
Malam ini saya menemani Mas Jarir bertemu perempuan
hebat: Dr. Umi Kulsum, S.S.,M.Hum. Anda pasti tahu, dia sekarang menjabat
sebagai kepala Balai Bahasa Provinsi Riau.
Saya punya usul pertemuan nya di Corner,
selain tempat nya bersih sekaligus suasana lebih tenang. Untuk ngobrol
lebih enak rasanya. Namun, Bu Umi telah mengirim pesan sama Mas Jarir. Ia sudah
menunggu di New Normal. Akhirnya kami pun bertemu di New Normal.
Sambil menunggu pesanan, kami dialog
tentang keanekaragaman bahasa. Tentu saja, karena pertama bertemu kami saling
kenalan. Setelah saling berkenalan, ternyata bu umi masih bertetangga dengan
ku. Maksudnya tempat kelahirannya. Saya di Kabupaten Banyumas, sedang Bu Umi
Kabupaten Brebes. Sama-sama Jawa Tengah, sama-sama dialek bahasanya “ngapak”,
ora ngapak ora kepenak.
Ngobrol menjadi semakin asyik. Seolah-olah reunian.
Padahal baru pertama ketemu sudah akrab. Apalagi Bu Umi sangat humble
dan luas wawasannya. Ditambah lagi pola komunikasinya lancar banget. Jadi semakin
asyik ngobrol. Sekali lagi, semua karena wawasan keilmuan yang luas. Semakin luas
ilmu seseorang, maka semakin ia mempunyai kelembutan hari dalam berbicara atau
berdialog dengan lawan bicaranya. Begitu juga sebaliknya, semakin sedikit ilmu
nya kadang semakin menonjolkan diri seolah-olah paling luas ilmu
pengetahuannya. Air laut yang dalam selalu berpenampilan tenang dan nyaman.
Mumpung ketemu, saya ngobrol berkaitan
dengan tugas Balai Bahasa. Saya juga ngobrol tentang rencana ingin membuat Kamus
Bahasa Melayu Kabupaten Kepulauan Meranti dan Bengkalis. Ide ini sudah lama
saya bincangkan dengan Mas Jarir dan Bang Asruari. Lagi-lagi karena kesibukan,
ide tersebut masih sebatas ide.
Sebagian ide tersebut ternyata sudah
direalisasikan oleh Lembaga Bahasa. Bu Umi dan beberapa tim nya telah
memperkenalkan beberapa kamus Bahasa Indonesia-Melayu dari berbagai Kabupaten di
Provinsi Riau.
Diskusi pun terus berlanjut. Kami sepakat
bahwa mempertahankan bahasa bagian dari upaya mempertahankan budaya, dan
mempertahankan budaya bagian dari cara mempertahankan eksistensi nilai-nilai
yang hidup di tengah-tengah masyarakat sebagai pembentuk karakter suatu daerah.
Bahasa adalah cermin karakter dari kaum nya.
Bahasa masyarakat pesisir berbeda dengan bahasa di daerah daratan dan
pegunungan. Bahkan dalam mengekspresikan luapan hati pun akan berbeda-beda. Walhasil,
Bahasa menjadi ruh kekuatan dari suatu bangsa dan negara.
Terlihat sepele, tapi anda bisa melihat suatu
fakta bahwa bangsa bisa menaklukan suatu bangsa lain berawal dari penguasaan bahasa.
Begitu juga suatu bangsa ingin menjadi mempelajari peradaban bangsa lain juga
melalui pintu yang disebut Bahasa.
Kini ada sekitar 50 negara telah
menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bagian Bahasa internasional. Negara Mesir sangat
giat mempromosikan bahasa Indonesia. Fakta-fakta tersebut menunjukan betapa
besar peran bahasa dalam merubah suatu peradaban bangsa.
Tentu saja dalam pertemuan tersebut, saya
sebatas mendengarkan paparan dari bu umi dan juga kisah-kisah tentang novel
legendari dari Mas Jarir-Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam. Saya sebagai
pendengar yang baik saat keduanya memberikan wejangan tentang bahasa, budaya
dan peradaban bangsa melayu dari dulu hingga saat sekarang ini.
Sebagai penutup saya mengucapkan terima
kasih kepada Bu Umi dan tim nya yang telah berkenan ngobrol bareng sama kami. Semoga
dimasa yang akan datang bisa terjadil kerjasama dalam upaya meningkatkan sumber
daya manusia di bumi melayu.
Saya juga tidak lupa mengucapkan terima
kasih kepada Mas Jarir. Dia benar-benar seperti sudah masuk maqam wali
-paling tidak kalau bukan waliyullah, ya wali murid. Malam itu saya benar-benar
lapar. Ketika Mas Jarir menelpon dan mengajak ku ke Rumah Makan, saya langsung
menjawab cepat: “gassssas !!”.
Penulis : Vijianfaiz,PhD
Mendengar Suara Rakyat
21 Juli 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   142
Harga Sepiring Lempeng
19 Juni 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   306
Iran: Antara Anak Haram dan Anak Tiri
07 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   398
Ucapan Berkualitas
26 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   191
Santri Nonton Wayang Kulit
23 November 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   286
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      14087
Dalil Berdoa Untuk Mayit
Minggu , 11 Mei 2025      5154
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      5148
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      4381
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      3836