
Muharam: Bisakah Palestina Bangkit Sepert
Iran?
Palestina merupakan tanah yang sangat
Istimewa. Hampir seluruh dunia sangat mencintainya. Hampir tiap hari ada
anjuran untuk menyisihkan sebagian rezekinya untuk masyarakat palestina. Para
ustadz terkenal seperti UAS, UAH, Buya Yahya dan Hanan Ataki sangat aktif
menggalang dana untuk masyarakat palsetina. Ormas-ormas besar Islam dan Lembaga-lembaga resmi zakat Seperti NU,
Muhamadiyah dan Baznas pun sangat masif menggalang dana dengan bekerja sama dengan pemerintah.
Palestina sangat Istimewa. Tangisan bayi di
Palestina mampu menggerakan uraian air mata saudara-saudara muslim di seluruh
dunia. Seolah-olah penderitaan global hanya di Palestina. Kita jarang-saya
sendiri yang menulis khutbah pun isinya menganjurkan bantuan ke Palestina -mendengar
penggalangan dana ke Somalia,Sudan, Yaman, Afganistan, dan Suriah. Di negara
tersebut sama, ada ribuan orang kelaparan dan meninggal dunia karena tidak
makan dan minum. Namun muslim internasional seolah-olah bungkam melihat
fakta-fakta tersebut.
Tanah palestina sangat Istimewa. Islam
pernah mencapai puncak kejayaan di tempat tersebut. penguasa Islam telah
berhasil meletakan pondasi kehidupan yang modernis. Tiga umat beragama hidup
rukun: Islam, Yahudi dan Kristen.
Palestina tanah yang sangat Istimewa,.
Bukan hanya untuk umat islam, tapi juga umat yahudi. Bagi Yahudi, tanah
Palestina merupakan tanah yang diberkati. Kenangan kejayaan pada zaman
nabi-nabi mulai dari Nabi Ishak hingga pada masa nabi sulaiman sangat sulit
dilupakan.
Ketika Tuhan mengutuk negara Israel yang
diabadikan dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 65 -Jadi Kera Yang Hina – bangsa Israel
kehilangan negara. Mereka luntang-luntung berdiaspora ke berbagai negara dan
membangun kekuatan di perantauan. Negara-negara yang menjadi tempat tinggal
yaitu : Inggris (270.000 orang), Jerman (112.000 orang), AS ( 7 juta orang), Prancis (550.000 orang) dan negara-negara Barat dan Eropa lainnya. Jumlah
sangat besar. Para tokoh Yahudi telah menguasai seluruh aspek baik politik,
ekonomi, budaya, pendidikan dan keamaanan bahkan juga agama.
Wajar jika AS melindungi Israel. Wajar jika negara-negara di benua Eropa kurang responsif terhadap kejahatan bangsa Israel. Wajar bangsa Yahudi mampu mendirikan negara
Israel. Ada dukungan penuh dari kelompok mereka yang berdiaspora di
negara-negara di benua Eropa.
Bisakah rakyat Palestina menjadi sebuah
negara yang merdeka. Perjuangan kemerdekaan Palestina sudah sangat lama. Para
pemimpin Palestina yang legendaris yaitu Yasir Arafat dari Partai Politik
Fatah. Penggantinya Mahmoud Abbas menjadi presiden pada tahun 2005 hingga saat
sekarang ini. Perjuangan mereka atas dukungan muslim dunia belum membuahkan
hasil.
Bisakah rakyat Palestina bisa mandiri
seperti seperti Iran. Sangat sulit. Kemandirian terbentuk jika ada kemerdekaan
yang berdaulat. Ada sistem negara dan ada ideologi yang bisa membentuk jati
diri suatu bangsa dan negara.
Bisakah bangsa Palestina solid dalam satu ideologi Sunni. Juga masih sangat sulit. Perbedaan ideologi Partai Fatah dan Hamas belum ada titik temu.
Bangsa Iran pernah mengalami kondisi seperti Palestina. Negara tersebut pernah kehilangan jati diri. Iran pada masa Reza Pahlavi hingga sampai pada
penguasa Mohammad Reza Pahlavi terjebak pada kehilangan identitas. Iran mengikuti
kemauan AS. Hilang kemandirian. Teknologi ekspor dari AS. Hingga akhirnya, kedua
penguasa tersebut dicap sebagai boneka AS.
Revolusi Iran tahun 1979 benar-benar
menjadi titik awal kemandirian bangsa Iran. Ayatollah Khomaini menerapkan
revolusi intelektual. Pada tahun 1980-an Iran membuat sistem manajemen ilmu
pengetahuan. Pemerintah mendirikan departemen sains dan teknologi yang mampu
mengimplementasikan hasil nyata dan praktis dari kemajuan ilmiah.
Revolusi intelektual berhasil. Negara Iran
merupakan satu-satu nya negara muslim yang pertumbuhan penelitian dan
pengembangan melampau ekspetasinya. Bahkan Iran naik dalam ideks inovasi global
tahunan organisasi kekayaan intelektual dunia (WIPO) dari peringkat 104 dari
129 pada tahun 2012 menjadi peringkat 53 pada tahun 2022.
Sektor-sektor unggulan Iran saat ini yaitu
bioteknologi, nanoteknologi, kecerdasan buatan dan energi terbarukan serta
teknologi laser. Negara Iran menjadi peringkat pertama di Asia, dan peringkat
kelima di dunia setelah AS, Prancis, Jerman dan Rusia.
Keberhasilan ajaran Ayatollah Khomaini telah
menyadarkan masyarakat Iran tentang pentingnya jihad Islam dari tidur panjang
pada masa lalu. Dengan spirit ajaran Islam, Iran membangun kejayaan dan
peradaban tanpa bayang-bayang dari negara-negara barat. Ia menyakini, bahwa
kekuatan Islam mampu menciptakan peradaban modern secara
Namun, Iran tidak peduli dengan ancaman
itu. Negara yang terkenal dengan Revolusi Iran 1979 dan tokoh kharismatiknya
Ayatullah Khomeini -yang menjungkirkan kekuasaan Raja Pahlevi yang didukung
penuh AS -ingin membangkitkan semangat juang umat Islam, membangunkan
kesadaran dari tidur panjang umat ini, serta mengobarkan spirit kejayaan, keemasan,
dan kemenangan umat Islam. Iran telah mampu menciptakan pola jihad intelektual rekayasa
teknologi. Hanya dengan revolusi pengetahuan dan teknologi, negara-negara lain
akan menghormati sebagai negara besar.
Iran telah berdiri kokoh dari keterpurukan
akibat dihancurkan -melalui perang dan embargo -oleh AS dari tahun 1980-hingga
2019. Bangsa ini tidak mengeluh kepada dunia internasional tentang kesulitan
ekonomi. Tidak mau membuat narasi kemiskinan, kelaparan sebagai jualan untuk mendapatkan simpati masyarakat dunia. Tidak sama sekali. Sakit dan penderitaan di jadikan tirakat spiritual dan intelektual. Penderitaan benar dihayati sebagai jalan muhasabah diri dalam
menerapkan agenda-agenda revolusi peradaban. negara mullah benar-benar berjuang sendiri tanpa ada simpati dari muslim dunia. Ia bagai anak tiri. Tapi ia tidak cengeng. Saat ini kerja kerasnya telah membuahkan
hasil.
Palestina dengan segala keterbatasan memang harus melakukan revolusi intelektual dan Spiritual. Palestina harus membangun kekuatan dari dalam menyatukan pertengkaran Ideologi yang hingga kini belum selesai-antara Islam radikal dan moderat serta ideologi sosialis -yang tumbuh di negara tersebut. Jika tidak ada perbaikan dari dalam, harapan untuk menjadi negara kuat seperti Iran sangat sulit terwujud.
Bulan Muharram harus dijadikan momentum untuk internal rakyat Palestina. Pertikaian atas nama ideologi, madzhab dan perbedaan pandangan politik umat Islam -Partai Fatah dan Hamas -harus segera diselesaikan. semua ini hanya menghabiskan energi. saat nya rakyat palestina membangun kekuatan dari dalam diri sendiri menjadi bangsa yang bermartabat.
Penulis : Vijianfaiz,PhD
Krisis Energi dan Krisis Iman; Jalan Intropeksi Diri
05 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   92
Diplomasi “Pantat” ala Donald Trump
30 Maret 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   213
Masjid Al-Aqsha Semakin Jauh dari Umat Islam
23 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   205
Idul Fitri Rasa Bratawali
20 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   219
Membaca Kultivasi Negara Iran
11 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   237
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13557
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4551
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3568
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2950
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2875