Avatar

Vijianfaiz,PhD

Penulis Kolom

371 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Rapat Non Formal



Minggu , 19 Juli 2026



Telah dibaca :  102

Selesai tepuk tepung tawar, tamu VIP dipersilahkan masuk ke ruang kapolres. Sambil menunggu selesai sertijab bupati, forkompinda dan ketua ormas mendapatkan hidangan Istimewa.

Saya lihat pak bupati dan ketua dprd tidak betah. Setelah makan dan minum secukupnya, keduanya keluar ruangan. Usut punya usut karena ruangan ac. Tidak bisa untuk merokok.

Setelah keduanya keluar. Saya pun menyusul keluar. Alasan ku sederhana: tidak kuat dingin nya AC. Kena AC terlalu lama jadi pilek.

Kami duduk-duduk di luar ruangan Kapolres. Ada Bupati, Sekda, Ketua DPRD dan utusan dari TNI. Kami pun kumpul bareng. Merokok. Ketua DPRD sangat kuat merokok. Habis sambung lagi, habis sambung lagi. Saya juga kuat mengambil rokok -ketua DPRD-abis ambil lagi, habis ambil lagi.

Entah bagaimana ajudan bupati cara mengambil foto. Saya lihat seperti kurang tepat. Saya di tengah, Bupati dan ketua DPRD di kanan-kiriku. Lihat hasilnya rasa nya malu juga, tapi senang juga.

Apakah ini simbol saya harus mendamaikan antara eksekutif dan legislatif? Setahuku akhir-akhir ini hubungan keduanya baik-baik saja. Bahkan sangat baik. Mulai dari DPR RI sampai kepada DPRD Tingkat II.

Kesempatan jarang ketemu ini tentu saya gunakan untuk diskusi. Diskusi ringan dan tidak formal. Terutama berkaitan dengan Hutan Bakau dan Pabrik Sagu. Kedua nya saat sekarang ini menjadi isu yang cukup hangat. Belum panas. Seharusnya hanya sebatas hangat saja. Semua harus sama-sama duduk bareng dalam upaya menyelesaikan masalah. Jangan sampai duduk bareng malah menyimpan masalah.

Ketua DPRD punya rencana tentang perlu ada regulasi yang mengaturnya. Saya menyarankan kepada nya untuk mengkaji aturan-aturan yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan. Khawatir regulasi yang dibuat oleh pemda bertentangan dengan peraturan di atasnya.

Diskusi non formal seperti nya tidak penting. Padahal, bagi orang-orang yang terbiasa kerja cepat dan punya kesibukan sangat tinggi, diskusi non formal ini sering menjadi diskusi yang strategis dan menentukan pada keputusan-keputusan formall.

Para pembisnis, politisi, dan pejabat -apalah Namanya-selalu menggunakan tempat-tempat yang santai sebagai sarana untuk mengambil suatu keputusan penting. Sehingga saat rapat formal, itu benar-benar sebatas formalitas saja. Sebab subtansi keputusan sudah ada di kantong para pemimpin nya.

Sayangnya hal-hal yang seperti ini kurang dipahami oleh sebagian para pengambil kebijakan. Sering tampil secara formalitas, tapi hasil nya hanya pepesan kosong.

Tentu saja saya tidak menganjurkan hal-hal yang demikian menjadi suatu kebiasaan dalam mengambil suatu keputusan. Saya hanya memberitahu bahwa diskusi-diskusi ringan dengan para pemimpin negara, politis, pengusaha, lembaga-lembaga pendidikan sering kali menghasilkan keputusan yang sangat fundamental dan penting untuk kemajuan suatu institusi atau lembaga tertentu.

Tentu saja diskusi non formal bisa berhasil dengan baik jika kita sudah terbiasa mempunyai jiwa dan hati yang terbuka berteman dengan siapa saja tanpa batas. Sebab dalam dunia komunikasi, kadang pada saat tertentu kita mengalami kebuntuan untuk membuka kunci komunikasi dengan orang-orang penting. Maka yang perlu diingat, bersahabatlah dengan orang-orang di sekitar tersebut. bisa jadi bersahabat dengan tukang semir, tukang sapu, skuriti atau tukang lap kaca mobil. Jangan-jangan semua orang itu adalah CEO yang sedang menyamar. Dari mereka kadang kita mendapatkan akses terbuka untuk bisa bertemu dengan orang yang kita inginkan bukan?.



Penulis : Vijianfaiz,PhD


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Krisis Energi dan Krisis Iman; Jalan Intropeksi Diri
05 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   145

Diplomasi “Pantat” ala Donald Trump
30 Maret 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   324

Masjid Al-Aqsha Semakin Jauh dari Umat Islam
23 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   278

Idul Fitri Rasa Bratawali
20 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   257

Membaca Kultivasi Negara Iran
11 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   275

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      14056


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      5093


Dalil Berdoa Untuk Mayit
Minggu , 11 Mei 2025      5001


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      3765