Avatar

Vijianfaiz,PhD

Penulis Kolom

367 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Untuk Sahabatku: Pak Ocit dan Bu Ismi



Senin , 13 Juli 2026



Telah dibaca :  123

Hari ini saya meminta Hj. Nadia Faiqa, S.E, M.Pd.I -Kasubag Umum Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam- menemui dua dekan sekaligus. Dekan Fakultas Hukum UIR: Assoc. Prof. Dr. Rosyidi Hamzah, S.H., M.H. panggilannya Pak Ocit. Ramah, terbuka dan sangat menghormati siapapun yang datang menemuinya. Saya pun mencoba ngecek para alumni nya yang berada di IAIN Bengkalis. Semua rata-rata mengatakan: pak Ocit baik sekali. Kebaikan akan selalu dikenang sepanjang masa.

Satu lagi, Dekan Fakultas Hukum Unri: Dr. Hayatul Ismi, SH, MH. Saya memanggilnya bu dekan, atau bu Ismi. Nama yang sangat indah, seindah sambutannya dan tutur katanya. Benar kata pepatah bahwa : "Jika harum nya bunga sebatas mengikuti arah mata angin, sedangkan harum nya kebaikan manusia akan mampu melawan arah mata angin".

Bertemu dua dekan tersebut -meskipun dengan bu dekan hanya lewat udara- merupakan keberkahan bagi ku. Semoga pertemuan ini membawa kebaikan dalam dunia akademik di masa mendatang.

Saya sebenarnya ingin ikut pada acara penandatangan kerjasama tersebut. Karena demam, saya pun harus istirahat -tulisan ini saya buat saat demam,sekitar jam 15.00. Rasanya tidak enak. Tapi kondisi memang demikian. Sehat dan sakit datang silih berganti. Seperti datangnya siang dan malam. Kita hanya bisa berikhtiar untuk selalu mendapatkan yang terbaik dari segala apa yang kita lakukan.

Tulisan ini sebenarnya bagian dari kenangan sejarah yang terulang kembali. Bahwa tuhan selalu saja akan menemukan kebaikan-kebaikan dimanapun berada. Kita mungkin tidak ada hubungan geneologis secara fisik, namun geneologis intelektual yang menyebabkan kita bertemu kapan dan dimanapun berada. Kebaikan akan menemukan jalannya sendiri. Begitu juga sebaliknya. Tuhan telah mendesain sistem hidup dengan sangat cermat dan teratur.

Di era digital tanpa batas sekarang ini, semua bisa saja terjadi. Kebenaran seolah-olah bukan hal yang utama lagi. Era digital telah melahirkan era baru yang disebut dengan “era presepsi”. Sesuatu yang diulang-ulang -meskipun salah- akan menjadi suatu kebenaran publik.

Orang biasa bisa menjadi pahlawan ketika ia dipresepsikan secara massif oleh media dan segala perangkatnya. Begitu juga sebaliknya, orang yang mempunyai kapabilitas baik, professional dan kepribadian tinggi agung bisa hancur lebur karena dibunuh karakternya oleh media.

Sekarang kita sama-sama sedang melihat pertunjukan akbar film kehidupan. Mulai Sabang sampai Merauke. Mulai Kutub Utara hingga Selatan. Dan mulai dari AS hingga Iran. Semua merupakan wujud dari keberagaman karakter dalam upaya untuk mencapai suatu yang dicita-citakan. Karakter yang dalam istilah islam disebut dengan : “nafsu mutmainah” dan “nafsu sayyiah”.

Pertarungan kedua nafsu akan terus berlanjut selama ada kehidupan di dunia ini. Tidak akan berhenti. kemenangan dan kekalahan pun akan selalu silih berganti. Semua tergantung kekuatan usaha masing-masing untuk mewujudkan cita-citanya.

Meskipun demikian, tuhan telah mengajarkan kepada kita bahwa sejarah konstitusi kehidupan yang kita jalani akan tetap pada muara firman-firman-Nya: akan kembali kepada peraturan Tuhan.

Itu sudah janji Tuhan. Bahwa kemenangan akan selalu berada pada barisan-barisan konstitusi-Nya. Tentu saja semua itu tergantung pada usaha yang sungguh-sungguh untuk mewujudkan kemenangan. Hanya orang yang bersungguh-sungguh akan mendapatkan prestasi yang diharapkan.

Tentu pada tulisan ini, saya mengucapkan terima kasih kepada Dekan Fakultas Hukum -UIR dan Unri- yang telah menerima kami secara terbuka dan senang hati. Semoga kami dari IAIN Datuk Laksemana Bengkalis bisa belajar dari kedua perguruan tinggi tersebut. Saya yakin kebaikan yang dibagi tidak akan berkurang. Justru akan bertambah berkah. Semoga kita semua mendapatkan keberkahan hidup di dunia dan di akherat. Amin. 



Penulis : Vijianfaiz,PhD


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Filosofis Lail Al-Qadr: Menyikapi Perbedaan Awal Bulan Syawal
19 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   283

Silaturahim, Pembuka Segala Rezeki
14 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   380

Puasa dan Hifdz An-Nafs
12 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   225

Puasa Sebagai Latihan Memanusiakan Manusia
22 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   201

BULUGHUL MARAM-AHKAMUL 'AQLI
18 September 2022   Oleh : Imam Ghozali   363

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      14019


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      5047


Dalil Berdoa Untuk Mayit
Minggu , 11 Mei 2025      4786


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      3708