
Manusia
hanya bisa berencana, namun yang menentukan segala sesuatunya adalah yang Maha
Kuasa Sang Kholik Tuhan Semesta Pemilik jahat Raya. Seseorang bisa saja
berpikir, Ia ingin hidup senang, punya anak istri dan keluarga yang Sakinah
Mawaddah Warohmah, dan bermimpi agar kelak matinya pun di pangkuan istri atau
suami tercinta yang disaksikan oleh seluruh anak - anak dan cucunya .
Berbicara
tentang Roh atau ajal setiap manusia, maka tidak seorang manusia pun yang mampu
mengetahui, kapan dan dimana tempat mereka akan di ambil Roh nya oleh Sang
Kuasa, hal ini telah dijelaskan oleh Allah dalam Firman-Nya Q.S. Al Isra' ayat
85 yang artinya : "Dan mereka
bertanya kepadamu tentang Roh, katakanlah Roh itu termasuk urusan Tuhan Ku dan
tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan hanya sedikit saja.
Dalam
hidup bermasyarakat sering kita dengar obrolan seseorang terhadap orng lain,
terhadap suatu kejadian yakni suatu peristiwa meninggalnya Sifulan yang jauh di Negeri orang dan jauh dari sanak
keluarga tercinta, lama - kelamaan pembicaraan tersebut seolah-olah menyalahkan
bahkan menyudutkan Sifulan yang telah wafat tersebut. Dengan nada ketus mereka berujar ngapain
Sifulan pergi jauh-jauh, akhirnya kan membuat sedih keluarga sendiri, keluarga
tak bisa melihatnya, tak bisa mengantarkannya, mengafankannya, bahkan menguburkannya, walaupun ingin
memulangkan mayat Sifulan
tersebut tentunya akan memerlukan biaya yang sangat besar dan fantastis. Dari rentetan
pengalaman ini, sebenarnya banyak dari masyarakat kita yang tidak paham bahkan
tidak tau dan tak Tau mau mempelajari tentang Hakikat Roh Manusia, sehingga
timbul persoalan yang demikian.
Kematian adalah sesuatu yang pasti, dan akan dialami oleh setiap
makhluk Allah SWT, tidak seorang hambapun yang mampu mengelak dan bersembunyi
dari Pada-Nya. Dalam Kitab Al - Majallis as - saniyyah Karya Syekh Ahmad Bin
Syekh Hijazi Al Fusyni, di ceritakan bahwa ada seorang laki - laki yang
berusaha menghindari dari kematian pada zaman Nabi Sulaiman As.
Pada suatu hari, malaikat pencabut nyawa yakni Izrail - as datang
menghadapi Nabi Sulaiman Bin Dawud As, tiba - tiba Izrail As menajamkan
pandangan dan mengarahkan kepada seorang lelaki yang duduk bersama beberapa tamu
Nabi Sulaiman, namun tak lama kemudian Izrail pergi. Laki - laki itu berkata :
"Wahai Nabi Allah ! Siapa dia ?
"Dia adalah malaikat maut" jawab Nabi Sulaiman As. Laki - laki itu
kembali berkata "Wahai Nabi Allah ! Tadi aku melihati dia selalu melirik kepadaku,
aku menjadi sangat takut, jangan - jangan dia hendak mencabut nyawaku,
selamatkan aku dari cengkramannya Wahai Nabi Allah.
Bagaimana caranya agar aku bisa menyelamatkanmu ? Tanya sang Nabi,
"Anda suruh saja angin untuk membawaku ke Negeri Hindia, mungkin saja
dengan begitu aku akan kehilangan jejakku, dan dia (Malaikat Izrail) tidak bisa
menemukan ku" jawab laki - laki itu.
Kemudian Nabi Sulaiman As memerintahkan angin untuk
mengantarkannya sampai ke ujung Negeri Hindia dalam waktu sekejab saja. Saat
itu juga angin segera melaksanakan sebagaimana yang di perintahkan oleh sang
Nabi. Sesampainya disana Malaikat Maut kemudian mencabut nyawa laki - laki itu.
Setelah itu Malaikat Maut kembali menghadap Nabi Sulaiman As. Nabi Sulaiman
bertanya "Kenapa tadi Anda melirik kepada laki - laki itu dengan tatapan
yang tajam??
Malaikat Maut menjawab " Aku merasa sangat heran, Aku
diperintahkan untuk mencabut nyawanya di Negeri Hindia, namun keberadaannya
saat itu sangat lah jauh dari Negeri itu, hingga akhirnya tiba - tiba ada angin
yang membawanya Sampai ke Negeri itu lalu ku cabut nyawanya di Negeri itu pula,
sesuai dengan apa yang telah di takdirkan Allah SWT.
Ini lah sekelumit Cerita tentang Roh manusia, Bagi manusia yang
takut akan datang nya kematian, Ia mungkin bisa hanya berdiam diri dirumahnya
untuk menghindari diri dari kematian, Namun itu akan jadi sia - sia, karena
semua nya adalah sesuatu dengan ketetapan Allah.
Penulis : Husni Mubarak, S.Ag,M.Pd.I
Syarifah Yuliana
Itulah yg yg disebut hakikat didalam hikayat adepun ajal maut ,rezeki,jodoh pertemuan..semuenye dlm kehendak dan ketentuan Allah 'Azzawajjala.. Luo biase nukilan kawan awak ne ????????????????????????????????
UMT.
Saya tidak pernah memilih dimana dilahirkan dan dimana di matikan, selaku makhluk yang dhoif.. Hanya mampu mengikuti takdir dari yang maha kuasa
Iwan Janggut
Bedelaw bang. Tp mcm lain aje mace artikel ni, klw boleh meneke-neke. Tulis ni muncul selang bebeghape aghi setelah beliau mati. Hehe...
Nuryaningsih
Luar biasa pak Husni ....kematian tak bisa di minta tuk di majukan atau di undur...membaca tulisan ini membuat diri ini siap2 bekal untuk menanti pangilan......
Belajar Menyadari: Kekasih Mu, Belum Tentu Jodoh Mu
24 Agustus 2026   Oleh : autobiografi   252
Hikmah di Balik Kisah Asmara
15 Agustus 2026   Oleh : autobiografi   233
Ketika Ayah Berpoligami
13 Agustus 2026   Oleh : autobiografi   178
Ilmu Tawakal Hatim Al-Ashom; Rizqi Yang Tidak Tertukar
13 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   1177
Doaku, Doamu, dan Doa Harimau
12 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   771
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      14909
Dalil Berdoa Untuk Mayit
Minggu , 11 Mei 2025      6591
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      5995
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      4850
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      4831