
Pada beberapa waktu lalu, penulis sedikit
mengurai asbabul nuzul peperangan Iran-Israel. Di dalam Al-Qur’an juga
sudah disebutkan beberapa ayat kekalahan Persia atas Romawi (Rum). Bangsa Rum
merupakan keturunan dari Ya’qub. Ketika dikutuk oleh Tuhan, mereka kehilangan
negara dan berdiaspora di berbagai negara di belahan timur dan barat. Di
perantauan mereka terus berkonsolidasi untuk membangun kembali kejayaan masa
lalu saat pada masa Nabi Dawud AS. Masa kejayaan yang sering disebut sebagai “bangsa
yang diberkati”. Konsolidasi tersebut berhasil. Pada 14 Mei 1948 berdiri
Negara Israel.
Sedangkan Negara Persia tidak pernah
kehilangan negara. Hanya konflik internal sering terjadi. Negara Persia berubah
nama menjadi Iran pada tahun 1935 oleh presiden Reza Shah Pahlavi. Iran berasal
dari kata “Arya” atau tanah bangsa arya, merupakan leluhur asli bangsa Iran. Penggantinya
yaitu Mohammad Reza Pahlavi pada tahun 1941. Ia menjadi presiden bantuan dari Amerika
Serikat.
Pada tahun 1979 terjadi Revolusi Iran. Kebencian
para ulama masyarakat Iran terhadap pemerintah Pahlavi dan AS, membuat mereka bersatu
dalam pimpinan Ayatollah Khomaini. Ia ingin mengembalikan sistem liberal pada presiden
sebelumnya-Mohammad Pahlavi- menjadi sistem Islam dengan konsep velayat-e
faqih. Ia ingin mengembalikan lagi doktrin politik Syiah yang mengemukakan
bahwa kekuasaan tertinggi dalam negara, terutama dalam masa kegaiban Imam,
dipegang oleh seorang faqih (ahli hukum Islam) yang memenuhi syarat.
Ayatollah Khomaini telah berhasil
memodifikasi sistem republik dengan semangat ruh syariat Islam[Syi’ah]. Persyaratan
seorang pemimpin seorang mujtahid telah membentuk Pendidikan agama sangat ketat
sejak kecil. Setiap tahun, ribuan anak-anak umur 11-an tahun sudah hafal Al-Qur’an
dan dipersiapkan untuk regenerasi pada wilayah eksekutif, legislatif dan
yudikatif. Wajar jika negara tersebut mendapatkan julukan negeri mullah[ulama,
mujtahid atau ahli agama].
Keberanian kedua negara tersebut disebabkan
adanya suatu keyakinan spiritual sebagai bagian keimanan. Pada sistem politik
Iran mengenal konsep imamah, yaitu suksesi kepemimpinan meneruskan
perjuangan Ali bin Abi Thalib. Pada sebagian pandangan kaum syiah, Imamah
merupakan bagian rukun iman. Ia menyakini bahwa pemimpin spiritual dan politik
ditunjuk langsung oleh Allah setelah Nabi Muhammad yang disebut Imam. Sistem
imam bukan sebatas politik semata, tapi suatu keyakinan spiritual yang harus
diperjuangkan keberadaannya. Itu sebabnya memperjuangkan imamah merupakan tugas
suci yang harus ditegakan bagi setiap penganut syiah.
Pada kaum Bani Israel, juga mempunyai
pandangan yang hampir mirip-mirip pada sisi spiritual. Mereka menempatkan diri
sebagai anak Tuhan dan menganggap selainnya adalah keturunan manusia di bumi.
Pandangan keyakinan tersebut merembet pada persoalan tauhid. Tembok ratapan
sebagai tempat yang suci merupakan sarana sangat efektif membangkitkan semangat
spiritual politik mereka untuk menjaga dan menghidupkan kembali kejayaan negara
Israel di bumi yang diberkati.
Dari dua paparan tersebut, penulis melihat
bahwa perjuangan kedua negara tersebut sama-sama sedang menerapkan spiritual
politik masing-masing yang dipercaya sebagai tugas suci dari tuhan-tuhan mereka
masing-masing. Jadi, perang yang mungkin berdimensi kemanusiaan, sebenarnya
wujud dari perang suci. Wajar, jika mereka akan terus bertempur sebagai wujud jihad
fi sabilillah versi mereka.
Jika dari segi pandangan kemanusiaan, maka
Iran jauh lebih lunak. Meskipun pada sebagian aliran iran membenci terhadap
sahabat Abu Bakar, Umar bin Khatab dan Utsman bin Affan. Tapi pada sisi lain,
ada juga aliran teologi Iran yang moderat yang bisa menerima sahabat empat.
Sehingga kadang ada titik temu antara Sunni dan Syiah.
Titik temu tersebut bisa dilihat saat
sekarang ini pembelaan Iran terhadap Palestina. Secara teologi, Palestina
beragama Islam beraliran sunni, sedangkan Iran mayoitas Syiah. Meskipun
demikian, Iran berani melawan Israel sebagai bentuk kepedulian terhadap sunni.
Bagi Iran, tugas suci dan perang suci tidak boleh mengotori oleh nafsu-nafsu
duniawi. Semua prosedur harus benar-benar sesuai dengan perintah-perintah agama
sebagaimana yang telah dicerminkan dalam kehidupan Ali bin Abi Thalib.
Berbeda dengan negara Israel yang sengaja
menjadikan perang sebagai bagian bisnis dunia[sebuah watak yang tidak pernah
hilang sejak dulu]. Ada sebuah buku rahasia gerakan bawah tanah politik Israel
menulis demikian: “Tujuan peningkatan persenjataan, pemuaian,perselisihan
dan kebencian di seluruh dunia. memeriksa perlawanan orang goyim dengan perang
dan perang semesta”. Pada tulisan lain disebutkan: “monopoli padanya
tergantung Nasib orang goyim. Merebut tanah dari tangan aristocrat.
Perdagangan, industri dan spekulasi. Hal bermewah-mewah. Peningkatan gaji dan
kenaikan harga barang kebutuhan pokok. Anarkhi dan segala yang yang memabokan.
Arti rahasia propaganda teori ekonomi”.
Dari sebagian buku rahasia gerakan politik
global Israel di atas, penulis bisa membayangkan bahwa negara Israel akan terus
bergerak untuk melakukan ekspolitasi alam semesta, penindasan peradaban dan
pelemahan sendiri-sendi politik bangsa di dunia agar mereka selalu ada
ketergantungan kepada israel. Ketika ini tercapai, maka visi besar pada tembok
ratapan berhasil. Berarti secara politik spiritual telah berhasil mewujudkan
cita-cita nya yaitu menjadi penguasa tunggal di dunia.
Penulis : Vijianfaiz,PhD
Krisis Energi dan Krisis Iman; Jalan Intropeksi Diri
05 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   92
Diplomasi “Pantat” ala Donald Trump
30 Maret 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   213
Masjid Al-Aqsha Semakin Jauh dari Umat Islam
23 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   205
Idul Fitri Rasa Bratawali
20 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   219
Membaca Kultivasi Negara Iran
11 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   237
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13557
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4549
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3568
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2948
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2875