Avatar

Husni Mubarak, S.Ag,M.Pd.I

Penulis Kolom

3 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Masuk Surga Melalui Pintu Sholat



Kamis , 02 Maret 2023



Telah dibaca :  454

Melalui sifat Rahman dan Rahim-Nya Allah kepada kekasihnya Muhammad SAW dan Ummatnya agar memperoleh kenikmatan syurga yang telah Allah janjikan, dibuktikan dengan kekuasaannya yang tiada bandingnya, yakni dengan cara memperjalankan kekasihnya Muhammad SAW pada malam hari dari Masjidil Haram (Mekah) ke Masjidil Aqsha (Palestina) dan naik ke Sidrhotul Muntaha bertemu dengan sang pemilik jagat raya yakni Allah SWT, atau yang dikenal dengan peristiwa Isra' Mi'raj.

Peristiwa Isra' Mi'raj tersebut sengaja Allah sekenariokan, tujuannyya adalah untuk menghibur Nabi Muhammad SAW yang saat itu dalam keadaan bermurung durja dan berduka lara. Adapun tahun duka cita ini terjadi pada tahun kesepuluh kenabian Rasulullah SAW, dimana pada saat itu Istri tercinta Rasulullah SAW meninggal dunia, begitu pula setelah itu menyusul paman tercintanya Abu Thalib. Ibnu Sa'ad dalam Thabaqatnya menuturkan bahwa jarak antara kematian Khadijah dan Abu Thalib hanya selisih satu bulan lima hari.

Peristiwa Isra' Mi'raj ini Allah nuqilkan di dalam Al Qur'an pada Surah Al-Isra' ayat 1 yang artinya sebagai berikut: "Maha Suci Allah yang telah memperjalankan Hambanya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkati sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami.

Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui (Q.S. Al-Isra' ayat 1).

Kebanyakan masyarakat Indonesia khususnya yang beragama Islam menyatakan bahwa inti dari perjalanan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW adalah menjemput perintah Sholat lima waktu (Sholat Fardhu). Oleh karena itulah maka diwajibkan bagi setiap mukmin melaksanakan sholat lima waktu sehari semalam, sebagaimana firman Allah dalam QS. An-Nisa' ayat 103 yang artinya: "Tegakkanlah sholat (karena) sesungguhnya sholat itu wajib atas orang-orang yang beriman (kepada Allah) dan tepat pada waktunya".

Setiap mukmin wajib mendirikan sholat, karena yang membedakan antara orang mukmin dan kafir adalah SHOLAT. Orang yang sholat dijamin masuk syurga, karena amalan pertama yang akan dihisab nanti di Yaumil-akhir adalah sholat, baik buruknya sholat kita akan dipertanggungjawabkan dihadapan Allah SWT, seandainya sholat yang kita kerjakan itu baik maka Surga yang menanti, namun jika tidak baik sholat yang kita kerjakan celakalah diri kita.

Kenapa penulis menyatakan bahwa orang yang melaksanakan sholat dijamin masuk syurga?, karena orang yang sholat mereka telah mengaplikasikan dalam kehidupannya Rukun Islam yang lima perkara. Pertama, Mengucap dua kalimat syahadat. Orang yang melaksanakan sholat mereka akan senantiasa mengucapkan Syahadatain, lima kali sehari semalam mereka melaksanakan sholat maka sembilan kali mereka mengucapkan syahadat ini baru yang wajib saja, belum lagi jika ditambah dengan mengerjakan sholat-sholat sunnah, maka lebih banyak lagi mereka mengucapkan dua kalimat syahadat. Kedua Sholat. Bagi orang yang melaksanakan sholat sudah tentu mereka akan mengerjakan rukun rukun sholat, mulai dari niat, takbiratul ihram sampailah dengan salam. Ketiga, Zakat. Zakat menurut bahasa artinya adalah membersihkan diri atau mensucikan diri, orang yang mengerjakan sholat sudah barang tentu mereka suci dari hadas besar maupun hadas kecil, sebelum melaksanakan sholat diharuskan bagi kita untuk bersuci terlebih dahulu yakni dengan cara berwudhu. Orang yang sholat mereka telah menzakatkan waktu mereka antara dua puluh lima menit sampai dengan enampuluh menit waktunya atau lebih,untuk sholat lima waktu yg dikerjakan, sedangkan Allah telah berikan kepada kita waktu yg panjang sehari semalam dua puluh empat jam. Keempat, Puasa. Seseorang yang mengerjakan sholat mereka berpuasa, artinya mereka mampu menahan hawa nafsu (syahwat) nya, mereka tidak makan dan minum disaat sholat, mereka tidak bercakap-cakap, dan mereka juga tidak berkata kotor, intinya mereka mampu menahan diri dari perbuatan keji dan munkar "Innaasholata tanha 'anilfahsya' iwalmunkar". Kelima, Haji. Haji merupakan Rukun Islam yang kelima bagi yang mampu berangkat ketanah suci Makkah pada waktu dan tempat yang telah ditentukan, menjadi Dhuyufurrahman (tamu tamu Allah) sang pemilik Ka'bah, Orang yang sholat lima waktu, yang tak mampu mengerjakan haji secara langsung, mereka Secara tidak langsung telahpun menunaikan ibadah haji, yakni dengan menghadapkan dirinya ke kiblat (Ka'batullah). Dalam Hadits Rasulullah SAW : Dari Anas ra. Ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda, Barangsiapa Sholat Subuh Berjamaah'ah, lalu duduk berdzikir kepada Allah SWT sampai terbit matahari, kemudian ia sholat dua raka'at, maka amalan itu sama dengan pahala Haji dan Umrah secara sempurna, sempurna dan sempurna. (HR. At-Tarmidzi dan hasan menurutnya).

Berayukurlah kita kepada Allah karena kita telah diajarkan jalan menuju syurga melalui Sholat. Wallahu'alam bishowab.



Penulis : Husni Mubarak, S.Ag,M.Pd.I


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


Avatar

Nuryaningsih

Mau surga.....iya..itu lah cita2 kita...tempat yg abadi...kekal ..yg begitu indah di janjikan Allah....yuk kita laksanakan sholat dengan ikhlas....

Avatar

Khairan

Bisakah saye ikut bergabung di artikel ini pak ustad

   Berita Terkait

Ilmu Tawakal Hatim Al-Ashom; Rizqi Yang Tidak Tertukar
13 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   1142

Doaku, Doamu, dan Doa Harimau
12 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   715

Doa Kebaikan Untuk Orang Lain, Sebenarnya Untuk Diri Sendiri
11 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   891

Puasa, Idul Fitri dan Perubahan Pola Makan
06 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   861

Idul Fitri dan Misi Perdamaian
05 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   979

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      14212


Dalil Berdoa Untuk Mayit
Minggu , 11 Mei 2025      5572


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      5211


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      4061