
Tauhid merupakan ajaran Islam yang pertama dan utama. Nabi Muhammad
selama 13 tahun mengajarkan tauhid kepada masyarakat Arab. Dia memberikan
pemahaman tentang pentingnya tauhid sebagai bentuk keimanan yang suci dan mengaplikasikan nilai-nilai iman dalam
kehidupan sehari-hari. Ia menjadi pendorong kuat dalam melakukan perubahan
masyarakat Arab yang kala itu mengalami kemerosotan moral dan kemunduran
peradaban. Melalui kekuatan tauhid, masyarakat Arab mampu melepaskan diri dari
tradisi perbudakan dan hidup atas dasar persamaan hak sesama manusia.
Menurut Husain Haikal, tauhid adalah keyakinan bahwa Tuhan itu
hanya satu. Dialah Yang Maha Esa. Tidak ada Tuhan selain Allah swt, tidak ada
sekutu bagi-Nya dan dialah satu-satunya yang patut disembah
Menurut Sayid Qutb tauhid menjadikan setiap mualaf mengakui bahwa
tidak ada sesembahan, kepatuhan dan tujuan hidup selain Allah. Dari kondisi
demikian, semua manusia berada dalam derajat sama; derajat kehambaan kepada
tuha. Dengan kata lain, tidak dibenarkan penghambaan kepada sesama manusia,
kepada materi, bahkan kepada nafsu yang ada pada diri sendiri. Misi Islam tidak
hanya membebaskan manusia dari belenggu materi dan sesamannya, akan tetapi juga
membebaskan dari godaan-godaan nafsu dalam diri sendiri. Agama yang benar
adalah Islam yang selalu menjaga konsistensi atas ketundukan hanya kepada Allah
Pendapat-pendapat para ilmuwan Islam memberi pengertian tauhid
sebagai berikut: Pertama, manusia menempatkan Allah sebagai sesembahan
mutlak dan menjadi tempat bersandar segala kehidupannya. Kedua, ukuran
kebaikan dan keburukan perbuatan manusia berasal dari nilai-nilai yang telah
diajarkan oleh—nya melalui Al-Qur’an dan utusan-Nya melalui hadist. Ketiga,
tauhid bukan sebatas bentuk keimanan
semata yang bersifat spiritual yang bersifat ubudiyah, tapi juga
mempunyai realitasi terhadap kehidupan sosial.
Dalam Syair Melayu
Allah taala bersifat esa,
Awalnya lagi tiada bersama,
Janganlah engkau tiada
percaya,
Baik dan jahat daripada ia,
Ingatlah badan sekalian nyawa,
Allah Taala Tuhan Yang Amat Karim,
Tiada berbandingan di dalam dunia,
Ialah yang mengasihi kepada sekalian muslim,
Serta Ialah Rahman dan Rahim,
Telah terlimpah sekalian muslim.
Ajaran tauhid pada nilai-nilai budaya melayu bersumber dari hukum Islam;
Al-Qur’an, As-Sunnah, Ijma’ dan Qiyas. Kebenaran tauhid yang bersumber dari
hukum-hukum Islam tersebut sebagai sumber kebenaran mutlak sehingga membentuk
karakter adanya kesadaran pribadi masyarakat melayu terhadap keagungan dan
kesucian-nya dalam melihat aspek kehidupan baik berkaitan dengan ubudiyah
maupun kehidupan sosial.
Ajaran tauhid dipandang sebagai hubungan vertikal antara manusia
dengan Tuhan. Pola hubungan ini sebagai wujud penghambaan kepada-Nya. Tauhid
telah membentuk adanya kelemahan seluruh makhluk dan kekuatan hanya bersumber
dari Allah SWT. keyakinan yang meresap pada diri masyarakat melayu pada
perilaku kehidupan sehari-hari sebagai wujud hubungan horizontal dalam rangka
membangun keselarasan hidup sesame manusia, saling menghormati dan menghargai
keberagaman sebagai sunatullah
Sya’ir dari Tenas Effendy sebabagai berikut:
Elok budaya karena agama, elok adat karena kiblat. Apa tanda budaya
melayu, kepada Islam ia mengacu. Apa tanda melayu berbahasa, kepada Islam ia
berpunca. Tegak melayu karena budadyanya, tegak budaya karena agamanya. Dimana
tempat melayu teguh, pada sunnah beserta syarah. Dimana tempat melayu diam,
pada adat bertiangkan Islam. Di dalam pantun, syarah dan petunjuk berhimpun. Syair-syair tersebut memberikan identitas melayu dalam
nafas peradaban selalu saja memberikan nuansa-nuansa ke-Islam-an. Kalimat
tertulis secara tersirat. Semangat menunjukan keagungan ajaran Islam sebagai
lokal wisdom masyarakat melayu telah membentuk jati diri mereka terhadap
keteguhan terhadap ajaran Islam.
Berikut contoh pantun melayu menempatkan nilai-nilai tauhid sebagai
ajaran politik dalam masyarakat melayu:
Negara merdeka
sesudah perang,
Gugur pahlawan
di medan laga,
Ada narkotik
dan obat terlarang,
Hancurkan
kehidupan anak manusia.
Buruk besi
dililit kawat,
Buruk tangan
berbuat jahat,
Mabuk dan judi
perbuatan maksiat,
Dikutuk Tuhan
dunia akhirat.
Masak ikan
dicampur garam,
Makan berkuah
pindang kunyit,
Kalau dimakan
uang haram,
Jadi musibah
dan penyakit.
Penulis : Vijianfaiz,PhD
M.PASHA JAMA'DIL AKHIR
Secara keseluruhan tulisan ini memberikan pemahaman yang baik tentang pentingnya tauhid dalam Islam dan implementasinya dalam kehidupan sehari-hari khususnya dalam budaya Melayu
Menelusuri Jejak Peradaban Ibrahim
22 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   301
Pembatalan Perkawinan
14 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   13
Rasionalisme, Humanisme dan Islam
08 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   313
Batas Minimal Usia Kawin
03 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   94
Agama dan Kehidupan Modern
24 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   111
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13820
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4868
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3863
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      3518
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      3272