Avatar

Vijianfaiz,PhD

Penulis Kolom

321 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Pembangungan Berbasis Al-Qur’an



Kamis , 11 September 2025



Telah dibaca :  796

Al-Qur’an merupakan firman Allah SWT. Ia berisi tentang ibadah dan aturan kehidupan sosial dalam beragam aspek. Ia menjadi rujukan atau panduan kehidupan berkaitan hubungan manusia dengan Allah, manusia dengan manusia,dan manusia dengan alam semesta.

Ketiga pola hubungan tersebut manusia harus menggunakan pendekatan qur’ani agar terjadi keselarasan kehidupan agar tercipta misi dari ajaran Islam yaitu sebagai rahmat semesta alam. Beberapa pendekatan yang perlu dilakukan sebagai berikut yaitu:

Pertama, pendekatan iman. Pendekatan ini merupakan dasar dari pendekatan-pendekatan lainnya dalam kehidupan manusia. Al-Qur’an melihat segala sisi kehidupan senantiasa dengan pendekatan keimanan. Hal ini berangkat dari pandangan agama, bahwa seluruh alam semesta merupakan ciptaan Allah SWT.

Syeikh Nawawi Banten menjelaskan tingkat keimanan sebagai berikut: pertama, iman taklid yaitu iman yang hanya mengikuti ucapan orang lain. Kedua, iman tingkatan ilmu yakin yaitu keimanan yang didasarkan pada dalil-dalil terperinci. Ketiga, iman pada tingkatan ainul yaqin yaitu keimanan dengan pendekatan mengenal Allah (ma’rifatullah) dengan jalan pengawasan batin. Keempat, iman pada tingkatan haq al-yaqin yaitu iman dimana manusia memandang Allah dengan pendekatan mata batin. Kelima, iman tingkatan hakikat. Suatu keimanan pada dirinya sudah tidak terlihat karena kecintaan yang mendalam kepada Allah SWT. Keenam, keimanan pada tingkatan baqa. Pada keimanan ini manusia melihat Allah sebagai wujud hakiki dan melihat manusia sebagai wujud majazi.

Dari beragam definisi di atas menunjukan iman merupakan energi penggerak positif perilaku manusia dalam melakukan aktivitas sosial. Iman menyatukan energi hanya pada satu titik yaitu segala perbuatan semata-semata dalam rangka untuk melakukan pengabdian kepada Allah SWT. Pada dimensi yang luas, termasuk pembangunan yang dilakukan bangsa Indonesia seharusnya mengacu kepada energi keimanan. Sebab melalui kekuatan energi ini, arah pembangunan sangat jelas semata-semata hanya mencari ridha Nya dengan semaksimal mungkin berbuat dan bekerja untuk kemaslahatan bersama.

Allah SWT telah berfirman dalam Q.S. Al-Anfal ([8]:2) sebagai berikut:

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetar hatinya, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal.” 

Kedua, pendekatan karya nyata. Pembangunan harus berbasis pada karya nyata yang mengandung nilai kebaikan (shalihun). Pembangunan sebagai upaya dalam mewujudkan kesejahteraan membutuhkan realisasi program-program yang berbasis karya nyata. Meskipun demikian, karya nyata tersebut tidak membuat kerusakan kepada manusia itu sendiri dan alam semesta. Pembangunan merupakan proses inovasi yang memberi kemanfaatan kepada hajat hidup orang banyak dan mampu memperminim dampak-dampak negatif nya baik pada kelangsungan Sumber Daya Manusia (SDM) dan Sumber Daya Alam (SDA). Itu sebabnya Pembangunan juga harus bisa memanusiakan manusia agar terjamin kesehatan spiritual, jasmani dan rohani. Pembangunan berbasis demikian, merupakan penggabungan antara pembangunan pada sektor ruhani dan Pembangunan pada sektor jasmani. Ini yang kemudian disebut sebagai pembangunan manusia seutuhnya atau dalam istilah Islam disebut insan kamil.

Allah telah berfirman dalam Q.S. Al-Baqarah ([2]:62) sebagai berikut:

Sesungguhnya orang orang mukmin, orang orang Yahudi, orang orang Nasrani dan orang orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang benar benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

Ayat tersebut di atas menunjukan tentang betapa penting manusia yang beramal dengan amal perbuatan yang berkualitas dan memberi dampakkebaikan kepada masyarakat (amalun sholihun) telah memberi keberkahan hidup berupa ampunan dari Allah dan tidak ada rasa kekhawatiran akibat dari kebijakan-kebijakan tersebut. Sebab secara naluri ketika pembangunan berdampak kebaikan dan memberi manfaat luas kepada masyarakat, maka pemerintah merasa tenang dalam menjalankan pemerintahan dan masyarakat merasa senang terhadap kebijakan yang berpihak kepada mereka.

Ketiga, Pendekatan Transparansi dan Kontrol Sosial.

Islam menekankan adanya kontrol sosial dengan membuka ruang diskusi baik berkaitan dengan ibadah kepada kepada Allah maupun berkaitan dengan kehidupan sosial (muamalah). Pendekatan kontrol sosial dengan diskusi dan keterbukaan harus dengan dasar fakta bukan hoax dan kesiapan menerima masukan-masukan yang memungkinkan terjadi perbedaan pendapat sangat serius, seperti adanya emosi, perbedaan pendapat yang tidak kunjung selesai yang berakibat deadlock. Kemungkinan-kemungkin tersebut sangat terbuka lebar dalam kontek sosial. Bahkan bisa jadi dalam proses diskusi ada juga penyusup yang sengaja membuat keruh situasi dan membuat situasi semakin memanas dan berujung kerusuhan atau chaos.

Penyusup sudah ada sejak dulu. Dalam kontek sejarah politik Islam, perpecahan terjadi pada masa pemerintahan Islam khulafaurasyidin adalah suatu fakta bahwa penyusup bisa menimbulkan perpecahan yang sangat mengerikan sekali terhadap kedaulatan negara. Pola penyusup dengan berprinsip “ketidak percayaan” kepada pemerintah, menyebabkan segala kebijakan yang diambil oleh pemerintah selalu saja salah. Sebab target penyusup tujuan yaitu terjadi kekacauan dan disisi lain hanya sebatas mencari keuntungan pragmatis semata. Ia tidak mempunyai target untuk memperbaiki bangsa ini, tapi hanya sebatas mencari keuntungan di tengah kondisi suatu bangsa dan negara yang sedang kacau. Maka adanya ruang diskusi dengan fakta dan data serta menggunakan situasi hati dengan lapang dada, ada kemungkinan persoalan bisa terurai dengan baik dan mampu menyelesaikan dengan damai.

Allah SWT telah berfirman dalam Q.S.Al-Ashr ([103]:1-3) sebagai berikut:

”Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholih, saling menasihati supaya menaati kebenaran dan saling menasihati supaya tetap di atas kesabaran.”

Ruang Diskusi

Bagaimana pandangan kamu tentang demonstrasi mahasiswa yang berkualitas yang tidak bertentangan dengan ajaran Islam !



Penulis : Vijianfaiz,PhD


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


Avatar

FAZIA MAULINI

Menurut saya, demonstrasi mahasiswa yang berkualitas dan tidak bertentangan dengan ajaran Islam adalah bentuk perjuangan moral yang mulia. Islam mengajarkan amar ma’ruf nahi munkar, yaitu menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Demonstrasi bisa masuk dalam bingkai itu apabila dilakukan dengan: Tujuan yang lurus → bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok semata, melainkan demi keadilan, kemaslahatan rakyat, dan kepentingan umat. Cara yang damai → tanpa kekerasan, kerusakan, atau anarkisme, sesuai prinsip Islam yang melarang fasad (kerusakan di muka bumi). Menjaga adab dan akhlak → mahasiswa harus menyampaikan aspirasi dengan sopan, argumentatif, dan tidak menggunakan kata-kata kasar. Mengutamakan maslahat → setiap aksi harus dipertimbangkan manfaat dan mudaratnya, jangan sampai merugikan masyarakat luas. Ketaatan pada syariat → tetap memperhatikan aturan agama, misalnya tidak meninggalkan kewajiban ibadah di tengah aksi, serta menjauhi hal-hal yang diharamkan.

Avatar

CITI SARAH

Menurut saya tentang demokrasi mahasiswa yg berkuasa yg tidak bertentangan dengan ajaran Islam yaitu,Menjunjung Tinggi Etika dan Moral Islam,Demonstrasi harus dilakukan dengan akhlak yang baik, menjaga kesopanan, dan menghindari tindakan anarkis atau kekerasan. Menyuarakan Keadilan dan Kebenaran,Demonstrasi harus fokus pada isu-isu yang relevan dengan keadilan sosial, kemanusiaan, dan kepentingan umat, serta didasarkan pada data dan fakta yang akurat.   Dialog dan Musyawarah,Demonstrasi sebaiknya menjadi bagian dari upaya dialog dan musyawarah yang konstruktif dengan pihak-pihak terkait untuk mencari solusi yang terbaik.

Avatar

Luna Maya Sasprida

Dalam Islam, menyampaikan pendapat adalah hak setiap orang, termasuk mahasiswa. Namun, cara menyampaikannya harus sesuai dengan ajaran Islam agar tidak menimbulkan mudharat. Demonstrasi yang berkualitas adalah yang dilakukan dengan adil, santun, dan damai, serta bertujuan untuk menegakkan kebenaran. Berlandaskan niat baik dan tujuan yang benar, disampaikan dengan cara damai, santun, tanpa kekerasan, dan tidak merugikan orang lain

Avatar

diha ramadani

Demonstrasi mahasiswa yang berkualitas, yang tidak bertentangan dengan ajaran Islam, adalah demonstrasi yang dilakukan dengan niat baik, cara yang damai, dan tujuan yang konstruktif. Berikut beberapa pandangan tentang hal ini: • Niat yang Tulus: Demonstrasi harus didasari oleh niat yang tulus untuk memperbaiki keadaan, bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu. Dalam Islam, setiap tindakan dinilai berdasarkan niatnya. • Cara yang Damai: Islam mengajarkan untuk menyelesaikan masalah dengan cara yang damai dan menghindari kekerasan. Demonstrasi harus dilakukan tanpa merusak fasilitas umum, menyakiti orang lain, atau melakukan tindakan anarkis. • Tujuan yang Konstruktif: Demonstrasi harus memiliki tujuan yang jelas dan konstruktif, yaitu untuk menyampaikan aspirasi, mengkritik kebijakan yang tidak adil, atau memberikan solusi terhadap masalah yang ada. • Menjaga Akhlak: Demonstrasi harus tetap menjunjung tinggi akhlak Islami, seperti menjaga perkataan, berpakaian sopan, dan menghormati orang lain. • Musyawarah: Sebelum melakukan demonstrasi, sebaiknya dilakukan musyawarah atau dialog dengan pihak-pihak terkait untuk mencari solusi yang terbaik. • Tidak Melanggar Hukum: Demonstrasi harus dilakukan sesuai dengan hukum yang berlaku dan tidak mengganggu ketertiban umum. Dalam Islam, menyampaikan kebenaran dan mencegah kemungkaran adalah kewajiban setiap Muslim. Demonstrasi bisa menjadi salah satu cara untuk melaksanakan kewajiban ini, asalkan dilakukan dengan cara yang benar dan sesuai dengan ajaran Islam.

Avatar

INDAH WULANDARI

Menurut pandangan saya, demonstrasi mahasiswa yang berkualitas dan tidak bertentangan dengan ajaran Islam adalah bentuk penyampaian aspirasi yang dilakukan dengan cara yang tertib, damai, beretika, serta membawa manfaat bagi masyarakat. Dalam Islam, menyuarakan kebenaran termasuk bagian dari amar ma’ruf nahi munkar (mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran). Namun, hal itu harus dilakukan dengan cara yang bijak dan penuh tanggung jawab, sebagaimana diajarkan dalam Al-Qur’an: “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik…” (QS. An-Nahl: 125). Ciri-ciri demonstrasi mahasiswa yang berkualitas dan sesuai ajaran Islam, antara lain: 1. Damai dan tertib, tidak merusak fasilitas umum atau menimbulkan kerusuhan. 2. Mengutamakan etika dan akhlak, dengan bahasa yang santun serta sikap yang sopan. 3. Berlandaskan pada tujuan yang benar, yaitu memperjuangkan kepentingan umat, keadilan, dan kebenaran, bukan kepentingan pribadi atau kelompok tertentu. 4. Menghindari kekerasan dan provokasi, sebab Islam melarang tindakan anarkis dan merugikan orang lain. 5. Memberikan solusi, bukan hanya mengkritik, tetapi juga menyampaikan gagasan yang membangun. Jadi, demonstrasi mahasiswa bisa selaras dengan ajaran Islam apabila dijalankan dengan niat ikhlas, cara yang damai, serta tujuan yang mulia demi kemaslahatan bersama.

Avatar

Nabilatul Afifah

menurut pandangan saya mengenai demokrasi mahasiswa yang berkualitas dan tidak bertentangan dengan ajaran Islam ialah tindakan yang bagus dan memang harus diterapkan, karena didalam islam menekankan pentingnya keadilan dan kebenaran,dan hendak lah dilakukan dengan etika, tidak merusak dan menjaga kehormatan

Avatar

Nafisa Alya

Pandangan saya, demonstrasi mahasiswa yang berkualitas dan tidak bertentangan dengan ajaran Islam adalah bentuk penyampaian aspirasi yang dilakukan dengan cara santun, damai, serta berorientasi pada kebaikan bersama. Dalam Islam, menyuarakan kebenaran (amar ma’ruf nahi munkar) adalah kewajiban, tetapi harus dilakukan dengan adab, tanpa merusak fasilitas, menyakiti orang lain, atau menimbulkan kekacauan. Demonstrasi yang berkualitas berarti mahasiswa mampu menyampaikan kritik atau tuntutan dengan argumentasi yang rasional, fakta yang valid, dan tujuan yang jelas, bukan sekadar ikut-ikutan atau melampiaskan emosi. Hal ini sejalan dengan prinsip Islam yang mendorong umatnya untuk menggunakan akal sehat, menjaga ukhuwah, dan menolak segala bentuk kerusakan (fasad). Jadi, demonstrasi mahasiswa yang sesuai dengan ajaran Islam adalah demonstrasi yang damai, beretika, tidak anarkis, serta mengedepankan nilai keadilan, kejujuran, dan kemaslahatan masyarakat.

Avatar

nisya febriani putri

1. Tujuan yang benar Demonstrasi harus dilandasi niat untuk memperjuangkan kebenaran, keadilan, dan kemaslahatan umat, bukan kepentingan pribadi atau kelompok semata. Dalam Islam, amar ma’ruf nahi munkar diperbolehkan selama dilakukan dengan cara yang baik. 2. Menggunakan cara yang damai Islam mengajarkan menyampaikan pendapat dengan santun, damai, dan tidak merusak. Maka demonstrasi mahasiswa dikatakan berkualitas bila dilakukan tanpa kekerasan, anarkisme, atau merugikan masyarakat. 3. Menjaga akhlak dan etika Peserta demonstrasi sebaiknya menunjukkan akhlak Islami: sopan dalam berbicara, menghargai lawan bicara, serta menghindari makian atau fitnah. 4. Kritis tetapi konstruktif Mahasiswa sebagai agen perubahan menyuarakan aspirasi dengan argumentasi yang rasional, data yang kuat, dan solusi yang membangun. Kritik tidak hanya menuntut, tetapi juga memberikan saran perbaikan. 5. Sesuai aturan yang berlaku Islam menghargai keteraturan. Demonstrasi mahasiswa hendaknya mengikuti aturan hukum, izin resmi, dan menjaga ketertiban umum. Kesimpulan: Demonstrasi mahasiswa yang berkualitas dalam pandangan Islam adalah demonstrasi yang dilakukan dengan niat ikhlas untuk kebaikan bersama, disampaikan secara damai, menjaga akhlak, memberikan solusi, dan tidak menimbulkan kerusakan. Dengan begitu, aspirasi tetap tersampaikan tanpa melanggar nilai-nilai syariat.

Avatar

silvia afriani 1d

Jadi, demonstrasi mahasiswa yang berkualitas dalam pandanganku adalah demonstrasi yang damai, cerdas, dan bermoral, serta selaras dengan nilai-nilai Islam: menegakkan keadilan tanpa menimbulkan kerusakan.

Avatar

juliana safitri 1d

Menurut saya, demonstrasi mahasiswa yang berkualitas adalah aksi yang dilakukan dengan cara tertib, damai, dan berlandaskan tujuan mulia, seperti memperjuangkan keadilan, menyuarakan kebenaran, serta kepentingan rakyat. Demonstrasi yang seperti ini tidak bertentangan dengan ajaran Islam, selama dilakukan tanpa kekerasan, tidak merusak, tidak menebar kebencian, dan tetap menjaga akhlak. Dengan begitu, aspirasi bisa tersampaikan dengan baik sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa mampu menjadi agen perubahan yang kritis namun tetap beretika sesuai nilai Islam.

Avatar

nasywa sifa halmala

Demonstrasi mahasiswa yang berkualitas menurut Islam adalah penyampaian aspirasi yang tujuannya mulia, dilakukan damai, beretika, serta berbasis argumen dan data, sehingga tidak merusak dan tetap sesuai ajaran Islam.

Avatar

Dinia anis syafira

Dilakukan dengan niat untuk kebaikan bersama, bukan sekadar kepentingan kelompok. Menjaga ketertiban tanpa kekerasan dan perusakan. Mengedepankan dialog, etika, dan tanggung jawab moral. Dengan demikian, demonstrasi mahasiswa yang berkualitas adalah sarana perjuangan yang membawa maslahat, bukan mudarat, serta menjadi wujud kepedulian sosial yang Islami.

Avatar

Sri Wahyuni

Dari pandangan saya,Demonstrasi mahasiswa yang berkualitas menurut Islam harus dilakukan dengan cara yang damai, menghargai perbedaan, dan bertujuan untuk kebaikan bersama. Aksi harus mengedepankan kebenaran, menghindari kerusakan, dan tidak merugikan orang lain. Selain itu, tujuannya harus jelas untuk memperbaiki keadaan, bukan untuk kepentingan pribadi. Prinsip-prinsip ini sejalan dengan ajaran Islam yang menekankan kedamaian, niat baik, dan kepedulian terhadap sesama.

Avatar

silvia afriani 1d

Jadi, demonstrasi mahasiswa yang berkualitas dalam pandangan saya adalah demonstrasi yang damai, cerdas, dan bermoral, serta selaras dengan nilai-nilai Islam yakni menegakkan keadilan tanpa menimbulkan kerusakan.

Avatar

awani khalila familta

Demonstrasi mahasiswa yang berkualitas dalam Islam adalah penyampaian aspirasi dengan niat lurus, cara damai, santun, dan bermanfaat. Tidak boleh anarkis atau merusak, tapi harus menjadi sarana edukasi, menegakkan keadilan, dan membawa maslahat bagi masyarakat.

Avatar

Nabila Alzena

demonstrasi mahasiswa yang sesuai ajaran Islam adalah demonstrasi yang berniat karena iman, memberi manfaat nyata, serta dijalankan dengan transparansi dan kontrol sosial yang sehat demi terciptanya keadilan dan kemaslahatan bersama. Demonstrasi mahasiswa yang berkualitas dalam Islam adalah aksi yang dilakukan damai, tertib, dan bermartabat, bukan anarkis atau merusak. Tujuannya untuk menyuarakan kebenaran, keadilan, dan kemaslahatan umat, dengan cara yang etis, jujur, dan tidak melanggar syariat maupun hukum. Dengan begitu, demonstrasi menjadi bagian dari amar ma’ruf nahi munkar yang membawa manfaat, bukan mudarat.

Avatar

Najiha

Bagaimana Al-Quran mengatur etika bisnis yang adil dan bertanggung jawab, dan bagaimana prinsip-prinsip ini dapat diterapkan dalam sektor bisnis modern?

Avatar

Maisya Ayuni Rahma

Menurut saya, demonstrasi mahasiswa yang berkualitas adalah aksi damai yang menyuarakan aspirasi dengan cerdas, tertib, dan beretika. Selama tidak anarkis dan tetap membawa maslahat bagi masyarakat, demonstrasi seperti itu tidak bertentangan dengan ajaran Islam.

Avatar

Ayu Dewi Astuti

Demonstrasi mahasiswa yang berkualitas menurut perspektif Islam adalah aksi yang bertujuan mulia untuk memperjuangkan keadilan dan kemaslahatan (kebaikan) umat, dilakukan secara damai, tidak menimbulkan kerusakan, tidak anarkis, dan mematuhi aturan serta adab yang berlaku, serta didasari niat yang tulus untuk melakukan amar ma'ruf nahi munkar (menyuruh kebaikan dan mencegah kemungkaran).

Avatar

Deni Astuti

Demonstrasi mahasiswa yang berkualitas dan sesuai ajaran Islam adalah demonstrasi yang dijalankan dengan tujuan amar ma'ruf nahi munkar (menyerukan kebaikan dan mencegah kemungkaran), dilakukan secara damai, tertib, dan tidak menimbulkan kerusakan atau kezaliman, serta mematuhi aturan hukum yang berlaku. Demonstrasi menjadi sah jika bertujuan untuk keadilan dan kemaslahatan umat, tidak anarkis, dan dilakukan dengan adab yang baik.

Avatar

nopianti

menurut saya, demonstrasi mahasiswa yang berkualitas dan sesuai dengan ajaran Islam dapat menjadi sarana efektif untuk menyuarakan pendapat, meningkatkan kesadaran masyarakat, dan mengawasi kebijakan pemerintah, selama dilakukan dengan damai, berbasis pada keadilan dan kebenaran, serta transparan.

Avatar

rasmida hayati

Menurut pandangan saya, demonstrasi mahasiswa yang berkualitas adalah bentuk perjuangan moral dan intelektual yang sah dalam Islam, selama dilakukan dengan cara yang damai, beradab, dan bertanggung jawab. Dalam ajaran Islam, kita diajarkan untuk tidak diam terhadap kemungkaran dan ketidakadilan. Maka, ketika mahasiswa menyuarakan aspirasi rakyat, mengkritik kebijakan yang tidak adil, dan menuntut perubahan secara tertib dan argumentatif, hal itu bisa menjadi bentuk nyata dari amar ma’ruf nahi munkar.

Avatar

Nur Adrea Rezki

1. Berbasis iman dan ketakwaan Demonstrasi harus dilandasi keimanan, bukan sekadar emosi atau dorongan duniawi. Mahasiswa yang mengadakan demonstrasi harus memiliki niat yang bersih (sincere intention), takut kepada Allah, dan ingin perubahan yang baik menurut prinsip Islam. 2. Berlandaskan akhlak mulia Demonstrasi dilakukan dengan adab Islami: sopan santun, menjaga kemaslahatan umum, tidak melakukan tindakan kekerasan, tidak menghina atau merendahkan pihak lain, tidak menyebarkan fitnah. Menunjukkan akhlak yang terpuji selama aksi. 3. Transparansi dan keadilan Semua pihak yang terlibat dalam demonstrasi (organizer, peserta) harus terbuka dalam maksud, metode, meminta izin jika diperlukan, dan menyediakan saluran evaluasi atau kritik. Keadilan juga mencakup bahwa aspirasi yang disuarakan memang adil dan tidak merugikan orang lain secara tidak tepat. 4. Menuju kemaslahatan umat / maslahat umum Demonstrasi bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu, tetapi bertujuan untuk kemaslahatan umat. Isu-yang diangkat harus terkait dengan keadilan, kebaikan, kebenaran, dan menegakkan hukum/hak yang memang sejalan dengan syariat. 5. Menghindari kerusakan dan fitnah Tidak memprovokasi, menghasut, atau mengarah ke kondisi chaos yang membuat kerusakan (niyat ataupun akibat). Menjaga keamanan dan ketertiban. Menghindari berkata kasar dan tindakan yang merusak fasilitas umum atau privasi orang lain. 6. Kontrol sosial & mekanisme positif Demonstrasi harus memiliki mekanisme kontrol diri, seperti mendengar pendapat yang berbeda, tidak mengabaikan opini pihak lain, dan tetap menjaga persatuan. Selain itu, demonstrasi berkualitas juga melibatkan dialog, penyampaian argumen yang jelas, pemahaman hukum Islam dan etika publik. 7. Berwawasan qur’ani dan ilmiah Argumen yang digunakan bukan hanya emosi, tapi juga berdasarkan dalil Al-Qur’an dan Sunnah, serta data fakta. Demonstrasi yang berkualitas menampilkan pemikiran matang, referensi Islami, rasionalitas, bukan sekadar popularitas. 8. Tujuan yang konstruktif dan solutif Demonstrasi bukan sekadar menyuarakan kritik, tapi juga menawarkan solusi atau jalan keluar, langkah nyata untuk perbaikan. Mahasiswa yang berkualitas akan membawa rekomendasi atau tuntutan yang realistis yang bisa ditindaklanjuti.

Avatar

SYIFA ANGRAINI

Menurut saya, demonstrasi mahasiswa yang sesuai ajaran Islam adalah perjuangan moral untuk menegakkan keadilan dan kemaslahatan umat. Demonstrasi harus dilakukan dengan tujuan yang benar, cara yang damai tanpa kekerasan atau kerusakan, serta menjaga adab dan akhlak dalam menyampaikan aspirasi. Setiap aksi wajib dipertimbangkan manfaat dan mudaratnya agar tidak merugikan masyarakat luas, serta tetap menaati syariat dengan tidak meninggalkan kewajiban ibadah dan menjauhi hal-hal yang diharamkan.

Avatar

fitra nur annisa

demonstrasi mahasiswa yang berkualitas dalam perspektif islam adalah bentuk amar maruf nahi munkar yang dilakukan dengan niat tulus untuk menegakkan keadilan dan memperjuangkan kemaslahatan umat bukan untuk kepentingan pribadi atau golongan oleh karena itu demonstrasi harus dilaksanakan secara damai beretika tidak merusak serta berlandaskan ilmu dan fakta agar kritik yang disampaikan benar benar bermanfaat membangun dan tidak menimbulkan perpecahan sehingga justru menjadi sarana dakwah dan pengabdian kepada allah swt dalam rangka menjaga persatuan serta mewujudkan kesejahteraan bersama

Avatar

Windari 1 D

Menurut saya demonstrasi mahasiswa yang berkualitas menurut Islam adalah aksi yang bertujuan untuk menegakkan kebaikan dan keadilan, dilakukan dengan damai, tertib, sopan, tidak merusak, serta memberi solusi konstruktif bagi umat dan bangsa tanpa melanggar syariat maupun aturan hukum.

Avatar

Alya Septiamanda

Demonstrasi mahasiswa yang berkualitas dan tidak bertentangan dengan ajaran Islam itu harus dimulai dari niat yang tulus, yang tujuannya bener-bener buat kebaikan bersama. Santun, tidak anarkis atau merusak, dan penuh etika, misalnya berbicara sopan, berbasis fakta, serta kasih solusi bukan cuma kritik saja. Supaya aspirasi tersampaikan tanpa mudarat.

Avatar

najwa risna putri

Demonstrasi mahasiswa yang berkualitas dan tidak bertentangan dengan ajaran Islam adalah demonstrasi yang: • Damai, santun, berbasis fakta, dan bertujuan memperbaiki keadaan. • Menghindari kekerasan, provokasi, dan kerusakan. • Dilakukan dengan semangat amar ma’ruf nahi munkar serta tetap berpegang pada nilai iman, amal shalih, dan kesabaran.

Avatar

Difa Juita Fahira 1B

Demonstrasi mahasiswa yang berkualitas dalam Islam adalah aksi damai yang berisi kritik konstruktif, berdasarkan fakta, tidak anarkis, menghormati hak orang lain, serta bertujuan untuk amar ma’ruf nahi munkar demi kebaikan bersama.

Avatar

Nisrina Annisa

menurut saya dalam konteks Islam, Islam menekankan pentingnya keadilan, kebenaran, dan tidak melakukan tindakan yang merugikan orang lain. Demonstrasi yang dilakukan dengan cara damai, tidak melanggar hukum, dan tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip keadilan dan kebenaran bisa dianggap sesuai dengan nilai-nilai yang dianjurkan dalam banyak konteks sosial dan agama.

Avatar

KEYSHA DWI JULYANA

Menurut saya, demonstrasi mahasiswa yang berkualitas dan tidak bertentangan dengan ajaran Islam adalah bentuk amar ma’ruf nahi munkar dalam ranah sosial, politik, maupun kebangsaan, selama dilakukan dengan prinsip yang benar.

Avatar

Novizzayani

Menurut saya, Demonstrasi mahasiswa yang berkualitas menurut perspektif Islam adalah aksi yang bertujuan amar ma'ruf nahi munkar (menyerukan kebaikan dan mencegah kemungkaran), dilakukan secara damai dan tertib tanpa kekerasan, merusak, atau anarkisme, serta mematuhi hukum dan peraturan yang berlaku di negara tersebut, dengan tujuan akhir mencapai kemaslahatan (kebaikan) umat. Demonstrasi ini juga harus dilakukan dengan adab, akhlak, dan niat yang benar, serta menghindari perbuatan fitnah atau kerusakan.

Avatar

Fatmawati

Demonstrasi mahasiswa yang damai dan tertib dapat dianggap sebagai bentuk amar makruf nahi munkar (memerintahkan kebaikan dan mencegah kemungkaran) dalam Islam, serta sebagai ekspresi kebebasan berpendapat dan partisipasi dalam demokrasi. Selama dilakukan dengan sopan, damai, dan bertanggung jawab, demonstrasi tersebut dapat menjadi upaya untuk memperjuangkan keadilan dan kebenaran. Penting untuk mematuhi hukum dan melakukan analisis mendalam tentang isu yang diperjuangkan.

Avatar

AMELIA WIDYA ASTI

demonstrasi mahasiswa yang berkualitas adalah aksi yang dilakukan secara damai, kritis, dan terarah pada tujuan yang bermanfaat bagi masyarakat. Selama dilakukan dengan sopan, tidak merusak, serta menjunjung tinggi nilai keadilan dan kebenaran, maka tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Justru itu sejalan dengan semangat amar ma’ruf nahi munkar, asalkan tetap menjaga etika, adab, dan menghormati hukum yang berlaku.

Avatar

MUHAMMAD AMRIZAN

pendapat saya mengenai demonstrasi mahasiswa yang berkualitas yaitu demonstrasi yang dilakukan secara damai, bermoral, dan berdasarkan data yang benar. Dalam Islam, aksi seperti ini bisa dianggap sebagai bentuk amar ma’ruf nahi munkar, yaitu mengingatkan pemerintah dan memperjuangkan kepentingan masyarakat. Intinya, demo mahasiswa tidak boleh merusak atau menimbulkan kekacauan maupun anarkis, tapi harus jadi sarana menyampaikan aspirasi untuk kebaikan bersama masyarakat.

Avatar

MUHAMMAD AMRIZAN

pendapat saya mengenai demonstrasi mahasiswa yang berkualitas yaitu demonstrasi yang dilakukan secara damai, bermoral, dan berdasarkan data yang benar. Dalam Islam, aksi seperti ini bisa dianggap sebagai bentuk amar ma’ruf nahi munkar, yaitu mengingatkan pemerintah dan memperjuangkan kepentingan masyarakat. Intinya, demo mahasiswa tidak boleh merusak atau menimbulkan kekacauan maupun anarkis, tapi harus jadi sarana menyampaikan aspirasi untuk kebaikan bersama masyarakat.

Avatar

Aisyah Muthmainnah

klu saya lihat, demo mahasiswa yg di bilang "berkualitas" itu bukan sekedar turun ke jalanan bawa poster/teriak". Tapi lebih ke bagaimana mereka menyampaikan aspirasi dengan cara yg elegan, argumen yg kuat, dan yg paling penting tidak merugikan org lain. Kalau dikaitkan sama ajaran islam, kan kita diajarin buat menyampaikan pendapat dengan hikmah, sopan, dan tetap menjaga ketertiban. Jadi, demo yg sesuai ajaran islam tu ya harus Damai, tidak anarkis, g bikin kerusakan, dan niatnya benar untuk memperjuangkan kebaikan bersama, bukan sekedar ikut"an/nyari ribut. Mahasiswa punya energi muda & idealisme tinggi, jdi wajar klu jdi penggerak perubahan. Tapi kualitasny keliatan dari cra mereka menyampaikan kritik, apakah bisa jadi solusi/cmn bikin gaduh.

Avatar

Suci Hayati

Demonstrasi mahasiswa yang berkualitas adalah aksi yang dilakukan secara damai, berlandaskan iman, dan dilandasi niat untuk memperjuangkan kebaikan bersama. Dalam Islam, menyampaikan kritik atau pendapat merupakan bagian dari amar ma’ruf nahi munkar, selama dilakukan dengan cara yang benar, tidak merusak, serta tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat. Selain itu, demonstrasi juga harus menghadirkan solusi nyata, disertai data dan kajian yang akurat sehingga bisa menjadi kontrol sosial yang konstruktif. Dengan sikap transparan, etika yang baik, serta tujuan memperbaiki keadaan, aksi mahasiswa justru sejalan dengan ajaran Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin.

Avatar

KHAI RANI ATIFA SARI

Demonstrasi mahasiswa yang berkualitas dalam pandangan Islam adalah aksi yang dilakukan dengan niat baik, damai, dan penuh tanggung jawab. Aksi tersebut bertujuan menegakkan kebenaran serta menyuarakan aspirasi tanpa merusak fasilitas umum atau menyakiti orang lain. Selama dilakukan dengan adab, etika, dan tidak bertentangan dengan prinsip amar ma’ruf nahi munkar, demonstrasi tetap sejalan dengan ajaran Islam.

Avatar

Shahidah Ramadhani

Demonstrasi mahasiswa bisa dianggap baik selama dilakukan dengan cara yang damai, sopan, dan bertujuan untuk kebaikan bersama. Dalam Islam, menyampaikan aspirasi adalah bagian dari amar ma’ruf nahi munkar (mengajak pada kebaikan dan mencegah keburukan), selama tidak menimbulkan kerusakan, kekerasan, atau perpecahan. Demonstrasi yang berkualitas menurut Islam adalah: 1. Berlandaskan iman → niat karena mencari ridha Allah, bukan sekadar kepentingan pribadi. 2. Karya nyata → membawa solusi atau gagasan yang membangun, bukan hanya kritik kosong. 3. Transparansi & kontrol sosial → dilakukan dengan terbuka, jujur, berdasarkan data dan fakta, bukan hoaks.

Avatar

NURIZA DIAN AULIA

Pandangan saya tentang demonstrasi mahasiswa yang berkualitas dan tidak bertentangan dengan ajaran Islam adalah bahwa demonstrasi boleh dilakukan sebagai bentuk penyampaian aspirasi, selama dilakukan dengan cara yang damai, sopan, tidak anarkis, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Islam seperti kejujuran, tanggung jawab, keadilan, dan menghormati orang lain. Dengan begitu, demonstrasi menjadi sarana menegakkan kebenaran dan keadilan tanpa menimbulkan kerusakan.

Avatar

Mugni basit rasida

Demonstrasi mahasiswa yang berkualitas dan sesuai ajaran Islam harus: • Berdasar niat tulus untuk menegakkan kebenaran, bukan karena amarah. • Dilakukan dengan akhlak mulia, tanpa kekerasan atau merusak fasilitas. • Menjaga ketertiban umum, tidak mengganggu orang lain. • Memprioritaskan dialog sebagai cara utama, demonstrasi adalah pilihan terakhir. Singkatnya, demonstrasi yang baik dalam Islam adalah yang berani menyuarakan kebenaran secara damai dan beradab.

Avatar

RODIATUS SHOLIHAH

Menurut saya, demonstrasi mahasiswa yang berkualitas adalah demonstrasi yang dilakukan secara damai, tidak merusak fasilitas umum, dan bertujuan untuk menegakkan keadilan. Hal ini sejalan dengan ajaran Islam karena termasuk amar ma’ruf nahi munkar, asalkan dilakukan dengan adab, musyawarah, dan niat yang baik untuk kepentingan umat.

Avatar

NIDA ULKHOIRIAH

Menurut saya, demonstrasi mahasiswa yang berkualitas itu sebenarnya bisa jadi sesuatu yang baik selama dilakukan dengan cara yang benar dan tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Dalam Islam kita diajarkan untuk menyampaikan kebenaran, menegakkan keadilan, dan memperjuangkan hak, tapi semua itu harus dilakukan dengan cara yang damai, santun, dan tidak merugikan orang lain. Jadi, demonstrasi mahasiswa yang berkualitas bukan sekadar turun ke jalan teriak-teriak, tapi ada nilai positif yang dibawa, misalnya menyuarakan aspirasi rakyat, memperjuangkan keadilan sosial, atau mengingatkan pemerintah agar tidak salah langkah. Semua itu bisa jadi bentuk amar ma’ruf nahi munkar jika niatnya baik dan caranya sesuai aturan.

Avatar

Annisa Febry Aulia

Demonstrasi mahasiswa yang berkualitas dan sesuai ajaran Islam adalah demonstrasi yang: 1. Tujuannya jelas untuk menegakkan kebenaran dan keadilan. 2. Dilakukan dengan damai, tanpa anarkisme atau merusak. 3. Disampaikan dengan santun, berdasarkan ilmu dan data. 4. Menjaga adab serta niat yang ikhlas demi kemaslahatan umat.

Avatar

SUCI TASYA RAMADHANI

menurut sayaa,demonstrasi yang bertujuan menegakkan keadilan dan kemaslahatan, dilakukan dengan cara damai dan beretika, serta tidak menimbulkan kerusakan dengan tujuan utama meraih keridaan Allah.

Avatar

ARUMI ABQARY HIBATULLAH

Menurut saya, demonstrasi mahasiswa yang berkualitas tidak bertentangan dengan ajaran Islam selama dilakukan secara damai, santun, berdasarkan fakta, dan bertujuan untuk menegakkan kebenaran serta kemaslahatan umat tanpa menimbulkan kerusakan.

Avatar

RATU FATHANA BAYU SUCI

Pandangan saya, demonstrasi mahasiswa yang berkualitas dan tidak bertentangan dengan ajaran Islam adalah gerakan yang dilakukan secara damai, beretika, dan berlandaskan nilai-nilai kebenaran serta keadilan. Dalam Islam, menyampaikan pendapat (tabligh atau amar ma’ruf nahi munkar) adalah hak sekaligus kewajiban, selama dilakukan dengan cara yang baik. Allah berfirman: > “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali Imran: 104) Ciri-ciri demonstrasi mahasiswa yang berkualitas menurut Islam: 1. Tujuan yang benar – memperjuangkan keadilan, kesejahteraan, atau kebenaran, bukan sekadar kepentingan kelompok/ego. 2. Cara yang damai – tidak merusak, tidak anarkis, tidak menimbulkan fitnah. Rasulullah SAW mengajarkan menyampaikan kebenaran dengan hikmah dan nasihat yang baik (QS. An-Nahl: 125). 3. Etika dan adab – menjaga ucapan, tidak mencaci, tetap menghormati pihak lain, serta mengedepankan musyawarah. 4. Bermanfaat untuk umat – aspirasi yang disuarakan membawa maslahat, bukan mudarat. 5. Ketaatan pada aturan – tidak melanggar hukum syar’i maupun hukum negara selama tidak bertentangan dengan syariat. Jadi, demonstrasi mahasiswa yang berkualitas adalah wujud partisipasi sosial yang Islami bila dilakukan untuk amar ma’ruf nahi munkar dengan cara hikmah, damai, dan bertanggung jawab.

Avatar

DESNI SELVIOLA

Menurut saya, demonstrasi mahasiswa yang berkualitas dan tidak bertentangan dengan ajaran Islam adalah bentuk penyampaian aspirasi yang dilakukan dengan cara yang santun, tertib, dan bertanggung jawab. Dalam Islam, menyampaikan kebenaran (amar ma’ruf nahi munkar) memang dianjurkan, tetapi harus dilakukan dengan etika yang baik, tanpa kekerasan, tanpa merusak, dan tetap menjaga kedamaian. Ciri-cirinya bisa dilihat dari: Tujuan yang jelas → memperjuangkan kepentingan masyarakat, bukan kepentingan pribadi atau kelompok semata. Metode yang damai → dilakukan tanpa anarkis, tidak melanggar aturan hukum, dan tetap menjaga ketertiban umum. Sikap islami → menjaga adab, tidak menggunakan kata-kata kasar, serta menampilkan akhlak yang mencerminkan nilai Islam. Bermanfaat → memberi solusi dan masukan konstruktif bagi pemerintah maupun masyarakat.

Avatar

TAUFIK HIDAYAT

Demonstrasi mahasiswa yang bagus menurut Islam itu: - Niatnya baik: Untuk keadilan dan kemaslahatan umat. ​ - Caranya damai: Tanpa kekerasan, kerusakan, atau ujaran kebencian. ​ - Ada solusi: Siap berdiskusi dan memberikan usulan yang membangun. ​ - Akhlaknya mulia: Santun, menghormati orang lain, dan tidak mengganggu. ​ - Tidak merusak: Tidak menimbulkan fitnah atau kerugian bagi masyarakat.

Avatar

Maharani Fahira Asfe

Menurut saya, Demonstrasi mahasiswa dalam pandangan Islam diperbolehkan selama dilakukan dengan cara yang damai, tertib, dan beretika. Tujuannya harus jelas, yaitu menegakkan keadilan, menyuarakan kebenaran, serta memperjuangkan kepentingan masyarakat luas. Selama tidak anarkis, tidak merusak, dan tetap menjaga akhlak serta adab, maka demonstrasi dapat menjadi bentuk amar ma’ruf nahi munkar yang sesuai dengan ajaran Islam.

Avatar

RAHMA NUR AZIZAH

Demonstrasi mahasiswa yang berkualitas dan sesuai dengan ajaran Islam dapat menjadi sarana efektif untuk mengemukakan pendapat, mengawal kepentingan rakyat, dan meningkatkan kesadaran sosial, selama dilakukan dengan cara yang sopan, damai, dan tidak melanggar hukum.

Avatar

Muhammad Vikri

Demonstrasi mahasiswa yang berkualitas dan sesuai dengan ajaran Islam dapat menjadi sarana penting untuk memperjuangkan keadilan dan kebenaran. Jika dilakukan dengan cara damai dan tertib, demonstrasi dapat menjadi bentuk partisipasi aktif dalam proses demokrasi dan pembangunan. Islam mendorong umatnya untuk memperjuangkan keadilan dan kebenaran melalui musyawarah dan dialog. Dengan demikian, demonstrasi mahasiswa dapat menjadi sarana efektif untuk menyampaikan aspirasi dan tuntutan kepada pemerintah.

Avatar

AULYA NABILLA

1. Demonstrasi Mahasiswa yang Islami Tujuan: Menyuarakan keadilan dan kepentingan rakyat. Cara: Damai, sopan, tidak anarkis, tidak merusak fasilitas umum. Sikap: Menjaga ucapan, tidak menghina, tetap melaksanakan shalat, berpakaian sopan. Hasil: Aspirasi tersampaikan tanpa menimbulkan mudarat yang lebih besar. 2. Demonstrasi Mahasiswa yang Tidak Islami Tujuan: Lebih karena emosi, provokasi, atau kepentingan kelompok tertentu. Cara: Anarkis, merusak fasilitas, membakar ban, bentrok dengan aparat. Sikap: Menggunakan kata-kata kasar, mencaci, melanggar aturan, melalaikan ibadah. Hasil: Menimbulkan kerugian masyarakat, merusak citra mahasiswa, jauh dari nilai Islam. Perbedaan utamanya ada pada niat, cara, sikap, dan hasil.

Avatar

BUNGA SUCI AULIA (ABI 1 C)

Pandangan tentang demonstrasi mahasiswa yang berkualitas dan tidak bertentangan dengan ajaran Islam yaitu: 1. Demonstrasi dalam Pandangan Islam Menyampaikan aspirasi: Dalam Islam, menyampaikan pendapat dan amar ma’ruf nahi munkar (mengajak kepada kebaikan, mencegah kemungkaran) adalah hal yang dianjurkan, asalkan dilakukan dengan cara yang santun, damai, dan tidak menimbulkan kerusakan. Menjaga adab: Al-Qur’an mengajarkan agar manusia berdialog dengan cara yang baik (qaulan ma’rufan, qaulan layyinan). Artinya, aspirasi mahasiswa tetap bisa disuarakan tanpa caci maki, kekerasan, atau anarkisme. Tidak melanggar aturan: Demonstrasi yang merusak fasilitas umum, melanggar hukum, atau mengganggu hak orang lain jelas bertentangan dengan prinsip Islam, karena Islam melarang perbuatan yang menimbulkan kerusakan (fasad fil-ardh). 2. Ciri Demonstrasi Mahasiswa yang Berkualitas Substansial: Isu yang diangkat relevan dengan kepentingan masyarakat luas, bukan sekadar ikut-ikutan. Beretika: Menjaga sopan santun, tidak menyebar hoaks, tidak memprovokasi. Konstruktif: Memberikan solusi dan rekomendasi, bukan hanya kritik. Damai: Tidak mengandung kekerasan fisik maupun verbal, sehingga aspirasi tersampaikan tanpa menimbulkan kebencian. 3. Relevansi bagi Mahasiswa Mahasiswa adalah agen perubahan (agent of change), sehingga demonstrasi menjadi salah satu sarana menyalurkan suara kritis mereka. Selama tujuan yang dibawa adalah kebaikan, caranya sesuai syariat, dan manfaatnya lebih besar daripada mudaratnya, maka demonstrasi bisa sejalan dengan ajaran Islam.

Avatar

Marsya santiya

Menurut pandangan saya, demonstrasi mahasiswa yang berkualitas tidak bertentangan dengan Islam jika dilakukan dengan tujuan menegakkan keadilan, disampaikan secara damai, tertib, dan tanpa merusak.

Avatar

Indah Julia Putri

menurut saya, Demonstrasi mahasiswa yang berkualitas adalah aksi damai yang dilakukan dengan niat baik untuk memperjuangkan kebenaran dan kepentingan masyarakat. Dalam ajaran Islam, demonstrasi harus dilakukan dengan santun, tidak anarkis, menjaga adab, serta mengutamakan musyawarah agar aspirasi tersampaikan dengan cara yang benar dan bermanfaat bagi bangsa.

Avatar

Nashwa Deabiy Ryzandasyah

Menurut saya, seperti itulah yang harus dilakukan sebagai mahasiswa dalam menyampaikan aspirasinya. Yaitu harus dengan etika dan moral, menjaga ketertiban tanpa ada perusakan, dan bermanfaat bagi masyarakat luas. Dengan begitu, langkah kita akan diridhoi oleh Allah Swt.

Avatar

AULIA MUTHMA INNAH

Demonstrasi mahasiswa yang berkualitas dan sesuai dengan ajaran Islam harus dilakukan dengan cara yang damai, tertib, dan berdasarkan pada tuntutan yang jelas dan rasional. Dengan mengedepankan nilai-nilai Islam seperti keadilan, kesetaraan, dan musyawarah, demonstrasi dapat menjadi sarana yang efektif untuk menyampaikan aspirasi dan mencapai perubahan positif.

Avatar

Siska Murlya

Demonstrasi mahasiswa dapat menjadi sarana yang efektif untuk menyuarakan pendapat dan aspirasi masyarakat, terutama dalam konteks pendidikan tinggi. Berikut beberapa poin yang dapat dipertimbangkan: 1. *Kritik dan Aspirasi*: Demonstrasi mahasiswa dapat menjadi wadah untuk menyampaikan kritik dan aspirasi terkait isu-isu yang relevan dengan kepentingan masyarakat dan pendidikan. 2. *Pengawasan dan Akuntabilitas*: Demonstrasi dapat mendorong institusi pendidikan dan pemerintah untuk lebih transparan dan akuntabel dalam pengambilan keputusan. 3. *Pengembangan Kemampuan*: Demonstrasi dapat menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan analisis, komunikasi, dan kepemimpinan. 4. *Isu-Isu Sosial dan Politik*: Demonstrasi mahasiswa seringkali terkait dengan isu-isu sosial dan politik yang lebih luas, sehingga dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam proses demokrasi. 5. *Islam dan Demokrasi*: Dalam perspektif Islam, konsep musyawarah dan amar ma'ruf nahi munkar (mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran) dapat menjadi landasan untuk mendukung demonstrasi yang konstruktif dan damai. Namun, penting untuk memastikan bahwa demonstrasi dilakukan dengan cara yang damai, tertib, dan menghormati hak-hak orang lain. Demonstrasi yang berkualitas adalah yang dapat menyampaikan pesan dengan efektif tanpa menimbulkan kerusakan atau konflik yang tidak perlu.

Avatar

Ilmadyan Fahirra ABI 1D

Melakukan demo secara tertib dan tidak anarkis, menyuarakan aspirasi kepada yang didemo dengan argumen yang jelas dan kuat, namun menuntut. Tidak ada kekerasan dalam demonstrasi yang merugikan orang sekitar seperti merusak fasilitas umum, membuat kegaduhan disekitar lingkungan pedagang, tidak membuat kericuhan dijalanan, tidak ada adu domba di dalam lingkaran demonstrasi dan tetap berpegang teguh pada tujuan awal demi kebaikan negara dan bangsa.

Avatar

ALISA SUHANA

Menurut saya, demonstrasi mahasiswa yang berkualitas adalah bentuk penyampaian pendapat atau kritik yang dilakukan dengan cara yang sopan, damai, dan bertanggung jawab. Dalam ajaran Islam, menyampaikan pendapat untuk menegakkan kebenaran boleh dilakukan, asalkan tidak merugikan orang lain dan tidak menimbulkan kerusakan (kerusakan atau kekerasan).

   Berita Terkait

Pencatatan Perkawinan
12 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   85

Beragam Perspektif Sosiologi Keluarga
08 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   93

Qawaidul Fiqhiyah-bagian Kedua
05 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   157

Pembaharuan dalam Islam
02 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   344

Modern dan Modernisme
27 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   385

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13557


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4550


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2875