
Ketika masjid-masjid di seluruh dunia
mengumandangkan suara takbir, di Masjid al-Aqsha terdengar suara tembakan gas
air mata. Tentara Israel mengusir warga muslim Palestina untuk sholat Idul
Fitri. Pelan tapi pasti dan tersetruktur secara sistematis. Muslim Palestina
dipisahkan dari masjid al-Aqsha. Pemerintah Israel melempar mereka
sejauh-jauhnya dan paling jauh. Saya tidak tahu, kenapa nama al-aqsha -yang
punya arti paling jauh- kini benar-benar terbukti. Tantara Israel benar-benar
melakukan sterilisasi wilayah al-Aqsha. Bisa jadi, suatu saat Masjid tersebut
di hancurkan oleh Tentara Israel dan kemudian dibangun Holy Tempel baru
sebagai simbol berdirinya tempat suci kaum yahudi dan simbol legitimasi
kekuatan Yahudi untuk menjadi Imperium dunia.
Tahun 2026 Masjid al-Aqsha tidak bisa
digunakan untuk sholat Idul Fitri. Masjid yang telah digunakan sholat Idul
Fitri selama 839 tahun. Kini harus dikosongkan dari kegiatan ibadah umat Islam.
Sangat menyakitkan sekali.
Saya-mungkin juga anda- sangat sakit
melihat kenyataan di depan mata. Tentara Israel tentu saja tidak bodoh. Sangat licik.
Dengan menggunakan jurus “lidah bercabang dua”, mereka bertaqiyah bahwa langkah
ini -melarang ibadah di masjid al-Aqsha- sebagai upaya melindungi umat Islam
dari serangan tantara Iran. Jurus kaum Yahudi memang demikian. Suka lempar batu
sembunyi tangan.
Negara-negara Islam tidak bisa berbuat
apa-apa. Saya-dan mungkin anda yang membaca tulisan ini- hanyalah butiran debu.
Tidak mempunyai kekuatan apapun. Jika mengacu dawuh kanjeng Nabi Muhamamd SAW:
عَنْ أَبِيْ سَعيْدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ
اللهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
يَقُوْلُ: (مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ
يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطعْ فَبِقَلبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ
الإيْمَانِ) رَوَاهُ مُسْلِمٌ
Dari Abu Said Al Khudri ra, dia berkata: “Aku mendengar Rasulullah
SAW bersabda: ‘Barang siapa di antara kalian yang melihat kemungkaran,
hendaknya dia ubah dengan tangannya (kekuasaannya). Kalau dia tidak mampu
hendaknya dia ubah dengan lisannya dan kalau dia tidak mampu hendaknya dia
ingkari dengan hatinya. Dan inilah selemah-lemahnya iman.” (HR Muslim)
Negara-negara Islam itu ada. Tapi solidaritas
hanyalah mitos. Sentiment kesamaan agama sangat mudah ditepis oleh
kepentingan-kepentingan politik dan ekonomi. Setiap negara islam saat ini hanya
memetingkan warga negara masing-masing. Mereka tidak mau mengambil resiko
menanggung akibat dari salah kebijakan dengan negara kuat. Kekayaan dan kekuasaan
jauh lebih menentukan arah politik suatu negara ketimbang membawa isu-isu agama
seperti persoalan pengusiran Tentara Israel terhadap Warga Palestina.
Para penguasa Islam tidak bisa atau tidak
mau “فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ “-menggunakan
kekuasaan- jika justru mengancam kekuasaan sendiri. Kekuasaan benar-benar
seperti terbelenggu sebagaimana tangan diikat ke belakang. Dalam kondisi yang
tidak menentu saat sekarang ini, setiap Kepala Negara sudah tidak atau kurang
memikirkan Palestina dan nasibnya. Perang Timur Tengah benar-benar
menguntungkan AS dan Israel. Saat mereka sibuk, tantara israel mengambil moment
tersebut.
Bagaimana dengan konsep “فَبِلِسَانِهِ “-dengan dakwah?. Rasa-rasanya
terpolarisasi oleh beberapa faktor : pertama, para pendakwah atau ilmuwan muslim
yang mendukung bersekutu dengan AS dan Israel lebih justru menyalahkan warga
palestina mempertahankan negara nya. Mereka bahkan mengeluarkan fatwa agar
warga Palestina keluar dari negaranya dan menyelamatkan diri ke negara-negara
lain; kedua, para pendakwah atau ilmuwan atau penulis yang bersebarangan dengan
AS dan Israel senantiasa menyeru untuk melakukan jihad sebagai bagian dari “hifd
ad-dien” -menjaga agama- dan “hifdz mal”-menjaga harta benda. Harta benda
yang sangat berharga adalah kedaulatan negara. Hilangnya negara, maka hilang
seluruh kekayaannya. Itu sebabnya mati mempertahankan negara adalah mati sahid;
ketiga, adalah para kelompok yang tidak masuk pada kepentingan kekuasaan. Kelompok
ini adalah aktivis kemanusiaan yang netral yang melihat manusia sebagai
perjuangan politik tertinggi. Mereka menggunakan media-media sosial, wesbiste
dan tulisan-tulisan dengan memberi pesan: mengutuk perang dan menyerukan
perdamaian.
Namun seberapa signifikan kelompok ketiga
mem-pressure para penguasa untuk melakukan langkah-langkah menyelematkan
dunia. Kelihatannya masih jauh dari harapan. Semua penguasa Timur Tengah otak
nya sedang mendidih akibat perang yang tidak berkesudahan. Mereka sedang “ngotak-ngatik”
mencari format untuk menyelesaikan perang yang belum jelas kapan berakhir. Otak
masih panas, emosi tinggi, pikiran pendek dan pilihan-pilihan yang tidak tetap
memang bisa menimbulkan bencana yang sangat mengerikan bagi kehidupan manusia
di bumi ini.
Saya -dan juga anda- lagi-lagi sebatas butiran
debu. Selain menulis dan menyerukan tentang pentingnya perdamaian dan
kemanusiaan, juga perlu mendekatkan diri kepada Allah SWT. Secara teoritik,
perang mungkin tidak jelas kapan berakhir. Tapi Allah mempunyai rencana. Nabi telah
mengajarkan kepada kita bahwa “ فَبِقَلبِهِ “ -dengan ketulusan hati berdoa, meskipun langkah ini “وَذَلِكَ أَضْعَفُ الإيْمَانِ “
-selemah-lemah iman. Bisa jadi ada keajaiban-keajaiban dari doa yang kita
panjatkan sebagaimana keajaiban Burung Ababil menghancurkan Pasukan Abrahah yang
Super Power.
Mungkin saja, karena terlalu banyak minum-minuman
kaleng, Donald Trump atau Netanyahu demam berat. Lalu bilang kepada Iran: “Saya
kami lagi demam panas, perang berhenti saja ya?”.
Semoga dunia baik baik saja, dan Indonesia tetap
adem, rukun dan damai- meskipun masih banyak bayar uang cicilan di bank.
Penulis : Imam Ghozali
Krisis Energi dan Krisis Iman; Jalan Intropeksi Diri
05 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   91
Diplomasi “Pantat” ala Donald Trump
30 Maret 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   212
Idul Fitri Rasa Bratawali
20 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   217
Membaca Kultivasi Negara Iran
11 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   236
Islam, Yahudi, dan Iran: Perang Medsos
03 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   120
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13547
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4544
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3559
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2937
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2870