
Beberapa hari ini telinga ku terasa sangat
sakit. Sepertinya penyakit kambuh lagi. Jika kambuh, sering kepala “nggliyeng,
yeng-yengan” tidak karuan. Saya coba coba pergi ke dokter spesialis
telinga. Tutup. Beberapa hari ini, Listrik sering mati. Hidup. Mati lagi. Hidup
lagi. Mungkin ini yang menyebabkan dokter tidak buka praktek. Mungkin jika
dipaksa buka praktek, lalu Listrik mati lagi bisa membuat alat-alat kedokteran
rusak.
Malam sabtu, bagian humas kapolres menelpon ku. Minta agar saya bisa hadir dalam acara pisah sambut atau kenal pamit. Dari kapolres lama-AKBP Aldi Alfa Faroqi,SH, S.I.K, M.H ke- kapolres baru -AKBP Gede Prasetya Adi Sasmita S.I.K.

Saya menyanggupi jika kondisi memungkinkan
bisa berangkat ke acara tersebut. Lagian, saya pun sudah lama tidak main-main
ke Kapolres.
Acara cukup padat. Sekitar jam 09.30 menit
prosesi tepuk tepung tawar. Saya sebagai penutup, sekaligus memimpin doa. Kata
bupati kepada ku: “baru kali ini, pak kyai suara nya terdengar”. Kata ketua DPRD: “waktu pak kyai doa, saya amin-amin saja”. Saya pun menjawab dengan
santai: “doa bukan pada keras atau lembutnya pak ketua DPRD, tapi pada “amin”
nya”. Kami pun sama-sama tertawa.
Apa yang saya panjatkan pada doa tersebut. Saya berdoa tidak banyak banyak. Pendek saja. Doa kebaikan di dunia dan
akherat. doa sapu jagat. Sebab pada hakikatnya, semua manusia ingin bahagia di
dunia dan akherat. Apa artinya banyak harta tidak bahagia, jadi pejabat
terbayang-bayang rasa takut, jadi pemimpin peragu, jadi manager stress. Lalu
apa hidup jika semua fasilitas hidup serba ada, tapi tidak bahagia.
Bagi sebagian orang-apalagi saat sekarang
ini-melihat institusi seperti Polri, TNI, Jaksa atau apalah seperti atau seolah-olah tidak jelas
arah dalam penegakan hukum. Para ahli hukum dan para pengamat mengatakan
demikian. Kita bisa menyaksikan semua berita di media online.
Namun saya tetap berprinsip pada nasihat
orang tua, bahwa di setiap institusi selalu saja ada orang-orang baik yang bersih
dan mempunyai komitmen untuk kebaikan institusi, masyarakat, bangsa dan negara. tidak adil jika menuduh semua nya bejat. Dan tidak adil juga kalau ketidakbenaran diputarbalikan menjadi baik dan benar. Kita harus belajar proposional dalam melihat realita kehidupan.
Saya berpegang teguh pada nasehat ayah ku. Nasehat ayah, kamu harus mendoakan kebaikan kepada siapa saja. Termasuk orang yang membenci mu. Berat. tapi setelah saya pikir, ada benar nya. Buat apa kita mendoakan keburukan kepada orang lain, itu sama mendoakan keburukan untuk diri sendiri. Karena itu, berdoa kebaikan tidak ada salah sama sekali.
Bisa jadi, ayah ku menggunakan dasar Surat Al-Hasyr ayat 10 sebagai berikut: “Orang-orang
yang datang sesudah mereka (muhajirin dan ansor) berdoa, “Ya Tuhan kami,
ampunilah kami serta saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu
daripada kami dan janganlah engkau jadikan dalam hati kami kedengkian terhadap
orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha
Penyantun Lagi Maha Penyayang”
Bahkan doa kebaikan juga dipanjatkan kepada orang-orang yang belum beriman agar mereka mendapat hidayah dan kebaikan. Termasuk kebaikan dalam menjalankan tugas nya bisa amanah dan adil.

Hadist yang diriwayatkan oleh Anas. r.a
bahwa Nabi Muhammad pernah minta tolong menimba air lalu ada orang yahudi
menimbakannya untuk Nabi. Beliau lalu mendoakannya: jammalakallah
(Semoga Allah menjadikanmu tampan selalu). Maka, orang yahudi sampai meninggal
dunia tidak kelihatan uban tumbuh di kepalanya.
Tentu saja tradisi berdoa merupakan bagian
dari ritual ibadah yang sangat dianjurkan oleh Allah SWT. Bahkan sholat sebenarnya
kumpulan doa. Dari sini, saya memahami orang yang senantiasa berdoa menunjukan
kehambaan diri yang sangat mendalam. Ia mengakui diri bahwa hanya Allah lah
yang menjadi sumber segala cinta dan kebahagiaan.
Saya teringat firman Allah SWT: “ Dan Tuhan
mu berfirman, “Berdoalah kepada-ku, niscaya akan aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya
orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk Neraka Jahanan dalam
keadaan hina dina”.
Mungkin kita hidup sepanjang hayat tidak
akan berubah status. Jika anda seorang pendidik, selama nya mungkin jadi
pendidik. Jika anda pejabat, juga tetap pejabat. Pengusaha, tetap jadi
pengusaha. Masyarakat biasa selama bisa jadi Masyarakat biasa.
Namun doa membedakan kualitas hidup dalam
pandangan Allah. Orang yang berdoa dan yang tidak berdoa secara fisik sangat
sulit dibedakan. Tapi Allah sangat menyayangi orang yang selalu minta kepada-Nya.
Dari sinilah, Allah akan menunjukan keajaiban-keajaiban hidup yang tidak
dipunyai oleh orang-orang yang tidak pernah meminta kepada-Nya. Keajaiban-keajaiban
ini yang hanya diketahui oleh orang yang senantiasa mendekat dan berdoa
kepada-Nya.
Penulis : Vijianfaiz,PhD
Efisiensi Nafsu
15 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   232
Kejamnya Ibu Tiri Tidak Sekejam Idul Fitri ?
26 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   203
Amalan Di Ujung Ramadhan
18 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   251
Puasa Padi dan Pakis
15 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   326
Kisah Pemberi Takjil Menjadi Ahli Surga
09 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   163
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      14056
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      5093
Dalil Berdoa Untuk Mayit
Minggu , 11 Mei 2025      5001
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      4167
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      3765