
Saya tertarik membaca artikel terbitan media
online kampas.com dengan judul “ Mengapa Orang Pakai Jasa Joki Baca Buku?”.
Judul ini cukup unik dan jarang terpikirkan oleh kebanyakan orang. Saya sendiri
juga tidak pernah terpikir. Buat apa sih membuka jasa joki baca buku. La wong
membaca saja malas kok membuka jasa joki buku?.
Judul tersebut mengingatkan ku pada kisah minuman
mineral gelas aqua. Dulu -saya pernah baca ceritanya- pendiri perusahaan aqua Tirto
Utomo juga dianggap manusia aneh -jika tidak mau dikatakan manusia gila. Pada saat
orang ramai-ramai mendirikan perusahaan besar di bidang konstruksil, batu bara,
minyak, elektronika, dan semen, dia mendirikan pabrik minuman mineral. Suatu usaha
yang dianggap aneh, nyleneh, dan dianggap tidak mempunyai prospek untung
yang menjajikan.
Alasannya sangat sederhana. Bagi orang Indonesia,
air sangat melimpah. Dulu di kampung ku hampir setiap rumah mempunyai wadah air
terbuat dari tanah liat -sering disebut gentong- sebesar timba berisi sebanyak
kurang lebih 2 galon. Tempat ini ditaruh di depan rumah dan disediakan gayung
yang terbuat dari tempurung yang masih berbentuk bulat dan ada gayung nya.
model nya mirip gayung plastik untuk mandi. Hanya saja “gagang nya” terbuat
dari kayu. Sekarang gayung mandi dari plastic.
Jadi waktu itu orang sedekah air sudah hal
biasa di depan rumah. Itu sebabnya orang-orang dulu ketika ingin bepergian
tidak takut kehausan. Ketika ia merasa haus, cukup pergi ke rumah orang dan
minum air putih tanpa harus permisi kepada pemilik rumah nya.
Tirto Utomo mengetahui tradisi tersebut. ia
juga mengetahui bahwa tradisi akan mengalami perubahan. Manusia tidak selalu
jalan kaki atau naik sepeda. Mobilitas manusia juga tidak sebatas dari RT ke RT
atau desa ke desa. Semakin modern suatu zaman semakin praktis. Tidak ingin
ribet-ribet. Ketika naik sepeda sudah mulai diganti dengan kendaraan roda dua,
empat, kapal laut, udara dan kereta api maka hal-hal yang berbau praktis seperti
kebutuhan minum. Tidak mungkin membawa gentong terus hanya untuk keperluan
minum. Perlu ada cara-cara penyajian yang lebih praktis yaitu kemasan air
mineral dalam bentuk gelas atau botol. Sekarang terbukti khan?.
Kembali pada pembahasan perjokian baca
buku. Sama, bagi daerah yang masyarakat nya malas membaca buku jelas terdengar
aneh pekerjaan tersebut. Meskipun menurut para survei minat membaca buku bangsa
Indonesia sangat rendah. Apalagi adanya gempuran alat komunikasi yang telah
menjanjikan sumber-sumber buku PDF dan hiburan yang sangat menggiurkan,
rasa-rasanya tradisi membaca buku sudah tidak atau kurang diminatinya.
Meskipun sedikit prosentase, tapi masyarakat
Indonesia berjumlah cukup banyak yaitu 250 an juta lebih. Dan orang-orang yang
suka membaca adalah orang-orang yang berada di wilayah perkotaan. Aktivitas yang
sangat padat dan kesempatan untuk membaca semakin berkurang, maka salah satu
yang bisa dilakukan yaitu menyuruh orang lain membacakan buku yang dianggap
penting. Bagi orang kota, sumber ilmu dari buku masih dianggap penting dan
terus relevan meskipun sudah dibanjiri oleh artikel dan buku berbentuk PDF tadi.
Mungkin untuk saat sekarang ini prospek
pekerjaan tersebut belum begitu menjanjikan. Bisa jadi di masa mendatang bukan
hanya orang-orang sibuk yang membutuhkan perjokian baca buku, tetapi juga semua
orang lintas umur. Mulai dari anak-anak sampai orang tua.
Sebenarnya tradisi ini sudah ada sejak
dulu. Orang tua kita dulu selain cerita dengan lisan, generasi selanjut nya
ibu-ibu muda membacakan buku cerita kepada anak-anak nya menjelang tidur. Itu era
tahun 80 an hingga era tahun 2000 an.
Ternyata perkembangan teknologi sangat
cepat. Kini ada AI. Semua bisa didesain dan dibuat sesuai kehendak hati. Wajah manusia
bisa dirubah sesuai dengan selera. Ini glowing atau brewoken tinggal klik
langsung berubah. Wajah anda yang amit-amit bisa dirubah menjadi imut-imut. Pendek
kata, hari ini kitab memanipulasi diri kita dengan program-program yang sangat
menjanjikan.
Tentu saja akan datang suatu masa bahwa
manusia mengalami kebosanan atas kemajuan teknologi yang sangat masif. Ada suatu
masa manusia mendambakan kenangan masa lalu, pola hidup yang tenang, damai dan
nyaman. Semua ditemukan pola-pola tradisional. Dan salah satu yang dirindukan
yaitu pola membaca buku yang terbuat dari bahan kertas.
Apakah anda tertarik menjadi joki baca
buku? Jika tertarik, boleh saja membuat iklan. Tapi tentu saja jangan sampai
membuka layanan baca buku anda sendiri tidak punya buku atau malah bukan kutu
buku. Tentu saja joki baca buku tidak sebatas membaca buku, tapi juga mampu memahami
resensi dari buku tersebut. Jika hanya sebatas membaca buku, anak-anak TK dan SD
sekarang ini pun sudah bisa baca buku.
Penulis : Vijianfaiz,PhD
Visiting Lecturers; Di Atas Langit Masih Ada Langit
03 November 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   107
Sumpah Pemuda dan Baru Pemuda
27 Oktober 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   212
Saripati Santri
22 Oktober 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   227
Mahasiswa dan Gua di Padang Pasir
20 Oktober 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   383
Guru, Ulama dan Santri
04 Oktober 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   209
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      15422
Dalil Berdoa Untuk Mayit
Minggu , 11 Mei 2025      7365
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      6332
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      5509
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      5437