
Hari ini saya meminta Hj. Nadia Faiqa, S.E,
M.Pd.I -Kasubag Umum Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam- menemui dua dekan
sekaligus. Dekan Fakultas Hukum UIR: Assoc. Prof. Dr. Rosyidi Hamzah, S.H., M.H.
panggilannya Pak Ocit. Ramah, terbuka dan sangat menghormati siapapun yang
datang menemuinya. Saya pun mencoba ngecek para alumni nya yang berada di IAIN
Bengkalis. Semua rata-rata mengatakan: pak Ocit baik sekali. Kebaikan akan
selalu dikenang sepanjang masa.
Satu lagi, Dekan Fakultas Hukum Unri: Dr. Hayatul Ismi, SH, MH. Saya memanggilnya bu dekan, atau bu Ismi.
Nama yang sangat indah, seindah sambutannya dan tutur katanya. Benar kata pepatah bahwa : "Jika harum nya
bunga sebatas mengikuti arah mata angin, sedangkan harum nya kebaikan manusia
akan mampu melawan arah mata angin".
Bertemu dua dekan tersebut -meskipun dengan bu dekan hanya lewat
udara- merupakan keberkahan bagi ku. Semoga pertemuan ini membawa kebaikan dalam
dunia akademik di masa mendatang.
Saya sebenarnya ingin ikut pada acara penandatangan kerjasama
tersebut. Karena demam, saya pun harus istirahat -tulisan ini saya buat saat
demam,sekitar jam 15.00. Rasanya tidak enak. Tapi kondisi memang demikian. Sehat
dan sakit datang silih berganti. Seperti datangnya siang dan malam. Kita hanya
bisa berikhtiar untuk selalu mendapatkan yang terbaik dari segala apa yang kita
lakukan.
Tulisan ini sebenarnya bagian dari kenangan sejarah yang terulang
kembali. Bahwa tuhan selalu saja akan menemukan kebaikan-kebaikan dimanapun
berada. Kita mungkin tidak ada hubungan geneologis secara fisik, namun
geneologis intelektual yang menyebabkan kita bertemu kapan dan dimanapun
berada. Kebaikan akan menemukan jalannya sendiri. Begitu juga sebaliknya. Tuhan
telah mendesain sistem hidup dengan sangat cermat dan teratur.
Di era digital tanpa batas sekarang ini, semua bisa saja terjadi. Kebenaran
seolah-olah bukan hal yang utama lagi. Era digital telah melahirkan era baru
yang disebut dengan “era presepsi”. Sesuatu yang diulang-ulang -meskipun
salah- akan menjadi suatu kebenaran publik.
Orang biasa bisa menjadi pahlawan ketika ia dipresepsikan secara massif
oleh media dan segala perangkatnya. Begitu juga sebaliknya, orang yang
mempunyai kapabilitas baik, professional dan kepribadian tinggi agung bisa
hancur lebur karena dibunuh karakternya oleh media.
Sekarang kita sama-sama sedang melihat pertunjukan akbar film
kehidupan. Mulai Sabang sampai Merauke. Mulai Kutub Utara hingga Selatan. Dan mulai
dari AS hingga Iran. Semua merupakan wujud dari keberagaman karakter dalam upaya
untuk mencapai suatu yang dicita-citakan. Karakter yang dalam istilah islam
disebut dengan : “nafsu mutmainah” dan “nafsu sayyiah”.
Pertarungan kedua nafsu akan terus berlanjut selama ada kehidupan
di dunia ini. Tidak akan berhenti. kemenangan dan kekalahan pun akan selalu silih
berganti. Semua tergantung kekuatan usaha masing-masing untuk mewujudkan
cita-citanya.
Meskipun demikian, tuhan telah mengajarkan kepada kita bahwa sejarah
konstitusi kehidupan yang kita jalani akan tetap pada muara firman-firman-Nya:
akan kembali kepada peraturan Tuhan.
Itu sudah janji Tuhan. Bahwa kemenangan akan selalu berada pada barisan-barisan
konstitusi-Nya. Tentu saja semua itu tergantung pada usaha yang sungguh-sungguh
untuk mewujudkan kemenangan. Hanya orang yang bersungguh-sungguh akan mendapatkan
prestasi yang diharapkan.
Tentu pada tulisan ini, saya mengucapkan terima kasih kepada Dekan
Fakultas Hukum -UIR dan Unri- yang telah menerima kami secara terbuka dan
senang hati. Semoga kami dari IAIN Datuk Laksemana Bengkalis bisa belajar dari
kedua perguruan tinggi tersebut. Saya yakin kebaikan yang dibagi tidak akan
berkurang. Justru akan bertambah berkah. Semoga kita semua mendapatkan
keberkahan hidup di dunia dan di akherat. Amin.
Penulis : Vijianfaiz,PhD
Filosofis Lail Al-Qadr: Menyikapi Perbedaan Awal Bulan Syawal
19 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   283
Silaturahim, Pembuka Segala Rezeki
14 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   380
Puasa dan Hifdz An-Nafs
12 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   225
Puasa Sebagai Latihan Memanusiakan Manusia
22 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   201
BULUGHUL MARAM-AHKAMUL 'AQLI
18 September 2022   Oleh : Imam Ghozali   363
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      14019
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      5047
Dalil Berdoa Untuk Mayit
Minggu , 11 Mei 2025      4786
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      4110
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      3708