Avatar

Vijianfaiz,PhD

Penulis Kolom

321 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Manusia dan Politik



Sabtu , 13 September 2025



Telah dibaca :  401

Allah telah menciptakan manusia sebagai homo religion dan homo socius. Sebagai homo religion manusia secara naluri selalu membutuhkan keberadaan Tuhan. Ia senantiasa terus melakukan pencarian diri untuk menemukan suatu kebenaran sejati. Sejarah adanya kepercayaan masyarakat tradisional seperti dinamisme dan animisme merupakan suatu bukti bahwa pencarian manusia terhadap adanya Tuhan sangat dibutuhkan dalam kehidupan manusia. Mereka menyadari bahwa kehadiran Tuhan sangat dibutuhkan untuk menyelesaikan problematika kehidupan yang tidak bisa diselesaikan oleh beragam kesenangan yang bersifat duniawi. Semua akan hilang dan ditinggalkan saat manusia meninggal dunia. Mereka menginginkan kebahagiaan pasca kehidupan di dunia. Lalu pencarian ini diwujudkan dalam bentuk keyakinan-keyakinan atau kepercayaan-kepercayaan terhadap benda-benda tertentu yang dianggap keramat atau mempunyai kekuatan sebagai jalan untuk menggapai kebahagiaan sejati.

Manusia sebagai homo socius karena manusia tidak bisa hidup seorang diri. Meskipun ia mencoba untuk membuktikan ketidakbenaran tersebut, manusia tetap membutuhkan unsur-unsur dari luar dirinya sebagai wujud diri bahwa ia tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain dalam wujud berbeda seperti membutuhkan binatang dan tumbuh-tumbuhan. Adanya kebutuhan tersebut membuktikan  ketergantungan-ketergantungan manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan diri baik berkaitan dengan kebutuhan spiritual, emosional, intelektual maupun sosial.

Allah SWT menjadikan manusia sebagai homo religion agar manusia senantiasa menyembah Tuhan dan mengenal-Nya dengan baik dan benar. Pengenalan agama dengan baik dan benar tentu saja melalui nabi Muhammad yang diteruskan oleh para sahabat, tabi’in, tabi’in-tabi’in dan para ulama hingga kini.

Dalam pandangan Islam, hakikat seluruh alam semesta adalah ciptaan dan milik Allah swt. Ia mempunyai kekuasaan mutlak terhadap seluruh jagat raya. Sedangkan manusia adalah bagian dari jagat raya tersebut. Kehadirannya sebagai ‘abdullah (hamba nya Allah), sehingga kedudukannya adalah menjalankan perintah-perintah Allah dan meninggalkan segala larangan-larangan-Nya (Maududi, 1984). Sikap orang yang senantiasa beribadah kepada Allah akan mempunyai dua ciri pada dirinya yaitu; pertama, adanya kelembutan dan kerendahan diri; kedua adanya keteguhan dalam menghadapi persoalan hidup.

Musa Asy’ari mengatakan bahwa esensi ‘abd adalah ketaatan, ketundukan dan kepatuhan yang kesemuannya itu hanya layak diberikan kepada Tuhan. Ketundukan dan ketaatan pada kodrat alamiah senantiasa berlaku baginya. Ia terikat oleh hukum-hukum Tuhan yang menjadi kodrat pada setiap ciptaan-Nya, Manusia menjadi bagian dari setiap ciptaannyaa, dan ia bergantung pada sesamannya. Sebagai hamba Allah, manusia tidak bisa terlepas dari kekuasaannya. Sebab, manusia mempunyai fitrah (potensi) untuk beragama. Mulai dari manusia purba sampai kepada manusia modern sekarang ini yang mengakui bahwa diluar dirinya ada kekuasaan transedental (Nizar, 2009).

Sebagai ajaran Tuhan, Islam tidak melepaskan diri dari ajaran sosial kemasyarakatan. Sebagai sebuah ideologi  sosial, Islam mempunyai strategi untuk melakukan perubahan sosial sesuai dengan ajaran-ajarannya mengentai transformasi sosial. Oleh karena itu menjadi sangat jelas, bahwa Islam sangat berkepentingan pada realitas sosial, bukan hanya untuk dipahami, tapi juga diubah dan dikendalikan. Tidaklah Islami misalnya, jika kaum musllim bersikap tak acuh terhadap kondisi strtuktural masyarakatnya, sementara tahu bahwa kondisi tersebut bersifat munkar. Sikap etis seperti ini mungkin akan menghasilkan bias dalam paradigm teori sosial Islam, tapi itu sah saja adanya, sebagaimana teori-teori sosial lain juga menghidp bias normative, ideologis dan filosofisnya sendiri (Kuntowijoyo, 2008).

Manusia sebagai khalifah atau pelaku peradaban mempunyai tugas selain sebagai hamba Allah dan harus tunduk serta memasrahkan diri secara totalitas kepada-nya, juga mempunyai tugas untuk melakukan perubahan-perubahan kehidupan masyarakat sesuai dengan amanat yang telah diberikan Allah kepadanya. Ada tugas yang tidak boleh dilupakan oleh umat Islam yaitu meneruskan tugas kenabian berupa menyebarkan agama serta menyebarkan suri tauladan dalam beragama. Q.S. Al-Bayinah[98] ; 5 sebagai berikut: “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan sholat dan menunaikan zakat dan yang demikian itulah agama yang lurus.” Q.S. Al-Baqarah [2]: 265 sebagai berikut: “Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari ridha Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah maha melihat apa yang kamu perbuat.”

Dari sini kedudukan manusia sebagai khalifah di dunia mempunyai dua arah yaitu arah horizontal dan vertikal. Ahmad Hasan Firhat membedakan kedudukan kekhalifahan manusia ada dua bentuk, yaitu: pertama, khalifah kauniyat. Dimensi ini mencakup wewenang manusia secara umum yang telah dianugerahkan Allah SWT untuk mengatur dan memafaatkan alam semesta beserta isinya bagi kelangsungan kehidupan kehidupan umat manusia di muka bumi. Kedua, khalifah syariyah. Dimensi ini merupakan wewenang Allah yang diberikan kepada manusia untuk memakmurkan alam semesta. Hanya saja, untuuk melaksanakan tugas dan tanggungjawab ini, predikat khalifah secara khusus ditujukan kepada orang-orang mukmin. Hal ini dimaksudkan agar dengan keimanan yang dimilikinya, mampu menjadi kontrol mekanisme yang mereka jalankan dalam mengelola alam semesta (Farhat, 1992).

Menurut Quraish Shihab, istilah khalifah dalam bentuk mufrad (tunggal) berarti penguasa politik dan religius. Istilah ini digunakan untuk nabi-nabi dan tidak digunakan untuk manusia pada umumnya. Sedangkan untuk manusia biasa digunakan khalaif yang didalamnya mengandung makna yang lebih luas, yaitu bukan hanya sebagai penguasa dalam berbagai bidang kehidupan (Shihab Q. , 1994). Jadi, ketika seseorang meneruskan para pemimpin apakah atas nama kepala negara, gubernur, pejabat, kepala sekolah dan lain-lain sebenarnya mempunyai arti khalaif yaitu orang-orang yang telah mengganti dari para pendahulunya. Dari pengertian ini, maka terminologi khalifah kekinian mempunyai arti kemampuan pendahulu dalam melahirkan regenerasi kepemimpinan dalam aspek yang luas, dan kemampuan generasi selanjutkan melakukan perbaikan-perbaikan dari peninggalan para pendirinya.

Ruang Diskusi

Bagaimana pandangan kamu tentang makna politik dalam kehidupan sosial?



Penulis : Vijianfaiz,PhD


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


Avatar

Adilla Iyatul Ullia

Menurut saya, politik dalam kehidupan sosial memiliki makna sebagai cara manusia mengatur dan menyelaraskan kepentingan bersama. Politik tidak hanya berkaitan dengan pemerintahan, tetapi juga terlihat dalam interaksi sehari-hari, seperti dalam organisasi, keluarga, atau lingkungan masyarakat. Melalui politik, perbedaan pendapat dapat dikelola dan keputusan bersama dapat dicapai. Dengan demikian, politik berfungsi sebagai sarana menjaga keteraturan, menciptakan keadilan, serta membangun kesepahaman dalam kehidupan sosial.

Avatar

Awan Fahri Hidayat

politik dalam kehidupan sosial memiliki makna yang luas dan kompleks, politik tidak hanya tentang kekuasaan dan pemerintahan. Tetapi bagaimana masyarakat berinteraksi dan membuat keputusan. Dan menentukan arah kehidupan bersama.

Avatar

ADRYAN RIZKY KURNIAWAN

Menurut saya, makna politik dalam kehidupan sosial bisa dipahami sebagai proses mengatur, mengelola, dan menyeimbangkan kepentingan bersama dalam masyarakat. Politik bukan hanya tentang kekuasaan formal di pemerintahan, tetapi juga tentang bagaimana keputusan dibuat, bagaimana konflik diatasi, dan bagaimana sumber daya dibagi untuk mencapai keadilan dan kesejahteraan.

Avatar

Masdalifah Az-Zahrah

Politik dalam kehidupan sosial pada dasarnya adalah cara manusia mengatur kehidupan bersama. Politik tidak hanya soal perebutan kekuasaan di pemerintahan, tetapi juga bagaimana masyarakat bisa hidup tertib, adil, dan teratur melalui aturan serta kesepakatan. Dalam kehidupan sosial, setiap orang atau kelompok memiliki kepentingan yang berbeda-beda, dan politik menjadi sarana untuk mempertemukan serta menyeimbangkan kepentingan itu. Karena itu, politik sangat dipengaruhi oleh nilai dan budaya masyarakat, seperti musyawarah, gotong royong, atau rasa keadilan. Singkatnya, politik merupakan mekanisme untuk menjaga agar kehidupan sosial tidak kacau dan bisa berjalan sesuai aturan yang disepakati.

Avatar

Raudatul Jannah

Menurut pandangan saya makna politik dalam kehidupan sosial merupakan proses interaksi yang dilakukan oleh individu dengan individu lainnya agar bisa mencapai tujuan bersama dan dapat hidup berdampingan dalam suatu suku, kota, bahkan hingga di negara

Avatar

M rendy adhiswara

Menurut saya Politik itu seperti membuat keputusan bersama masyarakat. Di masyarakat, politik membantu menentukan kebijakan yang mempengaruhi kehidupan sehari hari, seperti pendidikan, kesehatan, dan keamanan. Politik juga tentang bagaimana kita memperlakukan satu sama lain dan memastikan semua orang di perlakukan dengan adil

Avatar

Fitri Endang Wahyu Ningsih

Menurut pendapat saya politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama, penyelenggaraan Publik pemerintahan dan negara. politik adalah segala sesuatu tentang proses perumusan dan pelaksanaan kebijakan publik Pemerintahan.

Avatar

Tia Amelia

Menurut Pandangan saya tentang makna politik dalam kehidupan sosial adalah bahwa politik merupakan mekanisme penting untuk mengatur, mengawasi, dan menyeimbangkan kepentingan masyarakat sehingga kehidupan bersama dapat berjalan secara teratur, adil, dan terarah.

Avatar

Muhammad Khusnul Falah

Politik adalah proses pengambilan keputusan yang mempengaruhi kehidupan masyarakat. Politik mempengaruhi: - Pengambilan keputusan - Pembagian sumber daya - Perlindungan hak - Pengembangan masyarakat Namun, politik juga dihadapkan pada tantangan seperti korupsi, ketidaksetaraan, dan konflik. Oleh karena itu, partisipasi masyarakat yang aktif dan sadar sangat penting untuk mempengaruhi keputusan dan meningkatkan akuntabilitas.

Avatar

Ainil Ima Ullah

menurut saya politik dalam kehidupan sosial memiliki makna yang sangat penting untuk dipelajari, manusia hidup bersosial dan berpolitik, politik memainkan peran penting dalam membentuk kehidupan sosial dan mempengaruhi kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, penting bagi warga negara untuk memahami dan terlibat dalam proses politik untuk mempengaruhi kebijakan publik dan melindungi kepentingan mereka.

Avatar

Fitri Nazri Wati

menurut Pandangan saya tentang makna politik dalam kehidupan osial adalah Politik sebagai Instrumen Sosial Politik bukan sekadar perebutan kekuasaan, tetapi sebuah instrumen untuk mengatur kehidupan bersama agar berjalan tertib, adil, dan sesuai dengan norma yang berlaku. Dalam konteks sosial, politik membantu menciptakan struktur dan sistem yang memfasilitasi interaksi antarindividu maupun kelompok, sehingga kebutuhan dasar manusia sebagai homo socius dapat terpenuhi.

Avatar

Ade Isanov

Menurut saya, makna politik dalam kehidupan sosial bisa dipahami dari dua sisi: 1. Politik sebagai seni mengatur kehidupan bersama Politik tidak hanya sebatas perebutan kekuasaan di level negara, tapi juga mencakup bagaimana masyarakat mengatur kepentingan bersama, menyelesaikan konflik, dan mengambil keputusan yang memengaruhi orang banyak. Dalam kehidupan sosial sehari-hari, politik hadir dalam bentuk musyawarah, organisasi masyarakat, hingga kebijakan publik. 2. Politik sebagai interaksi kepentingan Setiap kelompok dalam masyarakat memiliki kepentingan berbeda—ekonomi, budaya, pendidikan, agama. Politik menjadi sarana untuk menjembatani perbedaan ini agar tetap tercipta keteraturan dan keadilan. Dengan kata lain, politik adalah mekanisme sosial untuk menjaga keseimbangan kekuasaan dan distribusi sumber daya.

Avatar

Dwita Anjassari

Menurut saya, politik dalam kehidupan sosial merupakan cara untuk mengatur kehidupan bersama agar tercipta ketertiban, keadilan, dan kesejahteraan bagi seluruh anggota masyarakat.

Avatar

SITI NURAFIZAH

Politik dalam kehidupan sosial bermakna sebagai cara mengatur hidup bersama, sarana partisipasi masyarakat, alat memperjuangkan keadilan sosial, dan pembentuk identitas kelompok. Intinya, politik adalah ruang interaksi dan perjuangan untuk keteraturan serta kesejahteraan bersama.

Avatar

Nur Atikah Sa’adi

Menurut saya, makna politik dalam kehidupan sosial dapat dipahami sebagai peran dan fungsi politik dalam mengatur, memengaruhi, serta membentuk dinamika masyarakat. Politik bukan hanya soal kekuasaan atau pemerintahan, tetapi juga bagaimana nilai, aturan, dan keputusan bersama dijalankan demi keteraturan sosial.

Avatar

Ahmad Sulthan Resti

Pandangan saya tentang makna politik dalam kehidupan sosial adalah bahwa politik merupakan bagian yang tak terpisahkan dari dinamika kehidupan bersama. Politik tidak hanya soal kekuasaan atau pemerintahan, tapi lebih luas — ia menyangkut cara kita mengatur hidup bersama, membagi sumber daya, dan membuat keputusan kolektif.

Avatar

Dian Syafika

Menurut pandangan saya mengenai politik dalam kehidupan sosial adalah politik dapat mempengaruhi kesejahteraan masyarakat,tak hanya itu politik juga dapat mempengaruhi interaksi sosial.

Avatar

Annisa Nazla Ghiyanie

menurut saya, politik dalam kehidupan sosial adalah cara bagaimana orang mengatur dan mengambil keputusan bersama demi kebaikan masyarakat. politik bukan cuma soal kekuasaan atau pemerintahan, tetapi juga menyangkut bagaimana hak dan kewajiban dibagi, bagaimana keadilan ditegakkan, dan bagaimana suara masyarakat didengar.

Avatar

NAJUWA SALSABILA

politik adalah sebagai pengatur kehidupan bersama demi menjaga peraturan, hukum, dan nilai masyarakat serta berinteraksi sosial untuk kepentingan ide, nilai masyarakat namun memberikan kesempatan masyarakat ikut terlibat dengan menyuarakan aspirasi,dan menentukan arah negara dan sebagai cermin budaya, moral, dan etika yang berada ditengah masyarakat

Avatar

Nur asuha

Pendidikan politik termasuk sebagai sesuatu yang penting, sebab mampu memberikan pemahaman kepada warga negara mengenai hak serta kewajibannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara

Avatar

elda mazlin

menurut saya, politik dalam kehidupan sosial itu cara kita mengatur kepentingan bersama supaya hidup lebih tertib dan adil. Politik bukan cuma soal pemerintahan, tapi juga terlihat di kehidupan sehari-hari, misalnya keputusan bersama di masyarakat.

Avatar

Nabila Azzahra

menurut pendapat saya,politik dalam kehidupan sosial sangatlah penting, karna dimana setiap individu, kelompok dan institusi saling terhubung.dan menurut saya politik seperti jantung dari kehidupan,mengapa begitu? karna saya berpikir kita sebagai manusia yang hidup bersama,membuat keputusan bersama sama untuk masa depan bersama.

Avatar

Nelvi Riani

Pandangan mengenai makna politik dalam kehidupan sosial bersifat kompleks dan memiliki sisi positif maupun negatif. Politik bisa menjadi sarana untuk mencapai kebaikan bersama melalui pengambilan keputusan dan pengelolaan kekuasaan, namun juga bisa menimbulkan konflik dan ketidakpercayaan.

   Berita Terkait

Pencatatan Perkawinan
12 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   85

Beragam Perspektif Sosiologi Keluarga
08 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   93

Qawaidul Fiqhiyah-bagian Kedua
05 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   157

Pembaharuan dalam Islam
02 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   344

Modern dan Modernisme
27 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   385

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13554


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4548


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2874