita harus memperkuat persatuan dan kesatuan umat Islam, serta membangun kerjasama dan toleransi antar sesama umat Islam.

Avatar

Nurul Afifah

1/Respon Al-Quran dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang terus timbul seiring dengan berkembangnya peradaban, yaitu Al-Quran menyuruh manusia untuk belajar dari sejarah dan membandingkan kehormatan dan aib para pendahulunya. Untuk menghadapi masa depan. Pesan ilahi dalam Al-Qur'an konsisten dengan setiap tingkat perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban. Sukarno, Presiden pertama Republik Indonesia, mengatakan bahwa umat Islam di masa lalu mencapai masa kejayaan dengan mengamalkan api Islam pada abad ke-7 hingga ke-13 M dan menjadi trendsetter kemajuan peradaban dunia. Dari Alquran. Al-Qur'an mendorong manusia untuk mengembangkan kemampuan berpikir seimbang dan berdzikir, mengingat Allah. Al-Qur'an mengilhami pengembangan ilmu pengetahuan dan mengajarkan umat manusia tentang peran dan tanggung jawab yang dipercayakan kepada ilmu pengetahuan. Al-Qur’an berfungsi sebagai pedoman hidup (manhaj al-hayah) yang membimbing manusia untuk mencapai keamanan dan kebahagiaan dunia dan akhirat. 2/Tidak mempercayai hukum orang lain jelas haram, tidak pernah ada perintah atau teladan dari Rasulullah dalam hal ini, manusia tidak berhak menentukan hati dan perbuatan orang lain karena itu kekuasaan Allah semata. Tidak mempercayai orang lain berarti tidak menaati perintah Allah dan mengikuti jalan setan seperti setan. Alangkah baiknya bila manusia mempunyai hati yang gelap, jauh dari petunjuk Allah, dan inilah salah satu bahaya syahwat dalam Islam. Kafir hanyalah hak Allah dan Rasul-Nya yang mengetahui isi hati manusia. Sesama manusia tidak boleh curiga terhadap orang lain berdasarkan ajakan atau tuduhan. Hal ini akan merusak derajat umat Islam di mata Allah dan berujung pada berbagai azab di dunia dan akhirat. Hendaknya sesama umat Islam saling menjunjung tinggi akhlak dan menjauhkan diri dari godaan setan yang keji agar mendapat azab yang setimpal. menghina Islam.

Avatar

NURNABILAH

1) Respon Al-Qur’an dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang terus berkembang sejalan perkembangan peradaban yaitu Al-Quran menyuruh manusia belajar dari sejarah dan mengambil perbandingan dari kejayaan dan kejatuhan umat-umat terdahulu dalam rangka menghadapi masa depan. Pesan-pesan samawi dalam Al-Quran sejalan dengan semua tingkatan perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban. Umat Islam di masa lalu mencapai zaman kejayaan dan menjadi trendsetter kemajuan peradaban dunia dalam abad 7 - 13 M adalah karena mengamalkan Api Islam, menurut istilah Presiden RI Pertama Soekarno, yang bersumber dari Al-Quran. Al-Quran mendorong manusia agar mengembangkan kemampuan berpikir seimbang dengan kemampuan berzikir, mengingat Allah. Al-Quran menginspirasi perkembangan ilmu pengetahuan dan mengajarkan peran dan tanggungjawab manusia yang diberi amanah ilmu. Al-Quran sebagai pedoman hidup (manhaj al-hayah) menuntun umat manusia agar memperoleh keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat. 2) Hukum mengkafirkan orang lain ialah jelas haramnya, tidak pernah ada perintah atau teladan Rasulullah dalam hal tersebut manusia tidak berhak memastikan hati dan amalan orang lain, sebab merupakan kuasa Allah semata.Mengkafirkan orang lain berarti melanggar perintah Allah tersebut dan mengikuti jalan syetan sebagaimana syetan senang ketika manusia memiliki hati yang gelap yang jauh dari petunjuk Allah dan merupakan slaah satu bahaya nafsu dalam islam. Pengkafiran hanya menjadi hak Allah dan RasulNya yang mengetahui isi hati manusia, sesama manusia tidak diperbolehkan mengkafirkan orang lain baik yang berhubungan dengan ajakan atau menuduh. Hal tersebut akan merusak kedudukan kaum muslimin di mata Allah dan mendapat berbagai azab baik di dunia maupun di akherat dimana seharusnya sesama muslim saling menjaga akhlak agar sama sama menjauhi godaan syetan yang terkutuk sehingga akan terkena azab menghina islam.

Avatar

Avi putri nabila (ABI 1B)

1) respon Al-Qur’an dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang terus berkembang sejalan perkembangan peradaban yaitu Al-Quran menyuruh manusia belajar dari sejarah dan mengambil perbandingan dari kejayaan dan kejatuhan umat-umat terdahulu dalam rangka menghadapi masa depan. Pesan-pesan samawi dalam Al-Quran sejalan dengan semua tingkatan perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban. Umat Islam di masa lalu mencapai zaman kejayaan dan menjadi trendsetter kemajuan peradaban dunia dalam abad 7 - 13 M adalah karena mengamalkan Api Islam, menurut istilah Presiden RI Pertama Soekarno, yang bersumber dari Al-Quran. Al-Quran mendorong manusia agar mengembangkan kemampuan berpikir seimbang dengan kemampuan berzikir, mengingat Allah. Al-Quran menginspirasi perkembangan ilmu pengetahuan dan mengajarkan peran dan tanggungjawab manusia yang diberi amanah ilmu. Al-Quran sebagai pedoman hidup (manhaj al-hayah) menuntun umat manusia agar memperoleh keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat. 2.Hukum mengkafirkan orang lain ialah jelas haramnya, tidak pernah ada perintah atau teladan Rasulullah dalam hal tersebut manusia tidak berhak memastikan hati dan amalan orang lain, sebab merupakan kuasa Allah semata.Mengkafirkan orang lain berarti melanggar perintah Allah tersebut dan mengikuti jalan syetan sebagaimana syetan senang ketika manusia memiliki hati yang gelap yang jauh dari petunjuk Allah dan merupakan slaah satu bahaya nafsu dalam islam. Pengkafiran hanya menjadi hak Allah dan RasulNya yang mengetahui isi hati manusia, sesama manusia tidak diperbolehkan mengkafirkan orang lain baik yang berhubungan dengan ajakan atau menuduh. Hal tersebut akan merusak kedudukan kaum muslimin di mata Allah dan mendapat berbagai azab baik di dunia maupun di akherat dimana seharusnya sesama muslim saling menjaga akhlak agar sama sama menjauhi godaan syetan yang terkutuk sehingga akan terkena azab menghina islam.

Avatar

Riska Jumaliya Putri ( Kelas 1B ABI)

1. Al-Quran menyuruh manusia belajar dari sejarah dan mengambil perbandingan dari kejayaan dan kejatuhan umat-umat terdahulu dalam rangka menghadapi masa depan. Pesan-pesan samawi dalam Al-Quran sejalan dengan semua tingkatan perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban. Al-Quran mendorong manusia agar mengembangkan kemampuan berpikir seimbang dengan kemampuan berzikir, mengingat Allah. Al-Quran menginspirasi perkembangan ilmu pengetahuan dan mengajarkan peran dan tanggungjawab manusia yang diberi amanah ilmu. Al-Quran sebagai pedoman hidup (manhaj al-hayah) menuntun umat manusia agar memperoleh keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat. 2. Menurut saya mengkafirkan umat Islam lain ialah dosa, kita sebagai umat Islam tidak boleh melakukan tindakan tersebut karna tindakan tersebut merupakan tindakan tercela dan tindakan tersebut tidak sesuai dengan ajaran al-quran. Maka dari itu, perbuatan mengkafirkan orang Islam hukumnya haram sebagaimana hadis Nabi SAW: "Bila seseorang mengkafirkan saudaranya (yang Muslim), maka pasti seseorang dari keduanya mendapatkan kekafiran itu." (HR Bukhari). "Jadi ini artinya ancaman dari Rasulullah tentang tidak boleh mengafirkan.

Avatar

Avi putri nabila (ABI 1B)

1) respon Al-Qur’an dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang terus berkembang sejalan perkembangan peradaban yaitu Al-Quran menyuruh manusia belajar dari sejarah dan mengambil perbandingan dari kejayaan dan kejatuhan umat-umat terdahulu dalam rangka menghadapi masa depan. Pesan-pesan samawi dalam Al-Quran sejalan dengan semua tingkatan perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban. Umat Islam di masa lalu mencapai zaman kejayaan dan menjadi trendsetter kemajuan peradaban dunia dalam abad 7 - 13 M adalah karena mengamalkan Api Islam, menurut istilah Presiden RI Pertama Soekarno, yang bersumber dari Al-Quran. Al-Quran mendorong manusia agar mengembangkan kemampuan berpikir seimbang dengan kemampuan berzikir, mengingat Allah. Al-Quran menginspirasi perkembangan ilmu pengetahuan dan mengajarkan peran dan tanggungjawab manusia yang diberi amanah ilmu. Al-Quran sebagai pedoman hidup (manhaj al-hayah) menuntun umat manusia agar memperoleh keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat. 2.Hukum mengkafirkan orang lain ialah jelas haramnya, tidak pernah ada perintah atau teladan Rasulullah dalam hal tersebut manusia tidak berhak memastikan hati dan amalan orang lain, sebab merupakan kuasa Allah semata.Mengkafirkan orang lain berarti melanggar perintah Allah tersebut dan mengikuti jalan syetan sebagaimana syetan senang ketika manusia memiliki hati yang gelap yang jauh dari petunjuk Allah dan merupakan slaah satu bahaya nafsu dalam islam. Pengkafiran hanya menjadi hak Allah dan RasulNya yang mengetahui isi hati manusia, sesama manusia tidak diperbolehkan mengkafirkan orang lain baik yang berhubungan dengan ajakan atau menuduh. Hal tersebut akan merusak kedudukan kaum muslimin di mata Allah dan mendapat berbagai azab baik di dunia maupun di akherat dimana seharusnya sesama muslim saling menjaga akhlak agar sama sama menjauhi godaan syetan yang terkutuk sehingga akan terkena azab menghina islam.

Avatar

KHAIRI

1.Al-Quran adalah sumber utama ajaran Islam yang dianut oleh hampir seperempat penduduk dunia hari ini. Tidak ada satu buku dan kitab yang paling banyak dibaca dan dihafal di seluruh dunia serta dikaji dari berbagai perspektif keilmuwan melebihi Al-Quran. Sumber Al-Quran sama dengan sumber Taurat, Zabur, Injil dan suhuf-suhuf yang lainnya, yaitu Allah SWT, Tuhan Yang Esa. Al-Quran menyuruh manusia belajar dari sejarah dan mengambil perbandingan dari kejayaan dan kejatuhan umat-umat terdahulu dalam rangka menghadapi masa depan. Pesan-pesan samawi dalam Al-Quran sejalan dengan semua tingkatan perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban. 2.Kafir adalah orang yang menentang dan menolak kebenaran dari Allah SWT yang disampaikan RasulNya. Perbuatan mengkafirkan orang islam hukumnya haram sebagaimana hadis Nabi SAW."Bila seseorang mengkafirkan saudaranya (yang muslim),maka pasti seseorang dari keduanya mendapatkan kekafiran itu".(HR Bukhari).jadi artinya ancaman dari Rasulullah tentang tidak boleh mengkafirkan

Avatar

Arrahmi putri 1B

Nama: Arrahmi putri Nim:5404230060 Kelas: ABI 1B 1.Pertanyaannya menanyakan tentang respon Al-Quran dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang terus berkembang seiring dengan perkembangan peradaban, sedangkan Al-Quran tidak menyebutkan dalil-dalilnya. Namun perlu diperhatikan bahwa Al-Quran memuat pedoman dan prinsip yang dapat diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk permasalahan modern. Misalnya, Al-Quran memuat perintah-perintah tentang sopan santun dan tata krama yang dapat diterapkan dalam masyarakat. Al-Qur'an juga memuat ayat-ayat yang membahas hubungan antara pria dan wanita dan hubungan antara Muslim dan non-Muslim Perlu dicatat bahwa Al-Quran bukanlah satu-satunya sumber petunjuk dalam Islam. Sunnah yang mengacu pada pernyataan dan tindakan Nabi Muhammad juga menjadi sumber pedoman yang penting. Hadits, yang merupakan narasi perkataan dan tindakan Nabi, digunakan untuk memahami dan menafsirkan Al-Qur'an Namun, ada beberapa kritik terhadap pengumpulan dan penggunaan hadis dalam Islam. 2. Bagaimana pandangan kamu terhadap kelompok Islam yang suka mengkafirkan umat Islam lain. Apakah perbuatan tersebut sesuai ajaran Al Qur'an? Jelaskan Jawab: Mengkafirkan umat Islam lain tidak sesuai dengan ajaran Al-Qur'an. Tindakan mengkafirkan umat Islam lain hukumnya haram, seperti yang dinyatakan dalam hadis Nabi Muhammad SAW: "Bila seseorang mengkafirkan saudaranya (yang muslim), maka kekufuran itu kembali kepada salah seorangnya" Mengafirkan sesama Muslim bisa berakibat fatal dan masuk dalam kategori murtad dalam ucapan. Syekh Nawawi al-Bantani menjelaskan bahwa murtad lebih buruk daripada kufur, karena orang murtad telah mengenal ajaran Islam namun keluar dari agama tersebut. Nabi Muhammad SAW melarang umat Islam memvonis kafir sesama umat Islam. Hal ini menunjukkan bahwa mengkafirkan umat Islam lain tidak sesuai dengan ajaran Islam. Beberapa kelompok yang suka mengkafirkan umat Islam lain cenderung memahami agama secara kaku tanpa mencoba memahami hujjah atau alasan orang yang dituduhnya. Hal ini menunjukkan kurangnya pemahaman yang mendalam tentang ajaran Islam dan kemungkinan adanya kesalahan penafsiran. Mengkafirkan umat Islam lain dapat menimbulkan fitnah dan perpecahan dalam umat Islam. Sebagai umat Islam, seharusnya kita saling menghormati dan bekerja sama untuk memperkuat persatuan umat. Dalam beberapa kasus, ada pengecualian di mana seseorang dapat dianggap kafir, seperti orang yang secara terang-terangan menentang ajaran Islam dan mengikuti paham atau ideologi yang bertentangan dengan syariat dan hukum-hukum Islam Namun, ini hanya berlaku untuk kasus-kasus tertentu dan tidak dapat digeneralisasi untuk semua umat Islam yang berbeda pendapat.

Avatar

Tiara Anggraini

Nama : Tiara Anggraini NIM : 5404230041 1. Al-Quran menyuruh manusia belajar dari sejarah dan mengambil perbandingan dari kejayaan dan kejatuhan umat-umat terdahulu dalam rangka menghadapi masa depan. Pesan-pesan samawi dalam Al-Quran sejalan dengan semua tingkatan perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban. Umat Islam di masa lalu mencapai zaman kejayaan dan menjadi trendsetter kemajuan peradaban dunia dalam abad 7 - 13 M adalah karena mengamalkan Api Islam, menurut istilah Presiden RI Pertama Soekarno, yang bersumber dari Al-Quran. Al-Quran mendorong manusia agar mengembangkan kemampuan berpikir seimbang dengan kemampuan berzikir, mengingat Allah. Al-Quran menginspirasi perkembangan ilmu pengetahuan dan mengajarkan peran dan tanggungjawab manusia yang diberi amanah ilmu. Al-Quran sebagai pedoman hidup (manhaj al-hayah) menuntun umat manusia agar memperoleh keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat. 2. Hukum mengkafirkan orang lain ialah jelas haramnya, tidak pernah ada perintah atau teladan Rasulullah dalam hal tersebut manusia tidak berhak memastikan hati dan amalan orang lain, sebab merupakan kuasa Allah semata.Mengkafirkan orang lain berarti melanggar perintah Allah tersebut dan mengikuti jalan syetan sebagaimana syetan senang ketika manusia memiliki hati yang gelap yang jauh dari petunjuk Allah dan merupakan slaah satu bahaya nafsu dalam islam. Pengkafiran hanya menjadi hak Allah dan RasulNya yang mengetahui isi hati manusia, sesama manusia tidak diperbolehkan mengkafirkan orang lain baik yang berhubungan dengan ajakan atau menuduh. Hal tersebut akan merusak kedudukan kaum muslimin di mata Allah dan mendapat berbagai azab baik di dunia maupun di akherat dimana seharusnya sesama muslim saling menjaga akhlak agar sama sama menjauhi godaan syetan yang terkutuk sehingga akan terkena azab menghina islam.

Avatar

Endang Astuti Abi 1B

Al-Quran menyuruh manusia belajar dari sejarah dan mengambil perbandingan dari kejayaan dan kejatuhan umat-umat terdahulu dalam rangka menghadapi masa depan. Pesan-pesan samawi dalam Al-Quran sejalan dengan semua tingkatan perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban. Umat Islam di masa lalu mencapai zaman kejayaan dan menjadi trendsetter kemajuan peradaban dunia dalam abad 7 - 13 M adalah karena mengamalkan Api Islam, menurut istilah Presiden RI Pertama Soekarno, yang bersumber dari Al-Quran. 2.Dalam ajaran Al-Qur'an tidak boleh mengafirkan.karna perbuatan mengkafirkan orang Islam hukumnya haram sebagaimana hadis Nabi SAW: "Bila seseorang mengkafirkan saudaranya (yang Muslim), maka pasti seseorang dari keduanya mendapatkan kekafiran itu." (HR Bukhari). "Jadi ini artinya ancaman dari Rasulullah tentang tidak boleh mengafirkan. Tidak bisa sembarangan. Apalagi dia jelas Muslim yang menunjukkan syiar-syiar Islam, walaupun mungkin dalam hal-hal tertentu dia masih berbuat dosa. Tidak boleh kemudian dihukumkan kafir. Atau (menyebut) kamu telah kafir. Itu tidak boleh dilakukan seorang Muslim kepada Muslim lainnya," kata Kiai Jeje dalam kajian virtual PP Persis beberapa waktu lalu.

Avatar

Oktafia Dwi Kartika ABI 1B

1. Al-Quran menyuruh manusia belajar dari sejarah dan mengambil perbandingan dari kejayaan dan kejatuhan umat-umat terdahulu dalam rangka menghadapi masa depan. Pesan-pesan samawi dalam Al-Quran sejalan dengan semua tingkatan perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban. Umat Islam di masa lalu mencapai zaman kejayaan dan menjadi trendsetter kemajuan peradaban dunia dalam abad 7 - 13 M adalah karena mengamalkan Api Islam, menurut istilah Presiden RI Pertama Soekarno, yang bersumber dari Al-Quran. Al-Quran mendorong manusia agar mengembangkan kemampuan berpikir seimbang dengan kemampuan berzikir, mengingat Allah. Al-Quran menginspirasi perkembangan ilmu pengetahuan dan mengajarkan peran dan tanggungjawab manusia yang diberi amanah ilmu. Al-Quran sebagai pedoman hidup (manhaj al-hayah) menuntun umat manusia agar memperoleh keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat. 2. perbuatan mengkafirkan orang Islam hukumnya haram sebagaimana hadis Nabi SAW: "Bila seseorang mengkafirkan saudaranya (yang Muslim), maka pasti seseorang dari keduanya mendapatkan kekafiran itu." (HR Bukhari). "Jadi ini artinya ancaman dari Rasulullah tentang tidak boleh mengafirkan. Tidak bisa sembarangan. Apalagi dia jelas Muslim yang menunjukkan syiar-syiar Islam, walaupun mungkin dalam hal-hal tertentu dia masih berbuat dosa. Tidak boleh kemudian dihukumkan kafir. Atau (menyebut) kamu telah kafir. Itu tidak boleh dilakukan seorang Muslim kepada Muslim lainnya," kata Kiai Jeje dalam kajian virtual PP Persis beberapa waktu lalu. Sejarah mencatat Rasulullah tidak mengafirkan orang-orang munafik yang telah beberapa kali mendurhakai perintahnya. Sebagaimana ketika kaum munafik yang enggan berperang bersama Nabi dalam perang Uhud, Rasulullah pun tetap menghitungnya sebagai bagian dari umat Islam. Kaum munafik seperti Abdullah bin Ubay dan kelompoknya tidak sedikit pun dicap kafir oleh Rasulullah, meskipun mereka secara terang-terangan menolak seruan untuk berperang membela agama Islam. Sebagaimana yang dikisahkan dalam Al-Qur’an: وَمَا أَصَابَكُمْ يَوْمَ الْتَقَى الْجَمْعَانِ فَبِإِذْنِ اللَّهِ وَلِيَعْلَمَ الْمُؤْمِنِينَ (١٦٦) وَلِيَعْلَمَ الَّذِينَ نَافَقُوا وَقِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْا قَاتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَوِ ادْفَعُوا قَالُوا لَوْ نَعْلَمُ قِتَالًا لَاتَّبَعْنَاكُمْ هُمْ لِلْكُفْرِ يَوْمَئِذٍ أَقْرَبُ مِنْهُمْ لِلْإِيمَانِ يَقُولُونَ بِأَفْواهِهِمْ مَا لَيْسَ فِي قُلُوبِهِمْ وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا يَكْتُمُونَ (١٦٧) “Dan apa yang menimpa kamu ketika terjadi pertempuran di antara dua pasukan adalah dengan izin Allah, dan agar Allah menguji siapa orang yang benar-benar beriman. Dan untuk menguji orang-orang yang munafik, kepada mereka dikatakan, ‘Marilah berperang di jalan Allah atau pertahankanlah (dirimu)’, Mereka berkata, ‘Sekiranya kami mengetahui bagaimana cara berperang, tentulah kami mengikuti kamu’. Mereka pada hari itu lebih dekat dengan kekafiran dari pada keimanan. Mereka mengatakan dengan mulutnya apa yang tidak sesuai engan isi hatinya. Dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan” (QS Ali Imran ayat 166-167).

Avatar

LILY ARNALIS

1.) Al-Quran mendorong manusia agar mengembangkan kemampuan berpikir seimbang dengan kemampuan berzikir, mengingat Allah. Al-Quran menginspirasi perkembangan ilmu pengetahuan dan mengajarkan peran dan tanggungjawab manusia yang diberi amanah ilmu. Ia menyebutkan, AlQur’an adalah laksana benteng yang kokoh dalam mengcaunter tipuan dan godaan syetan. Al-Qur’an laksana jimat penyelamat dari kesesatan hidup dan kehidupan. "Pendek kata Al-Qur’an adalah satu-satunya kitab suci yang berisi petunjuk dan kebahagiaan serta senantiasa relevan dengan perkembangan dan situasi zaman," kata khatib yang juga Dosen Institut Agama Islam Al-Ghuraba Jakarta itu. Oleh karena itu katanya, Rasul mengatakan: “Dari Zaid, bahwasanya ia telah mendengar abi Salam berkata ; Disampaikan kepadaku oleh Abu Umamah al-Bahily bahwa ia telah berkata; Aku mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda; Bacalah Al-Quran, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai penolong bagi yang membacanya.” (HR. Al-Baihaqy). Dalam rangka menjadikan Al-Qur’an sebagai petunjuk dan pedoman hidup manusia, maka pada kesempatan jum’at yang berbahagia ini kita akan membahas permasalahan di atas, dengan rujukan firman Allah subhanahu wa ta’ala, Al-Qur’an surat Yunus ayat 57, yang artinya, “Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Yunus:57). "Ayat tadi dalam ilmu balaghah termasuk (kalaam khabary au inkaary) yang menginformasikan sekaligus menegaskan, bahwa sungguh telah datang kepada manusia Al-Qur’an yang memberikan petunjuk kepada jalan yang lurus dan mengeluarkan manusia dari kegelapan," katanya. Lalu tambahnya, apakah fungsi dan peran Al-Qur’an itu dalam merancang bangun peradaban manusia? Ayat tadi sebagaimana ditafsirkan oleh Imam Ali Ash-Shabuni dalam Shafwatut Tafasir, menjelaskan ada empat fungsi diturunkannya Al-Qur’an, yaitu yang pertama (mau’izhatun min rabbikum ay mau’izhatun min khaaliqikum). Al-Qur’an sebagai pelajaran dari Tuhan yang Maha pengajar. Berkaitan dengan hal tersebut, Imam Al-Ghazali dalam “Jawahir Al-Qur’an” mengatakan, seluruh cabang ilmu pengetahuan baik yang datang terdahulu maupun kemudian, baik yang telah diketahui maupun belum, semuanya bersumber dari Al-Qur’an al-Karim. "Sebagai bukti, bukankah karena Al-Qur’an diturunkan dengan menggunakan bahasa arab telah mendorong lahirnya ilmu tata bahasa yang kemudian kita kenal dengan ilmu nahwu dan sharaf," sebutnya. 2.) -Pengkafiran hanya menjadi hak Allah dan RasulNya yang mengetahui isi hati manusia, sesama manusia tidak diperbolehkan mengkafirkan orang lain baik yang berhubungan dengan ajakan atau menuduh. Maka dari itu, perbuatan mengkafirkan orang Islam hukumnya haram sebagaimana hadis Nabi SAW: "Bila seseorang mengkafirkan saudaranya (yang Muslim), maka pasti seseorang dari keduanya mendapatkan kekafiran itu." (HR Bukhari). "Jadi ini artinya ancaman dari Rasulullah tentang tidak boleh mengafirkan. -Dalam kitab Shahih al-Bukhari, dari Tsabit bin adh-Dhahhak, Rasulullah SW bersabda: “… dan melaknat seorang Mukmin seperti membunuhnya. Siapa saja yang menuduh seorang Mukmin dengan kekafiran, maka ia seperti membunuhnya. (HR al-Bukhari No. 6105 dan Muslim No. 110 [146]).

Avatar

Siska putri Syafira Abi 1

1. Islam tidak menentang adanya toleransi. Ada tiga alasan yang memperkuat alasan tersebut, yaitu: pertama, karena toleransi adalah bersifat temporer dan manusiawi; kedua, toleransi berdasarkan hati nurani; ketiga, toleransi adalah kekuatan moral, sehingga terjadinya keharmonisan adalah sutau keniscayaan. Keempat, toleransi tidak mampu dan memang tidak dimaksudkan untuk memberikan jawaban-jawaban fundamental tentang tujuan hidup manusia dan apa yang terjadi atas manusia setelah kehidupan dunia yang fana ini namun sikap toleransi banyak memberikan maslahat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.2.Hukum mengkafirkan orang lain ialah jelas haramnya, tidak pernah ada perintah atau teladan Rasulullah dalam hal tersebut manusia tidak berhak memastikan hati dan amalan orang lain, sebab merupakan kuasa Allah semata.Mengkafirkan orang lain berarti melanggar perintah Allah tersebut dan mengikuti jalan syetan sebagaimana syetan senang ketika manusia memiliki hati yang gelap yang jauh dari petunjuk Allah dan merupakan slaah satu bahaya nafsu dalam islam.

Avatar

LILY ARNALIS

1.) Al-Quran mendorong manusia agar mengembangkan kemampuan berpikir seimbang dengan kemampuan berzikir, mengingat Allah. Al-Quran menginspirasi perkembangan ilmu pengetahuan dan mengajarkan peran dan tanggungjawab manusia yang diberi amanah ilmu. Ia menyebutkan, AlQur’an adalah laksana benteng yang kokoh dalam mengcaunter tipuan dan godaan syetan. Al-Qur’an laksana jimat penyelamat dari kesesatan hidup dan kehidupan. "Pendek kata Al-Qur’an adalah satu-satunya kitab suci yang berisi petunjuk dan kebahagiaan serta senantiasa relevan dengan perkembangan dan situasi zaman," kata khatib yang juga Dosen Institut Agama Islam Al-Ghuraba Jakarta itu. Oleh karena itu katanya, Rasul mengatakan: “Dari Zaid, bahwasanya ia telah mendengar abi Salam berkata ; Disampaikan kepadaku oleh Abu Umamah al-Bahily bahwa ia telah berkata; Aku mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda; Bacalah Al-Quran, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai penolong bagi yang membacanya.” (HR. Al-Baihaqy). Dalam rangka menjadikan Al-Qur’an sebagai petunjuk dan pedoman hidup manusia, maka pada kesempatan jum’at yang berbahagia ini kita akan membahas permasalahan di atas, dengan rujukan firman Allah subhanahu wa ta’ala, Al-Qur’an surat Yunus ayat 57, yang artinya, “Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Yunus:57). "Ayat tadi dalam ilmu balaghah termasuk (kalaam khabary au inkaary) yang menginformasikan sekaligus menegaskan, bahwa sungguh telah datang kepada manusia Al-Qur’an yang memberikan petunjuk kepada jalan yang lurus dan mengeluarkan manusia dari kegelapan," katanya. Lalu tambahnya, apakah fungsi dan peran Al-Qur’an itu dalam merancang bangun peradaban manusia? Ayat tadi sebagaimana ditafsirkan oleh Imam Ali Ash-Shabuni dalam Shafwatut Tafasir, menjelaskan ada empat fungsi diturunkannya Al-Qur’an, yaitu yang pertama (mau’izhatun min rabbikum ay mau’izhatun min khaaliqikum). Al-Qur’an sebagai pelajaran dari Tuhan yang Maha pengajar. Berkaitan dengan hal tersebut, Imam Al-Ghazali dalam “Jawahir Al-Qur’an” mengatakan, seluruh cabang ilmu pengetahuan baik yang datang terdahulu maupun kemudian, baik yang telah diketahui maupun belum, semuanya bersumber dari Al-Qur’an al-Karim. "Sebagai bukti, bukankah karena Al-Qur’an diturunkan dengan menggunakan bahasa arab telah mendorong lahirnya ilmu tata bahasa yang kemudian kita kenal dengan ilmu nahwu dan sharaf," sebutnya. 2.) -Pengkafiran hanya menjadi hak Allah dan RasulNya yang mengetahui isi hati manusia, sesama manusia tidak diperbolehkan mengkafirkan orang lain baik yang berhubungan dengan ajakan atau menuduh. Maka dari itu, perbuatan mengkafirkan orang Islam hukumnya haram sebagaimana hadis Nabi SAW: "Bila seseorang mengkafirkan saudaranya (yang Muslim), maka pasti seseorang dari keduanya mendapatkan kekafiran itu." (HR Bukhari). "Jadi ini artinya ancaman dari Rasulullah tentang tidak boleh mengafirkan. -Dalam kitab Shahih al-Bukhari, dari Tsabit bin adh-Dhahhak, Rasulullah SW bersabda: “… dan melaknat seorang Mukmin seperti membunuhnya. Siapa saja yang menuduh seorang Mukmin dengan kekafiran, maka ia seperti membunuhnya. (HR al-Bukhari No. 6105 dan Muslim No. 110 [146]).

Avatar

Dinar Fahrunnisa (ABI 1B)

1. Dengan adanya Al Qur'an dapat mendorong manusia untuk selalu meningkatkan kemampuan berpikir dalam mengingat Allah. Al-Qur'an menginspirasi perkembangan ilmu pengetahuan yang mengajarkan peran dan tanggung jawab manusia yang diberikan amana berupa ilmu untuk di terapkan oleh manusia. 2. Pandangan saya terhadap hal tersebut adalah hal yang sangat tidak baik untuk di lakukan, karena kita selaku manusia harus berhati-hati karena Rasulullah telah memberikan ketegasan bahwa mengafirkan ataupun melaknat sesama umat Islam adalah sebuah perbuatan yang sangat keji dan setara dengan membunuh antar sesama.

Avatar

Nurul Afifah ABI 1B

1/Respon Al-Quran dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang terus timbul seiring dengan berkembangnya peradaban, yaitu Al-Quran menyuruh manusia untuk belajar dari sejarah dan membandingkan kehormatan dan aib para pendahulunya. Untuk menghadapi masa depan. Pesan ilahi dalam Al-Qur'an konsisten dengan setiap tingkat perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban. Sukarno, Presiden pertama Republik Indonesia, mengatakan bahwa umat Islam di masa lalu mencapai masa kejayaan dengan mengamalkan api Islam pada abad ke-7 hingga ke-13 M dan menjadi trendsetter kemajuan peradaban dunia. Dari Alquran. Al-Qur'an mendorong manusia untuk mengembangkan kemampuan berpikir seimbang dan berdzikir, mengingat Allah. Al-Qur'an mengilhami pengembangan ilmu pengetahuan dan mengajarkan umat manusia tentang peran dan tanggung jawab yang dipercayakan kepada ilmu pengetahuan. Al-Qur’an berfungsi sebagai pedoman hidup (manhaj al-hayah) yang membimbing manusia untuk mencapai keamanan dan kebahagiaan dunia dan akhirat. 2/Tidak mempercayai hukum orang lain jelas haram, tidak pernah ada perintah atau teladan dari Rasulullah dalam hal ini, manusia tidak berhak menentukan hati dan perbuatan orang lain karena itu kekuasaan Allah semata. Tidak mempercayai orang lain berarti tidak menaati perintah Allah dan mengikuti jalan setan seperti setan. Alangkah baiknya bila manusia mempunyai hati yang gelap, jauh dari petunjuk Allah, dan inilah salah satu bahaya syahwat dalam Islam. Kafir hanyalah hak Allah dan Rasul-Nya yang mengetahui isi hati manusia. Sesama manusia tidak boleh curiga terhadap orang lain berdasarkan ajakan atau tuduhan. Hal ini akan merusak derajat umat Islam di mata Allah dan berujung pada berbagai azab di dunia dan akhirat. Hendaknya sesama umat Islam saling menjunjung tinggi akhlak dan menjauhkan diri dari godaan setan yang keji agar mendapat azab yang setimpal. menghina Islam..

Avatar

YUANDREZAL (ABI 1A)

1. Al-Qur'an sebagai kitab suci Islam adalah sumber utama hukum dan panduan umat Muslim. Namun, tidak semua masalah praktis yang terkait dengan kehidupan modern dapat ditemukan secara langsung dalam Al-Qur'an. Oleh karena itu, umat Islam menggunakan prinsip-prinsip umum dalam Al-Qur'an untuk memecahkan berbagai masalah saat ini. Al-Qur'an memberikan prinsip-prinsip umum yang dapat diterapkan dalam situasi modern dengan mengacu pada nilai-nilai Islam utama, seperti keadilan, kejujuran, kedermawanan, toleransi, dan kasih sayang. Oleh karena itu, muslim dapat melihat pandangan Al-Qur'an secara universal dan menemukan cara untuk menerapkannya pada masalah masa kini. Dalam situasi praktis, muslim juga dapat merujuk pada hukum Islam yang ditetapkan dalam hadis, fatwa ulama, dan ilmu fiqh untuk menemukan solusi bagi masalah dunia modern. Sebagai ringkasan, Al-Qur'an adalah sumber utama hukum dan panduan bagi umat Muslim. Namun, prinsip-prinsip umum yang terkandung dalam Al-Qur'an dapat diterapkan pada situasi modern dengan bantuan tafsir dan ilmu fiqh Islam. Oleh karena itu, sesuai dengan kaidah Islam, Muslim memerlukan tafsir yang memadai dan ilmu pengetahuan untuk setiap konteks dalam memahami dan memecahkan situasi-modern dengan baik. 2. Menurut saya, berdasarkan ajaran Al-Qur'an, tidak ada ruang bagi umat Islam untuk saling mengkafirkan satu sama lain. Islam mengajarkan toleransi, kerukunan, dan saling menghormati di antara semua umat manusia tanpa memandang agama, ras, atau gender. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Hujurat ayat 13: "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal." Oleh karena itu, tindakan mengkafirkan umat Islam lain bukanlah tindakan yang sesuai dengan ajaran Al-Qur'an. Sebagai umat Islam, kita harus tetap menghormati perbedaan pendapat dan selalu berusaha untuk membangun harmoni di antara sesama muslim.

Avatar

Putry jumia Elma adha ABI 1(a) Nim :5404230022

Putry jumia Elma adha ABI 1A Nim:5404230022 1.Al-Quran mendorong manusia agar mengembangkan kemampuan berpikir seimbang dengan kemampuan berzikir, mengingat Allah. Al-Quran menginspirasi perkembangan ilmu pengetahuan dan mengajarkan peran dan tanggungjawab manusia yang diberi amanah ilmu. 2.Hukum mengkafirkan orang lain ialah jelas haramnya, tidak pernah ada perintah atau teladan Rasulullah dalam hal tersebut manusia tidak berhak memastikan hati dan amalan orang lain, sebab merupakan kuasa Allah semata.Mengkafirkan orang lain berarti melanggar perintah Allah tersebut dan mengikuti jalan syetan sebagaimana syetan senang ketika manusia memiliki hati yang gelap yang jauh dari petunjuk Allah dan merupakan slaah satu bahaya nafsu dalam islam. Pengkafiran hanya menjadi hak Allah dan RasulNya yang mengetahui isi hati manusia, sesama manusia tidak diperbolehkan mengkafirkan orang lain baik yang berhubungan dengan ajakan atau menuduh. Hal tersebut akan merusak kedudukan kaum muslimin di mata Allah dan mendapat berbagai azab baik di dunia maupun di akherat dimana seharusnya sesama muslim saling menjaga akhlak agar sama sama menjauhi godaan syetan yang terkutuk sehingga akan terkena azab menghina islam.

Avatar

Siti Nur Adila ABI 1A

1) respon Al-Qur’an dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang terus berkembang sejalan perkembangan peradaban yaitu Al-Quran menyuruh manusia belajar dari sejarah dan mengambil perbandingan dari kejayaan dan kejatuhan umat-umat terdahulu dalam rangka menghadapi masa depan. Pesan-pesan samawi dalam Al-Quran sejalan dengan semua tingkatan perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban. Umat Islam di masa lalu mencapai zaman kejayaan dan menjadi trendsetter kemajuan peradaban dunia dalam abad 7 - 13 M adalah karena mengamalkan Api Islam, menurut istilah Presiden RI Pertama Soekarno, yang bersumber dari Al-Quran. Al-Quran mendorong manusia agar mengembangkan kemampuan berpikir seimbang dengan kemampuan berzikir, mengingat Allah. Al-Quran menginspirasi perkembangan ilmu pengetahuan dan mengajarkan peran dan tanggungjawab manusia yang diberi amanah ilmu. Al-Quran sebagai pedoman hidup (manhaj al-hayah) menuntun umat manusia agar memperoleh keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat. 2) Hukum mengkafirkan orang lain ialah jelas haramnya, tidak pernah ada perintah atau teladan Rasulullah dalam hal tersebut manusia tidak berhak memastikan hati dan amalan orang lain, sebab merupakan kuasa Allah semata.Mengkafirkan orang lain berarti melanggar perintah Allah tersebut dan mengikuti jalan syetan sebagaimana syetan senang ketika manusia memiliki hati yang gelap yang jauh dari petunjuk Allah dan merupakan slaah satu bahaya nafsu dalam islam. Pengkafiran hanya menjadi hak Allah dan RasulNya yang mengetahui isi hati manusia, sesama manusia tidak diperbolehkan mengkafirkan orang lain baik yang berhubungan dengan ajakan atau menuduh. Hal tersebut akan merusak kedudukan kaum muslimin di mata Allah dan mendapat berbagai azab baik di dunia maupun di akherat dimana seharusnya sesama muslim saling menjaga akhlak agar sama sama menjauhi godaan syetan yang terkutuk sehingga akan terkena azab menghina islam.

Avatar

SEPTY MELANI ABI 1A

1. Al-Quran menyuruh manusia belajar dari sejarah dan mengambil perbandingan dari kejayaan dan kejatuhan umat-umat terdahulu dalam rangka menghadapi masa depan. Pesan-pesan samawi dalam Al-Quran sejalan dengan semua tingkatan perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban. Umat Islam di masa lalu mencapai zaman kejayaan dan menjadi trendsetter kemajuan peradaban dunia dalam abad 7 - 13 M adalah karena mengamalkan Api Islam, menurut istilah Presiden RI Pertama Soekarno, yang bersumber dari Al-Quran. Al-Quran mendorong manusia agar mengembangkan kemampuan berpikir seimbang dengan kemampuan berzikir, mengingat Allah. Al-Quran menginspirasi perkembangan ilmu pengetahuan dan mengajarkan peran dan tanggungjawab manusia yang diberi amanah ilmu. Al-Quran sebagai pedoman hidup (manhaj al-hayah) menuntun umat manusia agar memperoleh keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat. 2.Hukum mengkafirkan orang lain ialah jelas haramnya, tidak pernah ada perintah atau teladan Rasulullah dalam hal tersebut manusia tidak berhak memastikan hati dan amalan orang lain, sebab merupakan kuasa Allah semata.Mengkafirkan orang lain berarti melanggar perintah Allah tersebut dan mengikuti jalan syetan sebagaimana syetan senang ketika manusia memiliki hati yang gelap yang jauh dari petunjuk Allah dan merupakan slaah satu bahaya nafsu dalam islam. Pengkafiran hanya menjadi hak Allah dan RasulNya yang mengetahui isi hati manusia, sesama manusia tidak diperbolehkan mengkafirkan orang lain baik yang berhubungan dengan ajakan atau menuduh. Hal tersebut akan merusak kedudukan kaum muslimin di mata Allah dan mendapat berbagai azab baik di dunia maupun di akherat dimana seharusnya sesama muslim saling menjaga akhlak agar sama sama menjauhi godaan syetan yang terkutuk sehingga akan terkena azab menghina islam.

Avatar

Jihan Atikah (ABI 1A)

1. Al-Quran mendorong manusia agar mengembangkan kemampuan berpikir seimbang dengan kemampuan berzikir, mengingat Allah. Al-Quran menginspirasi perkembangan ilmu pengetahuan dan mengajarkan peran dan tanggungjawab manusia yang diberi amanah ilmu. Al-Quran mendorong manusia agar mengembangkan kemampuan berpikir seimbang dengan kemampuan berzikir, mengingat Allah. Al-Quran menginspirasi perkembangan ilmu pengetahuan dan mengajarkan peran dan tanggungjawab manusia yang diberi amanah ilmu. Al-Quran sebagai pedoman hidup (manhaj al-hayah) menuntun umat manusia agar memperoleh keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat. 2. Perbuatan mengkafirkan orang Islam hukumnya haram sebagaimana hadis Nabi SAW: "Bila seseorang mengkafirkan saudaranya (yang Muslim), maka pasti seseorang dari keduanya mendapatkan kekafiran itu." (HR Bukhari). "Jadi ini artinya ancaman dari Rasulullah tentang tidak boleh mengafirkan. Mengkafirkan walaupun hanya dengan menuduh termasuk dosa besar yang hukumannya sama dengan membunuh sebab mengkafirkan telah menjauhkan orang dari jalan Allah yang lurus dan menjerumuskan orang lain kepada jalan yang sesat.

Avatar

Bella nur aljihan

Respon Al-Quran dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang terus timbul seiring dengan berkembangnya peradaban, yaitu Al-Quran menyuruh manusia untuk belajar dari sejarah dan membandingkan kehormatan dan aib para pendahulunya. Untuk menghadapi masa depan. Pesan ilahi dalam Al-Qur'an konsisten dengan setiap tingkat perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban. Sukarno, Presiden pertama Republik Indonesia, mengatakan bahwa umat Islam di masa lalu mencapai masa kejayaan dengan mengamalkan api Islam pada abad ke-7 hingga ke-13 M dan menjadi trendsetter kemajuan peradaban dunia. Dari Alquran. Al-Qur'an mendorong manusia untuk mengembangkan kemampuan berpikir seimbang dan berdzikir, mengingat Allah. Al-Qur'an mengilhami pengembangan ilmu pengetahuan dan mengajarkan umat manusia tentang peran dan tanggung jawab yang dipercayakan kepada ilmu pengetahuan. Al-Qur’an berfungsi sebagai pedoman hidup (manhaj al-hayah) yang membimbing manusia untuk mencapai keamanan dan kebahagiaan dunia dan akhirat. 2/Tidak mempercayai hukum orang lain jelas haram, tidak pernah ada perintah atau teladan dari Rasulullah dalam hal ini, manusia tidak berhak menentukan hati dan perbuatan orang lain karena itu kekuasaan Allah semata. Tidak mempercayai orang lain berarti tidak menaati perintah Allah dan mengikuti jalan setan seperti setan. Alangkah baiknya bila manusia mempunyai hati yang gelap, jauh dari petunjuk Allah, dan inilah salah satu bahaya syahwat dalam Islam. Kafir hanyalah hak Allah dan Rasul-Nya yang mengetahui isi hati manusia. Sesama manusia tidak boleh curiga terhadap orang lain berdasarkan ajakan atau tuduhan. Hal ini akan merusak derajat umat Islam di mata Allah dan berujung pada berbagai azab di dunia dan akhirat. Hendaknya sesama umat Islam saling menjunjung tinggi akhlak dan menjauhkan diri dari godaan setan yang keji agar mendapat azab yang setimpal. menghina Islam.

Avatar

Azura Rahmadhani

Azura Rahmadhani Nim: 5404230003 ABI 1A Selasa, 26 September 2023 1. Karena Al-Quran mendorong manusia agar mengembangkan kemampuan berpikir seimbang dengan kemampuan berzikir, mengingat Allah. Al-Quran menginspirasi perkembangan ilmu pengetahuan dan mengajarkan peran dan tanggungjawab manusia yang diberi amanah ilmu. Alqur'an juga merupakan pedoman hidup bagi umat manusia agar selamat di dunia maupun di akhirat dengan cara mengamalkannya dan memaknai setiap ayat yang ada didalamnya juga menjadikan Al-Qur'an sebagai contoh dalam berperilaku baik, bertakwa kepada Allah SWT, dan menjauhi larangannya. 2. Karena hal itu termasuk haram, sebagaimana sabda Rasulullah, "Bila seseorang mengkafirkan saudaranya (yang Muslim), maka pasti seseorang dari keduanya mendapatkan kekafiran itu." (HR Bukhari). Selain itu, Perbuatan mengafirkan orang lain masih dilakukan beberapa oknum yang kerap disebar lewat media sosial. Pelakunya bahkan tak segan mengafirkan sesama Muslim dengan alasan yang bersangkutan lalai beribadah. Sedangkan menurut saya pribadi, tidak seharusnya orang Islam mengkafirkan orang Islam lainnya karena pada dasarnya mereka mempunyai cara mereka masing-masing dalam beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Avatar

SITI NUR ALIA ABI 1A

1. Bagaimana respon Al-Qur’an dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang terus berkembang sejalan perkembangan peradaban, sedangkan di dalam Al-Qur’an tidak disebutkan dalil-dalil nya? Jawab : Al-Quran mendorong manusia agar mengembangkan kemampuan berpikir seimbang dengan kemampuan berzikir, mengingat Allah. Al-Quran menginspirasi perkembangan ilmu pengetahuan dan mengajarkan peran dan tanggungjawab manusia yang diberi amanah ilmu. 2. Bagaimana pandangan kamu terhadap kelompok Islam yang suka mengkafirkan umat Islam lain. apakah perbuatan tersebut sesuai ajaran Al-Qur’an? Jelaskan ! Jawab: Maka dari itu, perbuatan mengkafirkan orang Islam hukumnya haram sebagaimana hadis Nabi SAW: "Bila seseorang mengkafirkan saudaranya (yang Muslim), maka pasti seseorang dari keduanya mendapatkan kekafiran itu." (HR Bukhari). "Jadi ini artinya ancaman dari Rasulullah tentang tidak boleh mengafirkan.

Avatar

RAHMATUN NISAK ABI (1A)

1. Al-Qur'an sebagai kitab suci Islam adalah sumber utama hukum dan panduan umat Muslim. Namun, tidak semua masalah praktis yang terkait dengan kehidupan modern dapat ditemukan secara langsung dalam Al-Qur'an. Oleh karena itu, umat Islam menggunakan prinsip-prinsip umum dalam Al-Qur'an untuk memecahkan berbagai masalah saat ini. Al-Qur'an memberikan prinsip-prinsip umum yang dapat diterapkan dalam situasi modern dengan mengacu pada nilai-nilai Islam utama, seperti keadilan, kejujuran, kedermawanan, toleransi, dan kasih sayang. Oleh karena itu, muslim dapat melihat pandangan Al-Qur'an secara universal dan menemukan cara untuk menerapkannya pada masalah masa kini. Dalam situasi praktis, muslim juga dapat merujuk pada hukum Islam yang ditetapkan dalam hadis, fatwa ulama, dan ilmu fiqh untuk menemukan solusi bagi masalah dunia modern. Sebagai ringkasan, Al-Qur'an adalah sumber utama hukum dan panduan bagi umat Muslim. Namun, prinsip-prinsip umum yang terkandung dalam Al-Qur'an dapat diterapkan pada situasi modern dengan bantuan tafsir dan ilmu fiqh Islam. Oleh karena itu, sesuai dengan kaidah Islam, Muslim memerlukan tafsir yang memadai dan ilmu pengetahuan untuk setiap konteks dalam memahami dan memecahkan situasi-modern dengan baik. 2. Menurut saya, berdasarkan ajaran Al-Qur'an, tidak ada ruang bagi umat Islam untuk saling mengkafirkan satu sama lain. Islam mengajarkan toleransi, kerukunan, dan saling menghormati di antara semua umat manusia tanpa memandang agama, ras, atau gender. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Hujurat ayat 13: "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal." Oleh karena itu, tindakan mengkafirkan umat Islam lain bukanlah tindakan yang sesuai dengan ajaran Al-Qur'an. Sebagai umat Islam, kita harus tetap menghormati perbedaan pendapat dan selalu berusaha untuk membangun harmoni di antara sesama muslim.

Avatar

Dhalillah febrianum ABI 1A

1.Al-Quran mendorong manusia agar mengembangkan kemampuan berpikir seimbang dengan kemampuan berzikir, mengingat Allah. Al-Quran menginspirasi perkembangan ilmu pengetahuan dan mengajarkan peran dan tanggungjawab manusia yang diberi amanah ilmu. Al-Quran sebagai pedoman hidup (manhaj al-hayah) menuntun umat manusia agar memperoleh keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat. 2. perbuatan mengkafirkan orang Islam hukumnya haram sebagaimana hadis Nabi SAW: "Bila seseorang mengkafirkan saudaranya (yang Muslim), maka pasti seseorang dari keduanya mendapatkan kekafiran itu." (HR Bukhari). "Jadi ini artinya ancaman dari Rasulullah tentang tidak boleh mengafirkan. Tidak bisa sembarangan. Apalagi dia jelas Muslim yang menunjukkan syiar-syiar Islam, walaupun mungkin dalam hal-hal tertentu dia masih berbuat dosa. Tidak boleh kemudian dihukumkan kafir. Atau (menyebut) kamu telah kafir. Itu tidak boleh dilakukan seorang Muslim kepada Muslim lainnya," kata Kiai Jeje dalam kajian virtual PP Persis beberapa waktu lalu.

Avatar

Dhalillah febrianum ABI 1A

1.Al-Quran mendorong manusia agar mengembangkan kemampuan berpikir seimbang dengan kemampuan berzikir, mengingat Allah. Al-Quran menginspirasi perkembangan ilmu pengetahuan dan mengajarkan peran dan tanggungjawab manusia yang diberi amanah ilmu. Al-Quran sebagai pedoman hidup (manhaj al-hayah) menuntun umat manusia agar memperoleh keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat. 2. perbuatan mengkafirkan orang Islam hukumnya haram sebagaimana hadis Nabi SAW: "Bila seseorang mengkafirkan saudaranya (yang Muslim), maka pasti seseorang dari keduanya mendapatkan kekafiran itu." (HR Bukhari). "Jadi ini artinya ancaman dari Rasulullah tentang tidak boleh mengafirkan. Tidak bisa sembarangan. Apalagi dia jelas Muslim yang menunjukkan syiar-syiar Islam, walaupun mungkin dalam hal-hal tertentu dia masih berbuat dosa. Tidak boleh kemudian dihukumkan kafir. Atau (menyebut) kamu telah kafir. Itu tidak boleh dilakukan seorang Muslim kepada Muslim lainnya," kata Kiai Jeje dalam kajian virtual PP Persis beberapa waktu lalu.

Avatar

HAURA ALYA AQILA PUTRI

Selasa, 26 September 2023 Nama : Haura Alya Aqila Putri Nim : 5404230001 Kelas : 1A Adm Bisnis Internasional 1. Bagaimana respon Al-Qur’an dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang terus berkembang sejalan perkembangan peradaban, sedangkan di dalam Al-Qur’an tidak disebutkan dalil-dalil nya? jawab : Al-Quran menginspirasi perkembangan ilmu pengetahuan dan mengajarkan peran dan tanggungjawab manusia yang diberi amanah ilmu. Al-Quran mendorong manusia agar mengembangkan kemampuan berpikir seimbang dengan kemampuan berzikir, mengingat Allah. Al-Quran menginspirasi perkembangan ilmu pengetahuan dan mengajarkan peran dan tanggungjawab manusia yang diberi amanah ilmu. Al-Quran sebagai pedoman hidup (manhaj al-hayah) menuntun umat manusia agar memperoleh keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat. 2. Bagaimana pandangan kamu terhadap kelompok Islam yang suka mengkafirkan umat Islam lain. apakah perbuatan tersebut sesuai ajaran Al-Qur’an? Jelaskan ! jawab : perbuatan mengkafirkan orang Islam hukumnya haram sebagaimana hadis Nabi SAW: "Bila seseorang mengkafirkan saudaranya (yang Muslim), maka pasti seseorang dari keduanya mendapatkan kekafiran itu." (HR Bukhari). "Jadi ini artinya ancaman dari Rasulullah tentang tidak boleh mengafirkan. Tidak bisa sembarangan. Apalagi dia jelas Muslim yang menunjukkan syiar-syiar Islam, walaupun mungkin dalam hal-hal tertentu dia masih berbuat dosa. Tidak boleh kemudian dihukumkan kafir. Atau (menyebut) kamu telah kafir. Itu tidak boleh dilakukan seorang Muslim kepada Muslim lainnya"

Avatar

RENDY HELSA ABI1A

1. Al-Qur'an sebagai kitab suci Islam adalah sumber utama hukum dan panduan umat Muslim. Namun, tidak semua masalah praktis yang terkait dengan kehidupan modern dapat ditemukan secara langsung dalam Al-Qur'an. Oleh karena itu, umat Islam menggunakan prinsip-prinsip umum dalam Al-Qur'an untuk memecahkan berbagai masalah saat ini. Al-Qur'an memberikan prinsip-prinsip umum yang dapat diterapkan dalam situasi modern dengan mengacu pada nilai-nilai Islam utama, seperti keadilan, kejujuran, kedermawanan, toleransi, dan kasih sayang. Oleh karena itu, muslim dapat melihat pandangan Al-Qur'an secara universal dan menemukan cara untuk menerapkannya pada masalah masa kini. Dalam situasi praktis, muslim juga dapat merujuk pada hukum Islam yang ditetapkan dalam hadis, fatwa ulama, dan ilmu fiqh untuk menemukan solusi bagi masalah dunia modern. Sebagai ringkasan, Al-Qur'an adalah sumber utama hukum dan panduan bagi umat Muslim. Namun, prinsip-prinsip umum yang terkandung dalam Al-Qur'an dapat diterapkan pada situasi modern dengan bantuan tafsir dan ilmu fiqh Islam. Oleh karena itu, sesuai dengan kaidah Islam, Muslim memerlukan tafsir yang memadai dan ilmu pengetahuan untuk setiap konteks dalam memahami dan memecahkan situasi-modern dengan baik. 2. Menurut saya, berdasarkan ajaran Al-Qur'an, tidak ada ruang bagi umat Islam untuk saling mengkafirkan satu sama lain. Islam mengajarkan toleransi, kerukunan, dan saling menghormati di antara semua umat manusia tanpa memandang agama, ras, atau gender. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Hujurat ayat 13: "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal." Oleh karena itu, tindakan mengkafirkan umat Islam lain bukanlah tindakan yang sesuai dengan ajaran Al-Qur'an. Sebagai umat Islam, kita harus tetap menghormati perbedaan pendapat dan selalu berusaha untuk membangun harmoni di antara sesama muslim.

Avatar

Amalia ABI 1A

1. Al-Quran menyuruh manusia belajar dari sejarah dan mengambil perbandingan dari kejayaan dan kejatuhan umat-umat terdahulu dalam rangka menghadapi masa depan. Pesan-pesan samawi dalam Al-Quran sejalan dengan semua tingkatan perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban. Umat Islam di masa lalu mencapai zaman kejayaan dan menjadi trendsetter kemajuan peradaban dunia dalam abad 7 - 13 M adalah karena mengamalkan Api Islam, menurut istilah Presiden RI Pertama Soekarno, yang bersumber dari Al-Quran. Al-Quran mendorong manusia agar mengembangkan kemampuan berpikir seimbang dengan kemampuan berzikir, mengingat Allah. Al-Quran menginspirasi perkembangan ilmu pengetahuan dan mengajarkan peran dan tanggungjawab manusia yang diberi amanah ilmu. Al-Quran sebagai pedoman hidup (manhaj al-hayah) menuntun umat manusia agar memperoleh keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat. Al-Qur'an memiliki posisi yang amat terhormat dalam masyarakat muslim di seluruh dunia. Di samping sebagai sumber hukum,pedoman moral,bimbingan ibadah dan doktrin keimanan,Alquran juga merupakan sumber peradaban yang bersifat historis dan universal. 2.Seringkali kita melihat sebagian kelompok Islam dengan mudah memberikan label kafir kepada umat Islam lainnya yang berseberangan, baik dalam hal politik ataupun tradisi dan adat istiadat. Padahal, Nabi telah memberikan pernyataan bahwa sebagian dari dasar keimanan adalah mencegah untuk melabeli kafir sesama Muslim. perbuatan mengkafirkan orang Islam hukumnya haram sebagaimana hadis Nabi SAW: "Bila seseorang mengkafirkan saudaranya (yang Muslim), maka pasti seseorang dari keduanya mendapatkan kekafiran itu." (HR Bukhari).

Avatar

Anggun lestari ABI (1 A)

1.AlQur'an sebagai kitab suci Islam adalah sumber utama hukum dan panduan umat Muslim. Namun, tidak semua masalah praktis yang terkait dengan kehidupan modern dapat ditemukan secara langsung dalam Al-Qur'an. Oleh karena itu, umat Islam menggunakan prinsip-prinsip umum dalam Al-Qur'an untuk memecahkan berbagai masalah saat ini. Al-Qur'an memberikan prinsip-prinsip umum yang dapat diterapkan dalam situasi modern dengan mengacu pada nilai-nilai Islam utama, seperti keadilan, kejujuran, kedermawanan, toleransi, dan kasih sayang. Oleh karena itu, muslim dapat melihat pandangan Al-Qur'an secara universal dan menemukan cara untuk menerapkannya pada masalah masa kini. 2.Hukum mengkafirkan orang lain ialah jelas haramnya, tidak pernah ada perintah atau teladan Rasulullah dalam hal tersebut manusia tidak berhak memastikan hati dan amalan orang lain, sebab merupakan kuasa Allah semata.Mengkafirkan orang lain berarti melanggar perintah Allah tersebut dan mengikuti jalan syetan sebagaimana syetan senang ketika manusia memiliki hati yang gelap yang jauh dari petunjuk Allah dan merupakan slaah satu bahaya nafsu dalam islam.

Avatar

SITI RAHMADANI ABI 1A

1. AlQuran ialah kitab suci umat Islam yang paling utama dan menjadi panduan para umat muslim.respon alquran yaitu menyuruh manusia untuk belajar dari sejarah dan mengambil perbandingan umat umat terdahulu dalam menghadapi masa depan.dan alquran mendorong manusia agar bisa mengembangkan kemampuan berpikir seimbang dengan kemampuan yaitu berdzikir dan selalu mengingat Allah.alquran sebagai pedoman hidup manusia agar selamat kebahagiaan dunia dan akhirat. 2. Hukumnya ialah haram,tidak ada perintah dalam hal tersebut.mengkafirkan orang lain berarti melanggar perintah Allah dan mengikuti ajaran setan.sesama umat manusia tidak diperbolehkan untuk mengkafirkan orang lain,jika mengkafirkan orang lain maka hal tersebut akan merusak kedudukan kaum muslim di matanya allah,dan akan mendapatkan azab baik di dunia maupun di akhirat.maka seharusnya kita sesama muslim harus menjaga akhlak kita dan menjaga iman kita agar bisa terjauhi dari godaan setan

Avatar

Zeti zulaika ABI 1A 5404230020

1.Al-Quran menyuruh manusia belajar dari sejarah dan mengambil perbandingan dari kejayaan dan kejatuhan umat-umat terdahulu dalam rangka menghadapi masa depan. Pesan-pesan samawi dalam Al-Quran sejalan dengan semua tingkatan perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban. Umat Islam di masa lalu mencapai zaman kejayaan dan menjadi trendsetter kemajuan peradaban dunia dalam abad 7 - 13 M adalah karena mengamalkan Api Islam, menurut istilah Presiden RI Pertama Soekarno, yang bersumber dari Al-Quran. Al-Quran mendorong manusia agar mengembangkan kemampuan berpikir seimbang dengan kemampuan berzikir, mengingat Allah. Al-Quran menginspirasi perkembangan ilmu pengetahuan dan mengajarkan peran dan tanggungjawab manusia yang diberi amanah ilmu. Al-Quran sebagai pedoman hidup (manhaj al-hayah) menuntun umat manusia agar memperoleh keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat. 2.Hukum mengkafirkan orang lain ialah jelas haramnya, tidak pernah ada perintah atau teladan Rasulullah dalam hal tersebut manusia tidak berhak memastikan hati dan amalan orang lain, sebab merupakan kuasa Allah semata.Mengkafirkan orang lain berarti melanggar perintah Allah tersebut dan mengikuti jalan syetan sebagaimana syetan senang ketika manusia memiliki hati yang gelap yang jauh dari petunjuk Allah dan merupakan slaah satu bahaya nafsu dalam islam. Pengkafiran hanya menjadi hak Allah dan RasulNya yang mengetahui isi hati manusia, sesama manusia tidak diperbolehkan mengkafirkan orang lain baik yang berhubungan dengan ajakan atau menuduh. Hal tersebut akan merusak kedudukan kaum muslimin di mata Allah dan mendapat berbagai azab baik di dunia maupun di akherat dimana seharusnya sesama muslim saling menjaga akhlak agar sama sama menjauhi godaan syetan yang terkutuk sehingga akan terkena azab menghina islam.

Avatar

Zulfa Alyssa Sholehah

1. Dengan adanya Al Qur'an dapat mendorong manusia untuk selalu meningkatkan kemampuan berpikir dalam mengingat Allah. Al-Qur'an menginspirasi perkembangan ilmu pengetahuan yang mengajarkan peran dan tanggung jawab manusia yang diberikan amana berupa ilmu untuk di terapkan oleh manusia Respon Al-Qur’an dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang terus berkembang sejalan perkembangan peradaban yaitu Al-Quran menyuruh manusia belajar dari sejarah dan mengambil perbandingan dari kejayaan dan kejatuhan umat-umat terdahulu dalam rangka menghadapi masa depan. Pesan-pesan samawi dalam Al-Quran sejalan dengan semua tingkatan perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban 2. Hukum mengkafirkan orang lain ialah jelas haramnya, tidak pernah ada perintah atau teladan Rasulullah dalam hal tersebut manusia tidak berhak memastikan hati dan amalan orang lain, sebab merupakan kuasa Allah semata.Mengkafirkan orang lain berarti melanggar perintah Allah tersebut dan mengikuti jalan syetan sebagaimana syetan senang ketika manusia memiliki hati yang gelap yang jauh dari petunjuk Allah dan merupakan slaah satu bahaya nafsu dalam islam. Pengkafiran hanya menjadi hak Allah dan RasulNya yang mengetahui isi hati manusia, sesama manusia tidak diperbolehkan mengkafirkan orang lain baik yang berhubungan dengan ajakan atau menuduh. Hal tersebut akan merusak kedudukan kaum muslimin di mata Allah dan mendapat berbagai azab baik di dunia maupun di akherat dimana seharusnya sesama muslim saling menjaga akhlak agar sama sama menjauhi godaan syetan yang terkutuk sehingga akan terkena azab menghina islam.

Avatar

Rozzmila Ananda ABI 1 A

Al-Quran menyuruh manusia belajar dari sejarah dan mengambil perbandingan dari kejayaan dan kejatuhan umat-umat terdahulu dalam rangka menghadapi masa depan. Pesan-pesan samawi dalam Al-Quran sejalan dengan semua tingkatan perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban. Umat Islam di masa lalu mencapai zaman kejayaan dan menjadi trendsetter kemajuan peradaban dunia dalam abad 7 - 13 M adalah karena mengamalkan Api Islam, menurut istilah Presiden RI Pertama Soekarno, yang bersumber dari Al-Quran. Al-Quran mendorong manusia agar mengembangkan kemampuan berpikir seimbang dengan kemampuan berzikir, mengingat Allah. Al-Quran menginspirasi perkembangan ilmu pengetahuan dan mengajarkan peran dan tanggungjawab manusia yang diberi amanah ilmu. Al-Quran sebagai pedoman hidup (manhaj al-hayah) menuntun umat manusia agar memperoleh keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat. 2.Hukum mengkafirkan orang lain ialah jelas haramnya, tidak pernah ada perintah atau teladan Rasulullah dalam hal tersebut manusia tidak berhak memastikan hati dan amalan orang lain, sebab merupakan kuasa Allah semata.Mengkafirkan orang lain berarti melanggar perintah Allah tersebut dan mengikuti jalan syetan sebagaimana syetan senang ketika manusia memiliki hati yang gelap yang jauh dari petunjuk Allah dan merupakan slaah satu bahaya nafsu dalam islam. Pengkafiran hanya menjadi hak Allah dan RasulNya yang mengetahui isi hati manusia, sesama manusia tidak diperbolehkan mengkafirkan orang lain baik yang berhubungan dengan ajakan atau menuduh. Hal tersebut akan merusak kedudukan kaum muslimin di mata Allah dan mendapat berbagai azab baik di dunia maupun di akherat dimana seharusnya sesama muslim saling menjaga akhlak agar sama sama menjauhi godaan syetan yang terkutuk sehingga akan terkena azab menghina islam.

Avatar

SAHIDATUN UYUN ABI 1 A

1) respon Al-Qur’an dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang terus berkembang sejalan perkembangan peradaban yaitu Al-Quran menyuruh manusia belajar dari sejarah dan mengambil perbandingan dari kejayaan dan kejatuhan umat-umat terdahulu dalam rangka menghadapi masa depan. Pesan-pesan samawi dalam Al-Quran sejalan dengan semua tingkatan perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban. Umat Islam di masa lalu mencapai zaman kejayaan dan menjadi trendsetter kemajuan peradaban dunia dalam abad 7 - 13 M adalah karena mengamalkan Api Islam, menurut istilah Presiden RI Pertama Soekarno, yang bersumber dari Al-Quran. Al-Quran mendorong manusia agar mengembangkan kemampuan berpikir seimbang dengan kemampuan berzikir, mengingat Allah. Al-Quran menginspirasi perkembangan ilmu pengetahuan dan mengajarkan peran dan tanggungjawab manusia yang diberi amanah ilmu. Al-Quran sebagai pedoman hidup (manhaj al-hayah) menuntun umat manusia agar memperoleh keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat. 2) Hukum mengkafirkan orang lain ialah jelas haramnya, tidak pernah ada perintah atau teladan Rasulullah dalam hal tersebut manusia tidak berhak memastikan hati dan amalan orang lain, sebab merupakan kuasa Allah semata.Mengkafirkan orang lain berarti melanggar perintah Allah tersebut dan mengikuti jalan syetan sebagaimana syetan senang ketika manusia memiliki hati yang gelap yang jauh dari petunjuk Allah dan merupakan slaah satu bahaya nafsu dalam islam. Pengkafiran hanya menjadi hak Allah dan RasulNya yang mengetahui isi hati manusia, sesama manusia tidak diperbolehkan mengkafirkan orang lain baik yang berhubungan dengan ajakan atau menuduh. Hal tersebut akan merusak kedudukan kaum muslimin di mata Allah dan mendapat berbagai azab baik di dunia maupun di akherat dimana seharusnya sesama muslim saling menjaga akhlak agar sama sama menjauhi godaan syetan yang terkutuk sehingga akan terkena azab menghina islam.

Avatar

ANNISA QISTINA (ABI 1A)

Bagaimana respon Al-Qur’an dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang terus berkembang sejalan perkembangan peradaban, sedangkan di dalam Al-Qur’an tidak disebutkan dalil-dalil nya? Jawab: Al-Quran menyuruh manusia belajar dari sejarah dan mengambil perbandingan dari kejayaan dan kejatuhan umat-umat terdahulu dalam rangka menghadapi masa depan. Pesan-pesan samawi dalam Al-Quran sejalan dengan semua tingkatan perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban. Umat Islam di masa lalu mencapai zaman kejayaan dan menjadi trendsetter kemajuan peradaban dunia dalam abad 7 - 13 M adalah karena mengamalkan Api Islam, menurut istilah Presiden RI Pertama Soekarno, yang bersumber dari Al-Quran. Al-Quran mendorong manusia agar mengembangkan kemampuan berpikir seimbang dengan kemampuan berzikir, mengingat Allah. 2.Bagaimana pandangan kamu terhadap kelompok Islam yang suka mengkafirkan umat Islam lain. apakah perbuatan tersebut sesuai ajaran Al-Qur’an? Jelaskan ! Jawab: Menurut saya, berdasarkan ajaran Al-Qur'an, tidak ada ruang bagi umat Islam untuk saling mengkafirkan satu sama lain. Islam mengajarkan toleransi, kerukunan, dan saling menghormati di antara semua umat manusia tanpa memandang agama, ras, atau gender. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Hujurat ayat 13: "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal." Oleh karena itu, tindakan mengkafirkan umat Islam lain bukanlah tindakan yang sesuai dengan ajaran Al-Qur'an. Sebagai umat Islam, kita harus tetap menghormati perbedaan pendapat dan selalu berusaha untuk membangun harmoni di antara sesama muslim.

Avatar

Nisha Permata Andina (ABI 1A)

1) Al-Quran mendorong manusia agar mengembangkan kemampuan berpikir seimbang dengan kemampuan berzikir, mengingat Allah. Al-Quran menginspirasi perkembangan ilmu pengetahuan dan mengajarkan peran dan tanggungjawab manusia yang diberi amanah ilmu. Al-Quran sebagai pedoman hidup (manhaj al-hayah) menuntun umat manusia agar memperoleh keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat. Di dalam Al-Qur'an pasti ada cara menyelesaikan masalah dengan baik dan benar. Dan bagaimana cara kita menyikapi masalah juga ada di dalam Al-Qur'an 2) Hukum mengkafirkan orang lain ialah jelas haramnya, tidak pernah ada perintah atau teladan Rasulullah dalam hal tersebut manusia tidak berhak memastikan hati dan amalan orang lain, sebab merupakan kuasa Allah semata.

Avatar

JIHAN INDIRA ABI (1A)

1.Bagaimana respon Al-Qur’an dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang terus berkembang sejalan perkembangan peradaban, sedangkan di dalam Al-Qur’an tidak disebutkan dalil-dalil nya? Jawab: respon Al-Qur’an dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang terus berkembang sejalan perkembangan peradaban yaitu Al-Quran menyuruh manusia belajar dari sejarah dan mengambil perbandingan dari kejayaan dan kejatuhan umat-umat terdahulu dalam rangka menghadapi masa depan. Pesan-pesan samawi dalam Al-Quran sejalan dengan semua tingkatan perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban. Umat Islam di masa lalu mencapai zaman kejayaan dan menjadi trendsetter kemajuan peradaban dunia dalam abad 7 - 13 M adalah karena mengamalkan Api Islam, menurut istilah Presiden RI Pertama Soekarno, yang bersumber dari Al-Quran. Al-Quran mendorong manusia agar mengembangkan kemampuan berpikir seimbang dengan kemampuan berzikir, mengingat Allah. Al-Quran menginspirasi perkembangan ilmu pengetahuan dan mengajarkan peran dan tanggungjawab manusia yang diberi amanah ilmu. Al-Quran sebagai pedoman hidup (manhaj al-hayah) menuntun umat manusia agar memperoleh keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat.  2.Bagaimana pandangan kamu terhadap kelompok Islam yang suka mengkafirkan umat Islam lain. apakah perbuatan tersebut sesuai ajaran Al-Qur’an? Jelaskan Jawab: jelas haram, tidak pernah ada perintah atau teladan dari Rasulullah dalam hal ini, manusia tidak berhak menentukan hati dan perbuatan orang lain karena itu kekuasaan Allah semata. Tidak mempercayai orang lain berarti tidak menaati perintah Allah dan mengikuti jalan setan seperti setan. Alangkah baiknya bila manusia mempunyai hati yang gelap, jauh dari petunjuk Allah, dan inilah salah satu bahaya syahwat dalam Islam. Kafir hanyalah hak Allah dan Rasul-Nya yang mengetahui isi hati manusia. Sesama manusia tidak boleh curiga terhadap orang lain berdasarkan ajakan atau tuduhan. Hal ini akan merusak derajat umat Islam di mata Allah dan berujung pada berbagai azab di dunia dan akhirat. Hendaknya sesama umat Islam saling menjunjung tinggi akhlak dan menjauhkan diri dari godaan setan yang keji agar mendapat azab yang setimpal. menghina Islam.

Avatar

Putri Rahmadani 1A (Abi)

1Al-Quran menyuruh manusia belajar dari sejarah dan mengambil perbandingan dari kejayaan dan kejatuhan umat-umat terdahulu dalam rangka menghadapi masa depan. Pesan-pesan samawi dalam Al-Quran sejalan dengan semua tingkatan perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban. Umat Islam di masa lalu mencapai zaman kejayaan dan menjadi trendsetter kemajuan peradaban dunia dalam abad 7 - 13 M adalah karena mengamalkan Api Islam, menurut istilah Presiden RI Pertama Soekarno, yang bersumber dari Al-Quran. Al-Quran mendorong manusia agar mengembangkan kemampuan berpikir seimbang dengan kemampuan berzikir, mengingat Allah. Al-Quran menginspirasi perkembangan ilmu pengetahuan dan mengajarkan peran dan tanggungjawab manusia yang diberi amanah ilmu. Al-Quran sebagai pedoman hidup (manhaj al-hayah) menuntun umat manusia agar memperoleh keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat 2.Hukum mengkafirkan orang lain ialah jelas haramnya, tidak pernah ada perintah atau teladan Rasulullah dalam hal tersebut manusia tidak berhak memastikan hati dan amalan orang lain, sebab merupakan kuasa Allah semata

Avatar

Pediana Putri

Accessibility Menu Kemenag RI Search Beranda Berita Layanan Mimbar Agama Unit Kerja Kolom Pojok Gusmen Profil Galeri SEARCH Ketik di sini Rekomendasi Keywords: Gusmen Haji 2023 Hari Santri Pesantren Islam Sidang Isbat Halal Opini Versi Audio Al-Quran dan Ilmu Pengetahuan M Fuad NasarM Fuad Nasar Penulis Sabtu, 1 Mei 2021 · 14:17 WIB Ilustrasi: Mega Halimah Ilustrasi: Mega Halimah Islam adalah hidayah Allah, agama semua nabi, dan kitab suci Al-Quran adalah sumber utama ajaran Islam yang dianut oleh hampir seperempat penduduk dunia hari ini. Tidak ada satu buku dan kitab yang paling banyak dibaca dan dihafal di seluruh dunia serta dikaji dari berbagai perspektif keilmuwan melebihi Al-Quran. Sumber Al-Quran sama dengan sumber Taurat, Zabur, Injil dan suhuf-suhuf yang lainnya, yaitu Allah SWT, Tuhan Yang Esa. Al-Quran menyuruh manusia belajar dari sejarah dan mengambil perbandingan dari kejayaan dan kejatuhan umat-umat terdahulu dalam rangka menghadapi masa depan. Pesan-pesan samawi dalam Al-Quran sejalan dengan semua tingkatan perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban.Al-Quran mendorong manusia agar mengembangkan kemampuan berpikir seimbang dengan kemampuan berzikir, mengingat Allah. Al-Quran menginspirasi perkembangan ilmu pengetahuan dan mengajarkan peran dan tanggungjawab manusia yang diberi amanah ilmu. Al-Quran sebagai pedoman hidup (manhaj al-hayah) menuntun umat manusia agar memperoleh keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat. 2. seseorang yang mengkafirkan seorang Muslim, maka harus diteliti. Apabila ia menuduh tanpa adanya takwil (penjelasan/interpretasi) maka ia pantas mendapatkan celaan dan tak jarang ia sendirilah yang kafir. Dan apabila ia menuduh dengan adanya takwil (penjelasan/interpretasi) maka dipertimbangkan seandainya ia menuduh tanpa alasan yang diperkenankan maka ia pantas mendapatkan celaan, akan tetapi ia tidak sampai derajat kafir. Bahkan, ia harus menunjukkan segi kesalahan orang yang ia tuduhkan kafir serta ia harus menegurnya dengan perbuatan yang pantas. (Ibnu Hajar al-Asqalani, Fath al-Bari, [Beirut: Darul Kutub al-Islamiyyah]​​​​​​, 209, juz 16 hal. 198).

Avatar

Futri Hidayah ABI 1A

1. Respon al Qur'an dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang terus berkembang sejalan perkembangan peradaban adalah Beranda Berita Layanan Mimbar Agama Unit Kerja Kolom Pojok Gusmen Profil Galeri SEARCH Ketik di sini Rekomendasi Keywords: Gusmen Haji 2023 Hari Santri Pesantren Islam Sidang Isbat Halal Opini Versi Audio Al-Quran dan Ilmu Pengetahuan M Fuad NasarM Fuad Nasar Penulis Sabtu, 1 Mei 2021 · 14:17 WIB Ilustrasi: Mega Halimah Ilustrasi: Mega Halimah Islam adalah hidayah Allah, agama semua nabi, dan kitab suci Al-Quran adalah sumber utama ajaran Islam yang dianut oleh hampir seperempat penduduk dunia hari ini. Tidak ada satu buku dan kitab yang paling banyak dibaca dan dihafal di seluruh dunia serta dikaji dari berbagai perspektif keilmuwan melebihi Al-Quran. Sumber Al-Quran sama dengan sumber Taurat, Zabur, Injil dan suhuf-suhuf yang lainnya, yaitu Allah SWT, Tuhan Yang Esa. Al-Quran menyuruh manusia belajar dari sejarah dan mengambil perbandingan dari kejayaan dan kejatuhan umat-umat terdahulu dalam rangka menghadapi masa depan. Pesan-pesan samawi dalam Al-Quran sejalan dengan semua tingkatan perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban. Umat Islam di masa lalu mencapai zaman kejayaan dan menjadi trendsetter kemajuan peradaban dunia dalam abad 7 - 13 M adalah karena mengamalkan Api Islam, menurut istilah Presiden RI Pertama Soekarno, yang bersumber dari Al-Quran. Al-Quran mendorong manusia agar mengembangkan kemampuan berpikir seimbang dengan kemampuan berzikir, mengingat Allah. Al-Quran menginspirasi perkembangan ilmu pengetahuan dan mengajarkan peran dan tanggungjawab manusia yang diberi amanah ilmu. Al-Quran sebagai pedoman hidup (manhaj al-hayah) menuntun umat manusia agar memperoleh keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat. 2. pandangan saya terhadap kelompok Islam yang suka mengkafirkan umat Islam lain ialah tidak sesuai ajaran Al Qur'an dan hukumnya itu haram sebagaimana hadis Nabi SAW: "Bila seseorang mengkafirkan saudaranya (yang Muslim), maka pasti seseorang dari keduanya mendapatkan kekafiran itu." (HR Bukhari). "Jadi ini artinya ancaman dari Rasulullah tentang tidak boleh mengafirkan Dan tiadalah yang mengingkari ayat ayat kami selain orang orang kafir”. (QS Al Ankabut : 47). Mengkafirkan orang lain sama saja dengan mengingkari ayat ayat Allah sebab mengingkari perintah yang terdapat dalam firmanNya tindakan mengkafirkan umat Islam lain bukanlah tindakan yang sesuai dengan ajaran Al-Qur'an. Sebagai umat Islam, kita harus tetap menghormati perbedaan pendapat dan selalu berusaha untuk membangun harmoni di antara sesama muslim.

Avatar

cindy sriwulan safutri

1.Al-Quran mendorong manusia agar mengembangkan kemampuan berpikir seimbang dengan kemampuan berzikir, mengingat Allah. Al-Quran menginspirasi perkembangan ilmu pengetahuan dan mengajarkan peran dan tanggungjawab manusia yang diberi amanah ilmu,respon Al-Qur’an dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang terus berkembang sejalan perkembangan peradaban yaitu Al-Quran menyuruh manusia belajar dari sejarah dan mengambil perbandingan dari kejayaan dan kejatuhan umat-umat terdahulu dalam rangka menghadapi masa depan. Pesan-pesan samawi dalam Al-Quran sejalan dengan semua tingkatan perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban. Umat Islam di masa lalu mencapai zaman kejayaan dan menjadi trendsetter kemajuan peradaban dunia dalam abad 7 - 13 M adalah karena mengamalkan Api Islam, menurut istilah Presiden RI Pertama Soekarno, yang bersumber dari Al-Quran. Al-Quran mendorong manusia agar mengembangkan kemampuan berpikir seimbang dengan kemampuan berzikir, mengingat Allah 2.Maka dari itu, perbuatan mengkafirkan orang Islam hukumnya haram sebagaimana hadis Nabi SAW: "Bila seseorang mengkafirkan saudaranya (yang Muslim), maka pasti seseorang dari keduanya mendapatkan kekafiran itu." (HR Bukhari). "Jadi ini artinya ancaman dari Rasulullah tentang tidak boleh mengafirkan

Avatar

Pediana Putri(ABI 1A)

1.Al-Quran menyuruh manusia belajar dari sejarah dan mengambil perbandingan dari kejayaan dan kejatuhan umat-umat terdahulu dalam rangka menghadapi masa depan. Pesan-pesan samawi dalam Al-Quran sejalan dengan semua tingkatan perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban.Al-Quran mendorong manusia agar mengembangkan kemampuan berpikir seimbang dengan kemampuan berzikir, mengingat Allah. Al-Quran menginspirasi perkembangan ilmu pengetahuan dan mengajarkan peran dan tanggungjawab manusia yang diberi amanah ilmu. Al-Quran sebagai pedoman hidup (manhaj al-hayah) menuntun umat manusia agar memperoleh keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat. 2. seseorang yang mengkafirkan seorang Muslim, maka harus diteliti. Apabila ia menuduh tanpa adanya takwil (penjelasan/interpretasi) maka ia pantas mendapatkan celaan dan tak jarang ia sendirilah yang kafir. Dan apabila ia menuduh dengan adanya takwil (penjelasan/interpretasi) maka dipertimbangkan seandainya ia menuduh tanpa alasan yang diperkenankan maka ia pantas mendapatkan celaan, akan tetapi ia tidak sampai derajat kafir. Bahkan, ia harus menunjukkan segi kesalahan orang yang ia tuduhkan kafir serta ia harus menegurnya dengan perbuatan yang pantas. (Ibnu Hajar al-Asqalani, Fath al-Bari, [Beirut: Darul Kutub al-Islamiyyah]​​​​​​, 209, juz 16 hal. 198).

Avatar

Tia Rohmayani ABI 1A

1. Karena Al-Quran mendorong manusia agar mengembangkan kemampuan berpikir seimbang dengan kemampuan berzikir, mengingat Allah. Al-Quran menginspirasi perkembangan ilmu pengetahuan dan mengajarkan peran dan tanggungjawab manusia yang diberi amanah ilmu. Alqur'an juga merupakan pedoman hidup bagi umat manusia agar selamat di dunia maupun di akhirat dengan cara mengamalkannya dan memaknai setiap ayat yang ada didalamnya juga menjadikan Al-Qur'an sebagai contoh dalam berperilaku baik, bertakwa kepada Allah SWT, dan menjauhi larangannya. 2. seseorang yang mengkafirkan seorang Muslim, maka harus diteliti. Apabila ia menuduh tanpa adanya takwil (penjelasan/interpretasi) maka ia pantas mendapatkan celaan dan tak jarang ia sendirilah yang kafir. Dan apabila ia menuduh dengan adanya takwil (penjelasan/interpretasi) maka dipertimbangkan seandainya ia menuduh tanpa alasan yang diperkenankan maka ia pantas mendapatkan celaan, akan tetapi ia tidak sampai derajat kafir. Bahkan, ia harus menunjukkan segi kesalahan orang yang ia tuduhkan kafir serta ia harus menegurnya dengan perbuatan yang pantas. Walhasil, kita harus mampu mencari sisi keimanan dari seseorang yang dituduhkan kafir. Karena pada dasarnya keimanan adalah suatu hal yang telah diyakini oleh segenap umat Islam, sedangkan tuduhan kafir adalah sebuah hal baru yang penuh dengan keraguan dan membutuhkan bukti yang jelas. Oleh karena itu, Imam Malik bin Anas—pendiri mazhab Maliki—pernah mengatakan: من صدر عنه ما يحتمل الكفر من تسعة وتسعين وجها، ويحتمل الإيمان من وجه حمل أمره على الإيمان. “Barang siapa yang muncul darinya perkara yang kemungkinan menyebabkannya kafir dari 99 sudut pandang, dan ada kemungkinan ia tetap dalam keimanan dari satu sudut pandang, maka ia dihukumi tetap dalam keimanan".

Avatar

Nabila Liza Cinta Velita(ABI 1A)

Nama :Nabila Liza Cinta Velita (ABI 1A) Nim. :5404230018 1. Al-Qur'an sebagai kitab suci Islam adalah sumber utama hukum dan panduan umat Muslim. Namun, tidak semua masalah praktis yang terkait dengan kehidupan modern dapat ditemukan secara langsung dalam Al-Qur'an. Oleh karena itu, umat Islam menggunakan prinsip-prinsip umum dalam Al-Qur'an untuk memecahkan berbagai masalah saat ini. Al-Qur'an memberikan prinsip-prinsip umum yang dapat diterapkan dalam situasi modern dengan mengacu pada nilai-nilai Islam utama, seperti keadilan, kejujuran, kedermawanan, toleransi, dan kasih sayang. Oleh karena itu, muslim dapat melihat pandangan Al-Qur'an secara universal dan menemukan cara untuk menerapkannya pada masalah masa kini. Dalam situasi praktis, muslim juga dapat merujuk pada hukum Islam yang ditetapkan dalam hadis, fatwa ulama, dan ilmu fiqh untuk menemukan solusi bagi masalah dunia modern. Sebagai ringkasan, Al-Qur'an adalah sumber utama hukum dan panduan bagi umat Muslim. Namun, prinsip-prinsip umum yang terkandung dalam Al-Qur'an dapat diterapkan pada situasi modern dengan bantuan tafsir dan ilmu fiqh Islam. Oleh karena itu, sesuai dengan kaidah Islam, Muslim memerlukan tafsir yang memadai dan ilmu pengetahuan untuk setiap konteks dalam memahami dan memecahkan situasi-modern dengan baik. 2. Menurut saya, berdasarkan ajaran Al-Qur'an, tidak ada ruang bagi umat Islam untuk saling mengkafirkan satu sama lain. Islam mengajarkan toleransi, kerukunan, dan saling menghormati di antara semua umat manusia tanpa memandang agama, ras, atau gender. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Hujurat ayat 13: "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal." Oleh karena itu, tindakan mengkafirkan umat Islam lain bukanlah tindakan yang sesuai dengan ajaran Al-Qur'an. Sebagai umat Islam, kita harus tetap menghormati perbedaan pendapat dan selalu berusaha untuk membangun harmoni di antara sesama muslim.

Avatar

PUTRI ULANDARI (ABI 1C)

1.Al-Quran mendorong manusia agar mengembangkan kemampuan berpikir seimbang dengan kemampuan berzikir, mengingat Allah. Al-Quran menginspirasi perkembangan ilmu pengetahuan dan mengajarkan peran dan tanggungjawab manusia yang diberi amanah ilmu,respon Al-Qur’an dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang terus berkembang sejalan perkembangan peradaban yaitu Al-Quran menyuruh manusia belajar dari sejarah dan mengambil perbandingan dari kejayaan dan kejatuhan umat-umat terdahulu dalam rangka menghadapi masa depan. Pesan-pesan samawi dalam Al-Quran sejalan dengan semua tingkatan perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban. Umat Islam di masa lalu mencapai zaman kejayaan dan menjadi trendsetter kemajuan peradaban dunia dalam abad 7 - 13 M adalah karena mengamalkan Api Islam, menurut istilah Presiden RI Pertama Soekarno, yang bersumber dari Al-Quran. Al-Quran mendorong manusia agar mengembangkan kemampuan berpikir seimbang dengan kemampuan berzikir, mengingat Allah 2.Maka dari itu, perbuatan mengkafirkan orang Islam hukumnya haram sebagaimana hadis Nabi SAW: "Bila seseorang mengkafirkan saudaranya (yang Muslim), maka pasti seseorang dari keduanya mendapatkan kekafiran itu." (HR Bukhari). "Jadi ini artinya ancaman dari Rasulullah tentang tidak boleh mengafirkan

Avatar

Okta Fitria Romadhana

Okta Fitria Romadhana, ABI 1C 1. Al-Quran menyuruh manusia belajar dari sejarah dan mengambil perbandingan dari kejayaan dan kejatuhan umat-umat terdahulu dalam rangka menghadapi masa depan. Pesan-pesan samawi dalam Al-Quran sejalan dengan semua tingkatan perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban. Umat Islam di masa lalu mencapai zaman kejayaan dan menjadi trendsetter kemajuan peradaban dunia dalam abad 7 - 13 M adalah karena mengamalkan Api Islam, menurut istilah Presiden RI Pertama Soekarno, yang bersumber dari Al-Quran. Al-Quran mendorong manusia agar mengembangkan kemampuan berpikir seimbang dengan kemampuan berzikir, mengingat Allah. Al-Quran menginspirasi perkembangan ilmu pengetahuan dan mengajarkan peran dan tanggungjawab manusia yang diberi amanah ilmu. Al-Quran sebagai pedoman hidup (manhaj al-hayah) menuntun umat manusia agar memperoleh keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat. 2. Hukum mengkafirkan orang lain ialah jelas haramnya, tidak pernah ada perintah atau teladan Rasulullah dalam hal tersebut manusia tidak berhak memastikan hati dan amalan orang lain, sebab merupakan kuasa Allah semata.Mengkafirkan orang lain berarti melanggar perintah Allah tersebut dan mengikuti jalan syetan sebagaimana syetan senang ketika manusia memiliki hati yang gelap yang jauh dari petunjuk Allah dan merupakan slaah satu bahaya nafsu dalam islam. Pengkafiran hanya menjadi hak Allah dan RasulNya yang mengetahui isi hati manusia, sesama manusia tidak diperbolehkan mengkafirkan orang lain baik yang berhubungan dengan ajakan atau menuduh. Hal tersebut akan merusak kedudukan kaum muslimin di mata Allah dan mendapat berbagai azab baik di dunia maupun di akherat dimana seharusnya sesama muslim saling menjaga akhlak agar sama sama menjauhi godaan syetan yang terkutuk sehingga akan terkena azab menghina islam.

Avatar

Diana 1C

1.Al-Quran mendorong manusia agar mengembangkan kemampuan berpikir seimbang dengan kemampuan berzikir, mengingat Allah. Al-Quran menginspirasi perkembangan ilmu pengetahuan dan mengajarkan peran dan tanggungjawab manusia yang diberi amanah ilmu. 2. perbuatan mengkafirkan orang Islam hukumnya haram sebagaimana hadis Nabi SAW: "Bila seseorang mengkafirkan saudaranya (yang Muslim), maka pasti seseorang dari keduanya mendapatkan kekafiran itu." (HR Bukhari). "Jadi ini artinya ancaman dari Rasulullah tentang tidak boleh mengafirkan. Tidak bisa sembarangan. Apalagi dia jelas Muslim yang menunjukkan syiar-syiar Islam, walaupun mungkin dalam hal-hal tertentu dia masih berbuat dosa. Tidak boleh kemudian dihukumkan kafir. Atau (menyebut) kamu telah kafir. Itu tidak boleh dilakukan seorang Muslim kepada Muslim lainnya," kata Kiai Jeje dalam kajian virtual PP Persis beberapa waktu lalu.

Avatar

Fitri nur indah ( Abi C)

1) respon Al-Qur’an dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang terus berkembang sejalan perkembangan peradaban yaitu Al-Quran menyuruh manusia belajar dari sejarah dan mengambil perbandingan dari kejayaan dan kejatuhan umat-umat terdahulu dalam rangka menghadapi masa depan. Pesan-pesan samawi dalam Al-Quran sejalan dengan semua tingkatan perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban. Umat Islam di masa lalu mencapai zaman kejayaan dan menjadi trendsetter kemajuan peradaban dunia dalam abad 7 - 13 M adalah karena mengamalkan Api Islam, menurut istilah Presiden RI Pertama Soekarno, yang bersumber dari Al-Quran. Al-Quran mendorong manusia agar mengembangkan kemampuan berpikir seimbang dengan kemampuan berzikir, mengingat Allah. Al-Quran menginspirasi perkembangan ilmu pengetahuan dan mengajarkan peran dan tanggungjawab manusia yang diberi amanah ilmu. Al-Quran sebagai pedoman hidup (manhaj al-hayah) menuntun umat manusia agar memperoleh keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat. 2) Hukum mengkafirkan orang lain ialah jelas haramnya, tidak pernah ada perintah atau teladan Rasulullah dalam hal tersebut manusia tidak berhak memastikan hati dan amalan orang lain, sebab merupakan kuasa Allah semata.Mengkafirkan orang lain berarti melanggar perintah Allah tersebut dan mengikuti jalan syetan sebagaimana syetan senang ketika manusia memiliki hati yang gelap yang jauh dari petunjuk Allah dan merupakan slaah satu bahaya nafsu dalam islam. Pengkafiran hanya menjadi hak Allah dan RasulNya yang mengetahui isi hati manusia, sesama manusia tidak diperbolehkan mengkafirkan orang lain baik yang berhubungan dengan ajakan atau menuduh. Hal tersebut akan merusak kedudukan kaum muslimin di mata Allah dan mendapat berbagai azab baik di dunia maupun di akherat dimana seharusnya sesama muslim saling menjaga akhlak agar sama sama menjauhi godaan syetan yang terkutuk sehingga akan terkena azab menghina islam.

Avatar

Wilda sari ABI 1C

1. Al-Qur'an sebagai kitab suci Islam adalah sumber utama hukum dan panduan umat Muslim. Namun, tidak semua masalah praktis yang terkait dengan kehidupan modern dapat ditemukan secara langsung dalam Al-Qur'an. Oleh karena itu, umat Islam menggunakan prinsip-prinsip umum dalam Al-Qur'an untuk memecahkan berbagai masalah saat ini. Al-Qur'an memberikan prinsip-prinsip umum yang dapat diterapkan dalam situasi modern dengan mengacu pada nilai-nilai Islam utama, seperti keadilan, kejujuran, kedermawanan, toleransi, dan kasih sayang. Oleh karena itu, muslim dapat melihat pandangan Al-Qur'an secara universal dan menemukan cara untuk menerapkannya pada masalah masa kini. Dalam situasi praktis, muslim juga dapat merujuk pada hukum Islam yang ditetapkan dalam hadis, fatwa ulama, dan ilmu fiqh untuk menemukan solusi bagi masalah dunia modern. Sebagai ringkasan, Al-Qur'an adalah sumber utama hukum dan panduan bagi umat Muslim. Namun, prinsip-prinsip umum yang terkandung dalam Al-Qur'an dapat diterapkan pada situasi modern dengan bantuan tafsir dan ilmu fiqh Islam. Oleh karena itu, sesuai dengan kaidah Islam, Muslim memerlukan tafsir yang memadai dan ilmu pengetahuan untuk setiap konteks dalam memahami dan memecahkan situasi-modern dengan baik. 2. Menurut saya, berdasarkan ajaran Al-Qur'an, tidak ada ruang bagi umat Islam untuk saling mengkafirkan satu sama lain. Islam mengajarkan toleransi, kerukunan, dan saling menghormati di antara semua umat manusia tanpa memandang agama, ras, atau gender. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Hujurat ayat 13: "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal." Oleh karena itu, tindakan mengkafirkan umat Islam lain bukanlah tindakan yang sesuai dengan ajaran Al-Qur'an. Sebagai umat Islam, kita harus tetap menghormati perbedaan pendapat dan selalu berusaha untuk membangun harmoni di antara sesama muslim.

Avatar

Rhaudatul janah Abi 1c

1Al-Quran menyuruh manusia belajar dari sejarah dan mengambil perbandingan dari kejayaan dan kejatuhan umat-umat terdahulu dalam rangka menghadapi masa depan. Pesan-pesan samawi dalam Al-Quran sejalan dengan semua tingkatan perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban. Umat Islam di masa lalu mencapai zaman kejayaan dan menjadi trendsetter kemajuan peradaban dunia dalam abad 7 - 13 M adalah karena mengamalkan Api Islam, menurut istilah Presiden RI Pertama Soekarno, yang bersumber dari Al-Quran. Al-Quran mendorong manusia agar mengembangkan kemampuan berpikir seimbang dengan kemampuan berzikir, mengingat Allah. Al-Quran menginspirasi perkembangan ilmu pengetahuan dan mengajarkan peran dan tanggungjawab manusia yang diberi amanah ilmu. Al-Quran sebagai pedoman hidup (manhaj al-hayah) menuntun umat manusia agar memperoleh keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat 2.Hukum mengkafirkan orang lain ialah jelas haramnya, tidak pernah ada perintah atau teladan Rasulullah dalam hal tersebut manusia tidak berhak memastikan hati dan amalan orang lain, sebab merupakan kuasa Allah semata

Avatar

Norasima ABI 1 C

Menurut pendapat saya Prinsip perkembangan Islam pada masa modern bercirikan pembenahan kembali kemurnian akidah dan praktek ibadah. Selain itu laju penjajahan Barat mengalami perlawanan dengan lahirnya Pan Islamisme, gerakan Islam trans nasional yang menuntut bersatunya umat Islam di dunia.Dampak pembaharuan Islam periode modern di berbagai negara di berbagai bidang adalah: Dampak positif: Semakin semaraknya syiar Islam dalam berbagai bidang di berbagai negara. Masyarakat muslim semakin sadar akan berbagai peninggalan kebudayaan Islam yang menjadi sumbangan besar bagi kebudayaan dunia secara umum. 2.Dalam kitab Shahih al-Bukhari, dari Tsabit bin adh-Dhahhak, Rasulullah SW bersabda: “… dan melaknat seorang Mukmin seperti membunuhnya. Siapa saja yang menuduh seorang Mukmin dengan kekafiran, maka ia seperti membunuhnya

Avatar

Sartika dewi kelas Abi 1c

Al-Quran menyuruh manusia belajar dari sejarah dan mengambil perbandingan dari kejayaan dan kejatuhan umat-umat terdahulu dalam rangka menghadapi masa depan. Pesan-pesan samawi dalam Al-Quran sejalan dengan semua tingkatan perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban. Umat Islam di masa lalu mencapai zaman kejayaan dan menjadi trendsetter kemajuan peradaban dunia dalam abad 7 - 13 M adalah karena mengamalkan Api Islam, menurut istilah Presiden RI Pertama Soekarno, yang bersumber dari Al-Quran. 2. Menurut saya, berdasarkan ajaran Al-Qur'an, tidak ada ruang bagi umat Islam untuk saling mengkafirkan satu sama lain. Islam mengajarkan toleransi, kerukunan, dan saling menghormati di antara semua umat manusia tanpa memandang agama, ras, atau gender. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Hujurat ayat 13: "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal." Oleh karena itu, tindakan mengkafirkan umat Islam lain bukanlah tindakan yang sesuai dengan ajaran Al-Qur'an. Sebagai umat Islam, kita harus tetap menghormati perbedaan pendapat dan selalu berusaha untuk membangun harmoni di antara sesama muslim.

Avatar

RATNA SARI ABI 1c

1.Bagaimana respon Al-Qur’an dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang terus berkembang sejalan perkembangan peradaban, sedangkan di dalam Al-Qur’an tidak disebutkan dalil-dalil nya? Al-Quran menyuruh manusia belajar dari sejarah dan mengambil perbandingan dari kejayaan dan kejatuhan umat-umat terdahulu dalam rangka menghadapi masa depan. Pesan-pesan samawi dalam Al-Quran sejalan dengan semua tingkatan perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban. Umat Islam di masa lalu mencapai zaman kejayaan dan menjadi trendsetter kemajuan peradaban dunia dalam abad 7 - 13 M adalah karena mengamalkan Api Islam, menurut istilah Presiden RI Pertama Soekarno, yang bersumber dari Al-Quran. Al-Quran mendorong manusia agar mengembangkan kemampuan berpikir seimbang dengan kemampuan berzikir, mengingat Allah. Al-Quran menginspirasi perkembangan ilmu pengetahuan dan mengajarkan peran dan tanggungjawab manusia yang diberi amanah ilmu. Al-Quran sebagai pedoman hidup (manhaj al-hayah) menuntun umat manusia agar memperoleh keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat. 2.Bagaimana pandangan kamu terhadap kelompok Islam yang suka mengkafirkan umat Islam lain. apakah perbuatan tersebut sesuai ajaran Al-Qur’an? Jelaskan ! Jawab:Hukum mengkafirkan orang lain ialah jelas haramnya, tidak pernah ada perintah atau teladan Rasulullah dalam hal tersebut manusia tidak berhak memastikan hati dan amalan orang lain, sebab merupakan kuasa Allah semata.Mengkafirkan orang lain berarti melanggar perintah Allah tersebut dan mengikuti jalan syetan sebagaimana syetan senang ketika manusia memiliki hati yang gelap yang jauh dari petunjuk Allah dan merupakan slaah satu bahaya nafsu dalam islam. Pengkafiran hanya menjadi hak Allah dan RasulNya yang mengetahui isi hati manusia, sesama manusia tidak diperbolehkan mengkafirkan orang lain baik yang berhubungan dengan ajakan atau menuduh. Hal tersebut akan merusak kedudukan kaum muslimin di mata Allah dan mendapat berbagai azab baik di dunia maupun di akherat dimana seharusnya sesama muslim saling menjaga akhlak agar sama sama menjauhi godaan syetan yang terkutuk sehingga akan terkena azab menghina islam

Avatar

Rahmayani Wulandari (ABI 1C)

Avatar Imam Ghozali Penulis Kolom 560 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN " " Membangun Paradigma Qur’ani TEACHING MATERIALS Minggu , 24 September 2023 Telah dibaca : 358 Al-Qur’an merupakan firman Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw yang mempunyai fungsi sebagai huddan (petunjuk bagi manusia). Ia merupakan mukjizat terbesar nabi sepanjang sejarah. Di dalamnya berisi ajaran-ajaran yang memberikan respon sekaligus menjadi inspirasi dalam menyelesaikan berbagai aspek kehidupan baik berkaitan agama/ keyakinan, politik, ekonomi, pendidikan, hukum dan lain-lain. Nilai-nilai yang solutif tersebut menyebabkan Al-Qur’an senantiasa relevan sepanjang sejarah dan sifatnya terbuka atau inklusif. Allah swt berfirman : Kitab (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa. (yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, melaksanakan shalat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka. dan mereka yang beriman kepada (Al-Qur'an) yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dan (kitab-kitab) yang telah diturunkan sebelum engkau, dan mereka yakin akan adanya akhirat. Merekalah yang mendapat petunjuk dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. Abu Bakar Muhammad bin Al-Qasim bin Basyar bin Muhammad Al-Anhari An-Nahwi Al-Lughawi Dalam Kitab Ar-Radd ‘Ala Man Khalafa Mushhaf Utsman, Dia Menyandarkan Periwayatannya Kepada Abdullah bin Ma’sud. Abdullah bin Mas’ud Berkata, Rasulullah bersabda, “Al-Qur’an adalah sumber ajaran hasil ciptaan Allah. Oleh karena itu belajarlah kalian dari sumber ajaran Allah itu semampu kalian.sesungguhnya Al-Qur’an adalah tali Allah, cahaya-nya yang terang, penyembuh penyakit, dan pembawa manfaat. Al-Qur’an dapat menjadi pelindung bagi orang yang berpegang teguh dengannya. Dia akan memberikan keselamatan kepada orang-orang yang mengikuti ajaranya. Tidak ada sesuatu yang bengkok melainkan akan menjadi lurus. Tidak ada yang berjalan di jalan yang menyimpang melainkan akan mendapatkan teguran. Pada dasarnya makna atau nilai Al-Qur’an adalah universal. Ia tidak dibatasi atau diubah dalam arti tambah atau berkurang oleh pengguna bahasa Arab sebagai bahasa Al-Qur’an pun sesungguhnya lebh banyak menyangkut masalah teknis pernyampaian pesan daripada masalah nilai.Visi Al-Qur’an ssebenarnya ditantang untuk menemukan dan mengembangkan lebih lanjut titi-titik persamaan antara ajaran berbagai agama,sebab hal serupa itulah yang sekarang ini paling diperlukan dalam negeri sendiri,maupun secara global, meliputi seluruh umat manusia.[1] Al-Qur’an dan Hukum Islam Asbab al-nuzul adalah salah satu istilah yang sangat mapan di dalam kajian Islam, karena ia merupakan topik yang dibiarkan oleh para ulama. Asbab bentuk jamak dari sabab, artinya sebab, dan nuzul artinya turun, dalam hal ini yang dimaksud ialah turunya firman Allah SWT. Turunya, firman itu bisa dalam bentuk satu ayat, bisa juga dalam bentuk satu surat, terutama surat-surat pendek seperti surat-surat pada bagian terkahir Al-Qur’an, yang umum nya turun sekaligus. Dikalangan Islam, ada semacam keyakinan bahwa ajaran Islam itu universal, namun turunnya kepada nabi bersifat konstekstual. Permasalahannya adalah bagaimana kita melakukan generalisasi terhadap suatu firman sehingga bisa mengatasi situasi konkretnya dan menjadi suatu pengertian yang umum. Disinilah peran penting ‘ibrah (penyebrangan), yaitu menarik pengertian umum sebuah ungkapan yang baik dari segi bahasa maupun konteksnya yang spesifik. Melalui proses itulah ditarik suatu kesimpulan “general understanding” dan “general norm”. tetapi sebaliknya, kita juga harus mengakui kenyataan bahwa setiap firman itu punya konteks. Karena itu sudah ada ide-sejak zaman permulaan Islam dalam hal ini Imam Syafi’i bahwa terhadap suatu firman yang tergantung pada suatu konsteks, kita harus melaksanakannya dalam konteks lain dan dalam bentuknya yang lain. Yang jelas punya konteks ialah ayat-ayat yang berkaitan dengan hukum. Diakui secara terang-terangan oleh para ahli hukum Islam dan ahli fiqh baha hukum itu berubah dari waktu ke waktu dan dari tempat di tempat. Biasanya, kalau dikatakan seperti itu, yang segera tertangkap oleh kita ialah”hukum bisa diubah-ubah menurut waktu dan tempat”. Hukum Islam tidak lagi hanya dilihat dari kaca mata fiqh (legal theory), qawaid fiqihiyyah (legal maxism) dan ilmu tafsir (legal interpretation) semata tetapi dilihat dari berbagai ilmu sosial lainnya seperti ilmu sosio-historis, ilmu filsafat, ilmu antropologi, ilmu psikologi, politik dan lain-lain. hukum islam merupakan satu kesatuan dengan ilmu sosial lainnya yang tidak dapat dipisakan karena ilmu sosial itu pun pada dasarnya merupakan salah satu warisan khazanah keislaman milik umat Islam yang kemudian diklaim sebagai ilmu milik barat.[2] Al-Qur’an dan Theologi Islam Kitab Suci Al-Qur’an merupakan kitab suci agama Islam. Ia memiliki dua aspek, yakni akidah dan syariat. Kedua aspek tersebut tak dapat dipisahkan antara satu dengan lainnya. Keterkaitannya tidak hanya pada bentuk pengamalan, tetapi juga pada dasar-dasar pemikiran yang berkembang. Pada masa Rasulullah Saw pemikiran tentang akidah dan syariat belum muncul ke permukaan karena nabi menjadi referensi langsung atas setiap masalah yang muncul. Namun demikian, para sahabat berdiam di luar madina mencoba berijtihad, misalnya Mu’adz bin Jabal yang diangkat sebagai hakim di Yaman. Perlu dicatat bahwa penggunaan ijtihad seperti itu masih sangaat terbatas pada lapangan syariat saja, dan hal itu yang menjadi landasan pemikiran fiqh pada masa selanjutnya. Namun, setidaknya kita menegaskan bahwa ijtihad kala itu sudah menjadi sumber hukum sesudah Al-Qur’an dan Hadist.[3] Disisi lain penggunaan ijtihad dalam soal akidah muncul pasca kemelut politik di zaman Ali r.a, yang mencapai puncaknya setelah pelaksanaan arbitrase (tahkim) antara Ali r.a dan Mu’awiyyah r.a. peroalan politik kemudian berkembang menjadi permasalahan teologis. Sebagian pendukung Ali r.a menuduh kepadanya telah melakukan pelanggaran syariah dan menuduh Ali tidak menjalan syariat Islam. Itu sebabnya Ali r.a dianggap telah keluar dari Islam. Kelompok ini kemudian dikenal dengan sebutan kaum Khawarij. Dari sini, bisa dijelaskan bahwa persoalan politik pada masa Ali r.a kemudian bergeser lahir persoalan teologi takfiri yang berkembang sampai saat sekarang ini. mereka telah menyusup dan berasimilasi dengan berbagai kepentingan dan melakukan taqiyah untuk mencapai tujuan. Bahkan dengan cara melawan keyakinan politik mereka tetap dilaksanakan dalam mencapai tujuan agenda besar mereka.[4] Al-Qur’an dan Kehidupan Sosial-Budaya Agama Islam mengandung simbol-simbol sistem sosia-kultural yang memberikan suatu konsepsi tentang realita dan rancangan untuk mewujudkannya. Tetapi simbol-simbol yang menyangkut realitas ini tidak selalu harus sama dengan realitas yang terwujud secara riil dalam kehidupan masyarakat. dalam pengertian ini, agama diphami sebagai suatu “sistem budaya” sebagaimana yang didefinisikan oleh Clifford Geertz.[5] Pertanyaan yang muncul jika Islam yang tidak boleh diubah itu merupakan konsepsi tentang realitas,apakah Islam merupakan pendukung atau sebalinya hambatan terhadap perkembangan budaya? Dalam bentuk yang lebih populer, apakah Islam menjadi penghalang bagi perubahan sosial yang menuju ke arah kesejahteraan kemanusiaan? Sepanjang sejarah sejak masa-masa awal telah tercipta semacam ketegangan antara doktrin teologis islam dengan realitas dan perkembangan sosial. Tetapi, dalam aplikasi praktis, Islam terpaksa mengakomodasi kenyataan sosial-budaya. Akomodasi ini semakin terlihat ketika wilayah Islam berkembang sedemikian rupa sehingga ia menjadi agama yang mendunia. Pada kasus-kasus tertentu, akkomodasi itu tercpta sedemikian rupa, sehingga muncul berbagai varian Islam dengan ciri khas sendiri-sendiri di setiap wilayah yang berbeda-beda.[6] Al-Qur’an dan Toleransi dalam Beragama Konsep toleransi dalam Islam disebut dengan tasamuh yaitu suatu sikap terbuka terhadap hak-hak individu dengan cara menghargai dan menghormati serta mengakui eksistensi harkat dan martabat sebagai khalifah di muka bumi.[7] Dalam konteks keberagaman dan adanya persoalan politik, anjuran bertoleransi antar golongan mudah diucapkan tetapi sangat sulit diterapkan. Toleransi sebagai sikap kebesaran hati menerima perbedaan pada wilayah kepentingan politik sering dipandang sebagai gerakan yang menodai ajaran agama dan bahkan dianggap sebagai penista agama. Sikap yang sebelumnya menerima keterbukaan tiba-tiba menjadi lahir ekslusivisme dan menolak keberagaman yang sudah terbangun sejak lama di masyarakat seperti perbedaan agama keyakinan, suku, etnis dan budaya. Akibatnya muncul ekses dari sikap tersebut seperti: pertama, intoleransi di berbagai tempat; kedua, lahir kelemahan instrinsik yaitu kelemahan dalam konsepsi dan tidak kritis terhadap epistemologi ajaranya. Islam tidak menentang adanya toleransi. Ada tiga alasan yang memperkuat alasan tersebut, yaitu: pertama, karena toleransi adalah bersifat temporer dan manusiawi; kedua, toleransi berdasarkan hati nurani; ketiga, toleransi adalah kekuatan moral, sehingga terjadinya keharmonisan adalah sutau keniscayaan. Keempat, toleransi tidak mampu dan memang tidak dimaksudkan untuk memberikan jawaban-jawaban fundamental tentang tujuan hidup manusia dan apa yang terjadi atas manusia setelah kehidupan dunia yang fana ini namun sikap toleransi banyak memberikan maslahat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.[8] Jawablah Pertanyaan-Pertanyaan di Bawah Ini ! 1. Bagaimana respon Al-Qur’an dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang terus berkembang sejalan perkembangan peradaban, sedangkan di dalam Al-Qur’an tidak disebutkan dalil-dalil nya? 2. Bagaimana pandangan kamu terhadap kelompok Islam yang suka mengkafirkan umat Islam lain. apakah perbuatan tersebut sesuai ajaran Al-Qur’an? Jelaskan ! [1] Budhy Munawar-Rachman (Ed), “Ensiklopedi Nurcholish Madjid Pemikiran Islam Di Kanvas Peradaban,” 1st ed. (Indramayu,: Yayasan Pesantren Indonesia Al-Zaytun, 2006), Iiii–766. [2] Ahmad Syahrus Sikti, “Dinamika Hukum Islam” (Yogyakarta: UII Press, 2019), 1–406. [3] Hamka Haq, “Al-Syathibi Aspek Teologis Konsep Mashlahah Dalam Kitab Al-Muwafaqat” (Jakarta: Erlangga, 2007), 1–273. [4] Imam Ghozali, “MEMAHAMI FORMAT DEMOKRASI MODEL KHAWARIJ DI INDONESIA ( Studi Kasus Pemilihan Presiden Tahun 2019),” Islamadina Jurnal Pemikiran Islam 21, no. 1 (2020): 1. [5] Azyumardi Azra, “Konteks Berteologi Di Indonesia Pengalaman Islam” (Jakarta: Penerbit Paramadina, 1999), 1–218. [6] Azra. [7] Sikti, “Dinamika Hukum Islam.” [8] Sikti. Penulis : Imam Ghozali Bagikan Ke : Tulis Komentar Masukkan Nama Lengkap Masukkan Email isikan Komentar Rahmadani Fitria 1. Al-Quran menyuruh manusia belajar dari sejarah dan mengambil perbandingan dari kejayaan dan kejatuhan umat-umat terdahulu dalam rangka menghadapi masa depan. Pesan-pesan samawi dalam Al-Quran sejalan dengan semua tingkatan perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban. Umat Islam di masa lalu mencapai zaman kejayaan dan menjadi trendsetter kemajuan peradaban dunia dalam abad 7 - 13 M adalah karena mengamalkan Api Islam, menurut istilah Presiden RI Pertama Soekarno, yang bersumber dari Al-Quran. Al-Quran mendorong manusia agar mengembangkan kemampuan berpikir seimbang dengan kemampuan berzikir, mengingat Allah. Al-Quran menginspirasi perkembangan ilmu pengetahuan dan mengajarkan peran dan tanggungjawab manusia yang diberi amanah ilmu. Al-Quran sebagai pedoman hidup (manhaj al-hayah) menuntun umat manusia agar memperoleh keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat. 2.Hukum mengkafirkan orang lain ialah jelas haramnya, tidak pernah ada perintah atau teladan Rasulullah dalam hal tersebut manusia tidak berhak memastikan hati dan amalan orang lain, sebab merupakan kuasa Allah semata.Mengkafirkan orang lain berarti melanggar perintah Allah tersebut dan mengikuti jalan syetan sebagaimana syetan senang ketika manusia memiliki hati yang gelap yang jauh dari petunjuk Allah dan merupakan slaah satu bahaya nafsu dalam islam. Pengkafiran hanya menjadi hak Allah dan RasulNya yang mengetahui isi hati manusia, sesama manusia tidak diperbolehkan mengkafirkan orang lain baik yang berhubungan dengan ajakan atau menuduh. Hal tersebut akan merusak kedudukan kaum muslimin di mata Allah dan mendapat berbagai azab baik di dunia maupun di akherat dimana seharusnya sesama muslim saling menjaga akhlak agar sama sama menjauhi godaan syetan yang terkutuk sehingga akan terkena azab menghina islam.

Avatar

Rahmayani Wulandari (ABI 1C)

1. Al-Quran menyuruh manusia belajar dari sejarah dan mengambil perbandingan dari kejayaan dan kejatuhan umat-umat terdahulu dalam rangka menghadapi masa depan. Pesan-pesan samawi dalam Al-Quran sejalan dengan semua tingkatan perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban. Umat Islam di masa lalu mencapai zaman kejayaan dan menjadi trendsetter kemajuan peradaban dunia dalam abad 7 - 13 M adalah karena mengamalkan Api Islam, menurut istilah Presiden RI Pertama Soekarno, yang bersumber dari Al-Quran. Al-Quran mendorong manusia agar mengembangkan kemampuan berpikir seimbang dengan kemampuan berzikir, mengingat Allah. Al-Quran menginspirasi perkembangan ilmu pengetahuan dan mengajarkan peran dan tanggungjawab manusia yang diberi amanah ilmu. Al-Quran sebagai pedoman hidup (manhaj al-hayah) menuntun umat manusia agar memperoleh keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat. 2.Hukum mengkafirkan orang lain ialah jelas haramnya, tidak pernah ada perintah atau teladan Rasulullah dalam hal tersebut manusia tidak berhak memastikan hati dan amalan orang lain, sebab merupakan kuasa Allah semata.Mengkafirkan orang lain berarti melanggar perintah Allah tersebut dan mengikuti jalan syetan sebagaimana syetan senang ketika manusia memiliki hati yang gelap yang jauh dari petunjuk Allah dan merupakan slaah satu bahaya nafsu dalam islam. Pengkafiran hanya menjadi hak Allah dan RasulNya yang mengetahui isi hati manusia, sesama manusia tidak diperbolehkan mengkafirkan orang lain baik yang berhubungan dengan ajakan atau menuduh. Hal tersebut akan merusak kedudukan kaum muslimin di mata Allah dan mendapat berbagai azab baik di dunia maupun di akherat dimana seharusnya sesama muslim saling menjaga akhlak agar sama sama menjauhi godaan syetan yang terkutuk sehingga akan terkena azab menghina islam.

Avatar

NOVA ABI 1C

1. Al-Quran mendorong manusia agar mengembangkan kemampuan berpikir seimbang dengan kemampuan berzikir, mengingat Allah. Al-Quran menginspirasi perkembangan ilmu pengetahuan dan mengajarkan peran dan tanggungjawab manusia yang diberi amanah ilmu. 2. Maka dari itu, perbuatan mengkafirkan orang Islam hukumnya haram sebagaimana hadis Nabi SAW: "Bila seseorang mengkafirkan saudaranya (yang Muslim), maka pasti seseorang dari keduanya mendapatkan kekafiran itu." (HR Bukhari). "Jadi ini artinya ancaman dari Rasulullah tentang tidak boleh mengafirkan.

Avatar

Santika kls ABI C

Al-Qur'an sebagai kitab suci Islam adalah sumber utama hukum dan panduan umat Muslim. Namun, tidak semua masalah praktis yang terkait dengan kehidupan modern dapat ditemukan secara langsung dalam Al-Qur'an. Oleh karena itu, umat Islam menggunakan prinsip-prinsip umum dalam Al-Qur'an untuk memecahkan berbagai masalah saat ini. Al-Qur'an memberikan prinsip-prinsip umum yang dapat diterapkan dalam situasi modern dengan mengacu pada nilai-nilai Islam utama, seperti keadilan, kejujuran, kedermawanan, toleransi, dan kasih sayang. Oleh karena itu, muslim dapat melihat pandangan Al-Qur'an secara universal dan menemukan cara untuk menerapkannya pada masalah masa kini. Dalam situasi praktis, muslim juga dapat merujuk pada hukum Islam yang ditetapkan dalam hadis, fatwa ulama, dan ilmu fiqh untuk menemukan solusi bagi masalah dunia modern. Sebagai ringkasan, Al-Qur'an adalah sumber utama hukum dan panduan bagi umat Muslim. Namun, prinsip-prinsip umum yang terkandung dalam Al-Qur'an dapat diterapkan pada situasi modern dengan bantuan tafsir dan ilmu fiqh Islam. Oleh karena itu, sesuai dengan kaidah Islam, Muslim memerlukan tafsir yang memadai dan ilmu pengetahuan untuk setiap konteks dalam memahami dan memecahkan situasi-modern dengan baik. 2. Menurut saya, berdasarkan ajaran Al-Qur'an, tidak ada ruang bagi umat Islam untuk saling mengkafirkan satu sama lain. Islam mengajarkan toleransi, kerukunan, dan saling menghormati di antara semua umat manusia tanpa memandang agama, ras, atau gender. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Hujurat ayat 13: "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal." Oleh karena itu, tindakan mengkafirkan umat Islam lain bukanlah tindakan yang sesuai dengan ajaran Al-Qur'an. Sebagai umat Islam, kita harus tetap menghormati perbedaan pendapat dan selalu berusaha untuk membangun harmoni di antara sesama muslim.

Avatar

Nazwa Nayla Difani Abi C

1. Al-Quran menyuruh manusia belajar dari sejarah dan mengambil perbandingan dari kejayaan dan kejatuhan umat-umat terdahulu dalam rangka menghadapi masa depan. Pesan-pesan samawi dalam Al-Quran sejalan dengan semua tingkatan perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban. Umat Islam di masa lalu mencapai zaman kejayaan dan menjadi trendsetter kemajuan peradaban dunia dalam abad 7 - 13 M adalah karena mengamalkan Api Islam, menurut istilah Presiden RI Pertama Soekarno, yang bersumber dari Al-Quran. Al-Quran mendorong manusia agar mengembangkan kemampuan berpikir seimbang dengan kemampuan berzikir, mengingat Allah. Al-Quran menginspirasi perkembangan ilmu pengetahuan dan mengajarkan peran dan tanggungjawab manusia yang diberi amanah ilmu. Al-Quran sebagai pedoman hidup (manhaj al-hayah) menuntun umat manusia agar memperoleh keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat. 2.Hukum mengkafirkan orang lain ialah jelas haramnya, tidak pernah ada perintah atau teladan Rasulullah dalam hal tersebut manusia tidak berhak memastikan hati dan amalan orang lain, sebab merupakan kuasa Allah semata.Mengkafirkan orang lain berarti melanggar perintah Allah tersebut dan mengikuti jalan syetan sebagaimana syetan senang ketika manusia memiliki hati yang gelap yang jauh dari petunjuk Allah dan merupakan slaah satu bahaya nafsu dalam islam. Pengkafiran hanya menjadi hak Allah dan RasulNya yang mengetahui isi hati manusia, sesama manusia tidak diperbolehkan mengkafirkan orang lain baik yang berhubungan dengan ajakan atau menuduh. Hal tersebut akan merusak kedudukan kaum muslimin di mata Allah dan mendapat berbagai azab baik di dunia maupun di akherat dimana seharusnya sesama muslim saling menjaga akhlak agar sama sama menjauhi godaan syetan yang terkutuk sehingga akan terkena azab menghina islam.

Avatar

Safarila Balqis (ABI 1C)

1.Alquran mendorong manusia ,agar setiap manusia bisa menjadikan alquran sebagai pegangan hidup dan sebagai kekuatan ketika seseorang itu menghadapi masalah. 2.didalam Islam mengkafirkan orang lain haram hukumnya. Tidak baik bagi kita sebagai seorang muslim menyebut saudara kita dengan sebutan yang tidak baik.sebagaimana hadis Nabi SAW: "Bila seseorang mengkafirkan saudaranya (yang Muslim), maka pasti seseorang dari keduanya mendapatkan kekafiran itu." (HR Bukhari).

Avatar

Aria Okta yudansyah(ABI 1C)

1.Al-Quran mendorong manusia agar mengembangkan kemampuan berpikir seimbang dengan kemampuan berzikir, mengingat Allah. Al-Quran menginspirasi perkembangan ilmu pengetahuan dan mengajarkan peran dan tanggungjawab manusia yang diberi amanah ilmu. 2.Maka dari itu, perbuatan mengkafirkan orang Islam hukumnya haram sebagaimana hadis Nabi SAW: "Bila seseorang mengkafirkan saudaranya (yang Muslim), maka pasti seseorang dari keduanya mendapatkan kekafiran itu." (HR Bukhari). "Jadi ini artinya ancaman dari Rasulullah tentang tidak boleh mengafirkan.

Avatar

ELSA KURNIASARI ABI 1C

1.Bagaimana Alquran dalam memberikan dorongan untuk pengembangan ilmu pengetahuan? Al-Quran mendorong manusia agar mengembangkan kemampuan berpikir seimbang dengan kemampuan berzikir, mengingat Allah. Al-Quran menginspirasi perkembangan ilmu pengetahuan dan mengajarkan peran dan tanggungjawab manusia yang diberi amanah ilmu 2. Menurut pendapat saya kelompok islam yang mengkafirkan umat islam lain adalah perbuatan maksiat dan itu tidak pernah diaajarkan dan tidak di benarkan dalam al-quran

Avatar

Zarina ramadani (1C ABI)

1). Al-Quran dianggap oleh umat Islam sebagai pedoman utama dalam kehidupan mereka. Meskipun tidak selalu menyebutkan secara eksplisit solusi untuk setiap persoalan kontemporer, umat Islam sering mengambil prinsip-prinsip yang terkandung dalam Al-Quran untuk memandu tindakan mereka. Dalam menghadapi masalah-masalah yang tidak ada dalil-dalil eksplisit dalam Al-Quran, umat Islam sering mengadopsi pendekatan berikut: 1. Ijtihad: Umat Islam mengandalkan proses ijtihad, yaitu usaha interpretasi dan deduksi hukum Islam berdasarkan prinsip-prinsip umum yang terkandung dalam Al-Quran dan Hadis. Ini melibatkan kajian oleh para ulama dan cendekiawan Islam yang berusaha menemukan solusi yang sesuai dengan nilai-nilai Islam untuk masalah-masalah modern. 2. Qiyas (analogi): Prinsip qiyas memungkinkan untuk mengaitkan masalah-masalah baru dengan hukum yang telah ada dalam Islam berdasarkan kesamaan prinsip-prinsip yang terkandung dalam Al-Quran dan Hadis. 3. Istihsan (preferensi): Istihsan memungkinkan penggunaan penalaran dan pertimbangan etika untuk menentukan solusi yang paling sesuai dalam situasi tertentu, bahkan jika tidak ada dalil yang spesifik. 4. Maslahah Mursalah (kepentingan umum): Konsep ini memungkinkan pertimbangan kepentingan umum dalam mengambil keputusan hukum. Umat Islam dapat mempertimbangkan manfaat dan dampak sosial dalam menyelesaikan masalah-masalah kontemporer. 2. Menurut saya perbuatan tersebut sama sekali tidak ada dalam ajaran Islam, karena Pengkafiran atau penuduhan terhadap sesama umat Islam dengan label "kafir" atau "musyrik" adalah masalah yang sangat sensitif dalam Islam. Ini bisa memicu konflik, ketegangan, dan perpecahan dalam komunitas Muslim.

Avatar

Indriani Salsa Billa (ABI 1 C)

1.Al-Quran menyuruh manusia belajar dari sejarah dan mengambil perbandingan dari kejayaan dan kejatuhan umat-umat terdahulu dalam rangka menghadapi masa depan. Pesan-pesan samawi dalam Al-Quran sejalan dengan semua tingkatan perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban.Al-Quran mendorong manusia agar mengembangkan kemampuan berpikir seimbang dengan kemampuan berzikir, mengingat Allah. Al-Quran menginspirasi perkembangan ilmu pengetahuan dan mengajarkan peran dan tanggungjawab manusia yang diberi amanah ilmu. Al-Quran sebagai pedoman hidup (manhaj al-hayah) menuntun umat manusia agar memperoleh keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat. 2.Mengkafirkan orang lain berarti melanggar perintah Allah tersebut dan mengikuti jalan syetan sebagaimana syetan senang ketika manusia memiliki hati yang gelap yang jauh dari petunjuk Allah dan merupakan slaah satu bahaya nafsu dalam islam.Munculnya pemboman, teror, dan pembunuhan ialah hasil dari mengkafirkan orang lain. yang berawal dari pengaruh bahwa melakukan hal demikian adalah contoh nyata perjuangan umat islam, padahal sama sekali tidak ada syariatnya dalam Al Qur’an maupun hadist. Perbuatan tersebut pun mencoreng nama islam.Maka dari itu, perbuatan mengkafirkan orang Islam hukumnya haram sebagaimana hadis Nabi SAW: "Bila seseorang mengkafirkan saudaranya (yang Muslim), maka pasti seseorang dari keduanya mendapatkan kekafiran itu." (HR Bukhari).

Avatar

ZALINA RAHMADANI ABI 1 C

Al-Qur'an adalah sumber utama ajaran dan pedoman bagi umat Islam. Meskipun Al-Qur'an tidak secara spesifik membahas setiap persoalan yang mungkin muncul dalam perkembangan peradaban, ia memberikan prinsip-prinsip dan nilai-nilai yang mengarahkan umat Islam dalam menyelesaikan berbagai persoalan. Pertama, Al-Qur'an menyajikan prinsip-prinsip umum yang meliputi masalah etika, moralitas, nilai-nilai kepemimpinan, persaudaraan, perdamaian, dan keadilan. Prinsip-prinsip ini dapat diterapkan dalam berbagai konteks dan bidang kehidupan. Kedua, Al-Qur'an memberikan contoh-contoh dari kehidupan para nabi dan umat-umat sebelumnya. Meskipun tidak secara rinci menyebutkan solusi terperinci untuk setiap konflik atau situasi khusus, kita dapat memperoleh pelajaran dan pemahaman dari contoh-contoh ini. Ketiga, umat Islam mengambil pedoman dan penjelasan lebih lanjut melalui hadis, yang merupakan ucapan, tindakan, dan persetujuan dari Nabi Muhammad. Hadis memberikan rincian praktis tentang berbagai masalah yang mungkin tidak secara langsung disebutkan dalam Al-Qur'an. Keempat, dalam menyelesaikan berbagai persoalan, umat Islam juga mengambil panduan dari para cendekiawan dan ahli hukum Islam yang terampil dalam menerapkan prinsip-prinsip Al-Qur'an ke dalam konteks modern. Mereka mempelajari prinsip-prinsip Islam dan mencari pemahaman yang tepat terhadap hukum-hukum syariah. Dengan demikian, meskipun tidak setiap masalah individu diberikan penjelasan rinci dalam Al-Qur'an, umat Islam menggunakan prinsip-prinsip dan nilai-nilai yang ada dalam teks suci tersebut, serta menjalankan proses penafsiran berdasarkan hadis, pemikiran para sarjana terkemuka, dan hukum syariah untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang sesuai dengan konteks zaman mereka.

Avatar

MANISHA 1c

1. Al-Quran mendorong manusia agar mengembangkan kemampuan berpikir seimbang dengan kemampuan berzikir, mengingat Allah. Al-Quran menginspirasi perkembangan ilmu pengetahuan dan mengajarkan peran dan tanggungjawab manusia yang diberi amanah ilmu. Al-Quran sebagai pedoman hidup (manhaj al-hayah) menuntun umat manusia agar memperoleh keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat. 2. Dan kesimpulannya adalah seseorang yang mengkafirkan seorang Muslim, maka harus diteliti. Apabila ia menuduh tanpa adanya takwil (penjelasan/interpretasi) maka ia pantas mendapatkan celaan dan tak jarang ia sendirilah yang kafir. Dan apabila ia menuduh dengan adanya takwil (penjelasan/interpretasi) maka dipertimbangkan seandainya ia menuduh tanpa alasan yang diperkenankan maka ia pantas mendapatkan celaan, akan tetapi ia tidak sampai derajat kafir. Bahkan, ia harus menunjukkan segi kesalahan orang yang ia tuduhkan kafir serta ia harus menegurnya dengan perbuatan yang pantas.

Avatar

Andhini Syabella Taszkya ABI 1C

Avatar Imam Ghozali Penulis Kolom 560 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN " " Membangun Paradigma Qur’ani TEACHING MATERIALS Minggu , 24 September 2023 Telah dibaca : 408 Al-Qur’an merupakan firman Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw yang mempunyai fungsi sebagai huddan (petunjuk bagi manusia). Ia merupakan mukjizat terbesar nabi sepanjang sejarah. Di dalamnya berisi ajaran-ajaran yang memberikan respon sekaligus menjadi inspirasi dalam menyelesaikan berbagai aspek kehidupan baik berkaitan agama/ keyakinan, politik, ekonomi, pendidikan, hukum dan lain-lain. Nilai-nilai yang solutif tersebut menyebabkan Al-Qur’an senantiasa relevan sepanjang sejarah dan sifatnya terbuka atau inklusif. Allah swt berfirman : Kitab (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa. (yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, melaksanakan shalat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka. dan mereka yang beriman kepada (Al-Qur'an) yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dan (kitab-kitab) yang telah diturunkan sebelum engkau, dan mereka yakin akan adanya akhirat. Merekalah yang mendapat petunjuk dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. Abu Bakar Muhammad bin Al-Qasim bin Basyar bin Muhammad Al-Anhari An-Nahwi Al-Lughawi Dalam Kitab Ar-Radd ‘Ala Man Khalafa Mushhaf Utsman, Dia Menyandarkan Periwayatannya Kepada Abdullah bin Ma’sud. Abdullah bin Mas’ud Berkata, Rasulullah bersabda, “Al-Qur’an adalah sumber ajaran hasil ciptaan Allah. Oleh karena itu belajarlah kalian dari sumber ajaran Allah itu semampu kalian.sesungguhnya Al-Qur’an adalah tali Allah, cahaya-nya yang terang, penyembuh penyakit, dan pembawa manfaat. Al-Qur’an dapat menjadi pelindung bagi orang yang berpegang teguh dengannya. Dia akan memberikan keselamatan kepada orang-orang yang mengikuti ajaranya. Tidak ada sesuatu yang bengkok melainkan akan menjadi lurus. Tidak ada yang berjalan di jalan yang menyimpang melainkan akan mendapatkan teguran. Pada dasarnya makna atau nilai Al-Qur’an adalah universal. Ia tidak dibatasi atau diubah dalam arti tambah atau berkurang oleh pengguna bahasa Arab sebagai bahasa Al-Qur’an pun sesungguhnya lebh banyak menyangkut masalah teknis pernyampaian pesan daripada masalah nilai.Visi Al-Qur’an ssebenarnya ditantang untuk menemukan dan mengembangkan lebih lanjut titi-titik persamaan antara ajaran berbagai agama,sebab hal serupa itulah yang sekarang ini paling diperlukan dalam negeri sendiri,maupun secara global, meliputi seluruh umat manusia.[1] Al-Qur’an dan Hukum Islam Asbab al-nuzul adalah salah satu istilah yang sangat mapan di dalam kajian Islam, karena ia merupakan topik yang dibiarkan oleh para ulama. Asbab bentuk jamak dari sabab, artinya sebab, dan nuzul artinya turun, dalam hal ini yang dimaksud ialah turunya firman Allah SWT. Turunya, firman itu bisa dalam bentuk satu ayat, bisa juga dalam bentuk satu surat, terutama surat-surat pendek seperti surat-surat pada bagian terkahir Al-Qur’an, yang umum nya turun sekaligus. Dikalangan Islam, ada semacam keyakinan bahwa ajaran Islam itu universal, namun turunnya kepada nabi bersifat konstekstual. Permasalahannya adalah bagaimana kita melakukan generalisasi terhadap suatu firman sehingga bisa mengatasi situasi konkretnya dan menjadi suatu pengertian yang umum. Disinilah peran penting ‘ibrah (penyebrangan), yaitu menarik pengertian umum sebuah ungkapan yang baik dari segi bahasa maupun konteksnya yang spesifik. Melalui proses itulah ditarik suatu kesimpulan “general understanding” dan “general norm”. tetapi sebaliknya, kita juga harus mengakui kenyataan bahwa setiap firman itu punya konteks. Karena itu sudah ada ide-sejak zaman permulaan Islam dalam hal ini Imam Syafi’i bahwa terhadap suatu firman yang tergantung pada suatu konsteks, kita harus melaksanakannya dalam konteks lain dan dalam bentuknya yang lain. Yang jelas punya konteks ialah ayat-ayat yang berkaitan dengan hukum. Diakui secara terang-terangan oleh para ahli hukum Islam dan ahli fiqh baha hukum itu berubah dari waktu ke waktu dan dari tempat di tempat. Biasanya, kalau dikatakan seperti itu, yang segera tertangkap oleh kita ialah”hukum bisa diubah-ubah menurut waktu dan tempat”. Hukum Islam tidak lagi hanya dilihat dari kaca mata fiqh (legal theory), qawaid fiqihiyyah (legal maxism) dan ilmu tafsir (legal interpretation) semata tetapi dilihat dari berbagai ilmu sosial lainnya seperti ilmu sosio-historis, ilmu filsafat, ilmu antropologi, ilmu psikologi, politik dan lain-lain. hukum islam merupakan satu kesatuan dengan ilmu sosial lainnya yang tidak dapat dipisakan karena ilmu sosial itu pun pada dasarnya merupakan salah satu warisan khazanah keislaman milik umat Islam yang kemudian diklaim sebagai ilmu milik barat.[2] Al-Qur’an dan Theologi Islam Kitab Suci Al-Qur’an merupakan kitab suci agama Islam. Ia memiliki dua aspek, yakni akidah dan syariat. Kedua aspek tersebut tak dapat dipisahkan antara satu dengan lainnya. Keterkaitannya tidak hanya pada bentuk pengamalan, tetapi juga pada dasar-dasar pemikiran yang berkembang. Pada masa Rasulullah Saw pemikiran tentang akidah dan syariat belum muncul ke permukaan karena nabi menjadi referensi langsung atas setiap masalah yang muncul. Namun demikian, para sahabat berdiam di luar madina mencoba berijtihad, misalnya Mu’adz bin Jabal yang diangkat sebagai hakim di Yaman. Perlu dicatat bahwa penggunaan ijtihad seperti itu masih sangaat terbatas pada lapangan syariat saja, dan hal itu yang menjadi landasan pemikiran fiqh pada masa selanjutnya. Namun, setidaknya kita menegaskan bahwa ijtihad kala itu sudah menjadi sumber hukum sesudah Al-Qur’an dan Hadist.[3] Disisi lain penggunaan ijtihad dalam soal akidah muncul pasca kemelut politik di zaman Ali r.a, yang mencapai puncaknya setelah pelaksanaan arbitrase (tahkim) antara Ali r.a dan Mu’awiyyah r.a. peroalan politik kemudian berkembang menjadi permasalahan teologis. Sebagian pendukung Ali r.a menuduh kepadanya telah melakukan pelanggaran syariah dan menuduh Ali tidak menjalan syariat Islam. Itu sebabnya Ali r.a dianggap telah keluar dari Islam. Kelompok ini kemudian dikenal dengan sebutan kaum Khawarij. Dari sini, bisa dijelaskan bahwa persoalan politik pada masa Ali r.a kemudian bergeser lahir persoalan teologi takfiri yang berkembang sampai saat sekarang ini. mereka telah menyusup dan berasimilasi dengan berbagai kepentingan dan melakukan taqiyah untuk mencapai tujuan. Bahkan dengan cara melawan keyakinan politik mereka tetap dilaksanakan dalam mencapai tujuan agenda besar mereka.[4] Al-Qur’an dan Kehidupan Sosial-Budaya Agama Islam mengandung simbol-simbol sistem sosia-kultural yang memberikan suatu konsepsi tentang realita dan rancangan untuk mewujudkannya. Tetapi simbol-simbol yang menyangkut realitas ini tidak selalu harus sama dengan realitas yang terwujud secara riil dalam kehidupan masyarakat. dalam pengertian ini, agama diphami sebagai suatu “sistem budaya” sebagaimana yang didefinisikan oleh Clifford Geertz.[5] Pertanyaan yang muncul jika Islam yang tidak boleh diubah itu merupakan konsepsi tentang realitas,apakah Islam merupakan pendukung atau sebalinya hambatan terhadap perkembangan budaya? Dalam bentuk yang lebih populer, apakah Islam menjadi penghalang bagi perubahan sosial yang menuju ke arah kesejahteraan kemanusiaan? Sepanjang sejarah sejak masa-masa awal telah tercipta semacam ketegangan antara doktrin teologis islam dengan realitas dan perkembangan sosial. Tetapi, dalam aplikasi praktis, Islam terpaksa mengakomodasi kenyataan sosial-budaya. Akomodasi ini semakin terlihat ketika wilayah Islam berkembang sedemikian rupa sehingga ia menjadi agama yang mendunia. Pada kasus-kasus tertentu, akkomodasi itu tercpta sedemikian rupa, sehingga muncul berbagai varian Islam dengan ciri khas sendiri-sendiri di setiap wilayah yang berbeda-beda.[6] Al-Qur’an dan Toleransi dalam Beragama Konsep toleransi dalam Islam disebut dengan tasamuh yaitu suatu sikap terbuka terhadap hak-hak individu dengan cara menghargai dan menghormati serta mengakui eksistensi harkat dan martabat sebagai khalifah di muka bumi.[7] Dalam konteks keberagaman dan adanya persoalan politik, anjuran bertoleransi antar golongan mudah diucapkan tetapi sangat sulit diterapkan. Toleransi sebagai sikap kebesaran hati menerima perbedaan pada wilayah kepentingan politik sering dipandang sebagai gerakan yang menodai ajaran agama dan bahkan dianggap sebagai penista agama. Sikap yang sebelumnya menerima keterbukaan tiba-tiba menjadi lahir ekslusivisme dan menolak keberagaman yang sudah terbangun sejak lama di masyarakat seperti perbedaan agama keyakinan, suku, etnis dan budaya. Akibatnya muncul ekses dari sikap tersebut seperti: pertama, intoleransi di berbagai tempat; kedua, lahir kelemahan instrinsik yaitu kelemahan dalam konsepsi dan tidak kritis terhadap epistemologi ajaranya. Islam tidak menentang adanya toleransi. Ada tiga alasan yang memperkuat alasan tersebut, yaitu: pertama, karena toleransi adalah bersifat temporer dan manusiawi; kedua, toleransi berdasarkan hati nurani; ketiga, toleransi adalah kekuatan moral, sehingga terjadinya keharmonisan adalah sutau keniscayaan. Keempat, toleransi tidak mampu dan memang tidak dimaksudkan untuk memberikan jawaban-jawaban fundamental tentang tujuan hidup manusia dan apa yang terjadi atas manusia setelah kehidupan dunia yang fana ini namun sikap toleransi banyak memberikan maslahat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.[8] Jawablah Pertanyaan-Pertanyaan di Bawah Ini ! 1. Bagaimana respon Al-Qur’an dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang terus berkembang sejalan perkembangan peradaban, sedangkan di dalam Al-Qur’an tidak disebutkan dalil-dalil nya? 2. Bagaimana pandangan kamu terhadap kelompok Islam yang suka mengkafirkan umat Islam lain. apakah perbuatan tersebut sesuai ajaran Al-Qur’an? Jelaskan ! [1] Budhy Munawar-Rachman (Ed), “Ensiklopedi Nurcholish Madjid Pemikiran Islam Di Kanvas Peradaban,” 1st ed. (Indramayu,: Yayasan Pesantren Indonesia Al-Zaytun, 2006), Iiii–766. [2] Ahmad Syahrus Sikti, “Dinamika Hukum Islam” (Yogyakarta: UII Press, 2019), 1–406. [3] Hamka Haq, “Al-Syathibi Aspek Teologis Konsep Mashlahah Dalam Kitab Al-Muwafaqat” (Jakarta: Erlangga, 2007), 1–273. [4] Imam Ghozali, “MEMAHAMI FORMAT DEMOKRASI MODEL KHAWARIJ DI INDONESIA ( Studi Kasus Pemilihan Presiden Tahun 2019),” Islamadina Jurnal Pemikiran Islam 21, no. 1 (2020): 1. [5] Azyumardi Azra, “Konteks Berteologi Di Indonesia Pengalaman Islam” (Jakarta: Penerbit Paramadina, 1999), 1–218. [6] Azra. [7] Sikti, “Dinamika Hukum Islam.” [8] Sikti. Penulis : Imam Ghozali Bagikan Ke : Tulis Komentar Masukkan Nama Lengkap Masukkan Email isikan Komentar Submit Rahmadani Fitria 1. Al-Quran menyuruh manusia belajar dari sejarah dan mengambil perbandingan dari kejayaan dan kejatuhan umat-umat terdahulu dalam rangka menghadapi masa depan. Pesan-pesan samawi dalam Al-Quran sejalan dengan semua tingkatan perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban. Umat Islam di masa lalu mencapai zaman kejayaan dan menjadi trendsetter kemajuan peradaban dunia dalam abad 7 - 13 M adalah karena mengamalkan Api Islam, menurut istilah Presiden RI Pertama Soekarno, yang bersumber dari Al-Quran. Al-Quran mendorong manusia agar mengembangkan kemampuan berpikir seimbang dengan kemampuan berzikir, mengingat Allah. Al-Quran menginspirasi perkembangan ilmu pengetahuan dan mengajarkan peran dan tanggungjawab manusia yang diberi amanah ilmu. Al-Quran sebagai pedoman hidup (manhaj al-hayah) menuntun umat manusia agar memperoleh keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat. 2.Hukum mengkafirkan orang lain ialah jelas haramnya, tidak pernah ada perintah atau teladan Rasulullah dalam hal tersebut manusia tidak berhak memastikan hati dan amalan orang lain, sebab merupakan kuasa Allah semata.Mengkafirkan orang lain berarti melanggar perintah Allah tersebut dan mengikuti jalan syetan sebagaimana syetan senang ketika manusia memiliki hati yang gelap yang jauh dari petunjuk Allah dan merupakan slaah satu bahaya nafsu dalam islam. Pengkafiran hanya menjadi hak Allah dan RasulNya yang mengetahui isi hati manusia, sesama manusia tidak diperbolehkan mengkafirkan orang lain baik yang berhubungan dengan ajakan atau menuduh. Hal tersebut akan merusak kedudukan kaum muslimin di mata Allah dan mendapat berbagai azab baik di dunia maupun di akherat dimana seharusnya sesama muslim saling menjaga akhlak agar sama sama menjauhi godaan syetan yang terkutuk sehingga akan terkena azab menghina islam.

Avatar

Nurmi Rayutik 1b

1.Al-Qur'an adalah sumber utama ajaran islam yang dianut oleh hampir seperempat penduduk dunia hari ini. Tidak ada satu buku dan kitab yang paling banyak dibaca dan dihafal di seluruh dunia serta dikaji dari berbagai perspektif keilmuan melebihi Al-Qur'an. Sumber Al-Qur'an sama dengan sumber Taurat, Zabur, Injil dan suhuf-suhuf yang lainnya, yaitu Allah SWT, Tuhan Yang Esa. Al-Qur'an menyuruh manusia belajar dari sejarah dan mengambil perbandingan dari kejayaan dan kejatuhan umat-umat terdahulu dalam rangka menghadapi masa depan. Pesan-pesan samawi dalam Al-Qur'an sejalan dengan semua tingkatan perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban. 2. Kafir adalah orang yang menentang dan menolak kebenaran dari Allah SWT yang di sampaikan Rasul-Nya. Perbuatan mengkafirkan orang islam hukumnya haram sebagaimana hadis Nabi SAW. "Bila seseorang mengkafirkan saudaranya ( yang muslim), maka pasti seseorang dari keduanya mendapatkan kekafiran itu".(HR.Bukhari). Jadi artinya ancaman dari Rasulullah tentang tidak boleh mengkafirkan.

Avatar

Tino saputra 1B

Al-Quran menyuruh manusia belajar dari sejarah dan mengambil perbandingan dari kejayaan dan kejatuhan umat-umat terdahulu dalam rangka menghadapi masa depan. Pesan-pesan samawi dalam Al-Quran sejalan dengan semua tingkatan perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban. Umat Islam di masa lalu mencapai zaman kejayaan dan menjadi trendsetter kemajuan peradaban dunia dalam abad 7 - 13 M adalah karena mengamalkan Api Islam, menurut istilah Presiden RI Pertama Soekarno, yang bersumber dari Al-Quran. Al-Quran mendorong manusia agar mengembangkan kemampuan berpikir seimbang dengan kemampuan berzikir, mengingat Allah. Al-Quran menginspirasi perkembangan ilmu pengetahuan dan mengajarkan peran dan tanggungjawab manusia yang diberi amanah ilmu. Al-Quran sebagai pedoman hidup (manhaj al-hayah) menuntun umat manusia agar memperoleh keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat. 2.Hukum mengkafirkan orang lain ialah jelas haramnya, tidak pernah ada perintah atau teladan Rasulullah dalam hal tersebut manusia tidak berhak memastikan hati dan amalan orang lain, sebab merupakan kuasa Allah semata.Mengkafirkan orang lain berarti melanggar perintah Allah tersebut dan mengikuti jalan syetan sebagaimana syetan senang ketika manusia memiliki hati yang gelap yang jauh dari petunjuk Allah dan merupakan slaah satu bahaya nafsu dalam islam. Pengkafiran hanya menjadi hak Allah dan RasulNya yang mengetahui isi hati manusia, sesama manusia tidak diperbolehkan mengkafirkan orang lain baik yang berhubungan dengan ajakan atau menuduh. Hal tersebut akan merusak kedudukan kaum muslimin di mata Allah dan mendapat berbagai azab baik di dunia maupun di akherat dimana seharusnya sesama muslim saling menjaga akhlak agar sama sama menjauhi godaan syetan yang terkutuk sehingga akan terkena azab menghina islam.

Avatar

Tino saputra 1B

Al-Quran menyuruh manusia belajar dari sejarah dan mengambil perbandingan dari kejayaan dan kejatuhan umat-umat terdahulu dalam rangka menghadapi masa depan. Pesan-pesan samawi dalam Al-Quran sejalan dengan semua tingkatan perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban. Umat Islam di masa lalu mencapai zaman kejayaan dan menjadi trendsetter kemajuan peradaban dunia dalam abad 7 - 13 M adalah karena mengamalkan Api Islam, menurut istilah Presiden RI Pertama Soekarno, yang bersumber dari Al-Quran. Al-Quran mendorong manusia agar mengembangkan kemampuan berpikir seimbang dengan kemampuan berzikir, mengingat Allah. Al-Quran menginspirasi perkembangan ilmu pengetahuan dan mengajarkan peran dan tanggungjawab manusia yang diberi amanah ilmu. Al-Quran sebagai pedoman hidup (manhaj al-hayah) menuntun umat manusia agar memperoleh keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat. 2.Hukum mengkafirkan orang lain ialah jelas haramnya, tidak pernah ada perintah atau teladan Rasulullah dalam hal tersebut manusia tidak berhak memastikan hati dan amalan orang lain, sebab merupakan kuasa Allah semata.Mengkafirkan orang lain berarti melanggar perintah Allah tersebut dan mengikuti jalan syetan sebagaimana syetan senang ketika manusia memiliki hati yang gelap yang jauh dari petunjuk Allah dan merupakan slaah satu bahaya nafsu dalam islam. Pengkafiran hanya menjadi hak Allah dan RasulNya yang mengetahui isi hati manusia, sesama manusia tidak diperbolehkan mengkafirkan orang lain baik yang berhubungan dengan ajakan atau menuduh. Hal tersebut akan merusak kedudukan kaum muslimin di mata Allah dan mendapat berbagai azab baik di dunia maupun di akherat dimana seharusnya sesama muslim saling menjaga akhlak agar sama sama menjauhi godaan syetan yang terkutuk sehingga akan terkena azab menghina islam.

Avatar

Tino saputra 1B

Al-Quran menyuruh manusia belajar dari sejarah dan mengambil perbandingan dari kejayaan dan kejatuhan umat-umat terdahulu dalam rangka menghadapi masa depan. Pesan-pesan samawi dalam Al-Quran sejalan dengan semua tingkatan perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban. Umat Islam di masa lalu mencapai zaman kejayaan dan menjadi trendsetter kemajuan peradaban dunia dalam abad 7 - 13 M adalah karena mengamalkan Api Islam, menurut istilah Presiden RI Pertama Soekarno, yang bersumber dari Al-Quran. Al-Quran mendorong manusia agar mengembangkan kemampuan berpikir seimbang dengan kemampuan berzikir, mengingat Allah. Al-Quran menginspirasi perkembangan ilmu pengetahuan dan mengajarkan peran dan tanggungjawab manusia yang diberi amanah ilmu. Al-Quran sebagai pedoman hidup (manhaj al-hayah) menuntun umat manusia agar memperoleh keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat. 2.Hukum mengkafirkan orang lain ialah jelas haramnya, tidak pernah ada perintah atau teladan Rasulullah dalam hal tersebut manusia tidak berhak memastikan hati dan amalan orang lain, sebab merupakan kuasa Allah semata.Mengkafirkan orang lain berarti melanggar perintah Allah tersebut dan mengikuti jalan syetan sebagaimana syetan senang ketika manusia memiliki hati yang gelap yang jauh dari petunjuk Allah dan merupakan slaah satu bahaya nafsu dalam islam. Pengkafiran hanya menjadi hak Allah dan RasulNya yang mengetahui isi hati manusia, sesama manusia tidak diperbolehkan mengkafirkan orang lain baik yang berhubungan dengan ajakan atau menuduh. Hal tersebut akan merusak kedudukan kaum muslimin di mata Allah dan mendapat berbagai azab baik di dunia maupun di akherat dimana seharusnya sesama muslim saling menjaga akhlak agar sama sama menjauhi godaan syetan yang terkutuk sehingga akan terkena azab menghina islam.

Avatar

Tino saputra 1B

Al-Quran menyuruh manusia belajar dari sejarah dan mengambil perbandingan dari kejayaan dan kejatuhan umat-umat terdahulu dalam rangka menghadapi masa depan. Pesan-pesan samawi dalam Al-Quran sejalan dengan semua tingkatan perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban. Umat Islam di masa lalu mencapai zaman kejayaan dan menjadi trendsetter kemajuan peradaban dunia dalam abad 7 - 13 M adalah karena mengamalkan Api Islam, menurut istilah Presiden RI Pertama Soekarno, yang bersumber dari Al-Quran. Al-Quran mendorong manusia agar mengembangkan kemampuan berpikir seimbang dengan kemampuan berzikir, mengingat Allah. Al-Quran menginspirasi perkembangan ilmu pengetahuan dan mengajarkan peran dan tanggungjawab manusia yang diberi amanah ilmu. Al-Quran sebagai pedoman hidup (manhaj al-hayah) menuntun umat manusia agar memperoleh keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat. 2.Hukum mengkafirkan orang lain ialah jelas haramnya, tidak pernah ada perintah atau teladan Rasulullah dalam hal tersebut manusia tidak berhak memastikan hati dan amalan orang lain, sebab merupakan kuasa Allah semata.Mengkafirkan orang lain berarti melanggar perintah Allah tersebut dan mengikuti jalan syetan sebagaimana syetan senang ketika manusia memiliki hati yang gelap yang jauh dari petunjuk Allah dan merupakan slaah satu bahaya nafsu dalam islam. Pengkafiran hanya menjadi hak Allah dan RasulNya yang mengetahui isi hati manusia, sesama manusia tidak diperbolehkan mengkafirkan orang lain baik yang berhubungan dengan ajakan atau menuduh. Hal tersebut akan merusak kedudukan kaum muslimin di mata Allah dan mendapat berbagai azab baik di dunia maupun di akherat dimana seharusnya sesama muslim saling menjaga akhlak agar sama sama menjauhi godaan syetan yang terkutuk sehingga akan terkena azab menghina islam.

Avatar

Tino saputra 1B

Al-Quran menyuruh manusia belajar dari sejarah dan mengambil perbandingan dari kejayaan dan kejatuhan umat-umat terdahulu dalam rangka menghadapi masa depan. Pesan-pesan samawi dalam Al-Quran sejalan dengan semua tingkatan perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban. Umat Islam di masa lalu mencapai zaman kejayaan dan menjadi trendsetter kemajuan peradaban dunia dalam abad 7 - 13 M adalah karena mengamalkan Api Islam, menurut istilah Presiden RI Pertama Soekarno, yang bersumber dari Al-Quran. Al-Quran mendorong manusia agar mengembangkan kemampuan berpikir seimbang dengan kemampuan berzikir, mengingat Allah. Al-Quran menginspirasi perkembangan ilmu pengetahuan dan mengajarkan peran dan tanggungjawab manusia yang diberi amanah ilmu. Al-Quran sebagai pedoman hidup (manhaj al-hayah) menuntun umat manusia agar memperoleh keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat. 2.Hukum mengkafirkan orang lain ialah jelas haramnya, tidak pernah ada perintah atau teladan Rasulullah dalam hal tersebut manusia tidak berhak memastikan hati dan amalan orang lain, sebab merupakan kuasa Allah semata.Mengkafirkan orang lain berarti melanggar perintah Allah tersebut dan mengikuti jalan syetan sebagaimana syetan senang ketika manusia memiliki hati yang gelap yang jauh dari petunjuk Allah dan merupakan slaah satu bahaya nafsu dalam islam. Pengkafiran hanya menjadi hak Allah dan RasulNya yang mengetahui isi hati manusia, sesama manusia tidak diperbolehkan mengkafirkan orang lain baik yang berhubungan dengan ajakan atau menuduh. Hal tersebut akan merusak kedudukan kaum muslimin di mata Allah dan mendapat berbagai azab baik di dunia maupun di akherat dimana seharusnya sesama muslim saling menjaga akhlak agar sama sama menjauhi godaan syetan yang terkutuk sehingga akan terkena azab menghina islam.

Avatar

Tino saputra 1B

Al-Quran menyuruh manusia belajar dari sejarah dan mengambil perbandingan dari kejayaan dan kejatuhan umat-umat terdahulu dalam rangka menghadapi masa depan. Pesan-pesan samawi dalam Al-Quran sejalan dengan semua tingkatan perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban. Umat Islam di masa lalu mencapai zaman kejayaan dan menjadi trendsetter kemajuan peradaban dunia dalam abad 7 - 13 M adalah karena mengamalkan Api Islam, menurut istilah Presiden RI Pertama Soekarno, yang bersumber dari Al-Quran. Al-Quran mendorong manusia agar mengembangkan kemampuan berpikir seimbang dengan kemampuan berzikir, mengingat Allah. Al-Quran menginspirasi perkembangan ilmu pengetahuan dan mengajarkan peran dan tanggungjawab manusia yang diberi amanah ilmu. Al-Quran sebagai pedoman hidup (manhaj al-hayah) menuntun umat manusia agar memperoleh keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat. 2.Hukum mengkafirkan orang lain ialah jelas haramnya, tidak pernah ada perintah atau teladan Rasulullah dalam hal tersebut manusia tidak berhak memastikan hati dan amalan orang lain, sebab merupakan kuasa Allah semata.Mengkafirkan orang lain berarti melanggar perintah Allah tersebut dan mengikuti jalan syetan sebagaimana syetan senang ketika manusia memiliki hati yang gelap yang jauh dari petunjuk Allah dan merupakan slaah satu bahaya nafsu dalam islam. Pengkafiran hanya menjadi hak Allah dan RasulNya yang mengetahui isi hati manusia, sesama manusia tidak diperbolehkan mengkafirkan orang lain baik yang berhubungan dengan ajakan atau menuduh. Hal tersebut akan merusak kedudukan kaum muslimin di mata Allah dan mendapat berbagai azab baik di dunia maupun di akherat dimana seharusnya sesama muslim saling menjaga akhlak agar sama sama menjauhi godaan syetan yang terkutuk sehingga akan terkena azab menghina islam.

Avatar

Tino saputra 1B

Al-Quran menyuruh manusia belajar dari sejarah dan mengambil perbandingan dari kejayaan dan kejatuhan umat-umat terdahulu dalam rangka menghadapi masa depan. Pesan-pesan samawi dalam Al-Quran sejalan dengan semua tingkatan perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban. Umat Islam di masa lalu mencapai zaman kejayaan dan menjadi trendsetter kemajuan peradaban dunia dalam abad 7 - 13 M adalah karena mengamalkan Api Islam, menurut istilah Presiden RI Pertama Soekarno, yang bersumber dari Al-Quran. Al-Quran mendorong manusia agar mengembangkan kemampuan berpikir seimbang dengan kemampuan berzikir, mengingat Allah. Al-Quran menginspirasi perkembangan ilmu pengetahuan dan mengajarkan peran dan tanggungjawab manusia yang diberi amanah ilmu. Al-Quran sebagai pedoman hidup (manhaj al-hayah) menuntun umat manusia agar memperoleh keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat. 2.Hukum mengkafirkan orang lain ialah jelas haramnya, tidak pernah ada perintah atau teladan Rasulullah dalam hal tersebut manusia tidak berhak memastikan hati dan amalan orang lain, sebab merupakan kuasa Allah semata.Mengkafirkan orang lain berarti melanggar perintah Allah tersebut dan mengikuti jalan syetan sebagaimana syetan senang ketika manusia memiliki hati yang gelap yang jauh dari petunjuk Allah dan merupakan slaah satu bahaya nafsu dalam islam. Pengkafiran hanya menjadi hak Allah dan RasulNya yang mengetahui isi hati manusia, sesama manusia tidak diperbolehkan mengkafirkan orang lain baik yang berhubungan dengan ajakan atau menuduh. Hal tersebut akan merusak kedudukan kaum muslimin di mata Allah dan mendapat berbagai azab baik di dunia maupun di akherat dimana seharusnya sesama muslim saling menjaga akhlak agar sama sama menjauhi godaan syetan yang terkutuk sehingga akan terkena azab menghina islam.

Avatar

Tino saputra 1B

Al-Quran menyuruh manusia belajar dari sejarah dan mengambil perbandingan dari kejayaan dan kejatuhan umat-umat terdahulu dalam rangka menghadapi masa depan. Pesan-pesan samawi dalam Al-Quran sejalan dengan semua tingkatan perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban. Umat Islam di masa lalu mencapai zaman kejayaan dan menjadi trendsetter kemajuan peradaban dunia dalam abad 7 - 13 M adalah karena mengamalkan Api Islam, menurut istilah Presiden RI Pertama Soekarno, yang bersumber dari Al-Quran. Al-Quran mendorong manusia agar mengembangkan kemampuan berpikir seimbang dengan kemampuan berzikir, mengingat Allah. Al-Quran menginspirasi perkembangan ilmu pengetahuan dan mengajarkan peran dan tanggungjawab manusia yang diberi amanah ilmu. Al-Quran sebagai pedoman hidup (manhaj al-hayah) menuntun umat manusia agar memperoleh keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat. 2.Hukum mengkafirkan orang lain ialah jelas haramnya, tidak pernah ada perintah atau teladan Rasulullah dalam hal tersebut manusia tidak berhak memastikan hati dan amalan orang lain, sebab merupakan kuasa Allah semata.Mengkafirkan orang lain berarti melanggar perintah Allah tersebut dan mengikuti jalan syetan sebagaimana syetan senang ketika manusia memiliki hati yang gelap yang jauh dari petunjuk Allah dan merupakan slaah satu bahaya nafsu dalam islam. Pengkafiran hanya menjadi hak Allah dan RasulNya yang mengetahui isi hati manusia, sesama manusia tidak diperbolehkan mengkafirkan orang lain baik yang berhubungan dengan ajakan atau menuduh. Hal tersebut akan merusak kedudukan kaum muslimin di mata Allah dan mendapat berbagai azab baik di dunia maupun di akherat dimana seharusnya sesama muslim saling menjaga akhlak agar sama sama menjauhi godaan syetan yang terkutuk sehingga akan terkena azab menghina islam.

   Berita Terkait

Menelusuri Jejak Peradaban Ibrahim
22 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   344

Pembatalan Perkawinan
14 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   21

Rasionalisme, Humanisme dan Islam
08 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   323

Batas Minimal Usia Kawin
03 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   107

Agama dan Kehidupan Modern
24 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   113

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13891


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4920


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      3504