
Sangat sulit memahami kehidupan yang sering
disebut sebagai orang yang mensyukuri apa yang telah diberikan oleh Allah
kepada Manusia. Hasrat setiap orang mengingingkan hidup serba kecukupan, tidak
pernah sakit, dan apa yang diinginkan segera terkabulkan. Disi lain, saat
keinginanya sudah terwujud lalu muncul rasa ketakutan apabila datang suatu masa yang tidak
menyenangkan dalam kehidupan seperti rasa sakit, menua dengan ditandai kulit
semakin berkeriput, rambut memutih, pandangan mata kabur, dan gigi satu persatu
pun lepas.
Allah menyadarkan manusia dengan keterbatasan; umur, kekayaan, kejayaan, dan kecantikan atau ketampanan. Dia sedang mendidik manusia untuk refleksi tentang makna keterbatasan satu sisi, dan memberi kelebihan pada orang lain. dengan cara ini, manusia pun saling membutuhkan orang lain. tanpa ada bantuan orang lain, kesempurnaan untuk ukuran manusia tidak bisa terwujud dengan sempurna.
Baca juga : Wanita Cantik di Depan Multazam
Umat manusia jika disederhanakan terdiri
dari sepasang suami-istri. Seorang suami mungkin sering melihat ketidak
sempurnaan istrinya. Yang dilihat pada dirinya bahwa istrinya cerewet, pemarah,
terlalu mengatur urusan laki-laki, egois, selalu menang sendiri, merasa benar
dan selalu menyalahkan suaminya, gampang curiga ketika suami pergi ke kantor
atau ke rumah teman dan masih banyak lagi. Jika menuruti keinginan hati,
seorang laki-laki selalu saja rasanya ingin emosi atas tingkah laku istri yang
tidak menyenangkan.
Namun, suami tidak menyadarinya bahwa watak seorang istri memang demikian. Matanya seperti radar yang bisa mendata segala apapun yang tidak sempurna di dalam dan sekitar rumahnya. Dia menginginkan kesempurnaan; baju rapi, lantai bersih, makanan tersedia, cucian cepat selesai dan hasil baju tertata dengan baik, taman-taman pun beragam dan selalu terlihat segar. Disisi lain, dia juga mempunyai keinginan kesempurnaan pada bentuk rumah, kendaraan, perhiasan yang melekat pada dirinya serta adanya refresing ke tempat sebagaimana yang dia lihat dan dengar baik melalui FB, Twitter, IG atau percakapan dengan teman-teman ketika bertemu di tempat kerja atau di tempat belanja. Namun keinginannya tidak sebanding dengan tenaganya dan kenyataanya. Dia tidak bisa menampung segala pekerjaan dan keingingan-keinginan tersebut. Namun dia senantiasa selalu memaksakan diri untuk mengerjakan dengan cara sempurna. Akibatnya lelah, pikiran kacau, dan emosinya tidak stabil. Seolah-olah tidak ada yang membantunya. Maka saat suami pulang dari kantor atau tempat kerja, atau anak-anak nya yang pulang dari sekolah atau tempat permainan, mendapatkan sasaran kemarahanya. Bahkan kadang dengan kata-kata yang tidak terkontrol menyebut semua apa yang dilihat dengan kalimat atau kata-kata yang menurut ukuran kewajaran terdengar tidak pantas dan memalukan bagi yang mendengarnya, baik suaminya maupun orang lain.
Baca juga : Wanita Cantik di Cafe Elit
Seorang suami mungkin ada yang bosan
mendengar segala keluh kesah atau omelan dari istrinya setiap saat. Ketika dia
mencoba memberi nasehat, terkadang justru kalimat-kalimat sang istri lebih
mengena kalimat nya kepada suaminya daripada nasehatnya untuk istrinya. Lalu,
dengan emosi dan merasa tidak berguna nasehatnya, suami pun ikut-ikut terbawa
emosi istrinya; ngomel, marah-marah dengan melampiaskan pada perilaku terlihaat
kasar seperti; menutup pintu keras-keras, membanting barang-barang disekitarnya
dan perilaku kasar lainya.
Saya tentu tidak membela seorang istri. Ada
hal-hal yang memang pada diri seorang suami tidak dipunyai sebagaimana seorang
istri yaitu ketelatenan menyelesaikan segala pekerjaan mulai dari pagi hari
sampai pada malam hari. Seorang laki-laki di desain oleh Allah dengan tenaga
yang kuat, dan cenderung progresif serta ketidakmampuan untuk duduk lama-lama
menyebabkan kurang perhatian terhadap apa yang ada pada dirinya dan di
sekitarnya. Laki-laki lebih terkesan masa bodoh. Namun demikian, pada sisi lain
laki-laki bisa menyelesaikan berbagai persoalan lebih besar yang tidak mampu
diselesaikan oleh seorang istri. Hal ini karena secara biologis yang didesain
lebih kuat, psikologis lebih matang, dan pikiran yang lebih mampu berfikir jauh
kedepan dibandingkan perempuan. Ini secara umum, dan tentu ada pengecualianya
pada orang-orang tertentu.
Dari sini kita bisa meliihat bahwa
kekurangan seorang suami akan ditutupi oleh kelebihan istri. Dan kekurangan
istri akan ditutupi oleh kelebihan suami. Menyadari dua sisi yang berbeda
secara terus-menerus menjadi sesuatu keharusan bagi pasangan suami-istri. Bahwa
untuk mencapai sebuah tujuan yang agung ada tugas-tugas yang saling menguat
dari kedua belah pihak dengan menyadari Tupoksi di masing-masing tugas yang
telah Allah berikan garis-garis besar nya.
Penulis : Imam Ghozali
Pilih Prodi Yang Kamu Suka!, Yuk Kuliah di FSEI !
13 April 2026   Oleh : NEWS   141
Prospek prodi Hukum Keluarga Islam
06 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   228
Sosialisasi Draff Pedoman Penyusunan Tata Naskah Dinas
01 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   279
Pembagian Staff Akademik Fakultas
01 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   169
Pengumuman UM-PTKIN 2026
31 Maret 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   511
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13568
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4566
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3578
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2988
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2884