Avatar

Afrin Anisah

Penulis Kolom

2 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Hadist Tentang Bersedekah Untuk Mayit



Minggu , 11 Mei 2025



Telah dibaca :  2739

Hadist Tentang Bersedekah Untuk Mayit

Berikut ini beberapa hadist berkaitan sedekah untuk orang-orang yang telah meninggal dunia, sebagai berikut:

1.   Hadist Riwayat Bukhari, Muslim dan Nasa’i

عن عائشة ان رجلا اتي النبي صلي الله عليه وسلم وقالت: انَّ اُمّي افْتُلِتتْ نفسُها ولم توصِ واظنها لو تكلمتْ تصدقتْ افلها اجر اِنْ تصدّقْتُ عنها . قال نعم

Artinya:

Dari Aisyah ra bahwasanya seorang laki-laki datang kepada Nabi Muhammad saw dan berkata: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya ibuku sudah meninggal secara tiba-tiba dan belum sempet berwasiat. Kuat dugaanku bahwa andai beliau sempat bicara niscaya beliau akan bersedekah. Apakah ibuku mendapat pahala jika aku bersedekah untuknya…? Nabi menjawab: Ya!”

2.   Hadist Riwayat Bukhari, Turmudzi dan Nasa’i

عن ابن عباس رضي الله عنهما قال: تُوُفيتْ اُمُ سعد اين عبادة وهو غائب عنها فقال يا رسول الله ان امَّ تُوُفيَتْ وانا غائب عنها اينفعها شيئ ان تصدقْتُ به عنها. قال نعم. قال فاني اُشْهِدُكَ انَّ حائطِيُ المِخْرافَ صدقةٌ عنها

Artinya:

Dari ibnu abbas ra dia berkata: ibu saad bin ubadah meninggal dunia di saat dia sedang tidak ada ditempat. Maka bekatalah ia: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya ibuku telah meninggal di saat aku sedang tidak ada disisinya, apakah ada sesuatu yang bermanfaat untuknya jika aku sedekahkan? Nabi menjawab: Ya! Berkata Saad bin Ubadah: (kalau begitu) saya persaksikan kepadamu (wahai Rasulullah) bahwa kebun kurma saya yang sedang berbuah itu sebagai sedekah untuknya”.

3.   Hadist Riwayat Muslim

عن ابي هريرة رضي الله عنه ان رجلا قال النبي صلي الله عليه وسلم: اِنْ ابي مات وترك مالا ولم يوصِ فهل يكفي عنه انْ اتصدّق عنه. قال نعم

Artinya:

Dari Abu Hurairah ra bahwa seorang laki-laki berkata kepada Nabi saw: sesungguhnya bapakku sudah wafat dan beliau meninggalkan harta tetapi tidak ada wasiat, apakah mencukupi jika aku bersedekah untuknya..? Nabi menjawab: Ya!”.

4.   Hadist Riwayat Muslim

بسم الله اللهم تقبلْ من محمدٍ وال محمدٍ ومن اُمَّةِ محمد تمّ ضحّئ به

Artinya:

“Bismillah, ya Allah terimalah (korban ini) dari Muhammad, keluarga-nya dan dari umat-nya. kemudian nabi menyembelihnya”.

5.   Hadist Riwayat Turmudzi

عن حنس عن علي انه كان يُضحَّي بِكْشينِ احدهما عن النبي صلي الله عليه وسلم والاخرُ عن نفسه فقيْلَ له فقال امرنِي به يعني النبي صلي الله عليه وسلم فلا اَدَعُهُ ابدًا

Artinya:

Dari Hanas bahwasanya Ali karromallohu wajhah berkorban dengan dua ekor kibas. Yang satu (pahalanya) untuk Nabi Muhammad sendiri. Maka ditanyakanlah hal itu Sayyidina Ali dan beliau menjawab: Nabi saw memerintahkan saya untuk melakukan hal demikian, maka saya selalu memperbuat dan tidak meninggalkannya”.

6.   Ibnu Taimiyah berkata:

“Sesungguhnya mayyit itu dapat beroleh manfaat dengan bacaan Al-Qur’an sebagaimana dia beroleh manfaat dengan ibadah-ibadah kebendaan seperti sedekah dan yang seumpamanya” ( yasaluunaka fi din wal-hayat jilid 1/442).

7.   Ibnu Qayim Al-Jauzziyah:”Sesuatu yang paling utama dihadiahkan kepada mayyit adalah sedekah, istighfar, berdoa untuknya dan berhaji atas nama dia. Adapun membaca dengan sukarela tanpa imbalan, maka akan sampai kepadanya sebagaimana pahala puasa dan haji juga sampai kepadanya (yasaluunaka fid din wal-hayat jilid1/442).

8.   Al-Qurtubi berkata: telah ijma’ ulama atas sampainya pahala sedekah untuk orang-orang yang sudah meninggal, maka seperti itu pula pendapat ulama dalam hal bacaan Al-Qur’an, doa dan istighfar karena masing-masingnya termasuk sedekah dan dikuatkan hal ini oleh hadist: “Setiap kebaikan adalah sedekah”. Disini tidak dikhususkan sedekah itu dengan harta”. (Tazkirah al-Qurtubi, hal 26).

9.   Ibn Taimiyah berkata: “Sampai kepada mayyit pahala bacaan Al-Qur’an dari keluarganya. Dan tasbih, takbir serta seluruh zikir mereka kepada allah ta’ala apabila mereka menghadiahkan pahalanya kepada mayyit akan sampai pula kepadanya” (Majmu’ Fatawwa jilid 24 h.324).

10.   Ibnu Qayim Al-Jauziyyah dalam Kitab Ar-Ruh: Al-Khallal dalam kitabnya Al-Jami’ sewaktu membahas bacaan disamping kubur berkata: menceritakan kepada kami Abbas Bin Muhammad Ad-Dauri, menceritakan kepada kami Yahya Bin Mu’in, menceritakan kepada kami Mubasyyar Al-Halabi, menceritakan kepada kami Abdurrahman Bin Ala’ Bin Al-Lajlaj dari bapaknya dia berkata: berkata bapakku: “Jika aku telah mati, maka letakkan aku di liang lahad dan ucapkan bismillah wa ala sunnati Rasulillah dan ratakanlah tanah atasku dan baca permulaan Al-Baqarah disamping kepalaku karena sesungguhnya aku mendengar Abdullah Bin Umar mengatakan demikian.

11.   Imam Sya’bi berkita: orang-orang ansor jika ada diantara mereka yang meninggal, maka mereka berbondon-bondong ke kuburnya sambil membaca Al-Qur’an di sampingnya (ucapan Sya’bi ini dikutip oleh Ibnul Qayim dalam Kitab Ar-Ruh hal.13).



Penulis : Afrin Anisah


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Makna Tauhid: Antara Das Sollen dan Das Sein
11 Agustus 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   105

Sanad Keimanan
05 Agustus 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   125

Islam, Timur Tengah dan Iran
25 Juli 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   179

Musafir Di Persimpangan Jalan
17 Juli 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   195

Cinta ku jatuh di Depan Multazam
17 Juli 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   186

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      14212


Dalil Berdoa Untuk Mayit
Minggu , 11 Mei 2025      5569


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      5211


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      4058