Avatar

Imam Ghozali

Penulis Kolom

871 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Anak Kecil Bertanya; Kenapa Israel Menggempur Palestina?



Selasa , 10 Oktober 2023



Telah dibaca :  1456

Anak kecil tersebut duduk di depan televisi. Rudal berterbangan di malam hari laksana kembang api dan mengeluarkan suara sangat keras, “duaaar!!”. Sesekali kedua matanya memandang buku yang ada di tanganya. Novel karya Yahya Yakhlief berjudul,”Moonlight On The Holy Land Palestina”. Kisah perang Arab-Israel tahun 1948. Sekarang tahun 2023M. Sudah 75 tahun. Kini terjadi perang lagi. Ratusan masyarakat sipil jadi korban.

Anak kecil: “Ayah, apakah Palestina negeri para nabi?”

Ayah : “Benar anak ku”

Anak kecil: “Tapi kenapa perang tidak pernah berhenti. Bukankah para nabi mengajarkan perdamaian?”.

Sang ayah kaget mendapatkan pertanyaan yang tidak pernah terpikirkan olehnya. Dia diam dan tidak cepat menjawab. Dalam hati, sang ayah tadi pun membenarkan pertanyaan anak nya tentang fenomena di Palestina. Tanah para nabi kini berubah laksanakan Neraka mini di Dunia. Isinya: kobaran api, jeritan anak kecil kehilangan orang tua, mayat-mayat bergeletak di pinggir jalan karena perang dan kepalaran. Akses makanan dan air bersih diputus oleh Israel.

Anak kecil: “Ayah, kenapa? Ayah belum menjawab pertanyaanku”

Ayah : “Anaku, ini persoalan yang sangat pelik. Persoalan antara tiga agama; Islam, Yahudi, dan Nasrani. Semua mengklaim bahwa mereka yang paling berhak. Islam karena Masjid Al-Aqsha, Yahudi karena ada dome of the rock, Kristen ada gereja. Semua nya berdekatan dalam satu tempat”.

Anak kecil: “Apakah mereka tidak bisa berdamai?”

Ayah : “ Sulit. Yahudi mengklaim tanah tersebut adalah tanah kelahiranya. Islam mengklaim bahwa itu adalah tanah nya dan wajib dipertahankan. Begitu juga agama Kristen”.

Anak kecil: “Apa arti ajaran perdamaian yang diserukan oleh para nabi, jika tidak bisa mendamaikan peperangan?”

Ayah : “Anakku, ajaran para nabi tidak serta merta hanya berada di tempat kelahirannya. Ajaran nabi itu universal dan membasahi hati manusia di seluruh penjuru Dunia. Mungkin di tempat asal ketika egoisme kekuasaan dan mempertahankan eksistensi agama dan negara sudah menjadi tujuan hidup, bisa jadi ajaran kedamaian terasa gersang. Namun percayalah, udara perdamaian akan terus berhembus dari seluruh penjuru mata angin untuk kedamaian perang Israel-Palestina”.

Anak kecil diam. Seperti ada yang dipikirkan. Namun raut muka masih terlihat kesal atas ulah Israel yang membombardir Palestina. Sudah sekitar 1.600 orang tewas dan 6.434 orang lain terluka.

Anak kecil: “Apakah Allah Maha Kuasa ayah?”

Ayah : “Kenapa kamu bertanya demikian?”

Anak kecil: “Jika Allah Berkuasa, kenapa tidak hancurkan saja Israel agar dunia aman”.

Ayah : “Anakku, Allah memberi kebebasan kepada manusia untuk mengubah nasibhnya sendiri. Siapapun yang mempunyai semangat tinggi merubah nasibnya maka akan menjadi pemenang. Meskipun demikian, Allah juga mempunyai otoritas-Nya yang tidak dipunyai oleh manusia, “wallahu ya’lamu wa antum laa ta’lamuun”, Allah lebih mengetahui rahasia setiap kejadian, dan manusia tidak mengetahui hal tersebut”.

Anak kecil: “Bukankah dulu pada masa Nabi Luth, Nabi Su’aib dan nabi-nabi dulu, jika ada kaum yang ingkar, Tuhan langsung menghancurkan mereka?”

Ayah : “Benar anakku. Tuhan menurunkan Nabi Muhammad SAW adalah untuk Rahmat Semesta Alam. Model dakwah nya tidak seperti dulu lagi. Dia pembawa Panji Perdamaian. Peperangan harus diselesaikan dengan akal, intelektual dan kecerdasan manusia. Sebab Al-Qur’an dan Hadist Nabi mengajarkan tentang pentingnya akal pikiran untuk menyelesaikan sengketa sebagaimana yang terjadi saat sekarang ini”

Anak kecil: “Tapi kata damai hanya akal-bulus bangsa barat”

Ayah : Dalam politik dan peperangan selalu saja terjadi. Tapi ajaran Islam memang harus senantiasa menyuarakan perdamaian walaupun rintangan sangat berat. Itulah tugas yang sangat mulia sebagai pengikut Nabi Muhammad SAW.

Anak kecil: “Apa bisa berhasil dengan cara seperti ini. Korban terus berjatuhan. Kasihan bangsa Palestina. Mereka terus digempur dan banyak yang meninggal dunia”

Ayah : “Anakku, jangan melihat rasa cinta kepada Allah dengan sebatas dilihat dari kacamata dhohir. Anakku mungkin sedih melihat mayat bergelimpang di jalan-jalan kota Palestina. Tapi bagi mereka adalah kesukesan. Sebab mereka menjadi suhada dan masuk surga. Tahukah siapa suhada? Mereka hakikatnya tidak meninggal, dan tetap hidup sepanjang masa.”

Anak kecil tadi manggut-manggut. Walaupun kurang begitu memahami ucapan ayahnya. Dia sudah mulai mengerti bahwa dalam perang tidak melulu bicara tentang kesedihan, tapi juga ada kebahagiaan yaitu bahagia meninggal dunia dalam membela agama dan negara.

Anak kecil: “Jadi, mereka yang meninggal dunia karena membela agama dan negara adalah orang-orang yang sukses?”

Ayah : “Iya, sukses. Tuhan sangat menyayangi mereka agar cepat berjumpa dengan-Nya. Sebab Tuhan tidak ingin jika tetap hidup, bisa jadi mereka akan memalingkan mukanya tidak membela agama dan negaranya, tapi hanya tujuan mencari kehidupan dunia dan ikut membela Israeil”.

Anak kecil tadi mengangguk. Dia semakin paham. Ketika melihat anaknya semakin paham, ayah nya pun memberi nasehat lagi kepada anak nya:

“Anakku, bangsa Indonesia juga dulu seperti Palestina. Dijajah oleh Bangsa Barat. Bangsa ini bersatu, tidak peduli dari suku apa agama apa, mereka bersatu melawan penjajah. Para santri dari Pesantren dan ulama-ulama seperti Hadratusyeikh Hasyim Asy’ari mengeluarkan resolusi jihad. Isinya “membela dan mempertahankan tanah air bagian dari jihad fisabilillah. Meninggal mati sahid dan masuk surga”. Hubul wathan minal iman, mencintai tanah air sebagian dari iman.



Penulis : Imam Ghozali


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


Avatar

Muhammad Syahrum

Bagus pak Dr. , Tulisan nya..

Avatar

Aria Okta yudansyah (Abi 1 c)

Konflik Israel-Palestina adalah konflik militer dan politik yang sedang berlangsung dari abad le-19 hingga pada abad ke-21. Konflik ini merupakan salah satu konflik terpanjang yang masih berlangsung di dunia.

Avatar

KHAIRI

1.Islam mengajarkan umatnya bersikap toleran terhadap berbagai perbedaan. Toleransi juga menafikan pemaksaan dalam memeluk Islam. Artinya: Tidak ada paksaan dalam (menerima) agama (Islam) (QS. Al-Baqarah: 256). Toleransi berarti tidak memaksa beribadah sesuai agama Islam, namun membiarkan agama lain menjalankan ibadah sesuai ajarannya (QS. Yunus: 40-41) (Rahman, 1996: 203) 2.Islam adalah agama perdamaian. Sesuai dengan namanya, Islam berarti perdamian (Qs.Al anfal:61) (Qs.Al hujarat:9) Qs.An nisa:125 3.Kita harus membela Palestina, karena israel yg merebut tanah Palestina yang tidak wajar apalagi saat peperangan atau serangan terjadi di Palestina memakan korban jiwa

Avatar

Intan Ziadatus Salamah ABI 1A

hadir pak

Avatar

???? Notification- Operation #KQ60. GET > https://

o4qhmc

Avatar

???? Ticket: + 1.82456 BTC. Get > out.carrotquest-

b3co1c

Avatar

???? You have a message(-s) № 848. Read > https://

1q9zx3

Avatar

???? You got a transfer from us. Withdrаw =>> out.

sd2v65

Avatar

???? You have received 1 message(-s) № 556. Open >

gqv8y7

   Berita Terkait

Krisis Energi dan Krisis Iman; Jalan Intropeksi Diri
05 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   95

Diplomasi “Pantat” ala Donald Trump
30 Maret 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   214

Masjid Al-Aqsha Semakin Jauh dari Umat Islam
23 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   206

Idul Fitri Rasa Bratawali
20 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   220

Membaca Kultivasi Negara Iran
11 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   237

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13565


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4558


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2876