
Hari ini saya benar-benar menjadi orang
yang sangat sholeh. Baik sekali. Sebab hari ini saya bisa menerapkan sebagai “manusia
tawadhu”. Salah satu bentuk ketawadhuaan ku yaitu mendengar suara warga
negara ku di rapat siang hari ini dengan sangat serius.
Teman-teman prodi sangat aktif bertanya dan
berpendapat. Ada saudara Afdal dari prodi HTN, ada Rino dari PBsy, ada Asfar
dari HKI dan ada Firdaus dari Mksy serta Sandi dari Ekonomi Syariah. Mereka sangat
aktif memberi masukan konstruktif.
Bertambah seru diskusi siang ini yaitu
pendapat dari bu Nadia Faiqa-Kasubag Umum-dan Eka-staf. Sangat menarik. Tradisi
mengelola perbedaan ternyata sangat indah sekali. Saya membiarkan mereka berpendapat.
Tapi saya juga wasit, harus adil. Tidak boleh terlalu condong salah satu
klub-yang katanya ini terjadi di Piala Dunia. Saya benar-benar menerapkan mizan
dan al-qistu.
Lagi seru-serunya rapat, tiba-tiba ada Hamba
Allah memberi kami makanan Pizza. Masih sangat hangat. Jadi, rapat kali ini
sangat istimewa. Biasanya rapat di fakultas minum air putih, kadang ada hamba Allah
yang membelikan gorengan atau nasi bungkus. Kini ada yang memberikan kueh Pizza.
Kebaikan yang sangat sulit dihilangkan. Setiap kebaikan selalu dicatat dalam
kebaikan, meskipun terkadang orang menimbunnya dengan keburukan. Kebaikan akan
selalu bersinar di tengah-tengah kegelapan. Hanya orang-orang yang mengerti makna
kebaikan sejati, yang bisa merasakan kebaikan itu sendiri.
Mas Rino dari PBSy kirim WA di grup. Katanya:
“Apakah jadi rapat jam 13.30. nanti kita rapat dengan LPM jam 15.00”.
Saya jawab singkat: “Jadi !”.
Jawabanku mungkin masih meragukan bagi yang
membacanya. Tapi saya yakinkan kepada mereka bahwa saya akan menggunakan waktu
se-efektif mungkin untuk rapat. Saya harus langsung memimpin, mengatur dan
memutuskan.
Walhasil rapat rencana jam 13.30, jam 13.40
mulai. Selesai jam 14.20. Masih ada sisa waktu 40 menit. Peserta rapat menggunakan
sisa waktu untuk ngobrol bebas sambil menikmati Pizza.
Hasilnya, subhanallah. Prodi, kasubag dan staf sama-sama bahagia. Saya pun sangat bahagia, bukan karena hasil keputusannya, tapi karena saya mendapatkan Pizza.

Apakah ada masalah sangat sulit
diselesaikan. Saya kira, setiap masalah bisa diselesaikan dengan baik, meskipun
tidak sempurna. Bagiku, masalah yang diselesaikan dengan musyawarah meskipun kurang
baik tapi itulah bentuk kesempurnaan. Tidak ada manusia yang sempurna karena
seorang diri. Kesempurnaan dalam kehidupan sosial adalah kebersamaan mengurai
persoalan. Tim Sepak Bola Spanyol bisa juara bukan dari satu orang, tapi satu grup
yang bekerjasama untuk mengukir prestasi.
Itu sebabnya ketika peserta rapat selalu
berfikir negatif dan ada rasa ketakutan tentang beban kerja yang menumpuk, saya
katakan dengan tegas: “Tidak ada beban yang berat jika kita sama-sama
bekerja”.
Kalimat tersebut terlihat sangat ekstrem
dan ironis di suatu komunitas yang belum terbiasa pola hidup mudzakarah dan
musyawarah. Kalimat tersebut tentu sangat asing bagi komunitas yang
masih membiasakan diri bermujadalah.
Itu sebabnya saya mencoba menekankan kepada tim bahwa kita disini tidak ada yang paling super dan tidak ada yang paling hebat dan tidak ada yang paling bodoh. Semua nya mempunyai kesempatan sama untuk menyampaikan segala pendapatnya. Lalu notulen mencatat, dan kemudian saya harus menginventarisir point-point penting dari seluruh pendapat tersebut menjadi satu-kesatuan jawaban.

Di hampir setiap kesempatan rapat, saya
selalu menyisipkan kata-kata yang menurut ku itu benar, yaitu : “Sahabat-sahabat
ku, jika di suatu komunitas sistem administrasi belum sempurna, maka jawaban
yang paling ideal Adalah musyawarah. Jika musyawarah ditinggalkan, maka akan
tumbuh prasangkan-prasangka yang tidak mendasar. Akhirnya muncul berbagai
fitnah dan selalu saja muncul merasa paling benar dan paling hebat”.
Mungkin kalimat tersebut salah. Tapi saya
melihat teman-teman yang saya ajak diskusi atau musawarah memahami dan menganggut-manggutkan
kepala. Saya tidak tahu apakah karena sikap tersebut karena pertanda paham,
atau ngantuk atau takut saya lempar pakai sandal kurang tahu.
Namun apapun yang saya lakukan dalam
diskusi, saya selalu memasang niat:”Semoga ini bagian dari ibadah yang diterima
oleh Allah SWT,Amin”.
Penulis : Vijianfaiz,PhD
Harga Sepiring Lempeng
19 Juni 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   305
Iran: Antara Anak Haram dan Anak Tiri
07 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   396
Ucapan Berkualitas
26 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   188
Santri Nonton Wayang Kulit
23 November 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   281
Isra Mi’raj dan Revolusi Budaya
27 Januari 2025   Oleh : Imam Ghozali   881
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      14056
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      5108
Dalil Berdoa Untuk Mayit
Minggu , 11 Mei 2025      5026
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      4222
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      3769