
Melalui sifat Rahman dan Rahim-Nya Allah
kepada kekasihnya Muhammad SAW
dan Ummatnya
agar memperoleh kenikmatan syurga yang telah Allah janjikan, dibuktikan dengan kekuasaannya yang tiada bandingnya,
yakni dengan cara memperjalankan kekasihnya
Muhammad SAW pada malam hari dari Masjidil Haram (Mekah) ke Masjidil Aqsha (Palestina) dan naik ke Sidrhotul Muntaha
bertemu dengan sang pemilik jagat raya yakni Allah SWT, atau yang dikenal dengan
peristiwa Isra' Mi'raj.
Peristiwa Isra' Mi'raj tersebut sengaja Allah sekenariokan, tujuannyya adalah untuk menghibur Nabi Muhammad SAW yang saat itu
dalam keadaan bermurung durja dan berduka lara. Adapun tahun duka cita ini terjadi
pada tahun kesepuluh kenabian Rasulullah SAW, dimana pada saat itu Istri tercinta Rasulullah SAW
meninggal dunia, begitu pula setelah
itu menyusul paman tercintanya Abu Thalib. Ibnu Sa'ad dalam Thabaqatnya menuturkan
bahwa jarak antara kematian Khadijah dan Abu Thalib hanya selisih satu
bulan lima hari.
Peristiwa Isra' Mi'raj ini Allah nuqilkan di dalam Al Qur'an pada Surah Al-Isra'
ayat 1 yang artinya sebagai
berikut: "Maha Suci Allah yang telah
memperjalankan Hambanya pada suatu
malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkati
sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami.
Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar
lagi Maha Mengetahui (Q.S. Al-Isra' ayat 1).
Kebanyakan masyarakat Indonesia khususnya yang beragama Islam
menyatakan bahwa inti dari perjalanan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW adalah menjemput perintah Sholat lima waktu
(Sholat Fardhu). Oleh karena itulah maka diwajibkan bagi setiap mukmin melaksanakan sholat lima waktu sehari semalam,
sebagaimana firman Allah dalam QS. An-Nisa' ayat 103 yang artinya:
"Tegakkanlah sholat (karena) sesungguhnya sholat itu wajib
atas orang-orang yang beriman (kepada
Allah) dan tepat pada waktunya".
Setiap mukmin wajib mendirikan sholat, karena yang membedakan
antara orang mukmin dan kafir adalah SHOLAT. Orang
yang sholat dijamin
masuk syurga, karena
amalan pertama yang akan dihisab nanti di Yaumil-akhir adalah sholat, baik
buruknya sholat kita akan dipertanggungjawabkan dihadapan Allah SWT,
seandainya sholat yang kita kerjakan itu baik maka Surga yang menanti, namun jika tidak baik sholat yang kita
kerjakan celakalah diri kita.
Kenapa penulis menyatakan bahwa orang yang melaksanakan sholat
dijamin masuk syurga?, karena orang yang sholat mereka
telah mengaplikasikan dalam kehidupannya Rukun Islam yang lima perkara.
Pertama,
Mengucap dua kalimat
syahadat. Orang yang melaksanakan sholat mereka akan senantiasa
mengucapkan Syahadatain, lima kali sehari semalam
mereka melaksanakan sholat maka sembilan
kali mereka mengucapkan syahadat ini baru yang wajib
saja, belum lagi jika ditambah dengan mengerjakan
sholat-sholat sunnah, maka lebih banyak lagi mereka mengucapkan dua kalimat syahadat. Kedua Sholat. Bagi orang yang melaksanakan sholat sudah tentu
mereka akan mengerjakan rukun rukun
sholat, mulai dari niat, takbiratul ihram sampailah dengan salam. Ketiga,
Zakat. Zakat menurut bahasa artinya adalah membersihkan diri atau mensucikan diri, orang yang mengerjakan sholat
sudah barang tentu mereka suci dari hadas besar maupun hadas kecil, sebelum melaksanakan sholat diharuskan bagi kita untuk bersuci terlebih
dahulu yakni dengan
cara berwudhu. Orang yang sholat
mereka telah menzakatkan waktu mereka antara dua puluh lima menit sampai dengan enampuluh menit waktunya atau lebih,untuk sholat lima
waktu yg dikerjakan, sedangkan Allah telah berikan kepada kita waktu yg panjang
sehari semalam dua puluh empat jam. Keempat, Puasa. Seseorang yang mengerjakan
sholat mereka berpuasa, artinya mereka mampu menahan hawa nafsu (syahwat) nya, mereka tidak makan dan minum disaat
sholat, mereka tidak bercakap-cakap, dan mereka juga tidak berkata
kotor, intinya mereka
mampu menahan diri dari
perbuatan keji dan munkar "Innaasholata
tanha 'anilfahsya' iwalmunkar". Kelima, Haji. Haji merupakan Rukun Islam yang kelima bagi yang mampu
berangkat ketanah suci Makkah pada
waktu dan tempat yang telah ditentukan, menjadi Dhuyufurrahman (tamu tamu Allah)
sang pemilik Ka'bah, Orang yang sholat lima waktu, yang tak mampu mengerjakan haji secara langsung, mereka
Secara tidak langsung telahpun menunaikan ibadah
haji, yakni dengan menghadapkan dirinya ke kiblat (Ka'batullah). Dalam Hadits Rasulullah SAW : Dari Anas ra. Ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda, Barangsiapa Sholat Subuh Berjamaah'ah,
lalu duduk berdzikir kepada Allah SWT sampai
terbit matahari, kemudian ia sholat dua raka'at, maka amalan itu sama
dengan pahala Haji dan Umrah secara
sempurna, sempurna dan sempurna. (HR. At-Tarmidzi dan hasan menurutnya).
Berayukurlah kita kepada Allah karena kita
telah diajarkan jalan menuju
syurga melalui Sholat. Wallahu'alam bishowab.
Penulis : Husni Mubarak, S.Ag,M.Pd.I
Nuryaningsih
Mau surga.....iya..itu lah cita2 kita...tempat yg abadi...kekal ..yg begitu indah di janjikan Allah....yuk kita laksanakan sholat dengan ikhlas....
Khairan
Bisakah saye ikut bergabung di artikel ini pak ustad
Ilmu Tawakal Hatim Al-Ashom; Rizqi Yang Tidak Tertukar
13 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   1142
Doaku, Doamu, dan Doa Harimau
12 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   715
Doa Kebaikan Untuk Orang Lain, Sebenarnya Untuk Diri Sendiri
11 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   891
Puasa, Idul Fitri dan Perubahan Pola Makan
06 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   861
Idul Fitri dan Misi Perdamaian
05 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   979
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      14212
Dalil Berdoa Untuk Mayit
Minggu , 11 Mei 2025      5572
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      5211
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      4551
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      4061