
Sekitar jam 17.40 wib, saya duduk-duduk
sebentar dengan Dosen IAIN Datuk Laksemana, Dr. H. Nasrun Harahap, MA. duduk di
depan Wisma Haston (Sabtu, 13 Desember 2025). Nama Wisma mirip Hotel Aston. Tidak jauh dari Hotel Amir Syariah. Sekitar 250 meter. Kelihatannya Wisma baru. Saya baru juga nginap di Wisma ini. Nama nya juga baru, tentu masih perlu dilengkapi sana-sini.
Ada kesempatan ngobrol sebentar dengan Haji
Nasrun tentang seputar MTQ. Saya teringat pidato pak camat yang harus memikul
tanggungjawab sebagai tuan rumah MTQ tingkat kabupaten. Beraaat!!!-jika tidak
mau dikatakan berat sekali. Ma’lum, kecamatan belum lama mekar. Kalau tidak
salah surat pemekaran terhitung mulai tahun 2017
Meskipun masih terlalu muda untuk ukuran kecamatan,
tapi saya melihat sepintas-saat malam mengikuti pembekalan dewan hakim-
kecamatan ini sudah mulai berbenah diri untuk bisa lebih baik.
“Kami berharap MTQ ke-50 tingkat Kabupaten
Bengkalis ini memberikan dampak positif pada ekonomi masyarakat sekaligus
mendapatkan keberkahan dari Al-Qur’an” kurang lebih harapan Camat Bandar Laksemana
saat sambutan pembekalan dewan hakim
MTQ.
Seberapa penting keberkahan itu? Sangat penting.
Al-Qur’an juga sudah menjelaskan tentang keberkahan. Ada kalimat “barokna
haulahu”-Surat Al-Isra ayat 1. Ada kata “barokaatin min as-sama’i wa
al-ardi”-Surat Al-A’raf ayat 96.
Keberkahan berasal dari bahasa arab. Artinya,
“ziyadatul khoir”-bertambah kebaikannya. Apa yang bertambah baik. Tidak ada
batasan. Bisa jadi masyarakat-wabil khusus-Kecamatan Bandar Laksemana bertambah
baik ibadahnya,bertambah baik prestasinya, bertambah baik akhlak nya, bertambah
baik ekonominya, bertambah baik generasi muda nya,bertambah baik pengenalan
kepada Allah-ma’rifat. Masih banyak lagi kemungkinan-kemungkinan keberkahan
lainnya.
Ulama seperti KH.Bisri Mustafa dalam Tafsir
Al-Ibriz mengatakan bahwa berkah yang disebut dalam Al-Qur’an mempunyai arti
sebagai berikut: pertama, selalu konsisten berbuat kebaikan; kedua, bertambah
kebaikan; ketiga bertambah kenikmatan dan kebahagiaan; keempat keberkahan
senantiasa hidup bersandar kepada Allah swt.
Pertama, konsisten berbuat baik. Entah karena
kebetulan, Camat Bandar Laksemana sekarang ini -Ade Suwirman, S.STP., M.AP-dulu
pernah menjadi Camat Bengkalis. Saat itu juga menjadi penyelenggara MTQ Kabupaten.
Pun ketika pindah menjadi Camat Bandar Laksemana. Bahkan namanya sangat
familiar dalam hampir setiap kegiatan MTQ.
Saya kira bukan suatu kebetulan. Ini anugrah.
Tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Semua sudah diatur oleh Allah hingga
pada rontok nya daun-daun dari pohon nya. ada rahasia yang sangat agung. Salah satunya
konsisten berbuat kebaikan untuk umat.
Kedua, bertambah kebaikan. Jika melihat
secara spintas, Kecamatan Bandar Laksemana masih mempunyai kekurangan cukup
banyak jika dibandingkan dengan kecamatan lainnya. Saya kira tidak masalah. Toh
kebaikan tidak selalu diukur oleh lengkapnya sarana-prasarana. Kebaikan hakiki
sebenarnya tumbuh dari masyarakat setempat. Dalam segala keterbatasan,
masyarakat Bandar Laksemana dengan senang hati memberikan fasilitas dengan segala
keterbatasan yang ada. Nilai-nilai kebaikan ini saya kira menjadi sangat
penting dalam menciptakan kehidupan Qur’ani yang sebenarnya. Mereka menyambutnya
dengan senang hati. sebuah sikap dan perilaku-yang menurutku-sangat tulus
memulyakan moment MTQ ini.
Ketiga, bertambah kenikmatan dan
kebahagiaan. Salah satu efek domino seberapa pun hasilnya tetap memberi
kemanfaatan meningkatnya pendapatan ekonomi masyarakat. Mereka bisa menyediakan
berbagai jajanan, makanan minuman dan tempat penginapan. Mereka juga bisa
silaturahim dan membangun persahabatan dengan saudara-saudara dari kecamatan
lainnya. Bahkan bisa jadi, acara MTQ ini juga menghasilkan silaturahim yang
lebih luas lagi yaitu hadirnya pembangunan-pembangunan atau proyek-proyek pemda
atau nasional di tempat tersebut. Saya kira itu hal yang tidak mungkin
menjadikan kecamatan masih belia ini mendapatkan keberkahan tersebut.
Keempat, hidup senantiasa mendapatkan ridha
Allah swt. Bisa jadi, dalam segala keterbatasan selalu bermunajat kepada Allah
swt. Bisa jadi dengan segala kekurangan, pintu langit senantiasa diketuk oleh
orang-orang yang bersih hatinya, hamba-hamba Allah yang tulus ikhlas ingin
menjadikan moment ini sebagai wasilah diterima segala amal kebaikan. Kita
tidak mengetahui, dari ribuan manusia tersebut bisa jadi ada beberapa kekasih Allah-waliyullah-yang
khusu’ dan berdoa mengharapkan keberkahan MTQ, keberkahan al-qur’an,
bukan hanya di dunia saja tapi juga di akherat.
Saya kira, keberkahan yang keempat ini
merupakan puncak dari segala keberkahan. Dan saya kira kita pun berharap
demikian.
Wisma Haston, 13 Desember 2025
Penulis : Vijianfaiz,PhD
Drs. H. Sulaiman Zuhdi, M.Pd
Masya Allah, kita bersyukur kpd Allah SWT MTQ membawa berkah untuk masyarakat, masyarakat masih sgt antusias dg MTQ, ukhuwah Islamiyah tetap terjaga, smg nilai2 qurani dapat membumi dalam mewujudkan masyarakat sejahtera lahir batin negeri baldatun tayyibatun warabbun gafur, Aamiin.
Efisiensi Nafsu
15 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   110
Kejamnya Ibu Tiri Tidak Sekejam Idul Fitri ?
26 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   146
Amalan Di Ujung Ramadhan
18 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   214
Puasa Padi dan Pakis
15 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   291
Kisah Pemberi Takjil Menjadi Ahli Surga
09 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   126
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13553
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4546
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3561
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2940
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2871