Avatar

Vijianfaiz,PhD

Penulis Kolom

371 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Doaku, Doamu dan Doa Kita



Minggu , 19 Juli 2026



Telah dibaca :  165

Beberapa hari ini telinga ku terasa sangat sakit. Sepertinya penyakit kambuh lagi. Jika kambuh, sering kepala “nggliyeng, yeng-yengan” tidak karuan. Saya coba coba pergi ke dokter spesialis telinga. Tutup. Beberapa hari ini, Listrik sering mati. Hidup. Mati lagi. Hidup lagi. Mungkin ini yang menyebabkan dokter tidak buka praktek. Mungkin jika dipaksa buka praktek, lalu Listrik mati lagi bisa membuat alat-alat kedokteran rusak.

Malam sabtu, bagian humas kapolres menelpon ku. Minta agar saya bisa hadir dalam acara pisah sambut atau kenal pamit. Dari kapolres lama-AKBP Aldi Alfa Faroqi,SH, S.I.K, M.H ke- kapolres baru -AKBP Gede Prasetya Adi Sasmita S.I.K.


Saya menyanggupi jika kondisi memungkinkan bisa berangkat ke acara tersebut. Lagian, saya pun sudah lama tidak main-main ke Kapolres.

Acara cukup padat. Sekitar jam 09.30 menit prosesi tepuk tepung tawar. Saya sebagai penutup, sekaligus memimpin doa. Kata bupati kepada ku: “baru kali ini, pak kyai suara nya terdengar”. Kata ketua DPRD: “waktu pak kyai doa, saya amin-amin saja”. Saya pun menjawab dengan santai: “doa bukan pada keras atau lembutnya pak ketua DPRD, tapi pada “amin” nya”. Kami pun sama-sama tertawa.

Apa yang saya panjatkan pada doa tersebut. Saya berdoa tidak banyak banyak. Pendek saja. Doa kebaikan di dunia dan akherat. doa sapu jagat. Sebab pada hakikatnya, semua manusia ingin bahagia di dunia dan akherat. Apa artinya banyak harta tidak bahagia, jadi pejabat terbayang-bayang rasa takut, jadi pemimpin peragu, jadi manager stress. Lalu apa hidup jika semua fasilitas hidup serba ada, tapi tidak bahagia.

Bagi sebagian orang-apalagi saat sekarang ini-melihat institusi seperti Polri, TNI, Jaksa atau apalah seperti atau seolah-olah tidak jelas arah dalam penegakan hukum. Para ahli hukum dan para pengamat mengatakan demikian. Kita bisa menyaksikan semua berita di media online.

Namun saya tetap berprinsip pada nasihat orang tua, bahwa di setiap institusi selalu saja ada orang-orang baik yang bersih dan mempunyai komitmen untuk kebaikan institusi, masyarakat, bangsa dan negara. tidak adil jika menuduh semua nya bejat. Dan tidak adil juga kalau ketidakbenaran diputarbalikan menjadi baik dan benar. Kita harus belajar proposional dalam melihat realita kehidupan.

Saya berpegang teguh pada nasehat ayah ku. Nasehat ayah, kamu harus mendoakan kebaikan kepada siapa saja. Termasuk orang yang membenci mu. Berat. tapi setelah saya pikir, ada benar nya. Buat apa kita mendoakan keburukan kepada orang lain, itu sama mendoakan keburukan untuk diri sendiri. Karena itu, berdoa kebaikan tidak ada salah sama sekali. 

Bisa jadi, ayah ku menggunakan dasar Surat Al-Hasyr ayat 10 sebagai berikut: “Orang-orang yang datang sesudah mereka (muhajirin dan ansor) berdoa, “Ya Tuhan kami, ampunilah kami serta saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu daripada kami dan janganlah engkau jadikan dalam hati kami kedengkian terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penyantun Lagi Maha Penyayang”

Bahkan doa kebaikan juga dipanjatkan kepada orang-orang yang belum beriman agar mereka mendapat hidayah dan kebaikan. Termasuk kebaikan dalam menjalankan tugas nya bisa amanah dan adil.


Hadist yang diriwayatkan oleh Anas. r.a bahwa Nabi Muhammad pernah minta tolong menimba air lalu ada orang yahudi menimbakannya untuk Nabi. Beliau lalu mendoakannya: jammalakallah (Semoga Allah menjadikanmu tampan selalu). Maka, orang yahudi sampai meninggal dunia tidak kelihatan uban tumbuh di kepalanya.

Tentu saja tradisi berdoa merupakan bagian dari ritual ibadah yang sangat dianjurkan oleh Allah SWT. Bahkan sholat sebenarnya kumpulan doa. Dari sini, saya memahami orang yang senantiasa berdoa menunjukan kehambaan diri yang sangat mendalam. Ia mengakui diri bahwa hanya Allah lah yang menjadi sumber segala cinta dan kebahagiaan.

Saya teringat firman Allah SWT: “ Dan Tuhan mu berfirman, “Berdoalah kepada-ku, niscaya akan aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk Neraka Jahanan dalam keadaan hina dina”.

Mungkin kita hidup sepanjang hayat tidak akan berubah status. Jika anda seorang pendidik, selama nya mungkin jadi pendidik. Jika anda pejabat, juga tetap pejabat. Pengusaha, tetap jadi pengusaha. Masyarakat biasa selama bisa jadi Masyarakat biasa.

Namun doa membedakan kualitas hidup dalam pandangan Allah. Orang yang berdoa dan yang tidak berdoa secara fisik sangat sulit dibedakan. Tapi Allah sangat menyayangi orang yang selalu minta kepada-Nya. Dari sinilah, Allah akan menunjukan keajaiban-keajaiban hidup yang tidak dipunyai oleh orang-orang yang tidak pernah meminta kepada-Nya. Keajaiban-keajaiban ini yang hanya diketahui oleh orang yang senantiasa mendekat dan berdoa kepada-Nya.



Penulis : Vijianfaiz,PhD


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Efisiensi Nafsu
15 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   232

Kejamnya Ibu Tiri Tidak Sekejam Idul Fitri ?
26 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   203

Amalan Di Ujung Ramadhan
18 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   251

Puasa Padi dan Pakis
15 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   326

Kisah Pemberi Takjil Menjadi Ahli Surga
09 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   163

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      14056


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      5093


Dalil Berdoa Untuk Mayit
Minggu , 11 Mei 2025      5001


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      3765