Avatar

Vijianfaiz,PhD

Penulis Kolom

321 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Beragam Perspektif Sosiologi Keluarga



Rabu , 08 April 2026



Telah dibaca :  91

Beragam Perspektif Sosiologi Keluarga

1.   Konsep keluarga dalam persespektif fungsionalisme

Persepektif fungsionalisem melihat bahwa di dalam sebuah masyarakat terdapat sebuah tatanan sosial. Tatanan sosial ini merupakan sebagai struktur yang satu dengan lain saling berkaitan atau berkesinambungan serta memiliki fungsi. Struktur tersebut dapat dikatakan sebagai struktur pemerintahan mulai dari tingkat paling terbawah yaitu sebuah keluarga yang saling menopang satu sama lainnya dalam menjalankan roda pemerintahan.

Struktur fungsionalisme merupakan salah satu sudut pandang yang berusaha menafsirkan masyarakat sebagai satu struktur dengan bagian yang saling berhubungan satu sama lain. Dalam hal ini fungsionalisme melihat masyarakat secara keseluruhan sebagai suatu fungsi dan elemen konstituennya terutama norma, adat, tradisi dan institusi.

Berikut lima prinsip fungsionalisme secara mendasar yaitu:

Pertama, masyarakat Adalah sistem yang komplek terdiri dari bagian-bagian yang saling berhubungan dan saling tergantung, Dimana setiap bagian tersebut berpengaruh secara siginifikan terhadap bagian lainnya.

Kedua, setiap bagian dari masyarakat tersebut eksis karena memiliki fungsi penting dalam menjaga eksistensi dan stabilitas masyarakat secara keseluruhan, Dimana eksistensi satu bagian masyarakat dapat diwujudkan apabila fungsinya secara keseluruhan dapat diindentifikasi.

Ketiga, seluruh masyarakat memiliki prosedur untuk mengintegrasikan dirinya, berupa mekanisme yang dapat merekatkan menjadi satu. Salah satu bagian yang paling penting pada mekanisme tersebut adalah komitmen anggota masyarakat kepada kepercayaan dan nilai yang sama.

Keempat, masyarakat cenderung mengarah pada suatu keadaan yang homeostatis dan apabila terjadi gangguan pada salah satu bagiannya maka biasanya akan mengadakan penyesuaian pada bagian lainnya agar tercapai harmoni dan stabilitas.

Kelima, perubahan sosial adalah sebuah kejadian yang tidak biasa dalam masyarakat akan tetapi bila terjadi maka perubahan biasanya akan membawa pengaruh yang menguntungkan pada masyarakat secara keseluruhan.

2.   Konsep keluarga dalam perspektif konflik

Salah satu teori besar dalam sosiologi adalah teori konflik. Teori konflik berkembang sebagai bentuk reaksi terhadap teori fungsionalisme struktutral. Dalam pandangan teori konflik relasi sosial merupakan sebuah sistem sosial sebagai sebuah pertentangan kepentingan. Dalam interaksi yang berlangsung dalam masyarakat setiap kelompok atau kelas memiliki kepentingan yang berbeda.

Dalam kehidupan sosial manusia konflik biasanya terjadi karena adanya ketidakcocokan perilaku dan tujuan. Ketidakcocokan tersebut akan terungkap jika individu secara nyata menentang atau tidak menerima pernyataan orang lain. perbedaan antara individu maupun kelompok dalam masyarakat jika tidak dinetralisir atau didamaikan maka akan memunculkan konflik sosial. Secara umum ada empat faktor utama penyebab  terjadinya konflik dalam masyarakat yaitu perbedaan antar individu, kebudayaan, latarbelakang individu maupun kelompok, perbedaan kepentingan dan perubahan sosial yang terlalu cepat.

3.   Konsep keluarga dalam perspektif interaksionisme simbolik

Dalam ilmu sosiologi ada banyak teori dan perspektif yang digunakan untuk menganalisis fenomena atau masalah yang terjadi dalam masyarakat. George ritzer membagi pendekatan sosiologi ke dalam tiga perspektif yaitu fakta sosial, definsi sosial dan perilaku sosial. Ada juga yang menggunakan perspektif evolusionisme, interaksionisme, fungsionalisme, teori konflik, pertukaran dan sebagainya.

 

 

Salah satu teori yang banyak digunakan adalah perspektif interaksionisme simbolik berfokus dalam mengkaji peran, interaksi antar individu dan juga berbagai Tindakan cara berkomunikasi yang dapat diamati.

Menurut Blumer ada lima konsep dasar dalam interaksi simbolik yaitu:

Pertama, pola interaksi terbentuk secara simbolik melalui bahasa, obyek sosial, lambing dan berbagai pandangan;

Kedua, konsep aksi atau perbuatan, manusia terbentuk dalam dan melalui proses interaksi dengan diri sendiri, sehingga perbuatannya berbeda dengan gerak makhluk lain selain manusia.

Ketiga, konsep obyek melihat individu yang hidup di tengah obyek baik yang bersifat fisik seperti imajinasi, kebendaan atau abstrak.

Keempat, konsep interaksi sosial, dalam hal ini manusia melihat dirinya secara mental pada posisi orang lain. Hal ini dimaksudkan agar mereka mampu memahami makna dari perbuatan yang dilakukan orang lain sehingga terjadi ineraksi dan komunikasi. Interaksi tersebut dalam bentuk gerak-gerik dan simbol yang memiliki makna.

Kelima, konsep tindakan bersama, tindakan bersama yang dilakukan secara kolektif lahir dari perilaku dari setiap individu yang selanjutnya disesuaikan satu sama lain. Intinya Adalah pada konsep ini ada penyesuaian dan peleburan banyak arti, tujuan, pikiran dan sikap.

4.   Konsep keluarga dalam perspektif feminisme

Feminisme biasanya lebih dikenal dengan istilah emansipasi yang asal katanya dari Bahasa latin yang artinya Perempuan. Feminism merupakan Gerakan Perempuan yang menuntut kesamaan atau keadilan hak antara pria dan Wanita yang biasa disebut pula dengan istilah gender.

Feminisme memiliki tiga komponen penting yaitu:

Pertama, sebuah keyakinan yang mempercayai bahwa tidak ada perbedaan yang berdasarkan seks, yang menentang adanya hirarkis antara jenis kelamin perempuan dan laki-laki. Persamaan hak hendaknya berada pada kuantitas dan kualitas.

Kedua, sebuah pengakuan bahwa dalam masyarakat telah terjadi konstruksi sosial yang sangat merugikan kaum perempuan.

Ketiga, feminisme menggugat perbedaan yang mencapuradukan antara seks dan gender, yang mana perempuan dijadikan sebagai kelompok tersendiri dalam masyarakat yang menyepelekan keberadaan perempuan di dalam masyarakat.

5.   Konsep keluarga dalam perspektif postmodernisme

Postmodernisme merupakan sebuah pandangan dan sebuah kerangka berfikir yang selalu berkaitan dengan sikap serta cara berfikir yang akan sangat mempengaruhi perkembangan kebudayaan manusia. lahirnya paham tentang postmodernisme tidak terlepas dari paham modernisme.

Dalam pandangan postmodernisme keluarga merupakan sebuah wadah untuk melatih serta mengajarkan anak tentang pendidikan moral serta melatih untuk anak bagaimana cara berfikir dari manusia postmodernisme. Manusia postmodernisme selalu mengutamakan pengetahuan mengenai seni dan estetika. Selain itu manusia postmodernisme adalah manusia tanpa agama, sejarah dan filsafat melainkan manusia yang memiliki teknollogi, sekuler dan kontemporer. Pendidikan moral anak dalam budaya atau konsep postmodernisme harus dikembangkan sehingga di dalam sebuah keluarga tidak hanya menjaga dan mewujudkan model pendidikan tradisional saja. Di dalam sebuah keluarga peran pendidikan orang tua harus lebih membuka diri kepada kemajuan teknologi yang ada pada zaman ini, sehingga keluarga harus merubah model atau cara pendidikan moral pada anak yang berhubungan dengan keadaan sekarang ini.

6.   Konsep keluarga dalam perspektif Islam

Konsep keluarga dalam Islam berangkat dari hukum perkawinan. Ia merupakan suatu ikatan yang mempertemukan dua manusia menjadi pasangan suami-istri. Dari sini kemudian muncul istilah keluarga. Dengan demikian, konsep keluarga dalam Islam tidak lain merupakan konsep perkawinan dalam hukum Islam.

Menurut Sayuti Thalib, perkawinan adalah suatu perjanjian yang suci kuat dan kokoh untuk hidup bersama secara sah antara seorang laki-laki dengan seorang perempuan guna membentuk keluarga yang kekal, santun-menyantuni, kasih mengasihi, tentaram dan bahagia.

Menurut Hazairin, perkawinan adalah hubungan seksual sehingga tidak ada perkawinan apabila tidak ada hubungan seksual.

Menurut Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 pasal 1, perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan ketuhanan yang maha Esa.

Menurut Zakiyah Darajat, tujuan perkawinan antara lain: 1) mendapatkan dan melangsungkan keturunan; 2) memenuhi hajat manusia dalam menyalurkan syahwatnya dan menumpahkan kasih sayangnya; 3) memenuhi panggilan agama serta memelihara diri dari kejahatan dan kerusakan; 4) menumbuhkan kesungguhan untuk bertanggungjawab menerima hak dan kewajiban bersungguh-sungguh untuk memperoleh harta yang halal; 5) membangun rumah tangga dalam rangka membentuk masyarakat tentram atas dasar cinta dan kasih sayang.

Ruang Diskusi

Dari berbagai konsep keluarga, bagaimana menurut mu konsep keluarga yang ideal di era digital saat sekarang ini. Jelaskan !



Penulis : Vijianfaiz,PhD


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Pencatatan Perkawinan
12 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   83

Qawaidul Fiqhiyah-bagian Kedua
05 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   155

Pembaharuan dalam Islam
02 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   343

Modern dan Modernisme
27 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   383

Kaidah-Kaidah Qawaidul Fiqhiyah-bagian Pertama
26 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   543

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13547


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4542


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2868