
Diantara amalan Nabi Muhammad SAW memasuki
akhir bulan Ramadhan memperbanyak amal ibadah dan amal sholeh. Aisyah mengatakan,
“Rasulullah selalu i’tikaf di sepuluh akhir malam Ramadhan sampai beliau wafat”.
(HR. Bukhari). Hadist lain, “Rasulullah orang yang paling dermawan dan Rasulullah
semakin dermawan saat di bulan Ramadhan” (HR. Bukhari).
Dua hadist tersebut menggambarkan pola
hidup yang seimbang antara kesholehan individual dan sosial. Nabi Muhammad adalah
gambaran nyata. Waktu di malam hari sering dihabiskan untuk mendekatkan diri
kepada Allah. Pada berbagai kesempatan, baik di malam hari maupun di siang
hari, ia pun memberikan sebagian rezekinya. Bahkan semakin mendekati akhir
bulan Ramadhan, semakin memperbanyak memberi bantuan kepada orang-orang yang
sedang membutuhkan bantuan. Terutama golongan fakir dan miskin.
Sore hari ini -18 Maret 2026- saya menemani
para kyai dan ustadz menyalurkan beberapa bantuan dari sebagian warga nahdiyin.
Kami hanya menyaksikan saja saudara Muhammad Arif, M.Kom -Ketua LAZISNU atau NU Care Kabupaten Kepulauan Meranti-
menyerahkan bantuan kepada salah satu warga yang terkena musibah- rumah
terbakar. Ini bentuk bantuan secara sukarela dan spontanitas. Waktu sangat
singkat. Alhamdulillah, dalam waktu relatif singkat terkumpul sebanyak Rp. 6000,000,00.
Jumlah tersebut punya ukuran relatif. Bagi orang
yang berlebih harta mungkin terlihat kecil. Bagi orang yang sedang membutuhkan,
tentu saja jumlah tersebut sangat bermanfaat untuk membeli keperluan hidup
menjelang hari raya idul fitri.
Nabi Muhammad saw bersabda: “Cukupkanlah
mereka (orang miskin) dari meminta-minta pada hari ini.” (HR.
Ad-Daruquthni).
Bulan Ramadhan merupakan bulan kecerdasan kolektif.
Bulan Ramadhan bukan hanya cerdas secara intelektual memahami ayat-ayat Allah
dan hadist- hadist nabi, tapi juga harus dibarengi dengan kecerdasan spiritual
yaitu menjadikan bertambah yakin akan rahmat, karunia, dan ampunan Allah. Kedua
kecerdasan tersebut akan mandul jika tidak dibareng kecerdasan sosial. Bahwa kedekatan
kita kepada Allah tidak berfungsi dengan baik jika tidak diimbangi dengan kepedulian
kita kepada saudara-saudara kita yang sedang membutuhkan uluran tangan.
Mereka membutuhkan uluran tangan. Besar kecil
adalah relatif. Tapi ketulusan membantu mereka merasakan hidup mendapatkan
penghargaan dan pengakuan dari orang lain. perhatian kita telah membuat mereka
bisa hidup lebih semangat dalam berbagai macam ujian dan lebih merasakan
kehadiran saudara-saudara atau tetangga laksana seperti saudaranya sendiri.
Islam mengajarkan filosofis puasa bahwa
kita tidak mempunyai apa-apa. Kita tidak bisa apa-apa saat kita berpuasa. Kita tidak
bisa makan dan minum meskipun itu halal. Kita bisa melihat di depan mata
kita-bahkan kita sendiri-tidak bisa berbuat apa-apa Ketika Allah memerintah
berpuasa. Siapapun kita, kaya atau miskin, pejabat maupun rakyat biasa semua
harus menjalankan ibadah puasa dengan segala aturan yang melekatnya.
Ternyata kita hakikatnya tidak punya
apa-apa. Saat puasa, yang kaya dan miskin merasakan lapar dan minum yang super
dahsyat. Semua sama-sama menunggu bunyi sirine sebagai pertanda telah masuk
waktu berbuka puasa. Dan saat berbuka puasa, satu gelas air putih sangat
berharga sekali bagi orang-orang yang berpuasa. Baik orang kaya dan miskin,
sama-sama membutuhkan satu jenis minuman yang menyehatkan badan yaitu air putih
atau air jernih.
Filosofis puasa yang demikian demokratis
ini sebenarnya wujud dari kesetaraan manusia dalam pandangan Tuhan. Mereka berbeda
dalam takwa nya. orang yang bertakwa dalam bulan puasa ditandai pada dua hal “iman”
dan “ikhtisaban”. Dua kata kunci ini menjadi persyaratan tentang amal ibadah
dan amal sholeh diterima oleh Allah SWT.
Sebagai penutup, kita berharap semoga kegiatan
amal sosial yang sederhana ini bagian dari ibadah dan amal sholeh yang memenuhi
dua kata kunci tersebut. Semoga kita senantisa bisa membahagiakan orang lain
atau memberi manfaat kebaikan bagi orang lain.
Penulis : Imam Ghozali
Efisiensi Nafsu
15 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   110
Kejamnya Ibu Tiri Tidak Sekejam Idul Fitri ?
26 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   146
Puasa Padi dan Pakis
15 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   291
Kisah Pemberi Takjil Menjadi Ahli Surga
09 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   126
Nisfu Sya’ban, Dari Spiritual Hingga Pesan Moral
02 Februari 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   349
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13550
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4544
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3560
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2940
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2870