
Selesai tepuk tepung tawar, tamu VIP
dipersilahkan masuk ke ruang kapolres. Sambil menunggu selesai sertijab bupati,
forkompinda dan ketua ormas mendapatkan hidangan Istimewa.
Saya lihat pak bupati dan ketua dprd tidak
betah. Setelah makan dan minum secukupnya, keduanya keluar ruangan. Usut punya
usut karena ruangan ac. Tidak bisa untuk merokok.
Setelah keduanya keluar. Saya pun menyusul
keluar. Alasan ku sederhana: tidak kuat dingin nya AC. Kena AC terlalu lama
jadi pilek.
Kami duduk-duduk di luar ruangan Kapolres. Ada
Bupati, Sekda, Ketua DPRD dan utusan dari TNI. Kami pun kumpul bareng. Merokok.
Ketua DPRD sangat kuat merokok. Habis sambung lagi, habis sambung lagi. Saya juga
kuat mengambil rokok -ketua DPRD-abis ambil lagi, habis ambil lagi.
Entah bagaimana ajudan bupati cara mengambil
foto. Saya lihat seperti kurang tepat. Saya di tengah, Bupati dan ketua DPRD di
kanan-kiriku. Lihat hasilnya rasa nya malu juga, tapi senang juga.
Apakah ini simbol saya harus mendamaikan
antara eksekutif dan legislatif? Setahuku akhir-akhir ini hubungan keduanya
baik-baik saja. Bahkan sangat baik. Mulai dari DPR RI sampai kepada DPRD Tingkat
II.
Kesempatan jarang ketemu ini tentu saya
gunakan untuk diskusi. Diskusi ringan dan tidak formal. Terutama berkaitan
dengan Hutan Bakau dan Pabrik Sagu. Kedua nya saat sekarang ini menjadi isu
yang cukup hangat. Belum panas. Seharusnya hanya sebatas hangat saja. Semua harus
sama-sama duduk bareng dalam upaya menyelesaikan masalah. Jangan sampai duduk
bareng malah menyimpan masalah.
Ketua DPRD punya rencana tentang perlu ada regulasi
yang mengaturnya. Saya menyarankan kepada nya untuk mengkaji aturan-aturan yang
diperbolehkan dan tidak diperbolehkan. Khawatir regulasi yang dibuat oleh pemda
bertentangan dengan peraturan di atasnya.
Diskusi non formal seperti nya tidak
penting. Padahal, bagi orang-orang yang terbiasa kerja cepat dan punya
kesibukan sangat tinggi, diskusi non formal ini sering menjadi diskusi yang
strategis dan menentukan pada keputusan-keputusan formall.
Para pembisnis, politisi, dan pejabat -apalah
Namanya-selalu menggunakan tempat-tempat yang santai sebagai sarana untuk
mengambil suatu keputusan penting. Sehingga saat rapat formal, itu benar-benar
sebatas formalitas saja. Sebab subtansi keputusan sudah ada di kantong para
pemimpin nya.
Sayangnya hal-hal yang seperti ini kurang
dipahami oleh sebagian para pengambil kebijakan. Sering tampil secara
formalitas, tapi hasil nya hanya pepesan kosong.
Tentu saja saya tidak menganjurkan hal-hal
yang demikian menjadi suatu kebiasaan dalam mengambil suatu keputusan. Saya hanya
memberitahu bahwa diskusi-diskusi ringan dengan para pemimpin negara, politis,
pengusaha, lembaga-lembaga pendidikan sering kali menghasilkan keputusan yang
sangat fundamental dan penting untuk kemajuan suatu institusi atau lembaga tertentu.
Tentu saja diskusi non formal bisa berhasil
dengan baik jika kita sudah terbiasa mempunyai jiwa dan hati yang terbuka
berteman dengan siapa saja tanpa batas. Sebab dalam dunia komunikasi, kadang pada
saat tertentu kita mengalami kebuntuan untuk membuka kunci komunikasi dengan
orang-orang penting. Maka yang perlu diingat, bersahabatlah dengan orang-orang
di sekitar tersebut. bisa jadi bersahabat dengan tukang semir, tukang sapu,
skuriti atau tukang lap kaca mobil. Jangan-jangan semua orang itu adalah CEO yang
sedang menyamar. Dari mereka kadang kita mendapatkan akses terbuka untuk bisa bertemu
dengan orang yang kita inginkan bukan?.
Penulis : Vijianfaiz,PhD
Krisis Energi dan Krisis Iman; Jalan Intropeksi Diri
05 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   145
Diplomasi “Pantat” ala Donald Trump
30 Maret 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   324
Masjid Al-Aqsha Semakin Jauh dari Umat Islam
23 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   278
Idul Fitri Rasa Bratawali
20 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   257
Membaca Kultivasi Negara Iran
11 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   275
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      14056
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      5093
Dalil Berdoa Untuk Mayit
Minggu , 11 Mei 2025      5001
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      4167
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      3765