
Di Kota kecil, di salah Satu Provinsi Riau, saya sedang mengerjakan tugas yang harus diselesaikan. Tugas sebagai seorang pendidik yang tidak jauh-jauh dari administrasi. Karena ada permintaan mendadak, maka saya langsung ‘tancap gas’ dan akibatnya lupa makan. Jam sudah menunjukan 14.45 menit. Bagi saya ini waktu membingungkan. Jika dikatakan makan siang, sebentar lagi sore dan biasanya saya pun makan di sore hari. Jika makan sore, belum saat nya. tengah malam pasti lapar lagi. Jika sudah malam, terasa malas keluar Hotel, dan kerjanya dikamar, dan dihabiskan nonton film Hongkong. Biasanya saya mencari film-film model Shaolin Soccer atau Shaolin Panda. Jika tidak ada nonton Upin-Ipin sampai tertidur.
Jam 20.00-an saya bersama seorang dosen dari Perguruan Tinggi Negeri pergi ke Rumah Makan. Saya mencari yang sedikit elit dan mahal. Anggap saja hari ini makanya di Jamak Takhir, jadi mencari menu yang sedikit istimewa; Nasi Putih, Sayur Kangkung dan Ikan Lele Goreng. Minumnya seperti biasa; Jeruk Peras panas. Kami pun duduk bersebelahan, ngobrol ngalor-ngidul membahas tentang isu-isu kekinian; mulai dari persoalan pendidikan, PPPK, politik dari mulai kasus Sambo sampai pada kelaku Cak Nun yang sedang kesambet (kata dia sendiri) sehingga kesadaranya tidak 100% bicara Fir’aun, Patih Haman dan Qarun. Karena kesambet dan kesadaran akal nya kurang sempurna, maka dalam kontek hukum dia merdeka. Hukum tidak bisa diberikan kepada orang-orang yang punya status sebagai berikut; hilang akal, tidur, dan anak-anak. Dan kesambet, bagian dari rekayasa di luar kesadaran diri, jadi memang tidak perlu dibahas lagi. Maka cukup dimaafkan. Selesai.
Percakapan sedikit terganggu gara-gara ada seorang wanita cantik lewat di depan kami. Dia membawa makanan dan minuman. Karena Rumah Makan malam itu penuh, dan yang kosong adalah Meja saya sebelah depan, teman saya pun menawarkan sebatas basa-basi yang biasa berlaku di Kampung ketika ada acara kenduri. Di luar dugaan, wanita tersebut mengiyakan dan duduk berhadap-hadapan dengan kami, persisnya dengan aku.
Saya tertarik dengan kecantikannya, tapi saya tidak suka dengan nya. itu artinya makna cantik dan ganteng tidak selalu menarik bagi lawan jenis nya. ada sesuatu aliran energy tertentu yang diciptakan oleh Allah yang energi itu khusus untuk mencintai dan menyukai, hanya mencintai dan tidak menyukai, menyukai dan tidak mencintai, dan bahkan ada yang biasa-biasa saja. Saya termasuk tipe orang yang suka melihat wanita cantik, tapi tidak mudah untuk jatuh cinta kepada. Entah apa nama nya lelaki model begini. Mungkin karena sudah mempunyai istri dan tahu keadaan karakter istri yang derajat kebenarannya (kata lawakan sang ustadz) sedikit di bawah Sang Pencipta. Jadi di Dunia ini katanya; Yang Maha Benar setelah Allah s.w.t adalah Istri kita. Semua apa yang dikatakan istri selalu benar dan jangan coba-coba suami melawannya, walaupun hakikat nya benar,tetap salah.
Setelah ngobrol tetek bengek entah kemana-mana, sang wanita cantik berjilbab tadi bertanya kepadaku. Entah kenapa dia bertanya kepadaku. Mungkin dilihat dari raut mukanya sudah menunjukan kedewasaan berfikir, atau mungkin juga setelah proses percakapan berjalan, saya tipe orang yang enak diajak bicara. Entahlah. Tapi dia terlihat ingin bertanya berkaitan dengan persoalan wanita.
Wanita berjilbab:
“Pak, menurut bapak, wanita yang matang itu seperti apa, dan pendidikan terbaik untuk wanita itu apa, apakah wanita yang baik itu mempunyai ilmu yang luas sehingga bisa membina keluarga dengan baik?”
Saya mbatin kok pertanyaanya ‘mbulet’ banget. Pikiran saya, ini wanita sudah kebelet nikah atau wanita yang mempunyai keinginan tertentu tapi tidak keturutan. Tapi, apapun pertanyaannya saya pun harus menjawab. Mudah-mudahan saja, jika dia ada suatu problem, jawaban saya bisa sedikit memberi sinar harapan untuk kebaikan baginya.
Saya :
“ Anda sudah menikah apa belum?”
Wanita berjilbab:
“belum, pernah ada yang melamar sih, tapi saya belum siap karena merasa saya belum sempurna ilmunya. Saya ingin meneruskan kuliah lagi.”
Saya :
“Janganlah anda mencari kesempurnaan dalam memilih calon pasangan anda, pasti tidak akan menemukan kesempurnaan yang kamu impikan dalam angan-angan mu”
Wanita berjilbab:
“Tapi kesempurnaan itu penting bagi saya, karena agar bisa menciptakan keluarga yang sakinah mawadah wa rahmah.”
Saya :
“Kesempurnaan selalu saja menjadi cita-cita wanita seperti anda. Semua wanita menginginkan suaminya hidungnya mancung, ternyata mendapatkan suami yang pesek. Ingin yang Saku Celana nya tebal banyak duitnya, dan benar-bener dapat suami yang tebal Saku Celananya, tapi isi nya handuk untuk ‘ngelap’ keringat di wajah nya ketika menarik becak. Tapi kenapa di antara mereka bisa bahagia, padahal suaminya pesek dan kerja nya menjadi Tukang Becak. Rumah kecil, Gubug, dan suaminya kalau tidur tidak pernah di Rumah, tapi di Becak yang diparkir di depan Rumah yang masih mengontrak”
Wanita berjilbab:
“Jadi pendidikan tertinggi bagi seorang wanita apa?”
Saya :
“Saya berpendapat, ilmu tertinggi bagi wanita dan siapapun adalah Akhlak”
Wanita berjilbab:
“Kenapa, bukankah Allah dan Rasul-Nya memerintah untuk mencari ilmu?”
Saya :
“Benar, namun watak wanita itu hampir sama, 11-12 mirip-mirip”
Wanita berjilbab:
“Maksud nya?”
Saya :
“Ketika wanita sudah menikah, maka ilmu yang didapat dalam bangku kuliah yang tinggi sering dikalahkan oleh perasaan nya. dan itu naluri wanita. Sehingga siapapun wanita baik yang bersuami yang biasa-biasa saja sampai kepada suami yang sudah punya hotel pun selalu merasa kurang dan menuntut suaminya untuk memberikan fasilitas yang lebih baik lagi.”
Wanita berjilbab:
“Tapi tidak semua wanita seperti itu khan?”
Saya:
“Betul, tapi tetap 11-12.”
Wanita berjilbab :
“Saya kira ketika sudah mempunyai ilmu, wanita bisa menjadi wanita yang sholehah, menerima apa yang diberikan oleh suaminya.”
Saya :
“Itu yang diinginkan oleh setiap laki-laki dan perkataan anda tidak salah. Namun anda sedang berbicara teori ilmu yang anda dapat di bangku kuliah, namun saat anda sudah menikah, anda bisa membuktikan ucapan saya. Ada beberapa persoalan Rumah Tangga yang secara spontanitas membuat wanita menjadi berubah sikap, ucapan, dan perilaku sehari-hari. Anda mungkin saat ini terlihat seperti Merpati yang indah di pandang, tapi saat sudah menikah anda bisa berubah seperti Harimau yang ditakui oleh suami anda, bahkan anda bisa jadi apa saja kok”
Wanita berjilbab tersenyum:
“Jadi sebaiknya saya bagaimana?”
Saya :
“ Saran saya, jika ada lelaki yang ingin melamar anda, dan itu baik akhlaknya, ibadah tidak ketinggalan dan sudah mempunyai pekerjaan apapun dan itu halal, perlu dipertimbangkan baik-baik, mungkin itu jodoh terbaik bagimu. Menerima dengan tulus kekurangan pasangan mu adalah cara untuk menemukan kesempurnaan pasangan mu. Dalam bahasa sederhana nabi berkata; baiti jannati”.
Teman sebelah saya yang sejak tadi diam pun
nyletuk karena mendapat moment:
“ Menikah dengan saya mau tidak, kamu akan menjadi istri saya satu-satunya disini”
Saya pun menjawab komentar teman ku:
“ Anda akan menjadi satu-satu nya istri di sini, karena di tempat lain sudah ada satu istri lain nya”
Kami tertawa. Wanita tadi pun tertawa
sambil menggeleng-geleng bertanda tidak mau dimadu. Saya ingin bergurau seperti
teman ku tadi. Jika dia menjawab ‘tidak’ selesai persoalan. Tapi jika dia menjawab’mau’,
wah…. bisa-bisa kiamat sudah dekat. ya sudahlah, saya diam saja sambil ikut nyengir mendengar gurauan malam itu.
Penulis : Imam Ghozali
Ilmu Tawakal Hatim Al-Ashom; Rizqi Yang Tidak Tertukar
13 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   1062
Doaku, Doamu, dan Doa Harimau
12 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   630
Doa Kebaikan Untuk Orang Lain, Sebenarnya Untuk Diri Sendiri
11 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   811
Puasa, Idul Fitri dan Perubahan Pola Makan
06 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   788
Idul Fitri dan Misi Perdamaian
05 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   916
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13570
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4567
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3582
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2989
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2884