
Alhamdulillah, hari ini bisa melaksanakan
kegiatan kuliah praktisi internasional. Semua datang dari ide-ide kreatif para
dosen dalam upaya membangun kegiatan kampus menuju kampus unggul dalam keislaman
dan kemelayuan.
Saya hanya melihat-lihat saja. Senyum-senyum
saja. Sambil jalan-jalan melihat-lihat para dosen menjalankan segala tugas nya.
Ada kelebihan dan tentu saja ada yang belum sempurna. Kehidupan memang selalu
membutuhkan proses untuk semakin baik di masa mendatang.
Kelebihan dari para pemimpin sebenarnya
pada keberanian melakukan eksekusi. Sedangkan kelebihan orang-orang yang
dipimpin yaitu melimpah ide-ide yang membutuhkan realisasi. Keduanya saling
melengkapi dan saling menghargai. Adakalanya, pemimpin perlu mendengar ide-ide
dari bawahan dengan serius. Mencatat dan melakukan inventarisasi ide-ide
tersebut. Lalu kemudian membuat daftar skala prioritas. Mana yang bisa
didahulukan, mana yang harus menunggu dan mana yang mungkin impossibel
untuk dilaksanakan.
Pemimpin dan yang dipimpin bukan atasan dan
bawahan. Secara administrasi benar. Ia seperangkat aturan terlihat kaku dan
harus melalui aturan-aturan yang berlaku. Regulasi sudah ada. Jelas dan prosedural. namun pemimpin juga harus belajar memahami bahwa bawahan adalah manusia yang mempunyai segudang keterbatasan.
Namun di atas administrasi ada nilai-nilai kemanusiaan. Nilai-nilai tersebut terkadang dalam wujud gotong royong dan kekeluargaan. Adminstrasi
jangan sampai kehilangan ruh manusiawi nya. Administrasi justru seharusnya bisa melindungi
nilai-nilai kemanusiaan dengan tidak mengabaikan aturan-aturan yang berlaku.
Seperti kisah seorang pasien. Ia membutuhkan penanganan serius. Prosedur tetap jalan. Para petugas Rumah Sakit mulai dari pendaftaran sampai pada pengambilan obat benar-benar berjalan secara normal. Jangan sampai waktu habis untuk ngobrol santai-santai menghambur-hambur waktu. Sehingga pelayanan pun jadi terlambat. Ada waktu kapan tersenyum, ngobrol dan bersendau gurau untuk mengurangi beban kerja yang super padat.
Tidak ada yang berbicara atau tertawa yang justru menyebabkan
pasien terganggu dan bertambah sakit. Para petugas benar-benar bisa memahami penderitaan
pasien dengan tetap menjalankan tugas sesuai dengan prosedural. Ada waktu dokter dibutuhkan sifat empati nya oleh para pasien. saat seperti ini, perawat , dokter dan petugas dituntut untuk bisa menyelami kondisi pasien dengan sebaik-baik.
Seorang dokter harus melakukan pemeriksaan,
mendiagnosa, menyuntik dan memberi obat adalah prosedural yang harus dilalui. Itu
standar operasional nya-SOP. Namun respon pasien berbeda-beda. Ada pasien yang
sangat senang mendapatkan penangan dari dokter tertentu, ada pasien lain justru
trauma atas perilaku dokter yang merawatnya.
Hal ini bukan karena persoalan SOP, tapi
persoalan pada kemampuan dokter memahami kondisi pasien nya. Semakin baik
memahami kondisi pasiennya, semakin ia dicintai oleh para pasiennya.
Rumah Sakit hebat terkadang bukan karena
fasilitasnya lengkap, Rumah Sakit hebat terkadang karena pimpinan, dokter dan
pegawainya memahami benar-benar tentang pentingnya memanusiakan manusia para
pasien dan pengunjung Rumah Sakit.
Bengkalis, Selasa,28 April 2026
Penulis : NEWS
Persaudaraan Tanpa Batas
30 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   131
Menggali Tradisi Menulis Dari Seorang Guru Besar Plus Kyai
30 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   298
Pilih Prodi Yang Kamu Suka!, Yuk Kuliah di FSEI !
13 April 2026   Oleh : NEWS   251
Prospek prodi Hukum Keluarga Islam
06 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   295
Sosialisasi Draff Pedoman Penyusunan Tata Naskah Dinas
01 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   326
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13793
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4839
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3837
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      3497
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      3224