Avatar

Vijianfaiz,PhD

Penulis Kolom

321 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Banjir dan Modernisasi Sufistik



Senin , 15 Desember 2025



Telah dibaca :  432

Ketika membaca Al-Qur’an, kita seolah-olah bisa melihat lorong waktu masa depan. Kita bisa memvisualisasikan tempat tinggal kita pada 10 atau 20 tahun yang akan datang. Pada tahun 80-an, daerah yang kita tempati masih terlihat alami. Pemandangan sangat asri. Pohon-pohon sangat rindang dan menjulang tinggi. Kita sering bermain perang-perangan, petak umpet dan berlari-lari, bersembunyi di antara pohon-pohon tersebut. kita bermain dengan penuh kebahagiaan sambil mendengar kicauan burung-burung melantunkan tasbih kepada Allah SWT. tahun 80-an dan tahun-tahun sebelumnya, kita seolah-olah melihat manusia benar-benar menyatu dengan alam. Semua kebutuhan-meskipun terlihat sederhana atau primitif-bisa terpenuhi. Saat kita lapar, alam telah menyediakan buah-buahan. Saat sakit alam telah menyiapkan obat-obatan. Saat membutuhkan uang, alam menyediakan kayu. Dan manusia mengambil sesuai dengan keperluan.

Kini tahun 2025. orang rindu modernisasi semakin menjadi-jadi, digitalisasi hingga apa yang disebut dengan AI-Artificial Intelegensi. Kita tidak menyadari bahwa bahan baku semua itu adalah alam semesta yang ada di darat dan laut, di atas bumi dan diperut bumi. Kita tidak menyadari. Kita yang berfikir tentang kecerdasan akal, kecerdasan buatan dan segala kemajuan-kemajuan yang dalam pikiran kita sebagai cermin dari suatu peradaban yang unggul. Kita telah mendefenisikan modern sebatas pada persoalan mekanik tanpa memikirkan nilai-nilai modern sufistik. Maka, kita melihat sekarang ini kemajuan mekanik yang kita banggakan lambat laun akan menyesakan nafas kita di masa mendatang.

Dalam sejarah, kita sering mendengar kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai cermin dari keberhasilan peradaban-bagi sebagian orang rasionalisme-di inggris pada tahun 1760-1830 an. Saat itu bangsa Inggris tergila-gila berfikir untuk menemukan segala teknologi untuk kemaslahatan manusia. Namun sebenarnya untuk kepentingan kekayaan kaum kapitalis-materialisme. Benar ada manfaat yang sangat besar. tapi kita tidak menyadari, bahwa bahan-bahan yang mereka butuhkan mengambil dari permukaan bumi dan perut bumi.

Pohon-pohon mulai ditebang untuk membuat kapal. Bumi mulai dikeruk mencari emas, batu bara, minyak tanah, besi dan aluminium dicari di bumi untuk membuat perhiasan, penerang, peralatan perang, kendaraan, pabrik-pabrik, jembatan, dan pelabuhan-pelabuhan. Semakin banyak kebutuhan, semakin masif mencari sumber-sumber tersebut. maka hutan-hutan pun sedikit demi sedikit ditebang. Ketika sudah mulai habis, maka mereka pun melanglang buana pergi ke penjuru dunia dengan menaklukan negara-negara yang dianggap masih terbelakang-imperialisme dan kolonialisme.

Bumi yang alami, lugu dan bersahaja-seperti masyarakat kampung pada umum nya-secara pelan-pelan mulai bersolek. Bumi dulu hanya kumpulan desa-desa. Kini mulai ada sebutan baru, yaitu kota. Lalu ada sebutan lebih hebat lagi, “kota metropolitan”. Di tempat itu, ada pabrik, perusahaan, hotel, kantor pemerintah, tempat hiburan dan papan reklame yang bermandikan cahaya. Suasana siang dan malam hidup. Aktivitas masyarakat kota terus bergerak tanpa batas. Orang-orang kota seolah-olah menemukan hidup yang sebenarnya. Inilah kehidupan yang hakiki. Ini adalah pondasi kebahagiaan dan kemakmuran. Hidup penuh dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sebuah prinsip yang sering digunakan untuk membedakan antara kehidupan kota dan desa.

Manusia semakin lupa. Bumi ini tetap ukuran dan luasnya. Ketika semua orang semakin menggebu-gebu menciptakan kehidupan model kota, sebenarnya sedikit demi sedikit sedang membuka lahan baru untuk  perkantoran, lembaga pendidikan, bisnis, kantor, hotel dan semua kebutuhan-kebutuhan kaum modern. Mau tidak mau, mereka pun menebang pohon atas nama modernisasi. Mereka membuka lahan atas nama peradaban. Hutan semakin sempit diisi oleh rumah manusia dan seluruh nafsu-nafsunya. Bukan hanya di dataran, tapi juga di perbukitan dan gunung-gunung. Semua berisi bangunan-bangungan megah dan bermandikan cahaya.

Iya, bukit  dan gunung sudah bercahaya siang dan malam hari. Siang hari oleh teriknya matahari dan malam hari oleh cahaya listrik. Dampaknya, akan meningkatkan “emisi gas rumah kaca” yang menyebabkan perubahan iklim, Perubahan tanpa aturan. Jika orang tua kita dulu bisa menentukan kapan musim penghujan dan kapan musim kemarau, kini terlalu sulit untuk menentukan lagi. Ini dampak dari “gas rumah kaca”, yang menyebabkan iklim tidak bersahabat dengan manusia.

Penulis teringat firman Allah swt dalam Q.S. An-Naba’([78]:6-7) sebagai berikut: "Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan, dan gunung-gunung sebagai pasak?". Q.S. An-Nahl ([16]:15) sebagai berikut: “Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu.”

Kini gunung-gunung bersedih. Sudah tidak ada lagi pohon-pohon yang bertasbih kepada allah. Bukit dan gunung menjerit kesakitan. Gunung sebagai tiang penyangga telah bergoyang akibat otot-otot nya, syaraf-syarafnya telah dicabut oleh keserakahan manusia.

Hamparan bumi pun semakin sempit dan sesak. Sawah dan ladang telah berubah rumah toko-ruko- dan bangunan-bangunan pencakar langit. Pohon sudah diganti oleh tiang-tiang dari beton tempat bangunan pencakar langit. Air hujan sudah tidak punya rumah. Bukit dan gunung sebagai tempat berdzikir telah gundul. Hamparan bumi sebagai tempat bertasbih telah berubah alih fungsi. Saat musim hujan tiba, maka air bandang mencari tempat sekenannya. Manusia tidak bisa menolak saat rumahnya, tempat ibadahnya, kantor nya, ruko nya dan tempat bisnisnya ditelan oleh air bandang. Semua itu karena kesalahan manusia terlalu mendewa-dewakan modernisasi dan digitalisasi tanpa rasa empati kepada alam semesta.

Allah swt telah berfirman dalam Q.S. Al-Anbiya ([21]:31) sebagai berikut: “Dan Kami ciptakan di atas bumi ini gunung-gunung yang kokoh agar bumi tidak goyang bersama mereka."

Ayat tersebut mengajarkan kepada manusia untuk membangun keseimbangan dalam menggunakan fasilitas alam semesta yang diberikan oleh Allah swt. Ayat tersebut mengajarkan tentang makna modernisasi spiritual yaitu melakukan perubahan-perubahan kekuatan spiritual untuk senantiasa mengabdi kepada Allah swt. Selain mengabdi kepada-Nya,  Tuhan mengajarkan kecintaan hamba kepada-Nya dengan tidak boleh melupakan cinta terhadap alam semesta. Salah satu bukti mencintai-Nya yaitu merawat dengan sebaik-baiknya alam semesta, bukit, gunung dan menggunakan segala fasilitas tersebut secara arif dan bijaksana. Saya kira ini yang disebut modernisasi sufistik, menjaga perasaan Sang Pencipta dengan menjaga ciptaan-Nya secara totalitas.



Penulis : Vijianfaiz,PhD


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


Avatar

TAUFIK HIDAYAT ABI 1B

1.Zakat Fitrah adalah zakat jiwa untuk membersihkan diri setelah Ramadhan, dibayar sebelum Idul Fitri dalam bentuk makanan pokok (beras/uang) sebanyak 2,5-3,5 liter/orang, sedangkan Zakat Mal adalah zakat harta yang dikeluarkan dari kekayaan tertentu (emas, tabungan, hasil usaha) jika sudah mencapai nisab (batas minimum) dan haul (satu tahun), dengan kadar 2,5% untuk menyucikan harta dan membantu fakir miskin secara umum, bukan hanya saat Idul Fitri.

Avatar

Nur Juwisya

JAWABAN UAS AGAMA 1.Zakat Fitrah adalah zakat jiwa berupa makanan pokok untuk membersihkan diri setelah Ramadan dan membantu fakir miskin merayakan Idul Fitri, dibayar per jiwa sebelum salat Idul Fitri. Sedangkan Zakat Mal (harta) adalah zakat kekayaan uang, emas, penghasilan, dll. untuk membersihkan harta, dibayar sepanjang tahun jika syarat nisab (batas) dan haul (satu tahun) terpenuhi, dengan kadar 2.5% dari harta bersih. 2.sikap orang beriman dalam artikel tersebut adalah menghubungkan realitas bencana dengan kondisi spiritual hati, lalu meresponnya dengan taubat, kesabaran aktif, dan peningkatan rasa kepedulian terhadap sesama serta alam.

Avatar

Bambang purnomo

JAWABAN NOMOR 1 Pengertian • Zakat Maal: Zakat yang dikenakan atas harta atau kekayaan yang telah mencapai nisab (batas minimal) dan haul (masa kepemilikan selama satu tahun hijriyah). • Zakat Fitrah: Zakat yang wajib dikeluarkan setiap jiwa Muslim menjelang Idul Fitri pada bulan Ramadhan, sebagai bentuk pembersihan diri setelah ibadah puasa. Syarat Wajib • Zakat Maal: Memiliki harta yang halal, milik penuh, mencapai nisab, dan telah melalui masa haul. • Zakat Fitrah: Beragama Islam, hidup pada bulan Ramadhan, dan memiliki kelebihan rezeki untuk kebutuhan pokok malam dan hari raya Idul Fitri. Besaran • Zakat Maal: Umumnya 2,5% dari total nilai harta yang memenuhi syarat. • Zakat Fitrah: Setara dengan 2,5 kg atau 3,5 liter makanan pokok per jiwa (biasanya beras), atau bisa dalam bentuk uang senilai dengan makanan pokok tersebut. Waktu Pelaksanaan • Zakat Maal: Tidak dibatasi waktu, bisa dikeluarkan kapan saja setelah syarat terpenuhi, biasanya setiap tahun. • Zakat Fitrah: Dapat dikeluarkan sejak awal Ramadhan dan paling lambat sebelum shalat Idul Fitri. Jenis Harta yang Dizakati • Zakat Maal: Meliputi uang tunai, emas, perak, aset perdagangan, hasil pertanian, peternakan, profesi, investasi, dan lain-lain. • Zakat Fitrah: Tidak terkait dengan jenis harta tertentu, melainkan berdasarkan jumlah jiwa yang menjadi tanggung jawab. JAWABAN NOMOR 2 Ayat tersebut mengajarkan kepada manusia untuk membangun keseimbangan dalam menggunakan fasilitas alam semesta yang diberikan oleh Allah swt. Ayat tersebut mengajarkan tentang makna modernisasi spiritual yaitu melakukan perubahan-perubahan kekuatan spiritual untuk senantiasa mengabdi kepada Allah swt. Selain mengabdi kepada-Nya, Tuhan mengajarkan kecintaan hamba kepada-Nya dengan tidak boleh melupakan cinta terhadap alam semesta. Salah satu bukti mencintai-Nya yaitu merawat dengan sebaik-baiknya alam semesta, bukit, gunung dan menggunakan segala fasilitas tersebut secara arif dan bijaksana. Saya kira ini yang disebut modernisasi sufistik, menjaga perasaan Sang Pencipta dengan menjaga ciptaan-Nya secara totalitas.

Avatar

Najwa Risna Putri 1B ABI (UAS)

1. Zakat Mal adalah zakat yang wajib dikeluarkan dari harta kekayaan yang dimiliki seseorang, seperti uang, emas, perak, hasil usaha, hasil pertanian, dan perdagangan, apabila telah mencapai nisab dan haul (batas minimal harta dan dimiliki selama satu tahun). Tujuan zakat mal adalah untuk mensucikan harta dan membantu kesejahteraan masyarakat, khususnya fakir dan miskin. Zakat Fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap muslim, baik dewasa maupun anak-anak, pada bulan Ramadan hingga sebelum salat Idul Fitri. Zakat fitrah dikeluarkan dalam bentuk makanan pokok (seperti beras) atau uang yang setara, dengan tujuan untuk mensucikan jiwa orang yang berpuasa serta membantu fakir miskin agar dapat merayakan Idul Fitri dengan layak. 2. memiliki kesadaran spiritual dan tanggung jawab moral terhadap alam semesta sebagai ciptaan Allah SWT. Orang beriman tidak memandang alam hanya sebagai objek eksploitasi demi kemajuan teknologi, modernisasi, dan kepentingan material semata, tetapi sebagai amanah dari Allah yang harus dijaga keseimbangannya. Orang beriman menyadari bahwa seluruh kemajuan manusia—baik teknologi, digitalisasi, maupun kecerdasan buatan—bersumber dari alam. Oleh karena itu, iman menuntut adanya rasa empati, kepedulian, dan kebijaksanaan dalam memanfaatkan sumber daya alam. Modernisasi yang dijalankan harus disertai nilai-nilai sufistik, yaitu kesadaran batin untuk selalu mengingat Allah dan menjaga hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.

Avatar

ABI 1b (fitra nur annisa)

1)• Zakat Mall: zakat atas harta kekayaan yang sudah mencapai nisab dan haul dikeluarkan 2,5% (umumnya) waktunya fleksibel • Zakat Fitrah: zakat jiwa wajib dibayar saat Ramadan menjelang Idul Fitri berupa makanan pokok ±2,5 kg atau uang setara 2) orang beriman menyikapi banjir dengan tidak pasrah tetapi berusaha menjaga lingkungan memperbaiki dampak modernisasi membantu korban dan tetap bertawakal kepada Allah

Avatar

ALISA SUHANA ABI 1B

1.Zakat mal adalah zakat yang dikenakan atas harta kekayaan seperti uang, emas, hasil usaha, dan investasi yang telah mencapai nisab serta dimiliki selama satu tahun, dengan kadar zakat umumnya sebesar 2,5% dan waktu pembayarannya fleksibel setelah syarat terpenuhi, sedangkan zakat fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap Muslim menjelang Idul Fitri tanpa melihat jumlah harta, dengan ketentuan sebesar 2,5 kg atau 3,5 liter makanan pokok, yang bertujuan untuk menyucikan diri setelah menjalankan ibadah puasa Ramadan serta membantu fakir miskin.

Avatar

UAS ABI 1B AULIA MUTHMA INNAH

UAS ABI 1B 1. Zakat Fitrah lebih fokus pada membersihkan jiwa dan harta individu, sedangkan Zakat Mall lebih fokus pada membersihkan harta dan membantu fakir miskin dalam memenuhi kebutuhan pokok mereka. 2. Sikap orang beriman dalam menghadapi musibah seperti banjir adalah dengan bersabar dan bertawakal kepada Allah SWT. Mereka percaya bahwa segala sesuatu yang terjadi sudah diatur oleh Allah, sehingga mereka tidak perlu panik atau putus asa. Sikap utama orang beriman 1. Bersabar 2. Bertawakal 3. Beristighfar dan Bertaubat 4. Ikhtiar

Avatar

Maisya Ayuni Rahma

UAS SOAL NOMOR 1 1. Zakat Fitrah Waktu: Dibayarkan sekitar bulan Ramadan, khususnya sebelum shalat Idul Fitri. Obyek: Biasanya berupa makanan pokok (beras, gandum, kurma, dsb.) atau senilai uang yang bisa membeli makanan pokok. Tujuan: Membersihkan diri dari kesalahan atau dosa kecil selama Ramadan, sekaligus membantu orang miskin agar merayakan Idul Fitri dengan layak. Syarat wajib: Semua Muslim dengan kemampuan minimal diwajibkan, tidak tergantung pada harta. 2. Zakat Mal (Harta) Waktu: Dibayarkan setiap tahun jika harta mencapai nisab (batas minimum) dan telah dimiliki selama satu tahun hijriah. Obyek: Harta atau kekayaan, seperti emas, perak, uang, bisnis, saham, hasil pertanian, hewan ternak, dan lain-lain. Tujuan: Membersihkan harta, menumbuhkan kepedulian sosial, dan membantu delapan golongan penerima zakat. Syarat wajib: Hanya bagi Muslim yang memiliki harta di atas nisab dan telah melewati haul (satu tahun kepemilikan). SOAL NOMOR 2 2. Sikap orang beriman: Bersyukur dan menghargai alam sebagai ciptaan Allah. Bijak dan bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi dan modernisasi. Menjaga keseimbangan alam sambil tetap mengabdi kepada Allah.

Avatar

Ox'sta fia ramadani ABI 1B UAS

1.Zakat Maal dan Zakat Fitrah sama-sama merupakan kewajiban bagi umat Islam yang mampu, tetapi keduanya berbeda dalam beberapa aspek utama: ✔️ Pengertian Zakat Fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap Muslim pada akhir bulan Ramadan menjelang Idul Fitri. Zakat ini berhubungan dengan jiwa/individu sebagai bentuk penyucian diri setelah berpuasa. � Kompas Uang + 1 Zakat Maal adalah zakat harta. Yaitu zakat yang dikeluarkan atas kekayaan seseorang (uang, emas, hasil pertanian, usaha, dll) apabila telah mencapai nisab dan haul yang ditetapkan. � Kompas Uang + 1 ✔️ Objek/Dasar Penetapan Zakat Fitrah dikenakan atas jiwa setiap Muslim, tanpa memperhatikan jumlah harta. � Kompas Uang Zakat Maal dikenakan atas harta yang memenuhi syarat nisab dan haul. � Baznas Jogja ✔️ Waktu Pengeluaran Zakat Fitrah hanya di bulan Ramadan, dan biasanya sebelum salat Idul Fitri. � Kompas Uang Zakat Maal bisa dibayarkan sepanjang tahun selama syaratnya terpenuhi. Baznas Jogja ✔️ Bentuk dan Besaran Zakat Fitrah biasanya berupa makanan pokok (beras, gandum) setara 2,5–3,5 kg per jiwa atau uang senilai itu. Kompas Uang + 1 Zakat Maal umumnya 2,5% dari total harta bersih yang mencapai nisab setelah haul. ✔️ Tujuan Zakat Fitrah bertujuan menyucikan jiwa, menutup kekurangan pada ibadah puasa, dan membantu yang membutuhkan agar bisa merayakan Idul Fitri. Kompas Uang Zakat Maal bertujuan membersihkan harta dan membantu kesejahteraan sosial umat. 2.Sikap orang beriman menurut artikel tersebut adalah: Introspeksi Diri Ketika Menghadapi Bencana Orang beriman tidak hanya melihat bencana sebagai kejadian alam, tetapi juga sebagai panggilan untuk introspeksi — menyadari dosa, kerasnya hati, dan kurangnya ketaatan kepada Allah serta hukum-Nya. Imam Ghozali Beristighfar dan Mengakui Kesalahan Sikap yang benar adalah beristighfar (memohon ampun) atas kesalahan pribadi maupun kolektif yang bisa menjadi sebab turunnya musibah. Imam Ghozali Empati dan Peduli terhadap Sesama Orang beriman ikut merasa sedih atas kesulitan orang lain — bukan sekedar ikut melihat, tetapi ikut merasakan dan mendoakan mereka yang tertimpa musibah. Imam Ghozali Menyadari Kelemahan Manusia dan Perlunya Kepasrahan kepada Allah Sikap yang dicontohkan adalah menyadari keterbatasan manusia di hadapan kehendak Allah serta menyerahkan keseluruhan urusan kepada-Nya dengan penuh tawakal.

Avatar

NAMA:ARIRIN PERMADANI

1.Zakat Fitrah: zakat yang dikeluarkan saat Idul Fitri, berupa bahan makanan pokok, sebesar 2,5 kg atau 3,5 liter per orang. - Zakat Mall: zakat yang dikeluarkan dari harta yang dimiliki, seperti uang, emas, perak, dan lain-lain, sebesar 2,5% dari nilai harta tersebut. 2.Orang beriman harus Sabar dan tawakal saat menghadapi musibah seperti banjir Mengingat bahwa segala sesuatu adalah kehendak Allah Berusaha memperbaiki diri dan meningkatkan iman Tidak sombong dan merasa diri lebih baik dari orang lain

Avatar

ALISA SUHANA ABI 1B

2. Menyadari bahwa modernisasi dan kemajuan teknologi tidak boleh memisahkan manusia dari nilai spiritual dan tanggung jawab terhadap alam. Orang beriman memandang alam sebagai amanah dari Allah yang harus dijaga keseimbangannya, bukan dieksploitasi secara berlebihan. Bencana seperti banjir dipahami sebagai pengingat agar manusia lebih bijak, menjaga lingkungan, serta menyeimbangkan kemajuan dunia dengan kesadaran iman dan kedekatan kepada Allah.

Avatar

Rahma Nur Azizah - 5404250050 - UAS ABI1B

1. A. Zakat Mal - Zakat atas harta kekayaan - Wajib bagi muslim yang hartanya mencapai nisab - Dibayarkan setelah dimiliki 1 tahun (haul) - Besarnya 2,5% dari harta - Tujuan: membersihkan harta B. Zakat Fitrah - Zakat atas diri setiap muslim - Wajib bagi semua muslim - Dibayarkan di akhir Ramadan - Besarnya ±2,5 kg beras / makanan pokok - Tujuan: membersihkan jiwa Jawaban soal No 2 2. Orang beriman bersikap arif dan seimbang, tidak mendewakan modernisasi semata, tetapi menguatkan spiritualitas (sufistik) dengan menjaga hubungan dengan Allah dan merawat alam sebagai ciptaan-Nya. Ia menyadari bahwa kerusakan lingkungan dan bencana seperti banjir adalah akibat keserakahan manusia, sehingga orang beriman wajib menggunakan alam secara bijaksana, penuh empati, dan tanggung jawab sebagai bentuk cinta kepada Allah SWT.

Avatar

Rosita

Orang yg mengakini sepenuh hati keberadaan dan keesaan Allah swt, kemudian keyakinan itu di ikrarkan dengan lisan dan di buktikan dalam perbuatan kehidupan sehari hari. Jadi iman tidak hanya di dalam hati tapi tampak sikap dan perilaku

Avatar

TAUFIK HIDAYAT ABI 1B UAS

1.Zakat Fitrah adalah zakat jiwa untuk membersihkan diri setelah Ramadhan, dibayar sebelum Idul Fitri dalam bentuk makanan pokok (beras/uang) sebanyak 2,5-3,5 liter/orang, sedangkan Zakat Mal adalah zakat harta yang dikeluarkan dari kekayaan tertentu (emas, tabungan, hasil usaha) jika sudah mencapai nisab (batas minimum) dan haul (satu tahun), dengan kadar 2,5% untuk menyucikan harta dan membantu fakir miskin secara umum, bukan hanya saat Idul Fitri. 2. Sikap org beriman - Menyadari Tanda-Tanda Alam: Orang beriman seharusnya mampu membaca tanda-tanda alam dan menyadari dampak dari tindakan manusia terhadap lingkungan. Mereka tidak boleh terlena dengan kemajuan teknologi dan modernisasi tanpa memperhatikan keseimbangan alam. ​ - Cinta dan Tanggung Jawab terhadap Alam: Orang beriman seharusnya memiliki cinta yang mendalam terhadap alam semesta sebagai ciptaan Allah SWT. Kecintaan ini harus diwujudkan dengan tindakan nyata untuk merawat dan menjaga kelestarian lingkungan. ​ - Mengamalkan Modernisasi Sufistik: Orang beriman seharusnya mengamalkan konsep modernisasi sufistik, yaitu modernisasi yang dijiwai dengan nilai-nilai spiritual dan kesadaran akan tanggung jawab terhadap alam. Ini berarti menggunakan fasilitas alam dengan arif dan bijaksana, serta menghindari tindakan yang merusak lingkungan. ​ - Menjaga Keseimbangan: Orang beriman harus berusaha menjaga keseimbangan antara kebutuhan duniawi dan spiritual, serta antara kemajuan teknologi dan kelestarian alam. Mereka tidak boleh terlalu fokus pada kepentingan materi sehingga mengabaikan tanggung jawab terhadap lingkungan. ​ - Mengingat Allah dalam Setiap Tindakan: Orang beriman seharusnya selalu mengingat Allah SWT dalam setiap tindakan, termasuk dalam memanfaatkan sumber daya alam. Mereka harus menyadari bahwa alam semesta adalah amanah dari Allah yang harus dijaga dan dipelihara dengan sebaik-baiknya. ​ - Empati terhadap Alam: Orang beriman seharusnya memiliki rasa empati terhadap alam dan menyadari bahwa kerusakan alam akan berdampak buruk bagi kehidupan manusia. Mereka harus berusaha untuk mencegah kerusakan lingkungan dan memperbaiki kerusakan yang sudah terjadi.

Avatar

M. HIDAYAT ABI 1B

JAWABAN NOMOR 1 Pengertian • Zakat Maal: Zakat yang dikenakan atas harta atau kekayaan yang telah mencapai nisab (batas minimal) dan haul (masa kepemilikan selama satu tahun hijriyah). • Zakat Fitrah: Zakat yang wajib dikeluarkan setiap jiwa Muslim menjelang Idul Fitri pada bulan Ramadhan, sebagai bentuk pembersihan diri setelah ibadah puasa. Syarat Wajib • Zakat Maal: Memiliki harta yang halal, milik penuh, mencapai nisab, dan telah melalui masa haul. • Zakat Fitrah: Beragama Islam, hidup pada bulan Ramadhan, dan memiliki kelebihan rezeki untuk kebutuhan pokok malam dan hari raya Idul Fitri. Besaran • Zakat Maal: Umumnya 2,5% dari total nilai harta yang memenuhi syarat. • Zakat Fitrah: Setara dengan 2,5 kg atau 3,5 liter makanan pokok per jiwa (biasanya beras), atau bisa dalam bentuk uang senilai dengan makanan pokok tersebut. Waktu Pelaksanaan • Zakat Maal: Tidak dibatasi waktu, bisa dikeluarkan kapan saja setelah syarat terpenuhi, biasanya setiap tahun. • Zakat Fitrah: Dapat dikeluarkan sejak awal Ramadhan dan paling lambat sebelum shalat Idul Fitri. Jenis Harta yang Dizakati • Zakat Maal: Meliputi uang tunai, emas, perak, aset perdagangan, hasil pertanian, peternakan, profesi, investasi, dan lain-lain. • Zakat Fitrah: Tidak terkait dengan jenis harta tertentu, melainkan berdasarkan jumlah jiwa yang menjadi tanggung jawab. JAWABAN NOMOR 2 Ayat tersebut mengajarkan kepada manusia untuk membangun keseimbangan dalam menggunakan fasilitas alam semesta yang diberikan oleh Allah swt. Ayat tersebut mengajarkan tentang makna modernisasi spiritual yaitu melakukan perubahan-perubahan kekuatan spiritual untuk senantiasa mengabdi kepada Allah swt. Selain mengabdi kepada-Nya, Tuhan mengajarkan kecintaan hamba kepada-Nya dengan tidak boleh melupakan cinta terhadap alam semesta. Salah satu bukti mencintai-Nya yaitu merawat dengan sebaik-baiknya alam semesta, bukit, gunung dan menggunakan segala fasilitas tersebut secara arif dan bijaksana. Saya kira ini yang disebut modernisasi sufistik, menjaga perasaan Sang Pencipta dengan menjaga ciptaan-Nya secara totalitas.

Avatar

NABILA ALZENA ABI 1B UAS

1. Perbedaan Zakat Mal dan Zakat Fitrah Pengertian Zakat Mal adalah zakat yang dikeluarkan dari harta kekayaan seseorang yang telah mencapai nisab dan haul, seperti uang, emas, perak, hasil usaha, perdagangan, dan investasi. Zakat Fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap Muslim menjelang Hari Raya Idulfitri sebagai bentuk penyucian diri setelah menjalankan ibadah puasa Ramadan. Waktu Pembayaran Zakat Mal dibayarkan setelah harta dimiliki selama 1 tahun (haul) dan mencapai nisab. Zakat Fitrah dibayarkan pada bulan Ramadan, paling lambat sebelum salat Idulfitri. Besaran Zakat Zakat Mal umumnya sebesar 2,5% dari total harta yang telah mencapai nisab (tergantung jenis hartanya). Zakat Fitrah sebesar 1 sha’ bahan makanan pokok (± 2,5–3 kg beras) atau senilai dengan harga makanan pokok tersebut. Objek Zakat Zakat Mal dikenakan pada harta kekayaan. Zakat Fitrah dikenakan pada setiap individu Muslim, baik dewasa maupun anak-anak. Tujuan Zakat Mal bertujuan membersihkan harta dan membantu kesejahteraan mustahik. Zakat Fitrah bertujuan menyucikan jiwa orang yang berpuasa dan membantu fakir miskin agar dapat merayakan Idulfitri. Kesimpulan: Zakat Mal berkaitan dengan harta kekayaan, sedangkan Zakat Fitrah berkaitan dengan kewajiban individu Muslim menjelang Idulfitri. 2. orang beriman yang dapat diambil adalah sebagai berikut: Menyadari alam sebagai ciptaan Allah SWT Orang beriman memandang alam semesta—bumi, gunung, hutan, laut—sebagai ciptaan Allah yang memiliki fungsi dan peran penting dalam menjaga keseimbangan kehidupan. Alam bukan sekadar objek eksploitasi, tetapi amanah dari Allah SWT yang harus dijaga. Bersikap amanah dan bertanggung jawab terhadap alam Orang beriman tidak menggunakan alam secara berlebihan dan serakah. Mereka mengambil sumber daya sesuai kebutuhan, sebagaimana manusia di masa lalu yang hidup selaras dengan alam. Sikap ini mencerminkan tanggung jawab sebagai khalifah fil ardh (pemimpin di bumi). Menyeimbangkan modernisasi dengan nilai spiritual Artikel menegaskan bahwa orang beriman tidak menolak kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan digitalisasi, tetapi mengimbanginya dengan nilai-nilai spiritual. Modernisasi seharusnya tidak hanya bersifat mekanik dan material, melainkan juga bermuatan akhlak, empati, dan kesadaran kepada Allah SWT (modernisasi sufistik). Menjauhi sikap rakus dan materialistis Orang beriman tidak mendewakan kemajuan, kekayaan, dan teknologi hingga melupakan dampaknya bagi lingkungan. Mereka menyadari bahwa keserakahan manusia menjadi penyebab kerusakan alam, perubahan iklim, dan bencana. Menghormati fungsi alam sesuai kehendak Allah Gunung, bumi, dan hutan memiliki peran sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an sebagai penyeimbang bumi. Orang beriman menghormati fungsi tersebut dengan tidak merusaknya demi kepentingan sesaat. Menumbuhkan rasa cinta kepada Allah melalui cinta kepada ciptaan-Nya Salah satu bukti keimanan adalah menjaga dan merawat alam semesta. Orang beriman memahami bahwa mencintai Allah SWT juga berarti menjaga apa yang telah Dia ciptakan. Introspeksi dan taubat atas kerusakan yang terjadi Artikel mengajak orang beriman untuk merenung, menyadari kesalahan manusia dalam memperlakukan alam, serta memperbaiki sikap agar kehidupan di masa depan lebih seimbang dan berkelanjutan. Kesimpulan: Sikap orang beriman dalam artikel ini adalah bersikap bijaksana, seimbang, bertanggung jawab, dan penuh kesadaran spiritual dalam memanfaatkan alam, dengan menjadikan modernisasi sebagai sarana ibadah, bukan sebagai alat perusakan ciptaan Allah SWT.

Avatar

KAFKA FATIH ALHABSYI

UAS - ABI 1B 1) Zakat Mal: Zakat dari harta yang dimiliki jika sudah mencapai nisab dan haul. Zakat Fitrah: Zakat yang wajib bagi setiap muslim menjelang Idul Fitri. 2) Orang beriman tidak hanya rasional dalam menerima modernisasi duniawi, tetapi juga bertanggung jawab secara spiritual terhadap ciptaan Allah. Mereka berusaha melihat keseimbangan antara kebutuhan zaman dan nilai-nilai sufistik, menjaga alam, memahami ujian kehidupan secara introspektif, serta menjalankan modernisasi dengan kesadaran iman dan tanggung jawab moral.

Avatar

Neza anggriani UAS-ABI 1B

Jawaban nomor 1 : Zakat merupakan kewajiban bagi umat Islam yang memiliki fungsi ibadah sekaligus sosial. Zakat terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu Zakat Mal dan Zakat Fitrah, yang memiliki beberapa perbedaan mendasar. Zakat Fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan, dewasa atau anak-anak, pada bulan Ramadan hingga sebelum salat Idul Fitri. Zakat ini bertujuan untuk mensucikan jiwa orang yang berpuasa dan membantu kaum fakir miskin agar dapat merayakan Idul Fitri dengan layak. Besaran zakat fitrah telah ditentukan, yaitu sebesar 2,5 kg atau 3,5 liter bahan makanan pokok (seperti beras). Sementara itu, Zakat Mal adalah zakat yang dikenakan atas harta kekayaan yang dimiliki seseorang apabila telah mencapai nisab dan haul (jangka waktu satu tahun). Zakat mal mencakup harta seperti emas, perak, uang, hasil perdagangan, pertanian, peternakan, dan lain-lain. Besaran zakat mal umumnya adalah 2,5% dari total harta yang wajib dizakati. Perbedaan utama antara keduanya terletak pada: Objek zakat: Zakat fitrah atas jiwa, zakat mal atas harta. Waktu pembayaran: Zakat fitrah dibayar menjelang Idul Fitri, zakat mal setelah harta mencapai haul. Besaran zakat: Zakat fitrah tetap, zakat mal berdasarkan persentase harta. Tujuan: Zakat fitrah untuk penyucian diri, zakat mal untuk membersihkan harta dan pemerataan ekonomi. Jawaban nomor 2 :2.​Melakukan Muhasabah (Introspeksi Diri) Orang beriman tidak langsung menyalahkan faktor alam atau orang lain. Mereka melihat bencana sebagai momentum untuk mengevaluasi diri. Muncul pertanyaan reflektif apakah bencana tersebut terjadi karena kelalaian manusia terhadap perintah Allah, hati yang mulai keras, atau kebiasaan mengumbar kemaksiatan. ​Menumbuhkan Kesadaran Tauhid (Istirja) Sikap utama adalah menyadari bahwa segala sesuatu berasal dari Allah dan akan kembali kepada-Nya. Hal ini diwujudkan dengan ucapan dan sikap istirja (mengembalikan urusan kepada Allah), yang membawa ketenangan hati di tengah badai ujian. ​Mengambil Pelajaran (Ibrah) Bencana dipandang sebagai "teguran kasih sayang" dari Tuhan. Orang beriman meyakini bahwa Allah mendatangkan musibah agar manusia menyadari kekeliruannya dan kembali melembutkan hati yang mungkin telah membatu karena urusan duniawi. ​Bertaubat dan Beristighfar Sikap yang ditonjolkan bukan sekadar kesedihan, melainkan aksi spiritual berupa permohonan ampun (istighfar). Mengakui segala dosa dan kesalahan menjadi jalan untuk mengangkat derajat kemuliaan seorang hamba di hadapan Allah. ​Modernisasi Sufistik dalam Aksi Nyata Artikel tersebut mengisyaratkan bahwa nilai-nilai sufisme (seperti zuhud dan sabar) harus diwujudkan dalam bentuk yang relevan dengan masa kini. Artinya, orang beriman tetap berikhtiar (mitigasi), peduli pada kelestarian lingkungan, dan menunjukkan solidaritas sosial kepada sesama korban, bukan sekadar diam dan pasrah. ​Optimisme dan Munajat Menutup ujian dengan doa dan harapan bahwa bencana akan menjadi jalan kebaikan serta pengangkat derajat. Orang beriman tetap berprasangka baik (husnuzan) bahwa di balik kesulitan selalu ada kemudahan dan petunjuk dari Allah.

Avatar

NAMA : SINDI NIM : 5404250090 KELAS : 1b ABI

1. Zakat Mal dan Zakat Fitrah memiliki perbedaan dari segi objek, waktu, dan ketentuannya. Zakat Mal adalah zakat yang dikeluarkan dari harta kekayaan yang dimiliki seseorang, seperti uang, emas, atau hasil usaha. Zakat ini wajib dikeluarkan apabila harta tersebut telah mencapai nisab dan dimiliki selama satu tahun (haul). Besaran Zakat Mal umumnya sebesar 2,5% dari total harta yang dimiliki. Sementara itu, Zakat Fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap muslim, tanpa melihat jumlah harta yang dimiliki. Zakat Fitrah dikeluarkan pada bulan Ramadan hingga sebelum pelaksanaan salat Idul Fitri. Zakat ini biasanya berupa bahan makanan pokok seperti beras atau dapat diganti dengan uang yang setara. Tujuan Zakat Fitrah adalah untuk menyucikan diri setelah menjalankan ibadah puasa serta membantu fakir miskin agar dapat merayakan Idul Fitri. Jadi, dapat disimpulkan bahwa Zakat Mal berhubungan dengan harta kekayaan, sedangkan Zakat Fitrah berhubungan dengan kewajiban setiap individu muslim. 2. Sikap orang beriman dalam artikel ini adalah bersikap bijak dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan alam. Orang beriman tidak menolak kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi tidak menjadikannya sebagai tujuan utama yang mengabaikan nilai-nilai ketuhanan. Alam dipandang sebagai ciptaan Allah SWT yang harus dijaga keseimbangannya, bukan dieksploitasi secara berlebihan demi kepentingan manusia. Selain itu, orang beriman memiliki kesadaran spiritual dan kepedulian terhadap lingkungan, dengan memahami bahwa kerusakan alam merupakan akibat dari keserakahan manusia. Oleh karena itu, sikap orang beriman adalah menjaga alam sebagai bentuk pengabdian kepada Allah SWT dan menjalankan amanah sebagai khalifah di bumi. mengajarkan tentang makna modernisasi spiritual yaitu melakukan perubahan-perubahan kekuatan spiritual untuk senantiasa mengabdi kepada Allah swt. Selain mengabdi kepada-Nya, Tuhan mengajarkan kecintaan hamba kepada-Nya dengan tidak boleh melupakan cinta terhadap alam semesta. Salah satu bukti mencintai-Nya yaitu merawat dengan sebaik-baiknya alam semesta, bukit, gunung dan menggunakan segala fasilitas tersebut secara arif dan bijaksana. Saya kira ini yang disebut modernisasi sufistik, menjaga perasaan Sang Pencipta dengan menjaga ciptaan-Nya secara totalitas.

Avatar

TIA NATASYA ABI 1B

1.Zakat Fitrah adalah zakat wajib bagi setiap Muslim yang dibayar menjelang Idul Fitri, berupa beras/makanan pokok atau uang, untuk menyucikan diri, sedangkan Zakat Mal adalah zakat atas harta seperti uang, emas, atau penghasilan, wajib jika sudah mencapai nisab dan haul, dengan jumlah umumnya 2,5%, untuk menyucikan harta. 2.Sikap orang beriman tetap adalah mengingat Allah di tengah modernisasi, peduli dan bertanggung jawab terhadap alam, serta tidak serakah dalam memanfaatkan lingkungan. Orang beriman menyadari bahwa bencana seperti banjir bukan hanya ujian, tetapi juga akibat dari perbuatan manusia. Karena itu, orang beriman harus menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dan nilai spiritual.

Avatar

Shuja Keira UAS ABI 1B

1. zakat mall adalah zakat harta yabg bersifat tahunan dan berlaku untuk kekayaan tertentu. zakat fitrah adalah zakat wajib yang dilakukan setiap muslim menjelang idul fitri. 2. mangajarkan kepada manusia untuk membangun keseimbangan dalam menggunakan fasilitas alam semesta, bersikap sabar, intropektif, dan memikirkan modernisasi tetapi juga nilai moral dan kebermanfaatan bagi sesama

Avatar

NOVIA HARNI KURNIASIH

1.zakat mal dan zakat fitrah adalah dua kewajiban finansial dalam Islam yang berbeda secara mendasar dari segi objek, waktu, dan tujuannya. zakat mal (zakat harta) zakat yang dikeluarkan dari harta kekayaan yang dimiliki (seperti uang, emas, hasil pertanian, perdagangan, atau ternak) yang telah memenuhi syarat tertentu. zakat mal bertujua mensucikan harta, serta mendistribusikan kekayaan kepada 8 golongan penerima (asnaf). zakat fitrah (zakat fitri) zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap individu muslim (dan tanggungannya) sebagai pembersihan diri, dengan ukuran tertentu berupa makanan pokok. zakat fitrah bertujuan mensucikan jiwa orang yang berpuasa dari kesia-siaan dan dosa, serta menjadi santunan bagi fakir miskin agar mereka dapat turut merayakan hari raya. 2. orang beriman bersikap kritis terhadap modernisasi yang merusak alam, karena ia memandang alam sebagai amanah Ilahi yang harus dijaga, bukan dieksploitasi. ia menganut modernisasi sufistik: memajukan dunia tanpa melupakan spiritualitas, menggunakan sumber daya dengan arif dan bijaksana sebagai wujud cinta pada Pencipta. ketika bencana terjadi, ia introspeksi melihatnya sebagai teguran atas kesalahan mengelola alam, lalu berperan sebagai khalifah penjaga keseimbangan. hidupnya penuh kesederhanaan dan empati pada alam, menolak gaya hidup konsumtif yang membebani bumi. orang beriman membangun peradaban dengan menyelaraskan kemajuan material dan kesucian spiritual, menjaga alam sebagai bagian dari ibadah kepada Allah.

Avatar

Difa Juita Fahira 1B ABI

1. zakat mal dan zakat fitrah memiliki perbedaan dari segi objek, waktu, dan tujuannya. zakat mal adalah zakat yang dikeluarkan atas harta kekayaan yang telah mencapai nisab dan haul, seperti uang, emas, hasil usaha, dan pertanian. zakat ini bertujuan membersihkan harta dan membantu kesejahteraan sosial. sementara itu, zakat fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap muslim pada bulan Ramadan sebelum salat Idulfitri, tanpa syarat nisab, dengan tujuan menyucikan jiwa dan menyempurnakan ibadah puasa. 2. Sikap orang beriman berdasarkan “banjir dan modernisasi sufistik” adalah tidak mendewakan modernisasi dan teknologi semata, tetapi menyeimbangkannya dengan nilai spiritual. orang beriman menyadari bahwa alam adalah ciptaan Allah yang harus dijaga, bukan dieksploitasi secara berlebihan. kerusakan lingkungan yang menyebabkan banjir dan perubahan iklim merupakan akibat dari keserakahan manusia. oleh karena itu, orang beriman bersikap arif dan bijaksana dalam memanfaatkan alam sebagai bentuk pengabdian kepada Allah, yang disebut sebagai modernisasi sufistik, yaitu mencintai sang pencipta dengan menjaga ciptaan-Nya.

Avatar

Uas ABI 1B - Nashwa Deabiy Ryzandasyah

1. Zakat Fitrah adalah zakat jiwa berupa makanan pokok untuk membersihkan diri setelah Ramadan dan membantu fakir miskin merayakan Idul Fitri, dibayar per jiwa sebelum salat Idul Fitri. Sedangkan Zakat Mal (harta) adalah zakat kekayaan (uang, emas, penghasilan, dll.) untuk membersihkan harta, dibayar sepanjang tahun jika syarat nisab (batas) dan haul (satu tahun) terpenuhi, dengan kadar 2.5% dari harta bersih. 2. Orang beriman adalah manusia untuk membangun keseimbangan dalam menggunakan fasilitas alam semesta yang diberikan oleh Allah swt. senantiasa mengabdi kepada Allah swt. Selain mengabdi kepada-Nya, dan mencintai alam semesta

Avatar

KEYSHA DWI JULYANA

1.Berikut penjelasan perbedaan zakat mal dan zakat fitrah secara jelas dan mudah dipahami: --- Perbedaan Zakat Mal dan Zakat Fitrah 1. Berdasarkan Objek yang Dizakati Zakat Mal: Dizakatkan dari harta, seperti uang, emas, hasil perdagangan, hasil pertanian, dan ternak. Zakat Fitrah: Dizakatkan atas diri (jiwa) setiap muslim. --- 2. Syarat Wajib Zakat Mal: Wajib jika harta mencapai nisab (batas minimal) dan haul (disimpan selama 1 tahun). Zakat Fitrah: Wajib bagi setiap muslim yang hidup pada bulan Ramadan dan memiliki makanan untuk sehari semalam. Tidak perlu nisab dan haul. --- 3. Waktu Pembayaran Zakat Mal: Dibayar kapan saja saat harta telah mencapai nisab dan haul. Zakat Fitrah: Dibayar pada bulan Ramadan, paling lambat sebelum shalat Idulfitri. --- 4. Besaran yang Dibayar Zakat Mal: Besarnya tergantung jenis harta, misalnya 2,5% untuk harta simpanan. Zakat Fitrah: Wajib 1 sha’ (± 2,5–3 kg) makanan pokok atau nilai uang seharga itu. --- 5. Tujuan Zakat Mal: Mensucikan dan membersihkan harta serta membantu pemberdayaan ekonomi umat. Zakat Fitrah: Mensucikan jiwa dan menyempurnakan ibadah puasa Ramadan. --- 6. Penerima Keduanya diberikan kepada 8 golongan (asnaf), tetapi zakat fitrah biasanya diutamakan untuk fakir miskin agar mereka dapat bergembira saat idul fitri 2.Berikut jawaban ringkas, jelas, dan mudah dipahami tentang sikap orang beriman berdasarkan artikel “Banjir dan Modernisasi Sufistik” yang kamu lampirkan. --- 2.Sikap Orang Beriman dalam Artikel “Banjir dan Modernisasi Sufistik” Artikel ini menjelaskan bahwa kemajuan teknologi dan modernisasi sering membuat manusia lupa pada alam dan nilai spiritual. Karena itu, sikap orang beriman yang benar menurut artikel tersebut adalah sebagai berikut: --- 1. Menyadari bahwa alam adalah ciptaan Allah dan harus dijaga Orang beriman harus memandang alam sebagai amanah. Mereka tidak boleh mengeksploitasi alam secara berlebihan, karena alam adalah bagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah. 2. Mengambil hikmah dari perubahan dan bencana Banjir dan kerusakan alam adalah pengingat bahwa manusia telah berlebihan dalam memuja modernisasi. Orang beriman bersikap introspektif, tidak menyalahkan takdir, tetapi melihat ini sebagai teguran untuk memperbaiki diri. 3. Menjaga keseimbangan antara modernisasi dan spiritualitas Modernisasi tidak salah, tetapi harus disertai kesadaran spiritual. Orang beriman tidak hanya mengejar teknologi dan kenyamanan duniawi, tetapi tetap berpegang pada nilai-nilai akhlak dan kecintaan kepada Allah. 4. Tidak bersikap serakah dan materialistis Artikel menunjukkan bahwa manusia menebangi hutan, merusak gunung, dan mengeksploitasi bumi demi kepentingan ekonomi. Orang beriman harus menghindari sikap rakus dan menggunakan sumber daya secukupnya. 5. Berperilaku bijaksana dalam memanfaatkan sumber daya alam. Orang beriman harus menggunakan apa yang ada di bumi dengan arif, tidak merusaknya tanpa alasan, serta menjaga gunung, bukit, dan lingkungan sebagaimana diperintahkan dalam Al-Qur’an. 6. Mengingat bahwa gunung adalah penyangga bumi (sesuai ayat). Artikel mengutip QS. An-Naba’, QS. An-Nahl, QS. Al-Anbiya untuk menekankan bahwa gunung memiliki fungsi besar bagi stabilitas bumi. Orang beriman harus menghormati ciptaan Allah ini, bukan menghancurkannya demi pembangunan. 7. Membangun modernisasi yang beretika dan berakhlak (modernisasi sufistik) Orang beriman menghadapi modernitas dengan hati yang terhubung kepada Allah. Mereka membangun dunia modern tanpa melukai lingkungan, tanpa menindas alam, dan tetap menjaga hubungan spiritual. 8. Menumbuhkan rasa empati terhadap alam Orang beriman tidak hanya peduli kepada sesama manusia, tetapi juga peduli terhadap kondisi bumi, gunung, bukit, dan hutan yang “menjerit” akibat kerusakan. 9. Menjaga hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Tuhan Modernisasi sufistik mengajarkan bahwa kemajuan harus memperkuat hubungan manusia dengan Allah dan alam, bukan merusaknya.

Avatar

Nur Zahwa dwi rahma dina

1. Perbedaan Zakat Maal dan Zakat Fitrah (25) Zakat Maal dan Zakat Fitrah adalah dua jenis zakat yang diwajibkan dalam Islam, tetapi memiliki perbedaan dalam tujuan, waktu, syarat, serta bentuk dan cara perhitungannya: � Baznas + 1 Pengertian • Zakat Fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan setiap muslim menjelang Idul Fitri untuk menyucikan diri setelah berpuasa di bulan Ramadan serta membantu fakir miskin agar dapat merayakan hari raya dengan layak. � • Zakat Maal (harta) adalah zakat yang dikeluarkan atas harta yang dimiliki seorang muslim apabila telah mencapai nisab (batas minimum harta) dan haul (telah dimiliki satu tahun penuh). � Baznas Baznas Waktu Pelaksanaan • Zakat Fitrah ditunaikan setiap tahun pada bulan Ramadan, biasanya sebelum shalat Idul Fitri. � • Zakat Maal bisa dikeluarkan kapan saja selama harta memenuhi syarat nisab dan haul. � Baznas Baznas Jumlah dan Cara Perhitungan • Zakat Fitrah jumlahnya tetap, umumnya setara dengan sekitar 2,5 kg hingga 3,5 liter makanan pokok per jiwa atau nilai uang yang setara. � • Zakat Maal besarnya umumnya 2,5 % dari total harta yang dikenai zakat setelah mencapai nisab dan haul. � Kabar Sleman Kabar Sleman Tujuan • Zakat Fitrah berfungsi untuk menyucikan jiwa orang yang berpuasa dan membantu kaum miskin merayakan Idul Fitri. � • Zakat Maal bertujuan untuk menyucikan harta serta membantu zakat kepada yang berhak sepanjang tahun. � Baznas Baznas 2. Sikap Orang Beriman dalam Artikel: Banjir dan Modernisasi Sufistik (25) Karena artikelnya tidak bisa dibuka secara lengkap, kita tarik pola umum dari pemikiran sufistik modern yang sering dibahas Imam Ghozali (berdasarkan topik serupa di situs beliau). Dari judul “Banjir dan Modernisasi Sufistik” dan konteks tasawuf, sikap orang beriman dapat dijelaskan sebagai berikut: � imamghozali.id Mengaitkan Bencana dengan Kehidupan Spiritual Orang beriman memandang banjir tidak hanya sebagai fenomena alam semata, tetapi sebagai panggilan refleksi terhadap spiritualitas manusia—bahwa kerusakan atau bencana bisa merupakan cermin kurangnya keseimbangan batin dan tanggung jawab terhadap ciptaan Tuhan. � Jurnal Ar-Raniry Menjaga Equilibrium antara Material dan Spiritual Sikap beriman adalah menjaga keseimbangan antara kemajuan material (modernisasi) dan nilai-nilai spiritual agar kemajuan tidak mengikis kebaikan moral dan kesadaran akan hubungan manusia dengan Tuhan dan lingkungan. � Jurnal Ar-Raniry Memaknai Modernisasi dengan Kesadaran Nilai Akhlak Orang beriman tidak menolak modernisasi, tetapi mengintegrasikannya dengan nilai sufistik: yaitu memanfaatkan kemajuan tanpa kehilangan ketundukan kepada Tuhan, serta menghindari materialisme yang melampaui etika dan kemanusiaan. � Jurnal Ar-Raniry Sikap Tawakal dan Tazkiyah Sikap seorang beriman mencakup tawakal kepada Allah dalam menghadapi bencana sekaligus terus melakukan tazkiyah (pembersihan diri) dan upaya nyata untuk memperbaiki diri serta lingkungan sebagai bentuk iman yang utuh. � Jurnal Ar-Raniry

   Berita Terkait

Efisiensi Nafsu
15 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   110

Kejamnya Ibu Tiri Tidak Sekejam Idul Fitri ?
26 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   146

Amalan Di Ujung Ramadhan
18 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   214

Puasa Padi dan Pakis
15 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   291

Kisah Pemberi Takjil Menjadi Ahli Surga
09 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   126

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13553


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4546


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2871