Avatar

NEWS

Penulis Kolom

2 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" News "

Menampung Aspirasi, Mewujudkan Mimpi


 NEWS

Selasa , 28 April 2026



Telah dibaca :  104

Alhamdulillah, hari ini bisa melaksanakan kegiatan kuliah praktisi internasional. Semua datang dari ide-ide kreatif para dosen dalam upaya membangun kegiatan kampus menuju kampus unggul dalam keislaman dan kemelayuan.

Saya hanya melihat-lihat saja. Senyum-senyum saja. Sambil jalan-jalan melihat-lihat para dosen menjalankan segala tugas nya. Ada kelebihan dan tentu saja ada yang belum sempurna. Kehidupan memang selalu membutuhkan proses untuk semakin baik di masa mendatang.

Kelebihan dari para pemimpin sebenarnya pada keberanian melakukan eksekusi. Sedangkan kelebihan orang-orang yang dipimpin yaitu melimpah ide-ide yang membutuhkan realisasi. Keduanya saling melengkapi dan saling menghargai. Adakalanya, pemimpin perlu mendengar ide-ide dari bawahan dengan serius. Mencatat dan melakukan inventarisasi ide-ide tersebut. Lalu kemudian membuat daftar skala prioritas. Mana yang bisa didahulukan, mana yang harus menunggu dan mana yang mungkin impossibel untuk dilaksanakan.

Pemimpin dan yang dipimpin bukan atasan dan bawahan. Secara administrasi benar. Ia seperangkat aturan terlihat kaku dan harus melalui aturan-aturan yang berlaku. Regulasi sudah ada. Jelas dan prosedural. namun pemimpin juga harus belajar memahami bahwa bawahan adalah manusia yang mempunyai segudang keterbatasan.

Namun di atas administrasi ada nilai-nilai kemanusiaan. Nilai-nilai tersebut terkadang dalam wujud gotong royong dan kekeluargaan. Adminstrasi jangan sampai kehilangan ruh manusiawi nya. Administrasi justru seharusnya bisa melindungi nilai-nilai kemanusiaan dengan tidak mengabaikan aturan-aturan yang berlaku.

Seperti kisah seorang pasien. Ia membutuhkan penanganan serius. Prosedur tetap jalan. Para petugas Rumah Sakit mulai dari pendaftaran sampai pada pengambilan obat benar-benar berjalan secara normal. Jangan sampai waktu habis untuk  ngobrol santai-santai menghambur-hambur waktu. Sehingga pelayanan pun jadi terlambat. Ada waktu kapan tersenyum, ngobrol dan bersendau gurau untuk mengurangi beban kerja yang super padat.

Tidak ada yang berbicara atau tertawa yang justru menyebabkan pasien terganggu dan bertambah sakit. Para petugas benar-benar bisa memahami penderitaan pasien dengan tetap menjalankan tugas sesuai dengan prosedural. Ada waktu dokter dibutuhkan sifat empati nya oleh para pasien. saat seperti ini, perawat , dokter dan petugas dituntut untuk bisa menyelami kondisi pasien dengan sebaik-baik.

Seorang dokter harus melakukan pemeriksaan, mendiagnosa, menyuntik dan memberi obat adalah prosedural yang harus dilalui. Itu standar operasional nya-SOP. Namun respon pasien berbeda-beda. Ada pasien yang sangat senang mendapatkan penangan dari dokter tertentu, ada pasien lain justru trauma atas perilaku dokter yang merawatnya.

Hal ini bukan karena persoalan SOP, tapi persoalan pada kemampuan dokter memahami kondisi pasien nya. Semakin baik memahami kondisi pasiennya, semakin ia dicintai oleh para pasiennya.

Rumah Sakit hebat terkadang bukan karena fasilitasnya lengkap, Rumah Sakit hebat terkadang karena pimpinan, dokter dan pegawainya memahami benar-benar tentang pentingnya memanusiakan manusia para pasien dan pengunjung Rumah Sakit.

Bengkalis, Selasa,28 April 2026



Penulis : NEWS


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Persaudaraan Tanpa Batas
30 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   131

Menggali Tradisi Menulis Dari Seorang Guru Besar Plus Kyai
30 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   298

Pilih Prodi Yang Kamu Suka!, Yuk Kuliah di FSEI !
13 April 2026   Oleh : NEWS   251

Prospek prodi Hukum Keluarga Islam
06 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   295

Sosialisasi Draff Pedoman Penyusunan Tata Naskah Dinas
01 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   326

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13793


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4839


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      3224