Avatar

Vijianfaiz,PhD

Penulis Kolom

321 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Agen Rahasia Perang Israel-Iran



Kamis , 19 Juni 2025



Telah dibaca :  519

Pada beberapa waktu lalu, penulis sedikit mengurai asbabul nuzul peperangan Iran-Israel. Di dalam Al-Qur’an juga sudah disebutkan beberapa ayat kekalahan Persia atas Romawi (Rum). Bangsa Rum merupakan keturunan dari Ya’qub. Ketika dikutuk oleh Tuhan, mereka kehilangan negara dan berdiaspora di berbagai negara di belahan timur dan barat. Di perantauan mereka terus berkonsolidasi untuk membangun kembali kejayaan masa lalu saat pada masa Nabi Dawud AS. Masa kejayaan yang sering disebut sebagai “bangsa yang diberkati”. Konsolidasi tersebut berhasil. Pada 14 Mei 1948 berdiri Negara Israel.

Sedangkan Negara Persia tidak pernah kehilangan negara. Hanya konflik internal sering terjadi. Negara Persia berubah nama menjadi Iran pada tahun 1935 oleh presiden Reza Shah Pahlavi. Iran berasal dari kata “Arya” atau tanah bangsa arya, merupakan leluhur asli bangsa Iran. Penggantinya yaitu Mohammad Reza Pahlavi pada tahun 1941. Ia menjadi presiden bantuan dari Amerika Serikat.

Pada tahun 1979 terjadi Revolusi Iran. Kebencian para ulama masyarakat Iran terhadap pemerintah Pahlavi dan AS, membuat mereka bersatu dalam pimpinan Ayatollah Khomaini. Ia ingin mengembalikan sistem liberal pada presiden sebelumnya-Mohammad Pahlavi- menjadi sistem Islam dengan konsep velayat-e faqih. Ia ingin mengembalikan lagi doktrin politik Syiah yang mengemukakan bahwa kekuasaan tertinggi dalam negara, terutama dalam masa kegaiban Imam, dipegang oleh seorang faqih (ahli hukum Islam) yang memenuhi syarat.

Ayatollah Khomaini telah berhasil memodifikasi sistem republik dengan semangat ruh syariat Islam[Syi’ah]. Persyaratan seorang pemimpin seorang mujtahid telah membentuk Pendidikan agama sangat ketat sejak kecil. Setiap tahun, ribuan anak-anak umur 11-an tahun sudah hafal Al-Qur’an dan dipersiapkan untuk regenerasi pada wilayah eksekutif, legislatif dan yudikatif. Wajar jika negara tersebut mendapatkan julukan negeri mullah[ulama, mujtahid atau ahli agama].

Keberanian kedua negara tersebut disebabkan adanya suatu keyakinan spiritual sebagai bagian keimanan. Pada sistem politik Iran mengenal konsep imamah, yaitu suksesi kepemimpinan meneruskan perjuangan Ali bin Abi Thalib. Pada sebagian pandangan kaum syiah, Imamah merupakan bagian rukun iman. Ia menyakini bahwa pemimpin spiritual dan politik ditunjuk langsung oleh Allah setelah Nabi Muhammad yang disebut Imam. Sistem imam bukan sebatas politik semata, tapi suatu keyakinan spiritual yang harus diperjuangkan keberadaannya. Itu sebabnya memperjuangkan imamah merupakan tugas suci yang harus ditegakan bagi setiap penganut syiah.

Pada kaum Bani Israel, juga mempunyai pandangan yang hampir mirip-mirip pada sisi spiritual. Mereka menempatkan diri sebagai anak Tuhan dan menganggap selainnya adalah keturunan manusia di bumi. Pandangan keyakinan tersebut merembet pada persoalan tauhid. Tembok ratapan sebagai tempat yang suci merupakan sarana sangat efektif membangkitkan semangat spiritual politik mereka untuk menjaga dan menghidupkan kembali kejayaan negara Israel di bumi yang diberkati.

Dari dua paparan tersebut, penulis melihat bahwa perjuangan kedua negara tersebut sama-sama sedang menerapkan spiritual politik masing-masing yang dipercaya sebagai tugas suci dari tuhan-tuhan mereka masing-masing. Jadi, perang yang mungkin berdimensi kemanusiaan, sebenarnya wujud dari perang suci. Wajar, jika mereka akan terus bertempur sebagai wujud jihad fi sabilillah versi mereka.

Jika dari segi pandangan kemanusiaan, maka Iran jauh lebih lunak. Meskipun pada sebagian aliran iran membenci terhadap sahabat Abu Bakar, Umar bin Khatab dan Utsman bin Affan. Tapi pada sisi lain, ada juga aliran teologi Iran yang moderat yang bisa menerima sahabat empat. Sehingga kadang ada titik temu antara Sunni dan Syiah.

Titik temu tersebut bisa dilihat saat sekarang ini pembelaan Iran terhadap Palestina. Secara teologi, Palestina beragama Islam beraliran sunni, sedangkan Iran mayoitas Syiah. Meskipun demikian, Iran berani melawan Israel sebagai bentuk kepedulian terhadap sunni. Bagi Iran, tugas suci dan perang suci tidak boleh mengotori oleh nafsu-nafsu duniawi. Semua prosedur harus benar-benar sesuai dengan perintah-perintah agama sebagaimana yang telah dicerminkan dalam kehidupan Ali bin Abi Thalib.

Berbeda dengan negara Israel yang sengaja menjadikan perang sebagai bagian bisnis dunia[sebuah watak yang tidak pernah hilang sejak dulu]. Ada sebuah buku rahasia gerakan bawah tanah politik Israel menulis demikian: “Tujuan peningkatan persenjataan, pemuaian,perselisihan dan kebencian di seluruh dunia. memeriksa perlawanan orang goyim dengan perang dan perang semesta”. Pada tulisan lain disebutkan: “monopoli padanya tergantung Nasib orang goyim. Merebut tanah dari tangan aristocrat. Perdagangan, industri dan spekulasi. Hal bermewah-mewah. Peningkatan gaji dan kenaikan harga barang kebutuhan pokok. Anarkhi dan segala yang yang memabokan. Arti rahasia propaganda teori ekonomi”.

Dari sebagian buku rahasia gerakan politik global Israel di atas, penulis bisa membayangkan bahwa negara Israel akan terus bergerak untuk melakukan ekspolitasi alam semesta, penindasan peradaban dan pelemahan sendiri-sendi politik bangsa di dunia agar mereka selalu ada ketergantungan kepada israel. Ketika ini tercapai, maka visi besar pada tembok ratapan berhasil. Berarti secara politik spiritual telah berhasil mewujudkan cita-cita nya yaitu menjadi penguasa tunggal di dunia.



Penulis : Vijianfaiz,PhD


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Krisis Energi dan Krisis Iman; Jalan Intropeksi Diri
05 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   92

Diplomasi “Pantat” ala Donald Trump
30 Maret 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   213

Masjid Al-Aqsha Semakin Jauh dari Umat Islam
23 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   205

Idul Fitri Rasa Bratawali
20 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   219

Membaca Kultivasi Negara Iran
11 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   237

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13557


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4549


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2875