
Allah telah menciptakan manusia sebagai homo religion dan homo
socius. Sebagai homo religion manusia secara naluri selalu
membutuhkan keberadaan Tuhan. Ia senantiasa terus melakukan pencarian diri
untuk menemukan suatu kebenaran sejati. Sejarah adanya kepercayaan masyarakat
tradisional seperti dinamisme dan animisme merupakan suatu bukti
bahwa pencarian manusia terhadap adanya Tuhan sangat dibutuhkan dalam kehidupan
manusia. Mereka menyadari bahwa kehadiran Tuhan sangat dibutuhkan untuk
menyelesaikan problematika kehidupan yang tidak bisa diselesaikan oleh beragam
kesenangan yang bersifat duniawi. Semua akan hilang dan ditinggalkan saat
manusia meninggal dunia. Mereka menginginkan kebahagiaan pasca kehidupan di
dunia. Lalu pencarian ini diwujudkan dalam bentuk keyakinan-keyakinan atau
kepercayaan-kepercayaan terhadap benda-benda tertentu yang dianggap keramat
atau mempunyai kekuatan sebagai jalan untuk menggapai kebahagiaan sejati.
Manusia sebagai homo socius karena manusia tidak bisa hidup
seorang diri. Meskipun ia mencoba untuk membuktikan ketidakbenaran tersebut,
manusia tetap membutuhkan unsur-unsur dari luar dirinya sebagai wujud diri
bahwa ia tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain dalam wujud berbeda seperti
membutuhkan binatang dan tumbuh-tumbuhan. Adanya kebutuhan tersebut membuktikan
ketergantungan-ketergantungan manusia
dalam rangka memenuhi kebutuhan diri baik berkaitan dengan kebutuhan spiritual,
emosional, intelektual maupun sosial.
Allah SWT menjadikan manusia sebagai homo religion agar
manusia senantiasa menyembah Tuhan dan mengenal-Nya dengan baik dan benar. Pengenalan
agama dengan baik dan benar tentu saja melalui nabi Muhammad yang diteruskan
oleh para sahabat, tabi’in, tabi’in-tabi’in dan para ulama hingga kini.
Dalam pandangan Islam, hakikat seluruh alam semesta adalah ciptaan
dan milik Allah swt. Ia mempunyai kekuasaan mutlak terhadap seluruh jagat raya.
Sedangkan manusia adalah bagian dari jagat raya tersebut. Kehadirannya sebagai ‘abdullah
(hamba nya Allah), sehingga kedudukannya adalah menjalankan perintah-perintah
Allah dan meninggalkan segala larangan-larangan-Nya
Musa Asy’ari mengatakan bahwa esensi ‘abd adalah ketaatan,
ketundukan dan kepatuhan yang kesemuannya itu hanya layak diberikan kepada Tuhan.
Ketundukan dan ketaatan pada kodrat alamiah senantiasa berlaku baginya. Ia
terikat oleh hukum-hukum Tuhan yang menjadi kodrat pada setiap ciptaan-Nya, Manusia
menjadi bagian dari setiap ciptaannyaa, dan ia bergantung pada sesamannya.
Sebagai hamba Allah, manusia tidak bisa terlepas dari kekuasaannya. Sebab,
manusia mempunyai fitrah (potensi) untuk beragama. Mulai dari manusia purba
sampai kepada manusia modern sekarang ini yang mengakui bahwa diluar dirinya
ada kekuasaan transedental
Sebagai ajaran Tuhan, Islam tidak melepaskan diri dari ajaran
sosial kemasyarakatan. Sebagai sebuah ideologi sosial, Islam mempunyai strategi untuk
melakukan perubahan sosial sesuai dengan ajaran-ajarannya mengentai
transformasi sosial. Oleh karena itu menjadi sangat jelas, bahwa Islam sangat
berkepentingan pada realitas sosial, bukan hanya untuk dipahami, tapi juga
diubah dan dikendalikan. Tidaklah Islami misalnya, jika kaum musllim bersikap
tak acuh terhadap kondisi strtuktural masyarakatnya, sementara tahu bahwa
kondisi tersebut bersifat munkar. Sikap etis seperti ini mungkin akan
menghasilkan bias dalam paradigm teori sosial Islam, tapi itu sah saja adanya,
sebagaimana teori-teori sosial lain juga menghidp bias normative, ideologis dan
filosofisnya sendiri
Manusia sebagai khalifah atau pelaku peradaban mempunyai tugas
selain sebagai hamba Allah dan harus tunduk serta memasrahkan diri secara
totalitas kepada-nya, juga mempunyai tugas untuk melakukan perubahan-perubahan
kehidupan masyarakat sesuai dengan amanat yang telah diberikan Allah kepadanya.
Ada tugas yang tidak boleh dilupakan oleh umat Islam yaitu meneruskan tugas
kenabian berupa menyebarkan agama serta menyebarkan suri tauladan dalam
beragama. Q.S. Al-Bayinah[98] ; 5 sebagai berikut: “Padahal mereka tidak
disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-nya
dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan sholat dan
menunaikan zakat dan yang demikian itulah agama yang lurus.” Q.S. Al-Baqarah
[2]: 265 sebagai berikut: “Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan
hartanya karena mencari ridha Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti
sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat,
maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya,
maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah maha melihat apa yang kamu
perbuat.”
Dari sini kedudukan manusia sebagai khalifah di dunia mempunyai dua
arah yaitu arah horizontal dan vertikal. Ahmad Hasan Firhat membedakan
kedudukan kekhalifahan manusia ada dua bentuk, yaitu: pertama, khalifah
kauniyat. Dimensi ini mencakup wewenang manusia secara umum yang telah
dianugerahkan Allah SWT untuk mengatur dan memafaatkan alam semesta beserta
isinya bagi kelangsungan kehidupan kehidupan umat manusia di muka bumi. Kedua, khalifah
syariyah. Dimensi ini merupakan wewenang Allah yang diberikan kepada
manusia untuk memakmurkan alam semesta. Hanya saja, untuuk melaksanakan tugas
dan tanggungjawab ini, predikat khalifah secara khusus ditujukan kepada
orang-orang mukmin. Hal ini dimaksudkan agar dengan keimanan yang dimilikinya,
mampu menjadi kontrol mekanisme yang mereka jalankan dalam mengelola alam
semesta
Menurut Quraish Shihab, istilah khalifah dalam bentuk mufrad
(tunggal) berarti penguasa politik dan religius. Istilah ini digunakan untuk
nabi-nabi dan tidak digunakan untuk manusia pada umumnya. Sedangkan untuk
manusia biasa digunakan khalaif yang didalamnya mengandung makna yang
lebih luas, yaitu bukan hanya sebagai penguasa dalam berbagai bidang kehidupan
Ruang Diskusi
Bagaimana pandangan kamu tentang makna politik dalam kehidupan
sosial?
Penulis : Vijianfaiz,PhD
Adilla Iyatul Ullia
Menurut saya, politik dalam kehidupan sosial memiliki makna sebagai cara manusia mengatur dan menyelaraskan kepentingan bersama. Politik tidak hanya berkaitan dengan pemerintahan, tetapi juga terlihat dalam interaksi sehari-hari, seperti dalam organisasi, keluarga, atau lingkungan masyarakat. Melalui politik, perbedaan pendapat dapat dikelola dan keputusan bersama dapat dicapai. Dengan demikian, politik berfungsi sebagai sarana menjaga keteraturan, menciptakan keadilan, serta membangun kesepahaman dalam kehidupan sosial.
Awan Fahri Hidayat
politik dalam kehidupan sosial memiliki makna yang luas dan kompleks, politik tidak hanya tentang kekuasaan dan pemerintahan. Tetapi bagaimana masyarakat berinteraksi dan membuat keputusan. Dan menentukan arah kehidupan bersama.
ADRYAN RIZKY KURNIAWAN
Menurut saya, makna politik dalam kehidupan sosial bisa dipahami sebagai proses mengatur, mengelola, dan menyeimbangkan kepentingan bersama dalam masyarakat. Politik bukan hanya tentang kekuasaan formal di pemerintahan, tetapi juga tentang bagaimana keputusan dibuat, bagaimana konflik diatasi, dan bagaimana sumber daya dibagi untuk mencapai keadilan dan kesejahteraan.
Masdalifah Az-Zahrah
Politik dalam kehidupan sosial pada dasarnya adalah cara manusia mengatur kehidupan bersama. Politik tidak hanya soal perebutan kekuasaan di pemerintahan, tetapi juga bagaimana masyarakat bisa hidup tertib, adil, dan teratur melalui aturan serta kesepakatan. Dalam kehidupan sosial, setiap orang atau kelompok memiliki kepentingan yang berbeda-beda, dan politik menjadi sarana untuk mempertemukan serta menyeimbangkan kepentingan itu. Karena itu, politik sangat dipengaruhi oleh nilai dan budaya masyarakat, seperti musyawarah, gotong royong, atau rasa keadilan. Singkatnya, politik merupakan mekanisme untuk menjaga agar kehidupan sosial tidak kacau dan bisa berjalan sesuai aturan yang disepakati.
Raudatul Jannah
Menurut pandangan saya makna politik dalam kehidupan sosial merupakan proses interaksi yang dilakukan oleh individu dengan individu lainnya agar bisa mencapai tujuan bersama dan dapat hidup berdampingan dalam suatu suku, kota, bahkan hingga di negara
M rendy adhiswara
Menurut saya Politik itu seperti membuat keputusan bersama masyarakat. Di masyarakat, politik membantu menentukan kebijakan yang mempengaruhi kehidupan sehari hari, seperti pendidikan, kesehatan, dan keamanan. Politik juga tentang bagaimana kita memperlakukan satu sama lain dan memastikan semua orang di perlakukan dengan adil
Fitri Endang Wahyu Ningsih
Menurut pendapat saya politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama, penyelenggaraan Publik pemerintahan dan negara. politik adalah segala sesuatu tentang proses perumusan dan pelaksanaan kebijakan publik Pemerintahan.
Tia Amelia
Menurut Pandangan saya tentang makna politik dalam kehidupan sosial adalah bahwa politik merupakan mekanisme penting untuk mengatur, mengawasi, dan menyeimbangkan kepentingan masyarakat sehingga kehidupan bersama dapat berjalan secara teratur, adil, dan terarah.
Muhammad Khusnul Falah
Politik adalah proses pengambilan keputusan yang mempengaruhi kehidupan masyarakat. Politik mempengaruhi: - Pengambilan keputusan - Pembagian sumber daya - Perlindungan hak - Pengembangan masyarakat Namun, politik juga dihadapkan pada tantangan seperti korupsi, ketidaksetaraan, dan konflik. Oleh karena itu, partisipasi masyarakat yang aktif dan sadar sangat penting untuk mempengaruhi keputusan dan meningkatkan akuntabilitas.
Ainil Ima Ullah
menurut saya politik dalam kehidupan sosial memiliki makna yang sangat penting untuk dipelajari, manusia hidup bersosial dan berpolitik, politik memainkan peran penting dalam membentuk kehidupan sosial dan mempengaruhi kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, penting bagi warga negara untuk memahami dan terlibat dalam proses politik untuk mempengaruhi kebijakan publik dan melindungi kepentingan mereka.
Fitri Nazri Wati
menurut Pandangan saya tentang makna politik dalam kehidupan osial adalah Politik sebagai Instrumen Sosial Politik bukan sekadar perebutan kekuasaan, tetapi sebuah instrumen untuk mengatur kehidupan bersama agar berjalan tertib, adil, dan sesuai dengan norma yang berlaku. Dalam konteks sosial, politik membantu menciptakan struktur dan sistem yang memfasilitasi interaksi antarindividu maupun kelompok, sehingga kebutuhan dasar manusia sebagai homo socius dapat terpenuhi.
Ade Isanov
Menurut saya, makna politik dalam kehidupan sosial bisa dipahami dari dua sisi: 1. Politik sebagai seni mengatur kehidupan bersama Politik tidak hanya sebatas perebutan kekuasaan di level negara, tapi juga mencakup bagaimana masyarakat mengatur kepentingan bersama, menyelesaikan konflik, dan mengambil keputusan yang memengaruhi orang banyak. Dalam kehidupan sosial sehari-hari, politik hadir dalam bentuk musyawarah, organisasi masyarakat, hingga kebijakan publik. 2. Politik sebagai interaksi kepentingan Setiap kelompok dalam masyarakat memiliki kepentingan berbeda—ekonomi, budaya, pendidikan, agama. Politik menjadi sarana untuk menjembatani perbedaan ini agar tetap tercipta keteraturan dan keadilan. Dengan kata lain, politik adalah mekanisme sosial untuk menjaga keseimbangan kekuasaan dan distribusi sumber daya.
Dwita Anjassari
Menurut saya, politik dalam kehidupan sosial merupakan cara untuk mengatur kehidupan bersama agar tercipta ketertiban, keadilan, dan kesejahteraan bagi seluruh anggota masyarakat.
SITI NURAFIZAH
Politik dalam kehidupan sosial bermakna sebagai cara mengatur hidup bersama, sarana partisipasi masyarakat, alat memperjuangkan keadilan sosial, dan pembentuk identitas kelompok. Intinya, politik adalah ruang interaksi dan perjuangan untuk keteraturan serta kesejahteraan bersama.
Nur Atikah Sa’adi
Menurut saya, makna politik dalam kehidupan sosial dapat dipahami sebagai peran dan fungsi politik dalam mengatur, memengaruhi, serta membentuk dinamika masyarakat. Politik bukan hanya soal kekuasaan atau pemerintahan, tetapi juga bagaimana nilai, aturan, dan keputusan bersama dijalankan demi keteraturan sosial.
Ahmad Sulthan Resti
Pandangan saya tentang makna politik dalam kehidupan sosial adalah bahwa politik merupakan bagian yang tak terpisahkan dari dinamika kehidupan bersama. Politik tidak hanya soal kekuasaan atau pemerintahan, tapi lebih luas — ia menyangkut cara kita mengatur hidup bersama, membagi sumber daya, dan membuat keputusan kolektif.
Dian Syafika
Menurut pandangan saya mengenai politik dalam kehidupan sosial adalah politik dapat mempengaruhi kesejahteraan masyarakat,tak hanya itu politik juga dapat mempengaruhi interaksi sosial.
Annisa Nazla Ghiyanie
menurut saya, politik dalam kehidupan sosial adalah cara bagaimana orang mengatur dan mengambil keputusan bersama demi kebaikan masyarakat. politik bukan cuma soal kekuasaan atau pemerintahan, tetapi juga menyangkut bagaimana hak dan kewajiban dibagi, bagaimana keadilan ditegakkan, dan bagaimana suara masyarakat didengar.
NAJUWA SALSABILA
politik adalah sebagai pengatur kehidupan bersama demi menjaga peraturan, hukum, dan nilai masyarakat serta berinteraksi sosial untuk kepentingan ide, nilai masyarakat namun memberikan kesempatan masyarakat ikut terlibat dengan menyuarakan aspirasi,dan menentukan arah negara dan sebagai cermin budaya, moral, dan etika yang berada ditengah masyarakat
Nur asuha
Pendidikan politik termasuk sebagai sesuatu yang penting, sebab mampu memberikan pemahaman kepada warga negara mengenai hak serta kewajibannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
elda mazlin
menurut saya, politik dalam kehidupan sosial itu cara kita mengatur kepentingan bersama supaya hidup lebih tertib dan adil. Politik bukan cuma soal pemerintahan, tapi juga terlihat di kehidupan sehari-hari, misalnya keputusan bersama di masyarakat.
Nabila Azzahra
menurut pendapat saya,politik dalam kehidupan sosial sangatlah penting, karna dimana setiap individu, kelompok dan institusi saling terhubung.dan menurut saya politik seperti jantung dari kehidupan,mengapa begitu? karna saya berpikir kita sebagai manusia yang hidup bersama,membuat keputusan bersama sama untuk masa depan bersama.
Nelvi Riani
Pandangan mengenai makna politik dalam kehidupan sosial bersifat kompleks dan memiliki sisi positif maupun negatif. Politik bisa menjadi sarana untuk mencapai kebaikan bersama melalui pengambilan keputusan dan pengelolaan kekuasaan, namun juga bisa menimbulkan konflik dan ketidakpercayaan.
Pencatatan Perkawinan
12 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   85
Beragam Perspektif Sosiologi Keluarga
08 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   93
Qawaidul Fiqhiyah-bagian Kedua
05 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   157
Pembaharuan dalam Islam
02 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   344
Modern dan Modernisme
27 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   385
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13554
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4548
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3563
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2945
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2874