
Modern Dan Modernism
Modern bukan menunjukan pada suatu periode
tertentu, melainkan pandangan dunia atau prinsip metafisis -ontologis. Modern merupakan
perwujudan prinsip-prinsip modern dalam kehidupan manusia atau masyarakat.
Menurut ahli sejarah, permulaan modern terjadi
ditandai dengan pergeseran teosentris ke antroposentris dalam kehidupan masyarakat.
Pergeseran tersebut merupakan suatu hal khas barat atau dunia kristiani. Oleh karena
itu, pergeseran tersebut sama dengan mengatakan terjadi pergeseran otoritas
yang awalnya dimonopoli Gereja, kemudian ke individu. Akan tetapi, secara umum
pergeseran tersebut bisa dimaknai jika menggunakan sudut pandang kalangan
perenialis, lepas atau tercerabutnya dimensi spiritual dalam kehidupan masyarakat.
Hel tersebut adalah ciri dari dimensi metafisis dan filosofis modern.
Penanda modern yaitu: munculnya
kolonialisme atas nama civilization, revolusi prancis, revolusi industri,
kapitalisme, komodifikasi, mediasi dalam relasi sosial, mekanisasi kehidupan
A.Mukti Ali mengatakan bahwa tidak semua
hal yang baru itu modern, dan tidak semua yang modern itu baik. Modern juga
bukan sesuatu yang bisa dibatasi dengan waktu. Orang tentu saja setuju bahwa traktor
lebih modern daripada cangkul, karena yang pertama ini datangnya lebih
kemudian. Tetapi jika tractor itu merupakan ancaman bagi kehidupan banyak
petani di pedesaan, sudah barang tentu hal ini harus kita renungkan kembali
Modern berarti kesadaran bahwa sejarah itu
bergerak kearah tujuan tertentu. Jadi kesanggupan orang untuk mengarahkan
jalannya Sejarah itu arti modern. Untuk menjadi modern tidak berarti bahwa
orang harus hidup dalam suatu lingkungan tertentu. Tetapi berarti ia hidup
dalam lingkungan yang dengan sengaja dipilih dan dibinannya dengan penuh
kesadaran; dan hal itu dimungkinkan dengan adanya teknologi. Dengan itu maka
modernitas tidak terletak pada apa yang dipilih orang, tetapi pada kenyataan
bahwa ia sanggup memilih, karena ia dapat mempergunakan segala kemungkinan yang
terbuka baginya
Nurcholish Madjid mengartikan modernisasi mempunyai
pengertian yang identik, atau hampir identik, dengan pengertian rasionalisasi. Dalam
hal itu berarti proses perubahan pola berfikir dan tata kerja lama yang tidak rasional,
dan menggantinya dengan pola berfikir dan tata kerja baru yang rasional. Kegunaannya
ialah untuk memperoleh daya guna dan efisiensi yang maksimal
Modernisasi merupakan pelaksaan perintah
dan ajaran Allah SWT dengan mendasarkan pada firman-firman-Nya sebagai berikut:
1. Q.S. An-Nahl ([16]: 3) sebagai berikut:
“Dia menciptakan langit dan bumi dengan hak. Mahatinggi Dia dari apa
yang mereka persekutukan”.
2. Q.S. Shad ([38]:27) sebagai berikut:
“Kami tidak menciptakan langit dan bumi serta apa yang ada di antara
keduanya secara sia-sia. Itulah anggapan orang-orang yang kufur. Maka,
celakalah orang-orang yang kufur karena (mereka akan masuk) neraka”.
3. Q.S. Al-A’raf ([7]:54) sebagai berikut:
“Sesungguhnya Tuhanmu adalah Allah yang telah menciptakan langit dan
bumi dalam enam masa, kemudian Dia berkuasa atas ʻArasy. Dia menutupkan malam
pada siang yang mengikutinya dengan cepat. (Dia ciptakan) matahari, bulan, dan
bintang-bintang tunduk pada perintah-Nya. Ingatlah! Hanya milik-Nyalah segala
penciptaan dan urusan. Maha berlimpah anugerah Allah, Tuhan semesta alam”.
4. Q.S. Al-Furqan ([25]:2) sebagai berikut:
“(Yaitu Zat) yang milik-Nyalah kerajaan langit dan bumi, (Dia) tidak
mempunyai anak, dan tidak ada satu sekutu pun dalam kekuasaan(-Nya). Dia telah
menciptakan segala sesuatu, lalu menetapkan ukuran-ukurannya dengan tepat”.
5. Q.S. Al-Anbiya ([21]:7 sebagai berikut:
“Kami tidak mengutus sebelum engkau (Nabi Muhammad) melainkan
beberapa orang laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka. Maka, bertanyalah
kepada orang yang berilmu jika kamu tidak mengetahui”.
6. Q.S. Al-Mulk ([67]:3) sebagai berikut:
“(Dia juga) yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu tidak
akan melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pengasih ketidakseimbangan sedikit
pun. Maka, lihatlah sekali lagi! Adakah kamu melihat suatu cela?”
7. Q.S. Yunus ([10]:101) sebagai berikut:
“Katakanlah (Nabi Muhammad), “Perhatikanlah apa saja yang ada di
langit dan di bumi!” Tidaklah berguna tanda-tanda (kebesaran Allah) dan
peringatan-peringatan itu (untuk menghindarkan azab Allah) dari kaum yang tidak
beriman”.
DaDaftar
Pustaka
Ali, A. (1981). Beberapa Persoalan Agama Dewasa Ini. Jakarta
: Rajawali .
Madjid, N. (2008). Islam Kemodernan dan Keindonesiaan.
Bandung : Mizan .
Yaya, A. H. (2010). Pemikiran Modern dalam Islam . Bandung : CV. Pustaka Setia
Ruang Diskusi
Bagaimana pandangan modern menurut mu? Jelaskan !
Apakah modern relevan dengan ajaran Islam?, jelaskan !
Penulis : Imam Ghozali
Tino saputra
Pandangan modern (modernisme) adalah cara berpikir yang berkembang seiring kemajuan zaman, terutama sejak era Revolusi Industri. Ciri-cirinya antara lain: Mengutamakan rasionalitas (akal) dan ilmu pengetahuan Terbuka terhadap perubahan dan inovasi Menjunjung kebebasan berpikir Mengedepankan efisiensi dan kemajuan teknologi Ya, modern itu relevan dengan Islam, selama tidak bertentangan dengan prinsip dasar syariat. Seperti: Islam Mendukung Ilmu dan Kemajuan ,Islam Fleksibel dalam Muamalah, Batasan Modern dalam Islam
Tino saputra
Pandangan modern (modernisme) adalah cara berpikir yang berkembang seiring kemajuan zaman, terutama sejak era Revolusi Industri. Ciri-cirinya antara lain: Mengutamakan rasionalitas (akal) dan ilmu pengetahuan Terbuka terhadap perubahan dan inovasi Menjunjung kebebasan berpikir Mengedepankan efisiensi dan kemajuan teknologi Ya, modern itu relevan dengan Islam, selama tidak bertentangan dengan prinsip dasar syariat. Seperti: Islam Mendukung Ilmu dan Kemajuan ,Islam Fleksibel dalam Muamalah, Batasan Modern dalam Islam
Tino saputra
Pandangan modern (modernisme) adalah cara berpikir yang berkembang seiring kemajuan zaman, terutama sejak era Revolusi Industri. Ciri-cirinya antara lain: Mengutamakan rasionalitas (akal) dan ilmu pengetahuan Terbuka terhadap perubahan dan inovasi Menjunjung kebebasan berpikir Mengedepankan efisiensi dan kemajuan teknologi Ya, modern itu relevan dengan Islam, selama tidak bertentangan dengan prinsip dasar syariat. Seperti: Islam Mendukung Ilmu dan Kemajuan ,Islam Fleksibel dalam Muamalah, Batasan Modern dalam Islam
Laila aprilia
Bagaimana pandangan modern menurutmu? Pandangan modern adalah cara berpikir yang maju, rasional, dan terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi. Sikap ini mendorong manusia untuk terus belajar, berpikir kritis, dan berusaha menjadi lebih baik. 2. Apakah modern relevan dengan ajaran Islam? Jelaskan! Modern pada dasarnya relevan dengan ajaran Islam karena Islam menganjurkan umatnya untuk mencari ilmu, menggunakan akal, dan mengikuti perkembangan zaman. Namun, tidak semua hal modern boleh diikuti tanpa batas. Islam tetap memberikan aturan agar manusia menjaga moral serta membedakan yang halal dan haram, sehingga modern dan Islam dapat berjalan bersama jika tetap berpegang pada ajaran Islam.
Julia
1.Pandangan modern adalah cara berpikir yang menekankan pada kemajuan, rasionalitas, dan keterbukaan terhadap perubahan. Ciri-cirinya antara lain: Berpikir logis dan ilmiah (berdasarkan fakta dan ilmu pengetahuan) Terbuka terhadap perubahan (tidak kaku dengan tradisi lama) Menghargai teknologi dan inovasi Menjunjung kebebasan dan hak individu Kritis dalam menyikapi sesuatu Contoh: penggunaan teknologi dalam pendidikan, cara berpikir kritis terhadap informasi, dan gaya hidup yang efisien. 2.Ya, modern sangat relevan dengan Islam, selama tidak bertentangan dengan nilai-nilai syariat. Penjelasannya: Islam adalah agama yang fleksibel dan universal, sehingga bisa mengikuti perkembangan zaman. Beberapa alasan: a. Islam mendorong ilmu pengetahuan Dalam Islam, mencari ilmu adalah kewajiban. Ini sejalan dengan sikap modern yang mengutamakan ilmu dan penelitian. b. Islam mendukung kemajuan Kemajuan teknologi seperti internet, kesehatan, dan pendidikan bisa digunakan untuk kebaikan dan dakwah. c. Islam mengajarkan berpikir kritis Al-Qur’an sering mengajak manusia untuk berpikir dan merenung, yang sejalan dengan pola pikir modern. d. Ada batasan dalam modernitas Tidak semua hal modern boleh diikuti. Jika bertentangan dengan ajaran Islam (misalnya pergaulan bebas, gaya hidup berlebihan), maka harus ditolak. Kesimpulan Pandangan modern adalah cara berpikir maju, rasional, dan terbuka. Modern relevan dengan Islam, selama tetap berpegang pada Al-Qur’an dan Hadis. Seorang Muslim sebaiknya mengambil hal modern yang baik dan menolak yang bertentangan dengan agama.
Novita husna
Pandangan modern menurutku adalah perspektif yang terbuka, dinamis, dan berorientasi pada perubahan. Di era digital ini, pandangan modern seringkali terkait dengan Keterbukaan terhadap ide-ide baru dan teknologi, Kesadaran akan pentingnya keberagaman dan inklusivitas Fokus pada inovasi dan kemajuan,Kesadaran akan isu-isu global seperti lingkungan dan kesetaraan. ya Modernitas dan Islam bisa berjalan bersama Banyak aspek modernitas seperti teknologi, pendidikan, dan inovasi bisa diintegrasikan dengan nilai-nilai Islam. Islam sendiri mendorong umatnya untuk mencari ilmu, berinovasi, dan beradaptasi dengan perubahan zaman. Namun, perlu diingat bahwa modernitas harus disaring dengan nilai-nilai Islam, seperti menjaga akhlak, moralitas, dan spiritualitas.
Nabila
1. Bagaimana pandangan modern menurutmu? Pandangan modern adalah cara berpikir yang terbuka, rasional, dan mengikuti perkembangan zaman. Ciri-cirinya: Mengutamakan ilmu pengetahuan dan teknologi Berpikir kritis dan logis Terbuka terhadap perubahan dan hal baru Menghargai kebebasan dan hak individu Jadi, modern itu bukan hanya soal gaya hidup, tapi juga pola pikir yang maju dan berkembang. 2. Apakah modern relevan dengan ajaran Islam? Jelaskan! Ya, modern tetap relevan dengan ajaran Islam, selama tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Penjelasannya: Islam mendorong umatnya untuk menuntut ilmu dan berkembang mengikuti zaman Banyak hal modern seperti teknologi, pendidikan, dan ilmu pengetahuan justru membantu menjalankan ajaran Islam dengan lebih baik Namun, modernisasi harus disaring: ambil yang baik, tinggalkan yang bertentangan (misalnya pergaulan bebas, gaya hidup berlebihan)
Laili apriliani
1.Pandangan modern adalah cara berpikir yang lebih terbuka, rasional, dan mengikuti perkembangan zaman. Dalam pandangan ini, manusia cenderung menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai dasar dalam mengambil keputusan. Sikap modern juga ditandai dengan menghargai perbedaan, berpikir kritis, serta mau menerima perubahan selama membawa kebaikan. Namun, modern tidak berarti meninggalkan nilai-nilai moral, melainkan menyesuaikannya dengan kondisi kehidupan saat ini 2.Modern pada dasarnya relevan dengan ajaran Islam, selama tidak bertentangan dengan nilai-nilai dasar Islam. Islam adalah agama yang fleksibel dan mendorong umatnya untuk berkembang, menuntut ilmu, dan berinovasi. Banyak prinsip modern seperti keadilan, kebersihan, disiplin, dan penggunaan ilmu pengetahuan justru sejalan dengan ajaran Islam. Namun, jika modernitas mengarah pada hal yang melanggar syariat (seperti pergaulan bebas, meninggalkan ibadah, atau nilai negatif lainnya), maka hal tersebut tidak sesuai dengan Islam. Jadi, modern boleh diikuti, tetapi harus tetap berlandaskan ajaran Islam.
filda nur adha
1.Modernitas pada hakikatnya bukan sekadar perpindahan zaman atau penggunaan alat teknologi terbaru, melainkan sebuah transformasi kesadaran manusia untuk menjadi subjek yang aktif menentukan arah sejarahnya sendiri. Sejalan dengan pemikiran A. Mukti Ali, modernitas adalah keberanian untuk memilih dan membangun lingkungan hidup secara sadar dengan bantuan rasionalitas. Hal ini berarti modernitas tidak bersifat bebas nilai; ia harus direnungkan kembali jika kehadirannya justru mengancam kemanusiaan atau menciptakan ketimpangan sosial. Oleh karena itu, modernitas yang sejati adalah proses "rasionalisasi" sebagaimana yang ditekankan oleh Nurcholish Madjid, yaitu upaya mengganti pola pikir lama yang tidak produktif dengan tata kerja yang lebih efisien dan bertujuan untuk menemukan kebenaran. Modernitas dalam pandangan ini merupakan sebuah perangkat mental untuk mencapai daya guna maksimal dalam mengelola kehidupan. 2.Dalam konteks keislaman, modernitas sangat relevan karena prinsip-prinsip dasarnya berakar pada perintah Allah SWT untuk mengeksplorasi dan mengelola alam semesta secara sistematis. Ayat-ayat Al-Qur'an, seperti Q.S. Yunus: 101 dan Q.S. Al-Mulk: 3, secara eksplisit mendorong manusia untuk melakukan observasi dan penelitian ilmiah guna menemukan keteraturan ciptaan-Nya. Islam memandang alam semesta tidak diciptakan secara sia-sia, melainkan memiliki ukuran-ukuran yang tepat (Q.S. Al-Furqan: 2) yang menuntut manusia untuk bekerja dengan presisi dan profesionalisme. Dengan demikian, modernisasi bagi seorang Muslim adalah bentuk pelaksanaan amanah sebagai khalifah di bumi untuk memakmurkan dunia melalui ilmu pengetahuan. Relevansi ini menunjukkan bahwa menjadi modern dalam Islam berarti menjadi pribadi yang objektif, menghargai otoritas ilmu (Q.S. Al-Anbiya: 7), dan senantiasa bergerak maju menuju kesempurnaan hidup yang diridhai Allah SWT.
Sahara
Menurut saya, pandangan modern saat ini mengalami banyak perkembangan yang sangat pesat, terutama dalam bidang teknologi, pendidikan, dan gaya hidup. Masyarakat modern cenderung lebih terbuka terhadap perubahan, berpikir rasional, serta mengedepankan kebebasan individu. Nilai-nilai seperti kesetaraan, hak asasi manusia, dan kemajuan ilmu pengetahuan menjadi hal yang sangat dijunjung tinggi.pandangan modern pada dasarnya masih relevan dengan ajaran Islam selama disaring dan disesuaikan dengan prinsip-prinsip syariat.Islam tidak menolak kemajuan, tetapi mengarahkan agar kemajuan tersebut tetap berada dalam koridor kebaikan dan moralitas.
Jasnia
1.Modernitas bukan sekadar tentang teknologi canggih, melainkan perubahan cara berpikir (mindset) yang berorientasi pada: Rasionalisasi: Menundukkan tindakan pada kalkulasi akal dan pertimbangan kritis, meninggalkan sikap taklid (ikut-ikutan tanpa dasar). Kreativitas dan Inovasi: Dorongan untuk terus memperbarui diri dan mencari solusi baru terhadap permasalahan zaman. Kemandirian Akal: Menjunjung tinggi kebebasan berpikir manusia untuk mengembangkan sains dan peradaban 2.Ya, modernitas sangat relevan dan kompatibel (sejalan) dengan ajaran Islam, selama dimaknai sebagai modernisasi (kemajuan peradaban dan teknologi), bukan westernisasi (pembaratan total budaya).
Rini Hidayanti
1.Secara epistemologis, pandangan modern bukan sekadar penggunaan teknologi, melainkan sebuah pergeseran paradigma (paradigm shift) dari pola pikir tradisional-dogmatis menuju pola pikir yang rasional, sistematis, dan objektif. 2.ya, sangat relevan. Islam adalah agama yang bersifat sholihun likulli zamanin wa makanin (sesuai untuk setiap zaman dan tempat). Modernitas dalam konteks kemajuan ilmu pengetahuan dan kesejahteraan manusia sangat sejalan dengan nilai-nilai Islam.
Herman Wahyudi
1. Modern yaitu suatu perubahan di mana yang dari awal tidak diketahui dan di ketahui yang biasa biasa aja menjadi perkembangan yang menyeluruh dan diketahui oleh orang banyak 2. ya sangat sangat relevan di karenakan islam pengajarkan untuk kemajuan.
Annisa alhamidah
1. Pandangan modern adalah cara berpikir yang rasional, terbuka terhadap perubahan, serta mengutamakan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam kehidupan. Pandangan ini mendorong manusia untuk terus berkembang, berpikir kritis, dan tidak terpaku pada hal-hal lama yang tidak sesuai dengan perkembangan zaman. Selain itu, pandangan modern juga menghargai kebebasan individu, kesetaraan, serta menjunjung tinggi pendidikan sebagai kunci kemajuan. Dengan demikian, tujuan utama pandangan modern adalah menciptakan kehidupan yang lebih maju, efektif, dan sejahtera. 2. pandangan modern pada dasarnya relevan dengan ajaran Islam selama tidak bertentangan dengan nilai-nilai syariat. Islam adalah agama yang mendorong umatnya untuk menggunakan akal, berpikir rasional, dan terus mencari ilmu pengetahuan. Hal ini sejalan dengan prinsip modern yang menekankan pentingnya ilmu, teknologi, dan kemajuan dalam kehidupan.
Nayla Aurellia putri
1.Pandangan modern, atau modernitas, adalah sebuah perspektif yang menekankan pada perubahan dari cara-cara tradisional menuju cara-cara baru yang lebih maju, rasional, dan efisien. Pandangan ini sangat berorientasi pada masa depan, perkembangan teknologi, dan peningkatan kualitas hidup melalui penerapan ilmu pengetahuan. 2.Ya, modernitas sangat relevan dan sejalan dengan ajaran Islam, asalkan dimaknai sebagai perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan rasionalisasi pemikiran (modernisasi), bukan westernisasi (pembaratan budaya). Islam adalah agama yang shalihun likulli zamanin wa makanin (sesuai di setiap waktu dan tempat), sehingga ajarannya bersifat dinamis dan kontekstual.
Muhammad Subhi
1. Modern bisa di artikan suatu pergerakan kemajuan dari satu titik ke titik yang lain dengan suatu tujuan yang jelas..modern bukan hanya tentang perkembangan teknologi namun juga tentang pola pikir yang jauh lebih unggul dan maju 2.iya modern relevan dengan Islam, dalam sudut pandang Islam sendiri tidak menolak yang namanya perubahan dan kemajuan zaman, bahkan dalam Islam juga di ajarkan didiklah anak anakmu sesuai dengan zamanya hal ini tentu menunjukkan relevansi akan akan modern dengan Islam namun tetap harus d garis bawahi bahwa yang diterima oleh ajaran Islam adalah modern yang bernuansa positifisme
Suci santika
1. Pandangan modern adalah cara berpikir yang rasional, terbuka, dan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi. Ciri utamanya adalah berpikir kritis, menerima perubahan, menghargai perbedaan, dan menjunjung kebebasan individu. Namun, tetap perlu diimbangi dengan nilai moral, budaya, dan agama agar tetap positif. 2. Ya, modern relevan dengan ajaran Islam selama tidak bertentangan dengan syariat. Islam mendorong berpikir kritis, mencari ilmu, dan menerima kemajuan, tetapi tetap harus menyaring hal-hal yang tidak sesuai dengan nilai agama.
Siti nurhawa
Menurut saya, modern bukan sekadar sesuatu yang baru atau identik dengan kemajuan teknologi, tetapi lebih merupakan cara pandang hidup manusia yang sadar, rasional, dan mampu menentukan arah kehidupannya. Modern berarti manusia tidak lagi hanya menerima keadaan secara pasif, melainkan aktif berpikir, memilih, dan mengelola kehidupan dengan pertimbangan akal dan ilmu pengetahuan. Sejalan dengan pemikiran A. Mukti Ali, tidak semua yang baru itu modern dan tidak semua yang modern itu baik, sehingga modern harus dipahami secara kritis, bukan hanya mengikuti perkembangan zaman. Dalam hal ini, modernitas terletak pada kesadaran manusia dalam memilih dan memanfaatkan berbagai kemungkinan yang ada, bukan hanya pada hasil atau bentuk luarnya saja. Hal ini juga sejalan dengan pandangan Nurcholish Madjid yang menyatakan bahwa modernisasi berkaitan erat dengan rasionalisasi, yaitu perubahan cara berpikir dari yang tidak rasional menjadi rasional demi mencapai efektivitas dan efisiensi dalam kehidupan. 2.Jika dikaitkan dengan ajaran Islam, modern pada dasarnya sangat relevan selama tidak bertentangan dengan nilai-nilai keimanan dan moral. Islam sendiri mendorong manusia untuk menggunakan akal, mencari ilmu, serta mengamati alam semesta sebagai tanda kebesaran Allah. Ayat-ayat Al-Qur’an seperti dalam Q.S. Yunus: 101 dan Q.S. Al-Anbiya: 7 menunjukkan bahwa manusia diperintahkan untuk berpikir, belajar, dan bertanya kepada yang berilmu, yang berarti Islam mendukung sikap rasional dan ilmiah. Dengan demikian, modernisasi dapat menjadi bagian dari pengamalan ajaran Islam jika diarahkan pada kebaikan, kemaslahatan, dan peningkatan kualitas hidup manusia. Namun, modern juga harus dibatasi agar tidak menghilangkan dimensi spiritual, karena jika modernitas hanya berorientasi pada materi dan mengabaikan nilai agama, maka hal itu justru bertentangan dengan tujuan hidup dalam Islam. Oleh karena itu, modern dalam perspektif Islam bukanlah menolak perubahan, melainkan mengarahkan perubahan tersebut agar tetap seimbang antara akal, moral, dan keimanan kepada Allah SWT.
Natasa Ramadani
1. Pandangan modern adalah cara berpikir yang menekankan logika, bukti, dan kemajuan Ilmu Pengetahuan serta teknologi seperti Internet. Nilai ini berkembang sejak masa Pencerahan Eropa dan mendorong keterbukaan terhadap perubahan, kebebasan individu, serta gaya hidup yang lebih cepat dan praktis, meskipun juga membawa tantangan seperti ketergantungan teknologi. 2. Ya, pandangan modern pada dasarnya relevan dengan ajaran Islam, selama tidak bertentangan dengan prinsip dasar agama. Islam sendiri mendorong umatnya untuk menggunakan akal, mencari ilmu, dan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Hal ini terlihat dalam ajaran Islam yang sangat menekankan pentingnya menuntut ilmu, sebagaimana banyak ayat dalam Al-Qur'an yang mengajak manusia berpikir, meneliti, dan memahami alam.
Susanti
1. Pandangan modern adalah cara melihat dunia yang lebih rasional, terbuka, dan dinamis, di mana kebenaran tidak dianggap mutlak melainkan bisa diuji, individu diberi kebebasan untuk menentukan pilihan, serta ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi dasar utama dalam berpikir; namun di balik itu, modernitas juga membawa tantangan berupa rasa kehilangan arah karena banyaknya pilihan dan berkurangnya pegangan nilai yang tetap, sehingga manusia hidup di antara kebebasan dan kebingungan. 2. Modern tetap relevan dengan ajaran Islam selama dimaknai sebagai kemajuan dalam ilmu, akal, dan kemaslahatan, karena Islam sendiri mendorong berpikir kritis, mencari ilmu, dan beradaptasi dengan zaman; namun relevansi itu ada batasnya, yaitu ketika nilai-nilai modern tidak bertentangan dengan prinsip dasar seperti tauhid, akhlak, dan syariat, sehingga yang ideal bukan memilih antara modern atau Islam, tetapi menyaring modernitas dengan nilai Islam agar kemajuan tetap selaras dengan moral dan tujuan hidup.
SITI FATMA AZZAHARA
1. Menurut saya,pandangan modern adalah cara berpikir yang menekankan pada rasionalitas, ilmu pengetahuan, dan keterbukaan terhadap perubahan. Dalam pandangan ini, sesuatu dianggap benar jika dapat dijelaskan secara logis dan didukung oleh bukti ilmiah, bukan hanya berdasarkan tradisi atau kebiasaan semata. Selain itu, pandangan modern juga sangat percaya bahwa kemajuan manusia dapat dicapai melalui perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. 2. Pandangan modern pada dasarnya relevan dengan ajaran Islam karena sama-sama mendorong penggunaan akal, pencarian ilmu, dan keterbukaan terhadap perkembangan zaman. Namun, tidak semua nilai modern dapat diterima, terutama jika bertentangan dengan ajaran Islam. Oleh karena itu, sikap yang tepat adalah mengambil hal-hal positif dari pandangan modern dan tetap berpegang pada nilai-nilai dasar Islam.
Tri Novita Sari
1. Pandangan modern adalah pola pikir yang maju, fleksibel, dan menyesuaikan dengan perkembangan zaman, tanpa harus meninggalkan nilai-nilai baik yang sudah ada. proses perubahan pola berfikir dan tata kerja lama yang tidak rasional, dan menggantinya dengan pola berfikir dan tata kerja baru yang rasional. 2. Ya, modern itu bisa relevan dengan ajaran Islam, asalkan tidak bertentangan dengan prinsip dasar Islam. Modern boleh dan relevan dalam Islam, bahkan bisa menjadi sarana kebaikan. Syaratnya tetap berpegang pada nilai-nilai Islam.
Dinda Utari
Pandangan modern adalah cara berpikir yang berkembang seiring kemajuan zaman, terutama setelah adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam pandangan ini, manusia didorong untuk menggunakan akal, berpikir kritis, terbuka terhadap perubahan, serta mencari solusi berdasarkan logika dan bukti ilmiah. Modern juga identik dengan kemajuan di berbagai bidang seperti pendidikan, ekonomi, dan teknologi, yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup manusia. Namun, jika tidak diimbangi dengan nilai moral, pandangan modern bisa mengarah pada sikap yang terlalu bebas atau materialistik. Adapun kaitannya dengan ajaran Islam, modern pada dasarnya relevan dan tidak bertentangan selama tetap berada dalam batas-batas syariat. Islam sendiri sangat mendorong umatnya untuk menuntut ilmu, berpikir, dan memanfaatkan akal, yang semuanya sejalan dengan prinsip modern. Selain itu, perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari juga diperbolehkan dalam Islam selama tidak melanggar nilai-nilai agama.
Nurul syazwani
Pandangan modern merujuk pada cara berpikir dan memahami dunia yang berkembang saat ini, sering kali terkait dengan kemajuan teknologi, globalisasi, dan perubahan sosial. Beberapa aspeknya termasuk: - Fokus pada individualisme dan kebebasan pribadi - Penggunaan teknologi digital yang luas - Perubahan nilai-nilai sosial dan budaya - Penekanan pada keberlanjutan dan lingkungan Modernitas dan ajaran Islam bisa saling melengkapi jika dipahami dengan konteks yang tepat. Islam mengajarkan nilai-nilai universal seperti keadilan, kasih sayang, dan pengetahuan. Dalam konteks modern, ajaran Islam bisa diinterpretasikan untuk: - Mendorong inovasi dan teknologi yang bermanfaat - Menghargai pendidikan dan ilmu pengetahuan - Menerapkan prinsip keadilan dan kesetaraan
Soleha aliyanda putri
1.Pandangan modern adalah cara pandang yang menekankan pada penggunaan rasionalitas, ilmu pengetahuan, teknologi, dan efisiensi dalam menata kehidupan. Modernitas sering dikaitkan dengan pergeseran dari tradisi menuju perubahan yang lebih dinamis, individualistis, dan terbuka terhadap inovasi. JIP: Jurnal Ilmu Pendidikan JIP: Jurnal Ilmu Pendidikan +2 Berikut adalah penjelasan mendalam mengenai pandangan modern dan relevansinya dengan ajaran Islam: 1. Bagaimana Pandangan Modern Menurut Saya? Modernitas bukan hanya soal teknologi canggih, melainkan sebuah kerangka berpikir (paradigma). Rasionalisasi Kehidupan: Masyarakat modern cenderung mengutamakan pertimbangan akal (rasional) daripada penjelasan yang irasional atau fatalistik. Berbasis Sains & Teknologi: Ilmu pengetahuan menjadi rujukan utama dalam memecahkan masalah praktis, yang memicu efisiensi dan inovasi. Dinamis dan Berubah: Pandangan modern menghargai perubahan dan tidak kaku pada tradisi lama yang dianggap menghambat kemajuan. Sisi Negatif (Tantangan): Modernitas juga membawa tantangan seperti individualisme yang tinggi, pergeseran nilai moral, dan materialisme (menilai segala sesuatu dari materi). Repository UIN K. H. Abdurrahman Wahid Pekalongan Repository UIN K. H. Abdurrahman Wahid Pekalongan +4 2. Apakah Modern Relevan dengan Ajaran Islam? Ya, modernitas sangat relevan dengan ajaran Islam, selama modernisasi yang dimaksud adalah modernisasi fungsional (kemajuan sains, teknologi, rasionalitas) bukan westernisasi (pembaratan budaya yang sekuler). STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh Berikut penjelasannya: Islam adalah Agama yang Shalihun Likulli Zaman wa Makan: Islam dirancang untuk relevan di setiap waktu dan tempat. Prinsip ajaran Islam tidak pernah kadaluarsa dan melampaui waktu. Rasulullah Membawa Misi Rasional: Wahyu pertama (Surah Al-Alaq 1-5) memerintahkan Iqra' (membaca/berpikir), yang merupakan fondasi rasionalitas dan sains, bukan sekadar ritual. Islam Mendorong Ilmu Pengetahuan: Islam memuliakan akal dan menuntut umatnya untuk mempelajari alam semesta (ayat-ayat kauniyah), yang sejalan dengan semangat teknologi modern. Konsep At-Tajdid (Pembaruan): Dalam Islam, ada tradisi tajdid (pembaharuan) untuk menyesuaikan pemahaman keagamaan dengan kondisi zaman tanpa mengubah prinsip aqidah dan syariah yang fundamental. UIN Sunan Ampel Surabaya
Desi sustrapika
1. Modern berarti kesadaran bahwa sejarah itu bergerak kearah tujuan tertentu. Jadi kesanggupan orang untuk mengarahkan jalannya Sejarah itu arti modern. Untuk menjadi modern tidak berarti bahwa orang harus hidup dalam suatu lingkungan tertentu. Tetapi berarti ia hidup dalam lingkungan yang dengan sengaja dipilih dan dibinannya dengan penuh kesadaran dan hal itu dimungkinkan dengan adanya teknologi. Adapun arti modern adalah cara berfikir yang lebih maju,rasional, dan terbuka terhadap perubahan. Ciri ciri moderen bisa di lihat dari beberapa sisi yaitu rasional dan berbasis ilmu, terbuka terhadap perubahan, menghargai kebebasan dan hak individu, berorientasi pada kemajuan 2. Ya karena pandangan modern bisa relevan dengan ajaran Islam selama tidak bertentangan dengan ajaran Islam
Desika Rani
Pandangan modern adalah cara berpikir yang didasarkan pada pemahaman ilmiah, logika, dan bukti empiris, serta menekankan nilai-nilai seperti kebebasan individu, demokrasi, progres, dan keterbukaan terhadap perubahan. Ia mengutamakan kemajuan, inovasi, dan kerja sama global, sekaligus kritis terhadap tradisi yang dianggap tidak relevan. Pandangan ini mencerminkan upaya manusia untuk memahami dunia secara lebih rasional, adil, dan berkelanjutan. Pandangan modern relevan dengan ajaran Islam karena keduanya bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia dan mewujudkan keadilan. Meski berbeda dalam metode dan sumber, Islam mengakui pentingnya kebenaran, keadilan, dan keterbukaan terhadap perubahan. Dengan pendekatan *ijtihad* dan integrasi nilai-nilai modern, Islam dapat berkembang sejalan dengan kemajuan zaman.
Haikal Trio Adrian
Pandangan modern secara umum merujuk pada sikap hidup yang mengedepankan rasionalitas, efisiensi, dan adaptasi terhadap perkembangan zaman (ilmu pengetahuan dan teknologi). Menjadi modern bukan berarti membuang masa lalu, melainkan menyaring nilai-nilai lama agar tetap berfungsi di konteks masa kini. Mengenai relevansinya dengan ajaran Islam, keduanya sangat berkaitan karena Islam memiliki prinsip ijtihad (pemikiran kreatif) dan kaidah fikih yang berbunyi: "Memelihara nilai-nilai lama yang baik dan mengambil nilai-nilai baru yang lebih baik." Maksudnya adalah menjadi modern dalam Islam berarti menjadi pribadi yang maju secara intelektual dan teknologi, namun tetap berpijak pada fondasi moral dan iman.
Listiani
1.Menurut saya pandangan modern itu adalah cara berpikir/melihat yang secara terbuka,rasional,dan adaptif terhadap perubahan zaman yang logis & berbasis data,terbuka, individu dan efesiensi,dan juga progresif yang berorientasi pada masa depan,berinovasi,dan terus memperbaiki diri 2.Ya, modernitas sangat relevan dan sejalan dengan ajaran Islam, selama modernitas dimaknai sebagai kemajuan sains, teknologi, dan rasionalisasi pemikiran, bukan sebagai westernisasi (peniruan gaya hidup barat secara total) yang merusak nilai-nilai dasar agama. Islam adalah agama yang shalihun likulli zamanin wa makanin (relevan di setiap waktu dan tempat), yang menekankan pentingnya akal, ilmu pengetahuan, dan adaptasi terhadap perubahan Seperti contohnya Islam mendorong kemajuan sains dan teknologi.
SUSTIYAWATI
1.Bagaimana pandangan modern menurut mu? Modern merupakan perwujudan prinsip-prinsip modern dalam kehidupan manusia atau masyarakat. Pandangan modern adalah cara berpikir dan cara hidup yang mengikuti perkembangan zaman. Modern identik dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan pola hidup yang lebih praktis. Orang yang memiliki pandangan modern biasanya terbuka terhadap perubahan, mau menerima hal-hal baru, serta berpikir logis dalam menyelesaikan masalah. 2.Apakah modern relevan dengan ajaran Islam?, jelaskan ! Menurut saya, pandangan modern adalah cara berpikir yang maju dan terbuka terhadap perkembangan zaman.seperti menggunakan teknologi, berpikir logis, terbuka pada perubahan, serta memilih cara yang praktis dan efisien. Intinya, modern membuat hidup menjadi lebih mudah, maju, dan bermanfaat.
M dzikrul fadhilah
1.Menurut pemahaman saya modern merupakan suatu proses revolusi terhadap pengembangan pemikiran manusia sesuai dengan pengembangan zaman.modern juga menggunakan pemikiran yang maju terhadap semua sektor baik dari sektor pertanian, politik dan industri 2.modern relevan dengan islam karena pada dasarnya kita di tuntut untuk menuntut ilmu.selama modern tidak bertentangan dengan agama Islam maka modern relevan dengan agama islam.bagaimana seorang muslim menyikapi modern sengen pikiran yang positif dan bisa memanfaatkan perkembangan teknologi dengan bijak
Khusnita
1. Pandangan saya tentang modern tidak sekadar berarti “hal yang baru” atau sesuatu yang mengikuti perkembangan zaman, tetapi lebih dalam sebagai cara berpikir dan cara memandang dunia. Modern adalah kesadaran manusia untuk menggunakan akal, rasionalitas, dan kebebasan dalam menentukan pilihan hidupnya. Dalam modernitas, manusia tidak lagi sepenuhnya bergantung pada otoritas tradisional seperti lembaga keagamaan atau adat, melainkan memiliki kemampuan untuk menilai, mempertimbangkan, dan memutuskan sendiri berdasarkan pengetahuan dan pengalaman. Namun, modern juga tidak selalu identik dengan kebaikan. Seperti yang disampaikan oleh A. Mukti Ali, sesuatu yang baru belum tentu lebih baik jika justru merusak tatanan sosial atau nilai kemanusiaan. Oleh karena itu, modern seharusnya dipahami sebagai alat atau proses, bukan tujuan akhir. Nilainya tergantung bagaimana manusia menggunakannya—apakah untuk kemajuan yang beradab atau justru sebaliknya. 2. Relevansinya modern dengan ajaran Islam, menurut saya keduanya sangat mungkin selaras. Islam pada dasarnya mendorong umatnya untuk berpikir, meneliti, dan memahami ciptaan Allah. Banyak ayat Al-Qur’an yang memerintahkan manusia untuk menggunakan akal dan mengamati alam semesta. Dalam hal ini, modernisasi yang dipahami sebagai rasionalisasi, sebagaimana dijelaskan oleh Nurcholish Madjid, justru sejalan dengan semangat Islam. Modernisasi berarti memperbaiki pola pikir yang tidak rasional menjadi rasional, demi mencapai efisiensi dan kemaslahatan. Selama modernitas tidak menghilangkan dimensi spiritual dan tetap berlandaskan nilai-nilai ketuhanan, maka ia tidak bertentangan dengan Islam. Bahkan, modern bisa menjadi sarana untuk lebih memahami kebesaran Allah melalui ilmu pengetahuan dan teknologi.
Adhelna Jannah
1. Menurut saya pandangan modern adalah pola fikir atau cara berpikir dengan sudut pandang yang sesuai dengan perkembangan zaman, terutama dalam hal ilmu pengetahuan, teknologi, dan perubahan sosial. 2. Pandangan modern dapat sesuai dengan ajaran Islam selama tidak bertentangan dengan prinsip dasar agama, karena pada dasarnya Islam tidak menolak kemajuan, bahkan mendorong umatnya untuk mencari ilmu, berpikir rasional, dan berkembang mengikuti zaman demi kemaslahatan hidup namun tetap harus disaring agar tidak melanggar akidah, syariat, dan nilai-nilai moral dalam Islam.
Uci Yudianti
1. Bagaimana pandangan modern menurut mu? Jelaskan ! JAWAB : Pandangan Modern menurut Saya adalah Sebuah pola pikir dan Gaya Hidup yang Rasional, terbuka, mutakhir, dan berorientasi pada kemajuan. Ini bukan sekadar tentang menggunakan teknologi terbaru, melainkan bagaimana seseorang menggunakan akal sehat, untuk memecahkan masalah, menghargai waktu, dan beradaptasi dengan perubahan zaman yang cepat.. 2.
Uci Yudianti
1. Bagaimana pandangan modern menurut mu? Jelaskan ! JAWAB : Pandangan Modern menurut Saya adalah Sebuah pola pikir dan Gaya Hidup yang Rasional, terbuka, mutakhir, dan berorientasi pada kemajuan. Ini bukan sekadar tentang menggunakan teknologi terbaru, melainkan bagaimana seseorang menggunakan akal sehat, untuk memecahkan masalah, menghargai waktu, dan beradaptasi dengan perubahan zaman yang cepat.. 2. Apakah modern relevan dengan ajaran Islam?, jelaskan ! JAWAB : Ya, Karena Modernitas sangat relevan dengan ajaran islam, selama modernisasi tersebut dimaknai sebagai kemajuan rasionalitas, Ilmu Pengetahuan, dan teknologi yang membawa Manfaat, bukan sekularisasi (pemisahan Agama dari Kehidupan) .
Nurlaili
1.Menurut saya,Pandangan modern adalah cara berpikir yang maju, kritis, dan adaptif, namun tetap bisa diselaraskan dengan nilai-nilai moral dan budaya. Jadi, bukan soal meninggalkan tradisi, tapi bagaimana menyesuaikannya dengan perkembangan zaman. 2.ya, pandangan modern bisa relevan dengan ajaran Islam, selama dipahami dan disaring dengan benar. Islam sendiri adalah agama yang tidak menolak kemajuan, bahkan mendorong umatnya untuk berpikir, belajar, dan berkembang. Namun, modernitas tetap perlu dikendalikan oleh nilai-nilai syariat dan akhlak.
jufaikal
modern menurut saya adalah adanya pergeseran, perkembangan, baik dari segi teknologi, politik, ideologi, ekonomi pada suatu perkembangan zaman sebagai contoh revolusi industri, pemahaman ideologi seperti kapitalis, komunis. menurut saya pandangan islam tentang modern adalah pemikiran yang berkembang ke depan yang tetap menjaga ajaran islam.
M. Yasar Mubarak
1. Menurut saya, modern itu bukan sekadar soal “yang baru” atau teknologi canggih, tapi lebih ke cara berpikir. Modern berarti manusia mulai berpikir rasional, sadar pilihan, dan tidak hanya ikut-ikutan tradisi lama tanpa dipikir. Orang modern itu punya kesadaran untuk menentukan arah hidupnya sendiri, bukan cuma mengikuti aturan yang sudah ada. Tapi, modern juga punya sisi negatif. Kalau terlalu jauh, bisa bikin manusia jadi terlalu fokus ke dunia, lupa nilai spiritual. Jadi modern itu bukan selalu baik, harus tetap disaring. 2. Relevan, tapi dengan syarat. Islam sebenarnya mendorong manusia untuk berpikir, mencari ilmu, dan memahami ciptaan Allah. Itu sejalan dengan modernisasi yang menekankan rasionalitas dan ilmu pengetahuan. Jadi, selama modern itu dipakai untuk kebaikan dan tidak melanggar nilai agama, itu justru sesuai dengan Islam. Masalahnya muncul kalau modern membuat manusia menjauh dari Allah, menganggap semuanya bisa dijelaskan tanpa Tuhan. Di situ modern jadi bertentangan.
Ahmad tegar Maulana
Avatar Imam Ghozali Penulis Kolom 871 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN " " Modern dan Modernisme Materi Kuliah Jumat , 27 Maret 2026 Telah dibaca : 265 Modern Dan Modernism Modern bukan menunjukan pada suatu periode tertentu, melainkan pandangan dunia atau prinsip metafisis -ontologis. Modern merupakan perwujudan prinsip-prinsip modern dalam kehidupan manusia atau masyarakat. Menurut ahli sejarah, permulaan modern terjadi ditandai dengan pergeseran teosentris ke antroposentris dalam kehidupan masyarakat. Pergeseran tersebut merupakan suatu hal khas barat atau dunia kristiani. Oleh karena itu, pergeseran tersebut sama dengan mengatakan terjadi pergeseran otoritas yang awalnya dimonopoli Gereja, kemudian ke individu. Akan tetapi, secara umum pergeseran tersebut bisa dimaknai jika menggunakan sudut pandang kalangan perenialis, lepas atau tercerabutnya dimensi spiritual dalam kehidupan masyarakat. Hel tersebut adalah ciri dari dimensi metafisis dan filosofis modern.Sejarah Penanda modern yaitu: munculnya kolonialisme atas nama civilization, revolusi prancis, revolusi industri, kapitalisme, komodifikasi, mediasi dalam relasi sosial, mekanisasi kehidupan (Yaya, 2010). A.Mukti Ali mengatakan bahwa tidak semua hal yang baru itu modern, dan tidak semua yang modern itu baik. Modern juga bukan sesuatu yang bisa dibatasi dengan waktu. Orang tentu saja setuju bahwa traktor lebih modern daripada cangkul, karena yang pertama ini datangnya lebih kemudian. Tetapi jika tractor itu merupakan ancaman bagi kehidupan banyak petani di pedesaan, sudah barang tentu hal ini harus kita renungkan kembali (Ali, 1981). Modern berarti kesadaran bahwa sejarah itu bergerak kearah tujuan tertentu. Jadi kesanggupan orang untuk mengarahkan jalannya Sejarah itu arti modern. Untuk menjadi modern tidak berarti bahwa orang harus hidup dalam suatu lingkungan tertentu. Tetapi berarti ia hidup dalam lingkungan yang dengan sengaja dipilih dan dibinannya dengan penuh kesadaran; dan hal itu dimungkinkan dengan adanya teknologi. Dengan itu maka modernitas tidak terletak pada apa yang dipilih orang, tetapi pada kenyataan bahwa ia sanggup memilih, karena ia dapat mempergunakan segala kemungkinan yang terbuka baginya (Ali, 1981).Sejarah Temukan lebih banyak Artikel ilmiah Islam Kursus pemikiran Islam kontemporer Islam Kemodernan dan Keindonesiaan Workshop Kerasionalan Berpikir Pengembangan Nilai Etika Nurcholish Madjid mengartikan modernisasi mempunyai pengertian yang identik, atau hampir identik, dengan pengertian rasionalisasi. Dalam hal itu berarti proses perubahan pola berfikir dan tata kerja lama yang tidak rasional, dan menggantinya dengan pola berfikir dan tata kerja baru yang rasional. Kegunaannya ialah untuk memperoleh daya guna dan efisiensi yang maksimal (Madjid, 2008). Jadi, modernitas berada alam suatu proses, yaitu proses penemuan kebenaran-kebenaran relatif, menuju ke penemuan kebenaran yang mutlak yaitu Allah SWT. Modernisasi merupakan pelaksaan perintah dan ajaran Allah SWT dengan mendasarkan pada firman-firman-Nya sebagai berikut: 1. Q.S. An-Nahl ([16]: 3) sebagai berikut: “Dia menciptakan langit dan bumi dengan hak. Mahatinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan”. 2. Q.S. Shad ([38]:27) sebagai berikut: “Kami tidak menciptakan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya secara sia-sia. Itulah anggapan orang-orang yang kufur. Maka, celakalah orang-orang yang kufur karena (mereka akan masuk) neraka”. 3. Q.S. Al-A’raf ([7]:54) sebagai berikut: “Sesungguhnya Tuhanmu adalah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia berkuasa atas ʻArasy. Dia menutupkan malam pada siang yang mengikutinya dengan cepat. (Dia ciptakan) matahari, bulan, dan bintang-bintang tunduk pada perintah-Nya. Ingatlah! Hanya milik-Nyalah segala penciptaan dan urusan. Maha berlimpah anugerah Allah, Tuhan semesta alam”. 4. Q.S. Al-Furqan ([25]:2) sebagai berikut: “(Yaitu Zat) yang milik-Nyalah kerajaan langit dan bumi, (Dia) tidak mempunyai anak, dan tidak ada satu sekutu pun dalam kekuasaan(-Nya). Dia telah menciptakan segala sesuatu, lalu menetapkan ukuran-ukurannya dengan tepat”. 5. Q.S. Al-Anbiya ([21]:7 sebagai berikut: “Kami tidak mengutus sebelum engkau (Nabi Muhammad) melainkan beberapa orang laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka. Maka, bertanyalah kepada orang yang berilmu jika kamu tidak mengetahui”. 6. Q.S. Al-Mulk ([67]:3) sebagai berikut: “(Dia juga) yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu tidak akan melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pengasih ketidakseimbangan sedikit pun. Maka, lihatlah sekali lagi! Adakah kamu melihat suatu cela?” 7. Q.S. Yunus ([10]:101) sebagai berikut: “Katakanlah (Nabi Muhammad), “Perhatikanlah apa saja yang ada di langit dan di bumi!” Tidaklah berguna tanda-tanda (kebesaran Allah) dan peringatan-peringatan itu (untuk menghindarkan azab Allah) dari kaum yang tidak beriman”. DaDaftar Pustaka Ali, A. (1981). Beberapa Persoalan Agama Dewasa Ini. Jakarta : Rajawali . Madjid, N. (2008). Islam Kemodernan dan Keindonesiaan. Bandung : Mizan .Islam Temukan lebih banyak Paket umroh edukasi Kelas tafsir Al-Qur'an Peralatan belajar agama Diskusi Ontologi Konsultasi akademik Islam Yaya, A. H. (2010). Pemikiran Modern dalam Islam . Bandung : CV. Pustaka Setia Ruang Diskusi Bagaimana pandangan modern menurut mu? Jelaskan ! Apakah modern relevan dengan ajaran Islam?, jelaskan ! Penulis : Imam Ghozali Bagikan Ke : Tulis Komentar Masukkan Nama Lengkap Masukkan Email isikan Komentar Tino saputra Pandangan modern (modernisme) adalah cara berpikir yang berkembang seiring kemajuan zaman, terutama sejak era Revolusi Industri. Ciri-cirinya antara lain: Mengutamakan rasionalitas (akal) dan ilmu pengetahuan Terbuka terhadap perubahan dan inovasi Menjunjung kebebasan berpikir Mengedepankan efisiensi dan kemajuan teknologi Ya, modern itu relevan dengan Islam, selama tidak bertentangan dengan prinsip dasar syariat. Seperti: Islam Mendukung Ilmu dan Kemajuan ,Islam Fleksibel dalam Muamalah, Batasan Modern dalam Islam Sains Tino saputra Pandangan modern (modernisme) adalah cara berpikir yang berkembang seiring kemajuan zaman, terutama sejak era Revolusi Industri. Ciri-cirinya antara lain: Mengutamakan rasionalitas (akal) dan ilmu pengetahuan Terbuka terhadap perubahan dan inovasi Menjunjung kebebasan berpikir Mengedepankan efisiensi dan kemajuan teknologi Ya, modern itu relevan dengan Islam, selama tidak bertentangan dengan prinsip dasar syariat. Seperti: Islam Mendukung Ilmu dan Kemajuan ,Islam Fleksibel dalam Muamalah, Batasan Modern dalam Islam Tino saputra Pandangan modern (modernisme) adalah cara berpikir yang berkembang seiring kemajuan zaman, terutama sejak era Revolusi Industri. Ciri-cirinya antara lain: Mengutamakan rasionalitas (akal) dan ilmu pengetahuan Terbuka terhadap perubahan dan inovasi Menjunjung kebebasan berpikir Mengedepankan efisiensi dan kemajuan teknologi Ya, modern itu relevan dengan Islam, selama tidak bertentangan dengan prinsip dasar syariat. Seperti: Islam Mendukung Ilmu dan Kemajuan ,Islam Fleksibel dalam Muamalah, Batasan Modern dalam Islam Laila aprilia Bagaimana pandangan modern menurutmu? Pandangan modern adalah cara berpikir yang maju, rasional, dan terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi. Sikap ini mendorong manusia untuk terus belajar, berpikir kritis, dan berusaha menjadi lebih baik. 2. Apakah modern relevan dengan ajaran Islam? Jelaskan! Modern pada dasarnya relevan dengan ajaran Islam karena Islam menganjurkan umatnya untuk mencari ilmu, menggunakan akal, dan mengikuti perkembangan zaman. Namun, tidak semua hal modern boleh diikuti tanpa batas. Islam tetap memberikan aturan agar manusia menjaga moral serta membedakan yang halal dan haram, sehingga modern dan Islam dapat berjalan bersama jika tetap berpegang pada ajaran Islam.Sains Julia 1.Pandangan modern adalah cara berpikir yang menekankan pada kemajuan, rasionalitas, dan keterbukaan terhadap perubahan. Ciri-cirinya antara lain: Berpikir logis dan ilmiah (berdasarkan fakta dan ilmu pengetahuan) Terbuka terhadap perubahan (tidak kaku dengan tradisi lama) Menghargai teknologi dan inovasi Menjunjung kebebasan dan hak individu Kritis dalam menyikapi sesuatu Contoh: penggunaan teknologi dalam pendidikan, cara berpikir kritis terhadap informasi, dan gaya hidup yang efisien. 2.Ya, modern sangat relevan dengan Islam, selama tidak bertentangan dengan nilai-nilai syariat. Penjelasannya: Islam adalah agama yang fleksibel dan universal, sehingga bisa mengikuti perkembangan zaman. Beberapa alasan: a. Islam mendorong ilmu pengetahuan Dalam Islam, mencari ilmu adalah kewajiban. Ini sejalan dengan sikap modern yang mengutamakan ilmu dan penelitian. b. Islam mendukung kemajuan Kemajuan teknologi seperti internet, kesehatan, dan pendidikan bisa digunakan untuk kebaikan dan dakwah. c. Islam mengajarkan berpikir kritis Al-Qur’an sering mengajak manusia untuk berpikir dan merenung, yang sejalan dengan pola pikir modern. d. Ada batasan dalam modernitas Tidak semua hal modern boleh diikuti. Jika bertentangan dengan ajaran Islam (misalnya pergaulan bebas, gaya hidup berlebihan), maka harus ditolak. Kesimpulan Pandangan modern adalah cara berpikir maju, rasional, dan terbuka. Modern relevan dengan Islam, selama tetap berpegang pada Al-Qur’an dan Hadis. Seorang Muslim sebaiknya mengambil hal modern yang baik dan menolak yang bertentangan dengan agama.
Siti Nur Annisa
Menurut saya pandangan modern adalah sebuah gagasan, ide, cara berpikir yang rasional dan terbuka, yang tentunya dapat menjawab tantangan serta perubahan zaman sekarang ini. Ketika berbicara tentang relevansi antara modern ini dengan ajaran Islam, tentunya sangat relevan, selama kita dapat membedakan mana yang baik kita ambil dan yang buruk kita tolak. Jadi, kita harus bisa menyaring kembali terhadap modernisasi ini, agar ia dapat bermanfaat untuk kemajuan ajaran Islam di tengah zaman yang begitu canggih perkembangan nya.
Mutia Khairati
Pandangan modern (modernisme) adalah cara berpikir yang menekankan kemajuan, rasionalitas, keterbukaan, dan adaptasi terhadap perubahan zaman. Secara sederhana, pandangan modern melihat dunia tidak lagi berdasarkan tradisi semata, tetapi lebih pada ilmu pengetahuan, logika, dan perkembangan teknologi
Salahafizah
1. Pandangan Modern Pandangan modern adalah cara berpikir dan pandangan dunia yang berkembang sejak abad ke-16 hingga sekarang, ditandai dengan pergeseran dari pola pikir tradisional yang berbasis dogma dan otoritas ke arah yang lebih rasional, kritis, dan berorientasi pada kemajuan. 2. Relevansi Modern dengan Ajaran Islam Secara umum, ajaran Islam sangat relevan dengan nilai-nilai modern, bahkan banyak prinsip Islam yang sejalan dan dapat menjadi landasan bagi perkembangan zaman. Berikut penjelasannya: a. Kesesuaian Nilai-Nilai Dasar Islam mengajarkan prinsip-prinsip universal yang tidak terikat waktu dan tempat, yang sangat sesuai dengan kebutuhan masyarakat modern: - Penghargaan terhadap Akal dan Ilmu Pengetahuan: Al-Qur’an banyak memerintahkan umatnya untuk berpikir, meneliti, dan mencari ilmu. Hal ini sejalan dengan semangat rasionalisme dan perkembangan sains modern. - Keadilan dan Kemanusiaan: Islam menekankan keadilan sosial, kesetaraan, dan martabat manusia tanpa membedakan suku, ras, atau golongan. Nilai ini menjadi dasar penting dalam masyarakat modern yang menjunjung hak asasi manusia. - Etika dan Moral: Ajaran tentang kejujuran, amanah, kasih sayang, dan tanggung jawab tetap menjadi landasan etika dalam berbagai bidang kehidupan modern, seperti bisnis, pemerintahan, dan hubungan sosial. - Keseimbangan Hidup: Islam mengajarkan keseimbangan antara urusan dunia dan akhirat, sehingga dapat menjadi solusi bagi krisis spiritual dan gaya hidup yang berlebihan di era modern. b. Adaptasi terhadap Perubahan Zaman Islam tidak menolak kemajuan, melainkan mendorong umatnya untuk memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi demi kesejahteraan manusia. Prinsip-prinsip syariah yang bersifat tetap dapat diterapkan dengan cara yang disesuaikan dengan kondisi zaman, misalnya dalam bidang ekonomi (seperti perbankan syariah digital) atau komunikasi (penyebaran ajaran melalui media sosial). c. Solusi bagi Masalah Modern Ajaran Islam juga menawarkan solusi bagi berbagai masalah yang dihadapi masyarakat modern, seperti konflik sosial, kerusakan lingkungan, dan krisis moral. Misalnya, konsep khalifah fil ardh (wakil Tuhan di bumi) mengajarkan tanggung jawab untuk menjaga alam, sedangkan ajaran toleransi dan kerjasama antar umat beragama dapat memperkuat perdamaian dunia.
Henri saputra
1. Pandangan modern adalah cara berpikir yang menjadikan akal sehat, logika, dan ilmu pengetahuan sebagai dasar utama dalam memahami berbagai hal. Pola pikir ini bersifat dinamis, terbuka terhadap perubahan, serta selalu berorientasi pada kemajuan, inovasi, dan peningkatan kualitas hidup yang lebih baik. 2. Sangat relevan dan sejalan, karena Islam memang sangat mengutamakan penggunaan akal, menuntut ilmu, dan bekerja keras. Islam adalah agama yang fleksibel dan cocok untuk segala zaman (sholih li kulli zaman wa makan), sehingga semangat modern untuk berkembang dan beradaptasi justru diperbolehkan dan didukung sepanjang tidak bertentangan dengan nilai-nilai dasar agama.
Azura
pandangan modern adalah cara melihat dan menjalani kehidupan yang lebih terbuka, maju, dan mengikuti perkembangan zaman. Masyarakat modern cenderung menerima perubahan, baik dalam teknologi, budaya, maupun pola pikir. Pandangan ini ditandai dengan sikap yang lebih rasional, menghargai kebebasan individu, serta terbuka terhadap perbedaan antar manusia, seperti budaya, agama, dan cara hidup. Selain itu, dunia modern juga sangat dipengaruhi oleh globalisasi, di mana informasi dan interaksi antarnegara menjadi semakin cepat dan luas. Di sisi lain, pandangan modern juga menekankan pentingnya kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kesejahteraan hidup, sehingga manusia terus berinovasi untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Kesimpulannya, pandangan modern secara umum adalah cara berpikir dan bersikap yang adaptif, terbuka, dan berorientasi pada kemajuan, namun tetap perlu diimbangi dengan nilai-nilai. Dalam Islam, perubahan dan kemajuan (modernisasi) pada dasarnya tidak ditolak, selama tidak bertentangan dengan nilai-nilai syariat. Islam justru mendorong umatnya untuk mencari ilmu, berpikir, dan melakukan ijtihad (usaha memahami hukum sesuai zaman). Namun, Islam juga memberi batasan bahwa modernitas harus tetap dijaga dengan iman, akhlak, dan tanggung jawab moral, agar tidak mengarah pada kebebasan tanpa batas atau meninggalkan nilai agama. Jadi, ajaran islam sangat relevan dengan konteks modern.
Nur Anisa
Pandangan modern, atau modernitas, adalah sebuah perspektif yang menekankan pada perubahan dari cara-cara tradisional menuju cara-cara baru yang lebih maju, rasional, dan efisien. Pandangan ini sangat berorientasi pada masa depan, perkembangan teknologi, dan peningkatan kualitas hidup melalui penerapan ilmu pengetahuan. 2.Ya, modernitas sangat relevan dan sejalan dengan ajaran Islam, asalkan dimaknai sebagai perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan rasionalisasi pemikiran (modernisasi), bukan westernisasi (pembaratan budaya). Islam adalah agama yang shalihun likulli zamanin wa makanin (sesuai di setiap waktu dan tempat), sehingga ajarannya bersifat dinamis dan kontekstual.Pelatihan Sudut Pandang
Ainur Zulkadini
Pandangan modern menurutku adalah cara berpikir yang lebih terbuka, rasional, dan mengikuti perkembangan zaman. Orang yang memiliki pola pikir modern biasanya tidak hanya terpaku pada kebiasaan lama, tetapi berani menerima hal-hal baru selama itu masuk akal dan bermanfaat. Selain itu, pandangan modern juga identik dengan sikap yang menghargai ilmu pengetahuan, teknologi, serta kebebasan dalam berpikir dan berpendapat. Jadi, modern itu bukan hanya soal gaya hidup, tetapi lebih kepada bagaimana seseorang berpikir secara maju dan terus berkembang. Kalau ditanya apakah modern relevan dengan ajaran Islam, menurutku jawabannya sangat relevan. Islam sendiri sebenarnya sangat mendukung perkembangan ilmu pengetahuan dan mendorong umatnya untuk berpikir serta belajar. Banyak ajaran dalam Islam yang justru sejalan dengan nilai-nilai modern, seperti pentingnya mencari ilmu, berpikir kritis, dan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. Namun, tentu saja ada batasannya. Sikap modern tetap harus disesuaikan dengan nilai-nilai Islam, seperti menjaga akhlak dan tidak melanggar aturan agama. Jadi, selama modernitas itu tidak bertentangan dengan ajaran Islam, keduanya bisa berjalan beriringan. Bahkan, Islam bisa tetap relevan di setiap zaman tanpa harus kehilangan nilai dasarnya.
Menelusuri Jejak Peradaban Ibrahim
22 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   300
Pembatalan Perkawinan
14 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   12
Rasionalisme, Humanisme dan Islam
08 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   311
Batas Minimal Usia Kawin
03 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   92
Agama dan Kehidupan Modern
24 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   110
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13816
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4867
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3858
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      3517
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      3256