Avatar

Vijianfaiz,PhD

Penulis Kolom

385 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Q.S. Al-Baqarah Ayat 56-57 : Dzalim Terhadap Diri Sendiri



Jumat , 05 September 2025



Telah dibaca :  669

Ayat 56-57 merupakan kelanjutan cerita Bani Israil yang telah dijelaskan pada penulisan sebelumnya. Ayat ini juga menjelaskan tentang pertolongan Allah kepada hamba hamba-Nya tanpa batas. Meskipun mereka terkadang menghianati-Nya. Tapi kasih sayang Allah benar-benar tanpa batas kepada seluruh makhluknya. Rahmat Allah seluas seluruh alam, bahkan lebih luas dari itu. Berikut ini sebagian dari rahmat Allah kepada orang-orang yang mendurhakai-Nya.

ثُمَّ بَعَثْنٰكُمْ مِّنْۢ بَعْدِ مَوْتِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ ۝٥٦

وَظَلَّلْنَا عَلَيْكُمُ الْغَمَامَ وَاَنْزَلْنَا عَلَيْكُمُ الْمَنَّ وَالسَّلْوٰىۗ كُلُوْا مِنْ طَيِّبٰتِ مَا رَزَقْنٰكُمْۗ وَمَا ظَلَمُوْنَا وَلٰكِنْ كَانُوْٓا اَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُوْنَ ۝٥٧

Artinya:

Kemudian, Kami membangkitkan kamu setelah kematianmu agar kamu bersyukur. Kami menaungi kamu dengan awan dan Kami menurunkan kepadamu manna dan salwa. Makanlah (makanan) yang baik-baik dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu. Mereka tidak menzalimi Kami, tetapi justru merekalah yang menzalimi diri sendiri.

Beberapa kitab tafsir yang telah saya baca, ayat ini menceritakan kisah Bani Israel yang tersesat selama 40 tahun di Padang Pasir Dataran Sinai. Mereka kelaparan, kepanasan dan mengalami penderitaan yang sangat mengerikan. Semua ini terjadi karena kedzaliman mereka atas karunia Allah. Mereka melupakan kenikmatan yang telah diberikan oleh Nya berupa petunjuk ilahiyah melalui para nabi-nabi mereka. Tapi mereka menentangnya, bahkan melakukan perlawanan terhadap para nabi dan rasul. Lalu Allah menghukum nya. Tapi Allah juga kemudian tetap mencurahkan kenikmatan kepada mereka sebagaimana yang telah dijelaskan dalam ayat tersebut di atas.

Apakah kita sering dzalim terhadap diri sendiri sebagaimana yang telah dilakukan oleh Bani Israel. Pertanyaan ini penting agar kita membiasakan diri untuk mengerti hakikat diri sendiri dengan segala kelebihan dan kelemahannya. Hari ini -bahkan pada masa dulu -sering sebagian umat Islam selalu menimpakan kesalahan terhadap Bangsa Israel. Umat Islam menganggap mereka sebagai biang kerok kerusakan dan kehancuran umat Islam.

Tuduhan-tuduhan umat Islam atas kekejaman bangsa Israel ada benarnya. Hal ini jika merujuk kepada catatan perjalanan sejarah peradaban manusia. Sebagai umat yang sudah sangat tua, bangsa Israel mempunyai jaringan dunia sangat kuat, terorganisir dengan rapi dan telah menancapkan kuku kekuasaan di setiap jengkal tanah di muka bumi. Di seluruh sektor baik ilmu pengetahuan, filsafat, teknologi, agama, budaya maupun kekuatan militer. Saat umat Islam pada masa lalu belum menyadari gerakan zionisme yahudi, bangsa ini telah bergerak secara masif laksana penyakit kanker yang tidak terlihat dipermukaan kulit, namun tiba-tiba saat daya tahan tubuh lemah, penyakit kanker tersebut telah menguasai seluruh tubuh manusia. sangat sulit diobati. Hanya melakukan perlawan dengan sisa-sisa tenaga yang sudah tidak efektif lagi.

Umat Islam boleh mengatakan dzalim terhadap bangsa Israel saat sekarang ini. Tapi umat Islam juga harus melihat kedzaliman diri sendiri. Terkadang sebagian umat Islam begitu sangat mudah menyalahkan orang lain atau bangsa lain, sedangkan disisi lain sangat sulit menilai kekurangan pada diri sendiri. Kita sering berbicara hal-hal yang besar dan bombastis. Ide-ide sangat menggiurkan, tapi merambah jalan untuk menuju itu belum ada. Yang terlihat di depan mata adalah hutan belantara yang belum jelas petunjuk jalan menuju tujuan.

Benci kepada bangsa Israel itu fakta. Kekalahan dalam berbagai bidang keduniaan umat islam oleh kaum yahudi juga fakta lain yang tidak bisa terbantahkan. Secara umum, kualitas pendidikan penganut agama yahudi di atas rata-rata penganut agama lain nya termasuk Islam. Pada bidang ekonomi kaum yahudi juga telah menguasai dunia. termasuk pada bidang teknologi. Umat Islam tertinggal jauh dari kaum yahudi dalam semua aspek berkaitan kehidupan. Sektor-sektor penting seperti ekonomi, pendidikan, saint dan teknologi berada dalam genggamannya.

Dari data ini umat Islam sebenarnya bisa dikatakan sedang “mendzalimi diri sendiri”, yaitu suatu kedzaliman karena lemah nya mereka untuk bisa menjaga status agama Islam yang ya’ulu wala yu’la ‘alaih. Umat Islam sangat besar jumlah nya. Tapi hanya sebatas pangsa pasar mereka. Bangsa yahudi bisa menjadi tuan di negeri sendiri dan negeri bangsa lain, Sedangkan umat Islam belum bisa menjadi tuan di negeri sendiri. Ia seolah-olah terasing di kampung sendiri, sebagai penonton dan tamu.

Kirannya saat sekarang ini, umat Islam harus menyadari kedzaliman diri sendiri untuk terus memperbaiki kualitas pendidikan, saint dan teknologi serta sektor lain secara revolusioner. Namun darimana mulai melakukan, suatu hal yang sangat problem yang tidak berkesudahan. Paling tidak adalah pribadi masing-masing untuk mengurangi kedzaliman diri dengan senantiasa terus belajar dan memperbaiki kualitas diri dibidang masing-masing.



Penulis : Vijianfaiz,PhD


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Makna Tauhid: Antara Das Sollen dan Das Sein
11 Agustus 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   76

Sanad Keimanan
05 Agustus 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   124

Islam, Timur Tengah dan Iran
25 Juli 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   175

Musafir Di Persimpangan Jalan
17 Juli 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   194

Cinta ku jatuh di Depan Multazam
17 Juli 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   183

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      14208


Dalil Berdoa Untuk Mayit
Minggu , 11 Mei 2025      5533


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      5208


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      4043