
Pada diri manusia ada naluri beragama (homo religius).
Naluri tersebut merupakan desain ciptaan Allah kepada manusia. Meskipun ia
tidak atau belum mendapatkan dakwah atau penyampaian ajaran-ajaran Tuhan,
manusia selalu membutuhkan hal-hal yang bersifat spiritual dalam upaya
menyelesaikan masalah atau menemukan kebahagiaan sejati. Naluri ini yang
kemudian melahirkan suatu keyakinan-keyakinan atas berbagai kekuatan yang
diyakini sebagai perantara bertemu dengan Tuhan seperti batu-batuan,
pohon-pohon besar, roh-roh yang kemudian terkenal dengan aliran animisme
dan dinamisme.
Naluri beragama pada diri manusia sebenarnya telah dijelaskan dalam
ajaran Islam. Q.S. Al-A’raf ([7]:172) sebagai berikut:
وَاِذْ اَخَذَ
رَبُّكَ مِنْۢ بَنِيْٓ اٰدَمَ مِنْ ظُهُوْرِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَاَشْهَدَهُمْ
عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْۚ اَلَسْتُ بِرَبِّكُمْۗ قَالُوْا بَلٰىۛ شَهِدْنَاۛ اَنْ
تَقُوْلُوْا يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اِنَّا كُنَّا عَنْ هٰذَا غٰفِلِيْنَۙ ١٧٢
Artinya:
(Ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari tulang punggung anak
cucu Adam, keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksiannya terhadap diri
mereka sendiri (seraya berfirman), “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab,
“Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi.” (Kami melakukannya) agar pada hari
Kiamat kamu (tidak) mengatakan, “Sesungguhnya kami lengah terhadap hal ini,”
Allah kemudian menurunkan para Nabi dan Rasul untuk membimbing
manusia tentang ajaran-ajaran Tuhan -syariat Islam – dalam kurun waktu sangat
panjang. Mulai dari Nabi Adam AS hingga Nabi Muhammad SAW. seluruh Utusan Allah
-Rasulullah -mengajarkan tentang urgensi meng-Esa-kan Allah -bertauhid
-, beribadah kepada-Nya dan kehidupan bermasyarakat. Agama
hadir sebagai problem solving kegelisahan manusia akan kebutuhan jiwa dan
menata kebutuhan bersifat jasmaniah dan sosial masyarakat
Pengertian agama dalam kajian ilmu pengetahuan berbeda-beda
penyebutannya antara lain religion (Inggris), religie (Belanda),
dan dien (Arab). Arti agama dalam bahasa latin mengumpulkan dan membaca.
Ini berarti bahwa agama mempunyai arti bentuk kumpulan mengabdi kepada Tuhan
dan cara-cara nya telah diatur dalam Kitab Suci
Agama sangat penting untuk manusia, karena ia berbeda dari makhluk Tuhan
lainnya seperti hewan dan tumbuh-tumbuhan. Pada diri manusia ada anggota tubuh
seperti mata, telinga, kepala, leher dan lain-lain. Selain itu ada juga jiwa.
Jadi manusia ada jiwa dan raga atau jasmani dan ruhani. Kedua unsur tersebut
merupakan wujud manusia sebagaimana dierangkan dalam Q.S. Al-Sajadah ([32]:7-9)
sebagai berikut:
الَّذِيْٓ
اَحْسَنَ كُلَّ شَيْءٍ خَلَقَهٗ وَبَدَاَ خَلْقَ الْاِنْسَانِ مِنْ طِيْنٍ ٧
ثُمَّ جَعَلَ
نَسْلَهٗ مِنْ سُلٰلَةٍ مِّنْ مَّاۤءٍ مَّهِيْنٍۚ ٨
ثُمَّ سَوّٰىهُ
وَنَفَخَ فِيْهِ مِنْ رُّوْحِهٖ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْاَبْصَارَ
وَالْاَفْـِٕدَةَۗ قَلِيْلًا مَّا تَشْكُرُوْنَ ٩
Artinya:
(Dia juga)
yang memperindah segala sesuatu yang Dia ciptakan dan memulai penciptaan
manusia dari tanah.Kemudian, Dia menjadikan keturunannya dari sari pati air
yang hina (air mani).Kemudian, Dia menyempurnakannya dan meniupkan roh
(ciptaan)-Nya ke dalam (tubuh)-nya. Dia menjadikan pendengaran, penglihatan,
dan hati nurani untukmu. Sedikit sekali kamu bersyukur.
Pada Q.S.
Al-Baqarah ([2]:30) merupakan fungsi manusia dalam kehidupan di dunia yang
mempunyai tugas menciptakan peradaban sebagai berikut:
وَاِذْ قَالَ
رَبُّكَ لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ ِانِّيْ جَاعِلٌ فِى الْاَرْضِ خَلِيْفَةًۗ قَالُوْٓا
اَتَجْعَلُ فِيْهَا مَنْ يُّفْسِدُ فِيْهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاۤءَۚ وَنَحْنُ
نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَۗ قَالَ اِنِّيْٓ اَعْلَمُ مَا لَا
تَعْلَمُوْنَ ٣٠
Artinya:
(Ingatlah)
ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Aku hendak menjadikan khalifah
di bumi.” Mereka berkata, “Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak
dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan
menyucikan nama-Mu?” Dia berfirman, “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak
kamu ketahui.”
Dari dua ayat
tersebut ada beberapa yang membedakan manusia dengan makhluk lain yaitu: Pertama,
manusia mempunyai unsur al-ruh. Kata al-ruh dalam al-qur’an mempunyai 4 makna
yang diungkakan dalam konteks yang berbeda. 1. Al-Ruh mempunyai makna rahmat
atau kasih sayang, seperti yang terdapat dalam surah Yusuf ayat (12) dan ayat
(87). 2 dengan makna Jibril, seperti yang terdapat dalam surat al-Baqarah ayat
(87) dan ayat (253). 3 dengan makna wahyu, seperti yang terdapat dalam surat
an-Nahl ayat (2). 4 makna ruh berasal dari Allah seperti dalam surat al-Anbiya
ayat (21).
Kedua, manusia
mempunyai unsur al-nafs. Al-Qur’an menggunakan kata al-nafs tiga bentuk kata:
al-nafs, al-anfus dan al-nufus. Al-nafs menurut Ibnu Zakariya mempunyai arti
segala sesuatu yang dapat memberikan kelapangan dari kesulitan. Kata al-nafs
artinya bernafas. Orang bernafas jika darah masih bisa mengalir. Jika tidak
bisa mengalir maka manusia tidak bisa bernafas. Al-nafs juga mempunyai arti
jasad atau badan.
Ketiga, manusia
mempunyai unsur al-qalb mempunyai arti hati. kata ini mempunyai makna yaitu:
fu’ad, akal, inti dan pengalaman atau ilmu. dalam Al-Qur’an selain kata
al-qalb, ada istilah al-fu’ad dan al-af’idah. Al-qalbu sebagai unsur ruhani
mempunyai dua makna, yaitu kalbu sebagai hakikat manusia dan kalbu sebagai
kekuatan bagi hakikat tersebut.
sebagaimana juga akal, ada akal yang diartikan kepada hakikat manusia dan ada
pula akal sebagai kekuatan ruhani.
Keempat, al-aql yang
mempunyai arti budi atau fikiran. Al-aql merupakan kekuatan yang sedia ada
untuk menerima ilmu. Al-aql merupakan subyek yang berfikir yang merupakan
proses memahami pada diri manusia
Keempat unsur
pada diri manusia tersebut di atas menunjukan bahwa manusia mempunyai
kesempurnaan sebagai makhluk Allah yang paling sempurna dengan melihat dari
beberapa unsur sebagai berikut: pertama, manusia pada dirinya ada ruh sebagai
unsur spiritual yang menjadi tempat manusia bisa menerima kebenaran wahyu. Ia sebagai
tempat yang suci pada diri manusia yang secara hakikatnya yang mengetahui hanya
Allah SWT. Kedua, manusia mempunyai unsur al-nafs sebagai simbol
kehidupan manusia yang dinamis secara fisik dengan dilengkapi nafs dan darah
sebagai simbol kehidupan manusia secara fisik. Kedua unsur yang kemudian
menggerakan aktivitas manusia dan merespon senang dan tidak senang, suka dan
tidak suka baik yang terjadi pada diri manusia itu sendiri maupun unsur dari
luar. Ketiga, hati yang secara simbolik sebagai kekuatan ruhani sebagai
tempat kebenaran bersifat ruhaniah dan hakikat dari manusia itu sendiri. Keempat,al-aql
sebagai simbol kemampuan manusia berfikir dan melakukan inovasi-inovasi akal
pikiran dan jalan untuk menemukan suatu kebenaran-kebenaran baik bersifat inderawi
maupun ruhani.
Ruang Diskusi:
Jelaskan perbedaan
pengertian manusia beragama (homo religius) menurut Islam dan pengertian manusia menurut ilmu
pengetahuan!
Penulis : Vijianfaiz,PhD
MAHARANI FAHIRA ASFE
Menurut Islam, manusia adalah makhluk yang sempurna dengan unsur jasmani dan ruhani yang secara fitrah memiliki naluri beragama sebagai bukti hubungan yang melekat sejak awal dengan Allah. Manusia diciptakan untuk beribadah, Sedangkan ilmu pengetahuan memandang manusia sebagai makhluk biologis dan sosial yang berkembang melalui proses alamiah, dengan agama sebagai salah satu aspek budaya dan psikologis yang muncul dari kebutuhan manusia
najwa risna putri
Dalam Islam, manusia dianggap sebagai makhluk yang memiliki dimensi spiritual dan fisik. Manusia diciptakan oleh Allah SWT dengan tujuan untuk beribadah dan mengenal Allah. Manusia memiliki potensi untuk menjadi makhluk yang paling mulia dengan menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Dalam ilmu pengetahuan, manusia dianggap sebagai makhluk biologis yang merupakan hasil evolusi dari makhluk lainnya. Manusia dipelajari dari berbagai aspek, seperti anatomi, fisiologi, psikologi, dan sosiologi.
BAMBANG PURNOMO
1.Jelaskan perbedaan pengertian manusia beragama (homo religius) menurut Islam? JAWABAN Pada diri manusia ada naluri beragama (homo religius). Naluri tersebut merupakan desain ciptaan Allah kepada manusia. Meskipun ia tidak atau belum mendapatkan dakwah atau penyampaian ajaran-ajaran Tuhan, manusia selalu membutuhkan hal-hal yang bersifat spiritual dalam upaya menyelesaikan masalah atau menemukan kebahagiaan sejati. Naluri ini yang kemudian melahirkan suatu keyakinan-keyakinan atas berbagai kekuatan yang diyakini sebagai perantara bertemu dengan Tuhan seperti batu-batuan, pohon-pohon besar, roh-roh yang kemudian terkenal dengan aliran animisme dan dinamisme. 2.pengertian manusia menurut ilmu pengetahuan! JAWABAN Pengertian agama dalam kajian ilmu pengetahuan berbeda-beda penyebutannya antara lain religion (Inggris), religie (Belanda), dan dien (Arab). Arti agama dalam bahasa latin mengumpulkan dan membaca. Ini berarti bahwa agama mempunyai arti bentuk kumpulan mengabdi kepada Tuhan dan cara-cara nya telah diatur dalam Kitab Suci (Shodikin, 2003). Dalam Islam Kitab Suci berupa Al-Qur’an. Sedangkan sumber hukum nya ada tiga yaitu Al-Qur’an, As-Sunnah dan Ijtihad (Ijma’ dan Qiyas).
Taufik Hidayat
Menurut islam manusia adalah makhluk jasmani & rohani yg berorientasi kepada dunia dan akhirat, sedangkan menurut ilmu pengetahuan manusia adalah makhluk biologis dan sosial yg berorientasi kepada duniawi
MUHAMMAD HIDAYAT
Jelaskan perbedaan pengertian manusia beragama (homo religius) menurut Islam dan pengertian manusia menurut ilmu pengetahuan! jawaban:manusia ada naluri beragama (homo religius). Naluri tersebut merupakan desain ciptaan Allah kepada manusia. Meskipun ia tidak atau belum mendapatkan dakwah atau penyampaian ajaran-ajaran Tuhan, manusia selalu membutuhkan hal-hal yang bersifat spiritual dalam upaya menyelesaikan masalah atau menemukan kebahagiaan sejati. Naluri ini yang kemudian melahirkan suatu keyakinan-keyakinan atas berbagai kekuatan yang diyakini sebagai perantara bertemu dengan Tuhan seperti batu-batuan, pohon-pohon besar, roh-roh yang kemudian terkenal dengan aliran animisme dan dinamisme. dan menurut ilmu pengetahuan ialah Pengertian agama dalam kajian ilmu pengetahuan berbeda-beda penyebutannya antara lain religion (Inggris), religie (Belanda), dan dien (Arab). Arti agama dalam bahasa latin mengumpulkan dan membaca. Ini berarti bahwa agama mempunyai arti bentuk kumpulan mengabdi kepada Tuhan dan cara-cara nya telah diatur dalam Kitab Suci (Shodikin, 2003). Dalam Islam Kitab Suci berupa Al-Qur’an. Sedangkan sumber hukum nya ada tiga yaitu Al-Qur’an, As-Sunnah dan Ijtihad (Ijma’ dan Qiyas).
Fitra nur annisa
•menurut islam manusia beragama homo religius karena naluri atau fitrah yang sudah diciptakan allah sejak awal meskipun belum mendapat dakwah manusia selalu membutuhkan hal hal spiritual untuk menyelesaikan masalah dan mencari kebahagiaan sejati hal ini ditegaskan dalam qs al a’raf ayat 172 bahwa manusia sejak awal bersaksi bahwa allah adalah tuhannya jadi agama adalah fitrah bawaan dari allah •menurut ilmu pengetahuan pengertian agama disebut dengan istilah religion inggris religie belanda dan dien arab dalam bahasa latin berarti mengumpulkan dan membaca yaitu bentuk kumpulan pengabdian kepada tuhan ilmu pengetahuan melihat manusia sebagai makhluk jasmani dan rohani jiwa dan raga yang membutuhkan agama sebagai sarana mengatur kehidupan sosial memenuhi kebutuhan spiritual dan menata jasmani rohani
Aulia Muthma Innah
Jelaskan perbedaan pengertian manusia beragama (homo religius) menurut Islam dan pengertian manusia menurut ilmu pengetahuan! 1. Manusia beragama menurut Islam manusia ada naluri beragama (homo religius). Naluri tersebut merupakan desain ciptaan Allah kepada manusia. Meskipun ia tidak atau belum mendapatkan dakwah atau penyampaian ajaran-ajaran Tuhan, manusia selalu membutuhkan hal-hal yang bersifat spiritual dalam upaya menyelesaikan masalah atau menemukan kebahagiaan sejati. Naluri ini yang kemudian melahirkan suatu keyakinan-keyakinan atas berbagai kekuatan yang diyakini sebagai perantara bertemu dengan Tuhan seperti batu-batuan, pohon-pohon besar, roh-roh yang kemudian terkenal dengan aliran animisme dan dinamisme. 2. Manusia beragama menurut ilmu pengetahuan Pengertian agama dalam kajian ilmu pengetahuan berbeda-beda penyebutannya antara lain religion (Inggris), religie (Belanda), dan dien (Arab). Arti agama dalam bahasa latin mengumpulkan dan membaca. Ini berarti bahwa agama mempunyai arti bentuk kumpulan mengabdi kepada Tuhan dan cara-cara nya telah diatur dalam Kitab Suci (Shodikin, 2003). Dalam Islam Kitab Suci berupa Al-Qur’an. Sedangkan sumber hukum nya ada tiga yaitu Al-Qur’an, As-Sunnah dan Ijtihad (Ijma’ dan Qiyas).
Difa Juita Fahira
menurut Islam, manusia beragama (homo religius) dipahami sebagai makhluk ciptaan Allah yang sejak awal telah dibekali fitrah untuk mengenal, menyembah, dan mengabdi kepada-Nya serta menjalankan peran sebagai khalifah di bumi, sedangkan menurut ilmu pengetahuan, manusia dipandang terutama sebagai makhluk biologis, psikologis, dan sosial yang berkembang melalui proses evolusi, berakal budi, bekerja, dan berinteraksi dalam masyarakat tanpa menitikberatkan pada aspek ketuhanan atau dimensi spiritual.
Kafka Fatih Alhabsyi
perbedaan antara nya adalah Islam memandang manusia sebagai makhluk yang secara naluri religius, menjadikan spiritualitas sebagai bagian esensial dari eksistensinya sebuah karakter yang diberikan oleh sang pencipta, sedangkan menurut ilmu pengetahuan memandang manusia sebagai makhluk rasional, sosial, dan empiris yang eksistensinya dapat diteliti dan dijelaskan melalui data, otak, interaksi, dan perilaku, tanpa secara eksplisit mengutamakan dimensi keagamaan atau spiritual
Ox'sta fia ramadani
Jelaskan perbedaan pengertian manusia beragama (homo religius) menurut Islam dan pengertian manusia menurut ilmu pengetahuan! JAWABAN: naluri beragama (homo religius). Naluri tersebut merupakan desain ciptaan Allah kepada manusia. Meskipun ia tidak atau belum mendapatkan dakwah atau penyampaian ajaran-ajaran Tuhan, manusia selalu membutuhkan hal-hal yang bersifat spiritual dalam upaya menyelesaikan masalah atau menemukan kebahagiaan sejati. Naluri ini yang kemudian melahirkan suatu keyakinan-keyakinan atas berbagai kekuatan yang diyakini sebagai perantara bertemu dengan Tuhan seperti batu-batuan, pohon-pohon besar, roh-roh yang kemudian terkenal dengan aliran animisme dan dinamisme. Pengertian agama dalam kajian ilmu pengetahuan berbeda-beda penyebutannya antara lain religion (Inggris), religie (Belanda), dan dien (Arab). Arti agama dalam bahasa latin mengumpulkan dan membaca. Ini berarti bahwa agama mempunyai arti bentuk kumpulan mengabdi kepada Tuhan dan cara-cara nya telah diatur dalam Kitab Suci (Shodikin, 2003). Dalam Islam Kitab Suci berupa Al-Qur’an. Sedangkan sumber hukum nya ada tiga yaitu Al-Qur’an, As-Sunnah dan Ijtihad (Ijma’ dan Qiyas).
RAHMA NUR AZIZAH
Perbedaan pengertian manusia beragama (homo religius) menurut Islam dan ilmu pengetahuan adalah sbb: Menurut Islam: - Manusia memiliki naluri beragama (homo religius) yang merupakan desain ciptaan Allah. - Naluri ini membuat manusia membutuhkan hal-hal spiritual untuk menyelesaikan masalah atau menemukan kebahagiaan sejati. - Agama dalam Islam memiliki sumber hukum yang jelas, yaitu Al-Qur'an, As-Sunnah, dan Ijtihad (Ijma' dan Qiyas). - Tujuan agama dalam Islam adalah untuk meng-Esa-kan Allah (bertauhid), beribadah kepada-Nya, dan menata kehidupan bermasyarakat. Menurut Ilmu Pengetahuan: - Agama diartikan sebagai kumpulan mengabdi kepada Tuhan dan cara-caranya telah diatur dalam Kitab Suci. - Ilmu pengetahuan memandang agama sebagai fenomena sosial dan budaya yang memiliki peran penting dalam kehidupan manusia. - Tidak ada satu definisi tunggal tentang agama dalam ilmu pengetahuan, karena agama dapat dipahami dalam berbagai konteks dan perspektif.
Keysha Dwi julyana
menurut Islam Perbedaannya dengan konsep homo religius lainnya adalah penekanannya pada pengakuan akan keesaan Allah dan pelaksanaan ibadah hanya kepada-Nya, sebagaimana yang dijelaskan dalam Al-Qur'an dan didasarkan pada kesaksian ruh manusia sebelum kelahirannya. Menurut ilmu pengetahuan, manusia adalah spesies primata bipedal (berjalan dengan dua kaki), Homo sapiens, yang memiliki kemampuan kognitif tinggi berkat otak besar yang kompleks. Manusia ditandai dengan berbagai variasi biologis yang dipengaruhi oleh gen dan lingkungan, menunjukkan kemampuan omnivora, penggunaan api, serta kemampuan mengembangkan informasi, bahasa, dan teknologi.
Tirta Nurjanah
pengertian manusia beragama (homo religius) menurut Islam adalah naluri yang diciptakan Allah kepada manusia dari sejak awal.Naluri yang diciptakan digunakan untuk beribadah kepada Allah.Sedangkan di dalam ilmu pengetahuan manusia di anggap makhluk biologis yang memiliki ruh,bisa bernafas,hati,akal atau pikiran yang menunjukkan bahwa manusia memiliki kesempurnaan sebagai makhluk Allah yang paling sempurna.
SINDI
manusia beragama (homo religius) menurut islam ialah kecenderungan manusia untuk percaya dan menyembah tuhan meskipun ia belum mendapatkan dakwah atau penyampaian ajaran ajaran tuhan, manusia selalu membutuhkan hal hal yang bersifat spiritual dalam upaya menyelesaikan masalah atau menemukan kebahagiaan sejati. Naluri ini yang kemudian melahirkan suatu keyakinan-keyakinan atas berbagai kekuatan yang diyakini sebagai perantara bertemu dengan Tuhan seperti batu-batuan, pohon-pohon besar, roh-roh yang kemudian terkenal dengan aliran animisme dan dinamisme. Sedangkan pengertian manusia menurut ilmu pengetahuan adalah makhluk hidup yang berbeda dari makhluk Tuhan lainnya seperti hewan dan tumbuh-tumbuhan. Pada diri manusia ada anggota tubuh seperti mata, telinga, kepala, leher dan lain-lain. Selain itu ada juga jiwa. Jadi manusia ada jiwa dan raga atau jasmani dan rohani Kedua unsur tersebut merupakan wujud manusia. ada beberapa yang membedakan manusia dengan makhluk lain yaitu: Pertama, manusia mempunyai unsur al-ruh, yang mempunyai makna rahmat atau kasih sayang, Kedua manusia mempunyai unsur al-nafs yaitu bernafas, Ketiga, manusia mempunyai unsur al-qalb yang berarti mempunyai arti hati dan yang terakhir al-aql yang mempunyai arti budi atau fikiran. jadi dari bacaan di atas menunjukan bahwa manusia mempunyai kesempurnaan sebagai makhluk Allah yang paling sempurna
TIA NATASYA
• Pengertian Manusia beragama (homo religius) menurut Islam:Manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang memiliki unsur dan daya materi dengan jiwa yang memiliki ciri-ciri berpikir, berakal, dan bertanggung jawab pada Allah. Manusia adalah khalifah di bumi yang memiliki tugas untuk melaksanakan syariat-Nya dan mempertanggungjawabkan amanah yang telah diberikan. •Pengertian Manusia menurut ilmu pengetahuan:ilmu pengetahuan memandang manusia secara lebih objektif dan rasional, mempelajari asal-usul, perkembangan, dan perilakunya melalui bukti dan kenyataan, tanpa mengikatkan diri pada nilai-nilai ketuhanan atau keyakinan spiritual.
TIA NATASYA
• Pengertian Manusia beragama (homo religius) menurut Islam:Manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang memiliki unsur dan daya materi dengan jiwa yang memiliki ciri-ciri berpikir, berakal, dan bertanggung jawab pada Allah. Manusia adalah khalifah di bumi yang memiliki tugas untuk melaksanakan syariat-Nya dan mempertanggungjawabkan amanah yang telah diberikan. •Pengertian Manusia menurut ilmu pengetahuan:ilmu pengetahuan memandang manusia secara lebih objektif dan rasional, mempelajari asal-usul, perkembangan, dan perilakunya melalui bukti dan kenyataan, tanpa mengikatkan diri pada nilai-nilai ketuhanan atau keyakinan spiritual.
DESNI SELVIOLA
Manusia beragama(homo religius) menurut Islam adalah desain ciptaan Allah yang memiliki fitrah spiritual untuk beribadah kepada-Nya, dengan akal dan perasaan yang dibekali untuk memahami serta mengamalkan ajaran ilahi demi mencapai kebaikan dan kebahagiaan dunia akhirat. Naluri beragama pada diri manusia sudah dijelaskan dalam ajaran Islam seperti di surah Q.S Al- A'raf (7:172). Sedangkan dalam ilmu pengetahuan,manusia adalah spesies primata bipedal dengan otak besar dan kompleks yang memungkinkan kemampuan kognitif tinggi,serta ditandai dengan sifat sosial,budaya dan kemampuan berpikir rasional.
KHAIRANI ATIFA SARI
Dalam pandangan Islam, manusia dipahami sebagai makhluk ciptaan Allah SWT yang memiliki fitrah untuk beriman dan menyembah-Nya. Manusia bukan hanya jasmani, tetapi juga memiliki dimensi ruhani berupa akal, hati, dan ruh. Karena itu manusia disebut homo religius, yaitu makhluk yang secara alami membutuhkan agama, mencari makna hidup, dan tujuan akhirnya adalah beribadah kepada Allah. Sedangkan menurut ilmu pengetahuan, manusia dipandang sebagai makhluk biologis (homo sapiens) hasil proses evolusi yang memiliki kemampuan berpikir, berbahasa, mencipta budaya, dan hidup bermasyarakat. Fokusnya adalah pada aspek fisik, psikis, dan sosial manusia tanpa menyinggung dimensi spiritual atau ketuhanan.
Nabila Alzena
Manusia beragama (homo religius) menurut islam dan ilmu pengetahuan terletak pada sumber dan unsur pembentuk manusia. 1. Dalam Islam, konsep homo religius berakar pada wahyu ilahi dan fitrah (naluri bawaan) yang ada sejak penciptaan. Manusia diciptakan dengan dua unsur utama, yaitu jasmani (raga) dan ruhani (jiwa), yang ditiupkan oleh Allah. Naluri tersebut merupakan desain ciptaan Allah kepada manusia. Manusia selalu membutuhkan hal-hal yang bersifat spiritual dalam upaya menyelesaikan masalah atau menemukan kebahagiaan sejati. Naluri ini yang kemudian melahirkan suatu keyakinan-keyakinan atas berbagai kekuatan yang diyakini sebagai perantara bertemu dengan Tuhan seperti batu-batuan, pohon-pohon besar, roh-roh yang kemudian terkenal dengan aliran animisme dan dinamisme. Islam mengajarkan bahwa manusia memiliki hubungan langsung dengan Tuhan dan bertanggung jawab untuk beribadah serta menjalankan peran sebagai khalifah di bumi. 2. Menurut ilmu pengetahuan manusia khususnya sosiologi dan psikologi, memahami homo religius sebagai fenomena sosial dan psikologis yang berkembang dari interaksi manusia dengan lingkungannya. Pandangan ini didasarkan pada observasi empiris dan analisis perilaku, bukan pada konsep supernatural atau ilahi, fokusnya adalah pada aspek fisik dan sosial manusia, tanpa mempertimbangkan dimensi spiritual atau agama. Pengertian agama dalam kajian ilmu pengetahuan berbeda-beda penyebutannya antara lain religion (Inggris), religie (Belanda), dan dien (Arab). Arti agama dalam bahasa latin mengumpulkan dan membaca. Ini berarti bahwa agama mempunyai arti bentuk kumpulan mengabdi kepada Tuhan dan cara-cara nya telah diatur dalam Kitab Suci (Shodikin, 2003). Dalam Islam Kitab Suci berupa Al-Qur’an. Sedangkan sumber hukum nya ada tiga yaitu Al-Qur’an, As-Sunnah dan Ijtihad (Ijma’ dan Qiyas). Agama sangat penting untuk manusia, karena ia berbeda dari makhluk Tuhan lainnya seperti hewan dan tumbuh-tumbuhan. Pada diri manusia ada anggota tubuh seperti mata, telinga, kepala, leher dan lain-lain. Selain itu ada juga jiwa. Jadi manusia ada jiwa dan raga atau jasmani dan ruhani.
Shuja Keira
menurut islam, manusia selalu membutuhkan hal-hal yang bersifat spiritual dalam upaya menyelesaikan masalah atau menemukan kebahagiaan sejati. Manusia beragama (homo religion) berarti manusia yang memiliki kesadaran penuh atas kehadiran tuhan dan berusaha menjauh dari semua larangan. menurut ilmu pengetahuan yaitu, Agama hadir sebagai kegelisahan manusia akan kebutuhan jiwa dan menata kebutuhan bersifat jasmaniah dan sosial masyarakat.
diha ramadani
Baik, ini perbedaan pengertian manusia beragama (homo religius) menurut Islam dan pengertian manusia menurut ilmu pengetahuan: Manusia Beragama (Homo Religius) Menurut Islam • Definisi: ◦ Homo religius adalah konsep yang menggambarkan manusia sebagai makhluk yang secara inheren memiliki kecenderungan untuk beragama dan mencari makna spiritual. ◦ Dalam Islam, manusia diciptakan oleh Allah SWT dengan fitrah (kecenderungan alami) untuk mengenal dan menyembah-Nya. • Keyakinan Utama: ◦ Tauhid: Keyakinan akan keesaan Allah adalah fondasi utama. Manusia diciptakan untuk beribadah dan mengabdi kepada Allah semata. ◦ Wahyu: Manusia membutuhkan wahyu (Al-Qur'an) sebagai pedoman hidup. Al-Qur'an memberikan petunjuk tentang bagaimana menjalani kehidupan yang diridhai Allah. ◦ Akhirat: Kehidupan di dunia ini hanyalah sementara. Manusia akan mempertanggungjawabkan perbuatannya di akhirat. • Tujuan Hidup: ◦ Ibadah: Tujuan utama hidup adalah beribadah kepada Allah, baik melalui ritual formal (shalat, puasa, zakat, haji) maupun melalui tindakan sehari-hari yang sesuai dengan ajaran Islam. ◦ Khilafah: Manusia adalah khalifah (wakil) Allah di bumi, yang bertugas untuk mengelola dan memakmurkan bumi sesuai dengan perintah-Nya. ◦ Akhlak Mulia: Mengembangkan akhlak yang baik (akhlak karimah) adalah bagian penting dari kehidupan seorang Muslim. Manusia Menurut Ilmu Pengetahuan • Definisi: ◦ Ilmu pengetahuan (sains) memandang manusia sebagai bagian dari alam semesta yang dapat dipelajari melalui metode ilmiah. ◦ Manusia dijelaskan melalui berbagai disiplin ilmu seperti biologi, antropologi, psikologi, dan sosiologi. • Perspektif Disiplin Ilmu: ◦ Biologi: Manusia adalah makhluk hidup yang berevolusi dari spesies lain melalui proses seleksi alam. Fokus pada struktur biologis, fungsi organ, dan genetika. ◦ Antropologi: Manusia adalah makhluk sosial dan budaya. Mempelajari asal-usul, perkembangan, dan keragaman budaya manusia. ◦ Psikologi: Manusia adalah individu dengan proses mental dan perilaku yang kompleks. Mempelajari bagaimana manusia berpikir, merasa, dan bertindak. ◦ Sosiologi: Manusia adalah bagian dari masyarakat yang saling berinteraksi. Mempelajari struktur sosial, norma, dan perubahan sosial. • Metode Penelitian: ◦ Observasi: Mengamati perilaku dan fenomena secara langsung. ◦ Eksperimen: Melakukan percobaan untuk menguji hipotesis. ◦ Survei: Mengumpulkan data melalui kuesioner atau wawancara. ◦ Analisis Data: Menggunakan statistik dan metode kuantitatif lainnya untuk menganalisis data. • Tujuan Pengetahuan: ◦ Deskripsi: Menjelaskan bagaimana manusia berfungsi dan berinteraksi. ◦ Prediksi: Memprediksi perilaku manusia berdasarkan data dan teori yang ada. ◦ Kontrol: Mengendalikan atau memengaruhi perilaku manusia untuk mencapai tujuan tertentu (misalnya, dalam psikologi klinis atau manajemen organisasi). Perbedaan Utama Aspek Islam (Homo Religius) Ilmu Pengetahuan Sumber Wahyu (Al-Qur'an dan Sunnah) Observasi, eksperimen, dan analisis data Fokus Makna spiritual, ibadah, akhlak, dan tujuan hidup yang lebih tinggi Deskripsi, prediksi, dan kontrol perilaku manusia Tujuan Mencapai ridha Allah dan kebahagiaan di dunia dan akhirat Memahami manusia sebagai bagian dari alam semesta dan masyarakat Metodologi Tafsir, ijtihad, dan pengalaman spiritual Metode ilmiah (observasi, eksperimen, survei, analisis data) Pandangan Alam Alam semesta diciptakan oleh Allah dan memiliki tujuan ilahi Alam semesta adalah sistem fisik yang dapat dijelaskan melalui hukum-hukum alam Etika Berdasarkan pada perintah dan larangan Allah dalam Al-Qur'an dan Sunnah Berdasarkan pada prinsip-prinsip rasionalitas, kemanfaatan, dan hak asasi manusia Konsep Manusia Makhluk yang memiliki fitrah beragama, khalifah Allah, dan hamba Allah Makhluk biologis, sosial, dan psikologis yang dapat dipelajari melalui metode ilmiah Relevansi di Lampung, Indonesia Di Lampung, seperti di wilayah Indonesia lainnya, kedua pandangan ini hidup berdampingan. Mayoritas penduduk Lampung beragama Islam, sehingga konsep homo religius sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai agama Islam memengaruhi norma sosial, etika, dan praktik budaya. Namun, ilmu pengetahuan juga memainkan peran penting dalam pembangunan dan kemajuan daerah. Pendidikan, teknologi, dan inovasi ilmiah digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Sebagai contoh, dalam bidang kesehatan, ilmu kedokteran digunakan untuk mengatasi masalah kesehatan masyarakat, sementara nilai-nilai agama memengaruhi etika pelayanan kesehatan. Dalam bidang pertanian, teknologi pertanian modern digunakan untuk meningkatkan produktivitas, sementara prinsip-prinsip Islam tentang pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan juga diperhatikan. Dengan demikian, pemahaman tentang perbedaan dan persamaan antara pandangan Islam dan ilmu pengetahuan dapat membantu menciptakan masyarakat yang harmonis dan maju di Lampung.
Alisa Suhana
Dalam Islam, manusia disebut sebagai makhluk religius (homo religius) karena sejak penciptaannya sudah membawa fitrah (QS. Ar-Rum: 30), yaitu potensi dasar untuk mengakui, percaya, dan tunduk kepada Allah.Manusia bukan hanya makhluk biologis, tetapi juga makhluk spiritual yang memiliki ruh, akal, dan hati.Tugas utama manusia adalah sebagai ‘abdullah (hamba Allah) dan khalifatullah (wakil Allah di bumi), yang berarti seluruh aspek kehidupannya terarah kepada ibadah dan pengabdian kepada Sang Pencipta. Jadi, manusia dalam Islam dipahami sebagai makhluk beragama secara kodrati, karena jiwa dan fitrahnya selalu cenderung kepada Tuhan. Sedangkan menurut ilmu pengetahuan manusia adalah makhluk rasional (homo sapiens), hasil perkembangan biologis dan sosial, dengan penekanan pada kemampuan berpikir, budaya, dan interaksi sosial — tanpa selalu melibatkan dimensi spiritual.Penekanan utamanya ada pada aspek biologis, sosial, dan psikologis manusia, bukan aspek spiritual.Manusia dipahami sebagai makhluk rasional (memiliki akal, bahasa, kesadaran diri, dan budaya), yang mampu berpikir abstrak, berkomunikasi, serta menciptakan teknologi.Ilmu pengetahuan umumnya netral terhadap agama, jadi tidak selalu memasukkan konsep Tuhan atau ibadah dalam definisi manusia.
diha ramadani
Baik, ini perbedaan pengertian manusia beragama (homo religius) menurut Islam dan pengertian manusia menurut ilmu pengetahuan: Manusia Beragama (Homo Religius) Menurut Islam • Definisi: ◦ Homo religius adalah konsep yang menggambarkan manusia sebagai makhluk yang secara inheren memiliki kecenderungan untuk beragama dan mencari makna spiritual. ◦ Dalam Islam, manusia diciptakan oleh Allah SWT dengan fitrah (kecenderungan alami) untuk mengenal dan menyembah-Nya. • Keyakinan Utama: ◦ Tauhid: Keyakinan akan keesaan Allah adalah fondasi utama. Manusia diciptakan untuk beribadah dan mengabdi kepada Allah semata. ◦ Wahyu: Manusia membutuhkan wahyu (Al-Qur'an) sebagai pedoman hidup. Al-Qur'an memberikan petunjuk tentang bagaimana menjalani kehidupan yang diridhai Allah. ◦ Akhirat: Kehidupan di dunia ini hanyalah sementara. Manusia akan mempertanggungjawabkan perbuatannya di akhirat. • Tujuan Hidup: ◦ Ibadah: Tujuan utama hidup adalah beribadah kepada Allah, baik melalui ritual formal (shalat, puasa, zakat, haji) maupun melalui tindakan sehari-hari yang sesuai dengan ajaran Islam. ◦ Khilafah: Manusia adalah khalifah (wakil) Allah di bumi, yang bertugas untuk mengelola dan memakmurkan bumi sesuai dengan perintah-Nya. ◦ Akhlak Mulia: Mengembangkan akhlak yang baik (akhlak karimah) adalah bagian penting dari kehidupan seorang Muslim. Manusia Menurut Ilmu Pengetahuan • Definisi: ◦ Ilmu pengetahuan (sains) memandang manusia sebagai bagian dari alam semesta yang dapat dipelajari melalui metode ilmiah. ◦ Manusia dijelaskan melalui berbagai disiplin ilmu seperti biologi, antropologi, psikologi, dan sosiologi. • Perspektif Disiplin Ilmu: ◦ Biologi: Manusia adalah makhluk hidup yang berevolusi dari spesies lain melalui proses seleksi alam. Fokus pada struktur biologis, fungsi organ, dan genetika. ◦ Antropologi: Manusia adalah makhluk sosial dan budaya. Mempelajari asal-usul, perkembangan, dan keragaman budaya manusia. ◦ Psikologi: Manusia adalah individu dengan proses mental dan perilaku yang kompleks. Mempelajari bagaimana manusia berpikir, merasa, dan bertindak. ◦ Sosiologi: Manusia adalah bagian dari masyarakat yang saling berinteraksi. Mempelajari struktur sosial, norma, dan perubahan sosial. • Metode Penelitian: ◦ Observasi: Mengamati perilaku dan fenomena secara langsung. ◦ Eksperimen: Melakukan percobaan untuk menguji hipotesis. ◦ Survei: Mengumpulkan data melalui kuesioner atau wawancara. ◦ Analisis Data: Menggunakan statistik dan metode kuantitatif lainnya untuk menganalisis data. • Tujuan Pengetahuan: ◦ Deskripsi: Menjelaskan bagaimana manusia berfungsi dan berinteraksi. ◦ Prediksi: Memprediksi perilaku manusia berdasarkan data dan teori yang ada. ◦ Kontrol: Mengendalikan atau memengaruhi perilaku manusia untuk mencapai tujuan tertentu (misalnya, dalam psikologi klinis atau manajemen organisasi). Perbedaan Utama Aspek Islam (Homo Religius) Ilmu Pengetahuan Sumber Wahyu (Al-Qur'an dan Sunnah) Observasi, eksperimen, dan analisis data Fokus Makna spiritual, ibadah, akhlak, dan tujuan hidup yang lebih tinggi Deskripsi, prediksi, dan kontrol perilaku manusia Tujuan Mencapai ridha Allah dan kebahagiaan di dunia dan akhirat Memahami manusia sebagai bagian dari alam semesta dan masyarakat Metodologi Tafsir, ijtihad, dan pengalaman spiritual Metode ilmiah (observasi, eksperimen, survei, analisis data) Pandangan Alam Alam semesta diciptakan oleh Allah dan memiliki tujuan ilahi Alam semesta adalah sistem fisik yang dapat dijelaskan melalui hukum-hukum alam Etika Berdasarkan pada perintah dan larangan Allah dalam Al-Qur'an dan Sunnah Berdasarkan pada prinsip-prinsip rasionalitas, kemanfaatan, dan hak asasi manusia Konsep Manusia Makhluk yang memiliki fitrah beragama, khalifah Allah, dan hamba Allah Makhluk biologis, sosial, dan psikologis yang dapat dipelajari melalui metode ilmiah Relevansi di Lampung, Indonesia Di Lampung, seperti di wilayah Indonesia lainnya, kedua pandangan ini hidup berdampingan. Mayoritas penduduk Lampung beragama Islam, sehingga konsep homo religius sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai agama Islam memengaruhi norma sosial, etika, dan praktik budaya. Namun, ilmu pengetahuan juga memainkan peran penting dalam pembangunan dan kemajuan daerah. Pendidikan, teknologi, dan inovasi ilmiah digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Sebagai contoh, dalam bidang kesehatan, ilmu kedokteran digunakan untuk mengatasi masalah kesehatan masyarakat, sementara nilai-nilai agama memengaruhi etika pelayanan kesehatan. Dalam bidang pertanian, teknologi pertanian modern digunakan untuk meningkatkan produktivitas, sementara prinsip-prinsip Islam tentang pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan juga diperhatikan. Dengan demikian, pemahaman tentang perbedaan dan persamaan antara pandangan Islam dan ilmu pengetahuan dapat membantu menciptakan masyarakat yang harmonis dan maju di Lampung.
INDAH WULANDARI
Menurut Islam, manusia beragama (homo religius) berarti memiliki keyakinan dan kepercayaan terhadap agama yang dianutnya, dengan memahami dan mengamalkan ajaran agama tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Dalam Islam, manusia beragama tidak hanya tentang menjalankan ritual keagamaan, tetapi juga tentang menjalani kehidupan sehari-hari dengan berpedoman pada ajaran agama dan nilai-nilai kebenaran. Moderasi beragama juga sangat dianjurkan dalam Islam, yang berarti menjalankan ajaran agama dengan seimbang, bijaksana, dan berwawasan luas. Sedangkan pengertian manusia (homo sapiens) menurut ilmu pengetahuan adalah manusia spesies primata yang termasuk dalam famili Hominidae. Dalam ilmu pengetahuan, manusia dipelajari dari berbagai aspek, termasuk biologi, psikologi, antropologi, dan lain-lain. Pemahaman tentang manusia dapat membantu kita memahami diri sendiri dan masyarakat secara lebih baik.
Nashwa Deabiy Ryzandasyah
dalam pandangan islam, manusia sudah punya fitrah atau naluri untuk percaya kepada tuhan, karena tujuan utama manusia hidup adalah beribadah kepada Allah. manusia diberi akal dan hati agar bisa membedakan baik dan buruk, dan kehidupannya diarahkan untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Sedangkan dalam pengetahuan manusia adalah makhluk rasional-biologis-sosial yang berkembang melalui proses alamiah, tanpa mengaitkan dengan tujuan ibadah atau hubungan dengan Tuhan.
Luna Maya Sasprida
•pengertian manusia beragama (homo religius) menurut islam ialah makhluk yang Allah swt ciptakan untuk menyembah, mengabdi, dan beribadah kepada Allah swt. manusia yang Allah ciptakan memiliki unsur : al-ruh, al-nafs (jasad/badan), al-qalb (akal/pengalaman ilmu), al-aql (budi/fikiran) •perngertian manusia menurut ilmu pengetahuan ialah makhluk biologis dan sosial, (memiliki akal, kesadaran diri, budaya dan bahasa) manusia mempelajari asal usul nya, dan agama muncul dari aspek budaya, psikologis yang manusia menmbutuhkan nya
Muhammad Alif
- menurut islam manusia di anggap sebagai mahluk ciptaan allah swt yang paling mulia, manusia juga memiliki naluri untuk mengakui dan berhubungan dengan Tuhan (Allah swt). Manusia di ciptakan dengan tujuan untuk beribadah kepada Allah swt dan menaati semua perintah Allah swt serta tidak melanggar larangan - larangan nya. - Menurut ilmu pengetahuan manusia di anggap sebagai mahluk biologis yang memiliki fisik dan perilaku yang dapat di ukur tanpa menyangkut pautkan dimensi spiritual atau ketuhanan, manusia mempelajari prilaku sesuai dengan evolusi dan pengaruh lingkungan dari jaman ke jaman.
Indah Julia Putri
Menurut Islam manusia beragama (homo religius) merupakan makhluk beragama atau makhluk yang memiliki kecenderungan untuk mencari dan meyakini sesuatu yang mengabdi kepada Allah, sedangkan manusia menurut ilmu pengetahuan Manusia dipandang sebagai makhluk biologis, rasional, dan sosial (homo sapiens), hasil evolusi dengan akal dan budaya. Keberagamaan dianggap sebagai hasil kebutuhan psikologis atau sosial, bukan kodrat.
Nashwa Deabiy Ryzandasyah
dalam pandangan islam, manusia sudah punya fitrah atau naluri untuk percaya kepada tuhan, karena tujuan utama manusia hidup adalah beribadah kepada Allah. manusia diberi akal dan hati agar bisa membedakan baik dan buruk, dan kehidupannya diarahkan untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Sedangkan dalam pengetahuan manusia adalah makhluk rasional-biologis-sosial yang berkembang melalui proses alamiah, tanpa mengaitkan dengan tujuan ibadah atau hubungan dengan Tuhan. Manusia dipandang sebagai evolusi makhluk hidup dengan ciri fisik yang berbeda dari makhluk lain
FAZIA MAULINI
MANUSIA BERAGAMA MENURUT ISLAM : dalam pandangan islam, manusia disebut sebagai homo religius karena pada dasarnya manusia diciptakan sebagai makhluk yang memiliki fitrah untuk beriman dan menyembah Allah. Pandangan ini bersumber dari wahyu (Al-Qur’an dan Hadis). MANUSIA MENURUT ILMU PENGETAHUAN : dalam ilmu pengetahuan (terutama sains modern), pengertian manusia lebih bersifat empiris, rasional, dan materialistik. Kajian ini menggunakan pendekatan ilmiah, seperti biologi, antropologi, psikologi, dan sosiologi.
MOHD SYAHPUTRA
Makhluk Rasional dan Budaya : Ilmu pengetahuan memandang manusia sebagai makhluk yang berakal budi, mampu berpikir logis, dan mengembangkan kebudayaan. Kemampuan Interaksi dengan Dunia : Manusia dapat memahami dan mengubah lingkungannya melalui akal dan hasil karyanya, seperti sains dan teknologi. Perilaku Berbasis Kenyataan : Ilmu pengetahuan didasarkan pada fakta dan kenyataan, yang menghasilkan pengetahuan dan tindakan berdasarkan pengamatan dan eksperimen.
MOHD SYAHPUTRA
Makhluk Rasional dan Budaya : Ilmu pengetahuan memandang manusia sebagai makhluk yang berakal budi, mampu berpikir logis, dan mengembangkan kebudayaan. Kemampuan Interaksi dengan Dunia : Manusia dapat memahami dan mengubah lingkungannya melalui akal dan hasil karyanya, seperti sains dan teknologi. Perilaku Berbasis Kenyataan : Ilmu pengetahuan didasarkan pada fakta dan kenyataan, yang menghasilkan pengetahuan dan tindakan berdasarkan pengamatan dan eksperimen.
MOHD SYAHPUTRA
Makhluk Rasional dan Budaya : Ilmu pengetahuan memandang manusia sebagai makhluk yang berakal budi, mampu berpikir logis, dan mengembangkan kebudayaan. Kemampuan Interaksi dengan Dunia : Manusia dapat memahami dan mengubah lingkungannya melalui akal dan hasil karyanya, seperti sains dan teknologi. Perilaku Berbasis Kenyataan : Ilmu pengetahuan didasarkan pada fakta dan kenyataan, yang menghasilkan pengetahuan dan tindakan berdasarkan pengamatan dan eksperimen.
MOHD
Makhluk Rasional dan Budaya : Ilmu pengetahuan memandang manusia sebagai makhluk yang berakal budi, mampu berpikir logis, dan mengembangkan kebudayaan. Kemampuan Interaksi dengan Dunia : Manusia dapat memahami dan mengubah lingkungannya melalui akal dan hasil karyanya, seperti sains dan teknologi. Perilaku Berbasis Kenyataan : Ilmu pengetahuan didasarkan pada fakta dan kenyataan, yang menghasilkan pengetahuan dan tindakan berdasarkan pengamatan dan eksperimen.
MOHD SYAHPUTRA
Makhluk Rasional dan Budaya : Ilmu pengetahuan memandang manusia sebagai makhluk yang berakal budi, mampu berpikir logis, dan mengembangkan kebudayaan. Kemampuan Interaksi dengan Dunia : Manusia dapat memahami dan mengubah lingkungannya melalui akal dan hasil karyanya, seperti sains dan teknologi. Perilaku Berbasis Kenyataan : Ilmu pengetahuan didasarkan pada fakta dan kenyataan, yang menghasilkan pengetahuan
MOHD SYAHPUTRA
Makhluk Rasional dan Budaya : Ilmu pengetahuan memandang manusia sebagai makhluk yang berakal budi, mampu berpikir logis, dan mengembangkan kebudayaan. Kemampuan Interaksi dengan Dunia : Manusia dapat memahami dan mengubah lingkungannya melalui akal dan hasil karyanya, seperti sains dan teknologi. Perilaku Berbasis Kenyataan : Ilmu pengetahuan didasarkan pada fakta dan kenyataan, yang menghasilkan pengetahuan dan tindakan berdasarkan pengamatan dan eksperimen. Manusia Beragama (Homo Religius) Menurut Islam Makhluk ciptaan Allah : Manusia adalah makhluk paling mulia yang diciptakan Allah SWT. Fitrah dan Keterikatan dengan Tuhan : Manusia dilahirkan dengan fitrah beragama dan memiliki keterkaitan mendalam dengan Allah. Tujuan Penciptaan : Manusia diciptakan untuk beribadah kepada Allah ('Abdullah) dan menjadi pengelola bumi (Khalifah Allah). Panduan Hidup : Seluruh aspek kehidupan manusia, mulai dari akal, perasaan, hingga perilaku, disinari dan diarahkan oleh nilai-nilai dan ajaran agama sebagai pegangan hidup. Mencari Kebaikan dan Kebenaran : Dengan akal dan perasaannya, manusia terdorong untuk mencari dan mengamalkan nilai-nilai kebaikan, kebenaran, dan keindahan yang terkandung dalam ajaran agama.
MOHD SYAHPUTRA
Makhluk Rasional dan Budaya : Ilmu pengetahuan memandang manusia sebagai makhluk yang berakal budi, mampu berpikir logis, dan mengembangkan kebudayaan. Kemampuan Interaksi dengan Dunia : Manusia dapat memahami dan mengubah lingkungannya melalui akal dan hasil karyanya, seperti sains dan teknologi. Perilaku Berbasis Kenyataan : Ilmu pengetahuan didasarkan pada fakta dan kenyataan, yang menghasilkan pengetahuan dan tindakan berdasarkan pengamatan dan eksperimen. Manusia Beragama (Homo Religius) Menurut Islam Makhluk ciptaan Allah : Manusia adalah makhluk paling mulia yang diciptakan Allah SWT. Fitrah dan Keterikatan dengan Tuhan : Manusia dilahirkan dengan fitrah beragama dan memiliki keterkaitan mendalam dengan Allah. Tujuan Penciptaan : Manusia diciptakan untuk beribadah kepada Allah ('Abdullah) dan menjadi pengelola bumi (Khalifah Allah). Panduan Hidup : Seluruh aspek kehidupan manusia, mulai dari akal, perasaan, hingga perilaku, disinari dan diarahkan oleh nilai-nilai dan ajaran agama sebagai pegangan hidup. Mencari Kebaikan dan Kebenaran : Dengan akal dan perasaannya, manusia terdorong untuk mencari dan mengamalkan nilai-nilai kebaikan, kebenaran, dan keindahan yang terkandung dalam ajaran agama.
MOHD SYAHPUTRA
ilmu pengetahuan memandang manusia sebagai makhluk yang berakal Budi , mampu berpikir login , dan mengembangkan kebudayaan
AMELIA WIDYA ASTI
Pada diri manusia ada naluri beragama (homo religius) yang merupakan desain ciptaan Allah kepada manusia,manusia selalu membutuhkan hal hal yang bersifat spiritual dalam upaya menyelesaikan masalah atau menemukan kebahagiaan sejati.Naluri ini kemudian melahirkan suatu keyakinan atas berbagai kekuatan yang di yakini sebagai perantara bertemu dengan Tuhan, seperti yang di jelaskan dalam ajaran Islam Q.S. Al-A'raf (7:172) Pengertian agama dalam kajian ilmu pengetahuan yang di ambil dalam bahasa latin memiliki arti mengumpulkan dan membaca,yang berarti bahwa agama mempunyai bentuk kumpulan mengabdi kepada Tuhan dan cara caranya telah di atur dalam Kitab Suci.
RATU FATHANA BAYU SUCI
perbedaan pengertian manusia beragama (homo religius) menurut Islam dan pengertian manusia menurut ilmu pengetahuan: Manusia Beragama (Homo Religius) Menurut Islam • Definisi: ◦ Homo religius adalah konsep yang menggambarkan manusia sebagai makhluk yang secara inheren memiliki kecenderungan untuk beragama dan mencari makna spiritual. ◦ Dalam Islam, manusia diciptakan oleh Allah SWT dengan fitrah (kecenderungan alami) untuk mengenal dan menyembah-Nya. • Keyakinan Utama: ◦ Tauhid: Keyakinan akan keesaan Allah adalah fondasi utama. Manusia diciptakan untuk beribadah dan mengabdi kepada Allah semata. ◦ Wahyu: Manusia membutuhkan wahyu (Al-Qur'an) sebagai pedoman hidup. Al-Qur'an memberikan petunjuk tentang bagaimana menjalani kehidupan yang diridhai Allah. ◦ Akhirat: Kehidupan di dunia ini hanyalah sementara. Manusia akan mempertanggungjawabkan perbuatannya di akhirat. • Tujuan Hidup: ◦ Ibadah: Tujuan utama hidup adalah beribadah kepada Allah, baik melalui ritual formal (shalat, puasa, zakat, haji) maupun melalui tindakan sehari-hari yang sesuai dengan ajaran Islam. ◦ Khilafah: Manusia adalah khalifah (wakil) Allah di bumi, yang bertugas untuk mengelola dan memakmurkan bumi sesuai dengan perintah-Nya. ◦ Akhlak Mulia: Mengembangkan akhlak yang baik (akhlak karimah) adalah bagian penting dari kehidupan seorang Muslim. Manusia Menurut Ilmu Pengetahuan • Definisi: ◦ Ilmu pengetahuan (sains) memandang manusia sebagai bagian dari alam semesta yang dapat dipelajari melalui metode ilmiah. ◦ Manusia dijelaskan melalui berbagai disiplin ilmu seperti biologi, antropologi, psikologi, dan sosiologi. • Perspektif Disiplin Ilmu: ◦ Biologi: Manusia adalah makhluk hidup yang berevolusi dari spesies lain melalui proses seleksi alam. Fokus pada struktur biologis, fungsi organ, dan genetika. ◦ Antropologi: Manusia adalah makhluk sosial dan budaya. Mempelajari asal-usul, perkembangan, dan keragaman budaya manusia. ◦ Psikologi: Manusia adalah individu dengan proses mental dan perilaku yang kompleks. Mempelajari bagaimana manusia berpikir, merasa, dan bertindak. ◦ Sosiologi: Manusia adalah bagian dari masyarakat yang saling berinteraksi. Mempelajari struktur sosial, norma, dan perubahan sosial. • Metode Penelitian: ◦ Observasi: Mengamati perilaku dan fenomena secara langsung. ◦ Eksperimen: Melakukan percobaan untuk menguji hipotesis. ◦ Survei: Mengumpulkan data melalui kuesioner atau wawancara. ◦ Analisis Data: Menggunakan statistik dan metode kuantitatif lainnya untuk menganalisis data. • Tujuan Pengetahuan: ◦ Deskripsi: Menjelaskan bagaimana manusia berfungsi dan berinteraksi. ◦ Prediksi: Memprediksi perilaku manusia berdasarkan data dan teori yang ada. ◦ Kontrol: Mengendalikan atau memengaruhi perilaku manusia untuk mencapai tujuan tertentu (misalnya, dalam psikologi klinis atau manajemen organisasi). Perbedaan Utama Aspek Islam (Homo Religius) Ilmu Pengetahuan Sumber Wahyu (Al-Qur'an dan Sunnah) Observasi, eksperimen, dan analisis data Fokus Makna spiritual, ibadah, akhlak, dan tujuan hidup yang lebih tinggi Deskripsi, prediksi, dan kontrol perilaku manusia Tujuan Mencapai ridha Allah dan kebahagiaan di dunia dan akhirat Memahami manusia sebagai bagian dari alam semesta dan masyarakat Metodologi Tafsir, ijtihad, dan pengalaman spiritual Metode ilmiah (observasi, eksperimen, survei, analisis data) Pandangan Alam Alam semesta diciptakan oleh Allah dan memiliki tujuan ilahi Alam semesta adalah sistem fisik yang dapat dijelaskan melalui hukum-hukum alam Etika Berdasarkan pada perintah dan larangan Allah dalam Al-Qur'an dan Sunnah Berdasarkan pada prinsip-prinsip rasionalitas, kemanfaatan, dan hak asasi manusia Konsep Manusia Makhluk yang memiliki fitrah beragama, khalifah Allah, dan hamba Allah Makhluk biologis, sosial, dan psikologis yang dapat dipelajari melalui metode ilmiah Relevansi di Lampung, Indonesia Di Lampung, seperti di wilayah Indonesia lainnya, kedua pandangan ini hidup berdampingan. Mayoritas penduduk Lampung beragama Islam, sehingga konsep homo religius sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai agama Islam memengaruhi norma sosial, etika, dan praktik budaya. Namun, ilmu pengetahuan juga memainkan peran penting dalam pembangunan dan kemajuan daerah. Pendidikan, teknologi, dan inovasi ilmiah digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Sebagai contoh, dalam bidang kesehatan, ilmu kedokteran digunakan untuk mengatasi masalah kesehatan masyarakat, sementara nilai-nilai agama memengaruhi etika pelayanan kesehatan. Dalam bidang pertanian, teknologi pertanian modern digunakan untuk meningkatkan produktivitas, sementara prinsip-prinsip Islam tentang pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan juga diperhatikan. Dengan demikian, pemahaman tentang perbedaan dan persamaan antara pandangan Islam dan ilmu pengetahuan dapat membantu menciptakan masyarakat yang harmonis dan maju di Lampung.
ARUMI ABQARY HIBATULLAH
• MENURUT ISLAM Manusia memiliki unsur ruh, qalb (hati), nafs (jiwa), dan aql (akal) yang membuatnya mampu memahami wahyu, menerima kebenaran, dan menjalankan ajaran agama. Ini menjadikannya makhluk yang berpotensi spiritual tinggi. Dalam Islam, tujuan manusia hidup adalah untuk mengabdi kepada Allah (ibadah) dan menjadi khalifah di bumi (Q.S. Al-Baqarah: 30). Artinya, manusia bukan hanya makhluk biologis, tetapi juga makhluk ibadah dan pemimpin peradaban. Islam memandang agama sebagai solusi atas keresahan jiwa dan sosial, yang menyelamatkan manusia secara jasmani dan ruhani, serta dunia dan akhirat • PENGERTIAN MANUSIA MENURUT ILMU Ilmu pengetahuan melihat manusia sebagai makhluk biologis dari spesies Homo sapiens, yang memiliki akal (rasio) dan kemampuan untuk beradaptasi serta membentuk budaya dan peradaban. Dari sisi antropologi dan sosiologi, agama dipandang sebagai salah satu produk kebutuhan sosial dan psikologis manusia, muncul dari upaya manusia untuk menjelaskan fenomena alam dan memberi makna hidup. Ilmu pengetahuan tidak menolak spiritualitas, tetapi tidak mengakui kebenaran absolut Tuhan berdasarkan wahyu. Agama dilihat secara netral sebagai bagian dari fenomena kehidupan manusia.
NOVIA HARNI KURNIASIH
dalam islam, manusia ialah makhluk yang memiliki jiwa dan raga atau jasmani dan rohani. secara alami manusia sudah memiliki naluri beragama sejak awal yang sudah diciptakan allah swt, meskipun belum mendapat dakwah manusia selalu membutuhkan hal hal spiritual untuk menyelesaikan masalah, dan secara fitrah manusia diciptakan untuk beribadah. sementara itu dalam ilmu pengetahuan manusia merupakan makhluk biologis dan sosial. selain itu pengertian beragama dalam bahasa latin ialah membaca dan mengumpulkan yang dimana Ini berarti bahwa agama mempunyai arti bentuk kumpulan mengabdi kepada tuhan.
Nashwa Deabiy Ryzandasyah
dalam pandangan islam, manusia sudah punya fitrah atau naluri untuk percaya kepada tuhan, karena tujuan utama manusia hidup adalah beribadah kepada Allah. manusia diberi akal dan hati agar bisa membedakan baik dan buruk, dan kehidupannya diarahkan untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Sedangkan dalam pengetahuan manusia adalah makhluk rasional-biologis-sosial yang berkembang melalui proses alamiah, tanpa mengaitkan dengan tujuan ibadah atau hubungan dengan Tuhan. Manusia dipandang sebagai evolusi makhluk hidup dengan ciri fisik yang berbeda dari makhluk lain
Annisa Febry Aulia
Baik, berikut adalah perbedaan pengertian manusia beragama (homo religius) menurut Islam dan pengertian manusia menurut ilmu pengetahuan: Manusia Beragama (Homo Religius) Menurut Islam - Definisi: Dalam Islam, manusia beragama (homo religius) adalah makhluk yang secara fitrah memiliki kecenderungan untuk bertuhan dan beribadah kepada-Nya. Manusia diyakini memiliki dimensi spiritual yang mendalam dan kebutuhan untuk mencari makna serta tujuan hidup melalui agama. - Konsep Utama: - Fitrah: Manusia dilahirkan dengan potensi keimanan (fitrah) yang membawanya untuk mengakui dan tunduk kepada Allah SWT. - Kekhalifahan: Manusia adalah khalifah (wakil) Allah di bumi, yang diberi tanggung jawab untuk mengelola dan memakmurkan alam semesta sesuai dengan petunjuk-Nya. - Tanggung Jawab: Manusia memiliki tanggung jawab moral dan spiritual untuk menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. - Tujuan Hidup: Tujuan hidup manusia adalah untuk beribadah kepada Allah, mencari ridha-Nya, dan mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat. - Sumber: Pemahaman ini bersumber dari Al-Qur'an dan Hadis, yang memberikan panduan tentang bagaimana manusia seharusnya hidup dan berinteraksi dengan Tuhannya serta sesama makhluk. Manusia Menurut Ilmu Pengetahuan - Definisi: Dalam ilmu pengetahuan, manusia dipandang sebagai bagian dari alam semesta yang dapat dijelaskan melalui pendekatan empiris dan rasional. Manusia adalah makhluk biologis, psikologis, dan sosial yang perilakunya dapat dipelajari dan dianalisis secara ilmiah. - Konsep Utama: - Evolusi: Manusia adalah hasil dari proses evolusi biologis yang panjang, yang menjelaskan asal-usul dan perkembangan fisik serta kemampuan kognitifnya. - Biologi: Manusia adalah organisme kompleks yang terdiri dari sistem organ yang saling berinteraksi untuk menjaga kehidupan. - Psikologi: Manusia memiliki pikiran, emosi, dan perilaku yang dapat dipelajari melalui observasi dan eksperimen. - Sosiologi: Manusia adalah makhluk sosial yang hidup dalam kelompok dan masyarakat, yang perilakunya dipengaruhi oleh norma, nilai, dan budaya. - Sumber: Pemahaman ini bersumber dari berbagai disiplin ilmu seperti biologi, psikologi, sosiologi, antropologi, dan ilmu-ilmu lainnya yang menggunakan metode ilmiah untuk memahami manusia. Perbedaan Utama Aspek Islam (Homo Religius) Ilmu Pengetahuan Fokus Dimensi spiritual, moral, dan tujuan hidup yang berorientasi pada Tuhan. Aspek fisik, biologis, psikologis, dan sosial yang dapat dijelaskan secara empiris. Asal-Usul Diciptakan oleh Allah dengan fitrah keimanan. Hasil evolusi biologis. Tujuan Hidup Beribadah kepada Allah, mencari ridha-Nya, dan mencapai kebahagiaan abadi. Bertahan hidup, berkembang biak, dan mencapai kesejahteraan material serta sosial. Sumber Pengetahuan Al-Qur'an, Hadis, dan wahyu ilahi. Observasi empiris, eksperimen, dan analisis rasional. Nilai Nilai-nilai moral dan spiritual yang bersumber dari agama. Nilai-nilai yang bersifat relatif dan kontekstual, berdasarkan pada norma sosial dan budaya. Metode Refleksi spiritual, ibadah, dan pengalaman religius. Metode ilmiah, observasi, eksperimen, dan analisis data. Perspektif Lokal (Riau) Masyarakat Riau sangat menjunjung tinggi nilai-nilai agama Islam dalam kehidupan sehari-hari, tercermin dalam adat istiadat dan tradisi. Ilmu pengetahuan digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup melalui pendidikan, kesehatan, dan teknologi, dengan tetap memperhatikan nilai-nilai budaya lokal. Kesimpulan Islam memandang manusia sebagai makhluk spiritual yang memiliki tujuan hidup yang lebih tinggi dari sekadar duniawi, sementara ilmu pengetahuan melihat manusia sebagai bagian dari alam yang dapat dijelaskan melalui hukum-hukum alam. Kedua perspektif ini dapat saling melengkapi dalam memahami manusia secara utuh, di mana agama memberikan landasan moral dan spiritual, sedangkan ilmu pengetahuan memberikan pemahaman empiris tentang bagaimana manusia berfungsi sebagai individu dan bagian dari masyarakat.
ARIRIN PERMADANI
1. Menurut Islam: Dalam Islam, manusia secara fitrah adalah makhluk beragama. Ini dijelaskan melalui konsep homo religiosus, yaitu bahwa setiap manusia memiliki naluri atau insting spiritual untuk mencari Tuhan, menyembah-Nya, dan berhubungan dengan sesuatu yang lebih tinggi dari dirinya. Dasar-Dasar Pandangan Islam: QS. Al-A’raf (7): 172 menggambarkan bahwa sebelum lahir ke dunia, manusia telah mengakui Tuhan sebagai Rabb mereka. Ini menunjukkan bahwa manusia membawa fitrah tauhid sejak awal penciptaan. Manusia adalah makhluk spiritual dan jasmani. Unsur-unsur dalam diri manusia menurut Islam: Ruh: Elemen suci yang berasal dari Allah. Nafs: Diri yang dinamis, termasuk keinginan dan ego. Qalb (Hati): Pusat kesadaran spiritual dan moral. Aql (Akal): Kekuatan berpikir dan memahami wahyu. Kesimpulan Islam: Manusia diciptakan sebagai makhluk yang beragama secara fitrah, diberi akal, hati, dan ruh untuk mengenal, menyembah, dan tunduk kepada Allah SWT. Kehidupan beragama adalah kebutuhan mendasar dan jalan untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. 2. Menurut Ilmu Pengetahuan (Sosiologi/Antropologi): Dalam kajian ilmu pengetahuan, khususnya antropologi dan sosiologi, manusia disebut homo religiosus karena memiliki kebutuhan dan kecenderungan spiritual, yang terbentuk melalui proses sosial, budaya, dan sejarah. Ciri-Ciri Pandangan Ilmu Pengetahuan: Agama dianggap sebagai produk budaya, yang muncul karena manusia membutuhkan penjelasan atas fenomena alam, kehidupan, kematian, dan eksistensi. Kepercayaan pada kekuatan gaib, roh, atau dewa-dewa seperti pada animisme dan dinamisme dianggap sebagai bentuk awal dari ekspresi keagamaan. Agama dilihat sebagai alat kontrol sosial dan sarana pemaknaan hidup, bukan sesuatu yang bersifat wahyu atau ketuhanan secara mutlak. Pandangan ini tidak membahas unsur ruh, melainkan fokus pada psikologi, emosi, dan fungsi sosial dari agama. Kesimpulan Ilmu Pengetahuan: Manusia beragama karena dorongan psikologis dan kebutuhan sosial, bukan karena membawa fitrah ilahiah sejak lahir. Agama adalah bagian dari proses evolusi budaya manusia.
AISYAH MUTMAINNAH
menurut islam : manusia beragama adalah manusia yang yakin akan keberadaan Allah SWT, manusia yang yakin akan kekuasaan Allah SWT. Seperti yang tertera dari penjelasan diatas bahwa manusia memiliki yang namanya "naluri" yang dimana naluri tersebut merupakan desain ciptaan Allah kepada manusia, meskipun kita tidak/belum mendapatkan dakwah atau penyampaian ajaran-ajaran Tuhan, manusia selalu membutuhkan hal-hal yang bersifat spiritual dalam upaya menyelesaikan masalah atau menemukan kebahagiaan sejati. Naluri ini yang kemudian melahirkan suatu keyakinan-keyakinan atas berbagai kekuatan yang diyakini sebagai perantara bertemu dengan Tuhan. Bahwa dari itu semua manusia yang beragama menurut islam merupakan manusia yang yakin akan keberadaan serta kekuasaan Allah SWT yang secara alam bawah sadar kita yakin akan keajaiban yang terjadi karnanya. Manusia menurut ilmu pengetahuan yaitu "homo sapiens" dalam bahasa latin yang kalau diterjemahkan artinya "manusia bijak" atau "manusia cerdas". Sebagaimana yang kita tau manusia pada umum nya dimasa yg modern ini. Manusia yang dilahirkan dalam banyak perbedaan gen, perbedaan lingkungan dan yang memiliki kognitif tinggi/kemampuan berpikir yang bebeda - beda.
Nashwa Deabiy Ryzandasyah
dalam pandangan islam, manusia sudah punya fitrah atau naluri untuk percaya kepada tuhan, karena tujuan utama manusia hidup adalah beribadah kepada Allah. manusia diberi akal dan hati agar bisa membedakan baik dan buruk, dan kehidupannya diarahkan untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Sedangkan dalam pengetahuan manusia adalah makhluk rasional-biologis-sosial yang berkembang melalui proses alamiah, tanpa mengaitkan dengan tujuan ibadah atau hubungan dengan Tuhan.
Maisya Ayuni Rahma
Menurut Islam, manusia sejak awal adalah homo religiosus yang secara fitrah membutuhkan agama sebagai jalan menuju Allah. Sedangkan menurut ilmu pengetahuan, manusia adalah makhluk biologis dan sosial, dan agama hanya dianggap sebagai bagian dari budaya serta kebutuhan psikologis.
MOHD SYAHPUTRA
Makhluk Rasional dan Budaya : Ilmu pengetahuan memandang manusia sebagai makhluk yang berakal budi, mampu berpikir logis, dan mengembangkan kebudayaan. Kemampuan Interaksi dengan Dunia : Manusia dapat memahami dan mengubah lingkungannya melalui akal dan hasil karyanya, seperti sains dan teknologi. Perilaku Berbasis Kenyataan : Ilmu pengetahuan didasarkan pada fakta dan kenyataan, yang menghasilkan pengetahuan dan tindakan berdasarkan pengamatan dan eksperimen. Manusia Beragama (Homo Religius) Menurut Islam Makhluk ciptaan Allah : Manusia adalah makhluk paling mulia yang diciptakan Allah SWT. Fitrah dan Keterikatan dengan Tuhan : Manusia dilahirkan dengan fitrah beragama dan memiliki keterkaitan mendalam dengan Allah. Tujuan Penciptaan : Manusia diciptakan untuk beribadah kepada Allah ('Abdullah) dan menjadi pengelola bumi (Khalifah Allah). Panduan Hidup : Seluruh aspek kehidupan manusia, mulai dari akal, perasaan, hingga perilaku, disinari dan diarahkan oleh nilai-nilai dan ajaran agama sebagai pegangan hidup. Mencari Kebaikan dan Kebenaran : Dengan akal dan perasaannya, manusia terdorong untuk mencari dan mengamalkan nilai-nilai kebaikan, kebenaran, dan keindahan yang terkandung dalam ajaran agama.
MOHD SYAHPUTRA
Makhluk Rasional dan Budaya : Ilmu pengetahuan memandang manusia sebagai makhluk yang berakal budi, mampu berpikir logis, dan mengembangkan kebudayaan. Kemampuan Interaksi dengan Dunia : Manusia dapat memahami dan mengubah lingkungannya melalui akal dan hasil karyanya, seperti sains dan teknologi. Perilaku Berbasis Kenyataan : Ilmu pengetahuan didasarkan pada fakta dan kenyataan, yang menghasilkan pengetahuan dan tindakan berdasarkan pengamatan dan eksperimen. Manusia Beragama (Homo Religius) Menurut Islam Makhluk ciptaan Allah : Manusia adalah makhluk paling mulia yang diciptakan Allah SWT. Fitrah dan Keterikatan dengan Tuhan : Manusia dilahirkan dengan fitrah beragama dan memiliki keterkaitan mendalam dengan Allah. Tujuan Penciptaan : Manusia diciptakan untuk beribadah kepada Allah ('Abdullah) dan menjadi pengelola bumi (Khalifah Allah). Panduan Hidup : Seluruh aspek kehidupan manusia, mulai dari akal, perasaan, hingga perilaku, disinari dan diarahkan oleh nilai-nilai dan ajaran agama sebagai pegangan hidup. Mencari Kebaikan dan Kebenaran : Dengan akal dan perasaannya, manusia terdorong untuk mencari dan mengamalkan nilai-nilai kebaikan, kebenaran, dan keindahan yang terkandung dalam ajaran agama.
MOHD SYAHPUTRA
Makhluk Rasional dan Budaya : Ilmu pengetahuan memandang manusia sebagai makhluk yang berakal budi, mampu berpikir logis, dan mengembangkan kebudayaan. Kemampuan Interaksi dengan Dunia : Manusia dapat memahami dan mengubah lingkungannya melalui akal dan hasil karyanya, seperti sains dan teknologi. Perilaku Berbasis Kenyataan : Ilmu pengetahuan didasarkan pada fakta dan kenyataan, yang menghasilkan pengetahuan dan tindakan berdasarkan pengamatan dan eksperimen. Manusia Beragama (Homo Religius) Menurut Islam Makhluk ciptaan Allah : Manusia adalah makhluk paling mulia yang diciptakan Allah SWT. Fitrah dan Keterikatan dengan Tuhan : Manusia dilahirkan dengan fitrah beragama dan memiliki keterkaitan mendalam dengan Allah. Tujuan Penciptaan : Manusia diciptakan untuk beribadah kepada Allah ('Abdullah) dan menjadi pengelola bumi (Khalifah Allah). Panduan Hidup : Seluruh aspek kehidupan manusia, mulai dari akal, perasaan, hingga perilaku, disinari dan diarahkan oleh nilai-nilai dan ajaran agama sebagai pegangan hidup. Mencari Kebaikan dan Kebenaran : Dengan akal dan perasaannya, manusia terdorong untuk mencari dan mengamalkan nilai-nilai kebaikan, kebenaran, dan keindahan yang terkandung dalam ajaran agama.
Suci Hayati
Menurut Islam, manusia beragama (homo religius) adalah makhluk yang secara fitrah diciptakan Allah dengan naluri beragama, diberi roh, akal, hati, dan jiwa untuk bertauhid serta beribadah kepada-Nya. Menurut ilmu pengetahuan, manusia beragama dipahami sebagai makhluk sosial-budaya yang memiliki kebutuhan spiritual, sehingga melahirkan sistem kepercayaan, ritual, dan aturan hidup yang disebut agama.
Suci Hayati
Menurut Islam, manusia beragama (homo religius) adalah makhluk yang secara fitrah diciptakan Allah dengan naluri beragama, diberi roh, akal, hati, dan jiwa untuk bertauhid serta beribadah kepada-Nya. Menurut ilmu pengetahuan, manusia beragama dipahami sebagai makhluk sosial-budaya yang memiliki kebutuhan spiritual, sehingga melahirkan sistem kepercayaan, ritual, dan aturan hidup yang disebut agama.
Nuriza Dian aulia
Menurut Islam (Homo Religiosus / Manusia Beragama): Manusia dipandang sebagai makhluk ciptaan Allah yang memiliki fitrah untuk beragama dan menyembah Sang Pencipta. Sejak lahir, manusia telah dibekali akal, hati, dan ruh untuk mengenal Allah, membedakan benar dan salah, serta menjalankan kehidupan sesuai syariat. Hakikat manusia bukan hanya jasmani, tetapi juga ruh dan jiwa yang akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat. Jadi, manusia menurut Islam adalah makhluk hamba Allah (’abd) sekaligus khalifah di muka bumi. 2. Menurut Ilmu Pengetahuan (Sains/Sosial): Manusia dipahami sebagai makhluk biologis dan sosial, yaitu hasil perkembangan evolusi, memiliki struktur tubuh yang kompleks, serta kemampuan berpikir (homo sapiens). Ilmu pengetahuan melihat manusia berdasarkan aspek empiris: fisik, psikologis, sosial, dan budaya, tanpa memasukkan aspek ruhani/ketuhanan. Manusia dipandang sebagai makhluk rasional yang mampu beradaptasi, menciptakan budaya, dan mengembangkan ilmu pengetahuan untuk memenuhi kebutuhan hidup.
RODIATUS SHOLIHAH
Menurut Islam, Islam melihat manusia sebagai homo religius yang diciptakan sebagai makhluk beragama dengan fitrah dasar untuk menyembah dan mengabdi kepada Allah SWT serta memiliki potensi memilih kebaikan dan keburukan. sedangkan pengertian menurut ilmu pengetahuan adalah melihat homo religius sebagai manusia yang memiliki kesadaran akan nilai-nilai sakral dalam alam semesta dan lingkungan sosial, tanpa keharusan adanya konsep Tuhan transenden sebagai sumber utamanya.
KHAIRANI ATIFA SARI
Dalam pandangan Islam, manusia dipahami sebagai makhluk ciptaan Allah SWT yang memiliki fitrah untuk beriman dan menyembah-Nya. Manusia bukan hanya jasmani, tetapi juga memiliki dimensi ruhani berupa akal, hati, dan ruh. Karena itu manusia disebut homo religius, yaitu makhluk yang secara alami membutuhkan agama, mencari makna hidup, dan tujuan akhirnya adalah beribadah kepada Allah. Sedangkan menurut ilmu pengetahuan, manusia dipandang sebagai makhluk biologis (homo sapiens) hasil proses evolusi yang memiliki kemampuan berpikir, berbahasa, mencipta budaya, dan hidup bermasyarakat. Fokusnya adalah pada aspek fisik, psikis, dan sosial manusia tanpa menyinggung dimensi spiritual atau ketuhanan.
salwa
menurut pandangan islam manusia itu adalah mahluk yang di turunkan oleh allah untuk dijadikan khalifah di bumi dan dalam islam manusia adalah makhluk ciptaan allah paling sempurna dari makhluk ciptaan allah lainnya sedangkan manusia menurut ilmu pengetahuan adalah hasil evolusi yang memiliki kemampuan untuk berfikir, belajar dan beradaptasi di lingkungan sekitar.
Siti suri maiyuni
Menurut islam,manusia adalah makhluk yang memiliki dimensi spritual dan fisik. manusia diciptakan oleh allah SWT untuk beribadah dan menjalan kan perintah nya. Konsep homol religius dalam islam menekan kan manusia memiliki fitrah(naluri) untuk beragama dan mencari kebenaran. Dalam ilmu pengetahuan , manusia dianggap sebagai makhluk biologis yang memiliki struktur fisik dan mental ## Perbedaan Utama Perbedaan utama antara pengertian manusia beragama (homo religius) menurut Islam dan pengertian manusia menurut ilmu pengetahuan adalah: 1. Dimensi spiritual: Islam menekankan bahwa manusia memiliki dimensi spiritual yang harus dipertimbangkan dalam memahami manusia, sedangkan ilmu pengetahuan lebih fokus pada aspek fisik dan mental. 2. Tujuan hidup: Islam mengajarkan bahwa tujuan hidup manusia adalah untuk beribadah dan menjalankan perintah Allah, sedangkan ilmu pengetahuan tidak menetapkan tujuan hidup yang pasti. 3. Konsep kebenaran: Islam mengajarkan bahwa kebenaran datang dari Allah dan harus dicari melalui wahyu dan keimanan, sedangkan ilmu pengetahuan mencari kebenaran melalui metode ilmiah dan observasi.
Nabilatul Afifah
manusia beragama menurut Islam dilihat dari naluri yang terdapat pada manusia, naluri ini akan melahirkan suatu keyakinan - keyakinan atas berbagai macam kekuasaan Tuhan yang maha esa. sedangkan manusia menurut pengetahuan dinyatakan bahwa agama mempunyai arti bentuk kumpulan mengabdi kepada tuhan dan cara-caranya telah diatur dalam kitab suci Al-Qur'an atau bahkan dari sumber hukum lainnya, seperti As-sunah dan ijtihad
Nafisa Alya
pengertian manusia beragama (homo religius)adalah naluri trsebut merupakan desain ciptaan Allah kepada manusia.meskipun iya tidak tau atau belum mendapatkan dakwah atau penyampaian ajaran ajaran tuhan, manusia selalu membutuhkan hal hal yg bersifat spiritual dalam upaya menyelesaikan masalah atau menemukan kebahagiaan sejati.naluri ini yg kemudian melahirkan suatu keyakinan keyakinan atas berbagai kekuatan yg di yakini sebagai perantara bertemu dengan tuhan seperti batu batuan,pohon pohon besar,roh roh yg kemudian terkenal dengan aliran animisme dan dinamisme pengertian manusia menurut ilmu pengetahuan adalah berbeda beda penyebutannya antara lain religion(inggris),religie(belanda),dan dien(Arab) arti agama dalam bahasa latin mengumpulkan dan membaca.ini berarti bahwa agama mempunyai arti bentuk kumpulan mengabdi kepada tuhan dan cara cara nya telah diatur dalam kitab suci(shodikin,2003) dalam kitab suci berupa Al Qur'an,as Sunnah dan ijtihad(ijma' dan Qiyas)
MOHD SYAHPUTRA
Makhluk Rasional dan Budaya : Ilmu pengetahuan memandang manusia sebagai makhluk yang berakal budi, mampu berpikir logis, dan mengembangkan kebudayaan. Kemampuan Interaksi dengan Dunia : Manusia dapat memahami dan mengubah lingkungannya melalui akal dan hasil karyanya, seperti sains dan teknologi. Perilaku Berbasis Kenyataan : Ilmu pengetahuan didasarkan pada fakta dan kenyataan, yang menghasilkan pengetahuan dan tindakan berdasarkan pengamatan dan eksperimen. Manusia Beragama (Homo Religius) Menurut Islam Makhluk ciptaan Allah : Manusia adalah makhluk paling mulia yang diciptakan Allah SWT. Fitrah dan Keterikatan dengan Tuhan : Manusia dilahirkan dengan fitrah beragama dan memiliki keterkaitan mendalam dengan Allah. Tujuan Penciptaan : Manusia diciptakan untuk beribadah kepada Allah ('Abdullah) dan menjadi pengelola bumi (Khalifah Allah). Panduan Hidup : Seluruh aspek kehidupan manusia, mulai dari akal, perasaan, hingga perilaku, disinari dan diarahkan oleh nilai-nilai dan ajaran agama sebagai pegangan hidup. Mencari Kebaikan dan Kebenaran : Dengan akal dan perasaannya, manusia terdorong untuk mencari dan mengamalkan nilai-nilai kebaikan, kebenaran, dan keindahan yang terkandung dalam ajaran agama.
MOHD SYAHPUTRA
Makhluk Rasional dan Budaya : Ilmu pengetahuan memandang manusia sebagai makhluk yang berakal budi, mampu berpikir logis, dan mengembangkan kebudayaan. Kemampuan Interaksi dengan Dunia : Manusia dapat memahami dan mengubah lingkungannya melalui akal dan hasil karyanya, seperti sains dan teknologi. Perilaku Berbasis Kenyataan : Ilmu pengetahuan didasarkan pada fakta dan kenyataan, yang menghasilkan pengetahuan dan tindakan berdasarkan pengamatan dan eksperimen. Manusia Beragama (Homo Religius) Menurut Islam Makhluk ciptaan Allah : Manusia adalah makhluk paling mulia yang diciptakan Allah SWT. Fitrah dan Keterikatan dengan Tuhan : Manusia dilahirkan dengan fitrah beragama dan memiliki keterkaitan mendalam dengan Allah. Tujuan Penciptaan : Manusia diciptakan untuk beribadah kepada Allah ('Abdullah) dan menjadi pengelola bumi (Khalifah Allah). Panduan Hidup : Seluruh aspek kehidupan manusia, mulai dari akal, perasaan, hingga perilaku, disinari dan diarahkan oleh nilai-nilai dan ajaran agama sebagai pegangan hidup. Mencari Kebaikan dan Kebenaran : Dengan akal dan perasaannya, manusia terdorong untuk mencari dan mengamalkan nilai-nilai kebaikan, kebenaran, dan keindahan yang terkandung dalam ajaran agama.
Mugni basit rasida
Manusia menurut agama islam karna manusia merupakan ciptaan allah, manusia mempunyai akal pikiran dan hati, manusia memiliki tanggung jawab moral. Sedang manusia menurut ilmu pengetahuan manusia adalah makluk biologis, manusia punya saraf dan akal pikiran di dalam tubuhnya
SUCI TASYA RAMADHANI
Perbedaan mendasar antara konsep manusia beragama (homo religius) menurut Islam dan konsep manusia menurut ilmu pengetahuan terletak pada sudut pandang dan sumber kebenarannya,Islam memandang manusia sebagai ciptaan Tuhan yang memiliki dimensi spiritual,sementara ilmu pengetahuan cenderung melihat manusia dari sudut pandang empiris dan rasional Konsep Manusia (Homo Religius) Menurut Islam Dalam Islam,manusia disebut sebagai homo religius karena fitrah (naluri) dasarnya adalah beragama dan tunduk kepada Tuhan Penciptaan dan Fitrah: Manusia diciptakan oleh Allah SWT dengan fitrah untuk bertauhid (mengenal dan mengesakan Tuhan),Potensi ini sudah ada sejak manusia di alam ruh, di mana,mereka telah bersaksi atas keesaan Allah sebelum dilahirkan ke dunia (QS. Al-A'raf: 172) Dimensi Ruhaniyah dan Jasmaniah: Manusia terdiri dari dua unsur utama, yaitu jasad (fisik) dan ruh (spiritual),Ruh adalah unsur yang lebih mulia dan membedakan manusia dari makhluk lain,Kehidupan sejati manusia adalah keseimbangan antara memenuhi kebutuhan fisik dan spiritual Tujuan Hidup:Tujuan utama penciptaan,manusia adalah untuk beribadah dan mengabdi kepada Allah SWT sebagai khalifah (pemimpin) di muka bumi,Kehidupan dunia adalah sarana untuk mempersiapkan kehidupan akhirat,dan segala perbuatan manusia akan dipertanggungjawabkan di hadapan,Sumber Pengetahuan: Kebenaran dalam Islam bersumber dari wahyu (Al-Qur'an dan Hadis), akal, dan intuisi (ilham).Wahyu menjadi pedoman utama yang melampaui keterbatasan akal manusia,terutama dalam hal-hal gaib seperti surga,neraka, dan hakikat Tuhan. Kedudukan: Manusia adalah makhluk yang paling mulia (QS. At-Tin: 4) karena dikaruniai akal, hati, dan kemauan untuk memilih antara kebaikan dan keburukan.Namun,manusia juga memiliki potensi untuk jatuh ke dalam kehinaan jika tidak menggunakan akal dan hati untuk beriman,Konsep Manusia Menurut Ilmu Pengetahuan,Ilmu pengetahuan melihat manusia sebagai objek studi yang bisa diteliti dan dijelaskan,Konsep Manusia Menurut Ilmu Pengetahuan Ilmu pengetahuan melihat manusia sebagai objek studi yang bisa diteliti dan dijelaskan secara rasional dan empiris, terlepas dari dimensi spiritualKonsep ini mencakup beberapa hal: Evolusi Biologis: Teori evolusi, seperti yang diusulkan oleh Charles Darwin,menjelaskan manusia sebagai hasil dari proses evolusi hayati yang panjang Manusia dipandang sebagai "animal" yang berevolusi menjadi makhluk dengan kemampuan kognitif dan sosial yang lebih kompleks
NIDA ULKHOIRIAH
menurut Islam,manusia adalah makhluk ciptaan Allah yg memiliki tubuh dan ruh,serta diberi akal dan tanggung jawab moral.diberikan tujuan hidup untuk beribadah dan menjalankan perintah allah.dan dalam pandangan Islam manusia tidak hanya hidup didunia tapi juga diakhirat. Dan menurut ilmu pengetahuan, manusia adalah makhluk biologis dari spesies homo Sapiens yang berkembang melalui proses evolusi,dan didalam ilmu pengetahuan tidak membahas ruh melainkan hanya tubuh dan fungsi otak.hidup manusia jga bertujuan untuk bertahan hidup dan berkembang biak saja.dalam pengetahuan juga disebutkan bahwa manusia adalah makhluk sosial dengan kemampuan berfikir, belajar,dan menciptakan budaya.serta segala pengetahuan tentang manusia didasarkan pada bukti ilmiah.
QUMIL LAILA SAFITRI
Jelaskan perbedaan pengertian manusia beragama (homo religius) menurut Islam dan pengertian manusia menurut ilmu pengetahuan! 1. Dalam islam, manusia adalah makhluk spiritual sekaligus biologis, yang diciptakan dengan fitrah beragama yang membimbingnya menuju tujuan hidup yang hakiki, beribadah, mengenal Allah, dan membentuk kehidupan sosial yang harmonis sesuai syarat. 2. Sedangkan dalam ilmu pengetahuan, manusia dilihat sebagai makhluk biologis, rasional dan sosial, yang berkembang melalui evolusi dan budaya. Agama hanyalah salah satu aspek budaya sebagai respon atas kebutuhan manusia.
Rosita
Manusia adalah sangat mulia
MUHAMMAD AMRIZAN
manusia beragama homo religius adalah merupakan desain ciptaan Allah kepada manusia. Meskipun belum mendapatkan dakwah dan ajaran Tuhan, manusia bersifat spiritual untuk menyelesaikanupaya menyelesaikan masalah dan kebahagiaan sejati manusia menurut ilmu pengetahuan ialah manusia yg mempunyai kesempurnaan sebagai mahluk Allah yg paling sempurna. contohnya bisa bisa spiritual yg bisa menerima wahyu, mempunyai unsur nafs sebagian simbol kehidupan, mempunyai hati nurani sebagai tempat ruhaniah dan kahikat, manusia mempunyai akal pikiran yang menemukan suatu kebenaran baik.
MUHAMMAD AMRIZAN
manusia beragama homo religius adalah merupakan desain ciptaan Allah kepada manusia. Meskipun belum mendapatkan dakwah dan ajaran Tuhan, manusia bersifat spiritual untuk menyelesaikanupaya menyelesaikan masalah dan kebahagiaan sejati manusia menurut ilmu pengetahuan ialah manusia yg mempunyai kesempurnaan sebagai mahluk Allah yg paling sempurna. contohnya bisa bisa spiritual yg bisa menerima wahyu, mempunyai unsur nafs sebagian simbol kehidupan, mempunyai hati nurani sebagai tempat ruhaniah dan kahikat, manusia mempunyai akal pikiran yang menemukan suatu kebenaran baik.
SUCI TASYA RAMADHANI
Manusia beragama (homo religius) menurut Islam adalah makhluk ciptaan tuhan yang memiliki fitrah untuk beribadah kepadanyaw, yang diwujudkan dengan mengamalkan ajaran agama sebagai pedoman hidup yang utuh dalam segala aspek kehidupan,sementara menurut ilmu pengetahuan,manusia adalah makhluk sosial dan biologis yang mengembangkan agama sebagai salah satu hasil budayanya untuk memenuhi kebutuhan sosial dan spiritualitasnya
Shahidah Ramadhani
1.)Menurut islam (homo religius) istilah dalam filsafat yang merujuk pada manusia sebagai makhluk beragama atau spiritual, yang memiliki kecenderungan bawaan untuk menyadari, mencari, dan menyembah sesuatu yang sakral atau ilahi. 2.)Menurut Ilmu Pengetahuan Manusia disebut homo religius karena punya kecenderungan alami untuk mencari yang transenden. Tapi ilmu pengetahuan biasanya menjelaskannya dari sisi psikologis, sosial, dan budaya: Agama muncul karena kebutuhan akan makna, ketenangan, atau aturan hidup. Istilahnya: religion (Inggris), religie (Belanda), yang maknanya lebih ke kumpulan praktik/ritual dan keyakinan.Jadi fokusnya, mengapa manusia butuh agama sebagai fenomena sosial dan spiritual, bukan pada wahyu atau fitrah dari Allah.
Muhammad Aulia Zikra Al-Fahrezi
Terdapat sebuah perbedaan pada pengertian Manusia Beragama (menurut islam), dan Manusia menurut Pengetahuan. Yaitu Pada Manusia Beragama ( Menurut Agama) ada naluri beragama (homo religius). Naluri tersebut merupakan desain ciptaan Allah kepada manusia. Meskipun ia tidak atau belum mendapatkan dakwah atau penyampaian ajaran-ajaran Tuhan, manusia selalu membutuhkan hal-hal yang bersifat spiritual dalam upaya menyelesaikan masalah atau menemukan kebahagiaan sejati. Naluri beragama pada diri manusia sebenarnya telah dijelaskan dalam ajaran Islam. Q.S. Al-A’raf ([7]:172) sebagai berikut: (Ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari tulang punggung anak cucu Adam, keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksiannya terhadap diri mereka sendiri (seraya berfirman), “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab, “Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi.” (Kami melakukannya) agar pada hari Kiamat kamu (tidak) mengatakan, “Sesungguhnya kami lengah terhadap hal ini,” Allah kemudian menurunkan para Nabi dan Rasul untuk membimbing manusia tentang ajaran-ajaran Tuhan -syariat Islam – dalam kurun waktu sangat panjang. Mulai dari Nabi Adam AS hingga Nabi Muhammad SAW. Agama hadir sebagai problem solving kegelisahan manusia akan kebutuhan jiwa dan menata kebutuhan bersifat jasmaniah dan sosial masyarakat (Ghozali, 2025). Pada Manusia menurut Pengetahuan adalah. Berbeda-beda penyebutannya antara lain religion (Inggris), religie (Belanda), dan dien (Arab). Arti agama dalam bahasa latin mengumpulkan dan membaca. Ini berarti bahwa agama mempunyai arti bentuk kumpulan mengabdi kepada Tuhan dan cara-cara nya telah diatur dalam Kitab Suci (Shodikin, 2003). Dalam Islam Kitab Suci berupa Al-Qur’an. Sedangkan sumber hukum nya ada tiga yaitu Al-Qur’an, As-Sunnah dan Ijtihad (Ijma’ dan Qiyas).
MUHAMMAD VIKRI
Manusia beragama (homo religius) menurut islam adalah manusia yang memiliki naluri dimana ia membutuhkan hal hal berbau spiritual agar dapat menjalankan sesuatu hal dengan mudah karna manusia selalu hidup ketergantungan maka timbul lah naluri tersebutlah dan melahirkan suatu keyakinan terhadap tuhan yang akan membantunya menemukan kebahagiaan sejati. Sedangkan menurut ilmu pengetahuan, agama memiliki arti mengumpulkan dan membaca, dimana manusia memahami dan mengabdi kan diri kepada Tuhan dengan aturan yang telah ditetapkan di kitab suci Al-Qur'an
Marsya santiya
Menurut Ilmu Pengetahuan Ilmu pengetahuan (biologi, antropologi, psikologi, dsb.) melihat manusia dari aspek empiris dan rasional, bukan spiritual. Manusia dianggap sebagai makhluk biologis (homo sapiens) yang berevolusi, memiliki kemampuan fisik, akal, dan budaya. Ciri khas manusia menurut ilmu pengetahuan adalah: Homo sapiens: makhluk yang berpikir dan rasional. Homo faber: makhluk yang mampu membuat alat dan teknologi. Homo socius: makhluk sosial yang membutuhkan orang lain. Homo ludens: makhluk yang juga bermain, kreatif, dan berbudaya. Tujuan hidup manusia dipandang relatif, tergantung pada kebutuhan biologis, sosial, ekonomi, atau pencarian makna hidup secara pribadi. Jadi, menurut ilmu pengetahuan manusia dipahami lebih ke arah makhluk biologis, sosial, dan rasional, tanpa memasukkan dimensi ketuhanan atau ibadah.
Suci
• Pengertian Manusia beragama (homo religius) menurut Islam, dan Ilmu Pengetahuan Jawab: Allah SWT. menciptakan Manusia dalam bentuk yang sempurna dan memberikan jiwa yang memiliki cara berfikir, berakal, dan bertanggungjawab. Allah SWT. menciptakan Manusia untuk menjadi Khalifah di bumi untuk melaksanakan syari'at-Nya. • Pengertian Manusia sebagai Ilmu Pengetahuan Jawab: Ilmu Pengetahuan memandang manusia secara lebih objektif dan rasional mempelajari asal- usul bagaimana cara berperilaku dan perkembangannya melalui kehidupan nyata.
Dewi Astuti
1. Pengertian Manusia Beragama (Homo Religiosus) Menurut Islam Dalam Islam, manusia dipandang sebagai makhluk ciptaan Allah yang memiliki fitrah beragama. Al-Qur’an (QS. Ar-Rum: 30) menyebut bahwa setiap manusia dilahirkan dengan fitrah tauhid (kecenderungan alami untuk mengakui keberadaan dan keesaan Allah). Manusia disebut homo religiosus karena dalam dirinya terdapat kebutuhan spiritual untuk menyembah, tunduk, dan beribadah kepada Tuhan. Tujuan keberadaannya dijelaskan dalam QS. Adz-Dzariyat: 56: "Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku." Jadi, menurut Islam, manusia bukan hanya makhluk biologis, tetapi juga makhluk ruhani yang tugas utamanya adalah beribadah, berakhlak mulia, dan menjadi khalifah di bumi. 2. Pengertian Manusia Menurut Ilmu Pengetahuan Ilmu pengetahuan (sains, terutama antropologi, biologi, psikologi, dan sosiologi) memandang manusia dari sudut empiris dan rasional. Manusia dipahami sebagai homo sapiens, makhluk hidup hasil evolusi panjang, yang berbeda dari makhluk lain karena memiliki: Akal dan kesadaran diri → mampu berpikir abstrak, menciptakan bahasa, seni, dan ilmu. Kemampuan sosial → hidup berkelompok, menciptakan budaya, dan sistem masyarakat. Kemampuan adaptasi → dapat menguasai alam dengan teknologi dan inovasi. Ilmu pengetahuan lebih menekankan pada aspek jasmani, psikis, dan sosial manusia, bukan aspek ketuhanan. Perbedaan Utama Aspek Islam (Homo Religiosus) Ilmu Pengetahuan Hakikat Makhluk ciptaan Allah, berfitrah beragama Makhluk biologis (homo sapiens) hasil evolusi Tujuan Hidup Beribadah, menjadi khalifah, mengabdi kepada Allah Bertahan hidup, berkembang biak, beradaptasi Dimensi Jasmani, akal, ruhani (spiritual) Jasmani, akal, sosial-psikologis Sumber Pengetahuan Wahyu (Al-Qur’an, Hadis) & akal Pengamatan, eksperimen, logika rasional Kebutuhan Utama Spiritual (ibadah, iman) Fisik, psikis, sosial, budaya
Dewi Astuti
1. Pengertian Manusia Beragama (Homo Religiosus) Menurut Islam Dalam Islam, manusia dipandang sebagai makhluk ciptaan Allah yang memiliki fitrah beragama. Al-Qur’an (QS. Ar-Rum: 30) menyebut bahwa setiap manusia dilahirkan dengan fitrah tauhid (kecenderungan alami untuk mengakui keberadaan dan keesaan Allah). Manusia disebut homo religiosus karena dalam dirinya terdapat kebutuhan spiritual untuk menyembah, tunduk, dan beribadah kepada Tuhan. Tujuan keberadaannya dijelaskan dalam QS. Adz-Dzariyat: 56: "Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku." Jadi, menurut Islam, manusia bukan hanya makhluk biologis, tetapi juga makhluk ruhani yang tugas utamanya adalah beribadah, berakhlak mulia, dan menjadi khalifah di bumi. 2. Pengertian Manusia Menurut Ilmu Pengetahuan Ilmu pengetahuan (sains, terutama antropologi, biologi, psikologi, dan sosiologi) memandang manusia dari sudut empiris dan rasional. Manusia dipahami sebagai homo sapiens, makhluk hidup hasil evolusi panjang, yang berbeda dari makhluk lain karena memiliki: Akal dan kesadaran diri → mampu berpikir abstrak, menciptakan bahasa, seni, dan ilmu. Kemampuan sosial → hidup berkelompok, menciptakan budaya, dan sistem masyarakat. Kemampuan adaptasi → dapat menguasai alam dengan teknologi dan inovasi. Ilmu pengetahuan lebih menekankan pada aspek jasmani, psikis, dan sosial manusia, bukan aspek ketuhanan. Perbedaan Utama Aspek Islam (Homo Religiosus) Ilmu Pengetahuan Hakikat Makhluk ciptaan Allah, berfitrah beragama Makhluk biologis (homo sapiens) hasil evolusi Tujuan Hidup Beribadah, menjadi khalifah, mengabdi kepada Allah Bertahan hidup, berkembang biak, beradaptasi Dimensi Jasmani, akal, ruhani (spiritual) Jasmani, akal, sosial-psikologis Sumber Pengetahuan Wahyu (Al-Qur’an, Hadis) & akal Pengamatan, eksperimen, logika rasional Kebutuhan Utama Spiritual (ibadah, iman) Fisik, psikis, sosial, budaya
Najiha
Manusia beragama (homo religius) menurut Islam dipahami sebagai makhluk ciptaan Allah yang terdiri dari unsur jasad dan ruh, memiliki fitrah beragama, akal, kalbu, dan tanggung jawab sebagai hamba serta khalifah di bumi. Sedangkan menurut ilmu pengetahuan, manusia lebih didefinisikan sebagai makhluk biologis yang berkembang secara evolusioner, dengan aspek fisik, psikologis, dan sosial, tanpa menekankan unsur spiritual atau religius secara inheren. Jadi, Islam menekankan dimensi spiritual dan hubungan dengan Tuhan, sementara ilmu pengetahuan fokus pada aspek materi dan fungsi biologis manusia.
Nurfitri Suryani
Manusia dalam pandangan Islam adalah homo islamicus, yaitu makhluk spiritual dan material yang berinteraksi dengan Tuhan, alam, dan sesama berdasarkan ajaran agama, sedangkan manusia dalam ilmu pengetahuan adalah homo religiosus, sebuah konsep universal yang menggambarkan manusia sebagai makhluk yang memiliki naluri beragama dan kepekaan terhadap hal-hal sakral atau transenden, tanpa terikat pada ajaran agama tertentu. Perbedaan utama terletak pada sumber kebenaran dan tujuan akhir: Islam menetapkan wahyu ilahi sebagai sumber utama, sedangkan ilmu pengetahuan menjadikan pengamatan dan akal sebagai dasar. Manusia Beragama (Homo Religiosus) Menurut Ilmu Pengetahuan Definisi: Istilah ini dipopulerkan oleh Mircea Eliade, yang merujuk pada manusia sebagai makhluk yang memiliki naluri beragama, mampu merasakan dan mengakui adanya yang sakral atau suci. Ciri-ciri: Kesadaran akan Sakral: Manusia beragama mampu membedakan antara yang suci (sacred) dan yang biasa (profane) serta cenderung memilih yang sakral. Naluri Keagamaan: Ada keyakinan bahwa setiap manusia memiliki bawaan atau naluri keagamaan yang mendasari kemampuannya untuk beragama. Fokus pada Transenden: Konsep ini menekankan aspek spiritualitas manusia yang terhubung dengan alam semesta, alam materi, tumbuhan, hewan, dan bahkan sesama manusia sebagai manifestasi dari yang sakral. Dasar Analisis: Konsep ini dianalisis melalui pengamatan perilaku, kebudayaan, dan pengalaman spiritual manusia secara universal, tanpa bergantung pada doktrin agama tertentu. Manusia Beragama Menurut Islam Definisi: Dalam Islam, manusia disebut sebagai homo islamicus yang merupakan makhluk individu dan sosial, spiritual dan material, yang diciptakan untuk beribadah kepada Allah. Ciri-ciri: Ketergantungan pada Wahyu: Manusia beragama Islam sangat bergantung pada ajaran Al-Qur'an dan Sunnah sebagai sumber kebenaran dan pedoman hidup. Hubungan dengan Tuhan: Tujuan utama adalah menjaga hubungan baik dengan Tuhan (taqwa) dan menyadari bahwa segala sesuatu berasal dari dan kembali kepada-Nya. Keselarasan Kehidupan: Harus menjaga keseimbangan dan harmoni antara hak dan kewajiban terhadap Tuhan, diri sendiri, alam, dan masyarakat. Tujuan Akhirat: Kehidupan di dunia dilihat sebagai ujian yang bertujuan untuk meraih keridhaan Allah dan kebahagiaan di akhirat. Perbedaan Kunci Sumber Kebenaran: Ilmu pengetahuan berfokus pada akal dan pengalaman empiris, sedangkan Islam berpedoman pada wahyu ilahi. Tujuan Akhir: Homo religiosus memiliki tujuan yang beragam tergantung pada sistem kepercayaan individu, sedangkan homo islamicus memiliki tujuan yang tunggal, yaitu beribadah kepada Allah dan mencapai kebahagiaan di akhirat. Kontekstualisasi: Ilmu pengetahuan menganalisis fenomena keberagamaan secara umum dan lintas budaya, sedangkan Islam memberikan pandangan spesifik dan komprehensif mengenai hakikat manusia sebagai hamba Allah.
Alya Septiamanda
Menurut Islam, manusia beragama (homo religius) artinya manusia adalah makhluk Tuhan, makhluk beragama yang seluruh aspek kehidupannya disinari cahaya keilahian. Manusia beragama (homo religius) adalah manusia yang mengakui, menyadari dan menghayati bahwa ada kekuatan Maha Besar dan Maha Suci sebagai penguasa kehidupan. Dan juga manusia beragama (homo religius) mengandung makna adanya kesadaran pada kewajiban utama manusia yaitu kewajiban terhadap Tuhan serta kewajiban ini tidak hanya kepada diri sendiri tetapi juga kepada manusia lain, lingkungan sosial dan lingkungan alam. Sedangkan menurut ilmu pengetahuan, manusia dalam arti ia tersusun atas jiwa dan raga, bersifat perorangan dan sosial, serta berkedudukan kodrat berdiri sendiri dan pada saat yang sama ia adalah makhluk Tuhan. Adapun terdiri nya manusia atas tubuh atau raga dan jiwa itu tidak terpisah satu dari lainnya, akan tetapi dalam susunan organis kedua-tunggalan, tersusun atas dua unsur hakikat yang bersama-sama merupakan suatu keutuhan dan keseluruhan baru, yang merupakan diri yang hidup, serba lain dari pada hidup raga saja atau hidup jiwa saja dalam dirinya sendiri.
SRI WAHYUNI
Perbedaan pengertian manusia beragama (homo religius) menurut Islam dan manusia menurut ilmu pengetahuan terletak pada sudut pandang dan dasar pendekatan yang digunakan.Islam memandang manusia sebagai makhluk paling mulia karena memiliki dimensi spiritual (ruh dari Allah) dan dibekali fitrah beragama,yang membuat manusia selalu terdorong mencari dakwah.Oleh karena itu, naluri beragama (homo religius) adalah desain ilahiyah uang membedakan manusia dari makhluk lain.Sedangkan sains/ilmu pengetahuan melihat manusia dari kacamata biologis dan sosiologis,dimana agama dianggap sebagai konstruksi sosial atau mekanisme psikologis,bukan sesuatu yang tertanam secara ilahiyah
Nur Adrea Rezki
1.Menurut Islam: Manusia dipandang sebagai makhluk ciptaan Allah yang memiliki fitrah beragama, yaitu kecenderungan alami untuk mengenal, menyembah, dan tunduk kepada Allah. Tujuan hidup manusia adalah untuk beribadah kepada Allah (QS. Adz-Dzariyat: 56). Jadi, manusia tidak hanya makhluk biologis, tetapi juga makhluk spiritual yang memiliki ruh, akal, hati, dan tanggung jawab moral di hadapan Sang Pencipta. 2.Menurut Ilmu Pengetahuan: Manusia dipahami sebagai makhluk biologis dan sosial, hasil evolusi dan perkembangan sejarah panjang kehidupan. Dalam antropologi, manusia disebut homo sapiens, makhluk yang berpikir (rasional), berbudaya, dan mampu beradaptasi. Agama dipandang sebagai salah satu produk budaya atau kebutuhan psikologis-sosial manusia untuk mencari makna, ketenangan, dan keteraturan dalam hidup. Ringkasannya : Islam → manusia beragama karena fitrah dari Allah, tugasnya beribadah dan beriman. Ilmu pengetahuan → manusia beragama karena kebutuhan sosial, budaya, dan psikologis dalam menghadapi hidup.
BUNGA SUCI AULIA
Perbedaan manusia beragama menurut islam dan manusia beragama menurut ilmu pengetahuan, ialah manusia beragama menurut islam merupakan perbandingan perbedaan dari makhluk Tuhan lainnya seperti hewan dan tumbuhan. Manusia memiliki berbagai unsur al-ruh (rahmat atau kasih sayang) , al-nafs (bernafas), al-qalb (hati) dan al-aql (budi atau fikiran). Manusia beragama menurut ilmu pengetahuan merupakan manusia yang selalu membutuhkan hal-hal yang bersifat spiritual dalam upaya penyelesaian masalah dan naluri ini melahirkan suatu keyakinan-keyakinan melalui perantara-perantara bertemu dengan Tuhan seperti batu-batuan, pohon-pohon besar, roh-roh yang kemudian terkenal dengan aliran animisme dan dinamisme.
AULYA NABILLA
1. Menurut Islam (Homo Religiosus) -Hakikat manusia: makhluk ciptaan Allah yang memiliki jasmani dan ruhani. -Tujuan hidup: beribadah kepada Allah dan mencapai kebahagiaan dunia-akhirat. -Ciri utama homo religius: selalu mencari makna hidup yang transenden dan menghubungkan segala aktivitas dengan Tuhan. 2. Menurut Ilmu Pengetahuan -Hakikat manusia: makhluk biologis dan sosial hasil proses evolusi alam (dalam pandangan sains modern). -Tujuan hidup: ditentukan oleh kebutuhan biologis, psikologis, dan sosial; tidak selalu dikaitkan dengan hal transenden. -Ciri utama homo sapiens menurut sains: makhluk berpikir (homo sapiens), makhluk sosial (zoon politicon), dan makhluk pekerja (homo faber). Perbedaan utama •Aspek : Islam (Homo Religiosus) : ilmu pengetahuan •Asal usul : Ciptaan Allah : evolusi biologis •Tujuan Hidup : Ibadah, mencari ridha Allah : memenuhi kebutuhan hidup, kebahagiaan dunia •Hakikat : Khalifah dan hamba Allah : spesies homo sapiens berakal •Fokus : Transenden (Tuhan dan Agama) : empiris (alam, budaya, sains)
Nisrina Annisa
Menurut Islam, manusia beragama (homo religius) karena memiliki fitrah dari Allah untuk mengenal dan menyembah-Nya (Q.S. Al-A’raf: 172). Sedangkan menurut pengetahuan, manusia beragama muncul dari kebutuhan spiritual dan psikologis, misalnya mencari kekuatan gaib atau kepercayaan lain. Jadi, Islam menekankan bahwa naluri beragama berasal dari Allah, sementara pengetahuan melihatnya sebagai kebutuhan batin manusia.
FITRI WULANDARI
Imam Al-Ghazali dipandang sebagai sosok yang mampu menyatukan ilmu, akal, dan spiritualitas, sehingga berpengaruh besar dalam peradaban Islam
FITRI WULANDARI
Islam menekankan dimensi ruhani dan hubungan manusia dengan Tuhan. Ilmu pengetahuan menekankan dimensi jasmani, psikologis, dan sosial tanpa memasukkan aspek ilahi.
Novizzayani
Menurut Islam manusia beragama homo religius adalah makhluk ciptaan Allah yang memliki fitrah beragama.yaitu kencenderungan alami untuk mengenal, menyembah dan berhubungan dengan tuhan (Allah), manusia dalam Islam dipandang sebagai makhluk yang diciptakan dengan tujuan utama untuk menyembah dan mengabdi kepada Allah. Menurut ilmu pengetahuan manusia dipandang sebagai makhluk biologis dan sosial yang merupakan hasil evolusi, Definisi manusia lebih menekankan aspek fisik, psikologis dan sosial tanpa memasukkan dimensi spiritual. Dengan demikian, manusia beragama menurut Islam adalah makhluk yang memiliki hubungan spiritual dengan tuhan dan tujuan hidup yang jelas, sedangkan manusia menurut ilmu pengetahuan lebih didefinisikan dari segi fisik dan sosial tanpa dimensi spiritual dan inheren
SYIFA ANGRAINI
1. Manusia Beragama (Homo Religiosus) Menurut Islam •Fitrah beragama •Tujuan hidup •Pandangan holistik •Hakikat agama Jadi menurut Islam, manusia beragama karena memang diciptakan Allah dengan fitrah religius dan membutuhkan wahyu sebagai pedoman hidup. 2.Manusia Menurut Ilmu Pengetahuan •Aspek sosial •Agama sebagai fenomena budaya •Netral terhadap metafisika Jadi menurut ilmu pengetahuan, keberagamaan manusia dilihat sebagai produk kesadaran, budaya, dan sejarah, bukan karena fitrah dari Allah.
NUR KARIMAH
Dalam pandangan Islam, manusia disebut homo religius karena sejak lahir telah dibekali fitrah (QS. Ar-Rum: 30) yaitu kecenderungan alami untuk mengenal, tunduk, dan menyembah Allah sedangkan menurut ilmu pengetahuan (biologi, antropologi, psikologi), manusia dipandang sebagai makhluk rasional atau homo sapiens, bagian dari evolusi makhluk hidup.
WIZA SHAHIRA
Manusia adalah makhluk mulia ciptaan Allah yang memiliki fitrah untuk beragama, beribadah, dan mengabdi kepada-Nya, dengan tujuan meraih kebahagiaan dunia dan akhirat melalui nilai-nilai agama sebagai pedoman hidup. Pada diri manusia ada naluri beragama (homo religius). Naluri ini yang kemudian melahirkan suatu keyakinan-keyakinan atas berbagai kekuatan yang diyakini sebagai perantara bertemu dengan Tuhan seperti batu-batuan, pohon-pohon besar, roh-roh yang kemudian terkenal dengan aliran animisme dan dinamisme. manusia selalu membutuhkan hal-hal yang bersifat spiritual dalam upaya menyelesaikan masalah atau menemukan kebahagiaan sejati. Naluri beragama sebagaimana di jelaskan dalam Q.s Al-A'raf : 127. Sedangkan menurut kajian ilmu pengetahuan berbeda-beda penyebutannya antara lain religion (Inggris), religie (Belanda), dan dien (Arab). Arti agama dalam bahasa latin mengumpulkan dan membaca. Ini berarti bahwa agama mempunyai arti bentuk kumpulan mengabdi kepada Tuhan dan cara-cara nya telah diatur dalam Kitab Suci. Dalam Islam Kitab Suci berupa Al-Qur’an. Sedangkan sumber hukum nya ada tiga yaitu Al-Qur’an, As-Sunnah dan Ijtihad (Ijma’ dan Qiyas).
Fatmawati
Menurut Islam manusia beragama(homo religius) adalah manusia yang memiliki fitrah atau potensi dasar untuk mengakui, meyakini, dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah SWT, serta menjalankan ajaran-Nya untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat sedangkan Menurut pengetahuan, manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, memiliki akal dan pikiran yang memungkinkannya berilmu dan berbudaya, serta bersifat sosial dan memiliki tanggung jawab sebagai khalifah di bumi. Jadi manusia ada jiwa dan raga atau jasmani dan ruhani.
nopianti
perbedaan antara Islam dan ilmu pengetahuan tentang manusia terletak pada tujuan hidup, sumber pengetahuan, dan pandangan tentang manusia. Islam menekankan tujuan spiritual dan wahyu, sedangkan ilmu pengetahuan fokus pada aspek biologis dan empiris.
Fahtullah
Menurut islam manusia beragama adalah manusia yang menjalankan segala perintah dan menjauhi segala larangan serta menyembah allah dan menyakini bahwa nabi muhammad adalah utusannya. Sedangkan menurut ilmu pengetahuan manusia adalah pengabdian manusia kepada Tuhan yang tata caranya telah di atur dalam Alkitab
rasmida hayati
Perbedaan pengertian manusia beragama menurut Islam dgn pengertian manusia menurut ilmu pengetahuan adalah: islam memandang manusia sebagai makhluk yang memiliki tujuan spiritual dan moral yang jelas, sedangkan ilmu pengetahuan memandang manusia sebagai makhluk biologis yang kompleks dengan tujuan yang dapat ditentukan oleh individu. Islam menekankan pentingnya iman dan ketaatan kepada Allah, sedangkan ilmu pengetahuan menekankan pentingnya pengetahuan dan pengalaman dalam membentuk perilaku manusia.
rasmida hayati
Perbedaan pengertian manusia beragama menurut Islam dgn pengertian manusia menurut ilmu pengetahuan adalah: islam memandang manusia sebagai makhluk yang memiliki tujuan spiritual dan moral yang jelas, sedangkan ilmu pengetahuan memandang manusia sebagai makhluk biologis yang kompleks dengan tujuan yang dapat ditentukan oleh individu. Islam menekankan pentingnya iman dan ketaatan kepada Allah, sedangkan ilmu pengetahuan menekankan pentingnya pengetahuan dan pengalaman dalam membentuk perilaku manusia.
Risma ariani
-Dalam Islam manusia pada hakikatnya adalah makhluk yang beragama(homo religius),yang memiliki fitrah untuk mengenal dan menyembah Allah SWT.manusia beragama menurut Islam adalah manusia yang menyadari keberadaan keberadaan -keberadaan Allah sebagai pencipta dan penguasa semesta -Manusia menurut ilmu pengetahuan ilmu pengetahuan, khususnya dalam bidang biologi dan antropologi,memandang manusia sebagai bagian dari alam semesta yang pada hukum-hukum alam. -Sementara itu antropologi melihat manusia sebagai makhluk sosial dan budaya yang mengembangkan berbagai sistem nilai,norma,dan adat istiadat.
Gita Prisca Sari
Pengertian Manusia Menurut Islam (Homo Religiosus) Dalam Islam, manusia dipandang sebagai makhluk ciptaan Allah yang memiliki dimensi jasmani dan rohani serta dibekali fitrah beragama, yaitu kecenderungan alami untuk mengenal dan menyembah Tuhan (Allah SWT). Pengertian Manusia Menurut Ilmu Pengetahuan Ilmu pengetahuan (sains), khususnya biologi dan antropologi, memandang manusia sebagai hasil dari proses evolusi dan merupakan makhluk rasional dengan struktur biologis dan sosial tertentu.
Dea Marsha
manusia beragama menurut islam lebih mengarah ke Wahyu Allah, sedangkan islam menurut ilmu pengetahuan lebih pengalaman manusia yang bersumberkan dari akal
Gita Prisca Sari
Pengertian Manusia Menurut Islam (Homo Religiosus) Dalam Islam, manusia dipandang sebagai makhluk ciptaan Allah yang memiliki dimensi jasmani dan rohani serta dibekali fitrah beragama, yaitu kecenderungan alami untuk mengenal dan menyembah Tuhan (Allah SWT). Pengertian Manusia Menurut Ilmu Pengetahuan Ilmu pengetahuan (sains), khususnya biologi dan antropologi, memandang manusia sebagai hasil dari proses evolusi dan merupakan makhluk rasional dengan struktur biologis dan sosial tertentu.
DZALFA PUTRI SYALIKA
Menurut islam, manusia ialah makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna yakni memiliki jiwa dan raga atau jasmani dan rohani yang tidak dimiliki oleh makhluk Tuhan lainnya seperti hewan dan tumbuh-tumbuhan. manusia diciptakan oleh Allah SWT untuk beribadah serta menjalankan segala perintah-Nya. Menurut ilmu pengetahuan manusia ialah makhluk yang ditandai dengan berbagai variasi biologis yang dipengaruhi oleh gen dan lingkungan.
SYAMSIDAR
Menurut Islam, homo religius berarti mempunyai fitrah untuk memahami dan menerima nilai-nilai kebenaran yang bersumber dari agama. Fitrah atau naluri tersebut merupakan desain ciptaan Allag kepada manusia. Dalam Al-Qur'an, surah Al-A'raf ayat 172, ini membuktikan bahwa manusia memiliki fitrah atau naluri untuk beragama dan mengakui keberadaan Tuhan Menurut Ilmu Pengetahuan, homo religius mengacu pada karakteristik manusia sebagai makhluk yang percaya akan keyakinan terhadap sesuatu. Dalam ilmu pengetahuan ini berarti bahwa agama mempunyai arti bentuk kumpulan mengabdi kepada Tuhan, artinya menggambarkan sifat alami manusia sebagai makhluk biologis dan sosial yang tumbuh melalui proses instingtif atau alamiah, dengan agama sebagai salah satu psikologis kebutuhan manusia.
Ayu Dewi Astuti
Manusia dalam pandangan Islam adalah hamba Allah yang memiliki fitrah beragama (homo religius) dan diciptakan untuk beribadah, dengan tujuan akhir kembali kepada-Nya. Sementara itu, ilmu pengetahuan memandang manusia sebagai makhluk yang kompleks dengan akal dan kemampuan untuk mempelajari serta beradaptasi dengan realitas, termasuk fenomena agama, yang dipandang sebagai salah satu bentuk budaya atau hasil pemikiran manusia.
CITI SARAH
Manusia menurut agama Islam iyalah adalah merupakan ciptaan Allah yang mempunyai akal pikiran dan hati serta memiliki tanggung jawab dan moral sedangkan manusia menurut ilmu pengetahuan adalah makhluk biologis yng mempunyai sarapan dan akal pikiran di dalam tubuh Nya
CITI SARAH
Manusia menurut agama Islam iyalah adalah merupakan ciptaan Allah yang mempunyai akal pikiran dan hati serta memiliki tanggung jawab dan moral sedangkan manusia menurut ilmu pengetahuan adalah makhluk biologis yng mempunyai sarapan dan akal pikiran di dalam tubuh Nya
DEA MANDELA
perbedaan dari manusia beragama (homo religius) menurut islam dan manusia menurut ilmu pengetahuan yaitu manusia homo religus menekankan bahwa manusia secara fitrah memiliki naluri spritual yang membuatnya selalu mencari tuhan sehingga melahirkan kepercayaan animisme, dinamisme dan agama-agama samawi. sedangkan pengertian manusia berdasarkan ilmu pengetahuan merupakan sebuah ilmu yang menekankan agama sebagai konsep, istilah, dan sistem ajaran yang diatur dalam kitab suci serta dipelajari secara ilmiah.
Noviria Safitri
Manusia beragama (homo religius) menurut Islam adalah ciptaan Tuhan yang secara fitrah memiliki kemampuan untuk menerima dan mengamalkan nilai-nilai kebenaran agama sebagai pedoman hidup, yang mengarah pada tujuan penciptaan untuk beribadah kepada-Nya. Sebaliknya, pengertian manusia menurut ilmu pengetahuan (ilmu sosial, antropologi) lebih memandang manusia sebagai makhluk ciptaan yang memiliki budaya, rasionalitas, dan kemampuan untuk beradaptasi serta mengembangkan diri melalui berbagai disiplin ilmu tanpa harus meletakkan Tuhan sebagai pusat aktivitasnya.
Siska Murlya
Manusia Beragama (homo religius)menurut islam adalah makhluk jasmani&rohani yang berorientasi kepada dunia dan akhirat serta menjalankan hidupnya untuk beribadah kepada Allah swt, sedangkan pengertian manusia menurut ilmu pengetahuan adalah manusia adalah makhluk biologis yang merupakan hasil evolusi dari makhluk lainnya.
Nur Zahwa Dwi Rahma Dina
Dalam Islam, manusia disebut sebagai makhluk yang diciptakan oleh Allah SWT dengan tujuan utama beribadah dan berhubungan dengan-Nya. Manusia adalah makhluk yang memiliki fitrah beragama, yaitu kecenderungan alami untuk mengenal, menyembah, dan taat kepada Tuhan. Dalam ilmu pengetahuan, khususnya biologi dan antropologi, manusia dipahami sebagai makhluk hidup dari spesies Homo sapiens yang memiliki ciri-ciri fisik dan biologi tertentu, seperti kemampuan berpikir, berbahasa, dan berbudaya.
Nur Juwisya
Pengertian manusia beragama (homo religius) menurut Islam dan pengertian manusia menurut ilmu pengetahuan memiliki perspektif yang berbeda. Menurut Islam 1. *Makhluk Ciptaan Allah*: Dalam Islam, manusia adalah makhluk ciptaan Allah SWT, dengan tujuan tertentu seperti beribadah kepada Allah (QS. Adz-Dzariyat: 56). 2. *Khalifah di Bumi*: Manusia dianggap sebagai khalifah (wakil) Allah di bumi, dengan tanggung jawab mengelola dan memakmurkan bumi sesuai dengan petunjuk Allah. 3. *Memiliki Fitrah*: Islam menyebutkan manusia memiliki fitrah (suatu kecenderungan alami) untuk mengenal dan tunduk kepada Allah. 4. *Akuntabilitas*: Manusia akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat atas perbuatannya di dunia. 5. *Dimensi Spiritual*: Islam menekankan pentingnya aspek spiritual dan hubungan dengan Allah dalam kehidupan manusia.
nisya febriani putri
1. Manusia Beragama (Homo Religiosus) Menurut Islam Dalam Islam, manusia disebut makhluk religius karena sejak lahir sudah membawa fitrah (QS. Ar-Rum: 30) yaitu kecenderungan untuk mengakui adanya Allah dan beribadah kepada-Nya. Manusia dianggap sebagai makhluk istimewa yang diberi akal, ruh, dan wahyu sebagai petunjuk hidup. Tujuan hidup manusia menurut Islam adalah beribadah kepada Allah (QS. Adz-Dzariyat: 56), mengelola bumi sebagai khalifah, serta menjaga hubungan dengan Allah (hablun minallah) dan dengan sesama (hablun minannas). Jadi, menurut Islam manusia pada hakikatnya beragama, karena tidak bisa lepas dari kepercayaan kepada Tuhan. 2. Manusia Menurut Ilmu Pengetahuan Ilmu pengetahuan memandang manusia secara empiris dan rasional. Manusia dipahami sebagai homo sapiens, makhluk biologis hasil evolusi dengan kemampuan berpikir, berbahasa, dan menciptakan budaya. Dilihat dari aspek ilmiah, manusia berkembang karena faktor genetik, lingkungan, dan sosial-budaya, bukan karena dorongan fitrah ilahiah. Dalam ilmu pengetahuan, agama dipandang sebagai salah satu produk budaya atau sistem nilai yang lahir dari kebutuhan manusia terhadap makna dan keteraturan hidup. Jadi, menurut ilmu pengetahuan manusia adalah makhluk rasional dan sosial, tidak selalu dianggap beragama secara fitrah, tetapi beragama karena kebutuhan psikologis dan sosial Kesimpulan: Islam → Manusia adalah homo religius secara fitrah, karena diciptakan untuk beribadah dan dekat dengan Allah. Ilmu pengetahuan → Manusia adalah homo sapiens, makhluk biologis yang berakal dan berbudaya; keberagamaan hanyalah salah satu aspek kehidupannya.
Ilmadyan Fahirra ABI 1D
1. Manusia Beragama (Homo Religiosus) Menurut Islam, manusia dipandang sebagai makhluk ciptaan Allah yang punya fitrah beragama sejak lahir. Artinya setiap manusia pada dasarnya cenderung mencari Tuhan, butuh sandaran, dan punya naluri untuk beribadah. Manusia bukan cuma makhluk biologis, tapi juga makhluk spiritual yang punya tanggung jawab (amanah) sebagai khalifah di bumi dan sebagai hamba Allah. jadi manusia di sini dilihat dari dimensi ruhani dan ketundukan pada Tuhan. 2. Manusia Menurut Ilmu Pengetahuan ilmu pengetahuan (sains) melihat manusia lebih ke sisi biologis, psikologis, dan sosialnya. Manusia dipandang sebagai homo sapiens: Makhluk yang punya akal, bisa berpikir, berkomunikasi dengan bahasa, menciptakan budaya, dan beradaptasi dengan lingkungan. Penjelasannya berbasis observasi dan penelitian tanpa melibatkan unsur ketuhanan. Jadi manusia dianggap sebagai makhluk rasional dan sosial, hasil proses evolusi panjang, dengan kecerdasan yang membedakannya dari makhluk lain. Menurut islam → manusia = Makhluk beragama, hamba Allah, punya fitrah spiritual. Menurut sains → manusia = Makhluk rasional dan sosial, produk evolusi, dipahami lewat akal dan penelitian.
silvia afriani
Islam: menekankan dimensi spiritual dan tujuan hidup yang terikat pada Allah (ibadah). Ilmu pengetahuan: menekankan dimensi biologis, rasional, dan sosial tanpa mengaitkan pada Tuhan.
Nasywa sifa halmala
1. Manusia Beragama (Homo Religiosus) Menurut Islam - Fitri / Naluriah Dalam Islam, manusia sejak lahir sudah memiliki fitrah (QS. Ar-Rum: 30): yaitu kecenderungan bawaan untuk mengenal dan menyembah Tuhan. Artinya, manusia hakikatnya makhluk religius. - Tujuan Hidup Islam memandang manusia sebagai ciptaan Allah yang tugas utamanya beribadah dan menjadi khalifah di bumi (QS. Adz-Dzariyat: 56). Jadi manusia beragama bukan sekadar pilihan, tapi bagian dari hakikat penciptaannya. - Sisi Spiritual Dimensi spiritual (ruh) dianggap nyata dan menjadi pusat kemuliaan manusia. Agama bukan sekadar kebutuhan sosial, tapi kebutuhan jiwa untuk mendekat kepada Sang Pencipta. Kesimpulan Islam: manusia itu homo religiosus secara esensial — keberagamaan adalah sifat hakiki dan kebutuhan rohaniah. 2. Manusia Menurut Ilmu Pengetahuan Pendekatan Empiris / Saintifik Ilmu pengetahuan (sosiologi, antropologi, biologi, psikologi) melihat manusia sebagai makhluk biologis dan sosial yang berkembang melalui proses evolusi dan budaya. Religiusitas sebagai Fenomena Sosial / Psikologis Keberagamaan dianggap hasil konstruksi sosial, pendidikan, atau kebutuhan psikologis (misalnya untuk mengatasi ketidakpastian, rasa takut, atau mencari makna). Fokus pada Bukti Ilmu pengetahuan tidak membahas roh atau wahyu secara metafisik. Ia hanya mengamati perilaku dan sistem kepercayaan manusia secara objektif. Kesimpulan Ilmiah: manusia secara biologis adalah homo sapiens; sifat religius bukan bawaan mutlak, melainkan fenomena kultural dan psikologis.
Dinia anis syafira
Menurut Islam, manusia disebut homo religius karena fitrahnya adalah makhluk beriman, memiliki akal dan hati yang cenderung kepada Allah serta wajib beribadah. Menurut ilmu pengetahuan, manusia dipahami sebagai makhluk biologis (homo sapiens) yang unggul karena akalnya, kemampuan berpikir, dan budaya, tanpa selalu mengaitkan dengan aspek ketuhanan.
juliana safitri
Islam memandang manusia sebagai homo religius (makhluk beragama) yang diciptakan Allah, memiliki fitrah untuk beriman, dan tujuan hidupnya adalah beribadah serta mencari ridha Allah. Ilmu pengetahuan memandang manusia sebagai homo sapiens (makhluk biologis dan rasional) hasil evolusi, dengan agama dianggap sebagai produk budaya dan kebutuhan sosial, bukan fitrah ilahi.
Windari 1 D
Perbedaannya adalah bahwa menurut Islam, manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan (Allah) yang diciptakan dari tanah, memiliki akal, fitrah beragama, dan tujuan hidup untuk beribadah kepada-Nya dan kembali kepada-Nya, sedangkan menurut ilmu pengetahuan, manusia adalah produk evolusi yang memiliki akal untuk mengembangkan sains dan teknologi, dan agama muncul sebagai jawaban atas pertanyaan eksistensial dan faktor sosial.
Marcshella zarides
dalam Islam manusia adalah makhluk dengan jiwa dan raga yang hidup berserah dan bertanggung jawab pada Tuhan serta menjalani hidup bermakna dalam petunjuk agama. Sementara ilmu pengetahuan menempatkan manusia sebagai hasil proses evolusi biologis yang memiliki kemampuan intelektual dan sosial dalam menavigasi lingkungan hidupnya. Ini menjadi perbedaan utama pemahaman manusia beragama (homo religius) menurut Islam dan pengertian manusia menurut ilmu pengetahuan
Pencatatan Perkawinan
12 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   85
Beragam Perspektif Sosiologi Keluarga
08 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   93
Qawaidul Fiqhiyah-bagian Kedua
05 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   158
Pembaharuan dalam Islam
02 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   344
Modern dan Modernisme
27 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   385
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13557
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4551
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3568
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2950
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2875