Avatar

Vijianfaiz,PhD

Penulis Kolom

321 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Akhlak Islam



Kamis , 11 September 2025



Telah dibaca :  74

Islam merupakan ajaran agama yang seluruh isinya mengenalkan tentang akhlak. Agama yang dibawa oleh Rasulullah sebagai simbol pembatas antara akhlak mazmumah dan akhlak karimah. Ketika pada masa jahiliyah tatanan kehidupan sebagai produk akal pikiran berusaha membuat sistem aturan untuk seluruh aspek kehidupan saat itu. Kekuatan para penguasa, pemodal dan kaum bangsawan serta kekuatan militer kala itu terus melakukan sosialisasi regulasi-regulasi yang seolah-olah masuk akal, modern dan berkemajuan. Namun realitanya sangat bertentangan dengan naluri-naluri manusia. Beberapa bentuk yang ditawarkan oleh para penguasa kala itu yaitu seperti mengubur hidup-hidup bayi anak perempuan, memberi hak waris kepada anak laki-laki yang bukan anak kandungnya, dan tidak memberi waris kepada anak perempuan. Masih banyak lagi aturan-aturan yang bertentangan dengan naluri manusia yang dibuat oleh para penguasa saat itu. Mereka mencoba membuat tatanan kehidupan berdasarkan syahwat semata, bukan berdasarkan kemaslahatan masyarakat.

Islam memutuskan mata rantai akhlak mazmumah. Ajaran Islam memperkenalkan akhlak baru yang disebut akhlakul karimah. Q.S. Al-Qalam ([68]:4) sebagai berikut: “Sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang agung”. Hadist Nabi Muhammad SAW berbunyi:”Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan akhlak yang mulia”. Dua dasar hukum Islam sebagai pertanda era baru pencerahan peradaban masyarakat baru.

Para ulama telah memberi definisi tentang akhlak. Menurut Abu Hayan At-Tauhid bahwa akhlak mulia berasal dari kata khalq (ciptaan). Suatu ciptaan mempunyai arti sudah terbentuk. Namun ia bisa dirubah dalam beragam bentuk. Perubahan-perubahan ini yang kemudian melahirkan dua istilah akhlak yaitu : mazmumah dan karimah.

Abdul Baqa’ Al-Kafawi mendefinisikan akhlak dengan karakter, tabiat, marwah dan agama. pendapat tersebut menunjukan bahwa akhlak sebenarnya karakter yang ada pada diri manusia. Ia merupakan bawaan sejak ia lahir. Seseorang akan mengenal orang lain bisa dilihat dari perilaku sehari-harinya. Karena ia sebagai karakter atau tabiat yang mungkin tidak akan hilang pada dirinya, bukan berarti tidak bisa dirubah dengan menjadi lebih baik. Seperti orang yang mempunyai karakter tegas dan terkesan liar. Sifat ini tidak akan hilang, tapi bisa mengalami suatu perubahan menjadi tegas dan bermarwah baik. Seperti akhlak Umar bin Khatab sebelum dan sesudah masuk Islam. Ada kesamaan nya yaitu sama-sama tegas dan pemberani membela siapapun yang ia inginkan, tapi setelah masuk Islam ketegasan dan keberaniannya berubah menjadi hal-hal yang bersifat positif.

Ibnu ‘Arabi mengatakan bahwa akhlak berasal dari kata khuluq yang artinya adalah agama. Jadi akhlak menitik beratkan pada panduan-panduan kehidupan yang ada dalam Al-Qur’an dan Al-Hadist. Manusia adalah manusia yang netral. Ia menjadi berwarna karena mengikuti dorongan-dorongan nafsu pada dirinya sehingga mempunyai beragam aktivitas. Pada wilayah ini, manusia membutuhkan bimbingan yang benar dan tepat dalam menjalankan aktivitas tersebut. Bimbingan tersebut yang disebut dengan agama.

Imam Abu Hamid Al-Ghazali mendefinisikan akhlak adalah kata yang digunakan untuk menyebut suatu karakter yang tertanam di dalam jiwa, darinya kemudian muncul berbagai perbuatan dengan gampang dan mudah tanpa membutuhkan pikiran dan nalar.

Pendapat Al-Ghazali memberikan pandangan tentang akhlak sebagai respon spontanitas terhadap segala tindakan pada diri sendiri dan respon dari hal-hal di luar dirinya. Semua respon tersebut berangkat dari karakter yang sudah tertanam dalam hati. Sehingga ia membentuk suatu perilaku khas pada diri orang tersebut. jika ia terbiasa dengan hal-hal yang tidak baik, maka secara spontanitas perilaku nya pun mencerminkan hal-hal yang tidak baik. Jika hal-hal terbiasa dengan kebaikan, maka respon pun akan melahirkan kebaikan. Ia tidak bisa diduplikasi. Meskipun ia mencoba menutupi diri, tapi karena ia sudah menjadi pembentuk pribadi diri, akan muncul dengan alamiah.

Ruang Diskusi

Apakah kebiasaan positif masyarakat di lingkungan kita apakah termasuk bagian dari akhlak. Jelaskan !



Penulis : Vijianfaiz,PhD


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Pencatatan Perkawinan
12 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   85

Beragam Perspektif Sosiologi Keluarga
08 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   93

Qawaidul Fiqhiyah-bagian Kedua
05 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   157

Pembaharuan dalam Islam
02 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   344

Modern dan Modernisme
27 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   385

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13557


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4550


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2875