
Jam 06.40 saya sudah sampai di Kampus. Terlalu
cepat memang untuk ukuran kota Bengkalis. Jam segitu kendaraan masih sepi. Saya
sengaja cepat berangkat khawatir tidur-tiduran di kos-kosan malah tidur beneran.
Akhirnya, saya putuskan untuk segara berangkat dan menulis catatan harian
berikut ini.
Bismillahirrahmanirahim,
Allah telah mempertegas persoalan kesamaan
akidah agama Yahudi, Nasrani dan Islam. Semua sama yaitu agama yang
mentauhidkan Allah swt. Semua sama-sama mengikuti ajaran dari Nabi Ibrahim sebagai
bapak tauhid. Mereka sama-sama menerima ajaran tauhid. Jika Yahudi dan Nasrani mendapatkan
pemahaman tauhid dari jalur Nabi Ishak, maka Islam mendapatkan pemahaman tauhid
dari jalur Nabi Ismail yang kemudian melahirkan salah satu dari keturunannya
yaitu Nabi Muhammad saw.
Dari sini tidak ada persoalan. Namun drama
kehidupan yang sangat melelahkan yang dibuat oleh Bani Israel membuat konsep
tauhid menjadi absurd. Mereka memahami tauhid tidak sama sebagaimana
tauhid yang diajarkan oleh Nabi Ibrahim yaitu “Tiada Tuhan Selain Allah”. Konsep
tauhid yang benar-benar suci dan menghancurkan seluruh kesakralan makhluk.
Konsep ini yang dipertahankan oleh nabi Muhammad.
Namun ditentang oleh kaum bani israel yang merasa sebagai anak tuhan. Pada wilayah
ini sebenarnya sudah tidak ada titik temu. Allah dengan firman-nya memberikan
penjelasan penguat tentang konsep tauhid yang sebenarnya dan menjadikan ayat
tersebut juga sebagai argumentasi atau hujah bahwa konsep tuhan kaum yahudi
kemudian hari bermasalah dan tidak lagi sesuai dengan konsep tauhid asli. Allah
mempertegas lagi dengan ayat berikut ini:
فَاِنْ
اٰمَنُوْا بِمِثْلِ مَآ اٰمَنْتُمْ بِهٖ فَقَدِ اهْتَدَوْاۚ وَاِنْ تَوَلَّوْا
فَاِنَّمَا هُمْ فِيْ شِقَاقٍۚ فَسَيَكْفِيْكَهُمُ اللّٰهُۚ وَهُوَ السَّمِيْعُ
الْعَلِيْمُۗ ١٣٧
Artinya:
Jika mereka
telah mengimani apa yang kamu imani, sungguh mereka telah mendapat petunjuk.
Akan tetapi, jika mereka berpaling, sesungguhnya mereka berada dalam permusuhan
(denganmu). Maka, Allah akan mencukupkanmu (dengan pelindungan-Nya) dari
(kejahatan) mereka. Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Terlepas dari
kesalahan konsep dan keyakinan kaum Bani Israel, ada sisi positif yang bisa kita
ambil hikmah nya. Dalam pandangan Islam, akidah mereka salah. Namun kesalahan
yang mereka perbuat dijadikan ramuan yang sangat manjur untuk menciptakan kelezatan
keimanan versi terbaru. Mereka berhasil menggiring pemikiran jutaan kaum yahudi
bahwa mereka adalah bagian dari keturunan Tuhan.
Terlihat lucu
dan menggelikan. Tapi dalam suatu keyakinan, tidak ada yang lucu sama sekali
bagi orang yang masuk di dalam nya. Lucu bagi orang yang diluar keyakinannya. Bagi
kaum yahudi, status sebagai anak Tuhan mempunyai dorongan kuat untuk
merealisasikan visi ketuhanan dalam menggarap kesuksesan sistem kehidupan di
dunia.
Mereka merasa
punya hak otoriatif. Jika Tuhan sebagai pencipta alam semesta, maka sebagai
anak Tuhan mempunyai hak otoritatif untuk mengelola nya sesuai dengan keinginan
Tuhan. Seperti apa keinginan Tuhan, tentu saja sesuai dengan
keinginan-keinginan anak-anak Tuhan nya. Doktrin yang saya kira sangat efektif
untuk menggerakan satu kekuatan kaum yahudi untuk terus berjuang, berinovasi,
dan siap mati dalam upaya mewujudkan cita-cita besar visi ketuhanan versi
mereka.
Umat Islam tentu
saja merasa yakin dan harus yakin bahwa tauhid yang kita bangun adalah tauhid
sebagaimana yang diajarkan oleh Nabi Ibrahim dan diteruskan kepada Nabi Muhammad
hingga kepada umat Islam. Tiada Tuhan selain Allah. Kalimat persaksian ini
sangat pendek. Dan ini juga sebenarnya kalimat yang sangat dahsyat. Sebab mendudukan
dua hal yang berbeda pada tempatnya. Kita menempatkan Allah di atas segala
tuhan dan kekuatan manusia. Allah segala-gala nya. Pada sisi lain, bahwa
manusia bukan Tuhan dan tidak boleh bergaya sebagai Tuhan. Manusia semua sama
di hadapan-Nya.
Ketika manusia
sama, maka Allah memberikan perbedaan-nya yaitu mutaqin. Makna mutaqin tentu
saja berbeda dengan makna ketuhanan model reinkarnasi ala kaum yahudi. mutaqin
dalam hal kedekatan seperti makna ihsan yaitu: "Engkau beribadah kepada
Allah seakan-akan engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak melihat-Nya,
sesungguhnya Dia melihatmu."
Realisasi nya
tentu saja luas sekali. Ini berkaitan pada persoalan ibadah dan juga persoalan
kehidupan sosial dalam aspek yang sangat luas. Ketika ihsan sebagai bagian
realiasi mutaqin maka yang terbayang dalam konsep hidup bahwa kita bukan
sebagai anak Tuhan, tetapi sebagai kekasih Tuhan. Konsekuensinya sebagai kekasih
Tuhan, maka perilaku nya jauh lebih progresif untuk mendapatkan cinta dari-Nya.
Orang yang sedang jatuh cinta akan rela memberikan apapun terbaik buat kekasihnya.
Siang malam bekerja, berusaha, belajar, dan terus menerus melakukan
inovasi-inovasi terbarukan untuk kemaslahatan peradaban umat manusia merupakan bagian
dari wujud kecintaan kepada Allah swt.
Faktanya tidaklah
demikian. Ketika kaum yahudi menempatkan diri sebagai keturunan Tuhan, mereka
tidak manja. Mereka justru sangat inovasi melakukan rekayasa-rekayasa ilmu
pengetahuan, teknologi untuk kejayaan bangsa mereka.
Sedangkan Sebagian
umat Islam mengalami ketumpulan dalam merealisasikan diri sebagai kekasih Tuhan.
Sebagian umat Islam memaknai sebagai kekasih Tuhan secara pasif. Kerjanya meminta,
memohon, berdoa dan sangat sedikit untuk berkorban membesarkan nama Tuhan dalam
ranah peradaban.
Saya kira pada
wilayah ini sebagian umat Islam
mengalami kesalahan dalam memaknai kalimat tauhid. Konsep tauhid nya benar,
tapi cara pandang tauhid sebagai jalan menjadi kekasih Allah yang kurang tepat
dalam upaya membangun diri sebagai khalifah di dunia.
Tauhid sebagai
penggerak terkuat untuk terus melakukan karya nyata, malah sering menjadi
pelarian sebagai manusia-manusia kalah. Setiap hari hidup diisi penuh dengan
keluh kesah dan doa-doa manusia kalah dan putus asa. Ingin kaya, ingin banyak
harta, ingin sukses dan ingin-ingin segala kenikmatan lainnya. Namun pada sisi
lain, miskin dalam segala rencana strategis, wujud nyata dalam bekerja dan
bekarya dan selalu sibuk menyalahkan kepada orang-orang yang telah berhasil.
Penulis : Vijianfaiz,PhD
Sanad Keimanan
05 Agustus 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   124
Islam, Timur Tengah dan Iran
25 Juli 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   175
Musafir Di Persimpangan Jalan
17 Juli 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   194
Cinta ku jatuh di Depan Multazam
17 Juli 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   183
Ketika Musim Semi Tiba
06 Juli 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   219
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      14207
Dalil Berdoa Untuk Mayit
Minggu , 11 Mei 2025      5531
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      5208
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      4542
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      4042