
Beragam Perspektif Sosiologi Keluarga
1. Konsep keluarga dalam persespektif
fungsionalisme
Persepektif fungsionalisem melihat bahwa di
dalam sebuah masyarakat terdapat sebuah tatanan sosial. Tatanan sosial ini
merupakan sebagai struktur yang satu dengan lain saling berkaitan atau
berkesinambungan serta memiliki fungsi. Struktur tersebut dapat dikatakan
sebagai struktur pemerintahan mulai dari tingkat paling terbawah yaitu sebuah
keluarga yang saling menopang satu sama lainnya dalam menjalankan roda
pemerintahan.
Struktur fungsionalisme merupakan salah
satu sudut pandang yang berusaha menafsirkan masyarakat sebagai satu struktur
dengan bagian yang saling berhubungan satu sama lain. Dalam hal ini
fungsionalisme melihat masyarakat secara keseluruhan sebagai suatu fungsi dan
elemen konstituennya terutama norma, adat, tradisi dan institusi.
Berikut lima prinsip fungsionalisme secara
mendasar yaitu:
Pertama, masyarakat Adalah sistem yang
komplek terdiri dari bagian-bagian yang saling berhubungan dan saling tergantung,
Dimana setiap bagian tersebut berpengaruh secara siginifikan terhadap bagian
lainnya.
Kedua, setiap bagian dari masyarakat tersebut
eksis karena memiliki fungsi penting dalam menjaga eksistensi dan stabilitas masyarakat
secara keseluruhan, Dimana eksistensi satu bagian masyarakat dapat diwujudkan
apabila fungsinya secara keseluruhan dapat diindentifikasi.
Ketiga, seluruh masyarakat memiliki
prosedur untuk mengintegrasikan dirinya, berupa mekanisme yang dapat merekatkan
menjadi satu. Salah satu bagian yang paling penting pada mekanisme tersebut adalah
komitmen anggota masyarakat kepada kepercayaan dan nilai yang sama.
Keempat, masyarakat cenderung mengarah pada
suatu keadaan yang homeostatis dan apabila terjadi gangguan pada salah satu
bagiannya maka biasanya akan mengadakan penyesuaian pada bagian lainnya agar
tercapai harmoni dan stabilitas.
Kelima, perubahan sosial adalah sebuah
kejadian yang tidak biasa dalam masyarakat akan tetapi bila terjadi maka
perubahan biasanya akan membawa pengaruh yang menguntungkan pada masyarakat secara
keseluruhan.
2. Konsep keluarga dalam perspektif konflik
Salah satu teori besar dalam sosiologi adalah
teori konflik. Teori konflik berkembang sebagai bentuk reaksi terhadap teori
fungsionalisme struktutral. Dalam pandangan teori konflik relasi sosial merupakan
sebuah sistem sosial sebagai sebuah pertentangan kepentingan. Dalam interaksi
yang berlangsung dalam masyarakat setiap kelompok atau kelas memiliki
kepentingan yang berbeda.
Dalam kehidupan sosial manusia konflik
biasanya terjadi karena adanya ketidakcocokan perilaku dan tujuan. Ketidakcocokan
tersebut akan terungkap jika individu secara nyata menentang atau tidak menerima
pernyataan orang lain. perbedaan antara individu maupun kelompok dalam masyarakat
jika tidak dinetralisir atau didamaikan maka akan memunculkan konflik sosial. Secara
umum ada empat faktor utama penyebab
terjadinya konflik dalam masyarakat yaitu perbedaan antar individu,
kebudayaan, latarbelakang individu maupun kelompok, perbedaan kepentingan dan
perubahan sosial yang terlalu cepat.
3. Konsep keluarga dalam perspektif interaksionisme
simbolik
Dalam ilmu sosiologi ada banyak teori dan
perspektif yang digunakan untuk menganalisis fenomena atau masalah yang terjadi
dalam masyarakat. George ritzer membagi pendekatan sosiologi ke dalam tiga
perspektif yaitu fakta sosial, definsi sosial dan perilaku sosial. Ada juga
yang menggunakan perspektif evolusionisme, interaksionisme, fungsionalisme,
teori konflik, pertukaran dan sebagainya.
Salah satu teori yang banyak digunakan adalah
perspektif interaksionisme simbolik berfokus dalam mengkaji peran, interaksi
antar individu dan juga berbagai Tindakan cara berkomunikasi yang dapat
diamati.
Menurut Blumer ada lima konsep dasar dalam
interaksi simbolik yaitu:
Pertama, pola interaksi terbentuk secara simbolik
melalui bahasa, obyek sosial, lambing dan berbagai pandangan;
Kedua, konsep aksi atau perbuatan, manusia
terbentuk dalam dan melalui proses interaksi dengan diri sendiri, sehingga
perbuatannya berbeda dengan gerak makhluk lain selain manusia.
Ketiga, konsep obyek melihat individu yang
hidup di tengah obyek baik yang bersifat fisik seperti imajinasi, kebendaan
atau abstrak.
Keempat, konsep interaksi sosial, dalam hal
ini manusia melihat dirinya secara mental pada posisi orang lain. Hal ini
dimaksudkan agar mereka mampu memahami makna dari perbuatan yang dilakukan
orang lain sehingga terjadi ineraksi dan komunikasi. Interaksi tersebut dalam
bentuk gerak-gerik dan simbol yang memiliki makna.
Kelima, konsep tindakan bersama, tindakan bersama
yang dilakukan secara kolektif lahir dari perilaku dari setiap individu yang
selanjutnya disesuaikan satu sama lain. Intinya Adalah pada konsep ini ada
penyesuaian dan peleburan banyak arti, tujuan, pikiran dan sikap.
4. Konsep keluarga dalam perspektif feminisme
Feminisme biasanya lebih dikenal dengan
istilah emansipasi yang asal katanya dari Bahasa latin yang artinya Perempuan. Feminism
merupakan Gerakan Perempuan yang menuntut kesamaan atau keadilan hak antara
pria dan Wanita yang biasa disebut pula dengan istilah gender.
Feminisme memiliki tiga komponen penting
yaitu:
Pertama, sebuah keyakinan yang mempercayai
bahwa tidak ada perbedaan yang berdasarkan seks, yang menentang adanya hirarkis
antara jenis kelamin perempuan dan laki-laki. Persamaan hak hendaknya berada
pada kuantitas dan kualitas.
Kedua, sebuah pengakuan bahwa dalam masyarakat
telah terjadi konstruksi sosial yang sangat merugikan kaum perempuan.
Ketiga, feminisme menggugat perbedaan yang
mencapuradukan antara seks dan gender, yang mana perempuan dijadikan sebagai
kelompok tersendiri dalam masyarakat yang menyepelekan keberadaan perempuan di
dalam masyarakat.
5. Konsep keluarga dalam perspektif postmodernisme
Postmodernisme merupakan sebuah pandangan
dan sebuah kerangka berfikir yang selalu berkaitan dengan sikap serta cara
berfikir yang akan sangat mempengaruhi perkembangan kebudayaan manusia.
lahirnya paham tentang postmodernisme tidak terlepas dari paham modernisme.
Dalam pandangan postmodernisme keluarga
merupakan sebuah wadah untuk melatih serta mengajarkan anak tentang pendidikan moral
serta melatih untuk anak bagaimana cara berfikir dari manusia postmodernisme. Manusia
postmodernisme selalu mengutamakan pengetahuan mengenai seni dan estetika. Selain
itu manusia postmodernisme adalah manusia tanpa agama, sejarah dan filsafat melainkan
manusia yang memiliki teknollogi, sekuler dan kontemporer. Pendidikan moral
anak dalam budaya atau konsep postmodernisme harus dikembangkan sehingga di
dalam sebuah keluarga tidak hanya menjaga dan mewujudkan model pendidikan tradisional
saja. Di dalam sebuah keluarga peran pendidikan orang tua harus lebih membuka diri
kepada kemajuan teknologi yang ada pada zaman ini, sehingga keluarga harus
merubah model atau cara pendidikan moral pada anak yang berhubungan dengan
keadaan sekarang ini.
6. Konsep keluarga dalam perspektif Islam
Konsep keluarga dalam Islam berangkat dari
hukum perkawinan. Ia merupakan suatu ikatan yang mempertemukan dua manusia
menjadi pasangan suami-istri. Dari sini kemudian muncul istilah keluarga. Dengan
demikian, konsep keluarga dalam Islam tidak lain merupakan konsep perkawinan
dalam hukum Islam.
Menurut Sayuti Thalib, perkawinan adalah suatu
perjanjian yang suci kuat dan kokoh untuk hidup bersama secara sah antara
seorang laki-laki dengan seorang perempuan guna membentuk keluarga yang kekal,
santun-menyantuni, kasih mengasihi, tentaram dan bahagia.
Menurut Hazairin, perkawinan adalah hubungan
seksual sehingga tidak ada perkawinan apabila tidak ada hubungan seksual.
Menurut Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 pasal 1, perkawinan adalah
ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami
istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal
berdasarkan ketuhanan yang maha Esa.
Menurut Zakiyah Darajat, tujuan perkawinan antara lain: 1)
mendapatkan dan melangsungkan keturunan; 2) memenuhi hajat manusia dalam
menyalurkan syahwatnya dan menumpahkan kasih sayangnya; 3) memenuhi panggilan
agama serta memelihara diri dari kejahatan dan kerusakan; 4) menumbuhkan
kesungguhan untuk bertanggungjawab menerima hak dan kewajiban
bersungguh-sungguh untuk memperoleh harta yang halal; 5) membangun rumah tangga
dalam rangka membentuk masyarakat tentram atas dasar cinta dan kasih sayang.
Ruang Diskusi
Dari berbagai konsep keluarga, bagaimana menurut mu konsep keluarga
yang ideal di era digital saat sekarang ini. Jelaskan !
Penulis : Vijianfaiz,PhD
Pencatatan Perkawinan
12 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   83
Qawaidul Fiqhiyah-bagian Kedua
05 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   155
Pembaharuan dalam Islam
02 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   343
Modern dan Modernisme
27 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   383
Kaidah-Kaidah Qawaidul Fiqhiyah-bagian Pertama
26 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   543
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13547
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4542
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3559
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2937
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2868