
Alhamdulillah saya melihat kegiatan teman-teman di grup WA dan FB cukup senang. Ada yang aktif mengisi “mau’idzatul khasanah” di berbagai tempat ibadah dan perkantoran. Teman-teman NU di bulan Rajab ini pun dan kebetulan memasuki momen peringatan Harlah 1 Abad NU juga ramai membuat kegiatan peringatan hari lahirnya organisasi yang didirikan oleh mbah kiai hasyim beserta para ulama NU. Kawan-kawan GP Ansor sibuk membuat Diklat. Majelis Wakil Cabang[MWC] NU tidak kalah sibuknya membuat acara istighosah dan Pengukuhan Pencak Silat Pagar Nusa. Ini kegiatan yang terdektisi dalam tulisan ini. Masih banyak kegiatan yang belum tertampung di tulisan ini, dan saya kira lebih banyak lagi kegiatan-kegiatan sosial-keagamaan yang dilakukan oleh warga Nahdiyin dalam rangka memperingati hari lahir NU yang ke-100.

Saya yang sudah lama tidak manggung, dan
sudah mulai lupa cara manggung di podium pun masih ada saja yang SMS melalui WA.
Ikut-ikutan kawan saya yang menjadi Singa Podium. Tapi rasa-rasanya sudah tidak
seperti dulu. Bahkan jadi Khotib yang durasinya hanya 15 meint pun sering
mencari “badal”. Perubahan pola kerja yang membuat kegiatan “manggung-memanggung”
sudah mulai dikurangi,dan diganti mereka yang lebih berbakat di bidang ini. Agar
tidak terjadi kekosongan dan paling tidak kewajiban dakwah tidak berhenti, saya
pun mencari kegiatan yang saya anggap santai yaitu menulis.
Saya ingat saat memberi sambutan kepada para Pendekar Pagar Nusa di Pesantren Al-Aqobah, Asuhan Mbak Kiai Kosairi, M.Pd.I. dalam sambutannya, ada yang bisa dipraktekan oleh para Pendekar Pagar Nusa ketika mengambil makna di Bulan Rajab ini, yaitu: pertama, bulan rajab yang diartikan sebagai “tarjib” mempunyai arti suatu kemulyaan. Seorang Pendekat Pagar Nusa harus menjaga marwah diri sendiri, lembaga dan ormas NU serta dalam kehidupan sosial. Mereka setelah gabung menjadi Anggota Pagar Nusa sudah melakukan sumpah dihadapan pengurus, terlebih lagi dihadapan Allah atas kesediaan untuk berbakti kepada Allah, Rasul-Nya, agama, bangsa dan Negara. Kedua, Pendekar Pagar Nusa harus mampu menjadi mata air kehidupan yang memberi kemanfaatan kepada diri, keluarga dan masyarakat yang membutuhkan. Kehebatan nya, bukan sebatas kemampuan menguasai berbagai jurus pencak silat dan menjadi orang yang tak terkalahkan dalam setiap pertandingan. Namun hakikat kehebatan pencak silat adalah kemampuan mengambil hikmat di dalamnya, yaitu bahwa dia hadir untuk memberi kemanfaatan kepada sesame manusia. Ketiga, Pendekar Pagar Nusa harus mempunyai telinga yang tebal ketika menerima isu-isu yang bersifat negative, hoax dan sejenisnya. Di era internet, semua informasi masuk dan sering datang tanpa ada “saringan” informasi yang tepat dan akurat. Akibatnya, bisa menimbulkan yang tidak diinginkan seperti perselisihan atau perkelahinan dan memutuskan silaturahim akibat dari ketidakbenaran sebuah berita. Maka setiap berita yang masuk, agar ditampung terlebih dahulu dan bersikap sabar untuk melakukan tabayun terhadap kebenaran informasi.

Keitga ini mungkin terlihat sangat
sederhana. Namun jika pada Kader Pagar Nusa secara khusus, dan umat Islam
secara umum melakukan ketiga terapi ini, akan ada perubahan yang signifikan
terhadap etika, moral dan akhlak kita di tengah-tangan masyarakat. Saya kira
hal-hal yang kecil ini sebagai jalan untuk membangun rumah peradaban di masa
saat sekarang ini menjadi sangat penting.
Penulis : Imam Ghozali
Efek Cubitan Iblis bagi Manusia
25 Oktober 2023   Oleh : Imam Ghozali   1266
Titanic vs Jelatik
03 Oktober 2023   Oleh : Imam Ghozali   616
Habib Umar, Deddy Corbuzier dan Wajah Islam
23 Agustus 2023   Oleh : Imam Ghozali   1200
2022; Kenangan dan Kenyataan
29 Desember 2022   Oleh : Imam Ghozali   449
Rakerda MUI; Integrasi Subtantif dan Formatif
28 Desember 2022   Oleh : Imam Ghozali   309
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13553
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4546
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3561
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2940
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2871