Avatar

Vijianfaiz,PhD

Penulis Kolom

321 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

1 Muharam: Bisakah Palestina Bangkit Sepert Iran?



Jumat , 27 Juni 2025



Telah dibaca :  552

Muharam: Bisakah Palestina Bangkit Sepert Iran?

Palestina merupakan tanah yang sangat Istimewa. Hampir seluruh dunia sangat mencintainya. Hampir tiap hari ada anjuran untuk menyisihkan sebagian rezekinya untuk masyarakat palestina. Para ustadz terkenal seperti UAS, UAH, Buya Yahya dan Hanan Ataki sangat aktif menggalang dana untuk masyarakat palsetina. Ormas-ormas besar Islam  dan Lembaga-lembaga resmi zakat Seperti NU, Muhamadiyah dan Baznas pun sangat masif menggalang dana dengan bekerja  sama dengan pemerintah.

Palestina sangat Istimewa. Tangisan bayi di Palestina mampu menggerakan uraian air mata saudara-saudara muslim di seluruh dunia. Seolah-olah penderitaan global hanya di Palestina. Kita jarang-saya sendiri yang menulis khutbah pun isinya menganjurkan bantuan ke Palestina -mendengar penggalangan dana ke Somalia,Sudan, Yaman, Afganistan, dan Suriah. Di negara tersebut sama, ada ribuan orang kelaparan dan meninggal dunia karena tidak makan dan minum. Namun muslim internasional seolah-olah bungkam melihat fakta-fakta tersebut.

Tanah palestina sangat Istimewa. Islam pernah mencapai puncak kejayaan di tempat tersebut. penguasa Islam telah berhasil meletakan pondasi kehidupan yang modernis. Tiga umat beragama hidup rukun: Islam, Yahudi dan Kristen.

Palestina tanah yang sangat Istimewa,. Bukan hanya untuk umat islam, tapi juga umat yahudi. Bagi Yahudi, tanah Palestina merupakan tanah yang diberkati. Kenangan kejayaan pada zaman nabi-nabi mulai dari Nabi Ishak hingga pada masa nabi sulaiman sangat sulit dilupakan.

Ketika Tuhan mengutuk negara Israel yang diabadikan dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 65 -Jadi Kera Yang Hina – bangsa Israel kehilangan negara. Mereka luntang-luntung berdiaspora ke berbagai negara dan membangun kekuatan di perantauan. Negara-negara yang menjadi tempat tinggal yaitu : Inggris (270.000 orang), Jerman (112.000 orang), AS ( 7 juta orang), Prancis (550.000 orang) dan negara-negara Barat dan Eropa lainnya. Jumlah sangat besar. Para tokoh Yahudi telah menguasai seluruh aspek baik politik, ekonomi, budaya, pendidikan dan keamaanan bahkan juga agama.

Wajar jika AS melindungi Israel. Wajar jika negara-negara di benua Eropa kurang responsif terhadap kejahatan bangsa Israel. Wajar bangsa Yahudi mampu mendirikan negara Israel. Ada dukungan penuh dari kelompok mereka yang berdiaspora di negara-negara di benua Eropa.

Bisakah rakyat Palestina menjadi sebuah negara yang merdeka. Perjuangan kemerdekaan Palestina sudah sangat lama. Para pemimpin Palestina yang legendaris yaitu Yasir Arafat dari Partai Politik Fatah. Penggantinya Mahmoud Abbas menjadi presiden pada tahun 2005 hingga saat sekarang ini. Perjuangan mereka atas dukungan muslim dunia belum membuahkan hasil.

Bisakah rakyat Palestina bisa mandiri seperti seperti Iran. Sangat sulit. Kemandirian terbentuk jika ada kemerdekaan yang berdaulat. Ada sistem negara dan ada ideologi yang bisa membentuk jati diri suatu bangsa dan negara.

Bisakah bangsa Palestina solid dalam satu ideologi Sunni. Juga masih sangat sulit. Perbedaan ideologi Partai Fatah dan Hamas belum ada titik temu.

Bangsa Iran pernah mengalami kondisi seperti Palestina. Negara tersebut pernah kehilangan jati diri. Iran pada masa Reza Pahlavi hingga sampai pada penguasa Mohammad Reza Pahlavi terjebak pada kehilangan identitas. Iran mengikuti kemauan AS. Hilang kemandirian. Teknologi ekspor dari AS. Hingga akhirnya, kedua penguasa tersebut dicap sebagai boneka AS.

Revolusi Iran tahun 1979 benar-benar menjadi titik awal kemandirian bangsa Iran. Ayatollah Khomaini menerapkan revolusi intelektual. Pada tahun 1980-an Iran membuat sistem manajemen ilmu pengetahuan. Pemerintah mendirikan departemen sains dan teknologi yang mampu mengimplementasikan hasil nyata dan praktis dari kemajuan ilmiah.

Revolusi intelektual berhasil. Negara Iran merupakan satu-satu nya negara muslim yang pertumbuhan penelitian dan pengembangan melampau ekspetasinya. Bahkan Iran naik dalam ideks inovasi global tahunan organisasi kekayaan intelektual dunia (WIPO) dari peringkat 104 dari 129 pada tahun 2012 menjadi peringkat 53 pada tahun 2022.

Sektor-sektor unggulan Iran saat ini yaitu bioteknologi, nanoteknologi, kecerdasan buatan dan energi terbarukan serta teknologi laser. Negara Iran menjadi peringkat pertama di Asia, dan peringkat kelima di dunia setelah AS, Prancis, Jerman dan Rusia.

Keberhasilan ajaran Ayatollah Khomaini telah menyadarkan masyarakat Iran tentang pentingnya jihad Islam dari tidur panjang pada masa lalu. Dengan spirit ajaran Islam, Iran membangun kejayaan dan peradaban tanpa bayang-bayang dari negara-negara barat. Ia menyakini, bahwa kekuatan Islam mampu menciptakan peradaban modern secara

Namun, Iran tidak peduli dengan ancaman itu. Negara yang terkenal dengan Revolusi Iran 1979 dan tokoh kharismatiknya Ayatullah Khomeini -yang menjungkirkan kekuasaan Raja Pahlevi yang didukung penuh AS  -ingin membangkitkan semangat juang umat Islam, membangunkan kesadaran dari tidur panjang umat ini, serta mengobarkan spirit kejayaan, keemasan, dan kemenangan umat Islam. Iran telah mampu menciptakan pola jihad intelektual rekayasa teknologi. Hanya dengan revolusi pengetahuan dan teknologi, negara-negara lain akan menghormati sebagai negara besar.

Iran telah berdiri kokoh dari keterpurukan akibat dihancurkan -melalui perang dan embargo -oleh AS dari tahun 1980-hingga 2019. Bangsa ini tidak mengeluh kepada dunia internasional tentang kesulitan ekonomi. Tidak mau membuat narasi kemiskinan, kelaparan sebagai jualan untuk mendapatkan simpati masyarakat dunia. Tidak sama sekali. Sakit dan penderitaan di jadikan tirakat spiritual dan intelektual. Penderitaan benar dihayati sebagai jalan muhasabah diri dalam menerapkan agenda-agenda revolusi peradaban. negara mullah benar-benar berjuang sendiri tanpa ada simpati dari muslim dunia. Ia bagai anak tiri. Tapi ia tidak cengeng.  Saat ini kerja kerasnya telah membuahkan hasil.

Palestina dengan segala keterbatasan memang harus melakukan revolusi intelektual dan Spiritual. Palestina harus membangun kekuatan dari dalam menyatukan pertengkaran Ideologi yang hingga kini belum selesai-antara Islam radikal dan moderat serta ideologi sosialis -yang tumbuh di negara tersebut. Jika tidak ada perbaikan dari dalam, harapan untuk menjadi negara kuat seperti Iran sangat sulit terwujud.

Bulan Muharram harus dijadikan momentum untuk internal rakyat Palestina. Pertikaian atas nama ideologi, madzhab dan perbedaan pandangan politik umat Islam -Partai Fatah dan Hamas -harus segera diselesaikan. semua ini hanya menghabiskan energi. saat nya rakyat palestina membangun kekuatan dari dalam diri sendiri menjadi bangsa yang bermartabat.



Penulis : Vijianfaiz,PhD


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Krisis Energi dan Krisis Iman; Jalan Intropeksi Diri
05 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   92

Diplomasi “Pantat” ala Donald Trump
30 Maret 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   213

Masjid Al-Aqsha Semakin Jauh dari Umat Islam
23 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   205

Idul Fitri Rasa Bratawali
20 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   219

Membaca Kultivasi Negara Iran
11 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   237

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13557


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4551


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2875